Home » Pendidikan » Ujian Nasional Online Bisakah Terwujud?

Ujian Nasional Online Bisakah Terwujud?

Ujian Nasional (UN) yang rutin digelar setiap tahun selalu menyisakan kisah pilu dan tragis sekaligus juga lucu. Pilu dan tragis lantaran kecurangan demi kecurangan terus terjadi, sekaligus lucu sebab kecurangan demi kecurangan itu (nyaris) dibiarkan terus terjadi tanpa penanganan serius, meski perangkat regulasinya sangat jelas. Hampir semua pemangku kepentingan pendidikan tak berdaya menghadapi sindrom kecurangan UN ini. Yang ironis, UN yang sarat kecurangan semacam itu menghabiskan anggaran negara yang tidak sedikit. UN tahun 2010 yang diikuti sekitar 9,8 juta siswa, misalnya, dibutuhkan anggaran sebesar Rp562 miliar. Byuh!

UN onlinePertanyaan awam yang muncul, kenapa anggaran negara sebesar itu hanya diboroskan untuk membiayai sebuah pentas komedi UN yang dinilai kurang bermutu? Sudah tak ada cara lain yang lebih efektifkah sehingga UN masih terus digelar, meski selalu melahirkan cacat dan kekurangan di sana-sini?

Nah, beberapa hari yang lalu, seorang sahabat yang dosen UNNES Semarang, mengirimkan pesan lewat SMS.

UNDANGAN: Diskusi sangat terbatas “Ujian Nasional Online, Mungkinkah?”, Kamis pukul 11.45 di ruang 216 lantai 2 rektorat Unnes Sekaran. Pemantik diskusi, Prof. Supriadi Rustad dan Heri Friman (Telkom). Disediakan makan siang.

Sayangnya, saya tak bisa hadir dalam diskusi itu. Saya hanya bisa membayangkan, situasi diskusi pasti akan ramai; penuh debat yang hangat dan seru. Karena penasaran, saya hanya bisa mengikuti perkembangan beritanya di suaramerdeka.com.

Semarang, CyberNews. Universitas Negeri Semarang mengelar forum diskusi yang menggagas pelaksanaan Ujian Nasional Online, Kamis (15/4). Forum diskusi yang dihadiri kalangan civitas akademika Unnes, perwakilan guru, PT Telkom Divre Jateng-DIY ini membahas tentang penyelenggaraan ujian nasional yang kredibel, efisien dan fleksibel.

Pembantu Rektor Bidang Akademik Unnes, Supriadi Rustad sebagai penggagas UN online mengemukakan, ujian nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan justru menimbulkan histeria di berbagai aspek kehidupan. Ujian Nasional menjelma menjadi lakon tragik-komedi panggung pendidikan nasional yang menyuguhkan kelucuan sekaligus kepiluan.

Supriadi menambahkan, UN Online memiliki kelebihan dalam hal keluwesan peserta didik untuk mengikuti tes, tingkat kredibilitas dan validitas terjamin karena potensi kebocoran soal sangat kecil, selain itu pelaksanaan Ujian Nasional Online akan menghemat biaya keuangan negara, karena pemerintah tidak akan direpotkan dengan biaya pencetakan soal, pendistribusian soal hingga biaya pengamanan.

“Pelaksanaan UN Online akan mengurangi ekses negatif yang selama ini mengikuti pelaksanaan UN,” ujarnya.

Enterprise PT Telkom Divre Jateng-DIY, Hari Friman menambahkan gagasan Ujian Nasional Online sangat mungkin dilaksanakan karena infrastruktur pendukung maupun perangkat lunak yang dibutuhkan sudah tersedia. Telkom sebagai kepanjangan tangan pemerintah melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) terus berupaya membuka jaringan di daerah yang terpencil.

Pemred Suara Merdeka CyberNews, Zainal Abidin menambahkan media online tidak mengenal batas dan waktu. Sifat online yang paperless jelas akan menghemat pembiayaan. Zainal memandang gagasan UN Online sebagai terobosan yang patut direalisasikan.

UN onlineSebuah gagasan menarik dan kreatif. Jauh sebelum diskusi di Unnes berlangsung, Kemendiknas bekerjasama dengan Telkom juga telah menggelar Try Out online yang berlangsung 15-20 Maret 2010. Menurut Mendiknas, Mohammad Nuh, UN di masa depan diharapkan bisa digelar secara online lewat akses internet di sekolah. Saat ini, efektivitasnya masih diuji terlebih dulu melalui program Try Out UN Online yang dilakukan di enam kota di wilayah barat, seperti Sumatera, Jabodetabek, dan Jawa Barat. Mendiknas menegaskan jika evaluasi nanti hasilnya cukup memuaskan, pemerintah akan coba menerapkannya secara nasional.

Ya, ya, gagasan tentang UN online, setidaknya bisa dijadikan sebagai terobosan untuk menjawab beban kegelisahan yang muncul tentang UN berbiaya tinggi dengan fenomena kecurangan yang terus berlangsung. Melalui UN Online, menurut para penggagasnya, anggaran negara bisa lebih ditekan, sekaligus juga menghindari kecurangan massal yang sudah membudaya. Di tengah laju perkembangan Iptek yang demikian pesat, wacana UN Online agaknya bisa dibilang sebagai sebuah “keniscayaan sejarah” yang perlu segera dipikirkan dan diimplementasikan.

Meski demikian, bukan lantas berarti UN Online bisa demikian mudah diimplementasikan. Masih banyak persoalan yang perlu dicermati. Pertama, kesiapan SDM dan pirantinya. Fakta menunjukkan bahwa selama ini kesenjangan mutu pendidikan antardaerah masih demikian lebar. Selain jaringan infrastruktur teknologi komunikasi yang belum merata, kualitas SDM pendidikan kita di bidang teknologi komunikasi masih belum memadai. Jangankan murid, guru pun dinilai masih banyak yang belum mengakrabi dunia ICT.

Kedua, kemungkinan terjadinya cyber crime. Taruhlah SDM dan piranti ICT-nya memadai, tetapi siapa bisa menjamin dunia cyber akan sepenuhnya terbebas dari kejahatan media? Fakta menunjukkan bahwa semakin pesat perkembangan sebuah peradaban, selalu memunculkan fenomena kejahatan baru. Dunia internet pun demikian. Saya tak bisa membayangkan, apa yang akan terjadi kalau data UN dari sekian juta peserta tiba-tiba hilang akibat ulah penjahat media cyber? Kalau masih bisa terlacak dan terselamatkan tak jadi masalah. Namun, kalau raib? Fenomena semacam ini yang perlu dicermati agar hajat nasional yang melibatkan banyak pemangku kepentingan tidak terdistorsi oleh persoalan-persoalan teknis yang justru akan memberikan dampak fatal dan serius bagi dinamika dunia pendidikan itu sendiri.

Meski demikian, UN Online bisa menjadi diskursus yang layak didiskusikan dan diperdebatkan ketika perkembangan ICT menampakkan kecenderungan dan trend positif dalam ranah pendidikan kita. ***

tentang blog iniTulisan berjudul "Ujian Nasional Online Bisakah Terwujud?" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (17 April 2010 @ 19:17) pada kategori Pendidikan. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0, memberikan respon, atau melakukan trackback dari blog Anda. Terima kasih atas kunjungan, silaturahmi, saran, dan kritik Anda selama ini. Salam budaya!

Tulisan Terkait:

Ada 70 komentar dalam “Ujian Nasional Online Bisakah Terwujud?

  1. UN atau ujian nasional selalu saja menjadi masalah di negeri ini. Tapi saya harap dengan bantuan program Corporate Social Responsibilty (CSR) dari perusahaan seperti telkom dapat membantu mengurangi permasalahan ujian nasional atau yang kita kenal sebagai UN

    108CSR Your CSR partner. Corporate Social Responsibility

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *