23Jan 2010 180 Comments
Negeri Kelelawar Menjadi Sarang Koruptor
(Kisah ini merupakan bagian ke-12 dari serial “Negeri Kelelawar”. Yang belum sempat membaca, silakan nikmati dulu kisah Menagih Janji Politisi di Negeri Kelelawar (1), Ontran-ontran di Negeri Kelelawar (2), Situasi Chaos di Negeri Kelelawar Makin Parah (3), Angin Reformasi Berhembus Juga di Negeri Kelelawar (4), Menyiasati Kecamuk Separatisme di Negeri Kelelawar (5), Kekuasaan Negeri Kelelawar dalam Kepungan Ambisi Petualang Politik (6), Isu Dekrit Presiden di Negeri Kelelawar (7), Premanisme Merajalela di Negeri Kelelawar (8), Geger Ujian Nasional di Negeri Kelelawar (9), Terang Bulan Tak Ada Lagi di Negeri Kelelawar (10), dan Gerakan Apolitis Kaum Muda Negeri Kelelawar (11)).
Suasana dingin berkabut. Gunung, lembah, dan ngarai tak henti-hentinya menggelontorkan gumpalan kabut yang membadai di seantero lembah Negeri Kelelawar. Meski demikian, negeri tropis itu tak sanggup membendung suasana gerah dan panas. Di berbagai sudut dan lorong lembah, muncul kerumunan rakyat kelelawar dengan tatapan mata beringas dan kalap. Seperti dikomando, secara bergelombang, mereka berkerumun, lantas membangun iring-iringan seperti gerombolan masyarakat purba yang hendak melakukan ritus pengorbanan di atas altar para dewa. Mulut mereka tak henti-hentinya meneriakkan yel-yel yang gegap-gempita.

“Gantung koruptor! Gantung koruptor!” teriak mereka berulang-ulang. Garang dan bersemangat. Suara yel-yel yang gegap-gempita itu seperti menggetarkan pintu langit sehingga menggeliatkan para kelelawar yang bergelantungan di pinggang dan punggung goa. Karuan saja, para kelelawar yang terkantuk-kantuk dan terlelap dalam mimpi panjang serentak membuka kelopak mata, lantas terbang melintasi bubungan atap rumah-rumah penduduk. Tergesa-gesa. Dalam sorotan lampu merkuri yang temaram, sesekali moncong kelelawar terantuk bangunan beton yang angkuh dan tinggi menjulang. Tergeragap, mengendap-endap, lantas kembali menggeliat; terbang melintasi temaram lampu merkuri.
Ya, ya, ya, sebulan belakangan ini, rakyat negeri kelelawar memang tengah membangun sebuah gerakan penyadaran secara kolektif untuk mewaspadai korupsi sebagai bahaya laten yang mesti diberantas. Korupsi, menurut para aktivis gerakan antikorupsi, dianggap sebagai biang kerok yang telah membikin negeri seribu lembah itu tersungkur dalam kubangan kemiskinan yang berlarut-larut. Sudah lebih enam dasawarsa hidup di alam merdeka, tetapi mulut rakyat baru sanggup berteriak setengah merdeka dari penjajahan neo-kolonialisme yang dalam praktiknya mewujud dalam gerakan materialisme, konsumtivisme, hedonisme, atau liberalisme. Praktik ekonomi yang korup dan penuh limbah manipulasi, membuat anggaran negeri Kelelawar terpasung dalam kebijakan-kebijakan semu yang hanya menguntungkan beberapa gelintir orang yang masuk dalam jaringan dan lingkaran kekuasaan. Selebihnya, rakyat mesti menjadi tumbal kebijakan yang tak pernah berpihak kepada rakyat yang bertahun-tahun lamanya terlilit hutang dan kemiskinan yang mencekik leher. Ironisnya, kaum elite negeri kelelawar justru makin tenggelam dalam kepongahan dan kian rakus dalam menguasai aset-aset ekonomi yang seharusnya dikelola dan dioptimalkan untuk kesejahteraan rakyat.
Kaum kelas menengah negeri Kelelawar seperti baru saja bangkit dari alam sonya ruri. Mereka baru sadar kalau selama ini kekayaan negeri mereka telah dijarah habis-habisan oleh para koruptor yang rakus dan serakah, tetapi berpenampilan santun dan rendah hati. Para koruptor, agaknya menguasai betul taktik psikologi massa, sehingga demikian gampang mengambil hati dan bermain simulasi di tengah panggung kehidupan yang nyata-nyata dialami oleh para kawula negeri yang miskin. Yang lebih merepotkan, para koruptor memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam setiap lini dan jaringan birokrasi, sehingga (nyaris) tak ada program dan kebijakan yang luput dari aroma korupsi. Dalam kondisi seperti itu, rakyat yang sudah jatuh dalam lubang kemiskinan terus ditimbuni dengan beban hutang luar negeri yang pada kenyataannya hanya digunakan untuk memperkaya pundi-pundi para penguasa dan jaringannya. Kondisi semacam itulah yang memicu gerakan rakyat negeri kelelawar untuk melakukan aksi perlawanan terhadap korupsi secara masif dalam setiap ruang dan waktu.
Meski demikian, untuk melakukan gerakan perlawanan terhadap perilaku korupsi ternyata bukan perkara gampang. Rakyat juga mesti berhadapan dengan aparat penegak hukum yang nyata-nyata menunjukkan keberpihakan kepada para pengemplang harta negara itu. Hampir tak ada vonis mematikan bagi para koruptor sehingga gagal memberikan efek jera. Berbagai media demikian gencar mewartakan tentang aksi para koruptor dengan berbagai modus operandi-nya, tetapi para pendosa itu tak pernah bisa diadili di pengadilan. Dengan berbagai dalih dan argumen, mereka selalu bisa lolos dari jerat hukum. Kondisi itu diperparah dengan maraknya mafia hukum dan peradilan yang demikian gampang mempermainkan aparat penegak hukum dalam mengawal dan menegakkan supremasi hukum.
***
Di tengah maraknya aksi demo yang masif melakukan perlawanan terhadap para koruptor, para pejabat dan elite negara justru tidak menunjukkan empati terhadap nasib rakyat yang makin miskin dan hidup terlunta-lunta. Entah anggaran negara dari mana, beberapa pejabat teras justru pamer kekayaan dengan memasang gigi berlapis berlian. Konon, pemasangan gigi berlian itu konon dilakukan untuk menunjang tugas-tugas kenegaraan di negeri kelelawar yang harus banyak berurusan dengan pelayanan publik. Padahal, untuk memasang satu gigi berlian saja mesti mengeluarkan duwit hampir setengah milyar.
“Sungguh tidak etis kalau melakukan pelayanan publik, tapi kita tampil loyo dan tak berdaya dengan tampilan gigi yang kurang meyakinkan,” kata sekretaris negara seperti tanpa beban. “Dengan tampilan gigi yang oke, para pejabat publik bisa tampil percaya diri setiap saat meski tanpa harus sikat gigi terlebih dahulu, hahaha …” lanjutnya di tengah kerumunan wartawan sambil tersenyum menyeringai memperlihatkan beberapa deretan gigi berliannya yang bercahaya. Meski banyak menuai kritik, pemasangan gigi berlian itu berlanjut terus. Bahkan, para pejabat elite di berbagai daerah melakukan tindakan yang sama dengan memasang gigi berlapis emas.
Perilaku korupsi di negeri kelelawar memang benar-benar sudah berada di titik nazir peradaban. Berbagai upaya terus dilakukan oleh para aktivis untuk membuat negeri itu sehat dan bersih dari limbah korupsi. Namun, meski belum bisa dikatakan sia-sia, aksi mereka agaknya masih butuh waktu dan proses yang amat panjang. Entah, sampai kapan? *** (Bersambung)
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Negeri Kelelawar Menjadi Sarang Koruptor" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (23 January 2010 @ 15:44) pada kategori Negeri Kelelawar, Sastra dan telah dikunjungi oleh . Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:













Sep 19, 2011 @ 14:13:51
keadilan perlu di tegakkan,…
Ketika Petinggi Negeri Kelelawar Menafikan Suara Rakyat « Attorney Legal Blog
Dec 13, 2010 @ 23:35:30
[...] Bulan Tak Ada Lagi di Negeri Kelelawar (10), Gerakan Apolitis Kaum Muda Negeri Kelelawar (11), Negeri Kelelawar Menjadi Sarang Koruptor (12)), Senjakala di Negeri Kelelawar (13), Peradaban Negeri Kelelawar Tak Akan Pernah Mati (14), dan [...]
Prahara Tak Pernah Berhenti Mengguncang Negeri Kelelawar « Attorney Legal Blog
Nov 03, 2010 @ 07:31:57
[...] Bulan Tak Ada Lagi di Negeri Kelelawar (10), Gerakan Apolitis Kaum Muda Negeri Kelelawar (11), Negeri Kelelawar Menjadi Sarang Koruptor (12)), Senjakala di Negeri Kelelawar (13), dan Peradaban Negeri Kelelawar Tak Akan Pernah Mati (14). [...]
Jun 28, 2010 @ 15:20:58
pornografi dan koruptor adalah pimpina dinegeri ini….
Jun 16, 2010 @ 15:10:34
Disini koruptor lebih terpuji dibanding maling ayam.
Jun 10, 2010 @ 04:17:26
thank you nice article
Mar 23, 2010 @ 01:17:39
udah bosen dengan kata koruptor..
Apr 02, 2010 @ 08:49:00
hehe … perlu segera ditumpas agar kata2 itu ndak muncul lagi, mas, haks.
Jan 31, 2010 @ 06:24:23
Saya tertarik lihat gambar kelelawarnya…indah pak Sawali, biru keunguan.
Sudah lama bapak tak menulis negeri kelelawar..cerita ini membuatrasa kangen saya terpuaskan
Feb 01, 2010 @ 00:03:24
hehe … matur nuwun, bu eny. iya nih, bu, mohon maaf, baru sempat nulis kisah selengekan. bahkan, wayang dan cerpen selama ini malah jarang nulis lagi, hehe …
Jan 30, 2010 @ 07:15:51
Mantab gan…
boleh tak copy paste g??
Jan 31, 2010 @ 23:26:03
hehe … mangga, mas. gpp, di-kopas, kok.
Jan 29, 2010 @ 21:35:05
Mulai dari diri sendiri… Kena deh….
Jan 31, 2010 @ 23:12:55
hehehe … idealnya memang begitu, mas. tapi dalam soal korupsi, agaknya dibutuhkan keteladanan secara top-down.
Jan 29, 2010 @ 20:34:07
Pak sawali adalah motifasi bagi saya … untuk tetap semangat ngblog…
Jan 31, 2010 @ 23:11:43
walah, jangan berlebih dong, mas bayu, biasa sajalah, hehe …. kita bisa belajar dan sharing sama2, kok.
Jan 29, 2010 @ 18:21:58
Butuh waktu, kesabaran, kerja keras dan kerja sama untuk membalik kebiasaan yang telah membiasa..
.-= Baca juga tulisan terbaru dulqodir berjudul "RS. Bhayangkara Nganjuk Live Blogging" =-.
Jan 31, 2010 @ 23:11:06
hmmm …. agaknya memang demkian, mas. meski rakyat bisa bersabar, kaum elite negeri kelelawar juga harus memberikan keteladanan, hehe …
Jan 29, 2010 @ 16:54:46
kelalawar sayapnya hitam, terbang tinggi mencari makan..
negeri kelalawar, lembah, sungai dan ngarai..
kembalikan hak kami, singkirkan retribusi..
semoga kelalawar pemerintahan mengerti keadaan kelalawar yang jatuh didasar goa dan mau peduli..
.-= Baca juga tulisan terbaru Yunus Chalim berjudul "Ilmu Perkapalan Dan Teknologi Kelautan" =-.
Jan 31, 2010 @ 23:10:18
wah, kok hampir mirip dengan lagunya koes plus,mas yunus, hehe …
Jan 29, 2010 @ 16:04:24
kalau hukuman bagi koruptor belum bisa menjadi efek jera bagi pelakunya rasanya sulit negei kelelawar untuk bebas dari korupsi
.-= Baca juga tulisan terbaru achmad sholeh berjudul "Belajar Menjadi Manager Bagi Diri Sendiri" =-.
Jan 31, 2010 @ 23:09:40
betul sekali, pak sholeh. ini tentu saja jadi pr serius buat aparat penegak hukum dan regulasinya. ini di negeri kelelawar loh, pak, hehe …
Jan 29, 2010 @ 13:52:10
Kisah yang tak kan pernah mati…
Jan 31, 2010 @ 23:08:48
hehe … mas nanang bisa saja nih., makasih apresiasinya, mas.
Jan 29, 2010 @ 07:17:25
keadilan? optimis sajalah…
.-= Baca juga tulisan terbaru yanti tukang kerupuk berjudul "Menghitung amal (Sebuah renungan pribadi)" =-.
Jan 31, 2010 @ 23:07:34
hmmm … belum bisa optimis selama kelelawar koruptor masih bergentayangan, mbak.
Jan 29, 2010 @ 07:15:18
Assalamualaikum.wr.wb. Slmt Pagi. Salam dari Yanti sekeluarga. Semoga pemilik blog ini dan seluruh narablog yang hadir selalu dalam lindunganNya dan sukses menyertainya.Tabik
.-= Baca juga tulisan terbaru yanti tukang kerupuk berjudul "Menghitung amal (Sebuah renungan pribadi)" =-.
Jan 31, 2010 @ 23:06:58
terima kasih doanya, mbak yanti. salam sukses juga buat mbak yanti dan keluarga.
Jan 29, 2010 @ 06:41:49
sampai kapan ya? susah jawabnya pak. mungkin koruptor gak akan pernah musnah.. mari kita dukung KPK sepenuhnya.. Beri keadilan seadil-adilnya buat para koruptor jangan tebang pilih..
.-= Baca juga tulisan terbaru Anas berjudul "Domainku lagi Sakarotul Maut" =-.
Jan 31, 2010 @ 23:06:29
hehe … saya juga belum tahu, di negeri kelelawar sudah ada kpk apa belum, yak?
Jan 29, 2010 @ 01:45:31
Kisah kelelawar memang selalu mengharu biru, tetapi jangn lupa,walau memiliki indra yang tajam, kelelawar buta di siang hari. Dan kelemahan ini pun seringkali digunakan oleh para politisi rakus yang ingin mendongkel satu rezim, untuk menggantikannya dengan rezim baru bukan dengan tujuan membantu para kelelawar, tapi dengan tujuan yang sama, atau mungkin lebih buruk dari rezim sebelumnya.
Para kelelawar akan selalu menjadi alas kaki para raja yang ingin, membersihakan sepatu kotornya sebelum memasuki istana mereka.Dan kelelawar akan selalu menjadi kelelawar, jika mereka tidak belajar untuk melihat di siang hari….
.-= Baca juga tulisan terbaru Foto Unik berjudul "Jangan Pusingkan SEO : Hasilkan Blog PR1 PR2 PR3 PR4 kurang dari 4 bulan" =-.
Jan 31, 2010 @ 23:05:52
wah, sebuah pernyataan yang mencerahkan, mas fotounik. terima kasih, bisa jadi tambahan info utk serial berikutnya, nih, hehe …
Jan 28, 2010 @ 23:06:29
Koruptor jangan diberi tempat di negeri kita Indonesia..saya sebagai generasi muda ingin sekali suatu saat itu tercapai di negeri ini..Salam silaturahmi Pak
Salam Mukhtar
.-= Baca juga tulisan terbaru Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC berjudul "nowGoogle.com Adalah Multiple Search Engine Popular 1" =-.
Jan 31, 2010 @ 23:02:56
salam silaturahmi juga, mas mukhtar. terima kasih. hmmm … idealnya memang demikian, mas. perlu ada perangkat hukum yang bisa memberikan efek jera kepada para koruptor di negeri kelelawar.
Jan 28, 2010 @ 22:18:35
mari kita do’akan negeri kita menjadi aman dan damai
salam,
Jan 31, 2010 @ 23:01:23
amiiin, semoga doambas felani bisa segera terwujud.
Jan 28, 2010 @ 21:45:40
Mampir dulu untuk jabat tangan, silaturahim. Untuk membaca kisah menarik ini perlu waktu khusus nih. Maklum bacanya harus dari awal supaya tau alurnya. Salam
Jan 31, 2010 @ 23:00:57
salam kenal juga, mas aris. terima kasih silaturahminya.
Jan 28, 2010 @ 18:30:41
Negri kalelawar……. kayanya pernah denger nich, tapi dimana ya…. salam kenal brow, sukses buat anda
Jan 31, 2010 @ 23:00:30
salam kenal juga, mas saipul. terima kasih supportnya.
Jan 28, 2010 @ 12:41:58
memprihatinkan…
klop banget kalau ingin menggambarkan kondisi Indonesia. Ya, ya, ya seperti itulah kali.
Jan 31, 2010 @ 22:59:00
hehe …. ini mlulu kisah slengekan yang terjadi di negeri kelelawar, mas, haks.
Jan 28, 2010 @ 11:52:46
ah, negeri kelelawar, mencari makan dikegelapan. adakah negeri ini akan lebih baik dengan hasil halal dan bersih dari para koruptor? ah kuimpikan itu….
Jan 31, 2010 @ 22:58:24
semoga suatu saat mimpi itu dapat terwujud, pak zul, hehe …
Jan 28, 2010 @ 11:45:29
kalo manusia kayak kelelawar gimana yah..? ngeri banget para koruptor itu. x(
Pak sawali, salam sanjung dari santri alhikmah, kami harus belajar banyak dari panjenengan ,,,
.-= Baca juga tulisan terbaru Mr.eL berjudul "BERTAHANLAH , , , Demi Alhikmah ,,," =-.
Jan 31, 2010 @ 22:57:50
walah, sama2 belajar, mas. salam buat adik2 santri di alhikmah. salam kreatif.
Jan 28, 2010 @ 10:09:08
berkunjung di negeri kelelawar hehehe
n ditunggu kunjungan baliknya makasih
Jan 31, 2010 @ 22:57:04
terima kasih kunjungan dan komentarnya, mas.
Jan 28, 2010 @ 06:23:51
Negri kelelawar yag kejam. Sungguh cerminan manusia..
.-= Baca juga tulisan terbaru The Fachia berjudul "Download EASEUS Partition Master Professional 4.1.1 Free with Serial License Key Code" =-.
Jan 31, 2010 @ 22:56:45
hehe … itu mas fachia loh ya yang menafsirkan, hehe …
Jan 27, 2010 @ 22:10:52
Dalam hal melayani, sudah seharusnya memapankan diri sebelum akhirnya melayani. Kalau belum mapan kemudian melayani, akan menjadi omongan orang “belum mapan kok bisa-bisanya melayani, akan melayani dengan apa dia?” begitu mungkin katanya.
Masalah kemudian beralih ke cara mendaptkan kemapanan itu, ternyata setelah diurut pendapatan ketemu bahwa kemapanan didapatkan dengan cara-cara yang bukan seharusnya.
.-= Baca juga tulisan terbaru mandor tempe berjudul "SMT" =-.
Jan 31, 2010 @ 22:55:59
itulah yang menjadi masalah, mas mandor. niat baik kalau dilakukan dengan cara yang tidak baik, konon akan berdampak tdk baik juga, termasuk korupsi itu.
Jan 27, 2010 @ 17:31:17
kita hidup di negri kelelawar pantasnya
hukum para koruptor,,, bila perlu hukuman mati yang pantas buat mereka
Jan 31, 2010 @ 22:54:35
utk menimbulkan efek jera, agaknya vonis semacam itu yang perlu dijadikan sbg alternatif, mas, meskimasih menimbulkan pro dan kontra.
Jan 27, 2010 @ 17:22:30
kayaknya akan terus berlanjut ketika indonesia masih ada nih negeri kelelawarnya
Jan 31, 2010 @ 22:53:46
hehe .. beda mas suwung antara negeri kelelawar dan negeri Indonesia, hehe …
Jan 27, 2010 @ 15:37:20
tinggal nunggu om batman datang aja
.-= Baca juga tulisan terbaru blogger oprek berjudul "Indonesia Java International Destination" =-.
Jan 31, 2010 @ 22:53:16
hehehe … apa memang ada kaitannya antara negeri kelelawar dan batman, mas?
Jan 27, 2010 @ 13:58:03
karena di kantor.. maka ya cukup baca judulnya… yang penting silaturahim sama pak saawali :d
.-= Baca juga tulisan terbaru hmcahyo berjudul "Tips Ujian: MindMap Metode Mencatat AMPUH!" =-.
Jan 31, 2010 @ 22:52:48
gpp, mas heri, matur nuwun sudah menyempatkan diri silaturahmi.
Jan 27, 2010 @ 13:57:48
kayaknya kok mirip2 dengan republik buto ditempat saya….hihihihi….tapi alangah baiknya menurut saya kalau bisa tunjuk diri sendiri sebelum tunjuk orang lain salah, apalah arti dari merubah republik ini apabila merubah diri sendiri aja tidak bisa……
Jan 31, 2010 @ 22:52:21
hehe … kok bisa? hmm … saya juga setuju tuh, mas tono, meski demikian, soal korupsi seharusnya perlu pendekatan top-down. para elite yang seharusnya memberikan teladan.
Jan 27, 2010 @ 10:26:00
Pamer gigi hanya pas buat Tantan tokoh boneka idola anak-anak di Jalan Sesama
Kumpul semua minum banyu gendeng…kepentingan partai & golongan….lalu pada braokan persis catur wanara rukem. Emang kita ini sedang belajar demokrasi “kethek saranggon”
Ngemeng-ngemeng Pak loadingnya kalau mau mertamu ke tempat panjenengan kok lelet ya
Jan 31, 2010 @ 22:50:41
hehe … baru denger istilah baru daripak tomy, nih. :kethek saranggon”. wah, ttg loading yang berat, saya ndak tahu juga nih, pak, bagaimana cara mengatasinya.
Jan 26, 2010 @ 17:59:16
mmm, serial ke 12 ….

negeri koruptor, akan kah negeri itu bisa berubah ?! kita simak kelanjutannya
.-= Baca juga tulisan terbaru afwan auliyar berjudul "search engine spider simulator, cara mengetahui kerja spider" =-.
Jan 31, 2010 @ 22:49:39
hehe … saya juga belum tahu nih, mas afwan, bagaimana harus mengakhiri serial ini, keke …
Jan 26, 2010 @ 15:21:54
penulisan yang tegas dengan pemaparan yang lembut
.-= Baca juga tulisan terbaru zulhaq berjudul "Sinting Masuk Kelas (SMK)" =-.
Jan 31, 2010 @ 22:49:04
hehe … mas zul bisa saja, nih. tulisan biasa saja, kok.
Jan 26, 2010 @ 14:37:13
memang selayaknya para koruptor yg hidup di bumi ini layak di tembak mati ato di pancung…saya sangat setuju itu…
meski terkesan kejam, itu adalah satu²nya yg bisa membuat mereka jera…
Jan 31, 2010 @ 22:48:30
mungkin itu salah satu cara utk menimbulkan efek jera, mas, meski hukuman semacam ini masih menimbulkan pro dan kontra.
Jan 26, 2010 @ 14:35:11
betul pak tidak hanya di negeri kelelawar, di negeri kita juga hampir tak ada vonis mematikan bagi para koruptor sehingga gagal memberikan efek jera. Bisa aja meloloskan diri..
pakabar pak sawali?
salam, ^_^
.-= Baca juga tulisan terbaru Didien® berjudul "Hilang..?! Ikhlasin Aja" =-.
Jan 31, 2010 @ 22:47:47
salam juga, mas didien. hmmm … memang sudah seharusnya korupsi dijadikan sebagai “musuh bersama”, mas.
Jan 26, 2010 @ 14:32:30
judul yg unik..membuat saya penasaran membaca isinya…
semoga masalah korupsi di negeri kita bisa “sedikit” berkurang yah pak..*kalo g bisa tuntas semua* amin
.-= Baca juga tulisan terbaru Caride™ berjudul "PTR Bloggersreview" =-.
Jan 31, 2010 @ 22:46:59
amiiin, mudah2an saja demikian, mas caride.
Jan 26, 2010 @ 13:17:40
gigi yang menakutkan walau terbuat dari emas berlian.
Jan 31, 2010 @ 22:46:33
hehehe … betul juga, mas pengendara, apalagi kalau duwit yg dipakai berasal dari uang yang diduga hasil korupsi, haks.
Jan 26, 2010 @ 11:53:53
Ternyata korupsi gak hanya di Indonesia
di negeri Kelelawar juga merajalela ya bro..
biasanya kalo udah sampai titik nadir… tinggal nunggu pahlawan datang.. mungkin Batman yaa hehe
.-= Baca juga tulisan terbaru elmoudy berjudul "Avatar" =-.
Jan 31, 2010 @ 22:45:06
hehehe … masih belum jelas benar, siapa nanti yang akan jadipehlawan pemberantas korupsidi negeri kelelawar, mas, hehe …
Jan 26, 2010 @ 11:13:13
“Gantung koruptor! Gantung koruptor!”
wah sangat kejam sekali para koruptor itu, mengambil uang negara..
bunuh…… :-t
Jan 31, 2010 @ 22:44:22
hehe … bisa jadi itu gambaran rakyat negeri kelelawar yang marah, gus.
Jan 26, 2010 @ 10:24:17
kalau kelelawar seperti itu di tempat saya bisa di makan warga pak (Kalong) heeee …. :d/:d/:d/
Jan 31, 2010 @ 22:43:46
wew…. ada kalong juga rupanya di tempat mas bayu, hehe …
Jan 26, 2010 @ 10:12:01
merupakan bagian daripada proses yang memakan waktu berdekade memang membuat banyak yang tidak sabar
Jan 31, 2010 @ 22:43:13
hmmm …. semoga saja gerakan kelelawar bersih bisa segera terwujud, mas boyin, hehe …
Jan 26, 2010 @ 03:40:12
gak enak banget yach sebutannya… “SARANG KORUPTOR” … isinya Koruptor Professional
Jan 31, 2010 @ 22:41:44
hehehe … mungkin itulah istilah yang pas, mas, utk menggambarkan merajalelanya korupsi di negeri kelelawar.
Jan 26, 2010 @ 01:01:51
komennya ketelan gak mas:((
.-= Baca juga tulisan terbaru Mamah Aline berjudul "Cinta sejati merpati" =-.
Jan 31, 2010 @ 22:41:02
ndak kok, mbak. aman!
Jan 26, 2010 @ 00:50:59
mungkin negri kita berada dibawah ancaman kelelawar sekaligu tikus yang mengerogoti, keduanya ancaman terhadap kelangsungan bangsa. Tulisan apik pak sawali dengan tata bahasa yang bagus membuat uraiannya jelas.
.-= Baca juga tulisan terbaru Mamah Aline berjudul "Cinta sejati merpati" =-.
Jan 31, 2010 @ 22:40:45
hehe …. bisa jadi begitu, mbak. korupsil layak dijadikan sbg “musuh bersama”. konon kemiskinan ndak akan pernah bisa diatasi selamamasih ada korupsi. widih, jadi malu nih, sekadar tulisan slenegkan, kok., mbak.
Jan 25, 2010 @ 23:04:44
salam kenal, Pak Sawali
negri kelelawar telah jenuh oleh panasnya api korupsi
Jan 31, 2010 @ 22:38:25
salam kenal juga, mas. makasih kunjungan dan komentarnya.
Jan 25, 2010 @ 22:45:05
Masih mikir pak…….. kelelawar kalo korupsi apa ya trus yang dikorupsi apa ya… (bingung mode on) 8-|
Jan 31, 2010 @ 22:38:02
hehe … kenapa mesti bingung toh, mas novi? korupsi kan bisa dilakukan siapa saja, termasuk bangsa kelelawar. kalau niatnya sudah ndak bener, apa pun bisa dikorup, hehe … *sok tahu, mode on*
Jan 25, 2010 @ 22:37:39
wah, ketinggalan brita dari Negeri Kelelawar nih,
ternyata di sana sedang musim pasang gigi palsu dari bahan rojo-brono
kok makin parah ya…
harusnya otaknya yang digosok biar secemerlang berlian
atau hatinya yang dipermak biar secemerlang emas
biar pada sembuh korupsinya
.-= Baca juga tulisan terbaru Pradna berjudul "Komputer di Rumah Kayu" =-.
Jan 31, 2010 @ 22:35:59
hmmm ,,, ironis memang, mas pradna.di tengah rakyat kelelawar yang miskin, ternyata mereka malah pamer gigi berlian dan emas. piye toh iki?
Jan 25, 2010 @ 21:16:52
sayab rasa, karena para kelelawar kebanyakan di cekoki cerita “si kancil mencuri ketimun”
bukankah dalam cerita tersebut si kancil begitu pandai (menandakan bahwa dia berpendidikan) dan santun (penipu, pencuri modern pada santun- santun).
biarlah….mereka kenyangkan perut – perut gendut maksiat mereka. nanti kan ada balasanya sendiri. tinggal tunggu waktu:-?:)>-
.-= Baca juga tulisan terbaru Blogger Terpanas berjudul "Bagaimana Blog kita satu bulan ke depan ?" =-.
Jan 31, 2010 @ 22:34:50
hmmm …. betul sekali. mas. semoga mereka segera insaf, bahwa harta yang mereka dapatkan kelak akan dimintai pertanggumngjawabannya.
Jan 25, 2010 @ 20:36:37
Takjub… dg bahasa sastranya empunya blog… *lanjut takjub lagiii
.-= Baca juga tulisan terbaru arihevea berjudul "Translate Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris di Pesawat" =-.
Jan 31, 2010 @ 22:33:39
walah, mas ari bisa saja, nih. tulisan biasa saja, kok. makasih apreiasinya.
Jan 25, 2010 @ 20:02:54
Kelihatannya Negeri Antah Berantah dan Negeri Kelelawar nasibnya sama ya paaaak.. dijadikan sarang manusia manusia serakah yang mau mengorbankan segala cara hanya untuk keserakahan pribadi..
.-= Baca juga tulisan terbaru KangBoed berjudul "Tanggapan Top Komentator, Copy Paste dan Bahasa Melangit" =-.
Jan 31, 2010 @ 22:33:13
agaknya perilaku korup tak hanya terjadi di negeri kelelawar, kangboed, hehe …
Jan 25, 2010 @ 19:59:52
RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk
MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
Jan 31, 2010 @ 22:32:35
i love you full too., kangboed, hehe …
Jan 25, 2010 @ 19:49:12
apapun jenisnya, koruptor hrs dibasmi di negri ini!!
Jan 31, 2010 @ 22:31:58
setuju, mas. apalagi di negeri kelelawar yang sebagian besar rakyatnya hidup dalam kemiskinan.
Jan 25, 2010 @ 17:18:04
biarlah, semua ada balasannya…..,,,,,
semoga para koruptor pada lekas sembuh
salam
.-= Baca juga tulisan terbaru ofaragilboy berjudul "Foto Seksi Si Anu & Si Minu" =-.
Jan 31, 2010 @ 22:31:23
kita berharap demikian, mas. semoga para elite negeri kelelawar segera kembalike jalan yang lurus.
Jan 25, 2010 @ 16:56:42
“gantung koruptor” ngeri yah dengernya

.-= Baca juga tulisan terbaru Rindu berjudul "Punah …" =-.
Jan 31, 2010 @ 22:30:18
hehe … ucapan itu mungkin keluar lantaran sudah tak tahu lagi cara rakyat negeri kelelawar menghadapi perilaku para koruptor, mbak, hehe …
Jan 25, 2010 @ 16:11:13
salam kenal Om
.-= Baca juga tulisan terbaru Next-Prev berjudul "[warning] Tips jadi "Jutawan"" =-.
Jan 31, 2010 @ 22:29:33
salamkenal juga, mas. terimakasih kunjungannya.
Jan 25, 2010 @ 15:32:32
semoga masing2 pribadi sadar… korupsi hanya menyusahkan rakyat kecil, baik di negeri kelelawar maupun di negeri2 yg lain
.-= Baca juga tulisan terbaru Ongki berjudul "Paket Bundling Nokia dan Huawei" =-.
Jan 31, 2010 @ 22:29:14
betul sekali, mas ongki. mungkin benar kalau ada yang bilang, di mana ada korupsi pasti ada juga kemelaratan.
Jan 25, 2010 @ 15:10:56
kasihan rakyat negeri kelelawar yang kelaparan. jangankan melapis gigi dengan berlian, mengupayakan agar setiap hari ada yang akan dikunyah saja sulit. dan mirisnya lagi, koruptor seperti mendapat tameng dari para aparat penegak hukum. hiks.
mudah-mudahan negeri kelelawar tinggal negeri kelelawar, tidak sampai ke negeri indonesia.
Jan 31, 2010 @ 22:28:27
iya, nih, mbak. mungkin tak hanya negeri kelelawar yang mengalami nasib sial seperti ini, mbak yulfi. konon di mana ada korupsi, di situ pasti ada kemiskinan.
Jan 25, 2010 @ 14:38:56
Negeri kelelawar yang penuh ironi. Bagaimana caranya ya supaya negeri ini bisa menjadi negeri yang amanah?
.-= Baca juga tulisan terbaru tengkuputeh berjudul "RISALAH SANG DURJANA BAGIAN ENAM" =-.
Jan 31, 2010 @ 22:27:42
itu dia yang ndak mudah dicari penyelesaiannya, mas tengku, selama kaum elitenya ndak pernah mau berubah, haks.
Jan 25, 2010 @ 13:57:13
alow mas sawali…tulisan ini sepertinya nyambung dengan tulisan saya saat ini, cek di http://oktasihotang.com/2010/01/25/anak-jalanan-juga-manusia/
Jan 31, 2010 @ 22:27:08
wah, mantab juga tuh, mas okta. saya juga sudah ke TKP. hmmm … ttg anak2 jalanan itu?
Jan 25, 2010 @ 11:53:03
:d/:d/:d/
BECIK KETITIK ALA KETARA, SING SALAH SELEH
Selama di negri ini ada orang yang beriman, maka masih akan mendapat pertolongan-Nya (kata khatib sholat Jum’at…)
Jan 31, 2010 @ 22:25:59
betul sekali, mas xit. ungkapan itu agaknya masih relevan hingga akhir peradaban.
Jan 25, 2010 @ 11:44:26
analoginya mantap…
nice post untuk para koruptor di negeri tercinta ini, semoga mereka tersadar..
Jan 31, 2010 @ 22:25:12
hehe … biasa saja kok, mas alfaro. makasih apresiasinya.
Jan 25, 2010 @ 11:05:00
berkunjung dulu, nanti lain waktu ingin kubaca hingga tuntas, secara khusus
.-= Baca juga tulisan terbaru narno berjudul "Tiga Tanda Mata" =-.
Jan 31, 2010 @ 22:24:50
mangga, masnarno, matur nuwun.
Jan 25, 2010 @ 10:23:56
Semoga kita masih punya yang namanya : HARAPAN, KESEMPATAN dan WAKTU
Semoga rakyat negeri kelelawar ini bisa hidup lebih manusiawi dan sejahterah…
(doh) Kelelawar koq manusiawi.. piye tho aku iki…?
Haks…!
.-= Baca juga tulisan terbaru Pingin ngeblog berjudul "Megatruh" =-.
Jan 31, 2010 @ 22:23:06
harapan, kesempatan, dan waktu, insyaallah masih ada, mas xit. yang jadi persoalan, apakah para petinggi kelelawar mau melakukan perubahan? haks.
Jan 25, 2010 @ 09:02:17
semoga saja negera ini bisa menjadi negara yang bersih dari koruptur,… bisa gak yach???
.-= Baca juga tulisan terbaru dameydra berjudul "Work Shop Data Base Pendidikan" =-.
Jan 31, 2010 @ 22:22:14
amiiin, mudah2an saja demikian, mas damey.
Jan 25, 2010 @ 06:25:53
hisap tuntas darah anak negeri…..
.-= Baca juga tulisan terbaru erlangga berjudul "Standarisasi Kualitas Kambing Etawa" =-.
Jan 31, 2010 @ 22:21:50
betul, mas erlangga, korupsi bener2 telah membikin rakyat negeri kelelawar sengsara.
Jan 25, 2010 @ 04:38:47
semangat….
yuni yakin negeri kelelawar bisa bebas dari korupsi.
semangat…. kalian pasti bisa…
Jan 31, 2010 @ 22:21:13
mudah2an saja para petinggi kelelawar bisa memberikan teladan kepada rakyatnya bagaimana cara hidup terbebas dari belenggu korupsi.
Jan 25, 2010 @ 04:34:19
ia betul….
butuh proses panjang mungkin untuk memberihkannya…
dan semoga saja bisa.
Jan 31, 2010 @ 22:20:20
betul sekali, mbak ade, apalagi kalau korupsi sdh menggurita di berbagai lapis dan lini birokrasi.
Jan 25, 2010 @ 01:46:40
menunggu sambungan kelelawar 13 (wadoh angka 13 tuh kan???)
Jan 31, 2010 @ 22:18:51
memangnya ada apa, mas, dengan angka 13 itu?
Jan 25, 2010 @ 01:43:17
demo masif; saat ini saya kadang berpikir terlalu kurang yah, walopun memang kemaren2 saya liat di channel tipi “kelelawar putih” seperti meledak besar bin akbar terutama pas berbarengan dengan hari ‘kelelawar pekerja’ dan ‘kelelawar koruptor’ bulan kemaren tapi tetep saja terpatahkan dengan ‘aksi pembiaran’ dari ‘pejabat kelelawar’ dan atau malah telah terpatahkan dengan statment ‘kelelawar nomor wahid’ yang memberikan info bagi ‘kelelawar rakyat’ tentang negatif/tersusupinya akdi demo masif itu, walo akhirnya statment tersebut dapat dipatahkan juga dengan aksi demo yang masih tergolong aman –’kelelawar intel’ keknya masih harus banyak belajar kepada ‘kelelawar 007′ tuh– (lmao)
mungkin pemasangan gigi berlapiskan emas/berlian itu untuk memudahkan dan atau mendukung pelayanan kepada rakyat negeri kelelawar agar tidak terasa sakit kalo di gigit, jadi golongan kelelawar jelata malah bisa jadi senang tuh digigit pejabat kelelawar =)) *mau dong digigit!!!!*
)
Jan 31, 2010 @ 22:18:16
hehe … kalau di negeri kelelawar bisanya kan bermewah lewat gigi, mas addhie, hehe … kayaknya mereka ndak mungkin akan pamer mobil mewah utk memanjakan para pejabat, haks.
Jan 24, 2010 @ 22:38:27
kapan bisa menulis sebagus bapak, doanya….!
Jan 30, 2010 @ 18:01:42
walah, mas anis. saya yakin mas anis bisa menulis lebih oke, kok. ini sekadar tulisan dengan gaya slengekan.
Jan 24, 2010 @ 22:13:04
aduh duh duh… ada yang ‘kena’ g ya baca tulisan bapak ini?
.-= Baca juga tulisan terbaru wahyu berjudul "Scuba TV" =-.
Jan 30, 2010 @ 18:01:06
hehe … kok ada yang kena, toh, mas wahyu? kan ndak bermaksud mbidik sapa2, toh, haks.
Jan 24, 2010 @ 19:35:20
Semoga potret negeri kelelawar bisa menjadi cambuk bagi Indonesia.
Jan 30, 2010 @ 18:00:28
mudah2an demikian, mbak novita.
Jan 24, 2010 @ 16:22:52
yg perlu diubah di negeri kelelawa bukan sekedar mental dan orang nya tapi isi otak orang2nya juga harus diubah pak
Jan 30, 2010 @ 17:59:14
loh, isi otak mereka memang seperti apa, mas santri, kok juga mesti diubah?
Jan 24, 2010 @ 14:31:25
membutuhkan waktu panjang dan kesungguhan hati dari para aktivis untuk membersihkan lagi negeri kelelawar dari para koruptor… saya tunggu kelanjutannya pak….
Jan 30, 2010 @ 17:58:40
saya kira benar,mas bayu. memberantas korupsi tak semudah membalik telapak tangan.
Jan 24, 2010 @ 13:54:33
alhamdulillah, saya masih betah hidup di negeri kelelawar ini.
>-
anyway, assalamu’alaikum Pak Sawali. :d
Jan 30, 2010 @ 17:57:20
hehehe … maksudnya kalau malam kerja, siangnya tidur gitu toh, mas deno, haks.
Jan 24, 2010 @ 10:39:44
Kali saja koruptor memang musuh abadi peradaban manusia yang abadi ya pake?
Jan 30, 2010 @ 17:55:06
sudah pasti itu, mas nanang. korupsi tetepakan menjadi musuh sepanjang peradaban.
Jan 24, 2010 @ 06:34:17
nylekit juga tulisanya pak:d
Jan 30, 2010 @ 17:54:32
tapi ndak bermaksud nylekiti siapa2 loh, mas andik, hehehe ….
Jan 24, 2010 @ 02:15:31
ya, siapa yang mau bicara “berantas koruptor”, maka akan berhadapan dengan penegak hukum yang korup juga
.-= Baca juga tulisan terbaru arifudin berjudul "Anarkisme dan fanatisme suporter sepak bola" =-.
Jan 30, 2010 @ 17:54:04
doh, kok makin sulit menemukan pejabat birokrasi yang ndak korup, ya, mas arif, haks.
Jan 23, 2010 @ 22:23:46
Ulasan yang manis, lama-lama semakin lengket manisnya. Ditunggu kemana arah kelelawar terbang. Salam hangat selalu.
.-= Baca juga tulisan terbaru yussa berjudul "AKHIRNYA RANKING SATU" =-.
Jan 28, 2010 @ 16:37:20
@yussa, akhirnya ke selawar pak Yus
.-= Baca juga tulisan terbaru budies berjudul "DON’T BE SAD" =-.
Jan 31, 2010 @ 22:59:57
selawar? mana itu kang bud?
Jan 30, 2010 @ 17:52:37
salam hangat selalu juga,mas yussa. terimakasih apresiasinya.
Jan 23, 2010 @ 19:14:20
Sepertinya d negeri kelelawar itu korupsi baru bisa hilang kalo yang diterapkan adalah hukum rimba, bukan buatan manusia. hehe…
Jan 30, 2010 @ 17:50:39
wah, hukum rimba? apa malah ndak makin fasis, mas wempi? hehe …
Jan 23, 2010 @ 19:00:38
Korupsi seolah telah melekat dalam diri penguasa-penguasa itu…semoga kita meminmalisir korupsi itu dari diri kita sendiri, dan merambah ke keluarga, lingkungan kita untuk mengurangi potensi korupsi yang terjadi..AMiinn…
kalau jadi blogger, bisa korupsi ndak ya mas…hehee…
salam kenal, salam hangat dari ary…
Jan 30, 2010 @ 03:02:23
salam kenal dan salam hangat juga, mas ary. sampai kapan pun bangsa kelelawar ndak akan bisa keluar dari jerat kemiskinan selama korupsi masih merajalela,mas.
Jan 23, 2010 @ 18:43:19
butuh berapa generasi lagi ya biar negeri kelelawar itu bisa bersih
.-= Baca juga tulisan terbaru sibaho way berjudul "3 Tips agar blog Anda dipercaya" =-.
Jan 30, 2010 @ 03:01:26
wah, sulit juga utk menjawab pertanyaan seperti, mas baho, haks.
Jan 23, 2010 @ 18:37:49
tetap setia menanti kisah berikutnya cuman jangan ada judul ( hancurnya negri kelelawar hehehehe )
.-= Baca juga tulisan terbaru genthokelir berjudul "NATO ( No Action Talk Only )" =-.
Jan 30, 2010 @ 03:00:56
hehehe … matur nuwun, mas totok.
Jan 23, 2010 @ 17:58:57
Sungguh aneh ya Bang mereka yang koruptor, yang buat hukum, yang ngadili, dan yang suka perintah kok sama saja mental dan kelakuannya, kapan ya bangsa ini benar-benar bersih! Tidak semua sih! Yang tidak malah tergusur!
.-= Baca juga tulisan terbaru nuansa pena berjudul "Kubiarkan diriku ditelanjangi" =-.
Jan 30, 2010 @ 03:00:34
itulah yang selalu dipertanyakan banyak kalangan, mas edi. entah kapan negeri kita benar2 bisa bersih,tdk seperti negeri kelelawar, hehe …
Jan 23, 2010 @ 17:39:03
Awake dewe iki termasuk warga Negeri Kelelawar opo Negara Wirog Pak?.
Jan 28, 2010 @ 16:32:14
@marsudiyanto, negerairog ki opo maneh pak
.-= Baca juga tulisan terbaru budies berjudul "PUISI TITRASI" =-.
Jan 31, 2010 @ 22:59:34
aku ya takon kaya ngono karo pak mar, kang bud, hehe …
Jan 30, 2010 @ 02:56:24
walah, di mana negara wirog itu, pak mar?
Jan 23, 2010 @ 17:33:03
Kalau dikaitkan semua dengan korupsi, bangsa ini akan melebel nama-nama binatang. Ibarat, buaya, cicak, ular atau mungkin singa yang berkuasa di rimba sana.
Centilan kian merucut, sehingga yang tersudut juga tersentil rasa hormat untuk sebuah binatang malam sang kelelawar.
Jan 30, 2010 @ 02:55:55
hehehe …. kelelawar sekadar saya jadikan simbol, mas, hehe … bahkan serial ini sdh muncul jauh sebelum istilah cicak-buaya itu ada, hehe …
Jan 23, 2010 @ 17:03:24
sentilan sastrawan memang manis dibaca tanpa menyakiti
kita di negeri apa ya pak
.-= Baca juga tulisan terbaru budies berjudul "PAPERBOLIC INDOOR PARABOLIC" =-.
Jan 30, 2010 @ 02:54:52
hehe … ini hanya sekadar tulisan slengekan, kang bud, haks.