20Apr 2010 89 Comments1,620 pembaca
Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini
Kartini bisa dibilang sebagai sosok fenomenal pada zamannya. Sebagai priyayi trah Jawa berdarah biru, pandangan dan pemikirannya jauh melampaui batas dimensi feodalistik yang masih begitu kuat membelenggu sekat-sekat kehidupan perempuan bangsawan. Ia tak pernah berhenti melakukan sebuah “pemberontakan” pemikiran terhadap atmosfer aristokrat yang menelikungnya.
“Pemberontakan” pemikiran itu disampaikan melalui berbagai surat kepada sahabatnya, Abendanon, di negeri Belanda. Kartini mengkritisi kondisi sosial-budaya Jawa pada saat itu yang dinilai membuat ruang gerak kaum perempuan pribumi kian tak berdaya. Sebagian besar suratnya mengekspresikan keluhan dan gugatan, khususnya menyangkut budaya Jawa yang dianggap sebagai penghambat dan belenggu kemajuan perempuan. Kartini memimpikan kehidupan kaum perempuan Jawa yang memiliki kebebasan dalam belajar dan menuntut ilmu. Ia juga menulis tentang ide dan cita-citanya atas dasar Religieusiteit, Wijsheid, en Schoonheid (Ketuhanan, Kebijaksanaan, dan Keindahan), yang dikombinasikan dengan Humanitarianisme (perikemanusiaan) dan Nasionalisme (cinta tanah air).
Surat-surat Kartini juga menyatakan harapan agar dirinya bisa seperti kaum muda Eropa, terbebas dari kungkungan penderitaan akibat belenggu adat dan tradisi yang membuat kaum perempuan Jawa tidak bisa bebas duduk di bangku sekolah, harus dipingit, dinikahkan dengan laki-laki yang tak dikenal, atau harus bersedia dimadu. Bahkan, Kartini secara kritis juga mengungkapkan kegelisahannya terhadap masalah agama ketika kitab suci harus dilafalkan dan dihafalkan, tetapi tanpa diwajibkan untuk dipahami. Ia mengungkapkan tentang pandangan bahwa dunia akan lebih damai jika tidak ada agama yang sering menjadi alasan manusia untuk berselisih, terpisah, dan saling menyakiti.
“…Agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu…”, keluhnya. Ia juga mempertanyakan tentang agama yang dijadikan sebagai media pembenaran kaum laki-laki untuk berpoligami. Bagi Kartini, lengkap sudah penderitaan perempuan Jawa yang dunianya hanya sebatas tembok rumah.
Begitulah sekelumit pandangan progresif Kartini di tengah situasi feodalistik yang membelenggu kebebasan kaum perempuan Jawa dalam mendapatkan kehidupan yang jauh lebih terhormat dan bermartabat. Di alam keabadiannya, mungkin Kartini sudah bisa tersenyum dan bernapas lega bahwa sebagian mimpi, harapan, pemikiran, dan cita-citanya, sudah bisa terwujud. Setidaknya, kini tak ada lagi belenggu yang membatasi ruang gerak kaum perempuan untuk mendapatkan hak-haknya di bidang pendidikan, ekonomi, dan politik.
Di bidang pendidikan, kesetaraan gender sudah menjadi “mainstraim” kebijakan yang akan terus berkembang secara dinamis seiring dengan gerak dan dinamika peradaban. Tak ada lagi pelabelan bahwa kaum perempuan hanya sekadar “kanca wingking”, “swarga nunut neraka katut”, “yen awan dadi theklek yen bengi dadi lemek”. Di bidang ekonomi, lapangan pekerjaan juga begitu terbuka dalam memberikan ruang gerak kepada kaum perempuan. Sektor dan ruang-ruang publik sudah banyak diakses kaum perempuan, bahkan tak jarang yang memegang posisi kunci dalam pengambilan keputusan. Yang mencengangkan, jelas dinamika politik yang sudah demikian akomodatif dalam menyerap geliat kaum perempuan yang ingin terjun dalam pertarungan politik, meski dalam aroma yang demikian kompetitif dan sarat konflik. Bahkan, di sebuah daerah, sepasang suami-istri bersaing untuk memperebutkan kursi I sebagai bupati di daerah yang bersangkutan.
Meski demikian, tidak lantas berarti semua pemikiran dan gagasan Kartini sudah bisa sepenuhnya terwujud, meski zaman sudah melintasi banyak fase yang menyejarah. Kegelisahan Kartini tentang soal agama, misalnya, masih banyak ditemukan kasus kekerasan berkedok agama, merasa paling benar, bahkan jika perlu mengkafirkan kelompok lain yang dianggap tidak sepaham. Demikian juga keresahan Kartini soal poligami. Tak sedikit kaum perempuan yang harus menjadi korban “keliaran” nafsu kaum lelaki, bahkan kekerasan dalam rumah tangga pun bagaikan fenomena gunung es.
Gelagat yang tak kalah menyedihkan juga munculnya pola penghormatan terhadap pemikiran Kartini yang lebih cenderung seremonial belaka. Akibat penafsiran yang keliru, Kartini selalu terstigmatisasi melalui simbol pakaian adat atau lomba memasak. Jelas, ini sebuah penafsiran yang naif. Hal itu tampak pada setiap kali moment peringatan Hari Kartini yang selalu dimeriahkan dengan peragaan busana adat atau lomba memasak. Meski aksi semacam ini tidak dilarang, tetapi dikawatirkan akan memberikan dampak stigma terhadap sosok Kartini secara berkepanjangan. Muncul sebuah pencitraan keliru seolah-olah Kartini hendak membudayakan nilai dan semangat primordialisme sekaligus mengagungkan nilai konsumtivisme melalui tata boga. Padahal, sejatinya justru Kartini ingin keluar dari nilai-nilai primordialisme sempit yang bisa membelenggu ruang gerak kaum perempuan dalam mendapatkan kesetaraan kedudukan dan perannya di berbagai sektor kehidupan.
Semangat “pemberontakan” dan pemikiran Kartini idealnya memang tak cukup hanya dikenang secara simbolik dan seremonial setiap tanggal 21 April. Akan tetapi, lebih dari itu, nilai-nilai kepeloporan dan kejuangan Kartini yang telah menyejarah dari generasi ke generasi perlu terus diaplikasikan secara riil di berbagai ranah dan lini dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara demikian, kaum laki-laki dan perempuan bisa bersinergi dalam kesetaraan peran dan posisi, baik dalam ranah domestik maupun publik, sehingga akan terwujud tatanan peradaban yang mulia, terhormat, dan bermartabat.
Nah, Selamat Hari Kartini dan Dirgahayu Kaum Perempuan Indonesia! ***
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (20 April 2010 @ 03:40) pada kategori Budaya, Edukasi, Opini, Refleksi, Sosial dan telah dikunjungi oleh 1,620 pembaca. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:













Aug 23, 2011 @ 14:27:36
bukanalh sosok Ibu Kartini Kalau sedikit sedikit menyerah. Ia adalha contoh wanita yang tangguh,
Aug 23, 2011 @ 14:16:06
Kartini… namanya nggak akan tergantikan dalam perjuangan emansipasi ya pak, meskipun ganti jaman dan ganti menteri. Selamat berjuang pak Sawali,
Jul 01, 2010 @ 04:29:54
iya memang banyak yang melupakan jasa-jasa Kartini dalam pembelajaran dan pembelaannya terhadap Kartini.
Namun terkadang wajar saja di era modern kalau tidak semua cita-cita kartini bisa terwujud, jangankan ajaran seorang Kartini, ajaran seorang Muhammad sendiri banyak dilupakan dan tidak dipahami secara kaidah benar oleh pengikutnya.
Jun 28, 2010 @ 15:15:33
tapi sayang dr kebaya lari ke tanktop….
Jun 18, 2010 @ 15:09:32
perjuangan RA.Kartini harus dinilai sebagai hal yang positif.jangan dinilai sebagai hal yang negatif karena memberontak.
May 04, 2010 @ 20:45:39
Perjuangan R.A. Kartini harus selalu kita ingat sebagai bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Apapun penafsiran terhadap R.A. Kartini, kita telah menikmati hasilnya sampai saat ini.
May 04, 2010 @ 12:11:23
Tulisan yang menarik, Pak!
Saya mengenal sedikit Kartini justru dari buku2nya Pak Pramoedya almarhum…
.-= Baca juga tulisan terbaru DV berjudul "Hikayat Tattoo (6), Akhir yang bukan akhir" =-.
May 08, 2010 @ 00:54:02
oh, ya, almarhum pram memang punya perhatian serius terhadap nilai2 kultural yang berlangsung di tengah2 masyarakat pada zamannya.
Paket C Paket ABC SD SMP SMA » PAKET C » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
May 01, 2010 @ 15:50:56
[...] Original post: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … | ujian paket b
Apr 26, 2010 @ 13:31:56
[...] Go here to see the original: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
paket abc » PAKET C » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
Apr 25, 2010 @ 22:10:54
[...] Go here to see the original: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
paket abc » PAKET C » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
Apr 25, 2010 @ 12:03:05
[...] Original post: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
paket abc » PAKET C » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
Apr 25, 2010 @ 07:29:53
[...] Original post: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
paket abc » PAKET C » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
Apr 25, 2010 @ 04:55:35
[...] Read more here: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
paket abc » PAKET C » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
Apr 25, 2010 @ 00:45:50
[...] Here is the original: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
paket abc » PAKET C » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
Apr 24, 2010 @ 21:54:07
[...] See the rest here: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
paket abc » PAKET C » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
Apr 24, 2010 @ 21:49:44
[...] Read more: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
paket abc » PAKET C » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
Apr 24, 2010 @ 21:31:26
[...] Continued here: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
Apr 24, 2010 @ 17:41:20
salam damai…
setuju, pak dhe….
semangat kartini tak mengenal mas…
he..he…
.-= Baca juga tulisan terbaru damai berjudul "Pahlawanku, Pahlawan Kaum Wanita" =-.
Apr 24, 2010 @ 07:57:42
Perjuangan Kesetaraan RA kartini sudah seharusnya menjadi motivator bagi kaum perempuan Indonesia untuk menunjukkan kualitas dirinya,dengan kualitas yang baik maka kesetaraan sebenarnya sudah di dapatkan
paket abc » PAKET C » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
Apr 24, 2010 @ 07:04:11
[...] Read the rest here: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
paket abc » PAKET C » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
Apr 24, 2010 @ 01:19:12
[...] More: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
paket abc » PAKET C » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
Apr 23, 2010 @ 18:42:57
[...] View post: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
paket abc » PAKET C » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
Apr 23, 2010 @ 13:20:57
[...] Read the original post: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
paket abc » PAKET C » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
Apr 23, 2010 @ 08:52:55
[...] Read more here: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
Apr 22, 2010 @ 20:28:11
Kapan ya pemimpin kita menyadari, kemudian membuat sebuah kebijakan. Hampir semua ranah berbangsa kita didominasi budaya lipstick oriented.
.-= Baca juga tulisan terbaru mahesapandu berjudul "Emansipasi Versus Ego Kebablasan" =-.
paket abc » PAKET C » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
Apr 22, 2010 @ 19:08:55
[...] Read the original: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
Apr 22, 2010 @ 18:03:08
salam kenal niihh massss…
sedang blogwalking dan ketemu blog menarik ini.. ditunggu kunjungan baliknya di http://www.ossmed.com
Apr 22, 2010 @ 16:22:59
hmmm saya pernah mau beda buku surat-surat kartini pas kuliah dulu.. kenapa? Banyak yang sebenarnya gak tahu isi surat2 kartini… sebagain besar sampe sekarang cuma ikut-ikutan aja
paket abc » PAKET C » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
Apr 22, 2010 @ 11:21:33
[...] See the original post: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
Apr 22, 2010 @ 09:57:09
tapi ra kartini umurnya tidak panjang tapi jasa²nya akan selau dikenang oleh bangsa sampai kapanpun
Apr 22, 2010 @ 09:19:29
Biasalah, Pak. Orang Indonesia kan masih suka seremonial dan suka lupa sama esensi, jadinya ya kalo kartinian yg dikenang pakaian-pakaian tradisional, bukan esensi dari pemikiran RA Kartini.
.-= Baca juga tulisan terbaru Bung Eko berjudul "Belajar dari Jennie S. Bev" =-.
paket abc » PAKET C » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
Apr 22, 2010 @ 06:38:38
[...] See original here: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
paket abc » PAKET C » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
Apr 22, 2010 @ 01:49:19
[...] See the rest here: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
Apr 22, 2010 @ 01:05:53
Sepertinya sudah menjadi tradisi negeri ini, penghormatan kepada para pahlawan hanya dalam bentuk seremonial saja :-w
Apr 21, 2010 @ 21:13:04
sebuah kutipan dari ‘Panggil Aku Kartini Saja’ barangkali menjadi pas, Pak
(maaf kalau sudah ada di komentar-komentar sebelumnya) sumangga:
“Sampai sedemikian jauh, Kartini disebut-sebut di berbagai hari peringatan lebih banyak sebagai tokoh mitos, bukan sebagai manusaia biasa yang sudah tentu mengurangi kebesaran manusia Kartini itu sendiri, serta menempatkannya ke dalam dunia dewa-dewa. Tambah kurang pengetahuan orang tentangnya, tambah kuat kedudukannya sebagai tokoh mitos. Gambaran orang tentangnya dengan sendirinya lantas menjadi palsu, karena kebesaran tidak dibutuhkan, orang hanya menikmati candu mitos. Padahal kartini sebenarnya jauh lebih agung daripada total jendral mitos tentangnya. (halaman 12)
.-= Baca juga tulisan terbaru goop berjudul "Sejarah" =-.
paket abc » PAKET C » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
Apr 21, 2010 @ 21:11:21
[...] Continued here: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
Apr 21, 2010 @ 19:03:01
hem…
Kartini sukses mendobrak dinding tradisi yang membatasi hak dan pergerakan wanita, semoga saja semuanya bisa diteladani dengan bijak oleh kaum wanita kita, sehingga tidak salah kaprah dalam melaksanakannya.
salam
Mega
.-= Baca juga tulisan terbaru Mega berjudul "Peluang Usaha Dari Rumah" =-.
Apr 21, 2010 @ 16:55:33
Kartini… namanya nggak akan tergantikan dalam perjuangan emansipasi ya pak, meskipun ganti jaman dan ganti menteri. Selamat berjuang pak Sawali, salam kenal.:-?:)>-^:)^
paket abc » PAKET C » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
Apr 21, 2010 @ 16:12:48
[...] More: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
Apr 21, 2010 @ 14:42:39
Bapak sungguh sangat dalam penuturanya..penggunaan bahasa dalam tulisan ini mencerminkan siapa bapak…
saya sangat mengagumi cara menulis bapak dan tidak hanya sampai mengagumi tapi saya harus berupaya belajar seperti pemikiran dan perjuangan Kartini..
Kartini tidak hanya mengilhami kaum perempuan namun juga kaum pria..
Teruskan perjuangannya !!!
Apr 21, 2010 @ 13:53:55
selalu aja ada unsur politis dalam sejarah bangsa ini
.-= Baca juga tulisan terbaru Solusi Berpromosi berjudul "Ovation Credit Repair Programs" =-.
Apr 21, 2010 @ 13:25:43
Jaman kita SD setiap peringatan Hari Kartini selalu meriah. Tapi kini kok sepi2 saja. Sebenarnya ada fenomena apa ini ya, Pak?
.-= Baca juga tulisan terbaru M Mursyid PW berjudul "Pelatihan ICT Master Trainer 2010" =-.
Apr 21, 2010 @ 12:55:35
dan sayangnya hari kartini telah terabaikan, tergantikan oleh modernisasi yang merambah ke seluruh penjuru indonesia, hanya orang yang masih mau menghargai kebaikan kartini yang telah mengangkat derajat kaum hawa:)
Apr 21, 2010 @ 12:50:32
Iya, Kartini seharusnya bukan hanya sebagai icon tetapi harus dapat nyata dan riil direalisasikan perjuangannya oleh kaum wanita Indonesia. tetapi saya rasa zaman ini setidaknya sudah mengalami banyak perkembangan dikaum wanita, Indonesia juga sempat memiliki Presiden wanita.. Kartini meskipun kisahnya hanya 25 tahun tetapi semangatnya berkobar hingga saat ini..
Salam Blogger
paket abc » PAKET C » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
Apr 21, 2010 @ 12:34:23
[...] Read more from the original source: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
paket abc » PAKET C » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
Apr 21, 2010 @ 10:34:33
[...] More here: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
Apr 21, 2010 @ 10:02:46
Memang benar, Bapak, kenyataan yang ada hingga kini terkait dengan perjuangan Kartini masih belum semua terwujud. Masih harus diperjuangkan oleh siapa pun juga, termasuk kaum laki-laki, yang semestinya sah-sah saja berjuang untuk kemerdekaan para wanita. Hehehe…….
.-= Baca juga tulisan terbaru Sungkowoastro berjudul "SAAT ANAK MEMILIH SEKOLAH, ORANGTUA TAK HARUS DIAM" =-.
Apr 21, 2010 @ 09:17:00
selamat hari kartini..ini adalah hari dimana wanita bisa bangga akan hari ini, selalu beejuang untuk melanjutkan perjuangan ibu kita dengan selalu melakukan hal-ha yang baik dan pantas untuk kita lakukan..
maju terus wanita indonesia, maju terus indonesiaku, maju terus aremaku, dan maju terus sepak bolaku (untuk pria dan wanita)hehhe:d
.-= Baca juga tulisan terbaru Technology berjudul "Web Hosting" =-.
Apr 21, 2010 @ 09:13:48
kita wajib memberikan jempol kita setinggi-tingginya untuk ibu kita tersinta, ibu yang telah memperjuangkan hak-hak yang di miliki wanita..
terima kasih ibu kartini..
.-= Baca juga tulisan terbaru Insurance Quotes berjudul "Destination Spas Total Spa Vacation Package" =-.
Apr 21, 2010 @ 09:08:37
keren banget nih artikelnya…sesuai dengan hari ini,,yaitu hari kartini..
seorang pejuan pergerakan wanita yang pantas untuk selalu kita hormati..
paket abc » PAKET C » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
Apr 21, 2010 @ 08:50:30
[...] More here: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
Apr 21, 2010 @ 08:50:12
berkunjung meski hidung meler pak.
*srup*
maaf karena sakit saya gag baca artikelnya semua. (:|
.-= Baca juga tulisan terbaru tukang colong berjudul "Laporan Pertanggung Jawaban Buletin Ekapaksi" =-.
Apr 21, 2010 @ 07:03:26
tidak terjajah dan tdak menjajah
(kalau menjajah akan melahirkan anggota2 ISTI baru :d )
.-= Baca juga tulisan terbaru Pojok Pradna berjudul "Persimpangan" =-.
paket abc » PAKET C » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
Apr 21, 2010 @ 06:59:32
[...] Read more from the original source: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
Apr 21, 2010 @ 06:41:43
Selamat Pagi Pak …
Apa Kabarnya … semoga dalam keadaan sehat selalu dan selalu diberkahi oleh Allah SWT … bersama keluarga tercinta ..
seorang pahlawan wanita demi wanita dan bangsa Indonesia …. yang
selalu di kenang hingga akhir hayat kita …
paket abc » PAKET C » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
Apr 21, 2010 @ 05:11:57
[...] Read the original here: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
paket abc » PAKET C » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
Apr 21, 2010 @ 01:17:42
[...] Excerpt from: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
Apr 20, 2010 @ 21:45:29
persamaan hak (emansipasi) wanita pd dasarnya bukan menggeneralisasi sama rata antara pria dan perempuan. Kartini memperjuangkan haknya memperoleh pendidikan layak dan haknya sebagai wanita yg sama-sama dapat berperan dalam kemerdekaan.Namun kodrati wanita memang harus diposisi yang lemah tidak seharusnya dijadikan banca’an kaum lelaki. Justeru Kartini berharap adanya saling menghargai itulah esensi dari emansipasi…
.-= Baca juga tulisan terbaru iis sugianti berjudul "Honda Pelopor Safety Riding di Indonesia" =-.
Apr 20, 2010 @ 21:11:47
Selamat Hari Kartini! Kaum wanita = Kaum Lelaki!
Apr 20, 2010 @ 20:17:36
ujud nyata kenaifan itu contohnya adalah PKK… perempuan kembali ke belakang…
.-= Baca juga tulisan terbaru Sekolah Rakyat berjudul "Sejarah Kabupaten Kendal" =-.
Apr 20, 2010 @ 20:12:10
sayangnya, emansipasi jaman sekarang sudah banyak yang kebablasen, pak!
saya banyak prihatinkan soal itu, banyak perempuan merendahkan diri sendiri, juga banyak perempuan berkedok emansipasi justru menindas perempuan lain…
Apr 20, 2010 @ 18:34:33
selamat hari kartini juga pak..
paket abc » PAKET C » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
Apr 20, 2010 @ 18:31:06
[...] The rest is here: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
Apr 20, 2010 @ 17:26:22
kartini memuja kemanusiaan universal dan kesetaraan laki-laki dan perempuan, dalam penerimaan sipil dan keterbukaan, keadilan sosial, bukan pada segalanya. bagaimana seandainya wanita harus bertelanjang dada bersama kuli pria karena ksetaraan pakaian?
minta beda kan?
Apr 20, 2010 @ 17:17:21
Kalau saya kurang setuju kalau 21 April dijadikan hari Kartini. Alasannya masih banyak pahlawan-pahlawan wanita yang pemikirannya lbh progressif daripada “Habis Gelap Terbitlah Terang”-yang mulai diragukan keotentikannya-dan masih banyak wanita sezaman Kartini yang kiprahnya lebih nyata.
Contoh:
* R. Dewi Sartika, sudah mendirikan sekolah-sekolah bagi anak perempuan di daerah Pasundan pada tahun 1904, tahun wafatnya Kartini.
*Cut Nyak Dhien, adalah seorang pahlawan wanita dari Aceh yang bersama suaminya Teuku Umar mengangkat senjata dan berperang melawan Belanda.
*Cut Meutia, adalah tokoh pahlawan dari Aceh yang bersama suaminya Teuku Cik Tunong juga mengangkat senjata dan berperang melawaan Belanda.
*Rahma el-Yunusia di Padang juga mendirikan sekolah-sekolah bagi anak perempuan; dan dia sangat tegas menolak semua tawaran Belanda untuk memberinya subsidi, karena dia tidak ingin terikat.
*Rohana Kudus, adalah wanita Indonesia pertama yang memimpin surat kabar Soenting Melaju. Ia menjadi pioner perdebatan gender dan hak-hak wanita Minangkabau.
Mengapa harus Kartini yang menjadi Pahlawan Emansipasi Wanita ? Bukankah nama-nama diatas juga pantas mendapat gelar tersebut. Perjuangan mereka lebih nyata dan bukan sekedar pemikiran yang ditungkan dalam surat korespondensi dengan teman.
Menurut mereka, wilayah perjuangan Kartini itu hanyalah di Jepara dan Rembang saja, Kartini juga tidak pernah memanggul senjata melawan penjajah. Mereka mengusulkan untuk merayakan Hari Perempuan secara umum pada tanggal 22 Desember.
(dikutip dari tulisan http://www.facebook.com/m.tirtasurya)..
.-= Baca juga tulisan terbaru Syamsuddin Ideris berjudul "Aplikasi Raport Berbasis Web" =-.
Apr 21, 2010 @ 11:15:32
@Syamsuddin Ideris, saya juga setuju dengan Anda, kenapa selalu Kertini dan Kartini yg diagung-agungkan , sedangkan pemikiran beliau sendiri sangat terpengaruh oleh ide modern, terutama mengenai perjuangan wanita dan sosialisme dari Belanda.. bykankah Indonesia masih memiliki wanita2 hebat semacam Sultanah Seri Ratu Tajul Alam Safiatuddin Johan Berdaulat dari Aceh dan Siti Aisyah We Tenriolle dari Sulawesi Selatan sampai Marsina dan Mabk Sri dari Dolly yang rela menjual miliknya sendiri demi memberi nafkah kepada suami dan anak2nya…. salam
>-
.-= Baca juga tulisan terbaru firdaus berjudul "Sejenak Melepaskan Penat" =-.
paket abc » PAKET C » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
Apr 20, 2010 @ 16:06:14
[...] View original post here: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
Apr 20, 2010 @ 14:31:47
Iya, sayangnya cuma jadi seremoni dan pengabsahan bahwa kita peduli akan ‘kebebasan’ perempuan (baca: dari pembelenggu pendidikan). namun, sangat disayangkan juga bahwa banyak juga perempuan yang bebas nya justru tidak membebaskan, bebsanya malah bikin risih…
salam,
tfd
.-= Baca juga tulisan terbaru Tour, Food, and Health berjudul "Cara Terbaik Memilih Buah dan Sayuran" =-.
paket abc » PAKET C » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
Apr 20, 2010 @ 13:56:18
[...] Read more: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
Apr 20, 2010 @ 13:52:29
hebat ini baru guru bahasa indonesia T….O….P ..mampir pak!!
.-= Baca juga tulisan terbaru Adib from kompinter berjudul "one piece chapter 581 indonesia" =-.
Apr 20, 2010 @ 12:13:31
Dijaman yg katanya merdeka sekarang masih banyak kaum perempuan yang belum sepenuhnya merdeka
Apr 20, 2010 @ 11:17:11
Kalo tidak ada kartini kemungkinan wanita indonesia menyibukan dirinya dengan memasak di dapur :d
apapun tafsiran mereka goog post always master
.-= Baca juga tulisan terbaru blogspot tutorial berjudul "Cara Membuat Forum Gratis" =-.
Apr 20, 2010 @ 10:55:13
saya ikut mengucapkan hari kartini aja deh buat seluruh wanita Indonesia….
apakabar pak Sawali?
salam, ^_^
.-= Baca juga tulisan terbaru Didien® berjudul "Kejutan sebuah Spring Award" =-.
Apr 20, 2010 @ 10:10:58
Hmm,
(
Padahal umur beliau baru 25 tahunya Bang ,
Tapi udah mendahului kita:((
Apr 20, 2010 @ 09:57:44
Semoga dengan semangat pemberontakan dan pemikiran Kartini, wanita Indonesia tidak termarginalkan lagi.
.-= Baca juga tulisan terbaru Dahrun Marada berjudul "Merekontruksi Moral Bangsa Lewat Kecerdasan Qur’anic" =-.
bekasi selatan bekasi timur bekasi utara jati asih » PAKET C » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
Apr 20, 2010 @ 09:54:08
[...] Here is the original post: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
Apr 20, 2010 @ 09:45:05
Semangat pemberontakan dan pemikiran Kartini atas belunggu “kewanitaan” jangan jadi bumerang pada mereka sendiri bahkan jadi salah kaprah dalam menerapkannya.
.-= Baca juga tulisan terbaru Dahrun Marada berjudul "Merekontruksi Moral Bangsa Lewat Kecerdasan Qur’anic" =-.
Apr 20, 2010 @ 08:50:44
tapi kadang sayang, emansipasi kadang diartikan sempit, bahwa wanita tidak menjalankan fungsi ibu rumah tangga karena bapak2 jg bisa… padahal itu adalah alamiah…
paket c di tangerang timur » PAKET C » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
Apr 20, 2010 @ 07:33:35
[...] Read more here: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
Apr 20, 2010 @ 07:22:10
siapakah kartini Indonesia berikutnya …
.-= Baca juga tulisan terbaru Bakharuddin berjudul "Dahsyatnya Otak Tengah" =-.
Apr 20, 2010 @ 06:32:51
jujur sekarang masih banyak kok yang dijodohkan seperti cerita siti nurbaya, dimadu bak selir2. tapi perjuangan kartini membuka mata kita semua jika hak lelaki dan perempuan adalah sama, tidak boleh ada diskriminasi. hanya orang-orang yang mempunyai hati yang dapat merasakannya
.-= Baca juga tulisan terbaru wrp berjudul "Terkenal tapi Tak Dikenal" =-.
Apr 20, 2010 @ 06:19:12
sayangnya tokoh fnomenal ini idak panjang umurnya…
.-= Baca juga tulisan terbaru cah ndueso berjudul "Ibu Kita Kartini" =-.
Paket C setara SMA » Blog Archive » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
Apr 20, 2010 @ 06:12:04
[...] See the original post: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]
Apr 20, 2010 @ 06:02:24
selamat hari kartini, mari kita contoh semangatnya dalam membela derajat kaumnya..
Apr 20, 2010 @ 06:01:09
(maaf) izin mengamankan KETIGA dulu. Boleh kan?!
Sebuah perenungan kritis akan sebuah pemikiran kritis kartini yang kini cenderung menjadi seremonial belaka.
Apr 20, 2010 @ 22:44:15
@alamendah, hahaha.. mas alam suka ngamanken wilayah nih
.-= Baca juga tulisan terbaru Danu Akbar berjudul "Menjadi Blogger Yang Ramah" =-.
Apr 20, 2010 @ 05:12:54
Kartini simbol gerakan untuk memerdekan Kaum Perempuan Indonesia dari berbagai ketertinggalan, sayang sekali pada saat ini banyak dari kaumnya sendiri yang lupa…..
.-= Baca juga tulisan terbaru SAUNG TANI berjudul "Peluang dibalik kenaikan HET pupuk bersubsidi." =-.
bekasi selatan bekasi timur bekasi utara jati asih » PAKET C » Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini …
Apr 20, 2010 @ 04:44:10
[...] Read the rest here: Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini … [...]