16Sep 2009 172 Comments
Bima Suci: Guru yang Ternistakan
Suasana negeri Hastina mendadak gerah. Angin kemarau yang meluncur dari Gunung Argakelasa seperti memancarkan aura panas yang membadai dan mengancam. Pepohonan kering dan meranggas. Bumi Hastina seperti dihantam badai panas dan kekeringan yang panjang dan dahsyat. Istana Hastina yang biasanya sejuk dan nyaman pun tak sanggup membendung badai panas yang terus meluncur dari lereng sebuah gunung di perbatasan itu. Presiden Duryudana yang tengah sibuk memimpin sidang Kabinet Hastina berkali-kali mengelap jidatnya yang panas dan basah. Entah, sudah berapa helai selampai yang masuk ke keranjang sampah.


“Pak Wapres, kemarau tahun ini rasanya kok beda dengan biasanya. Saya yakin ini pasti ada yang tidak beres!” sergah sang Presiden di tengah kecamuk suasana ruang kerjanya yang gerah.
“Walah, walah, bisa jadi benar, Bapak. Mungkin ada pihak yang dengan sengaja hendak mencelakai kita!” jawab Sengkuni, sang Wapres dengan mulut setengah menganga sembari cengengesan.
“Tapi maaf, Bapak Presiden. Menurut hasil penelitian dari staf kami, tingginya panas di Hastina ini akibat ulah para pengemplang hutan yang dengan sewenang-wenang mengeksploitasi hutan seenaknya, tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan,” sahut Aswatama, Menteri Lingkungan Hidup, dengan wajah tertunduk.
“He, apa maksud Pak Menteri? ”
“Mmm ….. begini, Pak. Berdasarkan hasil penelitian para staf di kementerian, eksploitasi hutan di Hastina sudah berada di ambang batas kehancuran. Jika tidak segera dihentikan, bencana demi bencana akan terus terjadi. Panas dan kekeringan tahun ini menjadi salah satu dampaknya. Demikian, informasi yang saya terima. Berikut ini laporan lengkapnya!” jawab Aswatama sambiol menyerahkan segepok laporan.
Mata Presiden Duryudana membelalak. Dalam laporan itu, tertulis jelas nama-nama perusahaan yang dinilai sudah melakukan pelanggaran. Padahal, mereka yang berada di balik perusahaan itu adalah sebuah konglomerasi kelas kakap yang selama ini telah memberikan banyak kemudahan dan fasilitas kepada dirinya dan keluarganya. Wajah sang Presiden yang gerah itu mendadak memerah. Rahangnya yang kokoh makin mengeras.
“Saya tidak percaya! Laporan ini jelas mengada-ada. Saya justru curiga, jangan-jangan Pak Aswatama hanya ingin buat sensasi murahan. Mereka yang saya beri wewenang untuk mengelola hutan di Hastina adalah sosok yang benar-benar terpercaya. Pak Wapres, bagaimana pendapat Sampeyan!” Para anggota kabinet serentak membelalakkan bola mata. Mereka seperti tengah menyaksikan sang Presiden yang sedang berada dalam amarah yang memuncak. Mereka serentak menundukkan kepala sambil mencuri pandang dengan sesama koleganya.
“Wah, apa yang Bapak sampaikan itu benar adanya. Pak Aswatama pasti sudah keliru dalam menyampaikan laporan. Pantas saja, Pak Aswatama ini kan putra kesayangan Bapak Guru Durna yang bermuka dua. Lahirnya berpihak kepada Kurawa, tetapi hatinya sesungguhnya hanya untuk Pendawa!” sahut Sangkuni dengan sorot mata yang licik.
“Stop! Pak Wapres jangan bawa-bawa ayah saya dalam persoalan ini. Apa yang saya laporkan benar-benar berdasarkan falta yang sudah bertahun-tahun lamanya dikumpulkan dan diverifikasi!” sergah Aswatama dengan tatapan mata tajam ke wajah Sengkuni.
“Cukup! Apa pun isi laporan itu, saya tidak percaya! Sekarang bubar!” bentak sang Presiden.
Baru saja para menteri beranjak dari tempat duduk, mendadak seorang tentara dengan sikap tegap dan sempurna menghadap kepada Presiden Duryudana.
“Lapor! Di luar sana, para penduduk berbondong-bondong menuju lereng Gunung Argakelasa! Laporan selesai!”
Bola mata Duryudana kembali liar dan membelalak. Penguasa Hastina itu segera mengerlingkan bola matanya dan mengajak sang Wapres menuju ruang pribadinya. Tak tahu pasti, apa yang sedang mereka perbincangkan. Yang pasti, keesokan harinya, terjadi kegemparan di lereng Gunung Argakelasa.
***
Konon di salah satu lereng Gunung Argakelasa, berdiri sebuah sekolah darurat sebagai sekolah alternatif untuk memberikan bekal keilmuan kepada para generasi muda Hastina yang selama ini gagal tercerahkan ketika menuntut ilmu di bangku pendidikan formal. Institusi pendidikan tersebut didirikan oleh Bima Suci, seseorang yang mengaku telah mendapatkan ilmu kesempurnaan hidup dari Sang Hyang Wenang. Visi pendidikan yang diluncurkan adalah melahirkan generasi masa depan yang cerdas, kritis, bermoral, bermartabat, berbudaya, religius, demokratis, dan berwawasan kebangsaan. Itulah pesan yang harus dijalankan oleh sang Bima Suci sebagai bagian dari darma dan laku hidupnya. Karena visinya yang dinilai tampil beda dan menjanjikan sebuah perubahan, banyak murid Hastina yang selama ini duduk di bangku pendidikan formal, berbondong-bondong pindah ke sekolah darurat. Bahkan, banyak penduduk dari negeri lain yang menyekolahkan anaknya ke sekolah yang tak pernah mengenal ujian nasional itu. Setiap murid diberikan kebebasan untuk mengembangkan diri sesuai dengan minat dan potensinya. Guru hanya sekadar jadi fasilitator dan mediator yang ramah kepada siswa didik.
Situasi pendidikan alternatif yang dianggap “memberontak” seperti itu jelas membuat penguasa Hastina gerah. Sudah jadi rahasia umum bahwa pendidikan formal di negeri Hastina tak lebih dari sebuah lembaga yang sengaja didesain untuk melahirkan “generasi kacung” yang harus selalu tunduk pada kemauan dan selera sang penguasa. Para murid di-indoktrinasi untuk menjadi generasi anak mami, bukan generasi yang cerdas dan kritis. Tugas pelajar adalah menjadi penghafal kelas wahid, untuk selanjutnya diuji secara massal dalam sebuah ujian nasional yang sarat dengan kecurangan dan manipulasi. Ironisnya, ujian yang salah urus seperti itu menjadi salah satu kebanggaan kemajuan Hastina melalui parameter kenaikan bobot kelulusan dari tahun ke tahun. Akibat atmosfer pendidikan yang amburadul seperti itu, masa depan generasi muda Hastina makin tenggelam dalam kebodohan dan keterbelakangan. Hanya penguasa yang boleh pintar dan cerdik mengatur orang. Tak heran jika dari tahun ke tahun, keluaran pendidikan formal negeri Hastina hanya bisa menjadi kacung di negeri orang dengan nasib tak menentu. Merek sering disakiti dan dinistakan. Hastina tak ingin mengubah nasib para kacung itu, sebab takut kehilangan pundi-pundi devisa yang selama ini terus mengucur ke dalam kantong sang penguasa.
Karena tak ingin menjadi kerikil bagi penguasa Hastina dalam mengindoktrinasi dan “mencuci otak” generasi masa depan Hastina, maka dengan segenap kekuatan dan daya ikhtiar, Sengkuni segera memerintahkan tentara Hastina untuk menutup dengan paksa sekolah yang didirikan oleh Bima Suci itu. Terjadi perlawanan sengit. Ribuan murid yang mengatasnamakan dirinya “Laskar Lereng Argakelasa” menghadang tentara Hastina di bawah komando Sengkuni yang bersenjata lengkap. Para murid serentak membentuk barikade untuk mengamankan dan menyelamatkan sang Bima Suci, guru yang amat mereka cintai dan idolakan, dari kekerasan tentara Hastina. Namun, perlawanan “Laskar Lereng Argakelasa” sia-sia. Mereka gagal menghentikan amarah para tentara yang demikian buas dan liar memberondongkan timah panas ke barisan para laskar. Beberapa di antara mereka telah terkapar mencium tanah. Mereka pun tak sanggup berbuat apa-apa ketika para tentara Hastina menggelandang dan menyeret sang Bima dalam keadaan tangan terborgol.
Namun, nasib sang Bima terselamatkan oleh kehadiran pasukan Pendawa yang dipimpin sang veteran Semar yang sudah lama sekali tidak menampakkan batang hidungnya ke tengah publik. Dengan sisa-sisa kepiawaiannya dalam berdiplomasi, Semar menyatakan bahwa sesungguhnya sang Bima Suci adalah Bima, putra Pendawa, yang tengah menjalankan misi dan darma pengabdian hidup sesuai dengan amanah Sang Hyang Wenang dalam sebuah pengembaraan yang amat dramatis di tengah samudra. Namun, rupanya Sengkuni tetap bersikukuh untuk mengadili sang Bima Suci yang dianggap telah melakukan tindakan subversif dengan mencekoki doktrin-doktrin membahayakan kepada generasi muda Hastina.
Suasana percek-cokan antara Semar dan Sengkuni membuat pengawasan para prajurit Hastina terhadap Bima mengendur. Dengan kekuatan yang masih tersisa, Bima berteriak garang hingga borgol yang membelenggunya terlepas. Lantas, dengan amarah yang memuncak, Bima mengamuk membabi buta. Para prajurit Hastina terkesiap. Mereka tak menduga kalau Bima bakal melakukan serangan balik yang begitu telak. Dengan pentungan di tangan, putra penengah Pendawa itu terus berteriak dan memutar pentungan laksana kitiran hingga membuat Sengkuni dan prajuritnya kalang kabut. *** (Tancep kayon)
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Bima Suci: Guru yang Ternistakan" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (16 September 2009 @ 01:28) pada kategori Sastra, Wayang dan telah dikunjungi oleh . Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:













Jun 16, 2010 @ 16:57:17
Waduh kalau masalah kantong itu relatif gan.
Oct 07, 2009 @ 09:27:13
post bagus nih bos. banyak cerita wayang yg mempunyai nilai filosofi luhur. sukses.
.-= Baca juga tulisan terbaru Ahmad berjudul RetroMessenger 1.00.00 =-.
Oct 08, 2009 @ 22:52:31
terima kasih apresiasinya, mas ahmad. hanya sekadar cerita slengekan, kok.
Sep 28, 2009 @ 06:45:22
ah.. artikel yg ok nih pak guru… sangat sarat dengan pesan moral … siiplah n teruslah berkarya buat pencerahan kita2 n anak cucu kita …
ohya makasih pisan atas kunjungannya..
Saung Web
.-= Baca juga tulisan terbaru Pembunuhan Dimalam Pengantin berjudul Pembunuhan Dimalam Pengantin =-.
Sep 29, 2009 @ 23:16:11
terima kasih apresiasinya, mas saung.
Sep 23, 2009 @ 10:18:13
post bagus nih bos. banyak cerita wayang yg mempunyai nilai filosofi luhur. sukses.
.-= Baca juga tulisan terbaru javabis99 berjudul Recent Comment Modifikasi =-.
Sep 24, 2009 @ 15:13:03
walah, biasa saja kok, mas. terima kasih apresiasinya.
Sep 21, 2009 @ 12:47:50
Hmm, sebuah realita kehidupan … salam kenal
.-= Baca juga tulisan terbaru Sugiarno berjudul Ucapan Selamat =-.
Sep 24, 2009 @ 14:34:13
salam kenal juga, mas sugi. terima kasih apresiasinya.
Sep 19, 2009 @ 12:35:51
kalau ada 10 guru kayak pak sawali, negeri astina makin gerah ya pak
jebul njenengan paham betul dunia perwayangan
Sep 21, 2009 @ 00:28:57
@budies,
wakakaka … kang budi? ada2 saja nih, kekekeke …
Sep 18, 2009 @ 21:43:11
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Mohon Maaf Lahir Batin
.-= Baca juga tulisan terbaru marsudiyanto berjudul Selamat Idul Fitri =-.
Sep 21, 2009 @ 00:37:46
@marsudiyanto,
matur nuwun, pak mar, selamat idul fitri juga, mohon maaf lahir dan batin.
Sep 18, 2009 @ 20:48:50
hanya ingin mengucapkan Turut mengucapkan Selamat hari raya idul fitri 1430 H
Minal aidin wal faizin ..
mohon maaf lahir dan bathin..
Sep 21, 2009 @ 00:38:51
@the bunglon’s,
sama2, mas heru, selamat idul fitri juga, maafkan juga salah dan khilaf saya selama ini, mas.
Sep 18, 2009 @ 20:18:59
Nggak percuma Semar jadi pemomong Pendowo, juga dewa yg diturunkan ke bumi (hi2x.. ) seneng tp gak terlalu ngerti
Sep 21, 2009 @ 00:41:14
@tutor blogspot,
hehehe … jangan merendah begitu dong, mas, hehe … komentarnya ttg semar oke juga, kok.
Sep 18, 2009 @ 20:17:41
Lha sing pinter niku lak Semar Pak, Sengkuni dijak ngobrol men lali karo tahanane
Sep 21, 2009 @ 02:17:51
@hot keyword,
hehehe … ada benarnya juga tuh, mas, hiks.
Sep 18, 2009 @ 16:21:08
Kedal ing rasa nu pinuh ku bangbaluh hate, urang lubarkeun, ngawengku pinuh ku nyuuh, meungpeung wanci can mustari. Taqabalallahu Minna Wa Minkum
Wilujeng Idul Fitri 1430 H, sim kuring neda dihapunten samudaya kalepatan.
Kuring neda dihapunten kana samudaya kalepatan, boh bilih aya cariosan anu matak ngarahetkeun kana manah, da sadayana oge mung saukur heureuy, manusa mah teu tiasa lumpat tina kalepatan jeung kakhilafan
.-= Baca juga tulisan terbaru KangBoed berjudul Jiwa Tenang jika Hati Hidup =-.
Sep 21, 2009 @ 02:21:17
@KangBoed,
doh, itu basa sunda, ya, kangboed, babar blas saya ndak mudheng, hiks.
Sep 18, 2009 @ 16:19:37
Terselip khilaf dalam candaku,
Tergores luka dalam tawaku,
Terbelit pilu dalam tingkahku,
Tersinggung rasa dalam bicaraku.
Hari kemenangan telah tiba,
Semoga diampuni salah dan dosa.
Mari bersama bersihkan diri,
sucikan hati di hari Fitri.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
Taqoba lallahu minnaa wa minkum
Shiyamanaa wa shiyamakum
Minal ‘aidin wal faizin
Mohon maaf lahir dan batin
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllll
.-= Baca juga tulisan terbaru KangBoed berjudul Iman perbawa Pangeran =-.
Sep 21, 2009 @ 02:22:11
@KangBoed,
selamat idul fitri juhga, kangboed, maafkan lahir dan batin juga salah dan khilaf saya selama ini.
Sep 18, 2009 @ 16:06:52
jadi ingat nonton wayangnya slamet gundono yg penuh kritik sosial. mirip dg kisah pak sawali ini.
.-= Baca juga tulisan terbaru haris berjudul Oncor dan Imajinasi Takbiran =-.
Sep 21, 2009 @ 02:23:52
@haris,
wah, mas haris sering nonton pentas wayang suketnya slamet gundono pastinya, hehe …. mantab!
Sep 18, 2009 @ 16:05:50
Sungguh berat membawa suatu kebenaran kepada penguasa, namun harus ada orang yang berperan sebagai pembawa kebenaran itu. Harus ada aswatama-aswatama di muka bumi ini.
.-= Baca juga tulisan terbaru mandor tempe berjudul RoHS, sebuah pengarahan =-.
Sep 21, 2009 @ 03:18:15
@mandor tempe,
memang benar, mas. kebanyakan laporan yang disampaikan kepada penguasa lebih sering bersifat abs. doh!
Sep 18, 2009 @ 15:33:16
cerita yang menarik tapi kemunculan semar kurang ada gregetnya ….mungkin hehehehe:-?
.-= Baca juga tulisan terbaru cyzko berjudul Memperbaiki Printer Cannon tipe IP1880 (modif) =-.
Sep 21, 2009 @ 03:19:21
@cyzko,
hehe … makasih masukannya, mas. fokus cerita dalamn kisah ini memang pada bima suci-nya, mas.
Sep 18, 2009 @ 14:31:42
memadukan cerita pewayangan dengan kondisi kontemporer sungguh suatu karya sastra yang patut diacungi jempol pak
.-= Baca juga tulisan terbaru achmad sholeh berjudul Kembali Kepada Fitrah Sebagai Mahluk =-.
Sep 21, 2009 @ 03:21:39
@achmad sholeh,
hanya suka iseng saja, pak, hehe …
Sep 18, 2009 @ 13:29:31
Pak kenapa semar perutnya buncit?? Adakah cerita dibalik itu?? [-(
.-= Baca juga tulisan terbaru Ratu Download berjudul Ratu Download Dapat Surat Peringatan Dari Blogspot =-.
Sep 21, 2009 @ 03:25:07
@Ratu Download,
wah, konon itu ada kisahnya tersendiri, perlu baca2 lagi nih, hehe … tapi kayaknya ini memang ada hubungannya dengan kisah semar bersama togog dan bethara guru.
Sep 18, 2009 @ 12:52:02
pak sawali dapat gambar wayangnya darimana?hehehe
ada aksara jawanya
taqoballahu minna wa minkum,ya pak
.-= Baca juga tulisan terbaru duadua berjudul Mudik =-.
Sep 21, 2009 @ 03:28:13
@duadua,
saya bisa mendapatkan gambar2 seperti ini dari google, mas, hehe ….
Sep 18, 2009 @ 11:54:44
Semoga Petruk tetap konsisten dijalan yang kritis transpormatif :d
.-= Baca juga tulisan terbaru bend berjudul Idul Fitri; Benarkah Manusia kembali Suci? =-.
Sep 21, 2009 @ 03:30:54
@bend,
petruk? hmmm … dalam lakon ini petruk malah ndak muncul, mas, hehe ….
Sep 18, 2009 @ 10:28:23
met lebaran pak..
mohon maaf lahir dan bathin. 
.-= Baca juga tulisan terbaru GibloG berjudul Download Smadav 2009 Rev. 6.4 =-.
Sep 21, 2009 @ 03:33:29
@GibloG,
sama2, mas, selanat idul fitri juga, mohon dimaafkan semua khilaf dan salah saya selama ini.
Sep 18, 2009 @ 09:59:44
Selama Kurawa masih berkuasa…, negeri Hastina tetap akan menjadi negeri begajul (meminjam istilah Suryaden).
.-= Baca juga tulisan terbaru Mahendra berjudul Tolong Beri Judul….. =-.
Sep 21, 2009 @ 03:34:14
@Mahendra,
terus enaknya kurawa diapakan, mas mahendra? hehe …
Sep 18, 2009 @ 09:17:01
Mohon maaf lahir bathin @Mas Sawali
Salam hangat selalu, @Haniifa.
Sep 21, 2009 @ 03:35:10
@Haniifa,
sama2, mas hanif, mohon dimaafkan juga salah dan khilaf saya selama ini, mas.
Sep 18, 2009 @ 08:46:57
Terselip khilaf dalam candaku,
Tergores luka dalam tawaku,
Terbelit pilu dalam tingkahku,
Tersinggung rasa dalam bicaraku.
Hari kemenangan telah tiba,
Semoga diampuni salah dan dosa.
Mari bersama bersihkan diri,
sucikan hati di hari Fitri.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
Taqobalallahu minnaa wa minkum
Shiyamanaa wa shiyamakum
Minal ‘aidin wal faizin
Mohon maaf lahir dan batin
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllll
.-= Baca juga tulisan terbaru KangBoed berjudul Jiwa Tenang jika Hati Hidup =-.
Sep 21, 2009 @ 03:37:18
@KangBoed,
mantab diksinya, kangboed.
Sep 18, 2009 @ 08:41:52
Kedaling rasa nu pinuh ku bangbaluh hate, urang lubarkeun, ngawengku pinuh ku nyuuh, meungpeung wanci can mustari. Taqabalallahu Minna Wa Minkum
Wilujeng Idul Fitri 1430 H, sim kuring neda dihapunten samudaya kalepatan.
Kuring neda dihapunten kana samudaya kalepatan, boh bilih aya cariosan anu matak ngarahetkeun kana manah, da sadayana oge mung saukur heureuy, manusa mah teu tiasa lumpat tina kalepatan jeung kakhilafan
Sep 18, 2009 @ 08:32:24
saya mohon maaf atas semua kesalahan saya, yach…
.-= Baca juga tulisan terbaru etikush berjudul FeedBurner Terms of Service Update =-.
Sep 21, 2009 @ 03:38:32
@etikush,
sama2, terima kasih, maafkan juga salah dan khilaf saya selama ini,
Sep 18, 2009 @ 05:02:23
Saya suka banget, dgn tokoh Bima… Satriya Pandawa bertampang garang, namun berhati lembut dan suci… Semoga akan selalu lahir, Bima Suci-Bima Suci…di bumi Nusantara tercinta ini….
Salam kenal dari Hary4n4 di Surabaya…
Salam hangat dan damai selalu….
Sep 21, 2009 @ 03:39:31
@Hary4n4,
tokoh bima memang layak diteladani sifat dan karakternya, mas har, hehe …
Sep 18, 2009 @ 02:56:19
Saya yakin nyang tahu dhalange ya pak.:-?
.-= Baca juga tulisan terbaru Wandi thok berjudul Saya Pengin Yang Apa adanya =-.
Sep 21, 2009 @ 03:41:04
@Wandi thok,
hehehe … pak wandi bisa saja nih, hehe ..
Sep 18, 2009 @ 02:55:06
Lalu Semar ama Sengkuninya menang mana pak? Penasaran-ndotcomik
:((
Sep 21, 2009 @ 03:41:42
@Wandi thok,
hehe … pasti pak wandi langsung bisa menebaknya, hehe …
Sep 18, 2009 @ 00:30:16
Kepada para Saudara-saudaraku yang Tua dan yang Muda. Sungguh betapa tak tahu DIRInya saya…http://sawali.info/smilies/yahoo_cry.gif, karena belakangan ini saya tak pernah ” NJAGONGI, MENYAPA BALIK dan NYUMANGGAKAKEN ” setiap Saudaraku yang sempat mampir di Gubugku, apalagi sekedar SAMBANG pun saya tak mampu melakukannya. Di kesempatan ini saya hanya memohon maaf atas segala KESILAPAN dan KEALPAAN selama ini dikarenakan KESIBUKAN duniawi yang tak bisa saya bendung dan tolak kehadirannya. Tapi percayalah keberadaan Saudara-saudaraku masih tetep TEMANCEP sajroning ATI. Sekali lagi mohon maaf.
Salam
Sihkatresnan dumateng pak Guru SAWALI
.-= Baca juga tulisan terbaru Santri Gundhul berjudul Jagad ALIT, Jagad AGENG =-.
Sep 21, 2009 @ 03:42:49
@Santri Gundhul,
sama2, mas santri gundul, mohon dimaafkan juga segala salah dan khilaf saya selama ini, mas.
Sep 18, 2009 @ 00:03:40
Tak terasa ramadhan segera berakhir, para sufi pun menangis karena segera ditinggal ramadhan bulan paling bagus untuk menuju sang kekasih, kita yang lahir akan segera kembali kebatin kelak, segala yang lahir akan kembali ke batin, segala yg batin hanya milik Allah, segala dosa insya Allah akan dilebur, apabila ada salah salah kata dalam berucap maupun postingan maka itu hanya kesalahan kami belaka, segala kebaikan kebaikan yg tersirat hanya milik Allah semata. Akhirnya hanya bisa terucap selamat hari raya Idul Fitri 1430 H kepada mas sawali mohon maaf lahir dan batin, taqabalallahu minna wa minkum taqabalallahu yaa karim, minal aidzin wal faidzin
Sep 21, 2009 @ 03:47:11
@m4stono,
sama2, mas tono yang baik. mohon dimaafkan juga salah dan khilaf saya selama ini.
Sep 17, 2009 @ 23:29:16
hadir lagi pak….
wadoh.., berat nih kalau ngumungin perpolitikan……
selamat Hari Raya Idul Fitri
mohon maaf lahir bathin….
.-= Baca juga tulisan terbaru cerita cinta berjudul Cerita Mudik Lebaran dan Pembiusan =-.
Sep 21, 2009 @ 03:48:06
@cerita cinta,
selamat idul fitri juga, mas, maafkan juga salah dan khilaf saya selama ini.
Sep 17, 2009 @ 21:09:51
sedih aku bacanya pak,salam.met hari raya pak (dua hari lagi)
Sep 21, 2009 @ 03:49:07
@cari duit sampingan,
selamat idul fitri juga, mas, mohon maaf lahir dan batin.
Sep 17, 2009 @ 16:57:12
haddiirrrrrr….
Meniti ramadhan mengurai khilaf…
Mengharap tiada tersisa khilaf dan dosa…
Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Syiyamana Wa Shiyamakum…
Selamat Hari Raya Idul Fitri Sahabatku sayang…
Mohon Maaf lahir dan batin….
cu….
Sep 21, 2009 @ 03:52:06
@perigitua,
selamat idul fitri juga, mas, mohon maaf lahir dan batin.
Sep 17, 2009 @ 16:20:48
kalau laporan berupa data di lapangan sudah tidak dipercaya, lalu apa lagi yang mesti dilaporkan kepada Duryudana? apa perlu duryudana diculik dan dihadapkan langsung ke keadaan sebenarnya, menemui rakyat kelaparan dan melihat hutan gundul tanpa ada embel-embel presiden di pundaknya.
Sep 21, 2009 @ 03:51:23
@adipati kademangan,
wah, kayaknya mereka malah lebih suka laporan yang tidak sahih, mas adipati, asalkan bisa menyenangkan penguasa, doh!
Sep 17, 2009 @ 15:35:53
Keren, kritik menggunakan imajinasi pewayangan.
lanjutkan mas sawali
.-= Baca juga tulisan terbaru eja berjudul Turut Berduka cita =-.
Sep 21, 2009 @ 00:26:22
@eja,
walah, makasih banget apresiasinya, mas eja.
Sep 17, 2009 @ 13:40:39
banyak sebetulnya bima suci di negeri ini, tapi keburu disatrono sengkuni-sengkuni yang lebih banyak lagi jumlahnya.
.-= Baca juga tulisan terbaru Pradna berjudul Share Printer Linux Mint Cara Gue =-.
Sep 21, 2009 @ 00:25:34
@Pradna,
wah, mungkin ada benarnya juga tuh, mas pardna. orang berkarakter sengkuni agaknya ndak ada matinya, haks.
Sep 17, 2009 @ 11:26:18
wah artikelnya berat juga pak guru
hmmm,para penguasa hanya memntingkn kekuasaannya tak mementingkan individu yg ingin melakukan perbhan.Karena dmpk dri itu bisa menyudutkan si penguasa trsbt karena skolah yg dirilisnya ditinggalkan penduduk:-?
.-= Baca juga tulisan terbaru Ridwanox berjudul Tips Menghindari Pembiusan =-.
Sep 21, 2009 @ 00:24:47
@Ridwanox,
hehehe … ini hanya sebuah kisah slengekan, kok, mas, hehe …
Sep 17, 2009 @ 11:12:44
Met kenal mas!
Sep 21, 2009 @ 00:23:55
@Rosmana Apolla Putera,
salam kenal juga, mas, makasih kunjungan dan komentarnya.
Sep 17, 2009 @ 10:56:56
senja kalaning ngastino,
senja kalaning nuswsantoro….
Sep 21, 2009 @ 00:23:27
@cah ndueso,
mungkin malah ini baru awal konflik antara kurawa dan pendawa, mas, hehe …
Sep 17, 2009 @ 09:41:01
pengusaha alias orang beruang banyak jika digabungkan dengan para penguasa ternyata bisa memicu kerusakan yang cukup parah
benar ga Pak Sawali?
.-= Baca juga tulisan terbaru fashion and style berjudul Thurdays Trip =-.
Sep 21, 2009 @ 00:22:43
@fashion and style,
mungkin demikianlah kenyataan yang sering terjadi, mbak cutie.
Sep 17, 2009 @ 09:06:12
Bima Suci kuharapkan segera menjelma menjadi Bima Kurdha saat pengajaran mulia tak mampu lagi mengubah sifat bangsa ini,
Bima Kurdha yang mematahkan segala rantai yang membelenggu moral & mental bangsa
Herrrrrrrrrrrrr……………!!!!!!
.
.
.
Nuwun Sewu ndhisiki atur
Ngaturaken Sugeng Ariyadi Pak Sawali
Nyuwun pangapunten lair trusing batin
Mugi linebur sedaya dosa kalepatan kita sedaya
.-= Baca juga tulisan terbaru tomy berjudul SUPATA NUSANTARA =-.
Sep 21, 2009 @ 00:21:35
@tomy,
wah, pemahaman pak tomy ttg dunia wayang makin mantab juga nih. salut. mohon dimaafkan juga salah dan khilaf saya selama ini, pak.
Sep 17, 2009 @ 07:20:41
Jadi ingat pendidikan alternatif Qaryah Thayyibah di Salatiga Jateng.
Terima kasih ilmunya, saya sering mengisi jam-jam kosong dengan bercerita tentang tokoh pewayangan. Sayang sekali saya tidak bisa menulis sebaik Bapak.
Sudah waktunya kita semua (guru) berbuat sesuatu daripada sekedar berpangku tangan membiarkan keterpurukan pendidikan yang akhirnya juga menjadi keterpurukan generasi Indonesia secara berkesinambungan.
Maafkan saya. Selamat mengambut lebaran.
.-= Baca juga tulisan terbaru Puspita berjudul Uang =-.
Sep 21, 2009 @ 00:20:43
@Puspita,
wah, salut dengan kiprah bu pita, ternyata selama ini mengamati juga pendidkan alternatif di qaryah thayibbah. oh, ya, makasih, bu, selamat berlebaran juga. mohon maaf lahir dan batin.
Sep 17, 2009 @ 05:07:18
Assalamualaikum pak sawali.
mohon maaf lahir batin
Sep 21, 2009 @ 00:19:29
@dikma,
wa’alaikum salam, sama2, mas dikma, maafkan juga salah dan khilaf saya.
Sep 17, 2009 @ 03:52:07
semakin lama semakin mantab artikelx bapak sawali.. Sukses selalu pak..
.-= Baca juga tulisan terbaru New Blogger berjudul BLOKIR SITUS PORNO NO SOFTWARE =-.
Sep 21, 2009 @ 00:17:20
@New Blogger,
widih, bisa saja toh, mas jai, biasa saja, kok, hehe … makasih apresiasinya.
Sep 17, 2009 @ 01:47:40
Tertunduk ku dimalam ini
Terdiam mencoba berucap nada CINTA
Alunan Zikir alam semesta sayup terdengar
menyapa mesra diri lemah tiada daya
kudengungkan dalam qolbu terdalam
Nyanyian pengagungan dan penyembahan
Hadirkan diri dalam CINTA membara
Perlahan tapi pasti getar menyambut
Bagaikan gelombang membuat diri tergetar
Hanyut sudah dalam buaian syahdu
Diri hilang lenyap dalam pangkuanNYA
Terang benderang padang terawangan..
hilang.. lenyap.. tiada keberadaan..
duuuuuuuh nikmatnya..
.-= Baca juga tulisan terbaru KangBoed berjudul Iman perbawa Iblis =-.
Sep 21, 2009 @ 00:16:20
@KangBoed,
diksinya mantab banget, kangboed, makasih, ya.
Sep 17, 2009 @ 01:46:16
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllll
.-= Baca juga tulisan terbaru KangBoed berjudul Lemah tiada Daya =-.
Sep 21, 2009 @ 00:14:06
@KangBoed,
salam damai dan kasih sayang juga, kangboed, sahabatku yang baik.
Sep 17, 2009 @ 01:45:35
HADIIIIIIIIIIIIIRRRRRRRRRRRR
.-= Baca juga tulisan terbaru KangBoed berjudul Lemah tiada Daya =-.
Sep 21, 2009 @ 00:13:26
@KangBoed,
walah, teriaknya kok kenceng banget toh, kangboed? hehe …
Sep 17, 2009 @ 01:29:35
Weleh…lagi seru-serunya kok sampun tancep kayon Pak…..
Saya termasuk yang langsung melayang-layang angan kalau membaca cerita pewayangan. Terima kasih akhirnya saya membaca cerita yang memang “kelasnya” pak Sawali. Mantapp.
Sep 21, 2009 @ 00:10:44
@masnur,
hehe … biasanya kalau tancep kayon itu karena dalangnya sudah kehabisan cerita, masnur, hehe …
Sep 17, 2009 @ 00:58:39
tokoh2 perwayangan itu aslinya dari jawa apa india ya mas???
Sep 21, 2009 @ 00:09:44
@websmaster.info,
konon sih aslinya dari india, mas. namun, agaknya kisaha mahabharata dan ramayana yang asli sana itu sudah mengalami banyak adaptasi di berbagai negara. bahkan, di indonesia, ada banyak varian dua epos besar itu.
Sep 17, 2009 @ 00:54:29
mantap neh cerita perwayangan
Sep 21, 2009 @ 00:08:35
@edylaw,
walah, biasa saja, kok, mas edy, makasih apresiasinya.
Sep 16, 2009 @ 21:44:17
asyik… baca kisah wayang lagi.
wayang yang masih sangat jauh dari pengertian saya memang lebih menarik bila disisipi bumbu kekinian, pak satu. lebih klik di otak saya yang mandeg ini. hehe…
banyak sekali penguasa yang oportunis terhadap lingkungan dan kekuasaannya, pak. sehingga benarlah kata mbah pram soal kolonialisme itu. tak hanya oleh pihak asing, sifat penjajah memang selalu ingin pintar sendiri agar tetap bisa membodoh-bodohi orang lain.
Sep 21, 2009 @ 00:08:04
@marshmallow,
salut banget dengan mbak yulfi yang sudah sangat friendly dg karya2 fiksi alm. pram. makasih apresiasinya, mbak.
Sep 16, 2009 @ 21:44:04
Mohon Maaf Lahir Batin:x
Sep 21, 2009 @ 00:05:31
@lovepassword,
sama2, mas love, maafkan juga kekhilafan dan kesalahan saya selama ini.
Sep 16, 2009 @ 21:24:05
mohon maap lahit batin…
met idul fitri..
Sep 20, 2009 @ 23:56:50
@nur ichsan,
sama2, mas ichsan. selamat idul fitri juga, yah.
Sep 16, 2009 @ 19:55:26
Salam perkenalan dikunjungan pertama Boz…
.-= Baca juga tulisan terbaru Dangstars berjudul Zakat Fitrah =-.
Sep 20, 2009 @ 23:56:21
@Dangstars,
perasaan, mas dadang sudah beberapa kali berkunjung ke blog ini. kok bilang kunjungan pertama toh?
Sep 16, 2009 @ 19:54:47
Suasana percek-cokan antara Semar dan Sengkuni membuat pengawasan para prajurit Hastina terhadap Bima mengendur. Dengan kekuatan yang masih tersisa, Bima berteriak garang hingga borgol yang membelenggunya terlepas.
.-= Baca juga tulisan terbaru Dangstars berjudul Zakat Fitrah =-.
Sep 20, 2009 @ 23:55:42
@Dangstars,
hehe … trus mana komennya, mas dadang?
Sep 16, 2009 @ 19:24:12
Harus bener2 membaca seluruh artikel untuk memahami isinya, dan saya masih bertanya.. Siapa Bima Suci nya kalo dikaitkan dengan Indonesia saat ini?
Sep 20, 2009 @ 23:55:03
@Nyubi,
hehe … ayo, dong, ditebak, mas, adakah bima suci itu dalam alam kehidupan nyata? hehe …
Sep 16, 2009 @ 18:17:06
sebuah simbolisasi yang amat sangat menarik dan menggugah pak, apalgi tentang keberadaan sekolah di lereng gunung Argakelasa. Hmm..agaknya epik ini menyindir situasi saat ini. Siapakah Duyadana dan Sengkuni itu…?
.-= Baca juga tulisan terbaru zenteguh berjudul teropongku:NEWSNOW… =-.
Sep 20, 2009 @ 23:54:18
@zenteguh,
hehe … mas teguh pasti malah lebih canggih dalam menebak. memang adakah sosok duryudana dan sangkuni itu dalam alam nyata? haha ….
Sep 16, 2009 @ 17:16:52
kisah yang unik,, ihihii,,, :d
.-= Baca juga tulisan terbaru Andini berjudul Garuda di Dadaku (2009) =-.
Sep 20, 2009 @ 23:52:48
@Andini,
uniknya di mana, mbak andini?
Sep 16, 2009 @ 16:50:18
Perselingkuhan abadi antara pengusaha dan penguasa akan selalu membawa dampak yg gak enak
Sep 20, 2009 @ 23:52:19
@Alief,
seperti itulah yang sering terjadi, mas alief. jangan2 negeri kita pun mengalami nasib yang sama dengan hastina? hehe …
Sep 16, 2009 @ 16:39:27
mantap Pak Guru. Tulisan bapak semuanya sangat bagus. Penuh dengan ilmu…
.-= Baca juga tulisan terbaru adi dzikrullah berjudul IPB: Kampus yang Semakin Gersang dan Panas =-.
Sep 20, 2009 @ 23:51:28
@adi dzikrullah,
walah, biasa saja kok, mas adi. terima kasih apresiasinya.
Sep 16, 2009 @ 16:33:52
apakah ini gambaran negeri indonesia ya?
identik dengan hastinapura dan berbeda jau dengan amarta
.-= Baca juga tulisan terbaru ciwir berjudul Konsumerisme Lebaran =-.
Sep 20, 2009 @ 23:04:55
@ciwir,
walah, itu kesimpulan mas santri loh, ya, hehe …. bukan saya, haks.
Sep 16, 2009 @ 15:48:15
Mas maaf ya kali ini komennya agak jahil.
Kkok wayangnya ada yg hitam dan yg putih? Kita kan g ada kulit hitam di Indonesia, hehehee…. **klo saudara2 di papua ga masuk ya….mereka itu coklat
.-= Baca juga tulisan terbaru zee berjudul Kalung Kenangannya Peterpan =-.
Sep 20, 2009 @ 23:04:06
@zee,
hehe … ini kan memang dunia wayang, mbak zee, hiks, jadi kulitnya pun warna-warni seperti pelangi.
Sep 16, 2009 @ 15:28:26
Kritik yang menohok, Pak Sawali. Dan jelas sekali, situasi negeri mana yang Bapak ambil sebagai penggambaran. Memindahkan fakta ke dalam fiksi, sembari tak lupa mencelupkan kenyataan yang sebenarnya ke dalam imajinasi.
.-= Baca juga tulisan terbaru ARISS berjudul Dua Koreksi Seputar Greetings di Hari Lebaran =-.
Sep 20, 2009 @ 22:09:20
@ARISS,
walah, mas ariss bisa saja, nih, hehe … ini hanya sekadar kisah slengekan, kok.
Sep 16, 2009 @ 15:11:28
Sudah membaca dua kali ternyata pak Sawali bakat juga jadi dalang hehehe ayo semangat
.-= Baca juga tulisan terbaru ajengkol berjudul Di Batas Kerinduanku =-.
Sep 20, 2009 @ 22:08:39
@ajengkol,
walah, ini bawaan saya yang suka usil dan iseng saja, kok, mbak ajeng, hehe …
Sep 16, 2009 @ 14:41:45
pendidikan alternatif memang slalu menggelitik dan karenanya dicurigai, bukan karena murahnya tapi karena ilangnya kontrol kekuasaan
.-= Baca juga tulisan terbaru suryaden berjudul Opensource, sepenggal kick start =-.
Sep 20, 2009 @ 22:06:30
@suryaden,
wah, repot juga, ya, mas surya. padahal peran mereka tak kalah mulianya dengan kiprah mereka di lembaga pendidikan formal.
Sep 16, 2009 @ 14:34:06
inti permasalahan pendidikan alternatif yang ditawarkan saat ini memang terkesan dipandang sebelah mata dan dianggap tak layak. namun sejatinya, jika memang pemerintah mampu memberikan alternatif pendidikan yang lebih layak dan memikirkan nasib rakyat kebanyakan, alangkah bijaknya jika program-program pendidikan kerakyatan didukung dan diberikan support yang baik..
salam.yanti
.-= Baca juga tulisan terbaru yanti tukang kerupuk berjudul 6 Hal yang merusak SEO! =-.
Sep 20, 2009 @ 22:05:29
@yanti tukang kerupuk,
begitulah yang terjadi, mbak yanti. kayaknya yang terjadi di hastina pun identik dengan yang terjadi di negeri kita. semoga perubahan itu tetap akan terjadi, mbak.
Sep 16, 2009 @ 13:45:46
:-t jgn cm ditebang donk,, ditanam lagi….
btw yg jadi semar, bima, sengkuni dll tuh sapa ya pak klo di dunia nyta??
.-= Baca juga tulisan terbaru roomeyda berjudul SELAMAT ULANG TAHUN JADIAN =-.
Sep 20, 2009 @ 22:04:07
@roomeyda,
ayo, mas room, ditebak, kira2 siapa yang cocok utk menggantikan peran mereka di dunia nyata, hehe ….
Sep 16, 2009 @ 13:43:23
:-” cuek aja saya (pemerintah) hutan dibajak… :-”
.-= Baca juga tulisan terbaru online blog berjudul CREATIVITY IN BUSINES CARDS =-.
Sep 20, 2009 @ 22:03:17
@online blog,
hehe … itu hutan hastina loh, mas, haks.
Sep 16, 2009 @ 13:41:25
lakone nopo pak sawali :d
berita dari pewayangan yg agak menyindir negara tetangga ya pak :d/
.-= Baca juga tulisan terbaru berita dunia berjudul OSAMA BERPESAN KEPADA WARGA AMERIKA =-.
Sep 20, 2009 @ 22:00:33
@berita dunia,
wew… pertanyaannya kok sama dg iklannya, pak manteb, mas, hehe …
Sep 16, 2009 @ 13:40:03
bener niy pak,,, panasnya luar biasa,, tidk seperti panas tahun kemarin,,, puasa jadi lmes aq
.-= Baca juga tulisan terbaru kumpulan bisnis berjudul GOOGLE ADSENSE MASIH KONVENSIONAL UNTUK INDONESIA =-.
Sep 20, 2009 @ 21:59:54
@kumpulan bisnis,
hehehe … kok sama panasanya dengan di hastina, ya, mas? keke …
Sep 16, 2009 @ 13:38:11
.-= Baca juga tulisan terbaru roomen berjudul PENTINGNYA KATEGORI BUAT PENGUNJUNG =-.
Sep 17, 2009 @ 01:27:23
@roomen,
walah, saya bukan ahli, mas roomen, hanya kebetulan saja suka, hehe …
Sep 16, 2009 @ 13:10:18
salam..
yang terpenting tokoh2 pewayangan ini jangan sampai dipolitisir jadi komoditas pelanggeng kekuasaan, laiknya zaman Orba dulu..
Sep 17, 2009 @ 01:25:46
@belajar trading saham,
salam jiuga, mas amsi. oh, ya, cukup sudah pengalaman semasa orde baru itu, mas, semoga ndak terulang lagi.
Sep 16, 2009 @ 11:51:44
kisah pewayangan yang unik Pa Sawali, semoga Indonesia mempunyai banyak tokoh semar seperti yang diatas.
Sep 17, 2009 @ 01:24:49
@andif,
terima kasih apresiasinya, mas felani.
Sep 16, 2009 @ 11:31:31
Untuk konteks Indonesia, siapakah Bima Sucinya ya?
.-= Baca juga tulisan terbaru kombor berjudul Memberikan Endorsement Secara Visual dengan Udorse =-.
Sep 17, 2009 @ 01:24:15
@kombor,
hehe … ayo, tebak, kira2 siapa sosok di negeri ini yang layak di-bimasuci-kan, mas arif, hehe …
Sep 16, 2009 @ 11:19:07
Saya terus terang bukan penggemar wayang, tapi saya yakin cerita pewayangan banyak mengndung petuah untuk generasi sekarang…
salam damai Pa’ peace..
.-= Baca juga tulisan terbaru tuyi berjudul Dianggap Keluarga Tapi Ga’ mau… =-.
Sep 17, 2009 @ 01:23:36
@tuyi,
salam peace juga, mas tuyi, hehe … sesekali memang saya terusik utk menulis pewayangan dalam konteks kekinian, mas.
Sep 16, 2009 @ 10:36:57
Parodine apik tenan ngungkuli Republik Mimpi
Lah iki membumi nek kae kan mimpi doang hahaha
.-= Baca juga tulisan terbaru ajengkol berjudul Cermin Diri =-.
Sep 17, 2009 @ 01:22:45
@ajengkol,
walah, rupanya mbak ajeng suka nonton juga pak jarwo kuat itu, ya, hehe …
Sep 16, 2009 @ 10:07:20
wah… rasanya sudah lama sekali saya gak berkunjung ke blognya pak Sawali
Pak Sawali ternyata paham benar ya saol pewayangan… salut deh
.-= Baca juga tulisan terbaru Lyla berjudul Game vs Diary =-.
Sep 17, 2009 @ 01:22:04
@Lyla,
hehe … gpp, mbak lyla, blog ini bebas dikunjungi kapan saja kok. doh, saya hanya sekadar nulis apa saja yang kebetulan melintas dalam pikiran, mbak, hehe …
Sep 16, 2009 @ 09:26:25
Wah, ini cerita pewayangan ada ujian nasionalnya juga, wayang modern jadinya. Bagus tuh si bima suci, semangat buat si bima, semoga si bima ada di dunia nyata
Sep 17, 2009 @ 01:21:02
@riFFrizz,
hehe .. namanya saja wayang slengekan, mas rifky, hehe …
Sep 17, 2009 @ 09:54:05
@riFFrizz, pak sawali sekarang aktif pakek ubuntunya, ketahuan dari si agent spy
.-= Baca juga tulisan terbaru riFFrizz berjudul 20 CD Kubuntu Datang ke Rumahku =-.
Sep 16, 2009 @ 07:57:24
peran dalam tokoh pewayangan memang banyak terilhami dari realita di kehidupan nyata dan memang begitu adanya,… terima kasih pak sudah mengingatkan kembali budaya tradisional kita
.-= Baca juga tulisan terbaru dameydra berjudul Kegunaan Internet dalam Proses Belajar dan Mengajar =-.
Sep 17, 2009 @ 01:20:36
@dameydra,
wah, terima kasih apresiasinya, mas dameydra.
Sep 16, 2009 @ 06:45:58
Sungguh malang nasib negri itu! Para perusak alam adalah pengasieh jalan pemimpin negri itu!
Sep 17, 2009 @ 01:19:57
@Jidat,
itulah yang menyebabkan kerusakan hutan jadi demikian sulit diatasi, mas jidat. doh!
Sep 16, 2009 @ 06:01:24
Wah, Anda selalu pintar nguthak-athik kejadian yang terjadi sekarang dan dicerminkan ke dunia perwayangan, Pak Sawali!
.-= Baca juga tulisan terbaru DV berjudul Yang Satu Ini Untuk Ayahku =-.
Sep 17, 2009 @ 01:19:24
@DV,
walah, mas donny bisa saja nih, hehe … biasa2 saja, kok.
Sep 16, 2009 @ 04:08:31
Begitulah kebanyakan para pemimpin dinegri ini. mengebalkan hukum bagi mereka yang menebalkan kantong,
Sep 17, 2009 @ 01:18:14
@FARHAN,
kritikmu bener2 mantab, farhan.
Sep 16, 2009 @ 02:54:17
Baca tulisan ini dari paragraph awal sampe ahir sudah, tapi kok masih ada yang bingung iyah hehehehe “deep thinking”
.-= Baca juga tulisan terbaru saifuna berjudul Tips Hemat Beli Baju LEBARAN =-.
Sep 17, 2009 @ 01:17:33
@saifuna,
bagian endingnyakah yang bikin mas saif bingung? hehe …
Sep 16, 2009 @ 02:39:16
Penulisan lakon carangan itu apa yang begini, Pak, mohon pencerahan…
.-= Baca juga tulisan terbaru dhoni berjudul Blink! Falling in Love at The First Sight =-.
Sep 17, 2009 @ 01:16:31
@dhoni,
bisa jadi, mas dhoni, hehe …
Sep 16, 2009 @ 02:10:54
salah satu perselingkuhan yang memiliki potensi menghancurkan adalah perselingkuhan antara penguasa dan pengusaha. dan biasanya akan dibumbui dengan pembelian kebijakan dan sejenisnya. mengerikan…
pendidikan yang menyadarkan, sebagai sebuah solusi strategis tentu makan waktu dan proses. solusi taktis? entahlah, mungkin hanya para penduduk lereng gunung itu yg mampu menjawabnya…
***
tambahan, ini komen kedua yg saya tulis Pak, mirip dengan yg pertama dari, yg gak muncul. mohon hapus salah satu jika memang ada keduanya Pak…
.-= Baca juga tulisan terbaru pakacil berjudul Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur 2009 di Banjarbaru =-.
Sep 17, 2009 @ 01:15:56
@pakacil,
hehe … kedua-duanya saya approved, pakacil. sekaligus buat bukti keseriusan pakacil berkomnetar di postingan ini, hehe …
Sep 17, 2009 @ 03:07:34
@Sawali Tuhusetya
waduh… ternyata ada metode pembuktian toh… hehehe…
Sekalian Pak Sawali …
terkait akan sangat berkurangnya aktivitas online beberapa hari ke depan…
sembari memohon pada-Nya agar diberikan kesempatan untuk menunaikan ramadhan kali ini…
Saya menyampaikan selamat ‘Idul Fithri 1430 H sekaligus menyampaikan permohonan maaf jika ada salah pada tulisan, pada komentar, ataupun pada komentar yg tak tertuliskan.
Semoga ketetapan takdir membuat kita dapat menjumpai ramadhan tahun depan
.-= Baca juga tulisan terbaru pakacil berjudul Barilaanlah Barataan (Last Post) =-.
Sep 16, 2009 @ 02:07:19
salah satu perselingkuhan yang memiliki potensi menghancurkan memang perselingkuhan antara penguasa dan pengusaha, terlebih lagi jika dibumbui dengan pembelian kebijakan. mengerikan…
pendidikan yg menyadarkan, mungkin sebuah solusi strategis, namun jelas butuh proses dan waktu. solusi taktis? entahlah, mungkin hanya para penduduk lereng gunung itu yg bisa menjawabnya.

.-= Baca juga tulisan terbaru pakacil berjudul Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur 2009 di Banjarbaru =-.
Sep 17, 2009 @ 01:15:05
@pakacil,
bener sekali, pakacil perselingkuhan antara penguasa dan pengusaha telah memiliki andil besar dalam menciptakan kerusakan dan kebobrokan, sungguh merepotkan.