Ironi di Balik Rencana Pelantikan Wakil Rakyat
Wednesday, 23 September 2009 (23:10) | 363 pembaca | 136 komentar | Print this Article
Siapa bilang negara kita itu miskin? Tanya saja kepada KPU. Lembaga yang satu ini agaknya punya lumbung duwit. Sekadar untuk upacara pelantikan wakil rakyat saja, mereka tak segan-segan menggelontorkan dana 11 milyar. Byuh! 1 Oktober 2009, bisa jadi menjadi momen yang sangat dinantikan oleh para calon anggota DPR dan DPD terpilih yang memang sudah lama mengincar kursi yang amat “keramat” dan “sakral” itu. Untuk mendapatkan kursi itu, mereka tak segan-segan mengumbar janji di atas mimbar kampanye dan senantiasa berteriak lantang untuk melakukan sebuah perubahan. Masih jelas terngiang dalam gendang telinga kita, betapa mereka akan bersikap amanah dan istikomah terhadap janji yang telah mereka ikrarkan.
Namun, pengalaman jelas-jelas menunjukkan, janji-janji yang mereka obral tak lebih dari sebuah isapan jempol. Alih-alih menyetiai janji, sekadar rapat saja mereka lebih sering mangkir. Banyak keputusan tertunda karena rapat tidak memenuhi qourum. Tak berlebihan jika sekian draft undang-undang yang masuk ke meja kerja, hanya beberapa di antaranya yang gol menjadi UU. UU yang telah disahkan pun konon dari sisi kualitas masih banyak yang tidak aspiratif terhadap kehendak rakyat. Yang tak kalah menyedihkan, tak sedikit anggota dewan yang tersandung persoalan hukum, mulai korupsi, suap, mark-up anggaran, hingga perselingkuhan.
Dari sisi ini, sungguh ironis kalau upacara pelantikan saja mesti menelan biaya se-gedhe itu kalau pada kenyataannya kinerja mereka belum benar-benar teruji. Karena hal ini berkaitan langsung dengan kepentingan sang wakil rakyat, mengapa tidak menggunakan biaya sendiri? Kenapa jaket, penginapan, akomodasi, dan thethek-bengek-nya mesti menggunakan uang rakyat? Di mana kepekaan dan kepedulian negara terhadap nasib jutaan rakyat yang masih terlunta-lunta meratapi nasib hidupnya yang kurang beruntung? Kenapa harus ada jor-joran duwit hanya sekadar untuk keperluan seremonial yang tak langsung bersentuhan dengan kepentingan rakyat?
Saya bukannya alergi terhadap prosesi seremoni semacam itu. Sebagai simbolisasi bahwa mereka benar-benar resmi telah menjadi wakil rakyat, upacara “penahbisan” agaknya masih diperlukan untuk menyatakan ikrar dan sumpah bersama. Namun, sekali lagi, upacara tak harus dengan cara jor-joran semacam itu. Sikap bersahaja, sebagaimana yang selama ini digembar-gemborkan di tengah jutaan rakyat, pada akhirnya hanya akan terapung-apung dalam bentangan slogan belaka. Kaum elite yang seharusnya menjadi anutan sosial dalam mempraktikkan pola hidup bersahaja justru malah suka pamer kemewahan dan atribut keglamoran di tengah derita rakyat.
Para calon wakil rakyat yang akan dilantik, mestinya harus sering “turba”, turun ke bawah untuk menyaksikan nasib rakyat secara langsung di lapisan akar rumput yang terus didera nasib tak menentu. Lihat juga nasib petani yang gagal panen akibat mahalnya harga pupuk. Belum lagi jutaan penganggur yang terpaksa harus menjadi beban keluarga dan masyarakat akibat langkanya lapangan kerja. Kalau saja para calon wakil rakyat yang terhormat itu mau sedikit menyisihkan kepekaan dan kepedulian terhadap nasib rakyat, mereka pasti akan merasa malu dilantik dengan prosesi yang sarat nilai hedonisme di tengah nasib jutaan rakyat yang menggelepar di lumpur kemiskinan. Bahkan, mungkin akan menolak dan sepakat secara kolektif untuk mengembalikan anggaran pelantikan itu ke kas negara.
Sungguh, sebuah drama politik yang benar-benar ironis. Kita berharap, anggaran pelantikan masih bisa diperketat, hingga akhirnya masih ada sisa dana yang terselamatkan. Syukur- syukur para calon wakil rakyat kita yang terhormat itu dengan amat sadar mau mengeluarkan dana dari koceknya sendiri untuk kepentingan pelantikan mereka. Kalau ini terjadi, insyaallah, rakyat akan benar-benar angkat topi dan mendukung kinerja mereka hingga akhirnya bisa menyelamatkan masa depan bangsa yang (nyaris) hancur akibat badai krisis multidimensi dan deraan bencana yang terus terjadi dan terus berulang. ***









































luxsman
Swiftfox dan
GNU/Linux
Thursday, 24 September 2009 @ 00:07
susahnya jika menjadi warga jelata negara INDONESIA
Baca juga tulisan terbaru luxsman berjudul Emas Hitam INDONESIA
Reply
Sawali Tuhusetya (Thursday, 24 September 2009 @ 13:34)
@luxsman,
memang bener luqman. yang repot, para elite negara sepertinya cuek terhadap nasib mereka.
Reply
Ndre
Firefox 3.0.14 dan
Windows XP
Thursday, 24 September 2009 @ 00:43
kalo dipikir2 rakyat itu spt diperas sama pemerintah.. uang2 pajak yg kita bayarkan tak sepenuhnya kembali untuk pembangunan.. tapi untuk hal2 yg sbenarnya tdk perlu glamour. Oh ya.. satu lagi.. untuk si Robert Tantular dan Bank Century nya… sungguh konyol.
Baca juga tulisan terbaru Ndre berjudul Download Album Baru Matisyahu – Light
Reply
Sawali Tuhusetya (Thursday, 24 September 2009 @ 15:25)
itulah kenyataan yang terjadi, mas. rakyat hidup susah, tapi sekadar utk pelantikan saja ada gelontoran dana sebanyak itu. doh!
Reply
riFFrizz
Opera Mini 4.2.14320 dan
Unknown
Thursday, 24 September 2009 @ 06:50
Waduh 11 milyard, lebih baik digunakan untuk membantu korban bencana, kan masih banyak korban2 bencana di indonesia yang kekurangan bantuan, atau untuk mbeliin laptop aku *ha ha ha kabooor*
mbok ya turun tu, si bima suci (eh apa kemarin namanya, betul kan bima suci ?) ke bumi indnnesia untuk mendidik para calon wakil rakyat agar lebih bisa menengok ke bawah !
Reply
Sawali Tuhusetya (Thursday, 24 September 2009 @ 16:06)
kalau hanya sekadar utk upacara pelantikan, duwit sebanyak itu jelas jor2an, mas. memang akan lebih bermanfaat kalau digunakan utk membantu saudara2 kita yang menjadi korban bencana.
Reply
riFFrizz (Saturday, 26 September 2009 @ 11:16)
@Sawali Tuhusetya, seperti lapindo kan masih banyak yang ndemo m,inta bantuan to
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 27 September 2009 @ 16:15)
nah, itu dia, mas rfiky, itu jelas contoh peristiwa dan fakta yang nyata.
DV
Google Chrome 3.0.195.21 dan
Windows XP
Thursday, 24 September 2009 @ 07:17
Saya juga dengar soal biaya yang dikeluarkan untuk pelantikan itu, Pak Sawali… dan setuju, memang kebangetan dan keterlaluan.
Bahasa jawanya, dari yang sudah-sudah, “Ora sembodo”
Tampaknya kita memang harus mengubah mindset bahwa ketidakterwakilan kita pada mereka adalah satu hal yang lumrah dan sebaliknya, kalau suara kita didengar dan diperjuangkan adalah hal yang luar biasa.
Jamane jaman edan, Pak

Baca juga tulisan terbaru DV berjudul Inkonsistensi, Awal Kebohongan
Reply
Sawali Tuhusetya (Thursday, 24 September 2009 @ 16:07)
bener banget, mas don. kabar santer itu memang sudah lama terdengar. sungguh ironis betul, di tengah jutaan rakyat miskin, mereka pamer jor2an duwit hanya sekadar utk sebuah upacara. doh!
Reply
Pakde Cholik
Firefox 3.0.14 dan
Windows XP
Thursday, 24 September 2009 @ 07:52
Itu paket komplit ya mas. ada biaya untuk jas, safari, lencana emas, mobil baru, snack, dan lain-lainnya.
Sadap benar ya jadi wakil rakyat. Mestinya diimbangi kerja keras, profesional dan bermoral biar lebih mantaf.
Salam hangat dari Surabaya.
Reply
Sawali Tuhusetya (Thursday, 24 September 2009 @ 16:08)
bener banget, pakdhe. kalau sumbut dengan kinerja mereka, mungkin masih bisa dimaklumi, pakdhe, tapi selama ini kan kita sudah tahu bagaimana kualitas wakil rakyat kita itu.
Reply
javabis99
Firefox 3.0.14 dan
Windows XP
Thursday, 24 September 2009 @ 08:56
soal DPR sy dah lama brpikir mreka sbg wakil yg dipilih rakyat hrs betul2 bertindak kearah kepent masy, misal UU2 yg dihasilkan hrs nyata ‘ngefek’ kpd nasib org miskin, lap kerja, dll. Mnurut sy paling yg dah searah dgn kepent masy baru 10-20% aja, sisanya blm/ngga nyambung, gak ngefek! Jd arah kmajuan bangsa ini ya ga jelas (malah mundur!), lemot kaya pentium-1 jadul, jadi peran mreka apa?? sgini aja ah, skedar sharing. Ini blog cakep banget bang. salam
Baca juga tulisan terbaru javabis99 berjudul Recent Comment Modifikasi
Reply
Sawali Tuhusetya (Thursday, 24 September 2009 @ 16:11)
itu sudah menjadi kenyataan yang tak terbantahkan, mas. memang benar, mungkin sebagian besar wakil rakyat kita hanya sekelas omdo, pinter omong doang. giliran diundang rapat, mangkir. kalau terpaksa datang, di ruang rapat tidur. doh, bagaimana mereka bisa memperjuangkan nasib rakyat?
Reply
Wempi
Firefox 3.0.14 dan
Windows XP
Thursday, 24 September 2009 @ 08:58
Prosesi nya dimasjid istiqlal saja, ato di tanah lapang…
lebih irit dan lebih mengena.
Reply
Sawali Tuhusetya (Thursday, 24 September 2009 @ 16:12)
hehe … setuju banget tuh, mas wempi. sederhana dan bersahaja, tanpa kehilangan substansinya.
Reply
pusatalkes.com
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Thursday, 24 September 2009 @ 09:26
miskin karna kebanyakan koruptor
Reply
Sawali Tuhusetya (Thursday, 24 September 2009 @ 16:13)
hehe … mungkin ada benarnya juga kalau ada yang bilang, di mana ada korupsi di situ pasti ada kemiskinan. doh!
Reply
dameydra
Google Chrome 3.0.195.21 dan
Windows XP
Thursday, 24 September 2009 @ 09:50
ironis memang,… yach kita sebagai rakyatkecil bisa apa ,…??
Baca juga tulisan terbaru dameydra berjudul S-2 Profesi
Reply
Sawali Tuhusetya (Thursday, 24 September 2009 @ 16:14)
hehe … bisanya hanya hanya ngudarasa dan main kritik, mas, hiks, sambil berharap semoga para wakil rakyat kita benar2 mau berubah.
Reply
sibaho way
Firefox 3.0.14 dan
Windows XP
Thursday, 24 September 2009 @ 10:44
potret masy. kita pak.
baru saja berempati dengan berlapar-lapar, tiba2 lupa begitu takbir menggelegar. hati dan mulut bilang tidak, tapi anggota tubuh lain melakukan sebaliknya.
Reply
Sawali Tuhusetya (Thursday, 24 September 2009 @ 16:15)
itulah kenyataan yang terjadi, mas sibaho. sungguh ironis bener, pascaramadhan, ternyata menjadi momen yang gampang melupakan perjuangan melawan hawa nafsu selama bulan puasa.
Reply
beauty and fashion
Firefox 3.0.14 dan
Windows XP
Thursday, 24 September 2009 @ 11:02
hidup indonesia….
Reply
Sawali Tuhusetya (Thursday, 24 September 2009 @ 16:15)
bravo, mbak cutie.
Reply
Nyubi
Firefox 3.0 dan
Windows XP
Thursday, 24 September 2009 @ 11:15
selalu begitu ya, Pak? sudah mendarah daging sih budaya seperti itu di Senayan
eh, baca comment saya di shoutbox Bapak ya 

Baca juga tulisan terbaru Nyubi berjudul Web Widgets
Reply
Sawali Tuhusetya (Thursday, 24 September 2009 @ 16:16)
seperti itulah yang terjadi, mas, makin repot. oh, ya, makasih banget infonya. baru inget kalau saya pakai plugin mobilepress. setelah kemarin kena hack, pasti file index.php di plugin mobilepress juga kena. makasih sekali lagi!
Reply
Muid
Opera 9.01 dan
Windows XP
Thursday, 24 September 2009 @ 14:59
Seharusnya wakil rakyat itu “rame ing gawe sepi ing pamrih”
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 25 September 2009 @ 01:59)
@Muid,
idealnya memang demikian, pak muid, sayangnya, yang bersikap demikian terbilang langka.
Reply
duadua
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Thursday, 24 September 2009 @ 15:25
sebenarnya negara kita kaya pak,cuman kita kurang tahu saja
Taqoballohu minna wa minkum pak
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 25 September 2009 @ 02:01)
@duadua,
sama2, mas, mohon maaf lahir dan batin juga. wah, sayangnya kekayaan itu tak dimaksimalkan utk kemaslahatan banyak orang, mas. hanya ngumpul pada beberapa gelintir orang yang kebetulan punya akses terhadap kekuasaan.
Reply
Edi Psw
Firefox 3.0.5 dan
Windows XP
Thursday, 24 September 2009 @ 15:30
Agaknya para wakil rakyat enggan untuk mengeluarkan uang dari koceknya sendiri, pak. Lha wong uang yang dikeluarkan untuk menjadi wakil rakyat dulu sudah banyak.
Baca juga tulisan terbaru Edi Psw berjudul Selamat Idul Fitri 1430 H
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 25 September 2009 @ 02:02)
@Edi Psw,
bisa jadi benar, pak edi, tapi sesungguhnya fasilitas yang kelak akan mereka terima bisa mubra-mubru. kalau hanya sekadar pelantikan saja, mereka pasti mampu membiayainya sendiri.
Reply
racheedus
Opera Mini 4.1.11355 dan
Unknown
Thursday, 24 September 2009 @ 16:54
Konon, untuk menggolkan sebuah UU, perlu upeti 3 miliar. Nah, gimana nggak kaya para anggota dewan yang katanya terhormat itu?
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 25 September 2009 @ 02:03)
@racheedus,
3 milyar. byuh2, bukankah itu memang tugas mereka, toh, mas rache, kok ya masih tega2nya ngemplang duwit sebanyak itu utk menggolkan sebuah UU?
Reply
masoglek
Firefox 3.0.7 dan
Windows XP
Thursday, 24 September 2009 @ 19:20
yah inilah endonesa

Baca juga tulisan terbaru masoglek berjudul My Life on the Line
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 25 September 2009 @ 02:04)
@masoglek,
ironis sekaligus tragis, ya, mas, hehe …
Reply
Sugiarno
Firefox 3.0.13 dan
Windows XP
Thursday, 24 September 2009 @ 22:09
Yang jelas, guru mereka “bangga”. Mantan-mantan muridnya sudah pintar menghabiskan uang negara … Prihatin.
Baca juga tulisan terbaru Sugiarno berjudul 69. Lembaran Baru
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 25 September 2009 @ 02:05)
@Sugiarno,
widih, bangga? padahal saya yakin ndak ada guru yang mengajarkan muridnya jadi koruptor, loh, mas gi, hehe …
Reply
andif
Firefox 3.5.3 dan
Fedora 11
Thursday, 24 September 2009 @ 22:22
11M kalau dibelikan beras dapat seberapa banyak ya

Baca juga tulisan terbaru andif berjudul Wifi Broadcom di Fedora11
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 25 September 2009 @ 02:05)
@andif,
bisa utk makan orang sekecamatan hingga berhari-hari itu, mas felani, hehe …
Reply
annosmile
Firefox 3.0.14 dan
Windows XP
Thursday, 24 September 2009 @ 22:26
dan hal itu tetap saja terulang setiap 5 tahun sekali..
btw minal aidzin wal fa idzin mas sawali
mohon maaf lahir dan batin
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 25 September 2009 @ 02:06)
@annosmile,
itulah yang terjadi di negeri ini, mas. agaknya makin banyak yang lupa utk belajar sejarah, hehe …. iya, mas anno, sama2, mohom maaf lahir dan batin juga, yak.
Reply
suryaden
Shiretoko 3.5.4pre dan
Ubuntu 9.10
Thursday, 24 September 2009 @ 22:33
Negara kita memang sudah diakui kekayaannya pak, untung nggak ada yang mau ngeklaim… hahahah
mungkin lebih baik dianggap kaya, biar narik pajaknya lebih kejam lagi

Baca juga tulisan terbaru suryaden berjudul Hard To Say I’m Sorry
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 25 September 2009 @ 02:08)
@suryaden,
walah, yang mengklaim kekayaan saya yakin juga ada, kok, mas surya, hehe … hanya saja mereka suka ngumpet2 biar ndak ketahuan, hehe …
Reply
Khairuddin syach
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Friday, 25 September 2009 @ 00:53
Mudah2an kedepan, kebijakan itu segera direvisi. Kalau bisa ketika pelantikan membawa sangu masing-masing…
Baca juga tulisan terbaru Khairuddin syach berjudul Mengembalikan Jati Diri Bangsa
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 25 September 2009 @ 02:09)
@Khairuddin syach,
mudah2an saja demikian, mas khai, sungguh merepotkan rakyat, pelantikan saja kok ya minta duwit rakyat. doh!
Reply
websmaster.info
Firefox 3.5.2 dan
Windows XP
Friday, 25 September 2009 @ 05:18
kalau kampanye kemarin mereka banyak keluar modal. kayaknya ini saatnya bagi mereka untuk balikin modal nih
Baca juga tulisan terbaru websmaster.info berjudul Game Bitefight clone
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 25 September 2009 @ 19:10)
doh, kalau mau jadi wakil rakyat hitungan2nya seperti pedagang sapi ya repot, mas, hehe … selalu saja car celah utk segera mengembalikan modalnya, doh.
Reply
pssxias
Internet Explorer 6.0 dan
Windows XP
Friday, 25 September 2009 @ 08:06
yfraoky- Thank you,pssxias.Great site.
Reply
arifudin
Firefox 2.0.0.11 dan
Windows XP
Friday, 25 September 2009 @ 08:50
wah memang sebuah dilema ketika rakyat sedang kelaparan ditimpa musibah gempa, malah para wakilnya enak-enak duduk dengan jaz baru pak

Baca juga tulisan terbaru arifudin berjudul Pasang Iklan pojok
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 25 September 2009 @ 19:11)
itulah yang terjadi, mas arif, makin banyak saja para elite yang mulai kehilangan kepedulian terhadap nasib wong cilik.
Reply
achmad sholeh
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Friday, 25 September 2009 @ 10:41
sekali lagi kepekaan Wakil rakyat diuji, rasanya ketika mereka dilantik hilang semua apa yang dulu mereka janjikan yang ada hanyalah nafsu bagaimana menembalikan biaya kampanye mereka, kepentingan pribadi dan golongan adalah yang paling utama, kepentingan rakyat mah nomor sekian, semoga masih ada segelintir wakil rakyat yang masih peduli terhadap nasib rakyat dan ikhlas berjuang untuk kemajuan bangsa ini bukan hanya untuk perut buncitnya sendiri.
Baca juga tulisan terbaru achmad sholeh berjudul Berebut Kue Kewenangan
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 25 September 2009 @ 19:12)
betul sekali, pak. meskipun dari sisi protokoler kenegaraan bisa dibenarkan, tapi melihat realitas sosial di negeri ini, seharusnya mereka juga inget kalau di negeri ini masih yang membutuhkan banyak bantuan.
Reply
achmad sholeh
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Friday, 25 September 2009 @ 10:43
selamat bagi para wakil rakyat yang akan dilantik, dipundakmu rakyat negeri ini menautkan harapannya, jangan lupakan kami ketika kamu telah menjadi anggota dewan, dan tak butuh kami lagi
Baca juga tulisan terbaru achmad sholeh berjudul Berebut Kue Kewenangan
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 25 September 2009 @ 19:13)
mudah2an harapan muluk seperti itu bisa terwujud, pak. tapi apa mungkin, ya? hehe …
Reply
Pencerah
Firefox 2.0.0.20 dan
Windows XP
Friday, 25 September 2009 @ 14:14
turut prihatin juga pak
Baca juga tulisan terbaru Pencerah berjudul Genduk Miyabi datang ke Indonesia
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 25 September 2009 @ 19:14)
semoga keprihatinan mas pencerah didengar oleh para wakil rakyat.
Reply
geblek
Firefox 3.0 dan
GNU/Linux
Friday, 25 September 2009 @ 14:46
terbukti indonesia itu tidak miskin

latapi kemiskinan dimana mana itukan fitur negeri ini
Baca juga tulisan terbaru geblek berjudul Google Itu Tidak Peduli Tag Meta Keyword
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 25 September 2009 @ 19:15)
fitur negeri? hmm…. bisa jadi karena maraknya korupsi, mas. ada yang bilang, di mana ada korupsi di situ pasti ada kemiskinan.
Reply
marshmallow
Firefox 3.5.3 dan
Windows Vista
Friday, 25 September 2009 @ 16:56
pak satu, membaca ini mau tak mau saya ikut merasa dikhianati. bagaimana tidak? menjadi wakil rakyat seolah-olah adalah mewakili rakyat dalam hal menikmati segala kemewahan dan keistimewaan, menggunakan uang rakyat demi kesejahteraan pribadi tanpa repot memberi dan menunaikan janji. lain tidak. ironis sekali, di saat kesadaran berpolitik bangsa kita sudah semakin baik, namun kiranya tidak didukung oleh kebijakan-kebijakan yang pro rakyat.
kita doakan saja semoga allah membuka hati mereka semua, pak satu.
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 25 September 2009 @ 19:17)
amiiin, semoga doa mbak yulfi terkabulkan. kita memang merasa dikhianati, mbak, kalau rakyat sudah repot2 membiayai anggaran dan kebutuhan mereka, tapi mereka tak pernah berupaya utk memperjuangkan nasib rakyat. repotnya, mereka sama sekali tidak pernah merasa jadi “pengkhianat rakyat”. doh!
Reply
pakacil
Firefox 3.5.3 dan
GNU/Linux
Friday, 25 September 2009 @ 17:09
mungkin ada dua pendekatan, yaitu
1. Pendekatan legal.
bahwa menurut aturan yang ada, anggota DPR (juga DPRD) adalah pejabat negara (dan daerah) yang dibenarkan dan sah untuk mendapatkan fasilitas (-atau hak?-) dari negara. karenanya, secara legal formal, tidak ada masalah dengan pengeluaran sejumlah itu. Sebab memang sah dan dibenarkan.
2. Pendekatan etis.
naaah… ini yang agak ribet, karena memang persoalannya berada pada tataran etis atau tidaknya apa yang terjadi jika dikaitkan dengan kinerja dan kondisi bangsa lainnya. kesadaran kolektif atas dasar etis inilah yang mungkin bisa diharapkan. tapi, apakah mereka mau sadar?
Namun, yang lebih menyita perhatian saya bukanlah soal pelantikan itu, toh mereka masih bisa berlindung dibalik aturan, melainkan masalah “turba” dan keberadaan “fraksi”.
Mungkin tidak usahlah dulu untuk tingkat pusat, perhatikan saja tingkat daerah kita masing-masing (karena saya memang lebih suka menarik ke tataran lokal yang lebih riil dan dekat dengan realita kita). Miris rasanya hati Pak… berapa sering mereka turba? apa hanya turba terjadwal dalam reses? sisanya?
belum lagi persoalan keberadaan fraksi yang merupakan kepanjangan tangan partai politik di lembaga legislatif. Pada sisi lain, sistem pemilu sudah (-dapat dikatakan) 1/2 distrik, berdasarkan suara terbanyak. Dalam arti kata, suara rakyat sudah diperhatikan untuk mendudukkan seseorang atau tidak. Namun pada praktiknya, partailah yang tetap mengontrol seluruh kebijakan anggotanya melalui fraksi. sangat kontradiktif. Karenanya saya memang bermimpi, kalau suatu saat fraksi dibubarkan saja.
Baca juga tulisan terbaru pakacil berjudul Rencana Tulisan Ini Hari
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 25 September 2009 @ 19:52)
mungkin ada benarnya juga kalau ada pendekatan legal dalam konteks pelantikan para wakil rakyat. namun, dalam situasi sekarang ini, seharusnya lebih mengutamakan pendekatan etis, sekaligus ini untuk menunjukkan pada rakyat bahwa pada awal masa jabatannya mereka telah memberikan imej yang bagus buat rakyat kalau mereka tidak kemaruk terhadap harta dan kemewahan. apalagi kinerja mereka juga masih diragukan. jangankan turba, rapat aja jarang yang hadir kok, pak, hehe …
Reply
alief
Firefox 3.0.5, dan
Windows XP
Friday, 25 September 2009 @ 18:00
kapan ya sikap watak mental kita ini kan berubah????Prinsip melayani itu belum ada, yang ada hanya prinsip nyari untung ajah…..
Baca juga tulisan terbaru alief berjudul Jangan Kau Menghakimi
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 25 September 2009 @ 19:54)
seharusnya karakter dan sikap amanah dan istikomah itu bisa, mas alief, sayangnya wakil rakyat yang semula idealis dan benar2 memperjuangkan rakyat tak sanggup juga menghadapi godaan ketika kolega2nya larut dalam gaya hidup mewah dan hedonis.
Reply
attayaya
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Friday, 25 September 2009 @ 18:55
5 kata :
“mereka tidak punya hati nurani”
Reply
Yuda (Friday, 25 September 2009 @ 20:59)
@attayaya, setuju mas… mereka memang gak punya hatinurani
Baca juga tulisan terbaru Yuda berjudul Hacker masih rame yaa
Reply
roomeyda
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Friday, 25 September 2009 @ 19:29
byuh,, 11 milyar ya pak,, baru tau anggarannya segitu,, bikin nasi tumpeng aja kan enak, gak mahal
”
Baca juga tulisan terbaru roomeyda berjudul SAYKOJI BIKIN LAGU UNTUK JOKO ANWAR BUGIL
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 28 September 2009 @ 03:26)
@roomeyda,
wah, kalau mereka mau, nasi tumpeng pun malah lebih efektif, mas room. ndak repot.
Reply
berita dunia
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Friday, 25 September 2009 @ 19:30
kalo sekedar janji seh roomen bisa
” ..

buktinya donk wakil rakyat
Baca juga tulisan terbaru berita dunia berjudul KAPOLRI PASTIKAN NOORDIN M TOP TEWAS
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 28 September 2009 @ 03:27)
@berita dunia,
wah, kelak kalau jadi politisi, mas roomen jangan terlalu mengobral janji, ya, hehe ….
Reply
online blog
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Friday, 25 September 2009 @ 19:32
kalo ada wakil rakyat yang turun ke bawah melihat nasib rakyat,,, saya acungin jempol

Baca juga tulisan terbaru online blog berjudul CREATIVITY IN BUSINES CARDS
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 28 September 2009 @ 03:28)
@online blog,
iya nih, mas. semoga para wakil rakyat benar2 membela kepentingan rakyat yang diwakilinya.
Reply
kumpulan bisnis
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Friday, 25 September 2009 @ 19:33
katanya miskin kok bisa anggaran sebitu
Baca juga tulisan terbaru kumpulan bisnis berjudul CARA DAFTAR BISNIS ONLINE BUYBLOGREVIEWS
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 28 September 2009 @ 03:25)
@kumpulan bisnis,
begitulah, mas, berdasarkan info yang dipublikasikan di berbagai media.
Reply
masnur
Google Chrome 3.0.195.21 dan
Windows XP
Friday, 25 September 2009 @ 22:03
Sebaiknya pelantikannya dilakukan di alun-alun berbaris dan berpanas-panas (seperti waktu sumah pns saya dulu, hehe….), biar merasakan sedikit dari penderitaan rakyat sebelum menikmati kursi empuknya.
Baca juga tulisan terbaru masnur berjudul Balon Udara di hari lebaran
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 27 September 2009 @ 12:13)
setuju banget usulan itu, mas nur. idealnya memang begitu utk memberikan kesan kepada rakyat bahwa mereka tdk kemaruk terhadap harta dan kemewahan, hehe …
Reply
eja
Firefox 3.0.14 dan
Windows XP
Saturday, 26 September 2009 @ 01:42
waduh, kenapa anggarannya besar banget.
apa gak lebih baik di lempar buat pendidikan dan kesehatan masyarakat aja ya, yang jelas – jelas lebih membutuhkan daripada hanya sekedar pelantikan.
Apakah ini salah satu yang menyebabkan indonesia susah untuk maju karena masyarakat tidak di nomor satukan (maaf kalau ada yang tersinggung karena ini pendapat saya pribadi).
Baca juga tulisan terbaru eja berjudul tunnel di windows dengan putty
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 27 September 2009 @ 12:17)
itu dia masalahnya, mas reza. semoga saja para wakil rakyat yang akan dilantik masih memiliki kepekaan dan peduli terhadap nasib rakyat shg menolak dilantik dg cara jor2an seperti itu.
Reply
lovepassword
Firefox 3.0.2 dan
Windows XP
Saturday, 26 September 2009 @ 05:10
Memang suseh mikirin parpol sama wakil rakyat. Kalo nggak lagi kampanye ya mereka bisa melakukan apa saja. Dulu waktu musim kampanye ada bencana bantuan darimana saja. Termasuk dari parpol. Sekarang kalo ada bencana , berapa parpol yang turun tangan. Dari
Masalah mudik gratis dsb kan bisa dilihat, peristiwanya menjelang pemilu atau sesudah pemilu.
Masa2 setelah pemilu sekarang ini masa paling memusingkan rakyat justru. Karena wakil rakyat baru malah sibuk mikirin mbayar hutang, dan sudah ndak perlu mikirin lagi menarik hari rakyat karena kan masa itu sudah lewat. Sementara wakil rakyat lama maksa harus menyelesaikan UU entah dengan tujuan apa. Mungkin saking sregepnya.
Hi Hi Hi
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 27 September 2009 @ 16:09)
doh, repot juga, ya, mas love kalau para politisi hanya beraksi menjelang pemilu. lantas, apa kerja mereka selama menduduki kursi di parlemen, ya? turba saja jarang dilakukan. masa reses digunakan utk melancong! doh!
Reply
M Mursyid PW
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Saturday, 26 September 2009 @ 05:23
Lha wong pelatihan/workshop saja sekarang banyak yang dilaksanakan di hotel yang biayanya seabreg, apalagi pelantikan anggota dewan yang terhormat, Pak. Inilah Indonesia. Bagaimanapun juga semoga komentar teman2 di sini mereka dengar meski hanya untuk didengar. He he he !
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 27 September 2009 @ 16:11)
hehe … bener banget tuh, pak mursyid, kondisi negeri yang senang dengan upacara ini makin merepotkan bangsa secara keseluruhan. suka yang serba formal dan mengabaikan substansinya. hmm …. makin repot!
Reply
rosostrov.ru
Opera 9.00 dan
Windows XP
Saturday, 26 September 2009 @ 06:11
well you did right thing asking 1st but i cannot get you the information u requested because it’s now allowed to be posted in here!
Reply
Dawam Multazam
Google Chrome 3.0.195.21 dan
Windows XP
Saturday, 26 September 2009 @ 07:56
meskipun kebetulan sebagian anggota dewan itu tidak ingin pelantikan yang mewah-gemewah, sebagian yang lain justru menikmatinya.

meskipun yang dilantik (DPR) ingin pelantikannya murah-meriah, pelantiknya (KPU) inginny mewah-gemewah. kita tahu lah maunya.
Baca juga tulisan terbaru Dawam Multazam berjudul Ucapan Selamat Lebaran
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 27 September 2009 @ 16:12)
walah, ternyata yang suka menikmati upacara model jor2an sepertyi jumlahnya jauh lebih banyak, mas deno.
Reply
Imam S
Firefox 3.0 dan
Windows XP
Saturday, 26 September 2009 @ 09:02
bukannya ‘turba’, eh malah atas ‘turbo’nya yg dikencengin.
”
makin menggelembung aja deh…
makanya, kalian jangan bercita2 jadi pejabat deh.
biar saya aja…

Baca juga tulisan terbaru Imam S berjudul Bayi Ulat Jatuh
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 27 September 2009 @ 16:13)
walah, padahal turba dan turbo itu jauh sekali bedanya, mas imam. malah babar bklas ndak ada hubungannya dengan upaya memperjuangkan nasib rakyat.
Reply
Abdul Aziz
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Saturday, 26 September 2009 @ 09:53
Kalau kita sih Pak sebagai guru uang sebanyak itu lebih baik digunakan untuk membangun sekolah yang kena gempa kemarin. Tentu lebih bermanfaat.
Tapi, inilah Indonesia.
Baca juga tulisan terbaru Abdul Aziz berjudul Berpuluh Tahun Belum Sampai Juga
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 27 September 2009 @ 16:14)
yang pasti, saya setuju dan langsung angkat dua jempol kalau semua wakil rakyat berpandangan seperti itu, mas azis.
Reply
Deni
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Saturday, 26 September 2009 @ 10:18
Masihkah saudaraku (kaum blogger) percaya ama politisi?
/
Please dech…
Baca juga tulisan terbaru Deni berjudul Ucapan Selamat Idul Fitri Via SMS
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 27 September 2009 @ 16:14)
saya berada di persimpangan jalan, pak deni. antara percaya dan tidak, haks.
Reply
Kang Nawar
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Saturday, 26 September 2009 @ 11:22
Kasihan caleg-caleg yang gak bisa dilantik, ya Pak.
Sudah ngeluarin duit yang banyak,
tapi belum mendapatkan kepercayaan dari rakyat.
Baca juga tulisan terbaru Kang Nawar berjudul Arus Balik, Mengapa Selalu Meningkat?
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 27 September 2009 @ 16:15)
memang kasihan juga, mas nawar. tapi kalau niatnya memang murni ingin berjuang utk rakyat, mereka ndak akan patah semangat. toh, berjuang utk rakyat tak mlulu lewat dpr.
Reply
marsudiyanto
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Saturday, 26 September 2009 @ 13:41
11 milyar kuwi sak piro yo Pak.
Becak wae rak cukup nggo ngangkut.
Nek dokar mbuh2an.
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 27 September 2009 @ 16:19)
walah, nek ngoo nganggut duwit 11 m tur duwite recehan 1000-nan, walah kuwi yen dokar butuh 100 kusir, pak, hehe …
Reply
adi dzikrullah
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Saturday, 26 September 2009 @ 15:48
bangsa ini kaya raya..selama saya belajar di fakultas kehutanan, indonesia dilihat dari SDH (sumberdaya Hutan) saja kekayaannya sangat melimpah.apalagi yg lain..
tapi ya itu..semuanya adalah penjahat.penjahat yang berjubah (katanya) peduli ama rakyat..tapi semua omong kosong…
Baca juga tulisan terbaru adi dzikrullah berjudul Comment: Tidak Sekedar Yang Pertama
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 27 September 2009 @ 16:20)
wah, ternyata mas adi memiliki latar belakang ilmu kehutanan. mantab banget, mas. hutan kita yang seharusnya bisa menjadi sumber kemakmuran buat rakyat ternyata salah urus, hingga akhirnya negeri ini jatuh dalam kebangkrutan. doh!
Reply
arkasala
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Saturday, 26 September 2009 @ 16:08
Jika rincian biaya itu dipublikasikan Pak, saya yakin banyak banget ketidakwajaran akan anggaran yang disediakan itu. 11 Milyar hanya untuk pelantikan. Anggaplah jika 560 orang wakil rakyat berarti seorangnya memperoleh fasilitas sebesar Rp 19 jutaan hanya untuk pelantikan. ck ck ck
Baca juga tulisan terbaru arkasala berjudul Kerja dan Bisnis Sampingan
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 27 September 2009 @ 16:22)
betul sekali, mas arka. babar blas ndak masuk akal kalau uang segitu gede-nya hanya dihambur-hamburkan sekadar utk pelantikan yang hanya butuh waktu beberapa menit saja. doh!
Reply
fashion and style
Firefox 3.0.4 dan
Windows XP
Saturday, 26 September 2009 @ 20:37
emang indonesia perlu keteladanan
Baca juga tulisan terbaru fashion and style berjudul Metallic and Menswear Gray
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 27 September 2009 @ 16:22)
betul, mbak cuti. dalam soal penggunaan perangkat lunak, rakyat biasanya akan mendongak ke atas, melihat perilaku para elite-nya.
Reply
ariosaja
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Saturday, 26 September 2009 @ 20:48
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 27 September 2009 @ 16:23)
hehe … kalau campur sampah, pasti para wakil rakyat ndak akan mau, mas ario, hehe ..
Reply
pututik
Firefox 3.0.1 dan
Windows XP
Saturday, 26 September 2009 @ 21:39
Pak Sawali, saya juga bukannya alergi dengan politik atau dengan jabatan. Tapi dengan oknum yang menjabat namun tidak amanah. Budaya penjajahan memang kental di otak mereka, jadi selama mereka memimpin ya menjajah rakyatlah. GImana mau amanah kalo sebelum jadi saja sudah korup dan hutang-sana-sini kalo sudah jadi ya hajar sana sini.
Biaya pelantikanpun di markup sedemikian rupa tidak bermanfaat sama sekali bagi mereka, biaya renovasi rumahpun bengkak bagaikan bisul dikepala mereka dan kemaksiatan pun terumbar dikepala mereka. Seperti yang pernah saya tulis, ketika saya bertemu dengan seorang pejabat dan masyuk dengan yang bukan muhrimnya.
Biaya pelantikan bisa digunakan untuk membuat rumah korban lapindo atau gempa yang baru terjadi… Kalo perlu rapat diruang yang tanpa AC di gedung pusat sana. Agar mereka tahu mereka masih lebih beruntung ketimbang yang kepanasan dan tanpa rumah berteduh tiap harinya. Rugi jika pelantikan semangat dan saat merumuskan malah tidur.
Baca juga tulisan terbaru pututik berjudul Aku Lelah Capek Kesel Tired
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 27 September 2009 @ 16:24)
mas putut, kalau saja setiap anggota dewan yang akan dilantik memiliki kepedulian terhadap nasib rakyat, pasti mereka akan menolak dilantik dg cara jor2an seperti itu di tengah banyaknya rakyat yang jadi korban bencana maupun dilanda kemiskinan akut.
Reply
haris
Firefox 3.0.3 dan
Windows XP
Saturday, 26 September 2009 @ 23:42
padahal kita saja yang berstatus rakyat tak pernah dilantik, kok mereka yang cuma “wakil” bisa2nya dilantik dg anggaran gila2an kayak gitu!
Baca juga tulisan terbaru haris berjudul Sastra Jawa Tanpa Desa
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 27 September 2009 @ 16:25)
hehe … bener juga tuh, mas haris. posisi orang yang diwakili mestinya lebih tinggi ketimbang yang mewakili. tapi kenapa di negeri ini bisa terbailk, yak?
Reply
hotspot shield
Mozilla Compatible dan
Windows 2000
Sunday, 27 September 2009 @ 22:05
Hello! Thank you very much for that enlightening article
Reply
forum.xakepok.net
Internet Explorer 5.0 dan
Microsoft Windows 3.1
Sunday, 27 September 2009 @ 22:40
thank you, and i will try do keep them coming
Reply
tasuta kino
Internet Explorer 5.5 dan
Windows 2000
Monday, 28 September 2009 @ 00:57
This is the second entry I read tonight. And I am on my third. Got to think which one is next. Thank you.
Reply
Saung Web
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Monday, 28 September 2009 @ 02:41
Memang dalam setiap aspek sekarang ini berlaku hukum aji mumpung mas.. hehe…
Reply
Sawali Tuhusetya (Monday, 28 September 2009 @ 03:03)
@Saung Web,
aji mumpung? wah, kalau wakil rakyat bermental seperti ini, doh, kita ndak akan bisa membayangkan, perubahan seperti apa yang akan terjadi.
Reply
dyah suminar
Firefox 3.0.14 dan
Windows XP
Monday, 28 September 2009 @ 18:26
Oalaah…..ironis tenan….durung nyambut gawe sudah menghabiskan uang sebegitu banyak..
walaaah besok kalau tidak berkualitas…harusnya MALU pada rakyat..
Reply
Sawali Tuhusetya (Tuesday, 29 September 2009 @ 23:32)
itulah yang terjadi, bu dyah. semoga para wakil rakyat benar2 amanah dalam memperjuangkan nasib rakyat.
Reply
Sugiarno
Firefox 3.0.13 dan
Windows XP
Tuesday, 29 September 2009 @ 09:50
Usai banjir, sampah-sampah naik ke permukaan dan menyebarlah penyakit ke segala penjuru. 64 tahun “banjir” kemerdekaan telah berlalu dan sampah kian menggunung … siapa mau bantu-bantu mendaur ulang?
Baca juga tulisan terbaru Sugiarno berjudul 71. BELAJAR (MEM-) BELA NEGARA “ILMU INDONESIA”
Reply
Sawali Tuhusetya (Tuesday, 29 September 2009 @ 23:44)
wah, kayaknya butuh waktu yang tdk singkat utk mendaur-ulang sampah2 bangsa akibat banjir 64 tahun kemerdekaan itu, mas gi, hehehe … makin rumit dan kompleks.
Reply
facebook hacker
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Wednesday, 30 September 2009 @ 13:00
baru tadi siang liat beritanya di TV ehhh dsini udah di posting.Kalo blh saya kmentar negara kita itu negara yang kurang mampu tapi sok kaya.dr pada duit milliaran buat hal yg ga pnting mending la mbok ya di sumbangin buat korban gempa di TASIK,tul ga mas?

Baca juga tulisan terbaru facebook hacker berjudul Ikuti Progam Gratis Ini
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 2 October 2009 @ 18:35)
seperti itulah kinerja wakil rakyat kita, mas, padahal sehari sebelumnya juga terjadi gempa di sumatra barat. doh!
Reply
damai
Firefox 2.0.0.4 dan
Windows XP
Wednesday, 30 September 2009 @ 14:39
sungguh ironi bangsa kita ini…

Baca juga tulisan terbaru damai berjudul Sentuhanku menyakitkan..
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 2 October 2009 @ 19:14)
hehehe … seperti itulah yang terjadi, mbak damai.
Reply
novi
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Saturday, 3 October 2009 @ 09:58
tapi mereka harus dilantik pak. ini penting. walau ada gempa! ha ha a ha…
betapa bobroknya negeera ini sampai ada yang menghubungkan 3 waktu gempat sumbar dengan Al Quran.
Gempa di Padang jam 17.16, gempa susulan 17.58, esoknya gempa di Jambi jam 8.52.
17.16 (QS. Al Israa’ ayat 16): “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”
17.58 (QS. Al Israa’ ayat 58): “Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).”
8.52 (QS. Al Anfaal: 52): (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.”
Tiga ayat ditunjukkan tepat dalam waktu kejadian tiga gempa kemarin di Sumatera, berbicara mengenai azab Allah berupa kehancuran dan kematian, dan kaitannya dengan hidup bermewah-mewah dan kedurhakaan, dan juga dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya.
Gaya hidup bermewah-mewah seolah disimbolisasikan dengan acara pelantikan anggota DPR yang memang WAH. terkait dengan Fir’aun dan para pengikutnya, dimana para pemimpin dunia sekarang ini seperti Dinasti Bush masih memiliki ikatan darah dengan Firaun Mesir.
Baca juga tulisan terbaru novi berjudul Mewarnai Pondok, Mungkinkah?
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 4 October 2009 @ 02:20)
terima kasih banget infonya, mas novi. kebetulan saya sedang mempersiapkan sebuah lirik duka padang dan jambi. bisa jadi rujukan nih.
Reply
maskuncoro
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Sunday, 4 October 2009 @ 13:46
Indonesia beruntun mendapat bencana. Sayangnya, pejabat2 kita kurang ahli dalam mengelola anggaran. Kurang ahli atau malah disengaja, ya?
Reply
Sawali Tuhusetya (Thursday, 8 October 2009 @ 22:15)
wah, itulah yang membuat kita maiins edih dan prihatin, mas.
Reply
Pusatgrosir
Firefox 3.0.6 dan
Windows XP
Tuesday, 6 October 2009 @ 15:51
Lho.. Mas, siapa bilang wakil rakyat itu tidak istiqomah..?
Mereka sangat istiqomah, maksudnya berpegang teguh terhadap kesamaan prinsip para anggota dewan sebelumnya, nanti silakan disaksikan absensi anggota dewan saat rapat, dengan syarat absensi harus pake finger print (bukan pake kertas daftar hadir tertulis ), untuk lembaga yang dikenal boros anggaran, tentunya kalau anggaran absensi dialihkan menjadi absensi elektronik, itu bukan hal yang sulit, yang penting hasil absensi elektronik anggota dewan lalu bisa diupdate tiap saat di website nya DPR/MPR, pasti ketahuan siapa yang tukang bolos ( Oya, di sekolah Mas Sawali tukang bolos dihukum apa ya..? )
Reply
Sawali Tuhusetya (Thursday, 8 October 2009 @ 22:41)
wah, sebuah ide yang bagus itu. hmmm … hukuman bagi pembolos? wah, beda2 sih, mbak. biasanya langsung ditangani urusan kesiswaan.
Reply
Rumah Dijual
Firefox 3.0.14 dan
Windows XP
Wednesday, 7 October 2009 @ 08:31
Sungguh suatu hal yang ironis, ketika rakyat banyak dirundung musibah dan bencana, para wakil rakyat justru asyik menikmati kemewahan. suatu kemewahan yang harus dibayar oleh uang rakyat. menurut hemat saya, hal ini kurang layak dilakukan, alangkah lebih baik apabila anggaran biaya yang ada digunakan untuk suatu hal yang lebih bermanfaat.
mudah-mudahan mereka sadar bahwa mereka adalah wakil rakyat bukan penikmat uang rakyat semata.
Dijual Rumah
Reply
Sawali Tuhusetya (Thursday, 8 October 2009 @ 22:50)
begitulah kenyataan yang terjadi di negeri ini, mas. jadi wakil rakyat jadi incaran banyak orang karena memang menggiurkan. mereka jadi lupa sama platform perjuangannya.
Reply
Ahmad
Firefox 3.5.3 dan
Windows XP
Wednesday, 7 October 2009 @ 09:24
ironis memang,…
Reply
Sawali Tuhusetya (Thursday, 8 October 2009 @ 22:51)
itulah yang terjadi di negeri ini, mas.
Reply
Sugiarno
Firefox 3.0.13 dan
Windows XP
Tuesday, 13 October 2009 @ 21:10
Hmm, pingin tambah hancur? Lanjutkan, lanjutkan, dan lanjutkan …! Yang belum mendapatkan giliran penghancuran Allah SWT, harap sabar. Nanti nyampai juga …
Baca juga tulisan terbaru Sugiarno berjudul 72. REFISI BILANGAN RUPIAH
Reply
Sawali Tuhusetya (Thursday, 15 October 2009 @ 02:34)
hmm … mudah2an para wakil rakyat kita segera menyadari datangnya kehancuran itru, mas gi.
Reply
Tanah Abang
Firefox 3.0.15 dan
Windows XP
Monday, 2 November 2009 @ 20:02
Miris memang tapi memang begitulah fakta yg masih terjadi…
Reply
Sawali Tuhusetya (Thursday, 5 November 2009 @ 00:05)
seperti itulah memang yang terjadi di negeri ini, bang.
Reply
hotspot shield
Internet Explorer 5.5 dan
Microsoft Windows NT 4.0
Saturday, 7 November 2009 @ 15:34
a rhetorical question isnts a question with no answer, its a question you ask which you either dont want or dont expect an answer to. How old are you before you are said to have died of old age?
Reply