09Apr 2010 138 Comments1,862 pembaca
Episode “Perang Kembang” dan Jalan Kebajikan
Terkuaknya aroma korupsi dalam skandal perpajakan yang memunculkan nama Gayus Tambunan, bisa jadi baru satu dari sekian mafia yang sempat terendus. Konon, masih banyak aroma busuk penggelapan uang rakyat dan negara yang tak tercium. Berbagai skandal dan mafia yang terjadi itu makin menegaskan bukti kalau korupsi yang berlangsung di negeri ini memang sudah menggurita di berbagai lapis dan lini birokrasi. Bahkan, aparat penegak hukum yang seharusnya bersih dari limbah korupsi, justru malah berselingkuh dan melakukan persekongkolan jahat dengan para pengemplang harta negara. Mungkin karena itulah ruang penjara di negeri yang sering dijuluki republik korupsi ini hanya dihuni oleh para maling ayam, pencuri kapok randu, dan semacamnya. Sementara, mereka yang nyata-nyata telah berbuat biadab dan korup hingga banyak rakyat miskin yang terampas hak-haknya, justru bebas melenggang di luar tembok penjara. Melalui blantik dan markus, nasib mereka bisa selamat dari jeratan hukum pidana.

Arjuna dan Buta Cakil.Meski Gayus telah tertangkap, bukan jaminan mafia perpajakan akan bisa cepat terungkap. Banyaknya mata rantai yang harus dirunut dan diurai, bisa jadi malah membuat kasus ini menguap; sama dan sebangun dengan kasus-kasus korup sebelumnya; entah itu kasus Anggoro-Anggodo atau bank century, yang hingga kini masih menimbulkan tanda tanya besar di benak publik. Atau, jangan-jangan kasus yang melibatkan tokoh-tokoh penting sengaja dibuat tanpa ending, melingkar-lingkar, dan mbulet, hingga akhirnya masyarakat jadi capek dan kelelahan sendiri.
Dalam teks fiksi, kita mengenal istilah never ending-story. Konflik genre teks fiksi bergaya tutur seperti ini sengaja dibuat melingkar-lingar, menegangkan, sekaligus menghanyutkan. Ending cerita juga didesain menggantung dan tanpa akhir. Pembaca diberi ruang tafsir secara bebas untuk menyimpulkan dan menerjemahkan sendiri akhir konflik yang disuguhkan. Tujuannya jelas, agar alur cerita memiliki daya pikat sekaligus mencerdaskan pembaca. Pembaca tidak merasa terpasung dan terdikte. Dalam suasana demikian, khazanah batin pembaca tercerahkan melalui jalinan dan konflik cerita yang menyentuh dan mengharukan. Dengan membaca kisah-kisah fiksi bergaya never ending-story, pembaca akan menemukan pengalaman-pengalaman hidup yang baru dan unik, yang belum tentu bisa dengan mudah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, di negeri ini, skandal dan mafia perpajakan, maklar hukum, atau blantik pengadilan, bukan lagi sebuah fiksi. Fakta-fakta anomali semacam itu sudah tampak telanjang dan nyata di depan mata. Dampaknya pun sudah makin terasa. Rakyat kecil yang seharusnya bisa menikmati remahan kue pembangunan, hanya bisa gigit jari, lantaran uang pajak yang seharusnya masuk ke kas negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, justru dimanipulasi, dikemplang, dan digelapkan untuk kepentingan segelintir orang bersama kroni-kroninya. Ketaatan rakyat terhadap hukum pun makin luntur lantaran tak ada lagi figur yang bisa dijadikan teladan dan anutan sosial dalam bersikap dan bertingkah laku.
Ibarat episode “Perang Kembang” dalam sebuah pakeliran wayang, negeri agaknya sedang berada dalam suasana pertarungan antara kebajikan melawan kejahatan; keluhuran budi melawan angkara murka. Dalam pakem wayang, Arjuna sebagai simbol kebajikan pasti akan keluar sebagai pemenang setelah mengalami pertempuran dahsyat melawan Buta Cakil sebagai simbol kejahatan. Dalam perang kembang, buta cakil dengan berbagai macam cara berupaya menggoda Arjuna dengan segala kemampuan akrobatik dan hipnotisnya agar Arjuna takluk. Buta Cakil terus bermanuver lewat orasi dan teriakannya yang kencang dan memekakkan telinga. Namun, Arjuna bergeming. Jalan kebajikan yang lurus terbentang di hadapannya sanggup menepis semua godaan, iming-iming, dan tipu muslihat. Karena gagal menggoda Arjuna, Buta Cakil pun akhirnya mati tertusuk kerisnya sendiri. Arjuna berhasil menegakkan nilai-nilai keluhuran budi dan kebajikan hidup.
Nah, bagaimana dengan aparat penegak hukum kita? Kalau diibaratkan aparat penegak hukum kita adalah Arjuna, maka sudah jelas, Arjuna kita telah gagal melawan godaan Buta Cakil sebagai representasi dari para koruptor dan maklar kasus. Alih-alih menaklukkan kebatilan, aparat penegak hukum kita malah berselingkuh dan membangun persekongkolan jahat dengan para pengemplang harta negara. Dalam pentas pakeliran konvensional, adegan kekalahan Arjuna ketika melawan Buta Cakil jelas menjadi sebuah anomali dan pasti akan menimbulkan situasi geger dan chaos di kalangan penonton. Bisa-bisa dalangnya ditimpuki batu dan yang tragis kelirnya pasti akan segera dihancurkan.
Haruskah rakyat di negeri ini marah dan nekad menghancurkan peradaban yang telah dibangun dengan susah-payah ketika aparat penegak hukum kita gagal menuju jalan kebajikan? Haruskah kelir ditutup dan membuat lakon baru dengan dalang dan perangkat propertinya yang serba baru? Agaknya, sejarahlah yang akan membuktikan hal itu. ***
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Episode “Perang Kembang” dan Jalan Kebajikan" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (9 April 2010 @ 13:28) pada kategori Budaya, Opini, Refleksi, Sosial dan telah dikunjungi oleh 1,862 pembaca. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:













Oct 22, 2011 @ 15:54:28
kenapa kok di kasih nama perang kembang pak,,kok gk di kasih nama yang lainnya saja? seperti perang barata yudha,,biar kliatan waaawww….terima kasih,,
Aug 23, 2011 @ 14:20:26
apakah kita harus MALU dengan kondisi ini ? ini adalah perbuatan orang tua kita (para penguasa). klo orang tua sudah begini. anak – anak akan seperti apa nasibnya ?
Jun 28, 2010 @ 15:16:28
dalanglah juaranya….
Apr 16, 2010 @ 01:40:48
berarti aparat penegak hukum kita memang bukan arjuna pak
Apr 19, 2010 @ 17:50:51
padahal dititahkan utk jadi arjuna, loh, mas.
Apr 15, 2010 @ 23:03:00
kisah-kisah wayang memang penuh inspirasi
Apr 19, 2010 @ 17:47:17
hehe … terima kasih apresiasinya, mas. biasa saja, kok.
Apr 15, 2010 @ 15:48:08
Assalamu’alaikum, bagus ilustrasinya Mas… saya bersyukur, karena sedikit demi sedikit mulai terbongkar kesalahan dan kecurangan mereka. Semoga bisa terungkap semua dan keadilan bisa ditegakkan, perbaikan bisa terwujud, amin (Dewi Yana)
:d/
.-= Baca juga tulisan terbaru Dewi Yana berjudul "Keutamaan Menghafal Al Quran" =-.
Apr 15, 2010 @ 21:48:46
wa’alaikum salam, mbak yana. amiiin, kita memang berharap seperti itu, mbak, semoga kasus memalukan seperti itu bisa secapatnya terbongkar.
Apr 15, 2010 @ 15:13:57
nonton wayang dulu ach….:d/
Tapi maunya kan Pak, kalau bisa setiap daerah di audit ya keuangannya….disini juga banyak yg aneh-aneh…. [-(
emang kalau kita mau melaporkan…kemana ya Pak..:-?
Apr 15, 2010 @ 21:47:41
hehe … mangga, mas adi.
Apr 15, 2010 @ 11:29:15
Saya pun sudah merasa ada yang aneh ketika kasus Antasari begitu kental kesan memaksakannya
Ternyata banyak yang ketakutan sama KPK ya
hehehhe
Salam bentoelisan
Mas Ben
Apr 15, 2010 @ 21:46:16
kalau dilihat dari kasus antasari, sepertinya kok ada benang merahnya juga, mas ben.
Apr 15, 2010 @ 00:07:35
wedew, ini dia nih yang musti di tonton :d
Apr 15, 2010 @ 21:41:40
hehe … hanya sekadar nyomot di youtube, mas.
Apr 14, 2010 @ 18:57:44
Negri ini mungkin bisa diibaratkan pohon besar yang dalamnya keropos dimakan rayap…tinggal menunggu tumbang.
Apr 15, 2010 @ 21:36:56
doh, tragis amat, mas? ternyata sudah demikian tragis kondisinya.
Apr 14, 2010 @ 16:21:32
koruptor enaknya dihukum kerja sosial tanpa upah seumur hidup aja
Apr 15, 2010 @ 21:35:56
hehe … usulan yang mantab dan kreatif, mas santri.
Apr 14, 2010 @ 13:21:07
Andaikan ditelusuri secara jujur itu merupakan mata rantai yang tidak ada ujung dan mrupakan hal yang sangat pelik sekali dalam memberantas Korupsi di negeri kita ini.
Apr 15, 2010 @ 21:35:08
ada benarnya juga, mas. mungkin ada benarnya kalau pemberantasan korupsi perlu sinergi dengan berbagai pihak agar secepatnya bisa terbongkar.
Apr 14, 2010 @ 09:35:25
pokoknya,setuju hukuman mati buat koruptor…hehhe
.-= Baca juga tulisan terbaru escoret berjudul "Mereka pasti menang!!!" =-.
Apr 15, 2010 @ 21:34:00
wow … usulan yang mantab juga utk memberikan efek jera buat koruptor, mas.
Apr 14, 2010 @ 08:32:28
Dari judulnya saya menduga Perang Kembang ini perang istri2 bupati Kediri untuk mencalonkan diri mengikuti pilkada. Ataupun barangkali perang Jupe dan Maria Eva untuk aji mumpung mengikuti pencalonan sebagai bupati. Tetapi rupanya kisah pewayangan antara Arjuna dan Buta Cakil. Wah, saya harus banyak baca cerita wayang nih. Soalnya, sebagai orang Sumatera kurang akrab dengan khazanah budaya kita yang sangat kaya dengan nilai2 filosofis ini.
Apr 15, 2010 @ 21:33:34
hehe … gpp, mas azwan, ini juga hanya sekadar analogi utk menggambarkan betapa ruwetnya maklar kasus di negeri ini.
Apr 13, 2010 @ 21:30:59
sebuah perumpamaan yg pas…..
semoga arjuna kita selalu kuat dan menang dalam memberantar kejahatan dinegara ini….dan juga semoga arjuna kita juga tidak silau akan uang….
.-= Baca juga tulisan terbaru joresan freedom berjudul "Syukur dengan kesederhanaan" =-.
Apr 15, 2010 @ 21:31:54
terima kasih apresiasinya, mas. semoga terungkapnya kasus gayus bisa menjadi pintu masuk utk mengungkap kasus2 lain yang konon bejibun jumlahnya.
Apr 13, 2010 @ 17:34:47
seperti people power akhirnya, rakyat lah yang akan menentukan sendiri nasib bangsanya nanti, seperti apakah yang akan digulingkan, atau dipertahankan? segalanya menunggu waktu berlalu.
.-= Baca juga tulisan terbaru Hanif berjudul "Update PR Google" =-.
Apr 15, 2010 @ 21:30:28
wah, seperti peristiwa di thailand, ya, mas hanif. semoga saja ndak akan terjadi di negeri kita.
Apr 13, 2010 @ 14:03:38
Gayus oh gayus…senyummu deritaku…:((
Salam Kenal,
Tour, Food, and Health
.-= Baca juga tulisan terbaru Tour, Food, and Health berjudul "Perut Anda: Barometer Stres Anda!" =-.
Apr 15, 2010 @ 21:27:59
salam kenal juga, mas. terima kasih kunjungan silaturahminya.
Apr 13, 2010 @ 12:56:34
kok kayak2nya akan seperti itu, tapi semoga saja tidak
.-= Baca juga tulisan terbaru ciwir berjudul "Sanksi Sosial Membuat Jera Koruptor" =-.
Apr 15, 2010 @ 21:26:58
hehe … jangan pesimis dulu, dong, mas santri, haks.
Apr 13, 2010 @ 09:39:23
perlu adanya kejujuran dari penyidik dan terdakwa…jika tidak, jgn harap akan terkuak..bukan begitu pak Sawali???
salam, ^_^
.-= Baca juga tulisan terbaru Didien® berjudul "Arti sebuah kejujuran" =-.
Apr 15, 2010 @ 21:26:39
betul sekali, mas didien. tanpa kejujuran, akan sulit ditemukan kebenaran sejati.
Apr 13, 2010 @ 06:20:56
sedih jika melihat bangsa ini terpuruk … kasus korupsilagi … yang datang …. semoga semua ini cepat berlalu dan bergantikan dengan masa depan Indoensia yang jauh lebih baik lagi … AKU CINTA INDONESIA.
Apr 15, 2010 @ 21:25:56
betul sekali, mas bayu, kita semua cinta indonesia. semoga badai segera berlalu.
Apr 12, 2010 @ 22:44:28
salam kenal
.-= Baca juga tulisan terbaru intuisiblog.com berjudul "Cara Cepat Meningkatkan Traffic Blog" =-.
Apr 15, 2010 @ 21:23:40
salam kenal juga, mas. terima kasih kunjungan dan komentarnya.
Apr 12, 2010 @ 21:06:20
bagaimana tidak hancur negeri kita?
penyidinya saja patut diperiksa…
tak ada lagi yg dapat dipercaya../
hufff
Apr 15, 2010 @ 21:22:31
itulah ironisnya, mas yunus. mana mungkin bisa membersihkan lantai yang kotor kalau sapunya juga kotor?
Apr 12, 2010 @ 17:40:31
sebuah renungan yang sangat bermanfaat
.-= Baca juga tulisan terbaru Afif berjudul "Syahdu & Merdu" =-.
Apr 15, 2010 @ 21:22:00
terima kasih apresiasinya, mas afif.
Apr 12, 2010 @ 13:40:05
jalan kebaikan selalu terbentang luas. markus adalah darah kolonial. etalasenya terlihat hingga di sini
.-= Baca juga tulisan terbaru rusydi berjudul "Etalase Kolonial" =-.
Apr 15, 2010 @ 21:12:39
hmm …. benar sekali, mas rusydi. maklar kasus bisa jadi merupakan bagian dariu etalase kolonial itu.
Apr 12, 2010 @ 13:35:45
Waduh…ternyata cerita wayang ya?
.-= Baca juga tulisan terbaru Panduan Blogging berjudul "Apakah Pondasi Sebuah Blog?" =-.
Apr 15, 2010 @ 21:11:56
hehe …. hanya sebuah analogi, mas.
Apr 12, 2010 @ 12:01:23
klw jalan sudah buntu dan kepala sudah makin pening gara Cakil yg makin berkuasa dan arjuna yg tidak berdaya lebih baik mulai ngrayu Sang Dalang aja supaya dibuatkan kisah yg lebih baik dan bermanfaat bagi rakyat kecil , bagaimanapun juga semua itu kan ada di tangan Sang Dalang
.-= Baca juga tulisan terbaru firdaus berjudul "Sejenak Melepaskan Penat" =-.
Apr 15, 2010 @ 21:11:36
hehe … repotnya kalau sang dalang minta bayaran yang gedhe, mas firdaus, sementara uang habis dikorupsi, haks.
Apr 12, 2010 @ 11:15:33
Endingnya selalu si buto mati oleh senjatanya sendiri khan Pak, kecuali kalau dalangnya menghendaki skenario lain.
.-= Baca juga tulisan terbaru masnur berjudul "Cukup dengan gigi dua" =-.
Apr 15, 2010 @ 21:10:29
hehe … kalau dalangnya nyimpang dari pakem, malah bisa berabe tuh, mas nur, haks.
Apr 12, 2010 @ 10:43:30
Gayus itu satu dari ratusan bahkan ribuan orang yang lainnya kali ya.. hehehe
.-= Baca juga tulisan terbaru Bukan Sekedar Blogger Bertuah berjudul "BUKAN SEKEDAR BLOGGER BERTUAH" =-.
Apr 15, 2010 @ 21:09:32
wah, bisa jadi benar seperti itu, mas. ini tantangan buat aparat penegak hukum utk memburu para maklar kasus itu.
Apr 12, 2010 @ 09:42:41
nice post…

demi kekayaan, kekuasaan dan jabatan
mereka…tlah lama
meninggalkan jalan kebajikan
.-= Baca juga tulisan terbaru mikekono berjudul "Kita dan Trauma Gempa" =-.
Apr 15, 2010 @ 21:08:54
seperti itulah yang terjadi, mas mike. makin lama negeri ini makin ndak jelas visinya.
Apr 12, 2010 @ 09:24:22
Sejak beralih ke era reformasi, negara ini babak belur di hantam berbagai masalah yang semua itu di lakukan oleh para penentu kebijakan.
Gaung reformasi serta transparasi di segala lini hanya sekadar wacana. Negara ini terpuruk oleh tangan-tangan Iblis yang bermuka pejabat dan penegak hukum serta jajarannya. Kasihan negaraku yang kaya nan indah bak mutu manikam namun di lumuri oleh lumpur-lumpur korupsi dan lainnya.
.-= Baca juga tulisan terbaru Dahrun Marada berjudul "Manusia Paling Rumit" =-.
Apr 15, 2010 @ 21:08:19
itulah yang terjadi, mas marada. era reformasi baru menjadi momen utk membuka borok di negeri ini, mas. esensi reformasi sendiri masih belum tampak terwujud.
Apr 12, 2010 @ 04:57:13
wayang memang dahsyat … penuh inspirasi
.-= Baca juga tulisan terbaru Rumus luas bola berjudul "Rumus Luas Bola" =-.
Apr 15, 2010 @ 21:06:47
terima kasih apresiasinya, pak.
Apr 11, 2010 @ 21:33:24
kasihan yah rakyat indonesia…?
.-= Baca juga tulisan terbaru bend berjudul "http://tarbiyatusshibyan.com; Hacked by Safwan Infection" =-.
Apr 15, 2010 @ 21:06:26
doh, semoga saja para mafia bisa secepatnya ditangkap dan diadili, mas ben.
Apr 11, 2010 @ 20:56:21
yang namanya mafia, pasti licin pak. tetap susah utk mengungkapnya sampai tuntas.
Apr 15, 2010 @ 21:05:48
semoga saja kelicinan itu bisa diimbangi dengan kecerdikan dan kelincahan aparat pemberantas mafia, mas haris.
Apr 11, 2010 @ 19:18:58
Makin lama, negri ini makin dipenuhi oleh orang-orang yang keblinger. Ayo semuanya kita bertobat. Mohon ampun.
Apr 15, 2010 @ 21:05:07
ajakan yang simpatik, mas, mas eko. jika perlu lakukan ruwat dan tobat nasional.
Apr 11, 2010 @ 18:16:34
apakah kita harus MALU dengan kondisi ini ? ini adalah perbuatan orang tua kita (para penguasa). klo orang tua sudah begini. anak – anak akan seperti apa nasibnya ?
.-= Baca juga tulisan terbaru Blogger Terpanas berjudul "PAGE RANGKING 3 oi………." =-.
Apr 15, 2010 @ 21:04:14
betul sekali, mas faya. orang2 yang di atas mestinya memberikan teladan yang baik, bukan sebaliknya.
Apr 11, 2010 @ 15:30:54
pak sawali, mau tanya plugin statistik Blog kaya punyanya pak sawali apa namanya??
boleh di share
mohon di share ya via email gusikhwan@gmail.com
nuhun
Apr 11, 2010 @ 19:13:37
@Gus Ikhwan,
oh, itu plugin Site Statistics, gus. bisa diunduh di http://www.cypherhackz.net/plugins-themes/site-statistics/ ok, gus, semoga bermanfaat.
Apr 15, 2010 @ 07:12:58
@Sawali Tuhusetya,
makasih ninfonya bung,
mampir balik ya dan saling jitak²an
Apr 11, 2010 @ 13:23:16
ALL THIS MAKES ME DIZZY….
.-= Baca juga tulisan terbaru cepz zunot berjudul "128 Bintara TNI AD akan melanjutkan pendidikan Tahap II Infanteri" =-.
Apr 11, 2010 @ 12:55:09
semangat selalu mas…:d/:)>-:)>-
Apr 15, 2010 @ 21:03:18
sip, oke, mas, makasih supportnya.
Apr 11, 2010 @ 12:54:13
he he he :d:):) mantep ilustrasinya mas….mantep blognya…beberapa artikel bagus-bagus…n saya ijin copy beberapa artikel….dan saya sudah pasang link blog mas di blog saya di blogroll sahabat-sahabat terbaikku..tukeran link ya mas
.-= Baca juga tulisan terbaru Bukan Sekedar Blogger Bertuah-Tukiran berjudul "Nikmatnya Berbuat Baik" =-.
Apr 15, 2010 @ 21:00:23
terima kasih apresiasinya, mas. mangga kalau mau kopas. tukeran link, oke, mas, nanti akan saya masukkan ke halaman tautan. salam ngeblog!
Apr 11, 2010 @ 05:55:53
Sangat miris dengan kondisi negara kita tercinta. Entah sampai kapan semua bangsa besar yang mempunyai potensi sangat luar biasa ini akan terus terpuruk.
.-= Baca juga tulisan terbaru Weight Loss Pills berjudul "Weight Loss Tips" =-.
Apr 15, 2010 @ 20:59:28
meski demikian, kita tetap harus memiliki ptimisme, mas, kalau semua kejahatan pasti akan terbongkar.
Apr 11, 2010 @ 05:34:41
masak sampai harus tabur kembang untuk nurani yang kalah dalam Perang Kembang
.-= Baca juga tulisan terbaru Pojok Pradna berjudul "Anestesi" =-.
Apr 15, 2010 @ 20:58:50
tabur kembang? maksudnya apa nih, mas?
Apr 11, 2010 @ 02:25:08
gayus datang century mnghilang..
begitu sepertinya yang terkesan mas..
semoga saja kebenaran dan keadilan di negeri ini bisa ditegakan
jangan sampai rakyat semakin murka…
wah nonton wayang ne mas hehe udah lama ga pernah
ketemu wayang..
Sukses Slalu!
Apr 15, 2010 @ 20:58:24
makanya wakil rakyat usul agar dibentuk lebaga pengawasan kasus century. sekarang malah ada usul hak mengajukan pendapat.
Apr 10, 2010 @ 23:42:09
siapakah dalam dalam dunia nyata ini..
dalang yang mentaur jalan cerita yang berantakan sehingga kita lihat banyak sekali kehancuran disana sini..
nggak bisa ngomong lagi….:((:((
.-= Baca juga tulisan terbaru delia berjudul "Mengantar kepergiannya" =-.
Apr 15, 2010 @ 20:56:35
hmm … itulah yang jadi misteri, mbak delia. yang namanya dalang, sejak jadul pasti ndak akan pernah muncul di kelir, haks.
Apr 10, 2010 @ 18:32:24
tepat ke jantung sasaran,mantab bos..
.-= Baca juga tulisan terbaru cah ndueso berjudul "Pisan Engkas" =-.
Apr 15, 2010 @ 20:55:06
doh, ke jantung? makin repot!
Apr 10, 2010 @ 18:29:44
sepakat dengan alinea terakhir pak!
kelirnya ditutup saja, dan dalangnya diganti baru…
*komen di sini sekaligus menyampaikan terimakasih setulusnya atas template-nya yang cantik luarbiasa*
.-= Baca juga tulisan terbaru Sekolah Rakyat berjudul "Siap Atau Tidak, Kendal Dalam Era Keterbukaan" =-.
Apr 15, 2010 @ 20:54:07
walah, sama2, mas. makasih juga dah mau pakai theme oprekan itu, hehe …
Apr 10, 2010 @ 18:10:10
Miris…
Apr 15, 2010 @ 20:51:58
doh, begitulah!
Apr 10, 2010 @ 17:27:25
hanya dalang yang pasti menang :d
Apr 15, 2010 @ 20:51:29
bener sekali, mas, tapi dalangnya selalu tidak muncul di kelir, hehe …
Apr 10, 2010 @ 16:52:16
mantab videonya ya
Apr 15, 2010 @ 20:50:20
sekadar mencomot dari youtube, gus.
Apr 10, 2010 @ 14:51:58
membaca maupun menyaksikan berita ttg kelakuan² biadabnya seorang aparat yg tidak bermoral membuat saya semakin sakit hati pak…
saya sudah muak dengan mereka…. *Ya Allah…binasakan mereka dari dunia ini..amin*
hehehe jadi emosi pak, maaf..
pakabar pak Sawali?lama sekali tak bersilaturrahmi kesini…
salam, ^_^
.-= Baca juga tulisan terbaru Didien® berjudul "Tips aman belanja di Ebay" =-.
Apr 15, 2010 @ 20:49:48
hehehe … emosi boleh saja, mas, tapi kepala mesti harus setap dingin, yak, hehe …
Apr 10, 2010 @ 11:58:04
budaya turun temurun agak susah membasminya… para pejabat itu dulu notabenenya seorang mahasiswa, siswa, dan masyarakat biasa… mungkin salah satunya juga jago demo. Tapi kenyataannya begitu menjabat, dia harus memilih masuk perangkap para koruptor dan aman atau berusaha jujur tetapi di teror dan tidak aman.
Yang lebih dahsyat ni dilakukan ama penegak hukum ck ck ck
Apr 15, 2010 @ 20:48:46
hehe … bener sekali, mas irfan. bisa jadi seperti itulah karakternya. kalau dah jadi pejabat, mereka jadi mlempem dan kehilangan idealisme.
Apr 10, 2010 @ 10:58:19
Kalau Arjuna simbol aparat hukum di negeri ini karena semestinya dapat menciptakan keadilan dan Buta Cakil simbol koruptor yang menyerupai gunung es, maka Tuhan adalah dalangnya. Bisa jadi, waktu yang kini kita hadapi adalah waktunya “Dalang” untuk memberikan keleluasaan “buta cakil” terus berbuat jahil serupa peristiwa Sodom dan Gomora.
Tiba saatnya nanti, negeri “buta cakil” dan “cakilnya” itu dibakar habis dengan belerang, dan disisakan “arjuna” yang dapat meneruskan hidup dalam damai sejahtera. “Dalang” selalu memiliki rencana yang indah. Kita tinggal menunggu waktu dengan teguh dan sabar.
.-= Baca juga tulisan terbaru Sungkowoastro berjudul "Sekolah, Promosi yang Realistis" =-.
Apr 15, 2010 @ 15:18:25
terima kasih tambahan infonya, pak sungkowo, meski kejahatan sampai kapan pun pasti akan selalu ada.
Apr 10, 2010 @ 09:27:04
saya sungguh berharap kalo ini sebuah momentum untuk pemberihan negara kita
.-= Baca juga tulisan terbaru boyin berjudul "Dirty Old Man" =-.
Apr 15, 2010 @ 15:17:31
betul sekali, mas boyin, semoga aparat penegak hukum benar2 bisa bersikap jujur dan adil menanangi kasus mafia itu.
Apr 10, 2010 @ 07:39:52
jangan membuat kelir baru pak, sejarah negeri ini selalu gonta-ganti kelir sejak dari jaman kerajaan. Pak Nasution pernah mengatakan, “sekali ada kub, maka akan terjadi kudeta-kudeta berseri,” seperti yang kita rasakan selama ini. Semua bisa di atasi melalui pembentukan karakter para bhrahmana yang akan menyemi para arjuna
.-= Baca juga tulisan terbaru budiesastro berjudul "GEGURITAN KANGGO KUDANGANKU" =-.
Apr 15, 2010 @ 15:15:53
hehe … bener juga, kang bud. mungkin akan lebih berisiko jika harus ganti kelir baru.
Apr 10, 2010 @ 07:33:10
tidak ada cara lain pak, semua harus berani dan mau berubah!
Apr 15, 2010 @ 15:15:16
setuju banget, mas. butuh nyali, tekad, dan keberanian utk melakukan perubahan. salam restorasi indonesia.
Apr 10, 2010 @ 07:27:52
sepertinya kita para guru kok harus instropeksi, apakah selama ini hanya menstransfer ilmu atau juga memberikan keteladanan. Selama ini kalau guru dianugerahi pahlawan penyemi cendekia harus berani berkoreksi dan berbenah,… jangan-jangan ini adalah hasil pendidikan selama ini
Apr 15, 2010 @ 15:14:33
introspeksi memang perlu, kang bud, agar tetap bisa “on the track”.
Apr 10, 2010 @ 01:30:10
Entah sampai kapan negeri ini dikalang angkara murka. Namun bagaimanapun juga saya tetap yakin bahwa suatu saat kebenaranlah yang akan menjadi pemenang. Semoga!!!
.-= Baca juga tulisan terbaru M Mursyid PW berjudul "Warnet: Antara Bisnis dan Pendidikan" =-.
Apr 15, 2010 @ 15:13:44
insyaallah, pak, kebenaran tak akan pernah mati.
Apr 09, 2010 @ 22:16:48
Kebudayaan mesti diabadikan kembali dari sekarang:d
.-= Baca juga tulisan terbaru blogspot tutorial berjudul "Menampilkan Seluruh Posting Pada Label" =-.
Apr 15, 2010 @ 15:12:46
sekaligus juga dikembangkan agar tetap relevan dengan perkembangan dan dinamika zaman.
Apr 09, 2010 @ 21:49:35
Mungkin sudah saatnya Revolusi Birokrasi, Revolusi Kejaksaan, Revolusi Kepolisian … Kalau perlu memensiunkan dini semua pegawai yang berumur 40 tahun ke atas mengapa tidak? Untuk polisi, biarlah yang paling tinggi pangkatnya AKBP toh nanti juga bisa naik jadi KBP, BJP, IJP, KJP dan JP.
.-= Baca juga tulisan terbaru kombor berjudul "Diperlukan Jembatan Penyeberangan Orang di Medari di atas Jalan Jogja – Magelang" =-.
Apr 15, 2010 @ 15:11:51
wah, bisa jadi itu bisa menjadi solusi jitu dalam reformasi birokrasi, mas arif.
Apr 09, 2010 @ 21:22:28
wah…. ternyata wayang juga berperan untuk negara ya….
Apr 15, 2010 @ 15:11:40
sebagai produk budaya, wayang hanya simbol, mbak ade, hehe …
Apr 09, 2010 @ 21:20:36
udah lama juja sih gag pernah liat wayang….
liat dulu……
.-= Baca juga tulisan terbaru yuni berjudul "Menurutku Perguruan Tinggi Idaman Itu …" =-.
Apr 15, 2010 @ 15:10:46
hmmm … mbak yuni tinggal di mana?
Apr 09, 2010 @ 20:36:53
emm… uang-uang dan uang, mungkin atau memang para pejabat seperti gayus dan kroni-kroninya tercipta dengan mata yang tak akan pernah merasa puas dengan uang haram pak he..he..
.-= Baca juga tulisan terbaru arifudin berjudul "Hak prerogatif blogger" =-.
Apr 15, 2010 @ 15:10:23
mungkin ndak pernah bisa mengucap sekadar kata “syukur”, mas arif, haks.
Apr 09, 2010 @ 18:06:57
sejak dari pra sekolah, guru mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai keluhuran kepada “anak bangsa” namun pada akhirnya semuanya akan kembali kepada “nilai-nilai keimanan” individu tersebut apakah memiliki makna atau hanya sebagai slogan belaka. Fenomena kejahatan dengan berbagai bentuknya saat ini juga menjadi “pendidik” yang tidak kalah perannya membentuk karakter “anak bangsa”. Salam hangat dan sukses selalu.
.-= Baca juga tulisan terbaru yusami berjudul "PERESMIAN KERETA API DI AMPAH KALIMANTAN TENGAH" =-.
Apr 15, 2010 @ 15:08:17
salam hangat dan sukses elalu juga, mas yussa. itulah tantangan berat kita pada masa sekarang dan waktu2 mendatang, mas.
Apr 09, 2010 @ 17:34:09
bisa jadi pelaku markus itu belajar dari cerita-cerita pewayangan pak..
Apr 15, 2010 @ 15:07:29
hehe … kalau belajar, mengapa mesti yang jahat2, pak, hehe …
Apr 09, 2010 @ 16:35:54
Dinegeri ini apasih yang tidak bisa di makelari dan jadi uang ?
terlepas itu uang panas, uang haram, uang halal kayaknya sudah tidak perduli lagi, yang penting dapat uang.
Apr 15, 2010 @ 15:06:53
walah, ternyata benar, bahwa di berbagai tempat calo atau maklar itu ada.
Apr 09, 2010 @ 16:24:37
Sudah lama saya berpikiran bahwa ada yang tidak beres dalam pengelolaan negara kita ini. Buktinya, kenapa di negeri yang kekayaan alamnya melimpah ruah ini justeru banyak rakyat kelaparan. Kenapa di negeri yang kaya hasil laut berjuta macam ikan ini nelayannya kesulitan mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Kenapa di tanah yang subur ini para petani tidak dapat hidup layak? Dinegeri kaya minyak bumi ini kok orang antri untuk beli bbm yang mahal. Dinegeri yang kaya batubara ini kok listerik mahal dan sulit didapat. Kenapa…kenapa…kenapa? sejak kecil hingga kini aku terus bertanya-tanya.
Sekarang lah baru terjawab. Pengelola negara tidak jujur sehingga kue pembangunan dibagi-bagi untuk diri pribadi,keluarga, kroni para elit penguasa. Rakyat kecil tidak diperhatikan dan bahkan remah kuenya pun tidak dapat.
Haruskah Indonesia sebagai negara dibubarkan saja karena tidak dapat lagi mensejahterakan rakyatnya? huh…Apa kata dunia?
.-= Baca juga tulisan terbaru Syamsuddin Ideris berjudul "Penerimaan Santri Baru SMA Al Baladul Amin" =-.
Apr 15, 2010 @ 15:06:18
doh, teman2 sudah banyak yang berteriak tentang perlunya revolusi, pak, syam, haks. tapi kalau mesti bubar kelir fdan ganti kelir baru, apa malah ndak makin repot, yak.
Apr 09, 2010 @ 16:14:35
makin lucu saja dalangnya.. hihihihi
Apr 15, 2010 @ 15:05:14
hehe … dalange sapa, mas?
Apr 09, 2010 @ 15:56:33
Mantab ni videonya pak
Apr 15, 2010 @ 15:04:58
hehe … asal comot dari youtube, mas adib.
Apr 09, 2010 @ 14:55:36
[-( harus ada seorang kresna, yang membuat semuanya ke jalur yang bener. Tao rakyat adalah seorang srikandi, meski tampak lemah namun dia bisa menumbangkan seorang bisma sekalipun.
Apr 15, 2010 @ 15:04:27
solusi versi pewayangan yang oke, mas. setuju!
Apr 09, 2010 @ 14:49:37
Perang kembang itu beda dengan pasar kembang
Rupanya cerita di negeri ini nyaris sama dengan negri di pewayangan yang dimainkan oleh sang dalang,, lantas sebenarnya siap sih dalang di negeri ini, mungkinkah teredapat dalang2 yang lain
Apr 15, 2010 @ 15:00:47
hehehe … yang tampak di kelir biasanya hanya wayangnya, pak wahyu, haks. dalangnya susah ditebak.
Apr 09, 2010 @ 14:33:09
sebuah ilustrasi yang bagus sekali pak, semoga saja para Arjuna kita bisa menegakkan hukum dengan baik dan benar serta adil..
.-= Baca juga tulisan terbaru RizqySultanAlfaroby berjudul "Build Commitment and Employee Performance" =-.
Apr 09, 2010 @ 14:31:37
sebuah ilustrasi yang bagus sekali pak, semoga saja para Arjuna kita bisa menegakkan hukum dengan baik dan benar serta adil
.-= Baca juga tulisan terbaru RizqySultanAlfaroby berjudul "Build Commitment and Employee Performance" =-.
Apr 15, 2010 @ 15:03:42
terima kasih apresiasinya, mas rizqy.