08May 2010 58 Comments1,452 pembaca
Hanna Fransisca: Dari Blog dan Facebook ke Antologi, Pergulatan Tanpa Jeda
Siapa bilang blog tak bisa melahirkan seorang penyair? Siapa pula yang bilang puisi blog kehilangan daya literer yang liar dan memukau? Cobalah bertanya kepada Hanna Fransisca (HF) atau berkunjunglah ke blog atap senja! Jika masih belum percaya, bertanyalah ke Om Google! Di halaman rumah mayanya yang lapang dan megah itu akan ditunjukkan sekitar 372,000 tautan yang berkaitan dengan kiprah sang penyair di ranah sastra. Rasa penasaran itu makin terbukti jika pada 7 Mei 2010 (pukul 1900-23.30 WIB) sempat hadir ke Goethe Haus, Goethe Institut Jakarta, Jalan Sam Ratulangi 9, Menteng, Jakarta Pusat. Di sana digelar sebuah acara sastra yang cukup bergengsi: Peluncuran Buku, Diskusi, dan Panggung Puisi Hanna Fransisca. Saya sungguh menyesal tidak bisa hadir ke perhelatan yang juga dihadiri banyak sastrawan kondang itu. Padahal, jauh-jauh hari sebelumnya, saya sudah dikirimi undangan dan antologi puisi HF itu. Kebetulan pada hari yang sama, sekolah punya hajat mengumumkan hasil kelulusan Ujian Nasional (UN) 2010. Kemudian, Minggu pagi, 9 Mei 2010, mesti meluncur ke Magelang untuk menghadiri undangan seminar dari teman-teman Pendekar Tidar. *sok sibuk*
Ya, ya, ya, nama Hanna Fransisca memang pernah berkibar di kompleks blogosphere, setidaknya ketika perempuan kelahiran Kota Seribu Kuil, Singkawang, Kalimantan Barat, 31 Mei 1979, itu masih intens menggeluti blog pribadinya; atap senja. Dari blog itu, kita bisa menakar kadar kepenulisan HF yang mengekspresikan kepedihan dan ketragisan hidup melalui gaya ungkapnya yang lembut, lincah, dan menghanyutkan. Intensitas HF dalam kreativitas penulisan puisi Indonesia mutakhir makin teruji berkat sentuhannya dengan beberapa penyair “papan atas” lewat jaringan facebook. Lewat jejaring itu, dalam amatan saya, HF seringkali memberikan tag kepada beberapa penyair dan penulis yang diharapkan dapat memberikan catatan dan komentar terhadap karya-karya kreatifnya. Imbasnya luar biasa! Melihat gaya ungkap HF yang khas, tak sedikit penyair dan penulis yang –secara tidak langsung—ikut berkiprah memoles dan mematangkan kepenyairan HF.
Bisa jadi, lantaran semangat dan elan vital HF yang terlibat secara intens dalam dunia blog dan facebook semacam itulah talentanya makin tersepuh hingga mampu melahirkan ratusan sajak yang lembut, “liar”, sekaligus menghanyutkan. Bahkan, HF juga mampu mengembangkan sayapnya hingga ke media cetak. Beberapa puisinya dimuat di Kompas, Koran Tempo, Suara Merdeka, dan beberapa media cetak yang lain. Dari sisi ini, jelas keberhasilan HF sebagai penyair tak lahir begitu, tetapi melalui sebuah pergulatan kreativitas yang (nyaris) tanpa jeda; berkarya, menjalin pertemanan, belajar dari kritik, dan menekuni dunianya dengan segenap perangkat imajinasi dan intuisi yang ada dalam indera-hati dan perasaannya.
Walhasil, dari pergulatan kreativitasnya yang (nyaris) tanpa jeda itu, puisi-puisi HF jadi makin “bertenaga” dan memiliki roh. Lirik-liriknya yang tragis dan sarat kepahitan hidup diekspresikan lewat diksi dan gaya ungkap yang lembut, reflektif, dan menyentuh nurani kemanusiaan pembacanya tentang makna kearifan hidup. Simak saja “Konde” yang sekaligus menjadi titel antologi berikut ini!
Konde
Penyair Han
menyanggul sajak
dengan bunga Padma:“Tuan, sekepal jantungku berdegup mencarimu,
menggunting urat hasrat dari nafasmu,
dan Tuhanku mengajari menyimak,
mengejar lekuk yang kauasinkan dari hatimu.”Amin.
Tak dapat dipungkiri, sebagian besar puisi yang terkumpul dalam “Konde Penyair Han” yang diterbitkan oleh KataKita setebal 141 halaman dengan 66 judul pada bulan April 2010 itu mengungkap tentang romatika masa lalu HF yang pahit di kampung kelahirannya, Singkawang, ketika deraan dan cobaan hidup yang tragis menelikung dinamika hidupnya, hingga akhirnya HF bersentuhan dengan persaingan hidup yang keras dan kejam di belantara megapolitan Jakarta.
….
Sayapku bercabang empat
kadang riang kadang melarat
kadang diam kadang liar melesatIbuku menyuruh aku berputar dan berputar
menghisap wangi dunia
hingga aku lelah dan tersungkur dalam nestapaIni bukan dongeng
tapi kisah bayang
saling menghibur
saling mengabur
saling menguburIngin kumelintas di pucuk-pucuk emas
menjulurkkan lidah lalu duduk di atas tahtaTapi sebilah tombak selalu telah membelah sayapku
Jalan yang kini bercabang kian menjulang
Aku melayang gentayangan
menuntaskan anagn yang makin memanjang(Jakarta, Desember 2009)
Dalam catatan Kurnia Effendi (Kef) di facebook-nya yang kebetulan hadir dalam peluncuran antologi itu, konon HF paling menyukai “Puisi Roda Pedati” yang mengungkap tentang perjuangan panjangnya dalam menggapai mimpi dan harapan hidupnya.
… karena mencerminkan keadaan paling buram dari hidup Hanna di masa silam. Ia tak mampu melanjutkan sekolah ke SMA, karena ibunya kecelakaan persis di hari ujian akhir SMP. Tabungannya yang dikumpulkan selama beberapa tahun harus dipecahkan untuk menebus biaya rumah sakit. Lalu ia pun bekerja bersama orang-orang Dayak, berdagang karet mentah dengan belajar memilih kualitas melalui kebasahan dan bau cuka yang menyengat. Keberanian menempuh perjalanan panjang dalam usia belia, bertemu dengan orang-orang asing, dilakukan dengan keterpaksaan untuk tetap survive.
Mendengar penuturan itu, ditambah dengan luka batinnya menyaksikan peristiwa kerusuhan Mei 98, rasanya membutuhkan kekuatan mental dan cinta tanpa pamrih. Kini Hanna telah menjadi penyair. Semua sejarah yang membelitnya sebelum kini menemukan jalan mapan, tumpah sebagai puisi. Namun seperti yang kita saksikan sendiri, puisi-puisinya lahir dengan bernas. Tidak kurang dari Acep Zamzam Noor, Hasif Amini, Joko Pinurbo, Laksmi Pamuncak, dan Sapardi Djoko Damono, telah mengakui hal itu. Ada teknik pencapaian puitika yang membuat iri Joko Pinurbo.
Ya, ya, catatan Kef agaknya tidak berlebihan. Menyimak proses dan pergulatan kreativitas HF yang demikian intens di sela-sela kesibukannya mengurus usahanya di bidang otomotif, HF memang layak dicatat dalam peta kesusastraan Indonesia mutakhir sebagai penyair yang telah menemukan jati diri dan karakteristik penciptaan yang khas. Deraan dan pengalaman hidup yang rumit dan kompleks telah memperkaya dunia batin HF hingga ia tak akan pernah kehabisan ide untuk melahirkan teks-teks puisi yang lebih “liar” dan imajinatif.
Saya ucapkan selamat dan sukses atas peluncuran antologi pertamanya, semoga Hanna Fransisca makin eksis di belantara sastra Indonesia mutakhir dengan tak henti-hentinya melahirkan teks-teks sastra yang makin “liar” dan “mencengangkan”. Mohon dimaafkan sahabatmu yang tak tahu diri ini, sudah jauh-jauh diundang ternyata tidak hadir, hihihihi …. ***
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Hanna Fransisca: Dari Blog dan Facebook ke Antologi, Pergulatan Tanpa Jeda" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (8 May 2010 @ 15:18) pada kategori Esai, Sastra dan telah dikunjungi oleh 1,452 pembaca. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:

















Aug 23, 2011 @ 13:14:35
sebuah bukti bahwa ngeblog bkanlah pekerjaan sia-sia
Jun 28, 2010 @ 19:55:09
weeeh…
kereeennn…
Jun 23, 2010 @ 18:53:38
cewek ini cina ya?
seperti A ling di ‘laskar pelangi”.
cantik.
gimana ya eksistrensi pisi di zaman kapitalisasi sastra begini?
Jun 30, 2010 @ 23:08:36
memang bener, mas wahyu. wah, saya malah baru denger kalau ada istilah kapitalisasi sastra, hehe …
Jun 16, 2010 @ 14:51:59
Wah berat neehhh…
Jun 01, 2010 @ 07:11:43
Just want to say what a great blog you got here!
I’ve been around for quite a lot of time, but finally decided to show my appreciation of your work!
Thumbs up, and keep it going!
Cheers
Christian,Diet Guide!
May 29, 2010 @ 02:56:00
Just want to say what a great blog you got here!
I’ve been around for quite a lot of time, but finally decided to show my appreciation of your work!
Thumbs up, and keep it going!
Cheers
Christian, iwspo.net
May 12, 2010 @ 13:56:08
luar biasa! jadi ingat dulu sering saling komentar di atapsenja, lama ga diupdate ternyata berlabuh di lain dunia.. selamat untuk mbak hanna..
.-= Baca juga tulisan terbaru azaxs berjudul "Aggregator Theme" =-.
May 11, 2010 @ 13:51:51
Memiliki Jatidiri dan karakter, itu nampaknya yang sulit. Karna banyak para penyair pemula yang terasa masih meniru gaya yang sudah ada, perlu diacungi jempol jika seorang busines woman, bisa melakukan pergulatan pencarian jatidiri bagi karyanya.
.-= Baca juga tulisan terbaru Foto Unik berjudul "Foto Tokek Raksasa seharga 179 Milyar | Tokek Raksasa Malaysia" =-.
May 11, 2010 @ 06:03:42
Hi there, I found your blog via Google while searching for first aid for a heart attack and your post looks very interesting for me.
May 10, 2010 @ 13:17:08
Assalamualaikum pak.. Hehehe.. Lama gk brkunjung.. Blog tlah mnciptakan bnyak orng trnama.. Saya jg pengen kek gt
May 10, 2010 @ 00:58:26
Wah hebat ya. Saya jadi makin bangga sm Anak bangsa yg mampu memberikan karya yg bermanfaat bagi orang disekitarnya..
May 22, 2010 @ 02:46:49
harus dong, mas fachia. mas fachia pun pasti mampu melakukannya, kok.
May 10, 2010 @ 00:18:30
sebuah bukti bahwa ngeblog bkanlah pekerjaan sia-sia :d
.-= Baca juga tulisan terbaru Afif Logicprobe10 berjudul "Punya Bang Iwan ini Untukmu" =-.
May 22, 2010 @ 02:43:49
saya kira tepat sekali, mas. makanya, ayo tetep semangat ngeblog, dikumpulkan, lalu dibukukan!
May 09, 2010 @ 21:59:14
blog memang tidak bisa di pandang sebelah mata :d
.-= Baca juga tulisan terbaru Blogger Terpanas berjudul "Kembalikan Para Ibu !!!" =-.
May 09, 2010 @ 22:34:27
betul sekali, mas faya, apalagi kalau sampai kedua mata tertutup, hehe …
May 09, 2010 @ 17:23:51
Sebuah perjalanan yang penuh tantangan tapi bisa ditaklukkan dengan semangat yang tak kenal lelah. Sebuah keberhasilan dari semangat hidup yang terus dipupuk. Ini bisa menjadi pelajaran yang baik, terutama bagi yang muda-muda.
Barangkali akan menarik sekali kalau catatan Bapak ini juga dilengkapi puisi atau cerpen, karya sendiri.
Terima kasih.
Salam
.-= Baca juga tulisan terbaru Abdul Aziz berjudul "Menelisik Kehidupan Kaum Yahudi di Indonesia" =-.
May 09, 2010 @ 22:33:52
betul sekali, mas azis. mungkin tdk berlebihan kalau saya menyebutnya dengan pergulatan tanpa jeda. terima kasih masukannya, mas.
May 09, 2010 @ 14:36:27
Setelah kemarin membaca seorang mantan TKW yang sukses menghasilkan sebuah buku dari ngeblog.. kali ini satu lagi wanita sukses menghadirkan sebuah buku dari Ngeblog…
semoga ini menjadi penyemangat buat kita untuk terus ngeblog..
Terima kasih pak Infonya…
.-= Baca juga tulisan terbaru delia berjudul "Mencoba Romantis" =-.
May 09, 2010 @ 22:33:06
ya, ya, ya, nama eny kusumakah yang dimaksud mbak lia? hmm … perempuan memang memiliki potensi dahsyat dan luar biasa, mbak. dan yang pasti termasuk mbak lia, kan?
May 09, 2010 @ 14:10:28
Terima kasih atas ulasannya, Pak Sawali. Saya terharu. Andai pak Sawali hadir di tempat, tentu akan menambah kebahagiaan saya. Betapa lama kita tak pernah lagi bersua. Maafkan saya yang kerap telat membalas sms atau surat. Sering kelupaan setelah mengerjakan ini dan itu. Tapi, saya tidak pernah melupakan pak Sawali. :d/
Salam kreatif, Pak.
hf
May 09, 2010 @ 22:32:09
aduh, terima kasih banget, mbak hanna berkenan juga berkunjung ke blog ini, hehe …. sekali lagi maaf banget, mbak, saya ndak bisa hadir dalam acara prestisius dan bergengsi itu. meski kita jarang lagi bersua, tapi saya tetep memantau karya2 mbak hanna, kok, termasuk cerpen yang dimuat di koran. salam kreatif dan salam sukses juga, mbak.
May 09, 2010 @ 14:05:05
Beberapa kali saya membaca puisi HF di Kompas, Pak. Menarik, sungguh menarik. Salam kekerabatan.
.-= Baca juga tulisan terbaru Sungkowoastro berjudul "Siswa Sejumlah 279, Lulus" =-.
May 09, 2010 @ 22:30:16
salam kekerabatan juga, pak sungkowo. memang benar, pak, kreativitas mbak hanna memang mengalami kemajuan pesat.
May 09, 2010 @ 13:55:47
:d
Menurut saya, hebatnya penggalan puisi ini karena kekuatan si pemberita.
Selalu ditunggu berita lain dari anda, bung Sawali.
Kulik sastrawan lain yang ekonominya berada di bawah.
Maju terus.!!!:)>-
.-= Baca juga tulisan terbaru ImamS berjudul "Gebrakan Baru Ponsel Qwerty Murah" =-.
May 09, 2010 @ 22:29:43
hehe … tetap yang menarik pada teks puisinya, mas imam, hehe ….
May 09, 2010 @ 13:21:24
Salam hormat.
Membaca tulisan tuan seperti membaca sebuah dokumen ilmuiah. Tapi tidak semua saya faham kerana bahasa yang mendalam.
Tahniah. Terima kasih.
.-= Baca juga tulisan terbaru Along berjudul "Selamat Hari Ibu" =-.
May 09, 2010 @ 22:28:56
salam hormat juga. terima kasih banget apresiasinya.
May 09, 2010 @ 12:45:58
Agaknya menarik, Pak Sawali…
Saya terus terang paling iri kalau ngeliat ada pengumuman buku2 baru yang sepertinya bagus… sementara saya masih di jauh
.-= Baca juga tulisan terbaru DV berjudul "MyZone" =-.
May 09, 2010 @ 22:28:10
hehe … mungkin lantaran mas donny belum punya niatan utk menerbitkan karyanya menjadi buku. sebagian besar tulisan dan narasi mas donny di blognya juga oke, kok.
May 09, 2010 @ 12:37:39
wahhh
ngiri banget yaa
kapan aku bisa seperti itu
May 09, 2010 @ 22:27:10
ayo. dong, berkarya, sampeyan pasti juga bisa, mas.
May 09, 2010 @ 12:27:14
sungguh menginspirasi, jadi semangat ngeblog. tapi kalo dia jadi penyair, saya bisa jadi apa ya..:)
May 09, 2010 @ 22:26:41
iya, dong, harus tetep semangat. mungkin sudah saatnya menggulirkan motto: dari blog ke buku di kompleks blogosphere ini!
May 09, 2010 @ 11:14:43
Saya selalu bangga
Pada mereka yang mampu menulis buku yang baik dan bermanfaat isinya
.-= Baca juga tulisan terbaru achoey berjudul "Puisi Penguat Hati; Api Semangat" =-.
May 09, 2010 @ 22:25:55
hmmm …. betul sekali, mas achoey, siapa pun pasti bangga karenanya, apalagi kebetulan sama2 dari kalangamn blogger.
May 09, 2010 @ 09:36:22
wahhh,, saya jadi kangen ngeblog ini pak sawali… kemarin saya dateng juga, kirain bapak dateng, pengen ketemu, hehe…
*berharap diingat* :d
May 09, 2010 @ 22:25:18
walah, nama mas moerz pasti akan selalu saya ingat dong. ayo ngeblog lagi! duh, pinginnya sih datang, mas, sayangnya, pas hari yang sama ada pengumuman kelulusan itu.
May 09, 2010 @ 09:08:48
ya puisinya memang bagus.. sekali-sekali ingin juga seperti dia yg bisa membuat puisi seperti itu..
.-= Baca juga tulisan terbaru harga motor berjudul "Bajaj Pulsar" =-.
May 09, 2010 @ 22:24:26
hehe …. konon katanya menulis ndak semata2 karena bakat dan talenta, tapi juga ketekunan dan semangat utk terus nerkarya.
May 08, 2010 @ 22:41:15
ah orang2 itu makin mantab aja ya, sementara saya masih jalan di tempat hahaha :d
May 09, 2010 @ 22:23:44
walah, jangan suka merendah begitu, dong, mas dion, hehe …. jangan2 mas dion bakal bikin kejutan di dunia perbukuan nih!
May 08, 2010 @ 22:07:27
bravo Hanna Fransisca!!!
kami akan selalu mendukungmu
May 09, 2010 @ 22:23:09
sip, mas cimok. semangat dan apresiasimu pasti akan sangat bermakna.
May 08, 2010 @ 21:50:57
Sebuah bukti bahwa blog masih mempunyai taring
.-= Baca juga tulisan terbaru alamendah berjudul "Komodo Reptil Terbesar dan Terunik" =-.
May 09, 2010 @ 22:22:38
betul sekali, mas alam. bahkan taringnya akan makin kuat dan tajam, hehe …
May 08, 2010 @ 20:11:56
Benar-benar pemaknaan sastera yang mendalam dari seorang Hanna Francisca. Bait2 dalam setiap kalimat yang ditorehkan mampu mengaduk emosi para pembaca, meski hanya sebagian saja yang ditampilkan pada tulisan diatas. Usianya juga relatif muda tapi pencapaiannya akan karya seni, khususnya sastera sungguh mengagumkan
.-= Baca juga tulisan terbaru Ifan Jayadi berjudul "Di Dalam Angkot" =-.
May 09, 2010 @ 22:22:11
begitulah sosok, mbak hanna. dia memang tekun dan tak pernah berhenti belajar. tak berlebihan kalau karya2nya bagus dan eksotis.
May 08, 2010 @ 18:26:24
wahhh.. keren ya pak …
kapan aku bisa begitu ya ??
.-= Baca juga tulisan terbaru nyariduitreceh berjudul "Penerimaan CPNS Tingkat Sarjana Kementerian Keuangan 2010" =-.
May 09, 2010 @ 22:21:13
walah, mas raye pun pasti bisa. ayo berkarya!
May 08, 2010 @ 18:02:51
Kok iso ngono iku yo?kepingina kau…..
.-= Baca juga tulisan terbaru cah ndueso berjudul "Indonesiaku Bukan Indonesia-Indonesiaan" =-.
May 09, 2010 @ 22:20:18
ndang nulisa puisi utawa geguritan. trus diterbitke.
May 08, 2010 @ 16:58:24
i like her poem..lembut bener terasanya…
May 09, 2010 @ 22:19:49
agaknya itu sudah menjadi ciri khas karya2 mbak hanna, dok.
Tweets that mention Hanna Fransisca: Dari Blog dan Facebook ke Antologi, Pergulatan Tanpa Jeda -- Topsy.com
May 08, 2010 @ 15:50:10
[...] This post was mentioned on Twitter by Sawali Tuhusetya. Sawali Tuhusetya said: Hanna Fransisca: Dari Blog dan Facebook ke Antologi, Pergulatan Tanpa Jeda http://is.gd/bZPcp [...]
May 08, 2010 @ 15:43:27
Saya hadir pak, merinding denger mbak Hanna baca puisinya.
May 09, 2010 @ 22:19:27
syukurlah, mas nin, jadi bisa tahu persis proses launchingnya, termasuk bagaimana mbak hanna baca puisinya karyanya. saya bener2 menyesal ndak bisa datang dalam acara yang meriah itu.