17Apr 2010 70 Comments1,698 pembaca
Ujian Nasional Online Bisakah Terwujud?
Ujian Nasional (UN) yang rutin digelar setiap tahun selalu menyisakan kisah pilu dan tragis sekaligus juga lucu. Pilu dan tragis lantaran kecurangan demi kecurangan terus terjadi, sekaligus lucu sebab kecurangan demi kecurangan itu (nyaris) dibiarkan terus terjadi tanpa penanganan serius, meski perangkat regulasinya sangat jelas. Hampir semua pemangku kepentingan pendidikan tak berdaya menghadapi sindrom kecurangan UN ini. Yang ironis, UN yang sarat kecurangan semacam itu menghabiskan anggaran negara yang tidak sedikit. UN tahun 2010 yang diikuti sekitar 9,8 juta siswa, misalnya, dibutuhkan anggaran sebesar Rp562 miliar. Byuh!
Pertanyaan awam yang muncul, kenapa anggaran negara sebesar itu hanya diboroskan untuk membiayai sebuah pentas komedi UN yang dinilai kurang bermutu? Sudah tak ada cara lain yang lebih efektifkah sehingga UN masih terus digelar, meski selalu melahirkan cacat dan kekurangan di sana-sini?
Nah, beberapa hari yang lalu, seorang sahabat yang dosen UNNES Semarang, mengirimkan pesan lewat SMS.
UNDANGAN: Diskusi sangat terbatas “Ujian Nasional Online, Mungkinkah?”, Kamis pukul 11.45 di ruang 216 lantai 2 rektorat Unnes Sekaran. Pemantik diskusi, Prof. Supriadi Rustad dan Heri Friman (Telkom). Disediakan makan siang.
Sayangnya, saya tak bisa hadir dalam diskusi itu. Saya hanya bisa membayangkan, situasi diskusi pasti akan ramai; penuh debat yang hangat dan seru. Karena penasaran, saya hanya bisa mengikuti perkembangan beritanya di suaramerdeka.com.
Semarang, CyberNews. Universitas Negeri Semarang mengelar forum diskusi yang menggagas pelaksanaan Ujian Nasional Online, Kamis (15/4). Forum diskusi yang dihadiri kalangan civitas akademika Unnes, perwakilan guru, PT Telkom Divre Jateng-DIY ini membahas tentang penyelenggaraan ujian nasional yang kredibel, efisien dan fleksibel.
Pembantu Rektor Bidang Akademik Unnes, Supriadi Rustad sebagai penggagas UN online mengemukakan, ujian nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan justru menimbulkan histeria di berbagai aspek kehidupan. Ujian Nasional menjelma menjadi lakon tragik-komedi panggung pendidikan nasional yang menyuguhkan kelucuan sekaligus kepiluan.
Supriadi menambahkan, UN Online memiliki kelebihan dalam hal keluwesan peserta didik untuk mengikuti tes, tingkat kredibilitas dan validitas terjamin karena potensi kebocoran soal sangat kecil, selain itu pelaksanaan Ujian Nasional Online akan menghemat biaya keuangan negara, karena pemerintah tidak akan direpotkan dengan biaya pencetakan soal, pendistribusian soal hingga biaya pengamanan.
“Pelaksanaan UN Online akan mengurangi ekses negatif yang selama ini mengikuti pelaksanaan UN,” ujarnya.
Enterprise PT Telkom Divre Jateng-DIY, Hari Friman menambahkan gagasan Ujian Nasional Online sangat mungkin dilaksanakan karena infrastruktur pendukung maupun perangkat lunak yang dibutuhkan sudah tersedia. Telkom sebagai kepanjangan tangan pemerintah melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) terus berupaya membuka jaringan di daerah yang terpencil.
Pemred Suara Merdeka CyberNews, Zainal Abidin menambahkan media online tidak mengenal batas dan waktu. Sifat online yang paperless jelas akan menghemat pembiayaan. Zainal memandang gagasan UN Online sebagai terobosan yang patut direalisasikan.
Sebuah gagasan menarik dan kreatif. Jauh sebelum diskusi di Unnes berlangsung, Kemendiknas bekerjasama dengan Telkom juga telah menggelar Try Out online yang berlangsung 15-20 Maret 2010. Menurut Mendiknas, Mohammad Nuh, UN di masa depan diharapkan bisa digelar secara online lewat akses internet di sekolah. Saat ini, efektivitasnya masih diuji terlebih dulu melalui program Try Out UN Online yang dilakukan di enam kota di wilayah barat, seperti Sumatera, Jabodetabek, dan Jawa Barat. Mendiknas menegaskan jika evaluasi nanti hasilnya cukup memuaskan, pemerintah akan coba menerapkannya secara nasional.
Ya, ya, gagasan tentang UN online, setidaknya bisa dijadikan sebagai terobosan untuk menjawab beban kegelisahan yang muncul tentang UN berbiaya tinggi dengan fenomena kecurangan yang terus berlangsung. Melalui UN Online, menurut para penggagasnya, anggaran negara bisa lebih ditekan, sekaligus juga menghindari kecurangan massal yang sudah membudaya. Di tengah laju perkembangan Iptek yang demikian pesat, wacana UN Online agaknya bisa dibilang sebagai sebuah “keniscayaan sejarah” yang perlu segera dipikirkan dan diimplementasikan.
Meski demikian, bukan lantas berarti UN Online bisa demikian mudah diimplementasikan. Masih banyak persoalan yang perlu dicermati. Pertama, kesiapan SDM dan pirantinya. Fakta menunjukkan bahwa selama ini kesenjangan mutu pendidikan antardaerah masih demikian lebar. Selain jaringan infrastruktur teknologi komunikasi yang belum merata, kualitas SDM pendidikan kita di bidang teknologi komunikasi masih belum memadai. Jangankan murid, guru pun dinilai masih banyak yang belum mengakrabi dunia ICT.
Kedua, kemungkinan terjadinya cyber crime. Taruhlah SDM dan piranti ICT-nya memadai, tetapi siapa bisa menjamin dunia cyber akan sepenuhnya terbebas dari kejahatan media? Fakta menunjukkan bahwa semakin pesat perkembangan sebuah peradaban, selalu memunculkan fenomena kejahatan baru. Dunia internet pun demikian. Saya tak bisa membayangkan, apa yang akan terjadi kalau data UN dari sekian juta peserta tiba-tiba hilang akibat ulah penjahat media cyber? Kalau masih bisa terlacak dan terselamatkan tak jadi masalah. Namun, kalau raib? Fenomena semacam ini yang perlu dicermati agar hajat nasional yang melibatkan banyak pemangku kepentingan tidak terdistorsi oleh persoalan-persoalan teknis yang justru akan memberikan dampak fatal dan serius bagi dinamika dunia pendidikan itu sendiri.
Meski demikian, UN Online bisa menjadi diskursus yang layak didiskusikan dan diperdebatkan ketika perkembangan ICT menampakkan kecenderungan dan trend positif dalam ranah pendidikan kita. ***
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Ujian Nasional Online Bisakah Terwujud?" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (17 April 2010 @ 19:17) pada kategori Edukasi, Opini dan telah dikunjungi oleh 1,698 pembaca. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:













Aug 23, 2011 @ 14:18:34
idenya sih bagus,,,
cuman banyk dampak negatifnya
secara manual juga masih banyak kecurangan apalagi online.
Jun 07, 2011 @ 16:32:20
UN atau ujian nasional selalu saja menjadi masalah di negeri ini. Tapi saya harap dengan bantuan program Corporate Social Responsibilty (CSR) dari perusahaan seperti telkom dapat membantu mengurangi permasalahan ujian nasional atau yang kita kenal sebagai UN
108CSR Your CSR partner. Corporate Social Responsibility
Jul 20, 2010 @ 20:14:25
saya msh pesimis, soalanya PSB online saja msh banyak kecacatan dmn2
Jul 21, 2010 @ 00:41:58
memang benar, mas, sepertinya ini juga baru sebatas wacana, kok. masih jauh utk bisa mengarah ke sana!
Jun 28, 2010 @ 20:37:19
klo ada kemauan knp g???
^click here^
Jun 16, 2010 @ 14:57:57
Sebenarnya tujuan dan fungsinya juga perlu dipertanyakan.
Jun 09, 2010 @ 12:52:56
ya…ideu yang menrik dan dibehas lebih lanjut. yang penting sistem dan penyelenggara yang benar2 dpt dipertanggung jawabkan… slam kenal mas…..
Jun 09, 2010 @ 21:58:48
salam kenal juga, mas arka. mudah2an demikian.
May 04, 2010 @ 12:19:41
Saya tidak mencoba berpikir shortcutted, Pak.. tapi kupikir yang jadi persoalannya adalah kualitas SDM nya dan bukan medianya..
Jadi, mau diadakan secara online ataupun tidak, UN tetap akan bermasalah kalau akarnya tetap dibiarkan…
.-= Baca juga tulisan terbaru DV berjudul "Hikayat Tattoo (6), Akhir yang bukan akhir" =-.
May 08, 2010 @ 00:55:52
bisa jadi benar, mas don. mungkin dengan cara ini bisa sedikit mengubah mind-set guru dan anak2 negeri ini dalam memandang un.
Apr 29, 2010 @ 15:53:58
klo ujian online….ntar ujiannya bukan disekolah..phi dirumah dgn alasan sakit ato ada keperluan yg mndesak…hahaha
tpi g’ pa” sc….smbil buka” buku…kan klo hsilnya bgus g’ malu”in….dari pda buka buku ttep aja g’ lulus….ato g’ nyari diom google….kyak tmen saya…ujian mlah nyari jwban di google….tpi memang jwban yg dy cari ada smua…wkwkwkkwk
Apr 22, 2010 @ 09:11:40
Seharusnya bisa terwujud, Pak. Tapi pertanyaannya, mau gak pemerintah, terutama Diknas, merealisasikan hal ini. Plus, sudahkah dipertimbangkan efeknya. Maksud saya, masyarakat kita masih banyak yg awam sama teknologi tinggi. Jangan-jangan tar kalo ada yang gak lulus pas ujian nasional online pada protes karena menganggap dicurangi. Beda dengan ujian konvensional yang ada bukti otentik berupa lembar jawaban, ujian online buktinya berupa file yang bisa saja dianggap sarat rekayasa.
.-= Baca juga tulisan terbaru Bung Eko berjudul "Belajar dari Jennie S. Bev" =-.
Apr 21, 2010 @ 20:04:52
Saya rasa dengan metode apapun, dan dengan cara apapun, jika manusianya masih berwatak begundal ya sama saja. Artinya, perbaikan itu penting dan saya rasa itu menjadi suatu keharusan. Jika kita tidak mulai dan takut hanya dengan kemungkinan serangan hacker, maka hal demikian menandakan kita orang yang pesimistis. Tidakkah lebih baik biaya yang bermilyar-milyar untuk UN dipakai untuk membenahi infrastruktur ITnya dibanding hanya untuk menggaji pemindaian, dan cetak soal? Tidakkah itu lebih bisa memajukan sekolah-sekolah di daerah terpencil? Sifat orang Indonesia (seperti saya juga) adalah mampu jika dipaksa. Selama tidak dipaksa, maka lebih baik cari aman. Itu yang membuat bangsa kita tidak maju!
Apr 21, 2010 @ 09:20:36
Bisa kok mas, dan pasti bisa. Tentunya butuh infrastruktur yang menunjang guna sistem ujian online. Sama kayak ujian online di tempat lembaga saya mas
http://coffeeoriental.wordpress.com/2010/02/12/new-wave-e-learning/
.-= Baca juga tulisan terbaru – H – berjudul "Stereotipe Orang Belanda itu…" =-.
Apr 20, 2010 @ 02:05:44
sepertinya harus di persiapakan dulu segala sesuatu yang sekiranya menunjang dan juga membuat kemungkinan – kemungkinan berbuat curang. di antispasi dulu sebelum terlambat
.-= Baca juga tulisan terbaru Blogger Terpanas berjudul "SITEMAP" =-.
Apr 19, 2010 @ 23:42:33
perjalanan berat dan penuh tantangan, terlebih teknologi bangsa kita masih patut dipertanyakan untuk pelosok negeri ini. :-w
.-= Baca juga tulisan terbaru Aulia berjudul "Google Siap Hajar Apple" =-.
Apr 19, 2010 @ 20:04:30
Pemerintah harus mengusahakan agar ujian nasional dapat diselenggarakan secara online. Segala perangkat yang diperlukan harus dipersiapkan dengan baik.
Apr 19, 2010 @ 12:05:31
ide-ide terobosan baru seperti itu bisa saja direalisasikan, semua tergantung pemerintah dan politiknya…dimana ada kemauan disitu aja jalan…nah banyakan mana yang mau atau yg ga mau???
.-= Baca juga tulisan terbaru ari berjudul "3D House – 06" =-.
May 05, 2010 @ 23:57:01
bener banget, pak. kita tunggu saka bagaimana gebrakan pemerintah selanjutnya.
Apr 19, 2010 @ 09:44:46
Ke depan, memang, mau tidak mau, harus mempergunakan model begitu demi menciptakan kebaikan dalam pendidikan di Indonesia. Hanya, perangkat pendudukung termasuk SDM harus dipersiapkan dengan matang. Jangan sampai model terbaru memunculkan “gaya” ketidakjujuran dan juga “gaya” kebocoran anggaran yang baru pula. Kalau tetap begitu, sama dong, tak ada perubahan signifikan.
.-= Baca juga tulisan terbaru Sungkowoastro berjudul "SAAT ANAK MEMILIH SEKOLAH, ORANGTUA TAK HARUS DIAM" =-.
May 05, 2010 @ 23:55:27
iya, pak sungkowo, meski utk merealisasikannya butuh waktu beberapa tahun lagi.
Apr 19, 2010 @ 03:14:33
rasa-rasanya jalan masih cukup panjang untuk menuju ke situ, pak Sawali!
saya sepakat dengan kalimat: “Jangankan murid, guru pun dinilai masih banyak yang belum mengakrabi dunia ICT”…
.-= Baca juga tulisan terbaru Andy MSE berjudul "Ekspor-Impor" =-.
Apr 21, 2010 @ 17:54:19
memang seperti itulah kenyataan yang terjadi dalam dunia pendidikan kita, mas andy.
Apr 18, 2010 @ 23:01:32
I think that is good idea…I like it
.-= Baca juga tulisan terbaru News Streaming Radio berjudul "Radio KFRM 550 AM – Voice of the Plains" =-.
Apr 18, 2010 @ 22:59:25
Asal pemrintah dan jajaranya serius dan peduli masyarakat dalam bidang pendidikan, insyaAllah bisa pak . :d/:d/:d/
.-= Baca juga tulisan terbaru saifuna berjudul "Blogshop Santri Malhikdua" =-.
Apr 21, 2010 @ 17:51:56
mudah2an saja demikian, mas saif.
Apr 18, 2010 @ 19:52:01
Saya rasa masih sangat banyak kendala agar UN Online bisa dilaksanakan. Contoh kasus di tempat saya:
1. Masih banyak sekolah yang tidak punya listrik.
2. Masih banyak sekolah yang tidak punya komputer.
3. Masih banyak murid/siswa yang belum pernah memegang komputer.
4. Masih banyak guru yang belum menguasai komputer.
5. Masih banyak sekolah yang point (1-4) ada tapi akses internet tidak ada.
.-= Baca juga tulisan terbaru Syamsuddin Ideris berjudul "Kandangan Dahulu Kala" =-.
Apr 21, 2010 @ 17:51:32
bener sekali, pak, point-nya, gagasan ini baru bisa terwujud kalau kendala sdm dan infrastrukturnya teratasi.
Apr 18, 2010 @ 19:00:48
abot… internet Indonesia blum cukup kapasitasnya, di kampus aja perwalian online melambat banget…. bahkan putus…
.-= Baca juga tulisan terbaru aRuL berjudul "Softcase/Tas Laptop Batik Keren" =-.
Apr 21, 2010 @ 17:50:46
wah, masukan yang bagus, mas arul, langsung bercermin dari pengalaman nyata.
Apr 18, 2010 @ 18:29:06
Wah .. perlu waktu lama sekali, dan pasti tetap curang..
Apr 21, 2010 @ 17:50:02
hehe … itu dia yang perlu juga dipertimbangkan, bu najwa.
Apr 18, 2010 @ 18:14:28
sepertinya sangat mungkin dilaksanakan pak, tapi memang harus dilihat lagi kesiapan para SDM nya..betul juga guru2 masih banyak yang gaptek..tapi paling tidak 5 tahun atau 10 tahun lagi ga masalah..
.-= Baca juga tulisan terbaru sahabat blogger berjudul "Cara berternak backlink dari twitter" =-.
Apr 21, 2010 @ 17:49:36
yaps, saya kira benar sekali, mas, mungkin paling cepat sekitar 5 tahun lagi gagasan seperti ini bisa terwujud.
Apr 18, 2010 @ 18:00:12
Dalam hal mengurangi kebocoran dan efisiensi biaya, sepertinya ini salah satu solusi tepat
kesiapan parangkat dan sdm di daerah perlu dipertibangkan
.-= Baca juga tulisan terbaru budies berjudul "Menunggu Matahari di atas Ka’bah" =-.
Apr 21, 2010 @ 17:48:40
betul sekali, kangbud. sdm dan infrastruktur memang yang harus menjadi pertimbangan utama.
Apr 18, 2010 @ 11:36:40
sebuah ide yang patut di bahas lagi, tapi kalau lewat online mungkin akan menghemat keuangann
Apr 21, 2010 @ 17:45:44
itulah yang jadi pertimbangan ketika wacana ini diluncurkan, gus.
Apr 18, 2010 @ 11:16:00
sebenarnya kalau serius digarap sih semuanya mungkin saja terjadi pak, tapi klo dibenturkan dengan infrastruktur dan pola pikir para pembesar kita, kayaknya 5 tahun kedepanpun gak bakal terealisasi ujian onlinenya..
>-
Apr 21, 2010 @ 17:45:06
saya kira benar, mas vikhi. butuh persiapan matang agar setelah dilaksanakan benar2 berlangsung lancar dan efektif.
Apr 18, 2010 @ 10:28:01
Jika dari lebih efisien (mampu menghemat biaya) dan efektif (bisa mencapai sasaran) mengapa tidak …mudah-mudahan ini bisa terwujud
.-= Baca juga tulisan terbaru Bakharuddin berjudul "Dahsyatnya Otak Tengah" =-.
Apr 21, 2010 @ 17:44:24
amiiin, mudah2an saja demikian, pak bakhar.
Apr 18, 2010 @ 08:30:42
Mas Sawali,
Sebuah ide yang layak dipertimbangkan untuk diimplementasikan, walaupun saya tidak setuju UAN dijadikan standar kelulusan siswa, tetapi karena ketentuannya mengharuskan demikian sebagai orang tua saya hanya bisa manggut-manggut.
Ujian Akhir Nasional hanya bisa diselenggarakan apabila infrastrukturnya sudah memadai. Dokondisi sekarang ini, menurut saya belum saatnya.
Apr 21, 2010 @ 17:43:57
betul sekali, mas aldy. melihat kesenjangan desa-kota yang demikian lebar, ujian online agaknya baru bisa diwujudkan beberapa tahun mendatang.
Apr 18, 2010 @ 07:46:57
Sebuah gagasan kreatif dan inovatif, cuman…
tangan-tangan teknologi belum cukup menjamah ngarai, rimba dan belukar nusantara. Tengok saja keluhan klasik masalah listrik dan jaringan internet. Gimana mau ujian online kalau listrik apalagi IT enggan masuk kampung. Belum lagi masalah SDM kita masih sangat-sangat kurang memadai. Untuk sebuah Ujian Nasional yang sebenarnya sudah menjadi pro dan kontra kemudian dalam waktu dan tempo yang sesingkat-singkatnya tidak justru sebuah PR yang maha merepotkan..
Saya pernah ujian online dalam lingkup yang kecil. Banyak sekali celah dan kelemahan yang harus dipertimbangkan kembali.
.-= Baca juga tulisan terbaru mahesapandu berjudul "Sepenggal itu sebuah pembunuhan" =-.
Apr 21, 2010 @ 17:42:11
wah, terima kasih banget tambahan infonya, mas pandu. saya setuju banget, kebijakan apa pun, sebelum diterapkan perlu mempertimbangkan plus-minusnya terlebih dahulu.
Apr 18, 2010 @ 06:48:46
saya rasa para stakeholder kita perlu diberi refreshing biar bisa berpikir jernih dan mendapatkan win solution untuk masalah ini..>:)
.-= Baca juga tulisan terbaru tukang colong berjudul "Kehidupan Yang Terduga" =-.
Apr 21, 2010 @ 17:41:00
betul juga, mas. makanya perlu banyak pertimbangan sebelum kebijakan semacam ini diterapkan.
Apr 18, 2010 @ 05:39:40
Sampai sepuluh tahun lagi kayaknya nggak terlaksana … Masalahnya terlalu banyak. Lha pengumuman nama2 partai waktu Pemilu saja bisa dihack, lomba yang diadakan Microsoft bisa dikadali.
Mendingan dicoba untuk per satu sekolah demi satu sekolah saja. Jadi untuk sekolah2 yang punya fasilitas komputer baik, mulai membiasakan diri memakai komputer itu bukan sekedar untuk pelajaran komputer, tetapi memakainya untuk setiap aspek pelajaran, mulai dari bahasa, matematika, bahasa, dsb.
Lha itu malah lebih mungkin tetapi ya pelan-pelan.
.-= Baca juga tulisan terbaru lovepassword berjudul "Selamat Tinggal HaloScan tercinta" =-.
Apr 21, 2010 @ 17:40:21
usulan mas love cukup bagus dan oke. alon2 waton kelakon.
Apr 18, 2010 @ 03:30:22
Wah terobosan luar biasa, sepertinya mesti terus dibahas untuk implementasi sambil meningkatkan SDM serta imprastuktur jaringan di semua sekolah, kayaknya mesti bertahap ya…?
Emm, kali diuji coba di masing-masing dengan web server local dulu, sambil sosialisasi, dan ini sudah bisa dimulai dari sekolah-sekolah yg sudah familier dengan IT. Kemudian Gabungan beberapa sekolah, kemudian sekolah dalam suatu kawasan yang lebih besar.
Optimis sih rasanya kemungkinan kedepannya.
Bukankah masing-masing sekolah terutama di kota-kota besar sudah ada lab komputer? Nah rasanya bisa dimulai dari sekolah yang maju dulu.
Sambil memikirkan mengenai banyak hal yang mesti dipikirkan, seperti security.
Jangan nantinya Ujian sambil chatting jawabannya…hehheehe…
mohon maaf bila ada kesalahan,
salam,
http://pasarjogja.com – “Optimis UN Online”
Apr 21, 2010 @ 17:36:29
terima kasih banget tambahan info dan supportnya, mas.
Apr 17, 2010 @ 23:49:03
mungkin hal yang paling menantang jika un online diimplementasikan adalah kesiapan SDM alias siswa dan orang2 yang mengurus,berhadapan dengan teknologinya. kalau masalah komputer sih bisa dibeli, tapi mengajar orang utk bisa memakai komputer utk un online itu agak repot karena tidak semua orang daya tangkapnya sama. apalagi di seluruh indonesia
.-= Baca juga tulisan terbaru wrp berjudul "Terkenal tapi Tak Dikenal" =-.
Apr 21, 2010 @ 17:35:53
bener banget, mas wahyu. sdm memang perlu dipersiapkan scr matang sblm gagasan semacam ini diwujudkan.
Apr 17, 2010 @ 23:06:24
Kalo bisa sih akan efektif, efisien dan tampak keren. Cuma sepertinya masih sekedar angan, terutama utk sekolah2 di daerah terpencil yg muridnya bisa masuk sekolah saja sudah untung.
.-= Baca juga tulisan terbaru masnur berjudul "Sesuatu yang Mirip Nikah Siri" =-.
Apr 21, 2010 @ 17:26:53
pbener banget, mas nur. meski demikian wacana ini perlu juga terus disosialisasikan agar pemerintah tergerak utk mempersiapkan jaringan infrastruktur dan sdm-nya.
Apr 17, 2010 @ 21:18:31
aku tak mbuat contekan onlen ah….
.-= Baca juga tulisan terbaru cah ndueso berjudul "Ibu Kita Kartni" =-.
Apr 21, 2010 @ 17:25:58
wekeke …. malah bikin kacau itu nanti, mas, hehe …
Apr 17, 2010 @ 21:02:44
(maaf) izin mengamankan KETIGA dulu. Boleh kan?!
Tetapi gagasan seperti ini emang layak diwujudkan juga. Lho?. Bukankah pendidikan itu harus seiring kemajuan zaman?
.-= Baca juga tulisan terbaru alamendah biru berjudul "Cara Memasang Widget Alexa Di WordPress.com" =-.
Apr 21, 2010 @ 17:25:26
kita berharap dunia pendidikan kita akan terus maju dan berkembang seiring dengan kemajuan zaman, mas alam.
Apr 17, 2010 @ 21:01:50
hilangkan saja ujian-ujian kayak begitu, ganti tes komprehensif dan tes kompetensi…
Apr 21, 2010 @ 17:24:37
begitu, ya, mas? lalu implementasinya seperti apa, mas?
Apr 17, 2010 @ 20:49:52
(maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
Ujian Nasional online sepertinya masih jauh dari kenyataan mengingat sarana dan prasarana yang tersedia di masing2 sekolah. Jangankan sekolah yang di luar jawa, sekolah di kota2 kecil seperti kota saya saja masih banyak sekolah yang gak kenal internet.
Apr 21, 2010 @ 17:24:02
bener sekali, mas alam. mungkin, gagasan semacam ini baru bisa terwujud setelah sdm dan jaringan infrastrukturnya ok.
Apr 17, 2010 @ 20:12:59
Saya setuju dengan gagasan yang mas sawali paparkan di sini…meskipun memang memungkinkan banyak celah keamanan yang harus diperhatikan, tetapi paling tidak hilangnya uang negara bersumber pada sebab yang jelas yaitu pendidikan. Memang pada tataran implementasi akan banyak kendala, tapi kalo dirintis ini akan menjadi suatu hal yang akan berdampak besar bagi dunia pendidikan kita…Dan saya harap, para hacker berbaik hati dapat berpartisipasi dalam meningkatkan keamanan UN Online tersebut. Saya optimis orang Indonesia mampu…
Sama halnya dengan e-Health, e-learning (dan turunannya) perlu kita dukung perkembangannya. *demikesejahteraandankejayaanbangsa*
Salam,
TFD
.-= Baca juga tulisan terbaru Tour, Food, and Health berjudul "Food Suplement Lengkap, Perlukah?" =-.
Apr 21, 2010 @ 17:23:24
terima kasih tambahan info dan supportnya, dok.
Apr 17, 2010 @ 20:10:03
waduh apa g mala bahaya!!mereka bisa cari jawaban di internet pak!!
Apr 19, 2010 @ 23:32:39
@Adib from kompinter, kalau untuk itu bisa saja di blok dengan jaringan khusus yang dipakai untuk ujian.
Apr 21, 2010 @ 17:22:41
nah, itu dia yang juga perlu diwaspadai, mas adib.
Apr 29, 2010 @ 15:39:59
nah…klo yg ikutan hacker…black hat lgi..bsa kacau kan pak,,mau diblok kyak gmna jga ketauan aja….saya usul..mnding UN dihapus aja….bikin jantungan….