Membumikan Software Open Source: Mimpi Indonesia Masa Depan
Sunday, 27 September 2009 (05:39) | 620 pembaca | 154 komentar | Print this Article
Monopoli Microsoft harus diakui telah mencengkeram ranah teknologi dan informasi (TI). Perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates tahun 1975 itu agaknya telah memberikan pengaruh dahsyat dan menggurita dalam penggunaan komputer di berbagai belahan dunia. Demikian kuat pengaruh Microsoft dalam dunia TI, sampai-sampai orang mengindentikkan komputer dengan windows.
Namun, seiring dengan perkembangan peradaban, kehadiran Microsoft dianggap sebagai “penjajah” yang tak pernah berhenti mengibarkan bendera kaum kapitalis dengan memproduksi software berharga mahal. Coba tengok saja daftar harga software microsoft asli di www.pvidia.com yang dipromosikan dengan harga murah dan bersaing! Untuk Windows Vista Ultimate SP1, misalnya, harganya masih mencapai US$211. Belum lagi jika kita memerlukan software operasional yang lain. Kita mesti merogoh kocek lebih dalam.
Dampak Sosial
Dalam konteks Indonesia, mahalnya harga software asli Microsoft, dalam pandangan awam saya, telah melahirkan dampak sosial yang begitu luas dan kompleks. Pertama, mereka yang berduwit cenderung sekadar menjadi konsumen siap pakai yang tak pernah memiliki greget kreativitas untuk mengembangkan software yang sesuai dengan tuntutan dan dinamika zaman. Kondisi semacam ini, disadari atau tidak, telah membuat bangsa kita “tiarap” dalam soal TI. Kita cukup puas menjadi bangsa pengguna, tanpa memiliki “kemauan baik” untuk menjadi bangsa unggulan dalam soal TI, meski kesempatan untuk itu sangat terbuka lebar.
Kedua, mereka yang tak sanggup membeli software asli Microsoft cenderung menggunakan software-software bajakan yang dengan mudah bisa ditemukan di berbagai tempat. Inilah kenyataan sosial yang tak terbantahkan. Berdasarkan catatan APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), jumlah pengguna internet di Indonesia pada tahun 2008 mencapai sekitar 10 juta orang. Sekarang, angka itu pasti sudah jauh merangkak. Belum lagi para pengguna komputer untuk keperluan sehari-hari, baik untuk kepentingan institusi maupun pribadi. Jika mau jujur, jumlah pengguna software microsoft bajakan jauh lebih banyak ketimbang pengguna software Microsoft asli. Tak berlebihan kalau ada yang mengatakan bahwa bangsa kita dikenal sebagai “bangsa pembajak” yang minim apresiasinya terhadap hak cipta.
Stigma sebagai “bangsa pembajak” jelas bisa menjadi “aib” buat bangsa kita yang selama ini dikenal sebagai bangsa yang santun dan beradab. Dari sisi ini, perlu ada upaya serius untuk menghapuskan stigma semacam itu. Memang, selama ini pemerintah sudah mengampanyekan penggunaan software legal, khususnya kepada perusahaan. Namun, kampanye semacam itu akan menjadi sia-sia jika tidak diimbangi dengan kebijakan yang berpihak kepada para pengguna software. Tidak sedikit perusahaan yang masih mengeluhkan mahalnya harga software microsoft sehingga terpaksa harus menggunakan produk-produk bajakan.
Ketika menerima kunjungan Tim Nasional Penanggulangan Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (Timnas PPHKI), sebagaimana dilansir www.teknologi.vivanews.com, Direktur PT Asuransi Jaya Proteksi, Andy Wijaya, misalnya, juga mengeluhkan mahalnya software asli yang beredar di pasaran. “Seharusnya ada perspektif bisnis di sini. Kalau harga software murah, pasti banyak yang akan membeli,” ujar Wijaya ketika berdialog dengan Timnas PPHKI dan Business Software Alliance, sekitar bulan Maret 2009 yang lalu. Apalagi, dari sisi kualitas dan fungsionalitas, lanjut Wijaya, tak ada bedanya antara software asli dan software bajakan. Oleh karenanya, kendala yang dirasakan oleh perusahaan kecil dan menengah, menurut Wijaya adalah harga yang terlalu mahal.
Ini artinya, selama software berharga murah tidak mampu disediakan oleh pemerintah melalui kebijakan regulasi yang berpihak kepada pengguna komputer, aksi pembajakan software orisinal sulit dihindarkan. Razia yang dilakukan pemerintah pun tidak akan menguntungkan buat rakyat, bahkan bisa menjadi bumerang bagi pemerintah sendiri.
Membumikan Software Open Source
Berkaitan dengan penggunaan software komputer yang makin berkembang pesat, terobosan penggunaan software open source bisa menjadi langkah bijak yang layak ditempuh untuk memerdekakan negeri ini dari “penjajahan” kaum kapitalis di bidang software. Terobosan semacam ini bisa menjadi langkah jitu dan visioner dalam upaya mewujudkan mimpi Indonesia masa depan terhadap penggunaan software bebas pakai.
Setidaknya, ada dua manfaat besar yang bisa diperoleh bangsa kita jika setiap pengguna komputer memanfaatkan software open source. Pertama, software open source yang bersifat terbuka dan bebas untuk dikembangkan akan merangsang bangsa ini menjadi lebih cerdas dan kreatif dalam mengakrabi dunia TI. Ini artinya, penggunaan software open source akan memiliki sumbangsih yang sangat besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan amanat Pembukaan UUD 1945. Dengan demikian, bangsa kita bisa menjadi pioner pengembangan perangkat lunak berbasis open source yang akan sangat diperhitungkan dalam kancah global.
Kedua, membangun kemandirian bangsa di bidang TI. Diakui atau tidak, bertahun-tahun lamanya bangsa kita hidup dalam ketergantungan terhadap bangsa lain di ranah TI. Imbasnya, bangsa kita belum bisa sepenuhnya hidup merdeka dan berdaulat dalam penggunaan piranti TI karena harus selalu berkiblat dan menjadi penganut “mazab-microsoftiyah” ber-genre bajakan. Jika penggunaan software open source terus dibumikan, anak-anak bangsa negeri ini akan tercerahkan mind-set-nya dalam pengembangan TI sehingga bangsa kita bisa lebih mandiri, bermartabat, dan berdaulat.
Tiga Agenda
Persoalannya sekarang, agenda apa saja yang perlu dilakukan agar mimpi penggunaan software open source bisa terwujud?
Memang bukan hal yang mudah untuk mengubah mind-set masyarakat kita yang telanjur terninabobokan oleh perangkat lunak bajakan. Meskipun demikian, apabila ada agenda serius untuk terus-menerus membumikan penggunaan perangkat lunak bebas pakai, bukan hal yang mustahil apabila generasi masa depan negeri ini akan terus tertantang kreativitasnya untuk mengembangkan perangkat lunak berbasis open source. Dengan kata lain, perlu ada gerakan nasional yang jelas dan visioner agar masyarakat pengguna perangkat lunak mencintai produk-produk open source.
Paling tidak, ada tiga agenda yang perlu segera digarap dalam upaya membumikan penggunaan software open source.
Pertama, perlu ada gerakan keteladanan masif secara top-down. Pemerintah sebagai pemegang kendali kebijakan perlu memberikan keteladanan dalam menggunakan software open source. Setiap kali menyampaikan sosialisasi dan internalisasi program dan kebijakan kepada publik, pemerintah perlu menggunakan perangkat komputer dengan software berbasis open source. Jika langkah ini diikuti oleh aparat di bawahnya secara simultan dan berkelanjutan, rakyat di lapisan bawah secara tidak langsung akan berupaya mengakrabi dan bersahabat dengan software open source. Bukankah ini sebuah tindakan efektif yang benar-benar akan memberikan citraan positif kepada masyarakat luas?
Kedua, memasukkan materi software berbasis open source ke dalam kurikulum pendidikan. Sejak diberlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), jenjang pendidikan dasar dan menengah sudah memasukan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) sebagai mata pelajaran ke dalam kurikulum. Namun, sepanjang pengamatan saya, materi TIK yang diadopsi ke dalam buku teks masih sangat “microsoft-minded”. Ilustrasi dan materi dalam buku ajar masih sangat kuat dipengaruhi oleh perangkat lunak yang diproduksi oleh Bill Gates itu. Akibatnya, keluaran pendidikan kita lebih mengenal microsoft windows ketimbang open source. Untuk membumikan penggunaan software open source melalui dunia pendidikan, perlu ada upaya serius untuk memberdayakan guru yang berdiri di garda depan dalam dunia pendidikan. Mereka perlu terus digembleng dan diubah mind-set-nya melalui berbagai workshop dan pelatihan sehingga benar-benar akrab dan bersahabat dengan software open source. Jika guru benar-benar menguasai sekaligus mampu mengembangkan software open source secara kreatif, jelas akan memberikan sumbangsih yang sangat besar dalam upaya melahirkan generasi masa depan yang cerdas dan kreatif dalam menggunakan software berbasis open source.
Ketiga, merangkul para pengembang software open source untuk melakukan asistensi dan pelatihan di berbagai institusi. Fakta menunjukkan bahwa selama ini (hampir) semua institusi di berbagai lapis dan lini birokrasi sudah menggunakan perangkat komputer dalam membuat, mengolah, dan menyimpan berbagai data untuk kepentingan institusi yang bersangkutan. Jika para operatornya terus dilatih dan dibimbing secara intensif oleh pengembang software open source yang benar-benar andal dan mumpuni, mimpi untuk mewujudkan Indonesia masa depan yang akrab dengan software open source, saya kira bukan hal yang mustahil untuk bisa diwujudkan.
Pelaksanaan ketiga agenda tersebut jelas membutuhkan sinergi dan kerja keras semua pihak. Pemerintah, institusi pendidikan, perusahaan, organisasi, pengembang software open source, dan segenap komponen bangsa yang lain perlu membangun kesadaran kolektif untuk mewujudkan mimpi Indonesia masa depan yang akrab dengan penggunaan software open source yang terbuka dan bebas dikembangkan sesuai dengan tuntutan dan dinamika zaman. Dengan cara demikian, bangsa kita akan sanggup menghapus stigma sebagai “bangsa pembajak”, bahkan akan mampu berdaulat dan mandiri sepenuhnya dalam menggunakan perangkat lunak di bidang TI, sehingga tidak lagi terninabobokan dan terus bergantung pada software komputer berharga mahal.
Sudah saatnya negeri ini berubah. Jangan biarkan bangsa kita yang besar, merdeka, dan berdaulat penuh ini terus-terusan menjadi ladang kaum kapitalis dalam mengembangkan “imperium kekuasaan”-nya di bidang TI. Mari, kita hancurkan stigma “bangsa pembajak” dan kita buka mind-set kita untuk menggunakan dan mengembangkan software open source yang lebih mencerahkan dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Kalau tidak kita mulai dari sekarang, lalu kapan? ***
Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009.
Tulisan Terkait:



































Hari Mulya
Opera Mini 4.2.13221 dan
Unknown
Sunday, 27 September 2009 @ 07:20
pertamaX…
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.219.0 dan
GNU/Linux
(Sunday, 27 September 2009 @ 17:04)
@Hari Mulya,
hehehe … ndak sulit komen pertama di blog ini kok, mas.
Reply
Hari Mulya
Opera Mini 4.2.13221 dan
Unknown
Sunday, 27 September 2009 @ 07:28
setuju dengan 3 langkah di atas, memang pemerintah yang pegang peranan penting,, go open source indonesia,,,
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.219.0 dan
GNU/Linux
(Sunday, 27 September 2009 @ 16:27)
iya, mas hari. dalam konteks penggunaan software open source pemerintah harus benar2 menjadi pionirnya, agar rakyat segera mengikuti langkahnya.
Reply
aji
Firefox 2.0.0.15 dan
Windows XP
(Tuesday, 29 September 2009 @ 10:45)
betul… peran pemerintah harus lebih ditingkatkan lagi agar penggunaan open souyrce bisa membumi….
Baca juga tulisan terbaru aji berjudul lebaran 2009… dalam gambar
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:45)
saya kira demikian, mas aji. tanpa intervensi pemerintah, penggunaan open source tdk akan efektif.
Reply
gajah_pesing
Firefox 3.0 dan
Windows XP
Sunday, 27 September 2009 @ 07:47
mari tingkatkan opensource di ranah Indonesia ini
*sebuah ajakan yang belum saia laksanakan, hiks..*
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.219.0 dan
GNU/Linux
(Sunday, 27 September 2009 @ 16:29)
belum dilaksanakan tak mengapa, mas fay, tapi setidaknya ajakan penggunaan perangkat lunak berbasis open source sudah menjadi awal yang bagus utk mewujudkan mimpi masa depan indonesia.
Reply
Pencerah
Opera 9.63 dan
Windows XP
Sunday, 27 September 2009 @ 09:23
hanya bisa mendukung dari jauh Pak.
Lanjutkan
Baca juga tulisan terbaru Pencerah berjudul Genduk Miyabi datang ke Indonesia
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.219.0 dan
GNU/Linux
(Sunday, 27 September 2009 @ 16:29)
matur nuwun, mas pencerah.
Reply
Wempi
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Sunday, 27 September 2009 @ 09:38
banyak sisi lain yang mesti juga di open source, tidak hanya microsoft saja yang mahal, seperti.
buku, buku disini teramat mahal walaupun isinya gak bagus-bagus amat, rata-rata 50ribuan, harga buku yang mahal salah satu alasan wempi balik kanan gak jadi beli walaupun isinya sangat bagus. kalo di opensource banyak buku bisa di download bebas seperti jeni, ilmukomputer.org, buku sekolah elektronik.
ilmu, banyak ilmuwan dan praktisi yang menjual ilmu dan pengalamannya dengan mahal, kalau ada yang gratis atau sesuai kantong itu pun hanya di daerah tertentu seperti jakarta, kalau kedaerah-daerah, kita nya megap-megap nyari sponsor, buat transport, penginapan dan akomodasi sang trainer. kalo di opensource yang pasti ilmuwan yang jual mahal akan banting harga dan turun ke pelosok-pelosok indonesia menjual ilmunya, hehehe… karena banyaknya trainer relawan bermunculan.
pengusaha, pengusaha di indonesia kurang dari 2% dari total jumlah penduduk di indonesia, yang membuat pekerjanya mau di gaji berapa saja asal ada kerja. kalo di opensource, bakal banyak nih… pengusaha-pengusaha baru, menimbulkan daya saing, dan pekerja gak lagi digaji seadanya dan diberlakukan seperti sekarang ini.
dan masih banyak yang lain lho… yang mesti di open source.
Baca juga tulisan terbaru Wempi berjudul PT Hulondalo Salimi
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.219.0 dan
GNU/Linux
(Sunday, 27 September 2009 @ 16:32)
terima kasih banget tambahan infonya, mas wempi. dalam penggunaan software open source agaknya tdk bisa dilakukan secara parsial, tapi perlu dukungan dari berbagai komponen hingga akhirnya produk software yang murah dan selalu up-to-date benar2 bisa memasyarakat d negeri ini.
Reply
riFFrizz
Opera Mini 4.2.14320 dan
Unknown
Sunday, 27 September 2009 @ 09:44
Madzhab microsofiyyah memang telah tersebar di Indonesia (versi bajakan) seharusnya ada yang mengajarkan madzhab linuxiyah
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.219.0 dan
GNU/Linux
(Sunday, 27 September 2009 @ 16:33)
hehe … insyaallah, suatu ketika harapan mas rifky itu bisa terwujud.
Reply
riFFrizz
Firefox 3.0.3 dan
Windows XP
(Monday, 28 September 2009 @ 20:14)
@riFFrizz, atau malah madzhap mackiyah pak, yang lebih canggih, tapi nggak gratis, he he he
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:33)
walah! ada mazab mackiyah juga rupanya, hehe …
Reply
FARHAN
Opera Mini 4.2.14912 dan
Unknown
Sunday, 27 September 2009 @ 10:12
Sudah saatnya negara ini berubah. kapitalisme yang sudah meranah harus mulai dikikis. dukung perkembangan Software murah berkualitas. buktikan bangsa kita bukan bangsa pembajak..
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.219.0 dan
GNU/Linux
(Sunday, 27 September 2009 @ 16:33)
betul banget, farhan. ayo, kita mulai sekarang!
Reply
New Blogger
Firefox 3.0 dan
Windows XP
Sunday, 27 September 2009 @ 10:15
Selamat siang bapak sawali, minal aidzin wal faidzin yach, maaf kalo terlambat.
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.219.0 dan
GNU/Linux
(Sunday, 27 September 2009 @ 16:34)
selamat sore, mas jai. sama2, mohon maaf juga, ya? ndak ada istilah terlambat kok.
Reply
Dana
Firefox 2.0.0.4 dan
Windows XP
Sunday, 27 September 2009 @ 10:24
Kalo menurut saya, pengenalan software open source sebaiknya dilakukan pada anak muda (misalnya melalui sekolah-sekolah). Terus terang kalo sudah seumur saya dan sudah bekerja, rasanya sudah terlambat pak. Kalo mau belajar dari awal lagi, rasanya terlalu berat dan akan ketinggalan dengan yang tetap memakai microsoft software.
Tapi untuk yang muda, jika dibiasakan dari dini, maka nanti ketika sudah di dunia kerja, akan terbiasa dengan software open source.
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.219.0 dan
GNU/Linux
(Sunday, 27 September 2009 @ 16:35)
betul banget, mas dana. makanya salah satu langlah strategis adalah memperkenalkan penggunaan sofware open source melalui dunia pendidikan.
Reply
Nyubi
BlackBerry 000 dan
Unknown
Sunday, 27 September 2009 @ 10:57
Open Source semoga bisa membumi! sepanjang masih mahalnya software Microsoft, maka semakin subur software bajakannya.. Maka mental negara “pembajak” (software) akan sulit dilepaskan
Ikut kontes open source Pak? Semoga berhasil 
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.219.0 dan
GNU/Linux
(Sunday, 27 September 2009 @ 16:36)
terima kasih support dan apresiasinya, mas nyubi. semoga saja poen source di negeri bisa segera membumi.
Reply
DV
Google Chrome 3.0.195.21 dan
Windows Vista
Sunday, 27 September 2009 @ 11:17
Wah Pak Sawali ndak butuh waktu lama untuk memulai berlomba setelah rehat Lebaran.
Maju terus, Pak Guru! Semoga menang!
Baca juga tulisan terbaru DV berjudul Belajar dari Pohon di Muka Kantor
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.219.0 dan
GNU/Linux
(Sunday, 27 September 2009 @ 16:37)
sekadar iseng kok, mas don, hehe … matur nuwun supportnya.
Reply
mandor tempe
Opera 10.00 dan
Windows 2000
Sunday, 27 September 2009 @ 14:28
Memang kalau harga software microsoft tetap segitu maka sangat sulit sekali menghindarkan bangsa ini dari pembajakan. Semoga saja open source bisa membuat program yang murah sehingga masyarakat tidak segan-sgan mengeluarkan biaya untuk software mereka.
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.219.0 dan
GNU/Linux
(Sunday, 27 September 2009 @ 16:38)
betul sekali, mas mandor. harus ada kejelasan regulasi dari pihak pemerintah agar para pengguna komputer bisa memanfaatkan piranti TI dengan aman, murah, dan nyaman.
Reply
M Mursyid PW
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Sunday, 27 September 2009 @ 15:37
Terus terang saja saya masih sangat awam dengan Linux, mengenal sedikit tentang komputer berbasis windows pun dari hasil belajar sendiri secara otodidak. Biar nanti saya coba cari teman di sini yang sudah menguasai OSS. Kok saya jadi ikut penasaran.
O Ya, saya dibesarkan di pinggiran kota Sala3. Ibu saya asli Godong Purwodadi lho, pak.
Semoga lombanya sukses.
Baca juga tulisan terbaru M Mursyid PW berjudul Titik Nadir Jati Diri Manusia
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.219.0 dan
GNU/Linux
(Monday, 28 September 2009 @ 03:09)
@M Mursyid PW,
walah, saya juga sedang belajar menggunakannya, pak mursyid, hehe … saya juga bermodal nekad utk bermigrasi, pak. setelah pakai, makin terbukti kalau open source memang mengasyikkan, hehe … wow… ternyata ibu pak mursyid asli dari godog. itu daerah yang selalu saya lewati ketika mudik, pak.
Reply
cah ndueso
Firefox 3.0.8 dan
Windows XP
Sunday, 27 September 2009 @ 15:43
tak dukung mbah kung…
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.219.0 dan
GNU/Linux
(Monday, 28 September 2009 @ 03:10)
@cah ndueso,
wah, matur nuwun, mas.
Reply
adipati kademangan
Firefox 3.0.14 dan
Windows 2000
Sunday, 27 September 2009 @ 15:47
meski saya gaptek linux dan masih ndompleng software pabrik, saya bertekat suatu saat saya bisa menggunakan open source itu
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.219.0 dan
GNU/Linux
(Monday, 28 September 2009 @ 03:11)
@adipati kademangan,
terima kasih atas support dan apresiasinya, mas adipati. semoga saja kelak software open source benar2 memasyarakat di negeri ini.
Reply
kumpulan bisnis
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Sunday, 27 September 2009 @ 16:03
iya tuh pak,, pemerintah sebagai pemegang kendali harus bisa memberikan fasilitas,, sebenarnya banyak kok programer dari indonesia yg mampu
”
Baca juga tulisan terbaru kumpulan bisnis berjudul HUBUNGAN ALEXA RANK DENGAN BISNIS ONLINE
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.219.0 dan
GNU/Linux
(Monday, 28 September 2009 @ 03:12)
@kumpulan bisnis,
betul sekali, mas. banyak pengembang software open source di negeri ini yang hebat. sayangnya, selama ini mereka ndak pernah dirangkul pemerintah.
Reply
online blog
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Sunday, 27 September 2009 @ 16:08
Baca juga tulisan terbaru online blog berjudul CREATIVITY IN BUSINES CARDS
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.219.0 dan
GNU/Linux
(Monday, 28 September 2009 @ 03:13)
@online blog,
walah, saya juga masih belum friensly benar kok dengan open source. hanya bermodal nekad saja kalau akhirnya saya memutuskan utk migrasi ke ubuntu.
Reply
berita dunia
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Sunday, 27 September 2009 @ 16:09
Baca juga tulisan terbaru berita dunia berjudul TAS ANEH BERBAU PORNO
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.219.0 dan
GNU/Linux
(Monday, 28 September 2009 @ 03:13)
@berita dunia,
hehe … itu terjadi karena mahalnya harga software microsoft, mas.
Reply
roomen
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Sunday, 27 September 2009 @ 16:11
kalo bisa software yg asli harganya agak murah dikit biar terjangkau dan gak ada lg yg beli bajakan

Baca juga tulisan terbaru roomen berjudul LEBIH SUKA MANA, PANJANG ATAU PENDEK?
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.219.0 dan
GNU/Linux
(Monday, 28 September 2009 @ 03:14)
@roomen,
nah, sepertinya hal itu sulit diwujudkan, mas, karena microsoft sudah telanjur menggurita. solusi terbaik yang ke open source.
Reply
roomeyda
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Sunday, 27 September 2009 @ 16:12
kalo masalah komputer,,, saya gak ngerti pak,,,
tp saya coba belajar 

Baca juga tulisan terbaru roomeyda berjudul SAYKOJI BIKIN LAGU UNTUK JOKO ANWAR BUGIL
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.219.0 dan
GNU/Linux
(Monday, 28 September 2009 @ 03:15)
@roomeyda,
apalagi saya, mas room, yang sama sekali tidak memiliki background yang memadai ttg open source, hhehe …
Reply
achmad sholeh
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Sunday, 27 September 2009 @ 17:46
memang butuh perjuangan yang gigih pak dan saya sepakat dengan cara top down, karena kalau melalui kesadaran individu rasanya terlalu lama
Baca juga tulisan terbaru achmad sholeh berjudul Google berulang Tahun
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.219.0 dan
GNU/Linux
(Monday, 28 September 2009 @ 03:16)
@achmad sholeh,
memang benar, pak, karena utk menggunakan open source, konon diperlukan kreativitas dan punya kemauan kuat utk belajar.
Reply
nada
Firefox 3.0.14 dan
Windows XP
Sunday, 27 September 2009 @ 19:11
master IT yg penuh dengan ide2 cermerlang dan penuh kemandirian itu Knag Ono Purbo.ide2 beliau diakui didunia internasional. tapi yang justru ironi adalah beliau mengembangkan kreativitasnya sendirian bersama kelompoknya saja
support dari pemerintah? hampir tidak ada dan pemerintah kecil sekali mengadopsi ide2nya beliau..
ide mengadopsi software open source dulu pernah di sarankan beliau
tapi ya…begitulah..pemerintah justru mengikat kontrak dengan microsoft
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.219.0 dan
GNU/Linux
(Monday, 28 September 2009 @ 03:17)
@nada,
betul sekali, mas. kang onno memang pakar IT yang benar2 layak dikagumi. sungguh beruntung saya sempat ngobrol dengan beliau dalam suasana yang akrab dan kekeluargaan.
Reply
pakacil
Firefox 3.5.3 dan
GNU/Linux
Sunday, 27 September 2009 @ 19:29
orang tua dulu bilang, “alah bisa karena biasa”
proses ‘pembiasaan’ sepertinya juga pegang peranan penting. saya pernah mengalami Pak, waktu punya akses penuh terhadap seluruh komputer pada suatu kantor, itu pelan-pelan aplikasi pendukungnya saya migrasikan ke freeware dan open source, walau untuk OS masih pakai Windows. *lagi pula mereka beli yg aseli sih*.
pernah juga coba pasangkan OS linux, ternyata keluhan utama ada 2:
1. tidak biasa.
2. dukungan terhadap perangkat lain yg digunakan.
Mungkin salah satu langkah praktis yang dapat diambil instansi pemerintah adalah, menetapkan sebuah aturan yg jelas, bahwa untuk setiap pengadaan perangkat keras yg terhubung dengan komputer (misalnya printer & scanner), haruslah type yang dapat dengan mudah digunakan di linux misalnya. Karena ada beberapa jenis yg sampai saat ini sulit sekali. misalnya saja scanner saya.. hiks…
Baca juga tulisan terbaru pakacil berjudul Kaki yang Pegang Kendali
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.219.0 dan
GNU/Linux
(Monday, 28 September 2009 @ 03:19)
@pakacil,
alasan seperti itu sepertinya menghinggapi hampir semua pengguna microsoft yang migrasi ke open source, pakacil. selalu saja ada alasan untuk tidak secepatnya beralih ke open source.
Reply
ajengkol
Firefox 3.5.1 dan
Windows XP
Sunday, 27 September 2009 @ 20:45
Menyimak tapi tetep ilmunya belum nyampai
Baca juga tulisan terbaru ajengkol berjudul Cintamu Membakar Jiwaku
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.219.0 dan
GNU/Linux
(Monday, 28 September 2009 @ 03:20)
@ajengkol,
walah, mbak ajeng kok sukanya merendah begitu, hehe ….
Reply
bunda
Firefox 3.0.14 dan
Windows XP
Sunday, 27 September 2009 @ 21:35
setuju Mas…. go open source Indonesia…agar makin mendunia..masa kalah sama India
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.219.0 dan
GNU/Linux
(Monday, 28 September 2009 @ 03:20)
@bunda,
terima kasih support dan apresiasinuya, bunda.
Reply
yanti tukang kerupuk
Opera 9.64 dan
Windows XP
Sunday, 27 September 2009 @ 22:11
kalo gitu, besok-besok minta ajari misua ah pake lunix (artinya kecil dalam bahasa lampung).Heheheheeh, mudah2an bisa ikut membumikan opensource..
salam
yanti
Baca juga tulisan terbaru yanti tukang kerupuk berjudul 9 hal tentang SEO yang terlupakan!
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.219.0 dan
GNU/Linux
(Monday, 28 September 2009 @ 03:21)
@yanti tukang kerupuk,
wah, kebetulan banget kalau suami mbak yanti malah sudah lebih dulu akrab dengan sofware open source. mbak yanti pasti bisa.
Reply
xitalho
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Sunday, 27 September 2009 @ 22:42
Saya lagi mindhak-mindhik pingin migrasi juga pak…
Gamang! karena mungkin sudah kelamaan dan keasyikan bergaul dng Mikocok.
Lagi pesen di kirim cidi.. maklum fakir benwit puol… hehehe.
Sukses selalu.. saia dukung semoga pak Wali menang lomba.
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.219.0 dan
GNU/Linux
(Monday, 28 September 2009 @ 03:21)
@xitalho,
lha mbok mangga, mas xit. saya juga hanya bermodal nekad, kok, mas.
Reply
luxsman
Swiftfox dan
GNU/Linux
Monday, 28 September 2009 @ 01:08
ayo kita sukseskan agenda…… dan menjadi pengguna linux yang kaffah….
Baca juga tulisan terbaru luxsman berjudul Menjadi "pelacur" Demi Kursi GOLKAR
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.219.0 dan
GNU/Linux
(Monday, 28 September 2009 @ 03:22)
@luxsman,
ayo, mas luxman, dorong terus temen2 yang lain utk segera beralih ke open source, hehe …
Reply
KangBoed
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Monday, 28 September 2009 @ 08:23
HADIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIRRRRRRRRRRR
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:16)
hehe … kangboed?
Reply
KangBoed
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Monday, 28 September 2009 @ 08:23
Satu kata yang tiada tergantikan
Kata MAAF nan tulus dan ikhlas
Keluar dari lubuk hati terdalam
Terselip khilaf dalam candaku,
Tergores luka dalam tawaku,
Terbelit pilu dalam tingkahku,
Tersinggung rasa dalam bicaraku.
Buruk laku tindak tandukku
Hanya Harap dan MAAF terucap
Mudah mudahan esok lebih baik
Saat Hari Kemenangan telah tiba,
Semoga diampuni salah dan dosa.
Mari bersama bersihkan diri,
Murnikan Jiwa dalam genggamanNYA
sucikan keping hati di hari nan Fitri.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
Taqoba lallahu minnaa wa minkum
Shiyamanaa wa shiyamakum
Minal ‘aidin wal faizin
Mohon maaf lahir dan batin
Dari :
“Kang Boed Sekeluarga”
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
‘tuk Sahabat Sahabatkuku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuullllllllllllllllllllll
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:16)
hatur nuhun, kangboed.
Reply
KangBoed
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Monday, 28 September 2009 @ 08:27
Sebulan sudah kita jalani Ramadhan bersama
Malam penghujung hari yang indah ini
Genderang Perang sudah di tabuh.
Pekik Kemenangan dikumandangkan
Alunan Nada Pengagungan dinyanyikan
Suara Riang Gembira berkeliling kota
Ramadhan dengan segala perniknya telah kita lewati bersama
“Demi Masa sesungguhnya manusia itu merugi”
Mudah mudahan Jerit kemenangan ada dalam diri kita semua
Sebab tiadalah semua ini kecuali kembali kepada Fitrah Diri
Mari bersama kita saling mensucikan diri menuju Illahi Robby
Membersihkan diri melangkah menemukan diri sebenar diri
Mulai menghampiri DIA tulus ikhlas karena CINTA
Meraih keselarasan diri dalam Ketenangan Jiwa
Bebenah dan jadikan momentum kemenangan ini
Menjadi Manusia seutuhnya meliputi lahir bathin
Dahulu datang putih suci bersih
Mudah mudahan kembali suci putih bersih
Tiada kata yang terungkap lagi
Mari kita bersama menyambut hari yang FITRI
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
Taqoba lallahu minnaa wa minkum
Shiyamanaa wa shiyamakum
Minal ‘aidin wal faizin
Mohon maaf lahir dan batin
Dari :
” Kang Boed Sekeluarga “
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
‘tuk Sahabat Sahabatkuku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll
Baca juga tulisan terbaru KangBoed berjudul Sisa Kedirianku
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:17)
salam damai dan kaish sayang juga, kangboed.
Reply
boyin
Firefox 2.0.0.8 dan
Windows XP
Monday, 28 September 2009 @ 09:43
dari dulu saya penasaran dengan linux tapi nggak ada yang ngajarin pak..pingin juga memakai os selain windows
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:18)
hehe …. kan gampang ditemukan di google, mas boyin. bisa otodidak, kok.
Reply
fxekobudi
Shiretoko 3.5.3 dan
Ubuntu 9.04
Monday, 28 September 2009 @ 10:05
Setuju Pak..
Faktor utama dari Pemerintah kayaknya. Justru Pemerintahlah yang ogah-ogahan memberdayakan dan menggunakannya di semua instasi pemerintahan..
Dan perlu satu hal lagi, sosialisasi ke anak didik kita dan orang tuanya. Kebanyakan dari pengguna di Indonesia tidak mengetahui bahwa ada lisensi software. Dan lebih parahnya lagi, tidak mengetahui kalau menggunakan barang bajakan. Jadi bisa dipastikan bahwa tidak mengetahui software tersebut Open atau Tidak…
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:19)
betul sekali, mas eko. sosialisasi ttg software open source memang perlu dilakukan, setelah paham, dilatih. insyaallah para pengguna siap. pemerintah jelas perlu memberikan dukungan dan support sepenuhnya.
Reply
yulian
Firefox 3.0.13 dan
Windows XP
Monday, 28 September 2009 @ 10:17
Sepertinya di kantor tempat saya bekerja sudah di terapkan itu, tapi ya itu tadi, tidak adanya kelanjutan atau usaha untuk terbiasa menggunakannya, akhirnya menjadi sia sia saja, ya alasan itu tadi gak bisa, dan gak terbiasa juga gak ada yg ngajari ini…termasuk saya pak he..he..he..
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:21)
hehe … kebiasaan memang sangat menentukan, mas yulian, termasuk dalam menggunakan software. kalau terus2an pakai kyang bajakan hingga tak terasa lagi bahwa itu produk tak halal, hiks, bisa repot. tapi software di kantor mas yulian pasti pakai yang orisinil, kan?
Reply
vizon
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Monday, 28 September 2009 @ 10:17
Analisanya tajam sekali Pak Sawali…
Pendidikan, terutama pada tingkat menengah, adalah basis terbaik untuk melakukan hal ini Pak. Karena, bagi pengguna yang sudah terlanjur bisanya cuma microsoft, agak sulit juga untuk kembali mempelajarinya. Bukan karena tidak mau, tapi lebih karena tidak adanya kesempatan, terutama waktu.
Saya sepakat bila Pemerintah mengeluarkan regulasi yang dapat menurunkan harga software asli. Sehingga, dengan demikian, bangsa kita tidak melulu menjadi bangsa pembajak…
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:22)
terima kasih apresiasinya, bang vizon, saya kira benar, bang, pemerintah yang mengendalikan kebijakan sudah saatnya berpihak kepada pengguna open source. kalau tdk mampu menyediakan software yang murah, ya perlu terus mem-back-up penggunaan software open source.
Reply
arifudin
Firefox 3.0.1 dan
Windows XP
Monday, 28 September 2009 @ 10:44
mari kita budayakan dari belajar menggunakan open source, setelah belajar dan bisa, tentunya pasti akan menggunakan software open source, sehingga bisa mengurangi dampak pembajakan software asli yang bila beli harganya sangat mahal pak

Baca juga tulisan terbaru arifudin berjudul Wisata Girimanik Tejomoyo Manikmoyo Condromoyo
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:23)
ajakan yang simpatik, mas arif. yuk, kita mulai sekarang juga!
Reply
izmoend
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Monday, 28 September 2009 @ 12:40
sebenarnya baik2 aja kalau nggak ada softwre open source, bisa meningkatkan semangat para pembuat sofwre. tapi itu hanya apabila semua yang butuh tu sofware pada berduit,,, tapi mengingat kondisi kita2 yang kayak gini ya…………………..
Baca juga tulisan terbaru izmoend berjudul Plat Kuning
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:25)
hmmm…. memang kehadiran software open source sebagai solusi dan jawaban di tengah mahalnya harga software yang mahal, mas, sehingga kita tak lagi menggunakan produk bajakan.
Reply
Rafki RS
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Monday, 28 September 2009 @ 13:05
Sebenarnya juga adalah mimpi dunia untuk membumikan open source itu Pak. Tapi apa daya, raksasa itu begitu kuat dan bahkan semakin ganas. Dengan harga selangit saja, software-software buatan Microsoft masih merajai. Apalagi sekarang Microsoft begitu agresif banting harga dan melakukan penetrasi besar-besaran.
Jika kita ambil contoh OS Linux saja, maka Linux tidak berdaya menghadapi Microsoft Windows. Bahkan dibanding OS Mac, yang eksklusif untuk perangkat buatan Apple saja, market share Linux masih jauh ketinggalan.
Semoga mimpi kita semua untuk membuat software open source sebagai pilihan utama, dapat terwujud.
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:26)
terima kasih infonya, pak rafky. semoga para pengembang software open source makin kreatif, sehingga ndak kalah dengan produk2 microsoft yang mahal.
Reply
the bunglon's
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Monday, 28 September 2009 @ 13:54
Ikut mendukung saja…., Pa’ Sawali….

Baca juga tulisan terbaru the bunglon’s berjudul Jakarta Kota Impian…
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:28)
terima kasih supportnya, mas heru.
Reply
doelsoehono
Firefox 3.0.13 dan
Windows XP
Monday, 28 September 2009 @ 15:22
selamat hari raya idul fitri Mohon maaf lahir bathin
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:30)
terima kasih, pak hono. selamat idul fitri juga, mohon maaf lahir dan batin, ya.
Reply
Pradna
Swiftfox dan
GNU/Linux
Monday, 28 September 2009 @ 15:34
Mantabs, Pak Guru.. begitu migrasi langsung jadi Penggiat Linux.
(ini contoh nyata dari kata2 : “saya bisa!”)
Mendukung lomba Pak Guru…wis tah, mogo2 menang kabeh

Baca juga tulisan terbaru Pradna berjudul Bon Idul Fitri 1430H
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:31)
terima kasih, mas pradna. saya harus banyak belajar ttg linux dari panjenengan.
Reply
afwan auliyar
Firefox 3.5.3 dan
Windows Server 2003
Monday, 28 September 2009 @ 16:34
ehmm, sptny dukungan penggunaan opensource lebih gencar ,…

krn orang suka melihat manfaatnya
apalagi opensource mash blom sepenuhnya di dukung oleh pengembang hardware lainnya
Baca juga tulisan terbaru afwan auliyar berjudul Tips mempercepat loading page v.2
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:31)
ya, mas afwan, semoga ini bukan lantaran trend semata.
Reply
Yuda
Firefox 3.5.2 dan
Windows XP
Monday, 28 September 2009 @ 19:37
welwh welwh.. mantap.. kita pakai ajah open source ituh.. gratis kan pak? dari pada beli yang itu dan mahal?
Baca juga tulisan terbaru Yuda berjudul Buat Buku Tamu Wordpress, Blogspot, Website
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:33)
iya, semua produk open source kan memang disediakan secara gratis, mas jidat, sebagai solusi di tengah harga software microsoft yang mahal.
Reply
BlogDokter
Opera 10.00 dan
Windows Vista
Monday, 28 September 2009 @ 20:17
saya tidak terlalu fanatik terhadap OS, sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan saja.
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:34)
bener juga, toh, dok. saya malah ingin belajar total pakai open source, pak dokter, hehe …
Reply
arkasala
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Monday, 28 September 2009 @ 20:39
ada semacam dilema juga nih Pak ya. Yang saya rasakan windows ini sudah kayak nasi sehingga sulit sekali merubahnya apalagi diawali oleh kesadaran diri. Entah kenapa yang opensource itu sendiri termasuk mudah untuk dipergunakan, namun tetap kebanyakan termasuk saya akhirnya kembali lagi ke windows. Dulu saya sempat pake Mandriva, namun karena kawan di kantor semua pake windows akhirnya kembali lagi.
Saya sepakat dengan ketiga agenda di atas Pak sebagai solusi untuk memulai. Trims atas artikelnya Pak. Salam.
Baca juga tulisan terbaru arkasala berjudul Siskamling dan Bela Negara
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:35)
nggak apa2, mas arka. ini juga tantangan buat bangsa kita. makin repot kalau kita mesti pakai software yang tdk orisinil.
Reply
novi
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Monday, 28 September 2009 @ 20:57
saya doakan tulisan ini menang. sehingga nantinya ada acara syukuran. saya pun datang buat makan-makan.
amiin

Baca juga tulisan terbaru novi berjudul Mewarnai Pondok, Mungkinkah?
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:36)
amiin, matur nuwun supportnya, mas novi.
Reply
ciwir
Firefox 3.0.8 dan
Ubuntu 9.04
Monday, 28 September 2009 @ 22:03
inilah 3 karya nyata yang bisa dilakukan untuk membumikan freeware aliase opensource itu
Baca juga tulisan terbaru ciwir berjudul Mudik 2009
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:37)
amiiin, semoga mimpi itu bisa terwujud, mas santri.
Reply
websmaster.info
Opera Mini 5.0.15650 dan
Unknown
Monday, 28 September 2009 @ 23:35
Wah kalau di suruh beli window asli harga 750ribu mending aku beli di toko sopwer yg harga 15ribu aja
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:38)
wah, itu asli atau tidak, mas, harganya kok murah banget.
Reply
marshmallow
Firefox 3.5.3 dan
Windows Vista
Tuesday, 29 September 2009 @ 00:23
ketiga agendanya pasti mantap bila diterapkan, pak satu. open source memang musti dibiasakan untuk membebaskan masyarakat pengguna dari adiksi terhadap produk-produk microsoft yang selama ini sudah merajai dunia TI. dan salah satu langkah konkritnya adalah dengan memasukkan dalam kurikulum maupun mengadakan pelatihan-pelatihan, persis seperti yang diagendakan.
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:39)
terima kasih supportnya, mbak yulfi, semoga mimpi2 indonesia masa depan ttg penggunaan software open source bisa terwujud, meski harus menunggu waktu.
Reply
andif
Firefox 3.8 dan
Ubuntu 9.25
Tuesday, 29 September 2009 @ 01:13
siip maju terus Pa..
tetap semangat
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:39)
matur nuwun supportnya, mas felani.
Reply
masnur
Google Chrome 3.0.195.21 dan
Windows XP
Tuesday, 29 September 2009 @ 01:39
Yesss…….. saya setuju banget dengan ketiga agenda tersebut meskipun dengan demikian semua masyarakat IT dari yg newbie sampai master harus merubah mindset dengan mengganti istilah “safety first” menjadi “Open source first”. Yuk rame-rae belajar open source.
Baca juga tulisan terbaru masnur berjudul Darurat bencana
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:40)
yuk, ajakan yang bagus dan mencerahkan, mas nur. mari kita mulai sekarang juga, hehe …
Reply
Bang Del
Firefox 3.0.14 dan
Windows XP
Tuesday, 29 September 2009 @ 02:08
Indonesia bukan bangsa yang suka membajak software. Eh, benar ga ya??
Open source tetap menjadi pilihan terbaik dari kapitalisme bangsa asing yang mendominasi dan memonopoli teknologi dunia. Setuju dengan Pak Sawali.. Orang Indonesia harus belajar mandiri
Salah icon denk, maksud saya ekspresi yang ini 
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:41)
hehe … inilah salah satu agenda yang perlu segera dilakukan, bangdel, agar bangsa ini bisa secepatnya menghapus stigma sbg “bangsa pembajak”, hehe …
Reply
Khairuddin syach
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Tuesday, 29 September 2009 @ 05:18
Dengan semangad kebersamaan dan tumbuhnya kesadaran masyarakat akan sofie open source, saya yakin, program ini kan tumbuh dan berkembang dimasa yang akan datang..
Wassalam Pak Guru
Baca juga tulisan terbaru Khairuddin syach berjudul Avril Lavigne Blog Dofollow
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:42)
amiiin, mudah2an hal itu bisa terwujud, mas khai. terima kasih supportnya.
Reply
Pakde Cholik
Firefox 3.0.14 dan
Windows XP
Tuesday, 29 September 2009 @ 09:38
Kayaknya langkah2 ini sudah mulai dilaksanakan mas. kendala utama tentu SDM terutama yang ada di remote area. Juga masalah dana
Namun memang harus berani mulai ya agar kita tak semakin jauh ketinggalan dengan negara lain.
Sekarang di tingkat SD juga sudah mulai di galakkan pelajaran komputer kan.
Salam hangat dari Surabaya
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:42)
salam hangat juga dari kendal, pakdhe, mudah2an di tengah keterbatasan sdm kita, upaya sosialisasi dan pelatihan ttg penggunaan open source terus digencarkan.
Reply
Ridwanox
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Tuesday, 29 September 2009 @ 10:05
ya smga saja bisa terwujud
“
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:44)
amiin, semoga, mas ridwan.
Reply
Rochman
Opera 9.64 dan
Windows XP
Tuesday, 29 September 2009 @ 16:23
Penggiat linux, tetap semangat
Baca juga tulisan terbaru Rochman berjudul Andaikata Chris John Berlebaran
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:45)
iya, pak jai. ayo kita mulai!
Reply
belajar trading saham
K-Meleon 1.5.3 dan
Windows XP
Tuesday, 29 September 2009 @ 18:52
salam pak guru, tetap semangat untuk memasyarakatkan open source, dan meng-opensource-kan masyarakat
btw, kenapa ya Comluv nggak bisa mendeteksi postingan trakhir blogku? any advices..
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:46)
terima kasih supportnya, mas amsi. wah, ttg comment-luv, saya ndak tahu cara mengatasinya, mas. biasanya kalau dikiik box-nya, post terakhir akan segera muncul di bawah komentar.
Reply
yanti pedagang kerupuk
Opera 9.64 dan
Windows XP
Tuesday, 29 September 2009 @ 22:04
saya lagi belajar mengoperasikan linux juga pak. tapi masih menggunakan emulator..semoga bisa langsung bermigrasi….
salam!
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:48)
syukurlah, mbak yanti. sekarang saya sudah mulai total menggunakan open source, mbak, hehe … si jenela sudah saya tinggalkan, hehehe ….
Reply
yanti pedagang kerupuk
Opera 9.64 dan
Windows XP
Tuesday, 29 September 2009 @ 22:06
oiya, pak! selain open source Ubuntu, ada lagikah Linux yang user friendly dan gampang dipakai oleh orang awam seperti saya?
Baca juga tulisan terbaru yanti pedagang kerupuk berjudul Lowongan CPNS & Taruna AIM/AKIP Departemen Hukum dan HAM
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Tuesday, 29 September 2009 @ 23:49)
wah, saya ndak tahu persis open source yang gampang dan praktis, mbak yanti. sementara ini saya pakai ubuntu 9.04.
Reply
m4stono
Firefox 3.0.8 dan
Ubuntu 9.04
Wednesday, 30 September 2009 @ 00:38
kalo di indo itu malah ada turunannya ubuntu yaitu linux blankon, merdeka, dewalinux dsb….keknya susah mo membumikan open source sedangkan windows memberikan kemudahan serta bisa buat main game2 canggih hihihih…apalagi bajakan “tidak” dilarang…… termasuk saya juga pemakainya…..hihihihihihhi
Baca juga tulisan terbaru m4stono berjudul Transformasi Diri
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Friday, 2 October 2009 @ 01:52)
hehe … bajakan tdk dilarang? karena bill gates ndak tahu, mas tono, hehe …
Reply
afrianti Takaful
Firefox 3.5.3 dan
Fedora
Wednesday, 30 September 2009 @ 07:00
Laptopku sih sudah diinstall linux… tapi guruku ( mas @andymse )belum mau ngajari aku operasiin linux pak….
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Friday, 2 October 2009 @ 01:53)
kenapa ndak menjadikan google sbg guru juga selain mas andy, mbak? hehe …
Reply
galuharya
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Wednesday, 30 September 2009 @ 10:40
belajar mengakrabi linux sama juga dengan merangsang pola pikir otak kita.
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Friday, 2 October 2009 @ 01:54)
sepakat, mas galuh. memang seperti itu, kok. mantab.
Reply
Hery Azwan
Firefox 1.5.0.7 dan
Mandriva 2007.0
Wednesday, 30 September 2009 @ 11:01
Setuju, Pak.
Di kantor saya juga sudah menggunakan open source.
Saya juga sudah terbiasa dengan program Linux.
Ngga susah kok, asal mau sedikit repot.
Baca juga tulisan terbaru Hery Azwan berjudul Bendahara Mushola
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Friday, 2 October 2009 @ 18:29)
mantab dong, mas azwan. perlu banyak belajar soal open source nih sama mas azwan.
Reply
dhodie
Firefox 3.0.1 dan
Windows XP
Wednesday, 30 September 2009 @ 11:05
Setelah launching OS kemaren, Pak Sawali mulai sentil kanan-kiri nih
/
Baca juga tulisan terbaru dhodie berjudul Sebungkus Nasi Uduk dan Segelas Cappucino
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Friday, 2 October 2009 @ 18:29)
walah, hanya kebetulan saja ada event lomba dari LIPI, kok, mas dhodie, hehe …
Reply
eja
Firefox 3.0.9 dan
Ubuntu 9.04
Wednesday, 30 September 2009 @ 12:10
Sudah saatnya Indonesia bangkit untuk Open Source klo untuk seminar LIPI saya berpatisipasi untuk ikut dalam lomba blognya (bisa di lihat beberapa artikel di blog saya kok
)
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Friday, 2 October 2009 @ 18:31)
setuju banget, mas reza. opensource bisa menghapuskan stigma sbg bangsa pembajak. saya ikutan lomba juga sekadar ikut meramaikan saja, mas, hehe … saya masih newbie dalam soal opensource.
Reply
suryaden
Firefox 3.0.14 dan
Ubuntu 9.04
Wednesday, 30 September 2009 @ 12:55
opensource adalah bagaikan anak yatim piatu, bahkan anak tiri yang harus mencari dukungan sendiri, dan semoga memang nantinya dengan dukungan pribadi-pribadi pegiatnya bisa berdikari dan berkelanjutan…
Baca juga tulisan terbaru suryaden berjudul Penampakan Google Wave
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Friday, 2 October 2009 @ 18:31)
wah, itulah repotnya, mas surya. open source yang seharusnya dibumikan di negeri ini justru malah di-yatimpiatu-kan, doh.
Reply
Wahyu
Opera 9.64 dan
Windows XP
Wednesday, 30 September 2009 @ 13:35
Saya dukung om
Sompret Windows!

Hidup Linux Ubuntu!
Om kelebihan Linux Ubuntu apa aja yah dibanding Windows XP (bajakan) apa aja yah selain open source? Karena rencananya saya mau migrasi dari WinXP ke Ubuntu Linux Mlenux (TM)
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Friday, 2 October 2009 @ 19:04)
terima kasih support-nya. ttg kelebihan open source, sepanjang yang saya tahu, selain gratis dan bebas dikembangkan, juga antivirus.
Reply
budies
Firefox 3.0.6 dan
Windows Vista
Wednesday, 30 September 2009 @ 22:26
betul pak, pemerintah harus menjadi pelopor dalam hal open source ini. jangan malah bangga menjadi pemimpin di bangsa yang bajaker ini…
aku sendiri pingin belajar tapi gak punya teman offline, jadi susah mau memulai
Baca juga tulisan terbaru budies berjudul Laptop raib di Kediri
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Friday, 2 October 2009 @ 19:31)
seperti itulah yang terjadi, mas budi. penggunaan software open source belum sepenuhnya mendapat dukungan dari pemerintah sbg pengambil kebijakan. hmm… mas budi bisa menjadi google sbg guru open source kok, hehe …
Reply
Puspita
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Thursday, 1 October 2009 @ 03:54
Selamat pagi. Selamat berjuang.
Baca juga tulisan terbaru Puspita berjudul Batik
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Friday, 2 October 2009 @ 23:18)
selamat malam, bu pita, hehe … selamat berjuang juga ya, bu.
Reply
MasHardi
Firefox 3.5.1 dan
Windows XP
Thursday, 1 October 2009 @ 07:56
saya juga masih belajar pake linux terutama fedora… tapi klo gak kepake di tempat kerja (la wong kebanyakan masih pake bajakan)… jadi gimana gitu..
kok ketok kemaki, hehe
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Friday, 2 October 2009 @ 23:21)
hehe …. walah ya ndak kemaki toh, mas, hehe … memang sdh saatnya negeri ini menggunakan software open source ketimbang harus pakai software bajakan.
Reply
aulia
Internet Explorer 8.0; dan
Windows XP
Thursday, 1 October 2009 @ 16:19
nice posting..
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Friday, 2 October 2009 @ 23:31)
terima kasih apresiasinya.
Reply
alief
Firefox 3.0.1 dan
Windows XP
Friday, 2 October 2009 @ 18:17
dukung open source………….., walaupun kayakny apemerintah masih setengah setengah dalam mengkampanyekan open source dan masih senang menikmati kipasan dollar bill gates.
Baca juga tulisan terbaru alief berjudul Makna Salam, Askum dan Ws, Sebuah Tragedi
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.213.1 dan
GNU/Linux
(Friday, 2 October 2009 @ 23:52)
terima kasih dukungannya, mas alief. memang baru seperti itulah perhatian pemerintah kita terhadap penggunaan software open source.
Reply
racheedus
Opera Mini 4.1.11355 dan
Unknown
Tuesday, 6 October 2009 @ 10:25
Salah satu kendala open source adalah kurang friendly bagi user awam. Mungkin, hal ini kelak bisa diatasi agar bisa mengatasi “penjajahan” Microsoft.
Reply
Sawali Tuhusetya
Shiretoko 3.5.3 dan
Ubuntu 9.04
(Thursday, 8 October 2009 @ 22:39)
betul, mas rache. opene source memang butuh tekad utk menggunakannya dan mau belajar, hehe …
Reply
Ahmad
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Wednesday, 7 October 2009 @ 09:22
hanya bisa mendukung dari jauh Pak.
Lanjutkan
Reply
Sawali Tuhusetya
Google Chrome 4.0.220.1 dan
GNU/Linux
(Thursday, 8 October 2009 @ 22:51)
terima kasih support dan apresiasinya, mas.
Reply
hadi
Firefox 3.1b3 dan
Windows XP
Sunday, 18 October 2009 @ 00:23
wuahh…….lengkap banget tulisan sampean mas. aku jadi kepencut tuh…pengin kenal dengan sampean. Pokoknya siiplah dan sukses buat sampean dan smoga sampean menang lombane yah.lan moga sampean juga tidak keberatan berbagi ngelmu ke aku yah.maturnuwun meski aku nembe menemukan tulisan sampean. salam buat keluarga.
Reply
Sawali Tuhusetya
Shiretoko 3.5.5pre dan
Ubuntu 9.04
(Tuesday, 20 October 2009 @ 00:09)
terima kasih support dan apresiasinya, mas hadi.
Reply