Home » Opini » Achjar Chalil, Agupena, dan Rakernas

Achjar Chalil, Agupena, dan Rakernas

Minggu, 11 Oktober 2009, pengurus Agupena Jawa Tengah berkesempatan mengadakan rapat koordinasi (Rakor) dan silaturahmi di LPMP Semarang, Jawa Tengah. Meski tak semua pengurus bisa hadir, tetapi pertemuan itu setidaknya bisa makin mengakrabkan tali silaturahmi antarpengurus. Yang tak kalah penting, tentu saja keputusan Rakor berkaitan dengan agenda Agupena Jawa Tengah menjelang akhir tahun 2009.

rakorAda tiga agenda yang dibahas, yakni lomba blog guru, temu bloger guru, dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Namun, lantaran pendeknya persiapan, untuk lomba blog guru baru bisa akan digelar tahun depan. Sementara, temu bloger guru –diubah menjadi Temu Guru Jawa Tengah dengan mengusung Tema: “Membudayakan Aktivitas Menulis di Kalangan Guru melalui Blog”– dan Rakernas I Agupena akan dijadikan sebagai agenda Agupena Jawa Tengah akhir tahun 2009.

Berbicara tentang rencana Rakernas, tiba-tiba saja saya teringat sosok Achjar Chalil. Lelaki berperawakan kekar yang kini bermukim di Jalan Omega I/230 Tangerang itu dikenal sebagai sosok yang gigih berjuang dalam membesarkan nama Agupena. Dengan vokalnya yang khas, berat dan wibawa, Pak Achjar –demikian saya dan teman-teman Agupena Jawa Tengah biasa menyapanya– tak pernah kehabisan wacana dan bahan diskusi menarik tentang dunia kepenulisan. Sesekali, Pak Achjar menyelipkan kata-kata humor untuk mencairkan suasana.

“Bolehkah Ketua Umum Agupena Pusat memberikan instruksi kepada Agupena Provinsi?” tanya Pak Achjar tiba-tiba dalam sebuah pertemuan menjelang audiensi dengan Sekjen PMPTK pada bulan Juli 2009 yang lalu. Karena belum tahu instruksi apa yang hendak disampaikan, kami –wakil Agupena Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat– menjawab serempak, “boleh!”

“Baik! Kami menginstruksikan, untuk pelaksanaan Rakernas 2009, Agupena Jawa Tengah yang menjadi Tuan Rumah!” lanjut lelaki kelahiran Aceh ini sambil tertawa. Tentu saja, saya dan Pak Deni Kurniawan As’ari –wakil Agupena Jawa Tengah– terkejut, tak menduga kalau Pak Achjar akan memberikan instruksi semacam itu. Kalau berbicara tegas, apa adanya, memiliki elan semangat yang begitu besar, dan pemberani. Gambaran sosoknya makin tegas sebagai sosok bernyali besar ketika saya membaca tagline pribadinya di Facebook.

Saya, Achjar Chalil. saya seorang petarung. Saya bertarung melawan kemiskinan, kebodohan yang melilit diri saya dan lingkungan saya. Saya bertarung melawan rasa sakit, bertarung melawan rasa takut, dan bertarung melawan Iblis, musuh saya yang nyata.

Begitulah gambaran sekilas sosok kelahiran Aceh yang tak pernah surut dalam mengembangkan idealisme dalam dunia pendidikan dan kepenulisan yang juga Ketua Umum Agupena Pusat itu. Buku terakhirnya Pembelajaran Berbasis Fitrah yang diterbitkan Balai Pustaka (2008) menjadi salah satu buku rujukan yang laris dibedah di berbagai tempat. Namun, saya tak sanggup membendung arus kesedihan ketika menerima kabar lewat SMS kalau Pak Achjar belakangan ini tengah berjuang melawan penyakit yang tengah dideritanya.

Ketika bertemu di Jakarta bulan Juli 2009 yang silam, Pak Achjar memang sempat menyampaikan kondisi fisiknya yang mulai menurun. Setelah itu, beberapa kali beliau mengabarkan diagnosis dokter tentang indikasi adanya tumor yang bersarang di lehernya, sebelum akhirnya mengirimkan SMS seperti berikut ini.

Assww. Yth. Peng. Agupena Jtng. Ats perintah pak FA Moeloek (mantan Menkes) sy hrs berobat ke RS Dharmais (indikasi tumor ganas). Tks. Slm. Achjar. Ps. Hri ini sy ke Dharmais, mhn bntu doa (Yth dr. Satoto/Direktur RS Dharmais/: ….

Saya tak sanggup berbuat apa-apa ketika menerima kabar semacam itu. Hanya bisa berdoa semoga Pak Achjar diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi ujian yang tengah dihadapinya. Dengan kesabaran dan ketabahan, semoga Allah memberikan sentuhan tangan gaib-Nya hingga akhirnya Pak Achjar diberikan kesembuhan dan kesehatan seperti sedia kala dan bisa terus bereksistensi diri dalam membesarkan Agupena dan menggairahkan dunia kepenulisan di kalangan guru. Demikian juga, segenap pengurus Agupena Jawa Tengah dengan ketulusan hati terus berdoa semoga Allah SWT memberikan jalan kesembuhan buat Pak Achjar.

Saya juga mohon dengan kerendahan hati kepada semua sahabat bloger dan pembaca untuk berkenan mendoakan Pak Achjar agar bisa mengatasi semua cobaan yang tengah dihadapi hingga bisa sembuh dan sehat kembali. Terima kasih!

Selamat berjuang, Pak Achjar, Insyaallah semua cobaan bisa teratasi dengan baik! ***

tentang blog iniTulisan berjudul "Achjar Chalil, Agupena, dan Rakernas" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (15 Oktober 2009 @ 00:18) pada kategori Opini. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0, memberikan respon, atau melakukan trackback dari blog Anda. Terima kasih atas kunjungan, silaturahmi, saran, dan kritik Anda selama ini. Salam budaya!

Ada 111 komentar dalam “Achjar Chalil, Agupena, dan Rakernas

  1. Pingback: Seminar Nasional dan Pelantikan | Pena Deni Kurniawan As'ari

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *