30Oct 2009 142 Comments
Gerakan Apolitis Kaum Muda Negeri Kelelawar
(Kisah ini merupakan bagian ke-11 dari serial “Negeri Kelelawar”. Yang belum sempat membaca, silakan nikmati dulu kisah Menagih Janji Politisi di Negeri Kelelawar (1), Ontran-ontran di Negeri Kelelawar (2), Situasi Chaos di Negeri Kelelawar Makin Parah (3), Angin Reformasi Berhembus Juga di Negeri Kelelawar (4), Menyiasati Kecamuk Separatisme di Negeri Kelelawar (5), Kekuasaan Negeri Kelelawar dalam Kepungan Ambisi Petualang Politik (6), Isu Dekrit Presiden di Negeri Kelelawar (7), Premanisme Merajalela di Negeri Kelelawar (8), Geger Ujian Nasional di Negeri Kelelawar (9), dan Terang Bulan Tak Ada Lagi di Negeri Kelelawar (10)). ***
Suasana heroik menyelimuti negeri Kelelawar. Lagu-lagu wajib yang menggema di seantero negeri seperti hendak menggetarkan pintu langit. Ingatan kolektif mereka jatuh pada momen puluhan tahun yang silam ketika beberapa kaum muda dengan amat visioner menggelorakan ikrar “ke-kelelawar-an” tentang tanah air, bangsa, dan bahasa. Ruh dan semangat itu terus bertiup tiap tahun. Namun, kini terasa, geloranya makin meredup pamornya.
Gerusan nilai-nilai global, disadari atau tidak, telah membuat anak-anak bangsa kelelawar terbelah kepribadiannya. Kaki kanan sudah bergeser menuju peradaban modern dan mondial, sementara kaki yang satunya lagi belum juga beranjak dari kubangan nilai-nilai tradisi. Situasi seperti itu tak jarang menimbulkan sikap gamang dan ragu kaum muda negeri Kelelawar dalam menentukan sikap. Hal itu diperparah dengan munculnya gejala krisis keteladanan dari para elite dan pemimpin mereka.
Dunia pendidikan di negeri Kelelawar juga makin sempoyongan memanggul beban. Nilai-nilai luhur baku yang diajarkan di bangku pendidikan seringkali bertentangan dengan kenyataan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Ketika guru bilang bahwa korupsi itu tindakan hina dan tak beradab, justru para murid melihat kenyataan betapa banyaknya kaum elite di negeri kelelawar yang menjadikan aksi korupsi sebagai budaya. Entah, sudah berapa gelintir pejabat yang jadi buron aparat akibat tersandung masalah korupsi. Ketika guru ngomong bahwa aksi kekerasan itu termasuk tindakan pelanggaran Hak Asasi Kelelawar, justru para murid melihat kenyataan betapa banyaknya masalah-masalah sepele di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang diselesaikan melalui kekerasan. Entah, sudah berapa kelelawar yang harus jadi korban aksi kekerasan akibat sentimen dan fanatisme kesukuan, agama, ras, atau golongan.
Yang menyedihkan, perjalanan demokrasi di negeri Kelelawar dinilai juga sarat dengan tindakan anomali yang menihilkan kearifan dan fatsoen politik. Kaum elite politik negeri Kelelawar dinilai sudah kehilangan sikap elegan dan kstaria dalam berpolitik. Bahkan, konon mereka sangat gemar menempuh terobosan lewat jalan kelinci dengan menggunakan jurus ilmu permalingan yang menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan. Sikut kanan sikut kiri, sembah ke atas, injak ke bawah, menjadi budaya baru yang dipraktikkan di atas panggung politik. Motif utama bermain di atas panggung politik bukan untuk mencapai kemaslahatan dan kesejahteraan publik, melainkan sekadar memanjakan naluri purba demi memenuhi ambisi pribadi, kelompok, dan golongan. Mereka yang berduwit, meski dengan cara hutang sana hutang sini, rela menghambur-hamburkan isi koceknya demi membangun ambisi politik, mempermalukan, jika perlu “membunuh” rival politik. Menjelang Pemilu legislatif, taruhan dan judi politik gencar digelar di berbagai sudut kota dan desa. Famlet dan spanduk warna-warni dengan balutan foto politisi yang narsis dan jumawa terpampang di tepi-tepi jalan raya.
Ketika kampanye, para calon wakil rakyat negeri Kelelawar saling berlomba pidato dengan mulut berbusa-busa sambil tak henti-hentinya mengumbar janji-janji perubahan di atas mimbar. Mereka sangat gemar disanjung dan dipuji, hingga akhirnya kehilangan kontrol diri dan gampang sekali terninabobokan teriakan dan yel-yel memanjakan dari para pengikutnya. Namun, nasib mereka tak jauh berbeda dengan gedebog pisang yang nglumpruk dan tak berdaya ketika gagal terpilih sebagai wakil rakyat. Bahkan, tak jarang politisi gagal yang stress dan kena depresi akibat memikirkan hutang yang menumpuk.
Situasi dan atmosfer politik yang sarat anomali, membuat kaum muda negeri Kelelawar mulai menunjukkan kecenderungan sikap apolitik. Banyaknya kaum muda yang memilih golput ketika Pemilu legislatif berlangsung dinilai sebagai salah satu bukti kecenderungan itu. Hal itu diperkuat dengan hasil poling sebuah media cetak yang sebagian besar responden menyatakan alergi politik.
Gejala alergi politik makin menghinggapi kaum muda negeri Kelelawar tatkala daftar wakil rakyat yang tersandung persoalan hukum makin panjang. Tak sedikit wakil rakyat yang gagal membendung nafsu kemaruk terhadap harta dan perempuan, hingga akhirnya mereka harus berurusan dengan pengadilan. Kemudahan membangun lobi dan persekongkolan agaknya telah membuat sebagian wakil rakyat tenggelam dalam arus hedonisme dan budaya glamor. Ibarat lakon “Petruk Dadi Ratu”, mereka silau terhadap gebyar duniawi, sehingga gampang ditelikung oleh nafsu dan ambisinya sendiri.
Tindakan konyol yang dilakukan oleh para politisi negeri Kelelawar, disadari atau tidak, telah ikut memberikan andil yang cukup besar terhadap redupnya pamor kecintaan kaum muda terhadap tanah air, bangsa, dan bahasanya sendiri. Ikrar “Sumpah Kaum Muda” yang dulu menjadi sumber kekuatan dan semangat dalam membangun masa depan dinilai telah kehilangan maknanya. Ikon-ikon kebangsaan yang mengikat nilai-nilai kebhinekaan dinilai juga sudah mulai longgar. Yang muncul kemudian adalah semangat primordialisme sempit yang terekspresikan melalui aksi-aksi vandalisme berbasis kesukuan, agama, ras, dan antargolongan. Kalau situasinya sudah telanjur chaos seperti ini, siapakah yang mesti bertanggung jawab? ***
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Gerakan Apolitis Kaum Muda Negeri Kelelawar" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (30 October 2009 @ 02:32) pada kategori Negeri Kelelawar, Sastra dan telah dikunjungi oleh . Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:













Jun 16, 2010 @ 16:49:13
Harus banyak belajar nih pak.
Nov 04, 2009 @ 01:31:35
pak, negeri kelelawar niku sebelah pundhine negeri begajul ???
*ngelirik Suryaden*
:-”
Nov 05, 2009 @ 00:13:16
ketoke tangga negara, mas mahendra, hehe …
Nov 04, 2009 @ 01:04:59
malam kang,wah ne perlu perenungan yang mendalam kang, cb baca2 dl dech
Nov 05, 2009 @ 00:12:44
malam juga, mas. makasih komentar dan apresiasinya.
Nov 03, 2009 @ 23:19:27
Saya juga sering merasa prihatin ketika siswa di suruh menghormat bendera saat upacara saja banyak disambi kukur-kukur kepala. Nampaknya memang degradasi nasionalisme anak muda sekarang sudah cukup memprihatinkan.
.-= Baca juga tulisan terbaru M Mursyid PW berjudul Berbagi: Multimedia Pembelajaran Interaktif Bahasa Inggris – Learning Description/Descriptive Text =-.
Nov 05, 2009 @ 00:12:13
gejala degradasi itu konon sdh lama tercium, pak. sayangnya, hingga sekarang juga belum ada tindakan nyata utk mengatasi lunturnya semangat nasionalisme itu.
Nov 03, 2009 @ 22:35:03
Sebuah sketsa yang sungguh terang terbaca…
.-= Baca juga tulisan terbaru Kika berjudul Perempuan berkebaya robek dan bergelang emas =-.
Nov 05, 2009 @ 00:11:09
hehe … sketsa? walah, mas kika bisa saja nih, haks.
Nov 03, 2009 @ 20:47:26
ini soal yang sulit pak sawali. soal bagaimana anak2 muda harus berpolitik. makin lama emang makin tak mengenakkan suasanya. serba salah.
.-= Baca juga tulisan terbaru haris berjudul Buku Kedua Saya Terbit =-.
Nov 05, 2009 @ 00:10:37
hmmm … mungkin ada baiknya menyesuaikan diri dengan semangat zamannya, mas haris, haks.
Nov 03, 2009 @ 15:23:47
kaum muda adalah masa depan bangsa. Mereka yang akan memimpin bangsa ini di masa yang akan datang. Kalau sudah tidak ada lagi rasa kecintaan terhadap negara ini, bisa habis talenta orang muda lari keluar negeri
.-= Baca juga tulisan terbaru mandor tempe berjudul Maaf, saya tidak =-.
Nov 05, 2009 @ 00:09:44
saya kira benar sekali, mas mandor. kaum muda memang perlu meneguhkan kembali khittah-nya sbg aktor perubahan.
Nov 03, 2009 @ 14:53:42
wah kali ni berat materinya
susah mau komeng
.-= Baca juga tulisan terbaru heru berjudul Menampilkan Top Komentator Tanpa Plugin di WordPress ( Part 2 ) =-.
Nov 05, 2009 @ 00:09:06
hehe .. ndak juga kok, mas heru. komentar apa pun sah2 saja di blog ini, kok.
Nov 03, 2009 @ 10:03:05
klo saya jadi murid di negeri kelelawar, saya pasti akan berpikir : makin pandai seseorang, makin pintar dia memanfaatkan segala celah di setiap ranah : politik, hukum, ekonomi.
apalah artinya belajar klo pada akhirnya hanya menjadi seperti itu…?
Nov 05, 2009 @ 00:08:34
wah, bisa jadi selama menuntut ilmu ndak pernah dapat pendidikan karakter dan budi pekerti tuh, mas bayu, haks.
Nov 03, 2009 @ 09:06:42
kelihatannya saya sudah
banyak ketinggalan soal
perkembangan mutakhir
di negeri kelelawar……
btw, semua tulisan
mas sawali slalu inspiring,
enak dibaca dan perlu:)>-
.-= Baca juga tulisan terbaru mikekono berjudul Pemekaran Daerah Jangan Dipaksakan ! =-.
Nov 05, 2009 @ 00:07:51
hehe .. mas mike bisa saja nih. terima kasih apresiasinya, mas mike.
Nov 03, 2009 @ 07:46:19
redupnya pamor kecintaan generasi muda terhadap bangsanya di negeri kelelawar diperparah lagi oleh pengalihan fokus dari kelelawar ke cicak dan buaya.
Nov 05, 2009 @ 00:06:14
hehe … mungkin ada benarnya juga tuh, pak jai, hehe ..
Nov 02, 2009 @ 18:47:14
masih g ad yg baru………..
Nov 05, 2009 @ 00:04:10
hehe .. si mbah ini, hehe … nyuwun pangapunten loh, mbah. lagi sedang ada sedikit urusan offline, nih, hehe …
Nov 02, 2009 @ 14:10:03
andai saja prilaku para elite kita lebih bijak dan tidak mementingkan, diri sendiri niscaya negeri ini menjadi lebih baik
.-= Baca juga tulisan terbaru achmad sholeh berjudul Ketika Pemberantasan Korupsi Tak Lagi Menjadi Prioritas =-.
Nov 05, 2009 @ 00:03:23
setuju banget, pak. suatu ketika mudah2an hal itu bisa terwujud.
Nov 02, 2009 @ 12:10:09
Biasanya Pak yang dijajakan di pinggir jalan itu barang murahan. Kena debu jalanan, hujan dan panas, eh bisa juga masuk Senayan. Maklum kelelawar, e .. maaf di negeri kelelawar.
Terima kasih.
Salam hangat dari Cianjur.
.-= Baca juga tulisan terbaru Abdul Aziz berjudul Populasi Muslim Dunia ( Part 3 ) : Muslim Sunni dan Syi’ah =-.
Nov 05, 2009 @ 00:02:49
hehe … namanya juga kisah slengekan, mas azis, hehe … salam hangat kembali dari kendal, mas.
Nov 02, 2009 @ 12:07:39
dolan ke sini pasti diajak berfikir yang serius2… tp asik.
maaf mampir gak bawa oleh-oleh
Nov 05, 2009 @ 00:02:05
terima kasih kunjungan dan apresiasinya, mas, hehe …
Nov 02, 2009 @ 11:17:08
hmmmm g ad yang baru yah
Nov 05, 2009 @ 00:00:20
hehe … lagi sok sibuk nih, mbak, hehe … jadi lupa mosting, haks.
Nov 02, 2009 @ 11:16:44
Siapa ya? Semuanya pak..
.-= Baca juga tulisan terbaru Anas berjudul Nuh, Sang Mendiknas RI Datang ke ITS Surabaya =-.
Nov 04, 2009 @ 23:59:40
setuju, mas. nasib masa depan bangsa memang menjadi tanggung jawab semua komponen bangsa. demikian juga yang seharusnya terjadi di negeri kelelawar.
Nov 02, 2009 @ 10:55:03
Kalau mampir kesini banyak pencerahan ya..
Mampir pak….:):)
.-= Baca juga tulisan terbaru indra1082 berjudul Senyuman Yang Hilang =-.
Nov 04, 2009 @ 23:59:01
mangga, mas indra. matur nuwun apresiasinya.
Nov 02, 2009 @ 10:54:12
mampir lagi…:)>-:)>-
.-= Baca juga tulisan terbaru wahyoe berjudul Cara Ganti Nama Pada Akun PayPal Personal/Premier =-.
Nov 04, 2009 @ 23:58:39
mangga, mas wahyoe. matur nuwun.
Nov 02, 2009 @ 08:45:59
kisah yang bagus dari negeri kelelawar pak
Nov 04, 2009 @ 23:58:22
hehe .. mas rifky bisa saja nih, haks.
Nov 02, 2009 @ 01:45:36
Mumpung mampir,
komen lagi :d
.-= Baca juga tulisan terbaru Pradna berjudul Obrolan Sore 09 : Kang Sronto Gugat =-.
Nov 04, 2009 @ 23:57:57
mangga, mas pradna, matur nuwun.
Nov 01, 2009 @ 22:50:03
“Kalau situasinya sudah telanjur chaos seperti ini, siapakah yang mesti bertanggung jawab?”
kami tunggu jawabannya pak….
.-= Baca juga tulisan terbaru yanti tukang kerupuk berjudul SEOQuake dalam 5 langkah! =-.
Nov 04, 2009 @ 23:54:37
hehehe …, semua komponen bangsa kelelawar yang mesti bertanggung jawab, mbak, haks.
Nov 01, 2009 @ 22:48:31
malem-malem blogwalking,untuk nabung seminggu baru bisa blogwalking lagi…
salam.yanti
.-= Baca juga tulisan terbaru yanti tukang kerupuk berjudul SEOQuake dalam 5 langkah! =-.
Nov 04, 2009 @ 23:53:17
hehe … sekali lagi makasih loh, mbak atas kunjungan silaturahminya.
Nov 01, 2009 @ 21:10:17
ACI Kamu muda masih mepunyai ras itu…………
namun karena yang atasnya tidak mau memberi contoh yang baik maka rasa itu hilang dengan sendirinya
Nov 04, 2009 @ 23:52:50
mungkin itulah yang menyebabkan negeri kelelawar mengalami krisis keteladanan, mas dafhy.
Nov 01, 2009 @ 21:01:33
ah, blogwalking sebentar, menyempatkan diri menyapa teman-temans semua. bagaimanakah kesehatan anda semua? mudah-mudahan sehat selalu ya.Salam.yanti tukang kerupuk.
.-= Baca juga tulisan terbaru yanti tukang kerupuk berjudul SEOQuake dalam 5 langkah! =-.
Nov 04, 2009 @ 23:51:58
hehe … terima kasih telah menyempatkan diri utk mampir, mbak.
Nov 01, 2009 @ 16:10:55
walaupun tidak dapat dipungkiri di hati telah terlanjur merasa ilfil sama bapak2 dan ibu2 kaum elit, tapi tetap di hati terselip rasa pengharapan yang teramat sangat .. semoga suatu hari nanti bapak2 dan ibu2 ini dapat jadi panutan ..
Cara Membuat Website
.-= Baca juga tulisan terbaru Cara Membuat Blog berjudul Cara Membuat blog sebanyak-banyaknya jika bisa! =-.
Nov 04, 2009 @ 23:51:04
setuju, mas. semangat dan optimisme terhadap sebuah perubahan jangan sampai luntur.
Nov 01, 2009 @ 12:29:49
Kaum muda negeri kelelawar sudah banyak kena racun, racun budaya, racun politik, racun kegamangan, racun ketidak pastian, racun kebohongan yang diwariskan kaum elit semakin menggerogoti sendi sendi kehidupan , tak heran sikap apolitis para pemudanya muncul., tapi kita mesti semangat pak dalam membasmi racun2 itu, paling tidak buat lingkungan terdekat kita.
.-= Baca juga tulisan terbaru yulian berjudul Antara Lagu dan Sumpahnya Para Pemuda.. =-.
Nov 04, 2009 @ 23:49:40
amiiin, mudah2an yang digunakan kaum muda bukan sapu yang mengandung racun, mas yulian, hehe …
Nov 01, 2009 @ 10:49:35
Apakah kamu cinta tanah air ? Sebuah pertanyaan yang anak SD punya pasti jawab … iya saya cinta tanah airku Indonesia. Tapi apakah hanya berkata ACI itu sudah cukup tanpa berbuat sesuatu. Dan kalau pemerintahnya juga tidak membrikan suru tauladan yang mencerminkan ACI … lah terus bagaimana. Kata Ebid : tanyakan pada rumput yang bergoyang
Nov 04, 2009 @ 23:48:44
saya kira benar, mas. yang terbaik tak hanya sekadar retorika, tapi juga berbuat secara nyata.
Nov 01, 2009 @ 07:42:10
“tatkala daftar wakil rakyat yang tersandung persoalan hukum makin panjang”
bener pak. banyak yg kepergok berduaan di hotel. doh ()
.-= Baca juga tulisan terbaru novi cuk lanang berjudul One Spirit One Nation, Gagalnya Persatuan Demi Pera-one =-.
Nov 04, 2009 @ 23:47:48
doh, ternyata malah lebih parah ya, mas, hehe …
Pagerank Naik - Silahkan Pasang Banner Disini Gratis! | Potter.Web.ID | Blog Indonesia Punya LieZMaya
Nov 01, 2009 @ 01:16:10
[...] ketemu lagi di Koprol, Webersis, Kang Indra KH, CybeRiedu, Kang Wirautama, Kang Kombor, Blogombal, Pak Sawali, Kang Sony, Teh Piepiet, Itikecil, Goop, Mas Hedi, Kang Jimmy, Reza Fauzi, Ndoro Kakung, Kang [...]
Nov 01, 2009 @ 01:09:19
Bahkan sekarang untuk belajar sadar dimulai dari diri sendiri saja susah karena banyak kehilangan keteladanan dan gamang karena yg di atas-atas saja belum pada sadar. MUMET…. :-w
.-= Baca juga tulisan terbaru masnur berjudul Sosialisasi UU no. 22 tahun 2009 tentang LLAJ =-.
Nov 04, 2009 @ 23:47:19
itulah repotnya kalau kaum muda sulit menemukan sosok yang bisa diteladani, mas nur.
Nov 01, 2009 @ 01:03:41
analogi negeri kelelawar itu apa pak sawali?
yanti.
.-= Baca juga tulisan terbaru yanti tukang kerupuk berjudul Banyak warga tak siap pakai Elpiji =-.
Nov 04, 2009 @ 23:46:47
hehe … ini hanya sekadar kisah selengekan, kok, mbak yanti, haks.
Nov 01, 2009 @ 00:03:17
Semoga masih ada kaum muda yang masih mempunyai rasa ke Indonesian…
.-= Baca juga tulisan terbaru Wongbagoes berjudul Nyamannya Naek Kereta Eksekutif =-.
Nov 04, 2009 @ 23:46:27
saya kira masih banyak, wongbagus, generasi muda yang penuh semangat dan idealis.
Oct 31, 2009 @ 18:28:46
siapa yang harus bertanggung jawab?
seluruh elemen bangsa ini, dimulai dari pemerintah yang sudah saatnya menjadi suri tauladan yang baik untuk rakyat, rakyat yang harus kritis atas penyimpangan yang dilakukan pemerintah, kaum birokrat sebagai penghubung antara rakyat dan pemerintah yang harus mulai menyadari kembali peranannya sebagai pelayan rakyat sekaligus abdi negara..semua komponen di negeri ini harus mulai menyadari arti dari sebuah negara yang gemah ripah lohjinawi..
salam
.-= Baca juga tulisan terbaru pensiun kaya berjudul Buy Gold Bullion Coins =-.
Nov 04, 2009 @ 23:45:46
sepakat banget, mas amsi. nasib masa depan negeri ini memang menjadi tanggung jawab semua komponen bangsa.
Oct 31, 2009 @ 17:11:38
negeri kelelawar emang negeri yg gelap
gelap mata
gelap hati
.-= Baca juga tulisan terbaru si Rusa Bawean berjudul List Twitter | Mengelempokkan, Menfollow, Merekomendasikan Banyak Akun Twitter =-.
Nov 04, 2009 @ 23:45:12
doh, makin repot kalau serba gelap, mas. hehe …
Oct 31, 2009 @ 14:55:02
untungnya itu terjadi pada bangsa kelelawar…, bukan bangsa Indonesia…
.-= Baca juga tulisan terbaru Love4Live berjudul Hidroterapi -Hydrotherapy- =-.
Nov 04, 2009 @ 23:44:37
hehe … mudah2an indonesia tak sampai terjebak seperti negeri kelelawar, mas love, hehe …
Oct 31, 2009 @ 12:19:25
Sejujurnya, saya masih bingung kalau langsung membacanya..
hehehehehe..
ada beberapa kata yang tidak saya mengerti “fatsoen politik”.. apakah itu.??
bingung…
.-= Baca juga tulisan terbaru Nafi’ Abdul Hakim berjudul Syukuri apa yang ada.. Hidup adalah anugerah.. =-.
Nov 04, 2009 @ 23:44:03
fatsoen politik itu konon sama maknanya dengan kearifan politik, mas, hehe …
Oct 31, 2009 @ 08:18:51
ya jiwa pemuda kini telah berubah pak …
semoga cpt kembali lagi jiwa2 anak muda yg membangun bangsa
.-= Baca juga tulisan terbaru afwan auliyar berjudul Membedah kekuatan XML sitemap generator =-.
Nov 04, 2009 @ 23:43:13
amiiin, semoga perubahan yang dibangun kaum muda memang perubahan ke arah yang lebih baik, mas.
Oct 31, 2009 @ 08:12:43
Inikah cerminan dari tatanan negeri ini Pa’ Sawali…:((
Negeri Kelelawar, banyak vampire dong harusnya…:o
.-= Baca juga tulisan terbaru the Bunglon’s berjudul Orang-Orang Di sekitar… =-.
Nov 04, 2009 @ 23:42:49
hehe …. ini gambaran negeri kelelawar loh, mas yang dinilai banyak kalangan memang sedang banyak vampire-nya, hehe ..
Oct 31, 2009 @ 07:23:07
Kaum muda belajar kepada kaum politisi tua
kaum muda secara tidak langsung diajari oleh kaum politisi tua;
ini sejarah negeri kelelawar yang; negeri yang pasti suka dengan GELAP_GELAPAN; penggelapan, suka menempuh cara-cara gelap, sehingga masyarakatnya menjadi gelap gulita;
Nov 04, 2009 @ 23:41:51
hehe …. kalau sudah gela2an seperti itu, bisa jadi zaman pun akan jadi serba gelap, mas nawar. doh, makin repot nih.
Oct 30, 2009 @ 23:41:31
demokrasi akhirnya memakan anaknya sendiri…
rakyat…
.-= Baca juga tulisan terbaru Love4Live berjudul Hidroterapi -Hydrotherapy- =-.
Nov 04, 2009 @ 23:41:15
dohm, ternyata demokrasi kalau ndak bener bisa berakibat fatal, ya, mas.
Oct 30, 2009 @ 23:34:56
saya GOLPUT justru karena saya tidak apolitis…
Petruk Dadi Ratu justru sebuah lakon yg mencerahkan. sebuah komedi satire yg melakonkan bagaimana petruk protes keras terhadap junjungannya yg tidak mampu menjalankan penyelenggaraan negara dgn baik.
Petruk hanya sekedar ingin membuat shock therapy dalam rangka memperingatkan junjungannya.
Nov 04, 2009 @ 23:40:42
wah, terima kasih tambahan infonya, mas mahendra.
Oct 30, 2009 @ 22:05:12
semoga masih mau melihat bawah
.-= Baca juga tulisan terbaru Jidat berjudul Konser Superman Is Dead Surganya outSIDers =-.
Nov 04, 2009 @ 23:39:54
amiiin, mudah2an, mas jidat.
Oct 30, 2009 @ 21:49:16
.-= Baca juga tulisan terbaru gusrohman berjudul Tak Sekolah Demi Sapi =-.
Nov 04, 2009 @ 23:39:37
amiiin, mudah2an saja demikian, gus.
Oct 30, 2009 @ 19:56:08
Kehidupan ini memang semakin keras ya, semua dilakukan untuk mencapai keinginannya walaupun menindas orang lain.
tapi ada juga sebagian yang tidak seperti itu.
artikel yang bagus banget!
Cara Membuat Blog
Nov 04, 2009 @ 23:39:14
terima kasih apresiasinya, mas.
Oct 30, 2009 @ 18:54:24
masih punya harapan di negeri kelelawar ada gerakan apolitis kaum muda, berarti masih ada gerakan perlawanan terhadap sistem yang melupakan “sumpah kaum muda” kelelawar … daripada apatis dan terpecah serta kehilangan semangat pergerakan
…..
gambaran menarik tentang kondisi kaum muda saat ini … kita harus yakin masih banyak kaum muda yang punya semangat, karena pada masa sebelum sumpah pemuda juga banyak kaum muda yang sama seperti kaum muda saat ini (apolitis) … dan yang bergerak (meski tidak terlalu banyak) ternyata dapat merumuskan sumpah pemuda pada masanya.
.-= Baca juga tulisan terbaru HE. Benyamine berjudul HARI HABITAT DUNIA 2009: PERENCANAAN KOTA SEBAGAI WAJAH TATA PEMERINTAHAN =-.
Nov 04, 2009 @ 23:38:50
terima kasih bang ben. pasag surut semangat kamu muda memang akan sangat dipengaruhi oleh semangat zamannya, bang.
Oct 30, 2009 @ 18:53:42
apolitis itu berarti bukan sekedar apatis namun karena bisa jadi alesan intelektual juga pak…
mungkin lho pak hehehehe
Nov 04, 2009 @ 23:38:02
wew… bisa jadi benar seperti itu, mas santri, hehe …
Oct 30, 2009 @ 18:39:47
:-w gmn ya pak,, ada benernya jg sikap pemuda
.-= Baca juga tulisan terbaru roomeyda berjudul TIPS MENCEGAH JERAWAT =-.
Nov 04, 2009 @ 23:37:34
sikap pemuda yang bagaimana, mas, yang dimaksudkan?
Oct 30, 2009 @ 18:38:57
pemuda sekarang dg pemuda yg dulu sangat jauh berbda semangatnya,, kebanyakan pemuda skrg bersikap APATIS
.-= Baca juga tulisan terbaru online blog berjudul FREE DOWNLOAD AND WATCH ONLINE MOVIE =-.
Nov 04, 2009 @ 23:37:15
bener sekali, mas, kan dipengaruhi juga oleh semangat zamannya.
Oct 30, 2009 @ 18:37:19
berhubung saya masih muda, jadi saya setuju pak
.-= Baca juga tulisan terbaru berita dunia berjudul DONNA AMELIA DEKATI ANANG HERMANSYAH =-.
Nov 04, 2009 @ 23:36:39
hehe … harus dong, mas, hehe …
Oct 30, 2009 @ 18:36:33
.-= Baca juga tulisan terbaru kumpulan bisnis berjudul HUBUNGAN SEO DENGAN PAGE RANK =-.
Nov 04, 2009 @ 23:36:05
walah, mas roomen bisa saja nih. makasih apresiasinya, mas.
Oct 30, 2009 @ 18:35:04
pemuda itu sebagai penggerak,, harusnya untuk jabatan negri tetangga lebh banyk diisi kaum muda,, bukan kaum yg usia lanjut :-”
.-= Baca juga tulisan terbaru roomen berjudul GOOGLE PAGE RANK UPDATE =-.
Nov 04, 2009 @ 23:35:28
setuju banget, mas roomen. seharusnya memang demikian.
Oct 30, 2009 @ 18:06:23
Kunjungan balek….demokrasi bagus asal jangan democrazy
Blogkoe belum dipasang di link.. yach Mas….
Salam
.-= Baca juga tulisan terbaru agoesman berjudul KETIKA ANDA….! =-.
Nov 04, 2009 @ 23:34:41
kan sudah saya pasang, mas di halaman tautan. bahkan juga sdh saya masukkan ke google reader.
Oct 30, 2009 @ 16:43:50
di negri kelalawar ad batman g
v(^_^)
makasih ud datang ke tmpanya mbah gendeng
Nov 04, 2009 @ 23:30:37
hehe … loh, memang batman itu termasuk generasi keturunan kelelawar, ya, mbah, haks.
Oct 30, 2009 @ 16:21:29
wah semoga setelah duduk dikursi yang empuk, para pejabat yang terpilih tidak lupa bahwa dulu juga sempat lesehan seperti rakyat jelata
.-= Baca juga tulisan terbaru arifudin berjudul Instal xampp di ubuntu =-.
Nov 04, 2009 @ 23:30:09
amiiin, muda2an saja demikian, mas arif.
Oct 30, 2009 @ 15:52:38
mengingat masa-masa kampanye….
hingga detik ini belum pernah saya melihat tokoh atau partai politik yang bisa mendatangkan banyak massa tanpa di tunggangi dengan dangdutan atau amplop berisi selembar 20 ribu
Nov 04, 2009 @ 23:29:43
hehe … rata2 dalam kampanye memang massa lebih tertarik pada hiburannya, pakne galuh. pesan2 kampanye agaknya bukan hal yang terlalu penting utk didengarkan, hehe …
Oct 30, 2009 @ 14:08:11
Diterbitkan aja Pak di koran daerah, cerbung ini
Nov 04, 2009 @ 23:28:47
hehe … mana laku tulisan ecek2 seperti ini, mas, hehe …
Oct 30, 2009 @ 14:05:42
Saya baru baca yang ke 2 Pak
*malu*
Nov 04, 2009 @ 23:28:22
kenapa maslu, mas nyubi?
Oct 30, 2009 @ 12:12:29
Menyedihkan memang kenyataan yg terjadi di negeri kelelawar ini
Nov 04, 2009 @ 23:28:06
begtriulah memang keadaannya, mas alief.
Oct 30, 2009 @ 11:40:36
Kebodohan di negeri Kelelawar ini keliatanya masih tetap berlangsung hingga tahun 2014, pak sawali… :d
.-= Baca juga tulisan terbaru KeSimpulan berjudul Gen Mendorong Minum Alkohol Lebih Banyak namun tidak terbukti untuk Ketergantungan =-.
Nov 04, 2009 @ 23:27:44
wah, repot juga ya, mas kalau utk menunggu perubahan saja mesti harus sampai 5 tahun, haks.
Oct 30, 2009 @ 11:19:28
Negeri kelelawar, negeri padahal setiap perubahan zamannya dipelopori oleh para pemuda negeri kelelawar. Yang ironisnya tak pernah benar-benar dipercaya oleh penduduk negeri kelelawar sendiri…
Nov 04, 2009 @ 23:27:16
doh, kenapa bisa begitu, ya, mas tengku? hehe ..
Oct 30, 2009 @ 11:04:39
Kembalikan modal kampanye dulu… kan milyar-milyaran tuh.
habis itu cari modal… siapa tau 5 tahun lagi gak kepilih bisa bikin perusahaan.
Wempi disini ada penilaian kinerja setiap tahun untuk nentukan apakah ada kerja selama setahun kemarin? apa prestasi yang sudah dicapai? bisa dipromosikan ato tidak? memungkinkan untuk naik gaji ato tidak?
bagaimana dengan mereka? cukup bilang gaji kami disini ‘negeri kelelawar’ terlalu kecil jika di banding kan dengan negeri tetangga ‘negeri singa’. bikin sensasi dan simsalabim abrakadabra naiklah gajinya.
kalo dibandingkan dengan negeri singa ya iyalah kecil.
itu baru atasnya coba lihat ke bawah (para pemudanya) negeri kelelawar itu.
nyenggol dikit pas nonton konser dangdut, bisa berantem bah…
bikin film porno yang mana kameramen, sutradara, produser dan pemeran utama dilakoninya sendiri…
Bakar ban dan blokir jalan jika kemauannya tak terpenuhi…
:d sudah bisa bikin postingan tersendiri nih.
.-= Baca juga tulisan terbaru Wempi berjudul Kubang Jalanan Kota Medan =-.
Nov 04, 2009 @ 23:26:39
wah, terima kasih banget tambahan infonya, mas wempi. memang seperti itulah yang sedang terjadi di negeri kelelawar, mas.
Oct 30, 2009 @ 09:09:05
Nov 04, 2009 @ 23:25:48
hehe … itu kan lagunya koes plus, toh, mas, haks.
Oct 30, 2009 @ 07:27:58
sepakat pak. saya juga sudah muak dengan tindakan politikus yang seperti tikus
.-= Baca juga tulisan terbaru Pencerah berjudul Pengumuman CPNS se-Jawa Tengah 2009 =-.
Nov 04, 2009 @ 23:25:32
hmmm … itulah salah satu alasan, kenapa anak2 muda negeri kelelawar jadi apolitis, mas pencerah, haks.
Oct 30, 2009 @ 06:57:16
Entah apa yang harus negri ini perbuat untuk mengembalikan kejayaan seperti dulu. tidak ada korupsi, tidak ada injak menginjak, tidak ada saling membusakan mulut. nampaknya negri kelelawar sudah terkontaminasi dengan negri kita. terus kemana lagi kita harus bernaung dinegri yang jaya seperti dulu?
pemuda yang katanya menjadi tulang punggung negara pun sudah menjauh dari isi kesepakatan sumpah pemuda. yang kiranya menjadi tonggak awal kebangkitan pemuda Indonesia. tapi ironisnya, pemuda sekarang seakan menjadikan sumpah pemuda dan isinya hanya ocehan nenek pengantar tidur..
semoga dengan kabinet yang baru negri yang kita cinta ini, menjadi lebih baik
Nov 04, 2009 @ 23:24:46
wow… komentarmu bagus, farhan. ayao segera dimulai, lalu lanjutkan!
Oct 30, 2009 @ 06:26:06
:d
mohon ijin untuk langsung komentar, Pak. bicara kelelawan saya jadi ingat ketika kapan hari mengikuti rafting di Probolinggo. ada air terjun selebar lebih dari 15 meter yang di bawahnya penuh dengan sarang kelelawar..
Nov 04, 2009 @ 23:24:14
hehe … kok ndak ajak2 saya toh, mas dion? hehe …
Oct 30, 2009 @ 05:37:07
Wah saya dapat kosakata baru nih, ‘Apolitis’
salam,
Nov 04, 2009 @ 23:23:27
hehe …. mas badruz bisa saja nih, haks.
Oct 30, 2009 @ 05:29:42
Oh, ternyata yang terjadi di negeri kelelawar sama dengan yang terjadi di negeri asalku
Sebuah kisah yang cerdik, Pak Sawali!
Semoga judi pulitik itu tak terjadi lagi tahun 2014, tapi apa itu mungkin ya?
Nov 04, 2009 @ 23:23:02
hehe …. negeri asal mas donny memangnya mana? hehe … samakah kondisinya dg negeri kelelawar? hehe ..
Oct 30, 2009 @ 05:13:02
Bener pak banyak yang alergi :-?;)
Nov 04, 2009 @ 23:22:04
termasuk mas love-kah? hehe …
Oct 30, 2009 @ 04:21:59
hidup susah,
buah-buahan semaking langka
keruk habis-habisan buah-buahan yang tersisa selagi bisa
cicit-nya kemudian hari kelaparan karena tidak ada buah yang tersisa?
ah, umur kelelawar kan pendek
kemungkinan besa sudah tidak di dunia lagi, atau sudah pikun
jadi tak cemas karena melihat cicit-nya kelaparan.
walah..
Nov 04, 2009 @ 23:21:40
walah, sepertinya di negeri kelelawar buah makin sulit didapat, mas pradna, karena sudah dikempalng oleh kelelawar2 bertaring panjang, wakaka …
Oct 30, 2009 @ 03:32:17
semoga para cerdas cendekia itu bisa mawas diri, tidak hanya mementingkan kepentingan perut keluarga dan kelompoknya namun dengan berfikir cerdas untuk kemaslahatan konstituen bangsa kelelawar, jauh ke depan, bukan hanya per lima tahun atau per kontrak kerja saja…
Nov 04, 2009 @ 23:20:28
amiiin, mudah2an saja mereka masih mem8il8ki kearifan utk membuat agar bangsa ini menjadi lebih besar dan tangguh, mas surya.
Oct 30, 2009 @ 02:40:52
amankan pertamaxxx dulu nek boleh c…….
Nov 04, 2009 @ 23:20:03
hehe … mangga, silakan, mbah.