10May 2010 71 Comments1,325 pembaca
Aksi Para Pendekar Tidar di Tlatah Pendidikan
Minggu, 9 Mei 2010, saya menghadiri undangan para Pendekar Tidar yang sedang punya hajat menggelar HUT I dan memeringati Hardiknas 2010 dengan menyelenggarakan seminar pendidikan bertajuk “Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk Pembelajaran dan Penulisan Multimedia dalam Menunjang Kegiatan Belajar Mengajar”. Sungguh berbahagia saya bisa hadir di tengah-tengah hajatan itu bersama Mas Gunawan Julianto (Komunitas Rumah Pelangi) dan Nanang Tri Agung E.H. (Sesepuh Pendekar Tidar). Tak kurang sekitar 120-an rekan sejawat se-eks Karesidenan Kedu hadir dalam perhelatan yang digelar di lantai II Kantor Dinas Pendidikan Kota Magelang itu. Sebelum seminar, komunitas bloger Magelang ini juga telah menggelar lomba menulis untuk siswa SLTP/SLTA dengan mengangkat tema “Dengan Menulis, Mengenal Kearifan Lokal Lebih Dalam”. Hmm … sebuah tema yang mencerahkan di tengah meruyaknya budaya global yang kian menggerus nilai-nilai keindonesiaan yang multikultur.
Jujur saja, saya tertarik dengan semangat dan kiprah para Pendekar Tidar dalam mengelola Komunitas Bloger Magelang yang memiliki kepedulian terhadap tlalah dunia pendidikan yang selama ini (nyaris) hanya menjadi urusan para pemangku kepentingan pendidikan yang bergerak di ranah formal. Padahal, sejatinya pendidikan memiliki jangkauan makna yang jauh lebih luas. Pendidikan formal hanyalah satu dari sekian ruang pendidikan yang disediakan untuk menggali dan sekaligus mengembangkan potensi anak-anak bangsa. Di luar itu, tak terhitung jumlah ruang dan kantong pendidikan non-formal yang perannya juga tak bisa dibilang remeh. Para Pendekar Tidar setidaknya telah membuktikan bahwa pendidikan termasuk tlatah penting yang bisa dijamah dan disentuh oleh siapa pun, tanpa harus membawa embel-embel dan atribut yang serba formal.
Yang tak kalah menarik, tentu pertanyaan dan opini yang mencuat selama seminar berlangsung. Sebagian besar pertanyaan yang meluncur dari rekan-rekan sejawat yang hadir mengungkap tentang beban kegelisahan yang selama ini mereka rasakan akibat dominannya pengembangan nilai-nilai intelektual, sementara nilai akhlak dan budi pekerti (nyaris) terabaikan. Akibatnya, anak-anak memang cerdas secara intelektual, tetapi tidak memiliki kecerdasan hati. ”Tak berlebihan jika kasus korupsi yang selama ini terjadi, sebagian besar dilakukan oleh orang-orang yang secara intelektual memang cerdas,” ungkap Pak Moh. Kholif sambil mendesah.
Masih ada beberapa pertanyaan lain yang menggelitik untuk dijawab, terutama berkaitan dengan penggunaan multimedia dalam pembelajaran di tengah keterbatasan sarana, prasarana, dan fasilitas yang dimiliki sekolah, ancaman UU ITE terhadap kebebasan berekspresi, atau kemungkinan tulisan di blog untuk kenaikan pangkat.




Gambar diambil dari FB Pendekar Tidar.
Ya, ya, ya, dunia pendidikan memang merupakan ranah yang akan terus bergerak secara dinamis sesuai dengan derap peradaban yang memolanya. Ketika peradaban sudah demikian ”memanjakan” selera konsumtif para pengguna media teknologi informasi dan komunikasi (TIK), mau atau tidak, dunia pendidikan juga mesti bersikap adaptif dan lentur terhadap perubahan. Situasi seperti itulah agaknya yang tengah terjadi dalam dunia pendidikan kita. Imbas perubahan yang ditimbulkan akibat kemajuan TIK, disadari atau tidak, telah membawa perubahan “mind-set” para pelaku dan praktisi pendidikan dalam mengemas model dan gaya pembelajaran di kelas. Model-model pembelajaran konvensional, yang dalam pandangan Paulo Freire cenderung memenjarakan siswa melalui gaya pembelajaran yang instruksional dan indoktrinatif, sudah mulai ditinggalkan. Para siswa didik tidak lagi diposisikan sebagai “tong sampah” ilmu pengetahuan yang terus disuapi dengan ilmu pengetahuan yang serba kering dan kurang bermakna, tetapi secara konstruktif, mereka diajak untuk menjelajahi fakta-fakta empiris tentang dunia keilmuan, sehingga merasa tertantang dan tertarik untuk membangun dan mengkonstruksi pengetahuan mereka berdasarkan apa yang dilihat, didengar, dibaca, dan dilakukan dalam proses pembelajaran.
Persoalannya adalah belum semua satuan pendidikan terjamah oleh kemajuan TIK itu. Alih-alih memanfaatkan TIK, sarana dan prasarana sekolah pun masih jauh dan representatif untuk dijadikan sebagai ruang belajar. Tak sedikit sekolah di berbagai daerah yang gedung sekolahnya hampir roboh, beratap bocor, bahkan dinding dan pilarnya pun nyaris runtuh yang bisa mengancam keamanan dan kenyamanan siswa didik dalam belajar. Ironisnya, pemerintah memberlakukan standar pendidikan (kelulusan) yang sama terhadap semua satuan pendidikan, termasuk sekolah yang memiliki keterbatasan dalam sarana, prasarana, dan fasilitas sekolah.
Pertanyaan yang tak kalah menarik adalah tentang kemungkinan tulisan di blog dijadikan sebagai salah satu angka kredit dalam kenaikan pangkat guru. Pertanyaan ini menarik setelah Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) melakukan penandatanganan peraturan bersama tentang petunjuk pelaksanaan (juklak) jabatan fungsional guru dan angka kreditnya. Dalam peraturan yang merupakan juklak dari Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan angka kreditnya itu disebutkan bahwa kewajiban menulis karya ilmiah mulai diberlakukan untuk guru golongan IIIB yang mau naik pangkat ke golongan IIIC.
Kalau memang demikian, betapa banyaknya guru yang harus gagal naik pangkat ke golongan III C apabila sistem penilaian karya ilmiah yang selama ini digunakan tidak dikaji ulang. Saya sendiri cenderung berpendapat bahwa bobot literer karya ilmiah yang dipublikasikan di blog tak kalah bermutu jika dibandingkan dengan karya ilmiah yang dipublikasikan melalui jurnal sepanjang sistematika dan persyaratan yang lain terpenuhi. Toh antara blog atau jurnal semata-mata hanya persoalan media, bukan substansi.
Agaknya dibutuhkan perubahan paradigma para pengambil kebijakan dalam menilai sebuah karya ilmiah guru. Kalau memang guru diharapkan mengakrabi TIK sebagai salah satu sarana multimedia, tidak ada salahnya apabila blog dijadikan sebagai salah satu ruang portofolio guru yang bisa digunakan untuk memotret kinerja guru, termasuk dalam penyusunan karya ilmiah. Dengan “pengakuan” seperti itu, siapa tahu semua guru di negeri ini akan berlomba-lomba untuk memiliki sebuah blog, tanpa harus dipaksa dan diindoktrinasi!
Sayangnya, lantaran terbatasnya waktu, ada beberapa pertanyaan rekan sejawat yang belum terjawab tuntas. Seminar yang dimulai pukul 09.30 itu pun terpaksa harus diakhiri pukul 12.15 WIB. Terima kasih saya sampaikan kepada Mas Gunawan Julianto, para Pendekar Tidar, Mas Ciwir dan Mas Nahdi, juga Mas Nanang dan keluarga, serta segenap panitia yang tidak sempat saya sebutkan satu persatu, atas sambutan hangatnya. Semoga Komunitas Bloger Magelang makin eksis dan terus berkibar, baik di dunia nyata maupun maya! ***
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Aksi Para Pendekar Tidar di Tlatah Pendidikan" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (10 May 2010 @ 02:36) pada kategori Blog, Budaya, Edukasi, Refleksi dan telah dikunjungi oleh 1,325 pembaca. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:













Sep 16, 2011 @ 09:40:49
Aksi Para Pendekar yang sungguh menakjubkn…
Aug 23, 2011 @ 13:13:37
aksi pendekar dunia pendidikan yang sangat luar biasa
Aug 10, 2011 @ 13:10:47
Amiiinn..
Ya ALLAH,,,
Mudah2an Permintaan Pak Didien terkabul..
Jun 02, 2011 @ 21:29:26
thanx for good post and article.
Jun 28, 2010 @ 19:24:34
oki…
siiippp…
:)
Jun 28, 2010 @ 14:54:49
pendekar tanpa tanda apapupn…:d
Jun 16, 2010 @ 14:53:29
Pendekar tanpa pedang…
May 28, 2010 @ 19:45:08
waktu itu saya mendapatkan undangan dari Mas Santri, sayang sekali tidak bisa ke sana untuk mendengarkan petatah-petitih dari pak Sawali…
.-= Baca juga tulisan terbaru Andy MSE berjudul Akhirnya Pakai Juga Fedora 13 Goddard =-.
May 28, 2010 @ 21:22:19
iya, mas andy. mas santri juga cerita, kok.
May 14, 2010 @ 22:09:01
sungguh pantas disebut sebagai Pendekar Tidar…
.-= Baca juga tulisan terbaru Love4Live berjudul "Ubuntu Sources List Generator Untuk Ubuntu 10.04 Lucid Lynx" =-.
May 14, 2010 @ 21:59:18
yaaaa… Paulo Freire… “Pendidikan Kaum Tertindas”
.-= Baca juga tulisan terbaru itempoeti berjudul "Sri Mulyani Mundur, SBY Gagal" =-.
May 14, 2010 @ 18:10:14
Pembuatan slide presentasi yang mirip halaman web itu perlu disosialisasikan ke guru-guru pak
Matur nuwun sampun rawuh ke Magelang
Sayang saya ga sempat ngobrol banyak 
.-= Baca juga tulisan terbaru Kang Bondan berjudul "Jalan-Jalan Kebahagiaan" =-.
May 14, 2010 @ 11:00:37
hidu dan kembangkan teknologi informasi di dunia pendidikan tanah air,..
biar g ketinggalan dari negeri luar,….
May 14, 2010 @ 09:32:16
hahaha.. keren dah… semoga sukses
May 14, 2010 @ 02:47:51
sepakat…
semoga benar-benar terealisasi, jika tulisan ilmiah di blog bisa jadi portofolio
dan tidak dimonopoli tukang bikin web saja yang menyertakan blog sebagai portofolionya
>-
.-= Baca juga tulisan terbaru Pojok Pradna berjudul "Chat Facebook di Pidgin" =-.
May 14, 2010 @ 01:28:17
<script type="text/javascript" src="http://cdn.widgetserver.com/syndication/subscriber/InsertWidget.js"></script><script type="text/javascript">if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('d8a1e00f-4735-461e-a14f-0b43d25a6c91');</script><noscript>Get the <a href="http://www.widgetbox.com/widget/radio-dakta-radio-dakwah">Radio Dakta Radio Dakwah Streaming Online</a> widget and many other <a href="http://www.widgetbox.com/">great free widgets</a> at <a href="http://www.widgetbox.com">Widgetbox</a>! Not seeing a widget? (<a href="http://docs.widgetbox.com/using-widgets/installing-widgets/why-cant-i-see-my-widget/">More info</a>)</noscript>
Maaf Kodenya kemudian di Konversi ke Java
.-= Baca juga tulisan terbaru Radio Streaming Dakta berjudul "Japan – Radio FM 767" =-.
May 14, 2010 @ 00:59:40
Dear Pak Sawali
Saya adalah penggemar tulisan anda saya punya usul bagaimana kalau di Blog Anda ini juga ada Widget Radio Streaming yang khusus dakwah.
Sehingga pembaca juga bisa dengarkan Radio Dakwah (Dakta) dari Blog ini.
Kebetulan saat Browsing saya menemukan Script Radio tsb
1.Radio Dakta (Radio Dakwah) dengan Script Berikut :
if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget(‘d8a1e00f-4735-461e-a14f-0b43d25a6c91′);Get the Radio Dakta Radio Dakwah Streaming Online widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)
2.Radio Gajahmada Semarang dg Script Sbb:
if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget(’16f94951-2aec-41a2-9400-13096fa509d7′);Get the Gajahmada Radio Streaming widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)
Selamat mencoba Pak
Terimakasih.
.-= Baca juga tulisan terbaru Radio Streaming Dakta berjudul "Japan – Radio FM 767" =-.
May 13, 2010 @ 19:27:19
semoga dengan perkembangan tekhnology dan informasi khususnya, dapat menunjan para pendekar² tidar dalam mengangkat pendidikan Indonesia lebih baik dan berkualitas amin
apakabar pak Sawali..
salam, ^_^
.-= Baca juga tulisan terbaru Didien® berjudul "Inventaris Kantor" =-.
May 13, 2010 @ 18:32:58
Banyak hal yang menarik dari seminar ini. Di antaranya kegelisahan akan dominannya kecerdasan intelektual, dan merosotnya kecerdasan hati. Banyak faktor yang mempengaruhinya, dari lingkungan sekolah, pergaulan dan juga keluarganya. Terutama faktor orang tua dan guru. Banyak orang tua yang kurang memerhatikan nilai-nilai akhlak, yang penting masuk ranking atas. Guru juga demikian, ada guru yang memarahi muridnya yang merokok di WC sekolah tapi sambil merokok, ada juga guru yang menyuruh murid membeli rokok.
Kita berharap ke depannya bisa lebih baik lagi.
Terima kasih.
.-= Baca juga tulisan terbaru Abdul Aziz berjudul "Meningkatkan Intensitas Keberagamaan Melalui Pendidikan" =-.
May 13, 2010 @ 17:11:51
Selamat Ultah buat TIDAR
Jika kelak aktivitas blog bisa dinilai untuk memenuhi angka kredit tentu akan semakin banyak guru yang ngeblog
Ayo semangat para guru, dengan blog memajukan pendidikan Indonesia
.-= Baca juga tulisan terbaru cobaberbagi berjudul "New Theme: Bueno" =-.
May 13, 2010 @ 12:31:51
bagus sekali pak seandainya blog dijadikan sebagai salah satu angka kredit dalam kenaikan kepangkatan.
wah ketemu ciwir ya pak.. saya juga pernah kopdar dengan ciwir.
.-= Baca juga tulisan terbaru endar berjudul "Mei, 12 tahun yang lalu" =-.
May 13, 2010 @ 12:04:42
Semoga selalu ada para pejuang peningkatan mutu pendidikan
.-= Baca juga tulisan terbaru achoey berjudul "Mendeteksi Sahabat Sejati" =-.
May 13, 2010 @ 06:42:45
pasti ramai acaranya Pa, tetap semangat Pa Guru
.-= Baca juga tulisan terbaru andi berjudul "Ubuntu Netbook 10.04" =-.
May 13, 2010 @ 04:25:53
Pendidikan 80% membuat maju.
Kekayaan seperti alam, warisan, jabatan hanya kurang dari 17% membuat maju. Selebihnya entah apa.
Jadi, jika kita hanya bangga alam, bangga warisan, bangga jabatan, bangga … ya silakan berargumentasi semisal “o, ini kan rahmat dari Tuhan!” Kalau memang begitu, memang hanya berhenti di situ? Tanggung jawabnya, dong?!
PENDIDIKAN HARUS NOMOR SATU!
.-= Baca juga tulisan terbaru rose berjudul "Women as Victim in Female Genital Mutilation" =-.
May 13, 2010 @ 04:13:50
angka nol dan satu di amerika atau negara maju lain jadi komputer.
kaget? jangan kaget! angka nol dan satu jadi apa di negeri ini? TAPI APA YANG MEMBEDAKAN? (KARENA MEMANG HARUS ADA PERBEDAAN).
mbok bejo dan astronot cara bikin kopinya sama. siapkan gelas, tuang kopi, tuang gula, tuang air panas. jika takut pecah, gelas diberi sendok. TAPI APA YANG MEMBEDAKAN?
di rumah A ada kasus yang sama dengan di rumah B. di rumah A penyelesaiannya mendatangkan perang. tapi di rumah B mendatangkan kedamaian. padahal cara pemecahannya sama. TAPI APA YANG MEMBEDAKAN?
angka 5 di rapot di mana-mana sama bentuknya. di jepang dan negara maju lain angka 5 ya begitu, di indonesia ya begitu. begitu juga dengan gelar sarjana. sama-sama s1, sebut saja SPd (Sarjana Pendidikan). Tapi apakah sama bobotnya SPd di diri A dengan SPd di diri B? TAPI APA YANG MEMBEDAKAN?
Aku mendirikan sekolah SD. Kamu mendirikan sekolah SD. Lalu apakah keduanya sama saja sehingga ketika anak mau masuk sekolah harus mengatakan: “Sekolah di mana-mana sama saja, Nak!” Siapa bilang sama saja karena pasti ada beda? TAPI APA YANG MEMBEDAKAN?
DAN SILAKAN ANALOGI LAIN!
.-= Baca juga tulisan terbaru henrietta berjudul "A NAME OF SPACE WORLD" =-.
May 13, 2010 @ 02:00:37
.-= Baca juga tulisan terbaru Blogger Terpanas berjudul "5 Tipe Wanita yang tidak saya "sukai"" =-.
May 12, 2010 @ 18:09:23
Wah,kalau tulisan di blog bisa dijadikan bahan untuk kenaikan pangkat guru bisa banyak guru yg ngeblog.. sesuai aja dengan himbauan agar pendidik itu tidak gaptek, namun yang sudah melek teknologi tak ada penghargaannya.. selain trafic dari alexa
May 12, 2010 @ 11:46:27
maju terus pendidian indonesia!!
gapailah mimpi mu!!!
.-= Baca juga tulisan terbaru newsbuzzy berjudul "Naruto 496 Spoiler | Read Naruto Chapter 496 English Sub and Predictions" =-.
May 12, 2010 @ 05:53:11
Yang tak kalah menarik, tentu pertanyaan dan opini yang mencuat selama seminar berlangsung. Sebagian besar pertanyaan yang meluncur dari rekan-rekan sejawat yang hadir mengungkap tentang beban kegelisahan yang selama ini mereka rasakan akibat dominannya pengembangan nilai-nilai intelektual, sementara nilai akhlak dan budi pekerti (nyaris) terabaikan.
=========
Inilah yang patut menjadi pemikiran kita semua. Nilai2 intelektual seharusnya berada pada koridor yang mampu mendorong masyarakat untuk lebih terlibat pada pensosialisasian nlai akhlak dan budi pekerti. Bukan bersifat masa bodoh dan apatis
.-= Baca juga tulisan terbaru Ifan Jayadi berjudul "Kuliah Lagi Ujian Lagi" =-.
May 12, 2010 @ 01:44:46
Salut dengan aksi pendekar tidar…
Dunia pendidikan dan TI bila berjalan beriringan mudah2an Indonesia kedepannya akan lebih baik…
Semangat Generasi Muda :d/:d/
.-= Baca juga tulisan terbaru delia berjudul "Mencoba Romantis" =-.
May 11, 2010 @ 20:37:04
Salut dgn aksi para Pendekar Tidar…moga terus maju dan sukses pendidikan di Magelang KHususnya dan Indonesia umumnya..
.-= Baca juga tulisan terbaru Syams Ideris berjudul "Kejang Demam (STUIP/STEP) dan Penanganannya." =-.
May 11, 2010 @ 16:26:23
tetap semangat menulis pak….:d:d
.-= Baca juga tulisan terbaru julianusginting berjudul "102 Titik Bor Telah Selesai" =-.
May 11, 2010 @ 15:14:08
artikelnya menarik sekali …..=p~
May 11, 2010 @ 12:44:16
sayangnya saya bukan lagi warga banyumas pak Sawali sehingga tak bisa ikut belajar ngangsu kaweruh ke Pak Sawali
.-= Baca juga tulisan terbaru narno berjudul "Ojo Dumeh" =-.
May 11, 2010 @ 10:45:54
seneng banget kemaren bisa ketemu langsung dengan pak Sawali
May 11, 2010 @ 07:18:20
Setuju pak…dunia pendidikan memang dunia yang akan terus bergerak mengikuti perkembangan zaman. Di satu sisi membentuk kepandaian anak serta tetap menjadi anak yang bermoral tinggi, tak sekedar dibebankan pada guru, namun juga orangtua dan lingkungan masyarakat sekitarnya. Media juga ikut berperan,….jadi semestinya hati-hati dalam memberitakan sesuatu agar tak jadi bumerang bagi anak-anak kita.
.-= Baca juga tulisan terbaru edratna berjudul "Saat si kecil lebih dekat dengan mbak" =-.
May 11, 2010 @ 00:24:57
kalau di sekolah dn pondok saya, fasilitas sudah ada, orang-orangnya ada, tapi semangatnya belum ada. Baru orang2 tertentu yang mau berkiprah.
hmm….
May 11, 2010 @ 00:03:25
Disekolah saya semua media TIK sudah sangat lengkap. Tapi guru yang bisa memanfaatkannya hanya hitungan jari. Dan yang mengelola blog hanya saya:(
Ingin rasanya pindah ke Magelang:-?
Semoga ide karya ilmiah ditulis di blog bisa terlaksana.
.-= Baca juga tulisan terbaru akhta berjudul "SISWA BERPRESTASI DI BARITO TIMUR" =-.
May 10, 2010 @ 23:08:02
Wah kayaknya menarik banget tuh acaranya…
>-
.-= Baca juga tulisan terbaru Travel Finance berjudul "Can Health Savings Accounts Bring Down High Healthcare Costs?" =-.
May 10, 2010 @ 23:02:19
Bagus… perlu ditiru yang begituan :d
.-= Baca juga tulisan terbaru Haris berjudul "New Method of Mobile Affiliate Marketing" =-.
May 10, 2010 @ 22:53:04
aksi pendekar dunia pendidikan yang sangat luar biasa~
May 10, 2010 @ 22:08:15
Sebuah perhelatan yang sangat menarik, Pak. Dan, agaknya perlu dicontoh oleh daerah-daerah lain. Kapan ya di tempat saya ada perhelatan yang demikian? Salam kekerabatan.
.-= Baca juga tulisan terbaru Sungkowoastro berjudul "Meraih Prestasi Gemilang, SMP 1 Jati Kudus" =-.
May 10, 2010 @ 21:32:30
Saya sependapat kalau pendidikan sekarang ini lebih mementingkan intelektualitas dengan mengabaikan moral dan etika. Sudah saatnya kita adakan revitalisasi pendidikan agar pendidikan dapat membentuk karakter mulia siswa. Saya lebih senang menyebutnya “Mengajar dengan hati”.
.-= Baca juga tulisan terbaru Syamsuddin Ideris berjudul "Kejang Demam (STUIP/STEP) dan Penanganannya." =-.
May 10, 2010 @ 21:32:09
asskum..
pak sawali,,
apa kabar pak??
lama ga main kesini,, hhee (Sibuk UAN)
wah pendidikan ttg TIK di wilyah kita kyaknya kurang pak…
May 10, 2010 @ 21:16:06
wah nampaknya para peserta paling antusias nich ma materi yang diberikan pakde sawali
.-= Baca juga tulisan terbaru giat olahrarga berjudul "Karanganyar Cyber City , mungkin gak yach?" =-.
May 10, 2010 @ 19:08:18
saya ada cerita dari sodaranya temen saya, dia merasakan betapa malasnya ngurus pangkat karena bikin karya ilmiah harus juga satu paket sama pengurusan pangkat. Kemarin, juga kerabat ada juga yang harus terlunta-lunta karena ga ikut iuran naik pangkat…bagaimana itu pak? saya prihatin sekali, masih banyak oknum yang masih korup…
May 10, 2010 @ 17:36:41
selamat sore, salam sahabat
wah saya ga bisa ikut dan dengerin presentasi dari pak sawali padal saya sendiri juga balatidar..
tapi melihat beberapa postingan cukup puas walopun ga bisa dengerin langsung
makasih udah mampir ke magelang
May 10, 2010 @ 17:34:17
seandainya dekat, saya juga kepingin pak satu datang untuk menyemangati komunitas blog yang baru saya rintis
sukses untuk para pendekar tidar, kiprah yang perlu diteladani para blogger-bloger lainnya
.-= Baca juga tulisan terbaru budies berjudul "DALANG BARTIM" =-.
May 10, 2010 @ 13:46:13
Wah saya pikir Pendekar Tidar itu melulu Akmil, Pak
.-= Baca juga tulisan terbaru DV berjudul "MyZone" =-.
May 10, 2010 @ 13:38:43
hidup blogger dah pokokeo->
.-= Baca juga tulisan terbaru TUKANG COLONG berjudul "Awalilah Hari Anda dengan Mandi dan BKR." =-.
May 10, 2010 @ 11:56:50
Dari guru yang banyak saya kenal dari FB, kayaknya mereka masih melek dengan blog, mereka lebih cenderung bersibuk ria dengan jejering sosial dari pada mengasah pikiran mereka lewat media blog.
May 10, 2010 @ 11:44:54
Matur nuwun atas pencerahannya Pak!
Moga pendidikan kita bisa lebih baik ke depannya.
.-= Baca juga tulisan terbaru Ndoro Seten berjudul "Seminar Akbar" =-.
May 10, 2010 @ 11:13:53
acara yg sangat bermanfaat.. semoga segera diikuti oleh pendekar2 di kota lain
.-= Baca juga tulisan terbaru firdaus berjudul "Ndang bali yo Sri….." =-.
May 10, 2010 @ 10:19:52
jadi penasaran yg di bicarakan pas acara. ada rengkaman voice atau videonya pak, share dung:-w
.-= Baca juga tulisan terbaru geblek berjudul "Pantai Sekilak Batam" =-.
May 12, 2010 @ 01:40:21
@geblek,
Kapan pendekar Batam mengadakan seminar mas ? heheheheh
ikutan ya
.-= Baca juga tulisan terbaru delia berjudul "Mencoba Romantis" =-.
May 10, 2010 @ 10:02:12
peraturan yang bagus itu pak, setidaknya memacu para guru untuk berkembang dengan terus belajar dan mengemukakan ide kreasinya melalui karya ilmiah. medianya ya terserah saja yang penting bisa di berikan kepada tim penilai.
.-= Baca juga tulisan terbaru boyin berjudul "Komunis = Murah untuk Rakyat" =-.
May 22, 2010 @ 02:55:30
betul sekali, mas boyin. sayangnya, hingga sekarang belum ada upaya dari para pengambil kebijakan utk melirik blog.
May 10, 2010 @ 09:51:39
Patut diacungi jempol untuk pendekar Tidar … bagaimana dengan pendekar2 Kendal ya pak ….
May 22, 2010 @ 02:54:42
ayo, bergerak bersama-sama, hehe ….
May 10, 2010 @ 09:11:31
Hmm,
Media blog dan TI lainnya juga bagus untuk menyampaikan pesan kita. Tapi Tim penilai karya ilmiah misalnya, sepertinya mereka hanya menilai saja dan tidak menggunakannya.
Jadi tidak bisa menerima karya ilmiah dalam bentuk Posting blog, presentasi, Ebook, atau lainnya …
Setidaknya itu menurut saya
May 10, 2010 @ 09:10:16
Hmm,
Media blog dan TI lainnya juga bagus untuk menyampaikan pesan kita,
Tapi Tim penilai karya ilmiah misalnya, sepertinya mereka hanya menilai tidak menggunakan,
Jadi tidak bisa menerima karya ilmiah dalam bentuk Posting blog, presentasi, Ebook atau lainnya …
Itu menurut saya:)
May 22, 2010 @ 02:53:01
itulah yang perlu terus diperjuangkan, mas rakhmad, agar tulisan di ranah virtual pun juga bisa dihargai utk penilaian angka kredit jabatan guru, hehe ….
May 10, 2010 @ 08:48:06
Ironisnya, pemerintah memberlakukan standar pendidikan (kelulusan) yang sama terhadap semua satuan pendidikan, termasuk sekolah yang memiliki keterbatasan dalam sarana, prasarana, dan fasilitas sekolah… contohnya ini, Pak:
100% Siswa SMA Negeri 1 Kampung Laut Cilacap tidak lulus ujian. Bagaimana mereka mau lulus, sebab faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar mengajar dan peningkatan prestasi di sekolah yang berada di Desa Klaces pinggiran Nusakambangan itu sangat minim dan jauh memenuhi kata standard. Contoh, jam belajar di sekolah tersebut hanya 3 sampai 4 jam setiap harinya dan tingkat kehadiran siswa sangat dipengaruhi oleh alat transportasi perahu yang mengatarkan mereka pulang pergi ke sekolah….
.-= Baca juga tulisan terbaru munawar am berjudul "Buku Panduan Bisnis Online Karya Eko Nurhuda" =-.
May 22, 2010 @ 02:52:14
itulah yang menyedihkan, mas nawar. idealnya, UN memang bukan penentu kelulusan, melainkan sebagai alat pemetaan mutu pendidikan, sehingga bisa terpotret sekolah yang sudah maju dan yang belum. sekolah yang belum maju inilah yang seharusnya mendapatkan perhatian tersendiri agar bisa maju dan berkembang bersama2 dengan sekolah lain yang sudah lebih dahulu maju.
May 10, 2010 @ 07:57:07
sampai saat ini pemanfaatan TIK bagi saya pribadi belum maksimal. Ingin rasanya menerapkan proses pembelajaran melalui Internet bagi siswa-siswi secara maksimal. Itu berarti dimulai dari saya sendiri harus mencontohkan penggunaannya secara maksimal pula.
Memang proses belajar tidak akan ada habisnya sampai akhir hayat..
May 22, 2010 @ 02:50:32
saya kira benar, mas koes. dunia pendidikan makin tertantang dengan adanya kemajuan TIK. setidaknya, pembelajaran lebih memiliki roh dan daya tarik tersendiri jika dilengkapi dengan media yang variatif.
May 10, 2010 @ 06:23:12
Terimakasih atas pencerahannya pak Wali. Saya yakin bapak/ibu guru sebagai audience setuju dengan pak wali medhar sabda…
Nuwun….
.-= Baca juga tulisan terbaru nahdhi berjudul "Cermin Bagi Seorang Pahlawan (1)" =-.
May 22, 2010 @ 02:49:30
terima kasih juga saya sampaikan kepada mas nahdhi dan kawan2 pendekar tidar atas sambutan hangatnya.
May 10, 2010 @ 04:07:48
matur nuwun sanget pak, sampun kerso mbabar kawruh ing bhumi tidar
.-= Baca juga tulisan terbaru ciwir berjudul "Pak Sawali mBabar Kawruh" =-.
May 22, 2010 @ 02:47:30
sami2, mas santri. sungguh kehormatan buat saya telah diajak untuk mendiskusikan masalah pendidikan yang menarik ini.
Tweets that mention Catatan Sawali Tuhusetya -- Topsy.com
May 10, 2010 @ 02:49:47
[...] This post was mentioned on Twitter by Sawali Tuhusetya. Sawali Tuhusetya said: Aksi Para Pendekar Tidar di Tlatah Pendidikan http://is.gd/c1BW0 [...]