23Sep 2009 144 Comments
Ironi di Balik Rencana Pelantikan Wakil Rakyat
Siapa bilang negara kita itu miskin? Tanya saja kepada KPU. Lembaga yang satu ini agaknya punya lumbung duwit. Sekadar untuk upacara pelantikan wakil rakyat saja, mereka tak segan-segan menggelontorkan dana 11 milyar. Byuh! 1 Oktober 2009, bisa jadi menjadi momen yang sangat dinantikan oleh para calon anggota DPR dan DPD terpilih yang memang sudah lama mengincar kursi yang amat “keramat” dan “sakral” itu. Untuk mendapatkan kursi itu, mereka tak segan-segan mengumbar janji di atas mimbar kampanye dan senantiasa berteriak lantang untuk melakukan sebuah perubahan. Masih jelas terngiang dalam gendang telinga kita, betapa mereka akan bersikap amanah dan istikomah terhadap janji yang telah mereka ikrarkan.
Namun, pengalaman jelas-jelas menunjukkan, janji-janji yang mereka obral tak lebih dari sebuah isapan jempol. Alih-alih menyetiai janji, sekadar rapat saja mereka lebih sering mangkir. Banyak keputusan tertunda karena rapat tidak memenuhi qourum. Tak berlebihan jika sekian draft undang-undang yang masuk ke meja kerja, hanya beberapa di antaranya yang gol menjadi UU. UU yang telah disahkan pun konon dari sisi kualitas masih banyak yang tidak aspiratif terhadap kehendak rakyat. Yang tak kalah menyedihkan, tak sedikit anggota dewan yang tersandung persoalan hukum, mulai korupsi, suap, mark-up anggaran, hingga perselingkuhan.
Dari sisi ini, sungguh ironis kalau upacara pelantikan saja mesti menelan biaya se-gedhe itu kalau pada kenyataannya kinerja mereka belum benar-benar teruji. Karena hal ini berkaitan langsung dengan kepentingan sang wakil rakyat, mengapa tidak menggunakan biaya sendiri? Kenapa jaket, penginapan, akomodasi, dan thethek-bengek-nya mesti menggunakan uang rakyat? Di mana kepekaan dan kepedulian negara terhadap nasib jutaan rakyat yang masih terlunta-lunta meratapi nasib hidupnya yang kurang beruntung? Kenapa harus ada jor-joran duwit hanya sekadar untuk keperluan seremonial yang tak langsung bersentuhan dengan kepentingan rakyat?
Saya bukannya alergi terhadap prosesi seremoni semacam itu. Sebagai simbolisasi bahwa mereka benar-benar resmi telah menjadi wakil rakyat, upacara “penahbisan” agaknya masih diperlukan untuk menyatakan ikrar dan sumpah bersama. Namun, sekali lagi, upacara tak harus dengan cara jor-joran semacam itu. Sikap bersahaja, sebagaimana yang selama ini digembar-gemborkan di tengah jutaan rakyat, pada akhirnya hanya akan terapung-apung dalam bentangan slogan belaka. Kaum elite yang seharusnya menjadi anutan sosial dalam mempraktikkan pola hidup bersahaja justru malah suka pamer kemewahan dan atribut keglamoran di tengah derita rakyat.
Para calon wakil rakyat yang akan dilantik, mestinya harus sering “turba”, turun ke bawah untuk menyaksikan nasib rakyat secara langsung di lapisan akar rumput yang terus didera nasib tak menentu. Lihat juga nasib petani yang gagal panen akibat mahalnya harga pupuk. Belum lagi jutaan penganggur yang terpaksa harus menjadi beban keluarga dan masyarakat akibat langkanya lapangan kerja. Kalau saja para calon wakil rakyat yang terhormat itu mau sedikit menyisihkan kepekaan dan kepedulian terhadap nasib rakyat, mereka pasti akan merasa malu dilantik dengan prosesi yang sarat nilai hedonisme di tengah nasib jutaan rakyat yang menggelepar di lumpur kemiskinan. Bahkan, mungkin akan menolak dan sepakat secara kolektif untuk mengembalikan anggaran pelantikan itu ke kas negara.
Sungguh, sebuah drama politik yang benar-benar ironis. Kita berharap, anggaran pelantikan masih bisa diperketat, hingga akhirnya masih ada sisa dana yang terselamatkan. Syukur- syukur para calon wakil rakyat kita yang terhormat itu dengan amat sadar mau mengeluarkan dana dari koceknya sendiri untuk kepentingan pelantikan mereka. Kalau ini terjadi, insyaallah, rakyat akan benar-benar angkat topi dan mendukung kinerja mereka hingga akhirnya bisa menyelamatkan masa depan bangsa yang (nyaris) hancur akibat badai krisis multidimensi dan deraan bencana yang terus terjadi dan terus berulang. ***
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Ironi di Balik Rencana Pelantikan Wakil Rakyat" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (23 September 2009 @ 23:10) pada kategori Opini, Politik, Refleksi dan telah dikunjungi oleh . Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:













Sep 30, 2011 @ 12:42:52
bener banget tuh komentarnya
Sep 16, 2011 @ 09:49:49
iyach benar sekali pak,
ubuntu memang bagus..:)
Jul 21, 2010 @ 12:15:27
minta tlg agan2…
saya mau tanya OS yang bagus pa ya gan
Jul 23, 2010 @ 17:03:27
os? kalau menurut saya sih tergantung selera dan lebih firendly yang mana? kalau saya pakai os ubuntu yang bebas virus dan yang pasti bukan bajakan.
Jun 16, 2010 @ 17:00:26
Apalagi skrg ada dana aspirasi, kacau gan.
Mar 18, 2010 @ 02:48:37
What are costs for scoring state tests? Do schools bear them?
Nov 07, 2009 @ 15:34:40
a rhetorical question isnts a question with no answer, its a question you ask which you either dont want or dont expect an answer to. How old are you before you are said to have died of old age?
Nov 02, 2009 @ 20:02:51
Miris memang tapi memang begitulah fakta yg masih terjadi…
Nov 05, 2009 @ 00:05:33
seperti itulah memang yang terjadi di negeri ini, bang.
Oct 13, 2009 @ 21:10:17
Hmm, pingin tambah hancur? Lanjutkan, lanjutkan, dan lanjutkan …! Yang belum mendapatkan giliran penghancuran Allah SWT, harap sabar. Nanti nyampai juga …
.-= Baca juga tulisan terbaru Sugiarno berjudul 72. REFISI BILANGAN RUPIAH =-.
Oct 15, 2009 @ 02:34:48
hmm … mudah2an para wakil rakyat kita segera menyadari datangnya kehancuran itru, mas gi.
Oct 07, 2009 @ 09:24:02
ironis memang,…
Oct 08, 2009 @ 22:51:47
itulah yang terjadi di negeri ini, mas.
Oct 07, 2009 @ 08:31:27
Sungguh suatu hal yang ironis, ketika rakyat banyak dirundung musibah dan bencana, para wakil rakyat justru asyik menikmati kemewahan. suatu kemewahan yang harus dibayar oleh uang rakyat. menurut hemat saya, hal ini kurang layak dilakukan, alangkah lebih baik apabila anggaran biaya yang ada digunakan untuk suatu hal yang lebih bermanfaat.
mudah-mudahan mereka sadar bahwa mereka adalah wakil rakyat bukan penikmat uang rakyat semata.
Dijual Rumah
Oct 08, 2009 @ 22:50:19
begitulah kenyataan yang terjadi di negeri ini, mas. jadi wakil rakyat jadi incaran banyak orang karena memang menggiurkan. mereka jadi lupa sama platform perjuangannya.
Oct 06, 2009 @ 15:51:03
Lho.. Mas, siapa bilang wakil rakyat itu tidak istiqomah..?
Mereka sangat istiqomah, maksudnya berpegang teguh terhadap kesamaan prinsip para anggota dewan sebelumnya, nanti silakan disaksikan absensi anggota dewan saat rapat, dengan syarat absensi harus pake finger print (bukan pake kertas daftar hadir tertulis ), untuk lembaga yang dikenal boros anggaran, tentunya kalau anggaran absensi dialihkan menjadi absensi elektronik, itu bukan hal yang sulit, yang penting hasil absensi elektronik anggota dewan lalu bisa diupdate tiap saat di website nya DPR/MPR, pasti ketahuan siapa yang tukang bolos ( Oya, di sekolah Mas Sawali tukang bolos dihukum apa ya..? )
Oct 08, 2009 @ 22:41:42
wah, sebuah ide yang bagus itu. hmmm … hukuman bagi pembolos? wah, beda2 sih, mbak. biasanya langsung ditangani urusan kesiswaan.
Oct 04, 2009 @ 13:46:25
Indonesia beruntun mendapat bencana. Sayangnya, pejabat2 kita kurang ahli dalam mengelola anggaran. Kurang ahli atau malah disengaja, ya?
Oct 08, 2009 @ 22:15:25
wah, itulah yang membuat kita maiins edih dan prihatin, mas.
Oct 03, 2009 @ 09:58:44
tapi mereka harus dilantik pak. ini penting. walau ada gempa! ha ha a ha…
betapa bobroknya negeera ini sampai ada yang menghubungkan 3 waktu gempat sumbar dengan Al Quran.
Gempa di Padang jam 17.16, gempa susulan 17.58, esoknya gempa di Jambi jam 8.52.
17.16 (QS. Al Israa’ ayat 16): “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”
17.58 (QS. Al Israa’ ayat 58): “Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).”
8.52 (QS. Al Anfaal: 52): (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.”
Tiga ayat ditunjukkan tepat dalam waktu kejadian tiga gempa kemarin di Sumatera, berbicara mengenai azab Allah berupa kehancuran dan kematian, dan kaitannya dengan hidup bermewah-mewah dan kedurhakaan, dan juga dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya.
Gaya hidup bermewah-mewah seolah disimbolisasikan dengan acara pelantikan anggota DPR yang memang WAH. terkait dengan Fir’aun dan para pengikutnya, dimana para pemimpin dunia sekarang ini seperti Dinasti Bush masih memiliki ikatan darah dengan Firaun Mesir.
.-= Baca juga tulisan terbaru novi berjudul Mewarnai Pondok, Mungkinkah? =-.
Oct 04, 2009 @ 02:20:26
terima kasih banget infonya, mas novi. kebetulan saya sedang mempersiapkan sebuah lirik duka padang dan jambi. bisa jadi rujukan nih.
Apr 06, 2011 @ 10:26:20
speechless ngebaca komentar ini… entah sebuah kebetualan atau ini adalah peringatan/adzab dari sang kholiq.
miris juga dengan keadaan indonesia saat ini. mereka para elite politik hanya manis dibibir saja. tegas dan lugas sekali ketika berkampanye, tapi ketika dah menjabat… tau sendiri, lemah, gak punya gebrakan, tidak ada inovasi, miskin solusi…
Please visit http://www.ub.ac.id or put this at your web/blogroll…
best regards.
Apr 06, 2011 @ 23:39:06
sungguh menyedihkan, memang. namun, itulah realitas politik yang terjadi di negeri ini.
Sep 30, 2009 @ 14:39:08
sungguh ironi bangsa kita ini…:-w
.-= Baca juga tulisan terbaru damai berjudul Sentuhanku menyakitkan.. =-.
Oct 02, 2009 @ 19:14:18
hehehe … seperti itulah yang terjadi, mbak damai.
Sep 30, 2009 @ 13:00:09
baru tadi siang liat beritanya di TV ehhh dsini udah di posting.Kalo blh saya kmentar negara kita itu negara yang kurang mampu tapi sok kaya.dr pada duit milliaran buat hal yg ga pnting mending la mbok ya di sumbangin buat korban gempa di TASIK,tul ga mas?:-?
.-= Baca juga tulisan terbaru facebook hacker berjudul Ikuti Progam Gratis Ini =-.
Oct 02, 2009 @ 18:35:43
seperti itulah kinerja wakil rakyat kita, mas, padahal sehari sebelumnya juga terjadi gempa di sumatra barat. doh!
Sep 29, 2009 @ 09:50:23
Usai banjir, sampah-sampah naik ke permukaan dan menyebarlah penyakit ke segala penjuru. 64 tahun “banjir” kemerdekaan telah berlalu dan sampah kian menggunung … siapa mau bantu-bantu mendaur ulang?
.-= Baca juga tulisan terbaru Sugiarno berjudul 71. BELAJAR (MEM-) BELA NEGARA “ILMU INDONESIA” =-.
Sep 29, 2009 @ 23:44:02
wah, kayaknya butuh waktu yang tdk singkat utk mendaur-ulang sampah2 bangsa akibat banjir 64 tahun kemerdekaan itu, mas gi, hehehe … makin rumit dan kompleks.
Sep 28, 2009 @ 18:26:28
Oalaah…..ironis tenan….durung nyambut gawe sudah menghabiskan uang sebegitu banyak..
walaaah besok kalau tidak berkualitas…harusnya MALU pada rakyat..
Sep 29, 2009 @ 23:32:07
itulah yang terjadi, bu dyah. semoga para wakil rakyat benar2 amanah dalam memperjuangkan nasib rakyat.
Sep 28, 2009 @ 02:41:09
Memang dalam setiap aspek sekarang ini berlaku hukum aji mumpung mas.. hehe…
Sep 28, 2009 @ 03:03:41
@Saung Web,
aji mumpung? wah, kalau wakil rakyat bermental seperti ini, doh, kita ndak akan bisa membayangkan, perubahan seperti apa yang akan terjadi.
Sep 28, 2009 @ 00:57:28
This is the second entry I read tonight. And I am on my third. Got to think which one is next. Thank you.
Sep 27, 2009 @ 22:40:48
thank you, and i will try do keep them coming
Sep 27, 2009 @ 22:05:55
Hello! Thank you very much for that enlightening article
Sep 26, 2009 @ 23:42:40
padahal kita saja yang berstatus rakyat tak pernah dilantik, kok mereka yang cuma “wakil” bisa2nya dilantik dg anggaran gila2an kayak gitu!
.-= Baca juga tulisan terbaru haris berjudul Sastra Jawa Tanpa Desa =-.
Sep 27, 2009 @ 16:25:47
hehe … bener juga tuh, mas haris. posisi orang yang diwakili mestinya lebih tinggi ketimbang yang mewakili. tapi kenapa di negeri ini bisa terbailk, yak?
Sep 26, 2009 @ 21:39:46
Pak Sawali, saya juga bukannya alergi dengan politik atau dengan jabatan. Tapi dengan oknum yang menjabat namun tidak amanah. Budaya penjajahan memang kental di otak mereka, jadi selama mereka memimpin ya menjajah rakyatlah. GImana mau amanah kalo sebelum jadi saja sudah korup dan hutang-sana-sini kalo sudah jadi ya hajar sana sini.
Biaya pelantikanpun di markup sedemikian rupa tidak bermanfaat sama sekali bagi mereka, biaya renovasi rumahpun bengkak bagaikan bisul dikepala mereka dan kemaksiatan pun terumbar dikepala mereka. Seperti yang pernah saya tulis, ketika saya bertemu dengan seorang pejabat dan masyuk dengan yang bukan muhrimnya.
Biaya pelantikan bisa digunakan untuk membuat rumah korban lapindo atau gempa yang baru terjadi… Kalo perlu rapat diruang yang tanpa AC di gedung pusat sana. Agar mereka tahu mereka masih lebih beruntung ketimbang yang kepanasan dan tanpa rumah berteduh tiap harinya. Rugi jika pelantikan semangat dan saat merumuskan malah tidur.
.-= Baca juga tulisan terbaru pututik berjudul Aku Lelah Capek Kesel Tired =-.
Sep 27, 2009 @ 16:24:47
mas putut, kalau saja setiap anggota dewan yang akan dilantik memiliki kepedulian terhadap nasib rakyat, pasti mereka akan menolak dilantik dg cara jor2an seperti itu di tengah banyaknya rakyat yang jadi korban bencana maupun dilanda kemiskinan akut.
Sep 26, 2009 @ 20:48:41
Sep 27, 2009 @ 16:23:26
hehe … kalau campur sampah, pasti para wakil rakyat ndak akan mau, mas ario, hehe ..
Sep 26, 2009 @ 20:37:44
emang indonesia perlu keteladanan
.-= Baca juga tulisan terbaru fashion and style berjudul Metallic and Menswear Gray =-.
Sep 27, 2009 @ 16:22:57
betul, mbak cuti. dalam soal penggunaan perangkat lunak, rakyat biasanya akan mendongak ke atas, melihat perilaku para elite-nya.
Sep 26, 2009 @ 16:08:12
Jika rincian biaya itu dipublikasikan Pak, saya yakin banyak banget ketidakwajaran akan anggaran yang disediakan itu. 11 Milyar hanya untuk pelantikan. Anggaplah jika 560 orang wakil rakyat berarti seorangnya memperoleh fasilitas sebesar Rp 19 jutaan hanya untuk pelantikan. ck ck ck
.-= Baca juga tulisan terbaru arkasala berjudul Kerja dan Bisnis Sampingan =-.
Sep 27, 2009 @ 16:22:11
betul sekali, mas arka. babar blas ndak masuk akal kalau uang segitu gede-nya hanya dihambur-hamburkan sekadar utk pelantikan yang hanya butuh waktu beberapa menit saja. doh!
Sep 26, 2009 @ 15:48:45
bangsa ini kaya raya..selama saya belajar di fakultas kehutanan, indonesia dilihat dari SDH (sumberdaya Hutan) saja kekayaannya sangat melimpah.apalagi yg lain..
tapi ya itu..semuanya adalah penjahat.penjahat yang berjubah (katanya) peduli ama rakyat..tapi semua omong kosong…
.-= Baca juga tulisan terbaru adi dzikrullah berjudul Comment: Tidak Sekedar Yang Pertama =-.
Sep 27, 2009 @ 16:20:54
wah, ternyata mas adi memiliki latar belakang ilmu kehutanan. mantab banget, mas. hutan kita yang seharusnya bisa menjadi sumber kemakmuran buat rakyat ternyata salah urus, hingga akhirnya negeri ini jatuh dalam kebangkrutan. doh!
Sep 26, 2009 @ 13:41:09
11 milyar kuwi sak piro yo Pak.
Becak wae rak cukup nggo ngangkut.
Nek dokar mbuh2an.
Sep 27, 2009 @ 16:19:40
walah, nek ngoo nganggut duwit 11 m tur duwite recehan 1000-nan, walah kuwi yen dokar butuh 100 kusir, pak, hehe …
Sep 26, 2009 @ 11:22:22
Kasihan caleg-caleg yang gak bisa dilantik, ya Pak.
Sudah ngeluarin duit yang banyak,
tapi belum mendapatkan kepercayaan dari rakyat.
.-= Baca juga tulisan terbaru Kang Nawar berjudul Arus Balik, Mengapa Selalu Meningkat? =-.
Sep 27, 2009 @ 16:15:59
memang kasihan juga, mas nawar. tapi kalau niatnya memang murni ingin berjuang utk rakyat, mereka ndak akan patah semangat. toh, berjuang utk rakyat tak mlulu lewat dpr.
Sep 26, 2009 @ 10:18:06
Masihkah saudaraku (kaum blogger) percaya ama politisi?
Please dech…:d/
.-= Baca juga tulisan terbaru Deni berjudul Ucapan Selamat Idul Fitri Via SMS =-.
Sep 27, 2009 @ 16:14:42
saya berada di persimpangan jalan, pak deni. antara percaya dan tidak, haks.
Sep 26, 2009 @ 09:53:30
Kalau kita sih Pak sebagai guru uang sebanyak itu lebih baik digunakan untuk membangun sekolah yang kena gempa kemarin. Tentu lebih bermanfaat.
Tapi, inilah Indonesia.
.-= Baca juga tulisan terbaru Abdul Aziz berjudul Berpuluh Tahun Belum Sampai Juga =-.
Sep 27, 2009 @ 16:14:13
yang pasti, saya setuju dan langsung angkat dua jempol kalau semua wakil rakyat berpandangan seperti itu, mas azis.
Sep 26, 2009 @ 09:02:36
:d/ emang begitu ya…
bukannya ‘turba’, eh malah atas ‘turbo’nya yg dikencengin.
makin menggelembung aja deh…:-”
makanya, kalian jangan bercita2 jadi pejabat deh.[-(
biar saya aja…:d
.-= Baca juga tulisan terbaru Imam S berjudul Bayi Ulat Jatuh =-.
Sep 27, 2009 @ 16:13:33
walah, padahal turba dan turbo itu jauh sekali bedanya, mas imam. malah babar bklas ndak ada hubungannya dengan upaya memperjuangkan nasib rakyat.
Sep 26, 2009 @ 07:56:05
meskipun kebetulan sebagian anggota dewan itu tidak ingin pelantikan yang mewah-gemewah, sebagian yang lain justru menikmatinya.
>-
meskipun yang dilantik (DPR) ingin pelantikannya murah-meriah, pelantiknya (KPU) inginny mewah-gemewah. kita tahu lah maunya.
.-= Baca juga tulisan terbaru Dawam Multazam berjudul Ucapan Selamat Lebaran =-.
Sep 27, 2009 @ 16:12:20
walah, ternyata yang suka menikmati upacara model jor2an sepertyi jumlahnya jauh lebih banyak, mas deno.
Sep 26, 2009 @ 06:11:50
well you did right thing asking 1st but i cannot get you the information u requested because it’s now allowed to be posted in here!
Sep 26, 2009 @ 05:23:11
Lha wong pelatihan/workshop saja sekarang banyak yang dilaksanakan di hotel yang biayanya seabreg, apalagi pelantikan anggota dewan yang terhormat, Pak. Inilah Indonesia. Bagaimanapun juga semoga komentar teman2 di sini mereka dengar meski hanya untuk didengar. He he he !
Sep 27, 2009 @ 16:11:19
hehe … bener banget tuh, pak mursyid, kondisi negeri yang senang dengan upacara ini makin merepotkan bangsa secara keseluruhan. suka yang serba formal dan mengabaikan substansinya. hmm …. makin repot!
Sep 26, 2009 @ 05:10:54
Memang suseh mikirin parpol sama wakil rakyat. Kalo nggak lagi kampanye ya mereka bisa melakukan apa saja. Dulu waktu musim kampanye ada bencana bantuan darimana saja. Termasuk dari parpol. Sekarang kalo ada bencana , berapa parpol yang turun tangan. Dari
Masalah mudik gratis dsb kan bisa dilihat, peristiwanya menjelang pemilu atau sesudah pemilu. 8-|
Masa2 setelah pemilu sekarang ini masa paling memusingkan rakyat justru. Karena wakil rakyat baru malah sibuk mikirin mbayar hutang, dan sudah ndak perlu mikirin lagi menarik hari rakyat karena kan masa itu sudah lewat. Sementara wakil rakyat lama maksa harus menyelesaikan UU entah dengan tujuan apa. Mungkin saking sregepnya.
Hi Hi Hi
Sep 27, 2009 @ 16:09:57
doh, repot juga, ya, mas love kalau para politisi hanya beraksi menjelang pemilu. lantas, apa kerja mereka selama menduduki kursi di parlemen, ya? turba saja jarang dilakukan. masa reses digunakan utk melancong! doh!
Sep 26, 2009 @ 01:42:41
waduh, kenapa anggarannya besar banget.
apa gak lebih baik di lempar buat pendidikan dan kesehatan masyarakat aja ya, yang jelas – jelas lebih membutuhkan daripada hanya sekedar pelantikan.
Apakah ini salah satu yang menyebabkan indonesia susah untuk maju karena masyarakat tidak di nomor satukan (maaf kalau ada yang tersinggung karena ini pendapat saya pribadi).
.-= Baca juga tulisan terbaru eja berjudul tunnel di windows dengan putty =-.
Sep 27, 2009 @ 12:17:52
itu dia masalahnya, mas reza. semoga saja para wakil rakyat yang akan dilantik masih memiliki kepekaan dan peduli terhadap nasib rakyat shg menolak dilantik dg cara jor2an seperti itu.
Sep 25, 2009 @ 22:03:13
Sebaiknya pelantikannya dilakukan di alun-alun berbaris dan berpanas-panas (seperti waktu sumah pns saya dulu, hehe….), biar merasakan sedikit dari penderitaan rakyat sebelum menikmati kursi empuknya.
.-= Baca juga tulisan terbaru masnur berjudul Balon Udara di hari lebaran =-.
Sep 27, 2009 @ 12:13:46
setuju banget usulan itu, mas nur. idealnya memang begitu utk memberikan kesan kepada rakyat bahwa mereka tdk kemaruk terhadap harta dan kemewahan, hehe …
Sep 25, 2009 @ 19:33:46
katanya miskin kok bisa anggaran sebitu
.-= Baca juga tulisan terbaru kumpulan bisnis berjudul CARA DAFTAR BISNIS ONLINE BUYBLOGREVIEWS =-.
Sep 28, 2009 @ 03:25:31
@kumpulan bisnis,
begitulah, mas, berdasarkan info yang dipublikasikan di berbagai media.
Sep 25, 2009 @ 19:32:39
kalo ada wakil rakyat yang turun ke bawah melihat nasib rakyat,,, saya acungin jempol
>-
.-= Baca juga tulisan terbaru online blog berjudul CREATIVITY IN BUSINES CARDS =-.
Sep 28, 2009 @ 03:28:41
@online blog,
iya nih, mas. semoga para wakil rakyat benar2 membela kepentingan rakyat yang diwakilinya.
Sep 25, 2009 @ 19:30:52
kalo sekedar janji seh roomen bisa :-” ..
buktinya donk wakil rakyat :d
.-= Baca juga tulisan terbaru berita dunia berjudul KAPOLRI PASTIKAN NOORDIN M TOP TEWAS =-.
Sep 28, 2009 @ 03:27:54
@berita dunia,
wah, kelak kalau jadi politisi, mas roomen jangan terlalu mengobral janji, ya, hehe ….
Sep 25, 2009 @ 19:29:16
byuh,, 11 milyar ya pak,, baru tau anggarannya segitu,, bikin nasi tumpeng aja kan enak, gak mahal :-”
.-= Baca juga tulisan terbaru roomeyda berjudul SAYKOJI BIKIN LAGU UNTUK JOKO ANWAR BUGIL =-.
Sep 28, 2009 @ 03:26:25
@roomeyda,
wah, kalau mereka mau, nasi tumpeng pun malah lebih efektif, mas room. ndak repot.
Sep 25, 2009 @ 18:55:07
5 kata :
“mereka tidak punya hati nurani”
Sep 25, 2009 @ 20:59:26
@attayaya, setuju mas… mereka memang gak punya hatinurani
.-= Baca juga tulisan terbaru Yuda berjudul Hacker masih rame yaa =-.
Sep 25, 2009 @ 18:00:02
kapan ya sikap watak mental kita ini kan berubah????Prinsip melayani itu belum ada, yang ada hanya prinsip nyari untung ajah…..
.-= Baca juga tulisan terbaru alief berjudul Jangan Kau Menghakimi =-.
Sep 25, 2009 @ 19:54:05
seharusnya karakter dan sikap amanah dan istikomah itu bisa, mas alief, sayangnya wakil rakyat yang semula idealis dan benar2 memperjuangkan rakyat tak sanggup juga menghadapi godaan ketika kolega2nya larut dalam gaya hidup mewah dan hedonis.
Sep 25, 2009 @ 17:09:01
mungkin ada dua pendekatan, yaitu
1. Pendekatan legal.
bahwa menurut aturan yang ada, anggota DPR (juga DPRD) adalah pejabat negara (dan daerah) yang dibenarkan dan sah untuk mendapatkan fasilitas (-atau hak?-) dari negara. karenanya, secara legal formal, tidak ada masalah dengan pengeluaran sejumlah itu. Sebab memang sah dan dibenarkan.
2. Pendekatan etis.
naaah… ini yang agak ribet, karena memang persoalannya berada pada tataran etis atau tidaknya apa yang terjadi jika dikaitkan dengan kinerja dan kondisi bangsa lainnya. kesadaran kolektif atas dasar etis inilah yang mungkin bisa diharapkan. tapi, apakah mereka mau sadar?
Namun, yang lebih menyita perhatian saya bukanlah soal pelantikan itu, toh mereka masih bisa berlindung dibalik aturan, melainkan masalah “turba” dan keberadaan “fraksi”.
Mungkin tidak usahlah dulu untuk tingkat pusat, perhatikan saja tingkat daerah kita masing-masing (karena saya memang lebih suka menarik ke tataran lokal yang lebih riil dan dekat dengan realita kita). Miris rasanya hati Pak… berapa sering mereka turba? apa hanya turba terjadwal dalam reses? sisanya?
belum lagi persoalan keberadaan fraksi yang merupakan kepanjangan tangan partai politik di lembaga legislatif. Pada sisi lain, sistem pemilu sudah (-dapat dikatakan) 1/2 distrik, berdasarkan suara terbanyak. Dalam arti kata, suara rakyat sudah diperhatikan untuk mendudukkan seseorang atau tidak. Namun pada praktiknya, partailah yang tetap mengontrol seluruh kebijakan anggotanya melalui fraksi. sangat kontradiktif. Karenanya saya memang bermimpi, kalau suatu saat fraksi dibubarkan saja.
.-= Baca juga tulisan terbaru pakacil berjudul Rencana Tulisan Ini Hari =-.
Sep 25, 2009 @ 19:52:25
mungkin ada benarnya juga kalau ada pendekatan legal dalam konteks pelantikan para wakil rakyat. namun, dalam situasi sekarang ini, seharusnya lebih mengutamakan pendekatan etis, sekaligus ini untuk menunjukkan pada rakyat bahwa pada awal masa jabatannya mereka telah memberikan imej yang bagus buat rakyat kalau mereka tidak kemaruk terhadap harta dan kemewahan. apalagi kinerja mereka juga masih diragukan. jangankan turba, rapat aja jarang yang hadir kok, pak, hehe …
Sep 25, 2009 @ 16:56:51
pak satu, membaca ini mau tak mau saya ikut merasa dikhianati. bagaimana tidak? menjadi wakil rakyat seolah-olah adalah mewakili rakyat dalam hal menikmati segala kemewahan dan keistimewaan, menggunakan uang rakyat demi kesejahteraan pribadi tanpa repot memberi dan menunaikan janji. lain tidak. ironis sekali, di saat kesadaran berpolitik bangsa kita sudah semakin baik, namun kiranya tidak didukung oleh kebijakan-kebijakan yang pro rakyat.
kita doakan saja semoga allah membuka hati mereka semua, pak satu.
Sep 25, 2009 @ 19:17:18
amiiin, semoga doa mbak yulfi terkabulkan. kita memang merasa dikhianati, mbak, kalau rakyat sudah repot2 membiayai anggaran dan kebutuhan mereka, tapi mereka tak pernah berupaya utk memperjuangkan nasib rakyat. repotnya, mereka sama sekali tidak pernah merasa jadi “pengkhianat rakyat”. doh!
Sep 25, 2009 @ 14:46:35
terbukti indonesia itu tidak miskin
latapi kemiskinan dimana mana itukan fitur negeri ini :-w
.-= Baca juga tulisan terbaru geblek berjudul Google Itu Tidak Peduli Tag Meta Keyword =-.
Sep 25, 2009 @ 19:15:26
fitur negeri? hmm…. bisa jadi karena maraknya korupsi, mas. ada yang bilang, di mana ada korupsi di situ pasti ada kemiskinan.
Sep 25, 2009 @ 14:14:36
turut prihatin juga pak
.-= Baca juga tulisan terbaru Pencerah berjudul Genduk Miyabi datang ke Indonesia =-.
Sep 25, 2009 @ 19:14:35
semoga keprihatinan mas pencerah didengar oleh para wakil rakyat.
Sep 25, 2009 @ 10:43:59
selamat bagi para wakil rakyat yang akan dilantik, dipundakmu rakyat negeri ini menautkan harapannya, jangan lupakan kami ketika kamu telah menjadi anggota dewan, dan tak butuh kami lagi
.-= Baca juga tulisan terbaru achmad sholeh berjudul Berebut Kue Kewenangan =-.
Sep 25, 2009 @ 19:13:44
mudah2an harapan muluk seperti itu bisa terwujud, pak. tapi apa mungkin, ya? hehe …
Sep 25, 2009 @ 10:41:13
sekali lagi kepekaan Wakil rakyat diuji, rasanya ketika mereka dilantik hilang semua apa yang dulu mereka janjikan yang ada hanyalah nafsu bagaimana menembalikan biaya kampanye mereka, kepentingan pribadi dan golongan adalah yang paling utama, kepentingan rakyat mah nomor sekian, semoga masih ada segelintir wakil rakyat yang masih peduli terhadap nasib rakyat dan ikhlas berjuang untuk kemajuan bangsa ini bukan hanya untuk perut buncitnya sendiri.
.-= Baca juga tulisan terbaru achmad sholeh berjudul Berebut Kue Kewenangan =-.
Sep 25, 2009 @ 19:12:54
betul sekali, pak. meskipun dari sisi protokoler kenegaraan bisa dibenarkan, tapi melihat realitas sosial di negeri ini, seharusnya mereka juga inget kalau di negeri ini masih yang membutuhkan banyak bantuan.
Sep 25, 2009 @ 08:50:37
wah memang sebuah dilema ketika rakyat sedang kelaparan ditimpa musibah gempa, malah para wakilnya enak-enak duduk dengan jaz baru pak
.-= Baca juga tulisan terbaru arifudin berjudul Pasang Iklan pojok =-.
Sep 25, 2009 @ 19:11:36
itulah yang terjadi, mas arif, makin banyak saja para elite yang mulai kehilangan kepedulian terhadap nasib wong cilik.
Sep 25, 2009 @ 08:06:25
yfraoky- Thank you,pssxias.Great site.
Sep 25, 2009 @ 05:18:46
kalau kampanye kemarin mereka banyak keluar modal. kayaknya ini saatnya bagi mereka untuk balikin modal nih
.-= Baca juga tulisan terbaru websmaster.info berjudul Game Bitefight clone =-.
Sep 25, 2009 @ 19:10:43
doh, kalau mau jadi wakil rakyat hitungan2nya seperti pedagang sapi ya repot, mas, hehe … selalu saja car celah utk segera mengembalikan modalnya, doh.
Sep 25, 2009 @ 00:53:55
Mudah2an kedepan, kebijakan itu segera direvisi. Kalau bisa ketika pelantikan membawa sangu masing-masing…
.-= Baca juga tulisan terbaru Khairuddin syach berjudul Mengembalikan Jati Diri Bangsa =-.
Sep 25, 2009 @ 02:09:01
@Khairuddin syach,
mudah2an saja demikian, mas khai, sungguh merepotkan rakyat, pelantikan saja kok ya minta duwit rakyat. doh!
Sep 24, 2009 @ 22:33:50
Negara kita memang sudah diakui kekayaannya pak, untung nggak ada yang mau ngeklaim… hahahah
mungkin lebih baik dianggap kaya, biar narik pajaknya lebih kejam lagi
.-= Baca juga tulisan terbaru suryaden berjudul Hard To Say I’m Sorry =-.
Sep 25, 2009 @ 02:08:04
@suryaden,
walah, yang mengklaim kekayaan saya yakin juga ada, kok, mas surya, hehe … hanya saja mereka suka ngumpet2 biar ndak ketahuan, hehe …
Sep 24, 2009 @ 22:26:17
dan hal itu tetap saja terulang setiap 5 tahun sekali..
btw minal aidzin wal fa idzin mas sawali
mohon maaf lahir dan batin
Sep 25, 2009 @ 02:06:54
@annosmile,
itulah yang terjadi di negeri ini, mas. agaknya makin banyak yang lupa utk belajar sejarah, hehe …. iya, mas anno, sama2, mohom maaf lahir dan batin juga, yak.
Sep 24, 2009 @ 22:22:13
11M kalau dibelikan beras dapat seberapa banyak ya
.-= Baca juga tulisan terbaru andif berjudul Wifi Broadcom di Fedora11 =-.
Sep 25, 2009 @ 02:05:58
@andif,
bisa utk makan orang sekecamatan hingga berhari-hari itu, mas felani, hehe …
Sep 24, 2009 @ 22:09:21
Yang jelas, guru mereka “bangga”. Mantan-mantan muridnya sudah pintar menghabiskan uang negara … Prihatin.
.-= Baca juga tulisan terbaru Sugiarno berjudul 69. Lembaran Baru =-.
Sep 25, 2009 @ 02:05:19
@Sugiarno,
widih, bangga? padahal saya yakin ndak ada guru yang mengajarkan muridnya jadi koruptor, loh, mas gi, hehe …
Sep 24, 2009 @ 19:20:27
yah inilah endonesa
.-= Baca juga tulisan terbaru masoglek berjudul My Life on the Line =-.
Sep 25, 2009 @ 02:04:20
@masoglek,
ironis sekaligus tragis, ya, mas, hehe …
Sep 24, 2009 @ 16:54:54
Konon, untuk menggolkan sebuah UU, perlu upeti 3 miliar. Nah, gimana nggak kaya para anggota dewan yang katanya terhormat itu?
Sep 25, 2009 @ 02:03:51
@racheedus,
3 milyar. byuh2, bukankah itu memang tugas mereka, toh, mas rache, kok ya masih tega2nya ngemplang duwit sebanyak itu utk menggolkan sebuah UU?
Sep 24, 2009 @ 15:30:59
Agaknya para wakil rakyat enggan untuk mengeluarkan uang dari koceknya sendiri, pak. Lha wong uang yang dikeluarkan untuk menjadi wakil rakyat dulu sudah banyak.
.-= Baca juga tulisan terbaru Edi Psw berjudul Selamat Idul Fitri 1430 H =-.
Sep 25, 2009 @ 02:02:40
@Edi Psw,
bisa jadi benar, pak edi, tapi sesungguhnya fasilitas yang kelak akan mereka terima bisa mubra-mubru. kalau hanya sekadar pelantikan saja, mereka pasti mampu membiayainya sendiri.
Sep 24, 2009 @ 15:25:24
sebenarnya negara kita kaya pak,cuman kita kurang tahu saja
Taqoballohu minna wa minkum pak
Sep 25, 2009 @ 02:01:33
@duadua,
sama2, mas, mohon maaf lahir dan batin juga. wah, sayangnya kekayaan itu tak dimaksimalkan utk kemaslahatan banyak orang, mas. hanya ngumpul pada beberapa gelintir orang yang kebetulan punya akses terhadap kekuasaan.
Sep 24, 2009 @ 14:59:34
Seharusnya wakil rakyat itu “rame ing gawe sepi ing pamrih”
Sep 25, 2009 @ 01:59:57
@Muid,
idealnya memang demikian, pak muid, sayangnya, yang bersikap demikian terbilang langka.
Sep 24, 2009 @ 11:15:50
selalu begitu ya, Pak? sudah mendarah daging sih budaya seperti itu di Senayan
eh, baca comment saya di shoutbox Bapak ya 
.-= Baca juga tulisan terbaru Nyubi berjudul Web Widgets =-.
Sep 24, 2009 @ 16:16:51
seperti itulah yang terjadi, mas, makin repot. oh, ya, makasih banget infonya. baru inget kalau saya pakai plugin mobilepress. setelah kemarin kena hack, pasti file index.php di plugin mobilepress juga kena. makasih sekali lagi!
Sep 24, 2009 @ 11:02:55
hidup indonesia….
Sep 24, 2009 @ 16:15:22
bravo, mbak cutie.
Sep 24, 2009 @ 10:44:26
potret masy. kita pak.
baru saja berempati dengan berlapar-lapar, tiba2 lupa begitu takbir menggelegar. hati dan mulut bilang tidak, tapi anggota tubuh lain melakukan sebaliknya.
Sep 24, 2009 @ 16:15:06
itulah kenyataan yang terjadi, mas sibaho. sungguh ironis bener, pascaramadhan, ternyata menjadi momen yang gampang melupakan perjuangan melawan hawa nafsu selama bulan puasa.
Sep 24, 2009 @ 09:50:22
ironis memang,… yach kita sebagai rakyatkecil bisa apa ,…??
.-= Baca juga tulisan terbaru dameydra berjudul S-2 Profesi =-.
Sep 24, 2009 @ 16:14:08
hehe … bisanya hanya hanya ngudarasa dan main kritik, mas, hiks, sambil berharap semoga para wakil rakyat kita benar2 mau berubah.
Sep 24, 2009 @ 09:26:39
miskin karna kebanyakan koruptor
Sep 24, 2009 @ 16:13:19
hehe … mungkin ada benarnya juga kalau ada yang bilang, di mana ada korupsi di situ pasti ada kemiskinan. doh!
Sep 24, 2009 @ 08:58:25
Prosesi nya dimasjid istiqlal saja, ato di tanah lapang…
lebih irit dan lebih mengena.
Sep 24, 2009 @ 16:12:39
hehe … setuju banget tuh, mas wempi. sederhana dan bersahaja, tanpa kehilangan substansinya.
Sep 24, 2009 @ 08:56:18
soal DPR sy dah lama brpikir mreka sbg wakil yg dipilih rakyat hrs betul2 bertindak kearah kepent masy, misal UU2 yg dihasilkan hrs nyata ‘ngefek’ kpd nasib org miskin, lap kerja, dll. Mnurut sy paling yg dah searah dgn kepent masy baru 10-20% aja, sisanya blm/ngga nyambung, gak ngefek! Jd arah kmajuan bangsa ini ya ga jelas (malah mundur!), lemot kaya pentium-1 jadul, jadi peran mreka apa?? sgini aja ah, skedar sharing. Ini blog cakep banget bang. salam
.-= Baca juga tulisan terbaru javabis99 berjudul Recent Comment Modifikasi =-.
Sep 24, 2009 @ 16:11:48
itu sudah menjadi kenyataan yang tak terbantahkan, mas. memang benar, mungkin sebagian besar wakil rakyat kita hanya sekelas omdo, pinter omong doang. giliran diundang rapat, mangkir. kalau terpaksa datang, di ruang rapat tidur. doh, bagaimana mereka bisa memperjuangkan nasib rakyat?
Sep 24, 2009 @ 07:52:43
Itu paket komplit ya mas. ada biaya untuk jas, safari, lencana emas, mobil baru, snack, dan lain-lainnya.
Sadap benar ya jadi wakil rakyat. Mestinya diimbangi kerja keras, profesional dan bermoral biar lebih mantaf.
Salam hangat dari Surabaya.
Sep 24, 2009 @ 16:08:39
bener banget, pakdhe. kalau sumbut dengan kinerja mereka, mungkin masih bisa dimaklumi, pakdhe, tapi selama ini kan kita sudah tahu bagaimana kualitas wakil rakyat kita itu.
Sep 24, 2009 @ 07:17:13
Saya juga dengar soal biaya yang dikeluarkan untuk pelantikan itu, Pak Sawali… dan setuju, memang kebangetan dan keterlaluan.
Bahasa jawanya, dari yang sudah-sudah, “Ora sembodo”
Tampaknya kita memang harus mengubah mindset bahwa ketidakterwakilan kita pada mereka adalah satu hal yang lumrah dan sebaliknya, kalau suara kita didengar dan diperjuangkan adalah hal yang luar biasa.
Jamane jaman edan, Pak
.-= Baca juga tulisan terbaru DV berjudul Inkonsistensi, Awal Kebohongan =-.
Sep 24, 2009 @ 16:07:33
bener banget, mas don. kabar santer itu memang sudah lama terdengar. sungguh ironis betul, di tengah jutaan rakyat miskin, mereka pamer jor2an duwit hanya sekadar utk sebuah upacara. doh!
Sep 24, 2009 @ 06:50:42
Waduh 11 milyard, lebih baik digunakan untuk membantu korban bencana, kan masih banyak korban2 bencana di indonesia yang kekurangan bantuan, atau untuk mbeliin laptop aku *ha ha ha kabooor*
mbok ya turun tu, si bima suci (eh apa kemarin namanya, betul kan bima suci ?) ke bumi indnnesia untuk mendidik para calon wakil rakyat agar lebih bisa menengok ke bawah !
Sep 24, 2009 @ 16:06:22
kalau hanya sekadar utk upacara pelantikan, duwit sebanyak itu jelas jor2an, mas. memang akan lebih bermanfaat kalau digunakan utk membantu saudara2 kita yang menjadi korban bencana.
Sep 26, 2009 @ 11:16:52
@Sawali Tuhusetya, seperti lapindo kan masih banyak yang ndemo m,inta bantuan to
Sep 27, 2009 @ 16:15:07
nah, itu dia, mas rfiky, itu jelas contoh peristiwa dan fakta yang nyata.
Sep 24, 2009 @ 00:43:43
kalo dipikir2 rakyat itu spt diperas sama pemerintah.. uang2 pajak yg kita bayarkan tak sepenuhnya kembali untuk pembangunan.. tapi untuk hal2 yg sbenarnya tdk perlu glamour. Oh ya.. satu lagi.. untuk si Robert Tantular dan Bank Century nya… sungguh konyol.
.-= Baca juga tulisan terbaru Ndre berjudul Download Album Baru Matisyahu – Light =-.
Sep 24, 2009 @ 15:25:25
itulah kenyataan yang terjadi, mas. rakyat hidup susah, tapi sekadar utk pelantikan saja ada gelontoran dana sebanyak itu. doh!
Sep 24, 2009 @ 00:07:07
susahnya jika menjadi warga jelata negara INDONESIA
.-= Baca juga tulisan terbaru luxsman berjudul Emas Hitam INDONESIA =-.
Sep 24, 2009 @ 13:34:29
@luxsman,
memang bener luqman. yang repot, para elite negara sepertinya cuek terhadap nasib mereka.