Home | Archives for April, 2010
Lerengmedini, Apsas, dan Dinamika Sastra Kendal
(30 April 2010, 229 pembaca, 56 respon)
Komunitas Lerengmedini bekerjasama dengan milis Apresiasi Sastra (Apsas) kembali menggelar Parade Obrolan Sastra III di Pondok Maos Guyub, Bebengan, Boja, Kendal, Jawa Tengah. Acara yang dihelat pada 21 hingga 30 April mulai pukul 19.30 WIB ini menghadirkan beberapa narasumber dari kalangan wartawan, penyair, cerpenis, perupa, dan novelis. Diantaranya, F Rahardi (novelis), Agus Noor (cerpenis), Sigit Susanto (penulis catatan perjalanan/traveller)... Membangun Karakter Bangsa melalui Festival dan Lomba Seni
(29 April 2010, 758 pembaca, 47 respon)
Tanggal 26-28 April 2010, saya bersama beberapa rekan sejawat didaulat untuk menjadi juri dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa SD Tingkat Prov. Jawa Tengah Tahun 2010 di Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah. Dalam pandangan awam saya, festival dan lomba yang digelar secara berjenjang melalui seleksi dari tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga nasional tersebut memiliki makna strategis untuk mendekatkan anak-anak... Tags: Festival seni, Kearifan Lokal
Sastra, Korupsi, dan Keterasingan Hidup
(25 April 2010, 586 pembaca, 55 respon)
Panggung sosial di negeri ini agaknya sedang menampilkan lakon keterasingan hidup. Sebuah situasi yang sangat paradoksal. Di tengah dinamika peradaban yang demikian gegap-gempita menyajikan repertoar-repertoar global yang genuine dan beradab, Indonesia justru menampilkan ikon dan citra korup yang membuat wajah bangsa kian tercoreng. Terkuaknya megaskandal maklar kasus, mafia perpajakan, mafia hukum, mafia peradilan, atau mafioso-mafioso... Senjakala di Negeri Kelelawar
(22 April 2010, 420 pembaca, 53 respon)
(Kisah ini merupakan bagian ke-13 dari serial “Negeri Kelelawar”. Yang belum sempat membaca, silakan nikmati dulu kisah Menagih Janji Politisi di Negeri Kelelawar (1), Ontran-ontran di Negeri Kelelawar (2), Situasi Chaos di Negeri Kelelawar Makin Parah (3), Angin Reformasi Berhembus Juga di Negeri Kelelawar (4), Menyiasati Kecamuk Separatisme di Negeri Kelelawar (5), Kekuasaan Negeri Kelelawar dalam Kepungan Ambisi Petualang... Penafsiran Naif terhadap Gagasan dan “Pemberontakan” Kartini
(20 April 2010, 503 pembaca, 87 respon)
Kartini bisa dibilang sebagai sosok fenomenal pada zamannya. Sebagai priyayi trah Jawa berdarah biru, pandangan dan pemikirannya jauh melampaui batas dimensi feodalistik yang masih begitu kuat membelenggu sekat-sekat kehidupan perempuan bangsawan. Ia tak pernah berhenti melakukan sebuah “pemberontakan” pemikiran terhadap atmosfer aristokrat yang menelikungnya.
“Pemberontakan” pemikiran itu disampaikan melalui berbagai... Plugin Shoutbox untuk WordPress
(19 April 2010, 483 pembaca, 59 respon)
Ujian Nasional Online Bisakah Terwujud?
(17 April 2010, 339 pembaca, 68 respon)
Ujian Nasional (UN) yang rutin digelar setiap tahun selalu menyisakan kisah pilu dan tragis sekaligus juga lucu. Pilu dan tragis lantaran kecurangan demi kecurangan terus terjadi, sekaligus lucu sebab kecurangan demi kecurangan itu (nyaris) dibiarkan terus terjadi tanpa penanganan serius, meski perangkat regulasinya sangat jelas. Hampir semua pemangku kepentingan pendidikan tak berdaya menghadapi sindrom kecurangan UN ini. Yang... Menjadi Bangsa Pelupa
(15 April 2010, 490 pembaca, 102 respon)
Mungkin ada benarnya kalau ada yang bilang bangsa kita tergolong sebagai bangsa pelupa. Jauh sebelum peradaban modern muncul, orang tua kita menciptakan sebuah adagium, “lupa kacang akan kulitnya”, untuk menggambarkan karakter orang yang lupa akan asal-usul dan jati dirinya. Orang tua Jawa bilang, “wong melik nggendhong lali”, untuk menggambarkan karakter orang yang suka mabuk kekuasaan seperti dalam repertoar “Petruk... Episode “Perang Kembang” dan Jalan Kebajikan
(9 April 2010, 494 pembaca, 136 respon)
Terkuaknya aroma korupsi dalam skandal perpajakan yang memunculkan nama Gayus Tambunan, bisa jadi baru satu dari sekian mafia yang sempat terendus. Konon, masih banyak aroma busuk penggelapan uang rakyat dan negara yang tak tercium. Berbagai skandal dan mafia yang terjadi itu makin menegaskan bukti kalau korupsi yang berlangsung di negeri ini memang sudah menggurita di berbagai lapis dan lini birokrasi. Bahkan, aparat penegak hukum... Tags: gayus tambunan, korupsi
Gayus Tambunan dan Rumitnya Penanaman Nilai Kejujuran
(6 April 2010, 1,097 pembaca, 111 respon)
Nama Gayus Tambunan, belakangan ini meroket; melebihi ketenaran seorang seleb. Aparat kepolisian, pekerja media, dan masyarakat luas mengarahkan perhatiannya pada PNS golongan III A di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan yang disebut mantan Kepala Badan Reserse Kriminal, Komisaris Jenderal Susno Duadji, terlibat dalam kasus pajak sebesar Rp 25 miliar itu. Pesona dan aroma korup yang melekat pada dirinya seakan-akan berperan... 










