15Apr 2010 106 Comments2,094 pembaca
Menjadi Bangsa Pelupa
Mungkin ada benarnya kalau ada yang bilang bangsa kita tergolong sebagai bangsa pelupa. Jauh sebelum peradaban modern muncul, orang tua kita menciptakan sebuah adagium, “lupa kacang akan kulitnya”, untuk menggambarkan karakter orang yang lupa akan asal-usul dan jati dirinya. Orang tua Jawa bilang, “wong melik nggendhong lali”, untuk menggambarkan karakter orang yang suka mabuk kekuasaan seperti dalam repertoar “Petruk Dadi Ratu”. Sebuah lakon yang secara simbolik menggambarkan Petruk yang jelata tengah berada di atas tahta kekuasaan dengan memangku perempuan bahenol sembari mencekik botol minuman keras; sebuah ikon jahat betapa kekuasaan, uang, dan perempuan, bisa membuat orang lupa akan kesejatian dirinya. Novelis Cekoslovakia, Millan Kundera, pun pernah bilang bahwa salah satu perjuangan terberat manusia adalah perjuangan melawan lupa.
Berbagai fenomena sendu dan tragis yang mengoyak negeri ini, agaknya juga makin membenarkan kalau kita semua tengah hidup di sebuah negeri pelupa. Lihat saja “Perang Koja” yang menelan ratusan korban luka, bahkan ada yang meninggal. Peristiwa tragis 14 April 2010 itu sesungguhnya tak akan terjadi kalau pihak-pihak yang bersengketa tidak lupa akan keberadaan makam keramat Mbah Priok di Koja, Jakarta Utara, itu. Mereka lupa kalau di sana ada makam seorang tokoh kharismatik, Mbah Priok atau Habib Hasan bin Muhammad al Haddad. Dia diakui sebagai penyebar agama Islam dan seorang tokoh yang melegenda. Namanya bahkan jadi cikal bakal nama kawasan Tanjung Priok.
Kita hampir selalu lupa pada sejarah bangsanya sendiri. Kasus-kasus yang memalukan dan menampar wajah bangsa yang dulu dikenal sangat beradab dan bermartabat semacam itu sejatinya bersumber dari keengganan dan kemalasan bangsa kita secara kolektif untuk bertindak cerdas dan penuh kearifan dalam memandang nilai-nilai historis sebagai media pembelajaran hidup. Kita menjadi begitu gampang melupakan peristiwa-peristiwa masa silam yang seharusnya bisa menjadi “museum peradaban” sebagai salah satu sumber kearifan diri. Yang lebih tragis, situs dan cagar-cagar budaya tak jarang digusur dan dihancurkan dengan dalih demi pembangunan.
Sindrom pelupa yang sudah kadung akut melekat pada memori bangsa ini diperparah dengan upaya “pencucian otak” anak-anak bangsa atas kesaksian sejarah bangsanya sendiri. Betapa banyaknya tempat dan monumen bersejarah yang telah tergusur demi memuaskan nafsu hedonis kaum pemilik modal. Jika perlu, main gusur tanah-tanah rakyat yang sudah lama mereka huni untuk disulap menjadi super-mall atau tempat-tempat hiburan bergaya aristokrat. Imbasnya, anak-anak negeri ini jadi kehilangan spasi untuk melakukan jeda dan bermain yang sesuai dengan naluri dan dunianya. Anak-anak masa kini sudah lupa pada permainan tradisional yang sarat dengan nilai-nilai kearifan lokal. Anak-anak masa kini telah dicekoki dengan permainan serba canggih dan modern yang melupakan nilai-nilai keuletan, kerja keras, dan mandiri. Semuanya ingin serba cepat dan instant.
Saya bukan antimodernisasi. Seiring dengan derap dan dinamika peradaban yang terus melaju menuju pusaran global, modernisasi mustahil bisa ditolak. Bahkan, bangsa kita perlu terus dipacu untuk melahirkan karya-karya kreatif dan modern yang mampu menjadi master-piece di tingkat dunia. Namun, modernisasi yang sering diidentikkan dengan pembangunan berkelanjutan akan menjadi tidak bermakna apabila harus menggusur dan menghancurkan nilai-nilai kesejarahan yang diyakini menjadi sumber kearifan lokal.
Ya, ya, lakon “Petruk Dadi Ratu” dan “Perang Koja” telah mengingatkan kita, betapa sikap lupa dan mabuk kekuasaan hanya akan melahirkan luka dan tragedi kemanusiaan. ***
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Menjadi Bangsa Pelupa" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (15 April 2010 @ 20:15) pada kategori Budaya, Opini, Refleksi, Sosial dan telah dikunjungi oleh 2,094 pembaca. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:













Aug 23, 2011 @ 14:19:55
Mungkin bukan pelupa tapi sengaja melupakan atau mencoba melupakan,atau tidak ingin mengingat,
May 18, 2011 @ 10:47:07
lupa akan hal yang baik,, ingat akan hal yang baik,, hehehe ,, :p
Feb 16, 2011 @ 10:54:31
sedih rasanya…, banyak pemegang kekuasaan yang tidak mau melanjutkan visi murni dari perintis-perintis bangsa terdahulu…
Feb 21, 2011 @ 16:45:11
seperti itulah yang terjadi dalam realitas sosial-politik negeri ini, mas yudi!
Jun 28, 2010 @ 20:37:56
ko mw jadi bangsa yg pikun
^click here^
Jun 28, 2010 @ 15:16:09
lupa kalo uda pakek duit rakya….
Jun 23, 2010 @ 20:16:14
dua x saya komentar hilang dibuku tamu, saya kurang tahu kenapa?
selamat blog ini ramai sekali ,boleh tukeran link pak.saya langsung
add blog bapak ya. terima kasih.
Jun 30, 2010 @ 23:15:11
ok, terima kasih add link-nya. nanti saya add juga di halaman tautan, terima kasih.
Jun 23, 2010 @ 20:07:52
air mataku untuk sang proklamator dikomenter terakhirnya di:
http://mariasunarto.wordpress.com/
mohon kunjungan baliknya pak sawali, trima kasih
Jun 30, 2010 @ 23:12:57
iya, pak, saya berkali-kali berusaha berkunjung ke blog bapak, tapi selalu saja ndak bisa masuk, hehe … :d
Jun 23, 2010 @ 20:02:00
apa mungkin karena tidak ada lagi pendidikan buda pekerti di Sekolah dasar.saya add link ke blog ini ya pak.
Jun 30, 2010 @ 23:12:13
hmm … bisa jadi begitu, pak. makanya sekarang ada upaya serius utk merevitalisasi pendidikan karakter di sekolah.
Jun 16, 2010 @ 14:58:36
Kalau lupa memang sifatnya manusia, tapi jangan keseringan.
Jun 01, 2010 @ 02:34:15
Kearifan lokal memberikan pembelajaran yang berharga dalam bermasyarakat. Saat ini, kearifan lokal berangsur-angsur ditinggalkan dan mulai beralih pada produk dan pengaruh globalisasi.
Jun 01, 2010 @ 15:29:32
mungkin seperti itulah dinamika budaya yang mesti dialami oleh negeri kita, mas.
Apr 23, 2010 @ 23:41:42
sayang sekali ya.. semoga kita jadi dapat belajar dari kejadian tersebut
.-= Baca juga tulisan terbaru Bisnis Online berjudul "Feminist Movement and Flow of Feminism in The World" =-.
Apr 18, 2010 @ 08:17:39
Semakin hari, kondisinya semakin menyedihkan. Bangsa ini bukan hanya menjadi bangsa yang pelupa tetapi ada kecenderungan menjadi bangsa yang bar-bar.
Maaf, mungkin ungkapan saya terlalu kasar tetapi realitas yang ada tidak bisa kita pungkiri walaupun bar-bar dalam bentuk yang lain.
Salam Mas Sawali.
.-= Baca juga tulisan terbaru Aldy berjudul "Ganda Manurung : Diduga Bunuh Diri." =-.
Apr 21, 2010 @ 17:42:56
salam juga, mas aldy. memang seperti itulah realitas sosial yang terjadi di negeri ini. sungguh tragis.
Apr 18, 2010 @ 04:59:14
.-= Baca juga tulisan terbaru Nyak neea berjudul "Kutu buku, Siapakah itu??" =-.
Apr 21, 2010 @ 17:37:04
walah, kok ikut2an jadiu pelupa toh, hehe …
Apr 17, 2010 @ 18:42:05
di priok mungkin paling mengerikan bung, satpol pp aja dibuat tak berdaya dan pulang aja lewat pelabuhan
Apr 19, 2010 @ 20:56:04
wah, begitu, ya gus? repot!
Apr 17, 2010 @ 16:18:07
bener banget mas…kebanyakan pemuda lebih ganrung dengan budaya sendiri..tidak bangga dengan budaya sendiri..inilah awal bangsa yang lupa diri…
Apr 19, 2010 @ 20:55:32
seperti itulah yang terjadi pada masa sekarang, mas.
Apr 17, 2010 @ 15:47:09
he he he … menarik N menggelitik….
kayaknya hal ini dah di antisipasi oleh Bung karno
……JASMERAH…….
salam kenal aja
joujipunk.blogspot.com
GBU
Apr 19, 2010 @ 20:53:22
salamn kenal juga, mas, terima kasih apresiasinya. semoga kita ndak ingat sama slogan bung karno itu.
Apr 17, 2010 @ 14:38:25
seloww aja gan :d
.-= Baca juga tulisan terbaru AeArc berjudul "Bocoran Ending Naruto dah keluar gan!" =-.
Apr 17, 2010 @ 14:24:54
Pendidikan nilai memang harus ditingkatkan pak, untuk mengubah karakter bangsa ini. Pendidikan nilai bukan hanya pedoman (rambu-rambu) yang jika tak ketahuan boleh melanggar tetapi harus ada aplikasi sejak dini.
Apr 19, 2010 @ 20:53:57
terima kasih tambahan info dan supportnya, mas hamdani.
Apr 17, 2010 @ 13:03:13
Mudah-mudahan ini menjadi peringatan bagi kita semua agar lebih bijaksana dalam memandang dan menyelesaikan permasalahan.
Apr 19, 2010 @ 20:52:22
amiiin, seperti itulah yang kita harapkan, mas.
Apr 17, 2010 @ 10:45:43
Ikut terharu dan sedih…:((
.-= Baca juga tulisan terbaru Harry Sue berjudul "Yahoo! Answers is currently unavailable…" =-.
Apr 19, 2010 @ 20:52:01
betul sekali, mas harry. semua menyesalkan dan prihatin dengan kejadian tragis itu.
Apr 17, 2010 @ 09:08:29
seandainya satpol PP tidak melakukan perlawanan, atau bahkan menarik mundur..mungkin kejadian ini tak kan terjadi.
.-= Baca juga tulisan terbaru RuangKeza berjudul "4 tahun yang lalu…" =-.
Apr 19, 2010 @ 20:51:35
saya kira benar, mas keza. itulah risiko ketika dua kubu yang bersengketa sama2 tdk bisa mengendalikan diri.
Apr 17, 2010 @ 08:36:18
memang sangat disayangkan sekali kejadian ini. walopun saya tak begitu mengenal mbah priuk…
.-= Baca juga tulisan terbaru sahabat blogger berjudul "Cara berternak backlink dari twitter" =-.
Apr 19, 2010 @ 20:50:36
betul sekali, mas. agaknya mbah priuk sudah bukan semata-mata milik warga koja belaka.
Apr 17, 2010 @ 02:39:31
wah,,,,Lupa-lupa Ingat jadinya….
Xixixixi
Apr 19, 2010 @ 20:50:04
wah, lagu kuburan ternyata jadi laris manis di sini, hore!
Apr 17, 2010 @ 02:33:17
lupa itu terkadang juga ada gunanya. Kalau kita ingat peristiwa sedih dan ga lupa-lupa maka bisa jadi kita nangis terus. Penyanyi kuburan sukses karena lupa
.-= Baca juga tulisan terbaru Rumus Cepat Matematika berjudul "Rumus Cepat Matematika" =-.
Apr 19, 2010 @ 20:49:13
hehe … asal lupanya ndak keterusan, pak, haks.
Apr 17, 2010 @ 02:07:57
Best Regards
I am very Glad to read your writings
very interesting and also broaden their knowledge and experience.
I will read your writing the next.
Success always accompany your career journey.
I have your URL address so you can easily save my post to your blog, …
so otherwise I wait for visits, criticisms and your suggestions for the success of my blog
http://makingmoneyonline-cadalora.blogspot.com/
Apr 16, 2010 @ 22:29:04
hohohh
Apr 16, 2010 @ 22:27:15
Jadi ingat lagu kuburan band.. hihi http://sawali.info/smilies/yahoo_bigsmile.gif
Apr 19, 2010 @ 20:48:36
yang lupa2 ingat itu, ya, mas handrie, haks.
Apr 16, 2010 @ 20:13:14
lupa pula pada budaya musyawarah
Apr 19, 2010 @ 20:48:06
betul juga, mas narno. maunya langsung main hantam kromo.
Apr 16, 2010 @ 16:58:54
hasil akhir luapan emosi.:-w
.-= Baca juga tulisan terbaru Wempi berjudul "Fungsi MySQL [String]" =-.
Apr 19, 2010 @ 20:47:44
itulah kalau dua pihak yang bersengketa sama2 kurang mampu mengendalikan diri, mas wempi.
Apr 16, 2010 @ 16:34:04
Harus ada keseriusan dari pemerintah dalam menangani masalah yang begitu akut di negeri ini.
.-= Baca juga tulisan terbaru Bisnis Online Rahasia Dahsyat Hidup Sukses dan Uang Melimpah berjudul "Bisnis Online Rahasia Dahsyat Hidup Sukses dan Uang Melimpah" =-.
Apr 19, 2010 @ 20:47:08
betul banget, tanpa keseriusan dan komitmen pemerintah utk mencari solusi terbaik, berbagai masalah tdk akan pernah bisa terselesaikan.
Apr 16, 2010 @ 15:41:37
Kesalahan ada pada pihak masing masing yang nggak mau mengendalikan nafsu syetan. ataupun Orang tua yang sejak dini tak mau mendidik anak-2nya. Bukan Tv atau informasi yang salah…tapi filter individu menjadi penentu. Mungkin Begitu iya….. kita hanya bisa prihatin
.-= Baca juga tulisan terbaru Mujahidin berjudul "PKB Versi Carateker SAH UNTUK PILBUB KENDAL" =-.
Apr 19, 2010 @ 20:46:21
terima kasih tambahan infonya, om jay, saya setuju banget.
Apr 16, 2010 @ 14:54:23
andai saja semua mau mengingat sejenak tentang pelajaran PSPB ( pendidikan sejarah perjuangan bangsa ) di jaman SD dulu, bahwa perang Diponegoro diawali oleh ulah Belanda yang ingin memnbuat jalan melewati makam leluhur Diponegoro mungkin hal memalukan seperti ini tidak akan pernah terjadi
Apr 19, 2010 @ 20:45:52
itulah yang terjadi, mas firdaus. tokoh2 pahlawan semacam itu agaknya hanya tertulis di buku sejarah doang, tak ada upaya utk mewarisinya.
Apr 16, 2010 @ 14:21:59
hem jadi ingat perkataan bung karno “JAS MERAH” jangan sekali-kali melupakan sejarah. harusnya Pelindo, Pemkot Jakut sadar bahwa tempat itu merupakan situs sejarah yang penting bagi Tanjung Priuk karena dari situlah asal usul nama tanjung priuk.untuk Satpol PP jakarta janganlah seperti preman, belajar lah ke satpol PP kota solo yang adem ayem.
Apr 19, 2010 @ 20:45:03
betul banget, mas fatih. kalau pemkot solo bisa berdamai dengan rakyat dalam sengketa, kenapa pemkot dki ndak bisa?
Apr 16, 2010 @ 14:15:57
Turut prihatin, Pak Wali…
Menurut saya, blowing media juga membuat berita Priok smakin terbakar ya..:)
.-= Baca juga tulisan terbaru DV berjudul "Australia Slang, Mate!" =-.
Apr 19, 2010 @ 20:44:02
bisa juga, mas don. tayangan tv yang secara langsung bisa disaksikan masyarakat seringkali malah membuat penonton ikut2an terpengaruh.
Apr 16, 2010 @ 12:32:03
kabeh mau amergo PETRUK DADI RATU pak.
para panguwasa wus sak penak udele dewe,
peli-ndo mau enak akhirnya memperalat pemkot jakarta utara dan pemkot mau cepet selesai akhire mengerahkan satpol pp yang akhirnya kerah beneran dengan rakyat
.-= Baca juga tulisan terbaru ciwir berjudul "1 Tahun Pendekar Tidar dan Grebeg Gethuk" =-.
Apr 19, 2010 @ 20:43:16
“petruk dadi ratu” sebenarnya hanya sebuah simbol, mas santri, hehe … tapi kok malah yang banyak mempraktikkannya, haks.
Apr 16, 2010 @ 11:16:24
hallo semua saya pendatang baru di blok ini,

salam kenal
kunjungin blog saya dan tinggal kan komentar kalian supaya saya bisa berkunjung balik
thank
Apr 19, 2010 @ 20:42:29
salam kenal juga, mas. terima kasih kunjungannya.
Apr 16, 2010 @ 11:03:28
saia sedih sekali dgn tragedi priok nih, pak…
seharusnya tragedi berdarah ini tdk perlu terjadi andai saja bangsa ini tdk lupa dg nilai2 kemanusiaan ya….
.-= Baca juga tulisan terbaru vany berjudul "Sahabat" =-.
Apr 19, 2010 @ 20:42:01
betul banget, mbak vany. kasus ini seharusnya bisa menjadi pelajaran berharga buat bangsa ini agar tdk lagi terjadi kasus2 berikutnya.
Apr 16, 2010 @ 10:53:20
TINDAHKAN PEMKOKT SUNGGUH SE’enaknya sendiri
Apr 19, 2010 @ 20:41:10
hmmm … mudah2an kasus koja menjadi yang terkahir kalinya, mas adib.
Apr 16, 2010 @ 10:27:49
Mungkin bukan pelupa tapi sengaja melupakan atau mencoba melupakan,atau tidak ingin mengingat,atau ………
Apr 19, 2010 @ 20:40:43
bisa jadi bener tuh, mas andi. tapi sengaja kok terus2an, yak.
Apr 16, 2010 @ 10:11:20
Ho..ho..ho.. saya nggak bisa ngebayangkan jika punya kekuasaan penuh.. sedang dengan kekuasaan hanya untuk “menertibkan” saja, bisa sebringas itu .. sepertinya keris itu nggak lagi di taroh di dibelakang punggung, tapi di depan. Tidak pikir dulu baru bertindak tapi bertindak dulu baru berpikir.. ya itu tadi pak ! Lupa-lupa ingat
.-= Baca juga tulisan terbaru yunizar berjudul "Dua Bulan Umur Blog ini, Mau Kemana Selanjutnya ?" =-.
Apr 19, 2010 @ 20:40:13
bener banget tuh, bu najwa. jalan kekerasan agaknya sudah menjadi bagian dari upaya utk menyelesaikan masalah.
Apr 16, 2010 @ 09:27:57
Saya setuju kedua kalimat itu. Saya masih ingat waktu kecil dulu kalau mau main bedhil-bedhilan saya harus membuat bedhil-nya dulu. Kalau mau main montor-montoran harus membuat montor-nya dulu. Mau main kuda lumping, harus bikin kuda-kudaannya dulu entah dari gedebog pisang atau dari bambu dan kardus bekas. Anak-anak sekarang berbeda. Mau main perang-perangan, mobil-mobilan, atau gembot (gamewatch) ya tinggal pergi ke toko yang nama belakangnya memakai kata TOYS.
.-= Baca juga tulisan terbaru MAW berjudul "Presiden RI: Negara Segera Tindak Tegas Lapindo!" =-.
Apr 19, 2010 @ 20:38:03
itulah kenyataan yang dihadapi anak2 sekarang, mas arif. mereka mulai kehilangan nilai-nilai budaya berbasis kearifan lokal.
Apr 16, 2010 @ 07:47:58
Beberapa fenomena seakan jelas menggambarkan, kita bangsa yang bergerak-dan bergerak meninggalkan jejak prasasti peletak pondasi bangsa. Sebuah perubahan jatidiri menjadi lipstick oriented, dan meninggalkan adiluhungnya budaya dan akar pribadi kita sebagai bangsa timur, dengan dalih pembangunan..
Apr 19, 2010 @ 17:56:23
itulah yang ironis, mas pandu. sudah lama tercitrakan sebagai bangsa timur yang memiliki budaya adiluhung, tapi realitas sosial mutakhir kita justru menampakkan pemandangan sebaliknya.
Apr 16, 2010 @ 06:47:05
Menyedihkan, Pak, negeri ini memang lebih mengunggulkan kepentingan-kepentingan sesaat yang menguntungkan segelintir orang, tetapi mengabaikan sisi-sisi kemanusiaan. Padahal, kita, sebagai guru, rasanya tak pernah mengajarkan hal-hal yang “jahat” semacam itu.
Kita selalu “mengingatkan”, anak didik yang lupa agar mereka ingat dan dapat melakukan apa yang kita ingatkan.
Dari mana ya penyebab menjadi pelupa kalau begitu? Hehehe…..
.-= Baca juga tulisan terbaru Sungkowoastro berjudul "BERJIWA BESAR, PELAJARAN BERHARGA" =-.
Apr 19, 2010 @ 17:55:03
wah, kalau ditelusuri dari mana penyebabnya, mesti akan muter2 seperti lingkaran setan, pak, hehe … ndak ketemu2.
Apr 16, 2010 @ 06:19:01
Oh iya, Lupa…..
Alangkah lucunya negeri ini, sampai ndak inget sebenernya memang kesengsaraan rakyat itu yang harus dipangku.
Tapi, malah para penjahatnya yg digendong kemana-mana.
Hayo… Kemana???
.-= Baca juga tulisan terbaru ImamS berjudul "Tips Memulai Berbisnis" =-.
Apr 19, 2010 @ 17:53:35
seperti lagunya almarhum mbak surip, mas imam, hehe …
Apr 16, 2010 @ 05:49:36
seolah mengungkap tragedi kelam 26 tahun lalu, ketika para aktivis Islam dibantai para aparat … apakah bangsa ini sudah ahistoris? sementara Bung Karno sebagai founding father pernah mengingatkan dengan slogannya yang terkenal: JAS MERAH!
Apr 19, 2010 @ 17:52:58
itulah, mas amsi. sejarah selalu dilupakan. peristiwa2 besar hampir ndak pernah masuk dalam memori bangsa.
Apr 16, 2010 @ 04:12:57
OOT: waktu kejadian kemarin, saya seharian menyimak berita dari berbagai sumber.
tidak ada sesuatupun yang sanggup saya ungkapkan melalui sosial media seperti yang biasa saya lakukan bilamana ada kejadian heboh.
bukannya saya tak peduli, saya sangat ngeri! ditambah lagi ada adik ipar saya yang kebetulan satpol pp di kec. sawahbesar yang sedang ditugaskan di priok… belakangan saya baru tahu, ybs bisa pulang dengan selamat… alhamdulillah!
.-= Baca juga tulisan terbaru Andy MSE berjudul "Ekspor-Impor" =-.
Apr 19, 2010 @ 17:52:02
wah, syukurlah, mas andy, saudaranya selamat dan tak kurang sesuatu apa pun. saya pun ngeri melihatnya.
Apr 16, 2010 @ 01:33:19
sebuah pengulangan tragedi yang mengerikan….
Tak cuma pelupa, bangsa ini pun tak pernah belajar dari masa lalu.
Apr 19, 2010 @ 17:50:13
seperti itulah agaknya yang terjadi, mas teguh.
Apr 16, 2010 @ 01:06:57
lama banget jarak posting yang lalu ama yang ini pak?
sibuk banget ya..?
hehe
saya setuju banget dengan artikel ini, agak tersindir juga sih karena saya juga sering lupa..
l-)
.-= Baca juga tulisan terbaru tukang colong berjudul "Menaikkan Tensi Rendah Hanya Dalam Satu Malam!" =-.
Apr 19, 2010 @ 17:49:46
hehe … nggak sibuk juga sih, mas. cuma memang ada sedikit kerjaan, hehe ….
Apr 15, 2010 @ 23:45:42
..sekarang ingat lagi..eh,lupa lagi…kek lagu kuburan band….:)>-
.-= Baca juga tulisan terbaru yanti tukang kerupuk berjudul "Safety Riding Honda Bengkulu" =-.
Apr 19, 2010 @ 17:49:06
haks. mbak yanti punya sense of humor tinggi juga rupanya nih.
Apr 15, 2010 @ 23:43:55
…dan saya lupa mo nulis komentar apa Pak…..:d
.-= Baca juga tulisan terbaru yanti tukang kerupuk berjudul "Catatan Blogger Seo Matre Ajib" =-.
Apr 19, 2010 @ 17:48:41
nah, loh, mbak yanti jadi ikut2an lupa, keke ….
Apr 15, 2010 @ 23:41:41
Bangsa ini terkena penyakit “lupa” dan “tidak tahu”…
hihihihi, jawaban Miss Miranda G dalam sesi tanya jawab keknya relevan dengan artikel bapak….
.-= Baca juga tulisan terbaru yanti tukang kerupuk berjudul "Honda Pelopor Safety Riding di Indonesia" =-.
Apr 19, 2010 @ 17:48:01
wah, sepertinya penyakit itu sudah menular ke para pejabat yang tersandung masalah hukum, ya, mbak, haks.
Apr 15, 2010 @ 22:55:33
lupa..lupa..lupa lagi syairnya…:d
.-= Baca juga tulisan terbaru Tour, Food, and Health berjudul "Dopamine Gift: Cara Meninggalkan Kebiasaan Buruk" =-.
Apr 19, 2010 @ 17:46:51
itu lagunya kuburan, dok, hehe …
Apr 15, 2010 @ 22:21:50
memang rasa-rasanya ada yang sedang berlomba-lomba lupa
.-= Baca juga tulisan terbaru goop berjudul "Monumen Nasional" =-.
Apr 19, 2010 @ 17:39:51
walah, berloma-lomba saja kok ya jadi pelupa toh, mas goop, keke ….
Apr 15, 2010 @ 22:04:03
hahhahah walah2 piye iki
.-= Baca juga tulisan terbaru anto berjudul "Tentang saya" =-.
Apr 19, 2010 @ 17:39:27
hmm … itulah realitas yang terjadi di negeri ini, mas anto, haks.
Apr 15, 2010 @ 21:28:13
saya lihat suatu kejadian yang brutal, kejadian yang tidak sepantasnya terjadi, semoga kita diberi jalan yang baik.
.-= Baca juga tulisan terbaru my blog berjudul "Conky-colors on Lucid" =-.
Apr 19, 2010 @ 17:38:04
memang seperti itulah yang terjadi, mas. dari tayangan tv aja sudah ngeri begitu, apalagi kalau berada di TKP!
Apr 15, 2010 @ 21:26:37
gara-gara ada tipi mawon pak, jadi mengerikan.. padahal yang priok dulu…
hiii lebih mengerikan…
Apr 19, 2010 @ 17:36:34
agaknya memang benar, mas surya. dukungan media utk memblow-up sebuah peristiwa agaknya sangat besar pengaruhnya.
Apr 15, 2010 @ 21:01:28
Pertamaaaxxxxx gak yah ??? 8->
.-= Baca juga tulisan terbaru saifuna berjudul "Blogshop Santri Malhikdua" =-.
Apr 16, 2010 @ 22:26:20
Numpang pertamax……….
wah benar benar menggugah artikel ini ya…..
[-(:)>-:-w
Apr 18, 2010 @ 11:24:56
@andry sianipar, aq ikut berduka cita aja buat semua korban yang meninggal dan yg terluka, mestinya tragedi ini tidak boleh terjadi
.-= Baca juga tulisan terbaru vikhi berjudul "Membuat Automatic Blog dengan Konten Unik" =-.