Home » Budaya » Silaturahmi dan Momentum Kembali ke Fitrah

Silaturahmi dan Momentum Kembali ke Fitrah

Suara kemenangan itu kembali menggema dalam genderung nurani religiositas kita setelah sebulan lamanya bersikutat melakukan jihad akbar terhadap nafsu yang bersemayam dalam kubangan selera rendah. Kita pantas bersyukur, Allah masih memberikan kesempatan kepada kita untuk menjumpai momentum “Kembali ke Fitrah” pada suasana lebaran 1430 H.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kami sekeluarga juga ikut terhanyut dalam dinamika mudik lebaran yang telah membudaya dari generasi ke generasi. Yang membahagiakan, sebelum kami mudik, dua sahabat bloger, Mas Novi Setiyarso dan Mas Saifuna, menyempatkan diri bersilaturahmi dalam sebuah rangkaian perjalanan panjang dari Surabaya menuju Jakarta.

Kamis (17 September 2009 pukul 21.00 WIB), Mas Novi, demikian saya biasa memanggil bloger yang getol “memprovokasi” santri Malhikdua Bumiayu Brebes untuk ngeblog, mengontak saya bahwa dia bersama Mas Saifuna sudah berada di Kendal. Alhamdulillah! Saya pun bergegas menjemput mereka berdua di tempat yang telah kami sepakati.

Setiba di rumah, seperti tanpa kenal lelah, mereka segera terlibat asyik dalam sebuah obrolan di ruang tamu, lantas dilanjutkan lesehan santai di ruang keluarga bagian belakang. Seperti biasanya, kami pasti mengawali obrolan dengan persoalan web dan blog. Lebih-lebih, Mas Novi yang memang saya kenal sangat “gila” dalam mengakrabkan para santri pada dunia virtual. Lelaki bersahaja itu dengan jujur mengemukakan betapa tidak mudahnya menjadikan blog sebagai bagian dari dinamika hidup di tengah rutinitas keseharian di kalangan para santri. Obrolan pun terus berkembang hingga masuk waktu sahur.

Usai Subuh, kami istirahat hingga menjelang Shalat Jumat. Selebihnya, kami terlibat dalam obrolan gado-gado. Sungguh, mengasyikkan. Berbuka puasa, kembali ngenet, hingga akhirnya, Mas Novi dan Mas Saifuna mohon diri untuk melanjutkn perjalanan ke Barat. Sungguh bersyukur, gubug kami kembali disambangi dua sahabat bloger yang selama ini baru saya kenal sebatas di dunia maya. Semoga ikatan silaturahmi ini terus berlanjut pada waktu-waktu mendatang.

Keesokan harinya, saya bersama anak kedua, mesti mudik untuk sungkem kepada orang tua dan bersilaturahmi dengan sanak-kerabat di kampung pada momentum “Kembali ke Fitrah” ini. Berkaitan dengan hal tersebut, kami sekeluarga mengucapkan:

“Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin”

kepada segenap sahabat bloger dan para pengunjung.

Semoga kita benar-benar kembali ke fitrah-Nya dengan segenap keutuhan kita sebagai makhluk yang serba dhaif dan tak berdaya di hadapan-Nya.

tentang blog iniTulisan berjudul "Silaturahmi dan Momentum Kembali ke Fitrah" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (18 September 2009 @ 21:27) pada kategori Budaya. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0, memberikan respon, atau melakukan trackback dari blog Anda. Terima kasih atas kunjungan, silaturahmi, saran, dan kritik Anda selama ini. Salam budaya!

Tulisan Terkait:

Ada 158 komentar dalam “Silaturahmi dan Momentum Kembali ke Fitrah

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *