02Aug 2009 272 Comments
Mengembalikan Jati Diri Bangsa: Haruskah Menjadi Sebuah Utopia?
Mengembalikan Jati Diri Bangsa? Hmm … setiap kali mendengar ungkapan itu, Yu Jinah menghela napas. Dadanya turun-naik. Wajahnya mendadak memerah saga seperti kepiting rebus. Berkali-kali, perempuan kurus bermata juling itu tak sanggup melawan keresahan yang membadai dalam layar batinnya. Dia tak habis pikir, kenapa Barman Tompel, anak semata wayangnya yang digadang-gadang menjadi “priyayi luhur”, tiba-tiba saja berubah menjadi manusia biadab; tenggelam dalam perilaku amoral, terkurung dalam kubangan lumpur kenistaan, bahkan berkali-kali harus menjadi penghuni penjara? Semakin diingatkan, sikap agresifnya makin menggila. Tampaknya, dinding hati anak muda yang belum genap berusia 25 tahun itu benar-benar telah mengeras sehingga tak sanggup lagi menerima petuah luhur tentang nilai-nilai kebajikan dan kearifan hidup. Hidupnya benar-benar telah dipayungi mahkota Iblis Jahanam yang gelap dan muram.
“Benarkah anakku telah kehilangan jati dirinya? Apa yang harus aku lakukan untuk mengembalikan dia ke jalan yang benar?” Pertanyaan-pertanyaan semacam itu terus menghardik kepekaan nurani Yu Jinah dalam tahajud malamnya. Tak hanya doa-doa suci yang terus dia panjatkan kepada Sang Pemilik Kehidupan, tetapi juga ikhtiar lahiriah yang tak pernah lelah dia lakukan. Berbagai petunjuk dari orang tua dan para ustadz sudah dia terapkan, bahkan, secara diam-diam melakukan tindakan naif dengan menyerahkan nasib anaknya kepada seorang paranormal. Namun, hasilnya tetap saja nihil. Barman Tompel makin jauh tersesat dalam lembah kejahatan dan kenistaan.
Yu Jinah tak tahu pasti, sejak kapan Barman Tompel belajar hidup dalam tumpukan dosa dan kejahatan. Padahal, dia sendiri telah berupaya memberikan teladan yang baik tentang nilai-nilai kehidupan di mata anak tunggalnya itu; ramah, simpatik, peka, jujur, setia kawan, dan sebisa mungkin menghindari kebohongan. Apakah ini kesalahan Yu Jinah yang memberikan kebebasan sepenuhnya kepada Barman Tompel ketika bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya, sampai-sampai dia tak pernah mau ikut campur tangan ketika anaknya berkelahi dengan teman sepermainannya? Apakah bisa dibenarkan kalau orang tua harus ikut-ikutan bermusuhan seperti yang sering dilakukan oleh orang-orang tua masa kini ketika melihat anaknya terlibat dalam sebuah perkelahian?
Kultur Kekerasan
Kisah pilu yang dialami Yu Jinah bisa jadi hanya sebuah fiksi. Namun, jika mau jujur, realitas Indonesia kontemporer agaknya tak jauh berbeda dengan nasib Barman Tompel. Bangsa kita dinilai makin tenggelam dalam kultur kekerasan yang menggurita ke dalam berbagai lapis dan lini masyarakat. Yang lebih mencemaskan, negeri ini dianggap telah kehilangan nilai-nilai kesejatian diri sebagai bangsa yang terhormat dan bermartabat akibat meruyaknya aksi-aksi kekerasan dan vandalisme yang tak henti-hentinya menggoyang sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Bangsa kita yang multikultur dan multiwajah dinilai telah kehilangan sikap ramah. Nilai-nilai keberadaban telah tereduksi oleh sikap-sikap kebiadaban yang membudaya dalam bentuk tawuran pelajar, pemerkosaan, pembunuhan, mutilasi, aborsi, dan berbagai perilaku vandalistis lainnya. Sentimen-sentimen primordialisme berbasis kesukuan, agama, ras, atau antargolongan menjadi demikian rentan tereduksi oleh emosi-emosi agresivitas. Bangsa kita seolah-olah telah menjelma menjadi “homo violens” yang menghalalkan darah sesamanya dalam memanjakan naluri dan hasrat purbanya.
Situasi anomali semacam itu bisa jadi merupakan ekspresi massal akibat akumulasi sikap represif yang dengan sengaja dipraktikkan rezim masa lalu untuk membungkam suara-suara kritis. Bertahun-tahun lamanya, anak-anak bangsa negeri ini “dipenjara” dalam tungku kekuasaan yang serba tertutup, tiran, dan tidak adil. Kesenjangan sosial-ekonomi yang begitu lebar, disadari atau tidak, telah membuat kehidupan masyarakat di lapisan akar rumput menjadi gampang putus asa dan rentan terhadap aksi-aksi kekerasan. Para pakar sosiologi mengemukakan bahwa tekanan ekonomi yang berat bisa menjadikan seseorang atau kelompok sosial tertentu mengalami frustrasi akibat merasa tersingkir dari persaingan hidup komunitasnya. Imbasnya, jika mereka mendapatkan kesempatan untuk melampiaskan frustrasinya, aksi kekerasan dan kerusuhan sosial menjadi cara yang jitu dan “sah” bagi mereka. Lebih-lebih gaya hidup orang kaya baru yang suka pamer kekayaan dan dengan congkak mempraktekkan pola hidup konsumtif yang kontras secara diametral dengan hidup rakyat kecil yang serba tertekan, maka kemungkinan terjadinya konflik dan kerusuhan semakin terbuka.
Akibat pemahaman pola hidup yang salah semacam itu, disadari atau tidak, jati diri bangsa makin tidak jelas dan buram dalam peta kehidupan berbangsa dan bernegara. Sikap hidup instan telah melenyapkan budaya “proses” dalam mencapai sesuatu. Sikap sabar, tawakal, ulet, telaten, dan cermat, yang merupakan entitas kebersahajaan dan kejujuran telah tersulap menjadi sikap menerabas, pragmatis, dan serba cepat. Orang pun jadi semakin permisif terhadap perbuatan-perbuatan yang tidak jujur di sekitarnya. Budaya suap, kolusi, nepotisme, atau manipulasi anggaran sudah dianggap sebagai hal yang wajar. Untuk mengegolkan ambisi tidak jarang ditempuh dengan cara-cara yang tidak wajar menurut etika. Kesibukan memburu gebyar materi untuk bisa memanjakan selera dan naluri konsumtifnya, membuat kepedulian terhadap sesama menjadi marginal. Jutaan saudara kita yang masih bergelut dengan lumpur kemiskinan, kelaparan, dan keterbelakangan, luput dari perhatian.
Mengembalikan Jati Diri Bangsa
Tentu saja, bangsa yang besar ini jangan sampai bernasib seperti si Barman Tompel yang benar-benar telah kehilangan jati dirinya. Dalam konteks demikian, langkah yang dilakukan oleh portal BeritaJitu.com yang menggelar Kontes Seo bertema Mengembalikan Jati Diri Bangsa layak diapresiasi. Dari event ini akan menggema suara para bloger, bagaimana seharusnya bersikap dalam menghadapi makin rumit dan kompleksnya persoalan jati diri bangsa di negeri ini. Jika setiap bloger memiliki opini dan pandangan bagaimana seharusnya jati diri bangsa ini mesti dirajut kembali, setidaknya sudah ada langkah nyata dari para peserta kontes untuk memberikan pencerahan, setidak-tidaknya untuk diri sendiri, keluarga, dan lingkungan terdekatnya.
Saya memutuskan untuk mengikuti kontes ini semata-mata tertarik karena temanya yang nyata-nyata telah menjadi masalah serius buat bangsa dan negeri ini. Kalau murni kontes SEO, saya harus tiarap ketika harus berhadapan dengan para pendekar SEO yang memiliki jurus-jurus maut dan ngedap-edapi.
Yang tidak kalah penting, harus ada upaya serius dari segenap komponen bangsa untuk mengembalikan jati diri bangsa yang dinilai mulai luntur itu.
Pertama, menggali dan merevitalisasi nilai-nilai keramahan dan kearifan lokal, untuk kemudian diaplikasikan secara nyata dalam tataran praksis kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai keramahan dan kearifan lokal juga akan mampu menanggalkan sikap-sikap congkak, dendam, dan kebencian, yang selama ini benar-benar telah membuat bangsa kita terpuruk ke dalam kubangan stagnasi dan situasi yang serba chaos. Empu Tantular lewat Kakawin Sutasoma menggambarkan nilai-nilai kearifan lokal itu lewat idiom: “Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa” (Bermacam-macam sebutannya, tetapi Tuhan itu satu, tidak ada kebenaran yang mendua). Idiom ini, setidaknya menyiratkan makna dan prinsip keberagaman yang telah menyatu ke dalam dinamika dan perjalanan hidup masyarakat di kalangan akar rumput. Tak berlebihan kalau nenek moyang kita bisa bersikap luwes dan lentur dalam menghadapi setiap perubahan; toleran, akomodatif, dan optimistik dalam memandang hidup dan kehidupan.
Kedua, mengoptimalkan fungsi pendidikan nasional untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan karakter dan nilai-nilai multikultural yang selama ini baru sebatas slogan, perlu diintegrasikan secara nyata dalam proses pembelajaran, sehingga siswa didik memiliki benteng yang kokoh dalam menghadapi gerusan budaya global yang demikian dahsyat.
Ketiga, para elite negara, tokoh-tokoh masyarakat, pemuka agama, orang tua, atau pengelola media, perlu bersinergi untuk bersama-sama membangun iklim kehidupan yang nyaman dan mencerahkan di berbagai lapis dan lini kehidupan masyarakat. Demikian juga dari ranah hukum. Perlu diciptakan efek jera kepada para pelaku kekerasan agar tidak terus-terusan mewabah dan memfosil dari generasi ke generasi.
Keempat, lingkungan keluarga juga harus memiliki filter yang kuat terhadap gencarnya arus perubahan yang tengah berlangsung. Dalam konteks demikian, peran orang tua menjadi amat penting dan vital dalam memberdayakan moralitas dan jati diri anak. Orang tualah yang menjadi referensi utama ketika anak-anak sedang tumbuh dan berkembang. Idealnya, orang tua mesti bisa menjadi “patron” teladan. Anak-anak sangat membutuhkan figur anutan moral dan jati diri dari orang tuanya sendiri, yang tidak hanya pintar “berkhotbah”, tetapi juga mampu memberikan contoh konkret dalam bentuk perilaku, sikap, dan perbuatan.
Kelima, masyarakat harus mampu menjalankan perannya sebagai kekuatan kontrol yang ikut mengawasi perilaku kaum remaja kita. “Deteksi” dini terhadap kemungkinan munculnya perilaku kekerasan mutlak diperlukan. Potong secepatnya jalur agresivitas yang kemungkinan akan menjadi “jalan” bagi penganut “mazab” kekerasan dalam menyalurkan naluri agresivitasnya. Ini artinya, dibutuhkan sinergi yang kuat antara dunia pendidikan, orang tua, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh agama, dan para pengambil kebijakan untuk bersama-sama peduli terhadap perilaku kekerasan yang (nyaris) menjadi budaya baru di negeri ini.
Sungguh, kita sangat merindukan kembalinya jati diri bangsa yang multiwajah dan multikultur dalam balutan nilai keramahan, kearifan, dan fatsun kehidupan di segenap lapis dan lini kehidupan masyarakat. Jangan sampai terjadi pesona kekerasan, arogansi kekuasaan, dan emosi-emosi agresivitas purba yang serba naif, menjadi “fosil” yang makin memperkuat stigma bangsa kita sebagai bangsa bar-bar dan biadab hingga membuat jati diri bangsa benar-benar hancur dan proses mengembalikan jati diri bangsa itu terjebak ke dalam sebuah utopia.
Hmm … bisa jadi Yu Jinah saat ini juga sedang bermimpi, Barman Tompel, anak semata wayangnya, tak lagi terjebak ke dalam kubangan perilaku yang sarat dosa dan kejahatan, tetapi justru sanggup menjadi aktor perubahan; sosok yang memiliki kecerdasan dalam berpikir, memiliki kedewasaan dan kearifan dalam bertindak, serta sanggup melepaskan ikatan-ikatan primordial sempit sehingga mampu memberikan pencerahan sosial dan membangun jati dirinya secara utuh dan “paripurna” di tengah-tengah publik. ***
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Mengembalikan Jati Diri Bangsa: Haruskah Menjadi Sebuah Utopia?" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (2 August 2009 @ 20:26) pada kategori Budaya, Edukasi, Opini, Refleksi dan telah dikunjungi oleh . Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:













Oct 19, 2011 @ 01:34:24
siiiipppp boooosssss!!!!!
maju terus pantang mundur,,,,,,,
Sep 14, 2011 @ 09:48:20
yakin dan penuh semangatlah, Insya Allah
Aug 09, 2011 @ 10:44:24
Jati Diri itu Emang harus di Cari Sampai KITA MENDAPATKAN’A…..!!!
Maju terus
& Jangan Menyerah sampai kita mendapatkan nya
OK!…:)
Jun 01, 2011 @ 11:34:20
wah jati diri bangsa ini sudah hilang
Feb 25, 2011 @ 20:38:46
I found your site from wikipedia and read a few of your other blog posts.They are cool. Pls continue this great work. Later on other fantastic American rock acts such as Lynrd Skynrd, The Eagles, America, the Allman Brothers, and the Doobie Brothers would come on the scene and shake up the world with their string of hit songs.
Feb 02, 2011 @ 09:42:42
lakukan sekarang apa yang bisa kita lakukan , jangan buang waktu, hidup hanya sekali, buatlah hidup kita lebih bermakna dengan berusaha mengembalikan jati diri bangsa….
Feb 09, 2011 @ 01:00:28
setuju banget, mas yudi, sebuah ajakan yang simpatik dan mencerahkan.
Dec 14, 2010 @ 13:01:16
bagus itu … semangat untuk ini semua (dance)
Catatan Sawali Tuhusetya
Nov 02, 2010 @ 14:20:08
[...] ini sekaligus juga sebagai bentuk dukungan terhadap tulisan “Mengembalikan Jati Diri Bangsa: Haruskah Menjadi Sebuah Utopia?” yang diikutsertakan dalam kontes SEO yang digelar oleh beritaJitu.com untuk yang pertama [...]
Membangun Kembali Kesadaran Kultural secara Kolektif » Catatan Sawali Tuhusetya
Sep 14, 2010 @ 21:12:20
[...] bangsa kita agar tak terlalu silau dengan budaya global yang selama ini (nyaris) telah menggerus jati diri bangsa. Kita yang selama ini abai terhadap budaya kita sendiri, baru teriak kencang-kencang setelah [...]
Jul 24, 2010 @ 01:44:10
LAYANAN IKLAN GRATIS DAN SMS GRATIS JADI 1 LEBIH HEMAT PULUHAN RIBU.. silahkan langsung pasang ja di sini GRATISS!!
Jun 22, 2010 @ 13:28:28
Selamat tak ada penggagas kegiatan riilnya maka hanya akan jadi utopia saja.
Mar 11, 2010 @ 10:19:04
bagus…bagusss tetap semangat…!!!!!
Mar 11, 2010 @ 10:12:45
mari kita renungkan prilaku bangsa kita yg mudah diadu domba yg mengedepankan otot dari pada pikiran yg jernih…
Mar 13, 2010 @ 01:23:42
ajakan yang bagus, mas! setuju!
Dec 10, 2009 @ 08:31:42
selamat bro semoga menang !!!!
Dec 12, 2009 @ 17:47:19
amiin, terima kasih support dan doanya, mas.
Dec 09, 2009 @ 23:23:37
masih ada beberapa waktu pak sawali .. semoga sukses dan bisa maju terus
;)
.-= Baca juga tulisan terbaru Mengembalikan Jati Diri Bangsa berjudul "Astaga.com Lifestyle on The Net" =-.
Dec 12, 2009 @ 17:46:17
terima kasih supportnya, mas mac.
Nov 29, 2009 @ 00:46:29
hmm ceritanya seru banget dan logonya keren
salam kenal dan sukses
.-= Baca juga tulisan GoMe Computer berjudul blog ..Ralat Reuni Alumni SLUB 1 & 3 Saraswati Denpasar =-.
Dec 03, 2009 @ 01:25:33
salam kenal juga, mas. terima kasih apresiasi dan kunjungannya.
Nov 16, 2009 @ 14:14:04
pertahankan terus posisinya kalau bisa naik terus peringkatnya. semoga sukses ya…
.-= Baca juga tulisan terbaru sewa mobil berjudul Merawat Kendaraan Ford Baru =-.
Nov 17, 2009 @ 19:20:39
terima kasih support-nya, mas.
Oct 25, 2009 @ 18:20:18
Googling dengan keyword “mengembalikan jati diri bangsa”, trus baca2, dan dari semua tulisan saya mengatakan ju2r tulisan Mas Sawali lbh baik. Tp knp di google hal 3?
Salam panas dari Banyuasin, SumSel. semangat Bung!
Oct 26, 2009 @ 20:23:48
terima kasih apresiasdinyam, mas. tapi memang begitulah uniknya seo, mas. keikutsertaan saya sesungguhnya lebih tertarik pada temanya, bukan pada seo-nya.
Oct 25, 2009 @ 17:30:04
saya ikut sedih melihat keadaan yang terhadi pada negri ini. Saya juga turut ikut untuk mengembalikan jati diri bangsa. semangat terus mas
Oct 26, 2009 @ 20:21:07
terima kasih support dan apresiasinya, mas derry.
Oct 20, 2009 @ 16:35:10
Semoga saja kita bisa mengembalikan jati diri bangsa, tentunya dimulai dari diri kita sendiri
Oct 24, 2009 @ 00:00:25
betul sekali, mas mai. dengan memulainya dari diri sendiri, lama kelamaan akan menjadi kesadaran kolektif, hingga akhirnya jati diri bangsa benar2 bisa kembali.
Oct 14, 2009 @ 21:07:54
Semoga menang bos. Berjuang terus sampai titik darah penghabisan
) sekarang buka lagi kontes blog terbaru Oktober 2009, pertamina blog kontes. hayo siapa yang ingin ikutan
.-= Baca juga tulisan terbaru afdil berjudul Kontes SEO Terbaru|Oktober 2009 =-.
Oct 15, 2009 @ 02:56:51
wah, terima kasih supportnya, mas.
Oct 14, 2009 @ 19:52:45
Perubahan jati diri bangsa harus dimulai dengan perubahan pola pikir dan pola sikap serta di atur oleh aturan yang benar. Semoga menang bos. Berjuang terus sampai titik darah penghabisan
) sekarang buka lagi kontes blog terbaru Oktober 2009, pertamina blog kontes. hayo siapa yang ingin ikutan
.-= Baca juga tulisan terbaru afdil berjudul Kontes SEO Terbaru|Oktober 2009 =-.
Oct 15, 2009 @ 02:53:02
wah, ada kontes seo lagi rupanya. hmmm…. terima kasih infonya, mas.
Oct 13, 2009 @ 05:09:48
maju terus pantang kendur maz, ayo kita mengembalikan jati diri bangsa!
Oct 15, 2009 @ 02:23:57
terima kasih dukungannya, mas.
Oct 13, 2009 @ 02:26:39
Lumayan deh infonya, bisa jadi bahan pembelajaran!!! oh ya tukeran link yuk, ntar saya pasangin link kamu di pasangiklanku.com, pasti ntar bantu kamu untuk optimasi, hehehe kalau mau hub saya ya di YM: rahasiapemula atau sms:085888150050 (sms/telp)
AYO yang mau tukeran link ama saya!!! hub saja jangan ragu, dilayani 24 jam!! hahaha
kenali dan kunjungi objek wisata di pandeglang
Oct 15, 2009 @ 02:23:09
terima kasih banget infonya!
Oct 11, 2009 @ 14:38:13
Wow… semangat sekali nih kontesnya!
Wah melihat begitu banyak dan SEMANGATNYA yang ikutan kontes, saya yakin kedepan ada banyak jagoan SEO di indonesia, dan perkembangan bisnis online akan sangat MENGGAIRAHKAN!
Sesama kontestan, saya sangat mendukung semangat ANDA! Maju Terus Bro!
Iklan Gratis
Oct 15, 2009 @ 01:56:50
terima kasih dukungannya, pak.
Sep 29, 2009 @ 20:39:49
@ MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA:
terima kasih support dan apresiasinya.
Sep 17, 2009 @ 15:30:50
Lebih semangat lagi, lanjutkan.
.-= Baca juga tulisan terbaru Mengembalikan Jati Diri Bangsa berjudul Mengembalikan Jati Diri Bangsa =-.
Sep 17, 2009 @ 15:27:52
Maju terus pantang mundur
Sep 08, 2009 @ 21:31:08
hm.. ulasan yang sangat menarik..

.-= Baca juga tulisan terbaru ems berjudul Bahaya Menggunjing di Bulan Ramadhan =-.
Sep 10, 2009 @ 23:58:28
@ems,
terima kasih komentar dan apresiasinya, mas.
Sep 07, 2009 @ 12:01:10
mantap mas. Jati diri bangsa.. Selama ini sangat sulit untuk mencari jati diri bangsa..karena hal ini sengaja telah dikaburkan oleh semua pihak…
.-= Baca juga tulisan terbaru adi dzikrullah berjudul Great Earthquake in Indonesia =-.
Sep 07, 2009 @ 13:29:40
@adi dzikrullah,
terima kasih paresiasinya, mas.
Sep 07, 2009 @ 05:02:48
sepertinya penyakit latah bangsa ini belum hilang juga
skr kita rame2 bicara soal mengembalikan jati diri bangsa
pdhal beberapa tahun lalu kita rame2 mengusung kebebasan
ini jelas sekali menunjukan suatu pemerintahan yang tidak punya visi ke depan untuk membangun bangsa. orientasi yang ada pada pemegang kekuasaan hanya sebatas bagaimana menjaga kepenrigan individu dan kelompok
sapertinya kita harus menunggu lama lagi untuk mendapatkan pemimpin yang memiliki visi yang jelas
.-= Baca juga tulisan terbaru nada berjudul E1 transmission problem =-.
Sep 07, 2009 @ 13:28:18
@nada,
kalau dilihat dari visi, wah, pemimpin kita dikenal pinter2 merumuskan visi dan misi, mas. sayang sekali, mereka tiarap dan jadi mandul ketika harus mengimplementasikan visi dan misi mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Bahasa Indonesia dan Delapan Windu Proklamasi | Agupena Jawa Tengah
Sep 05, 2009 @ 13:46:05
[...] menggejala sejak era reformasi bergulir di negeri ini. Sebagai negara-bangsa, kita sudah memiliki pertautan jati diri yang diharapkan mampu menjadi perekat persaudaraan antaretnis, sehingga bangsa ini bisa hidup dalam [...]
Sep 03, 2009 @ 20:55:58
Wah..lengkap banget nih artikel “mengembalikan jati diri bangsa”
thanks atas postingnya salam kenal dan sukses selalu
Sep 05, 2009 @ 12:32:35
@Dangstars,
terima kasih apresiasinya, mas dadang.
Sep 02, 2009 @ 13:27:14
Ayooo..bersatu smua rakyat Indonesia,Tunjukan kepada dunia kitalah macan asia..:)>-:)>-
.-= Baca juga tulisan terbaru PANDU berjudul Nasionalisme =-.
Sep 05, 2009 @ 12:31:59
@PANDU,
ajakan yang mantab dan simpatik, mas pandu. setuju banget saya, hehe ….
Aug 29, 2009 @ 09:56:33
Ada yang lupa mas,
Bolehkah saya mohon ditautkan di blogroll?
Blog mas Sawali sudah lama buanget lho saya taut.
Salam Persahabatan.
.-= Baca juga tulisan terbaru Lambang berjudul Agama dan Perilaku =-.
Aug 30, 2009 @ 04:28:46
wah, terima kasih banget, mas lambang. blog mas lambang juga sdh saya masukkan ke google reader dan tertaut secara otomatis di halaman taut.
Aug 29, 2009 @ 09:51:59
Budaya kekerasan yang sering kita lihat, rasanya bersumber dari pendidikan dini yang kurang tepat dan adanya dogma hukuman dan imbalan dalam ritual keagamaan. Akhirnya mind-set anak-anak menjadi salah arah. Seharusnya cinta, kasih dan sayang yang diutamakan dalam pendidikan dini.
Salam Persabahatan.
.-= Baca juga tulisan terbaru Lambang berjudul Agama dan Perilaku =-.
Aug 30, 2009 @ 04:27:47
salam persahabatan juga, mas lambang. terima kasih tambahan infonya. pendidikan memang merupakan salah satu kunci dalam membangun karakter anak. kalau kultur kekerasan sudah membudaya sejak kecil, doh, kita tak bisa membayangkan bagaimana kepribadian mereka kelak setelah dewasa.
Aug 29, 2009 @ 05:31:34
setuju dengan jati diri bangsa yang dimaksud adalah jati diri bangsa yg bermartabat
.-= Baca juga tulisan terbaru Pradna berjudul 18th Linux Anniversary =-.
Aug 30, 2009 @ 04:18:58
yaps, terima kasih, semoga jati diri bangsa yang bermartabat itu bisa segera kembali.
Aug 28, 2009 @ 16:36:02
:d wawwwwww banyak banget kommentarnya………. :-”
.-= Baca juga tulisan terbaru rony danuarta berjudul LEBIH BAIK HOTSPOT AZA =-.
Aug 30, 2009 @ 04:05:38
hehe … terima kasih, mas rony komentar juga, kan, hehe ….
Aug 28, 2009 @ 10:42:11
Senangnya hatiku berkompetisi dengan blogger senior. Aku yang newbie ini berharap mendapat banyak pengalaman dari sini.
Oh ya tidak lupa, Maukah anda membantu blog saya dengan bertukar link?:d
Aug 29, 2009 @ 18:49:08
sama2, terima kasih, utk tukeran link, nanti langsung saya masukkan ke goohgle reader sehingga biosa tertaur otomatis di halaman tautan.
Aug 25, 2009 @ 20:15:00
mengembalikan jati diri bangsa adalah kewajiban kita bersama,,, mulai dari skarang dan mulai dari yg terkecil,,,
.-= Baca juga tulisan terbaru roomen berjudul CARA NOORDIN M TOP BERKOMUKASI DENGAN JARINGANNYA =-.
Aug 25, 2009 @ 15:19:18
Jati diri bangsa saat ini sudah terasa amat luntur mungkin memang perlu pembelajaran khusus untuk masalah ini terhadap generasi-generasi penerus kita hingga mereka nanti dapat menjadi manusia-manusia yang dapat menghargai jati diri bangsanya sendiri.
Selamat menjalankan ibadah puasa….
.-= Baca juga tulisan terbaru hanhan berjudul IBSN : Warna =-.
Aug 25, 2009 @ 17:42:43
@hanhan,
selamat menjalankan ibadah puasa juga, mas han2. ya, ya, ttg mengembalikan jati diri bangsa, agaknya peran dunia pendidikan tak bisa diremehkan. upaya penanaman nilai2 luhgur baku harus terus digalakkan.
Aug 25, 2009 @ 11:50:31
aduhhh… antrinya paaannnjjjaaaaannngggg banget…
Aug 25, 2009 @ 17:38:53
@yanti,
=))=))
Aug 24, 2009 @ 23:34:49
pokoknya jangan menjadi utopia
angan2 harus bisa diwujudkan
hidup Indonesia
.-= Baca juga tulisan terbaru attayaya berjudul malaysia, murid yang murtad dan durhaka =-.
Aug 25, 2009 @ 17:38:05
@attayaya,
setuju, hidup dan jayalah selalu Indonesiaku!
Aug 24, 2009 @ 23:33:38
semoga menang bang
.-= Baca juga tulisan terbaru attayaya berjudul malaysia, murid yang murtad dan durhaka =-.
Aug 25, 2009 @ 17:37:33
@attayaya,
walah, ini kontes seo, bang atta. poememangnya ditentukan oleh google.co.id, hehehe … keikusertaan saya sesungguhnya lebih ditentukan karena temanya.
Aug 24, 2009 @ 23:32:15
pokoke jangan menjadi sebuah negara yang utopia
berangan-angan tanpa mewujudkan
hidup Indonesia!!!
Aug 25, 2009 @ 17:36:18
@attayaya,
amiiin, mudah2an demikian, bang atta.
Aug 24, 2009 @ 14:13:27
Mungkin saat ini, saia mulai kehilangan jati diri saia sbg blogger. Saia lbh comfort sebagai gajah pak.. (lbh enjoy dg sifat perikehewanan)
Aug 25, 2009 @ 17:35:47
@gajah_pesing,
walah, kok bisa, mas fay, hehe …. ayo dong kembalikan jati diei mas fay snbg bloger, keke ….
Aug 24, 2009 @ 13:08:03
waah hebat tulisan ni.pangjang banget dan berbobot.
Cocok untuk saran bagi bangsa ini agar mengembalikan jati diri bangsa secepatnya
Aug 25, 2009 @ 17:35:05
@mengembalikan jati diri bangsa,
dapat panjangnya thok, mas, hehehe …. hebatnya belum tentu, hiks. terlepas darei itu, yang menggagas kontes seo dg tema dan kata kunci ini memang menarik, mas.
Tuhan, Aku Cinta Padamu | Azaxs Dot Net
Aug 24, 2009 @ 12:49:16
[...] 6 Agustus 2009 pada umur 73 tahun. Setiap putra bangsa mengenalnya sebagai seorang penyair, sastrawan ternama pendiri Bengkel Teater di Yogyakarta pada tahun 1967 dan juga Bengkel Teater Rendra di [...]
Aug 23, 2009 @ 09:36:27
Kenyataan di lapangan seperti itu, kalau kita mau mengadakan penelitian mungkin lebih dari 60% siswa/generasi muda kehilangan jati dirinya.
Fakta ini merupakan tantangan tersendiri bagi orangtua dan guru, kita memang harus sensitif terhadapa perubahan, perubahan sekecil apapun yang terjadi pada anak dan siswa harus kita perhatikan, mereka butuh teman mengahadapi tantangan zaman namun faktanya; orangtua sibuk mencari nafkah sedangkan guru sibuk memberi beban tugas karena tuntutan kurikulum sehingga tidak sempat berempaty.
Kita bisa memulainya dari hal yang paling sederhana yaitu berbagi; berbagi salam dan senyum terutama dipagi hari. Kelihatannya sederhana namun sangat berarti.
Selamat berjuang. Sumoga berhasil. Amin.
Aug 25, 2009 @ 05:21:07
terima kasih support dan tambahan infonya, bu pita.
Aug 22, 2009 @ 17:53:11
terus terang, terkait masalah kontes SEO atau bukan, keyword ini sekarang mulai selalu terngiang2.. kreatif memang yang membuat kata kunci ini..
Sukses selalu untuk Anda..
Aug 23, 2009 @ 01:30:31
wah, keikutsertaan saya dalam kontes ini semata-mata tertarik karena temanya, mas, kalau soal seo, saya tiarap deh, hehe
Aug 22, 2009 @ 13:00:10
Kontes SEO mas, mantab…….
Mengembalikan jati diri bangsa, buat saya ini yang ngga punya peran sebagai decision maker di pemerintahan, jelas ngga ada yang bisa saya lakukan. Paling-paling hanya bisa sekedar menghimbau.
Mohon maaf lahir dan bathin.
Selamat beribadah di bulan Ramadhan ini.
Salam.
Salam.
.-= Baca juga tulisan terbaru Lambang berjudul Misteri Lailatul Qadar Dari Sisi Ilmiah =-.
Aug 23, 2009 @ 01:28:07
hehe … keikutsertaan saya semata-mata tertarik karena temanya, mas lambang, kalau soal seo, saya tiarap deh, hehe …selamat beribadah puasa juga, mas lambang, semoga puasa kita tahun ini lebih baik dp tahun kemarin.
Aug 22, 2009 @ 01:47:06
tanjung katung airnya biru
tempat anak mencari ikan
ramadhan datang di hari sabtu
salah dan silap mohon dimaafkan
Aug 22, 2009 @ 04:43:15
@attayaya,
twrima kasih, bang atta. pantunnya cocok utk sms-an, hehe…
pligg.com
Aug 21, 2009 @ 13:40:51
Mengembalikan Jati Diri Bangsa: Haruskah Menjadi Sebuah Utopia?…
Bangsa kita yang multikultur dan multiwajah dinilai telah kehilangan sikap ramah. Nilai-nilai keberadaban telah tereduksi oleh sikap-sikap kebiadaban yang membudaya dalam bentuk tawuran pelajar, pemerkosaan, pembunuhan, mutilasi, aborsi, dan berbagai p…
indofeed.com
Aug 21, 2009 @ 13:31:03
Mengembalikan Jati Diri Bangsa: Haruskah Menjadi Sebuah Utopia?…
Bangsa kita yang multikultur dan multiwajah dinilai telah kehilangan sikap ramah. Nilai-nilai keberadaban telah tereduksi oleh sikap-sikap kebiadaban yang membudaya dalam bentuk tawuran pelajar …….
memburu.info
Aug 21, 2009 @ 02:47:10
Mengembalikan Jati Diri Bangsa: Haruskah Menjadi Sebuah Utopia?…
Bangsa kita yang multikultur dan multiwajah dinilai telah kehilangan sikap ramah. Nilai-nilai keberadaban telah tereduksi oleh sikap-sikap kebiadaban yang membudaya dalam bentuk tawuran pelajar, pemerkosaan, pembunuhan, mutilasi, aborsi, dan berbagai p…
Aug 20, 2009 @ 22:00:05
wah kontesnya belum berakhir neh. moga sukses sob
Aug 21, 2009 @ 01:43:19
@edylaw,
hehe … saya ikutan kontes ini bukan karena seonya, mas edy, tapi semata-mata karena temanya yang menarik itu.
Aug 20, 2009 @ 13:23:19
utopia ki opo kang?aku gak mudeng istilah ngunu iku?
.-= Baca juga tulisan terbaru cah ndueso berjudul If you register your site for free at =-.
Aug 21, 2009 @ 01:42:28
@cah ndueso,
walah, ada yang bilang, utopia itu hampir sama dengan kata mustahil, sesuatu yang sulit terwujud, mas, hehe …
Aug 20, 2009 @ 12:39:32
haddiirrrr….
siang siang mengunjungi sahabat, mengharap kemurahan hati sahabat tuk sekedar memaafkan segala kesalahan yang telah aku perbuat.
Mari kita luruskan niat, sucikan hati, semoga Ramadhan dapat mengantar kita kembali fitri
cu….
note: sorry.., komenx-nya ntar aja ya…..
Aug 21, 2009 @ 01:41:03
@perigitua,
terima kasih, mas faza, amiiin, semoga kekhusyukan puasa kita bisa memberikan sumbangsih bagi negeri ini dalam upaya mengembalikan jati dirinya yang hilang.
Aug 20, 2009 @ 11:36:46
tulisannya bagus sekali Pak Sawali. huaaa…jadi kagum saya bacanya…
mengembalikan jati diri bangsa itu gampang-gampang susah ya Pak Sawali, tergantung dari masing-masing individu.[-(
.-= Baca juga tulisan terbaru casual cutie berjudul Beautiful Skin =-.
Aug 21, 2009 @ 01:30:05
@casual cutie,
walah, terima kasih banget atas apresiasinya, mbak cutie. agaknya memang bukan hal yang mudah utk mengembalikan jati diri bangsa karena sudah lanjur, parah, haks.
Aug 20, 2009 @ 00:31:49
mantabbb
.-= Baca juga tulisan terbaru a-chen berjudul Lirik d Massiv , jangan Menyerah =-.
Aug 21, 2009 @ 01:29:09
@a-chen,
walah, terimak apresiasinya, mas a-chen.
Aug 19, 2009 @ 06:26:35
haddiiirrrrrr….
sekedar mengunjungi sahabat terbaik…..
Hhmm… kopinya mantap hhmm…
lepas ini kontes or bukan, tapi hebat sekali. perlu perenungan untuk memahaminya…
moga menang….ya..
cu….
.-= Baca juga tulisan terbaru perigitua berjudul Tersenyumlah Kembali Pertiwi =-.
Aug 19, 2009 @ 10:57:27
@perigitua,
terima kasih sahabatku yang baik.
Aug 18, 2009 @ 16:23:52
thnks infonya sob….bisa dijadikan referensi buat-ntar-ntar sob….sukses selalu yah…salam kenal….MERDEKA….
Aug 19, 2009 @ 00:58:49
salam kenal dan merdeka jiuga, mas, terima kasih apresiasinya.
Aug 16, 2009 @ 22:36:12
keren om tulisannya….
>-
semoga jati diri bangsa ini bisa cepat kembali…
dan semoga menang dalam kontes ini om
Aug 17, 2009 @ 23:48:07
walah, biasa saja kok, mas wahyoe. terima kasih apresiasinya.
Bahasa Indonesia, Proklamasi Kemerdekaan, dan Jati Diri Bangsa | MGMP BAHASA INDONESIA SMP
Aug 15, 2009 @ 12:51:52
[...] menggejala sejak era reformasi bergulir di negeri ini. Sebagai negara-bangsa, kita sudah memiliki pertautan jati diri yang diharapkan mampu menjadi perekat persaudaraan antaretnis, sehingga bangsa ini bisa hidup dalam [...]
jidats blogsite » Blog Archive » bisnis pulsa eranet
Aug 14, 2009 @ 21:23:20
[...] wong blogKu ini baru baikan sama google kok sudah ikutan kontes SEO? Jujur saya ikut kontes ini hanya iseng-iseng, itung-itung memperbanyak posting. Apalagi blog ini [...]
Aug 13, 2009 @ 14:53:41
Wah tulisannya panjang banget… tapi bagus.
ayo kita kembalikan jati diri bangsa kita ini.
selamat berusaha, semoga bisa memang mengikuti kontes ini, dan artikelnya bisa dibaca orang banyak dan bisa menjadi bermanfaat yang banyak juga, bahkan bisa mengembalikan jati diri bangsa ini..
salam…
Iklan Gratis
.-= Baca juga tulisan terbaru Pasang Iklan Baris berjudul **Top 10 Besar Google MUDAH Dengan Rahasia Ini!** =-.
Aug 14, 2009 @ 12:09:59
wah, terima kasih banget apresiasi dan supportnya, pak.
Aug 13, 2009 @ 12:30:15
tak kirain gak ikut,eh ternyata ikut,saya dukung pak sawali,tak link di blogroll,semoga sukses
Aug 14, 2009 @ 12:02:20
hehe … terima kasih banget supportnya, mas maxall.
Aug 13, 2009 @ 12:13:25
semoga cepet kembali si jati ya bos
Aug 14, 2009 @ 12:01:09
si jati? hehe … mas suwung bisa saja nih!
Aug 13, 2009 @ 08:43:44
Semangaaaaaaaat.. temukan jati diri manusia.. dan jadilah manusia seutuhnya meliputi lahir bathin sebagai modal mengembalikan jati diri bangsa
Salam Sayang
.-= Baca juga tulisan terbaru KangBoed berjudul Kesadaran Diri Manusia =-.
Aug 14, 2009 @ 11:57:12
terima kasih banget supportnya, kangboed.
Aug 11, 2009 @ 17:23:25
Selamat oy.. tak dukung dan tak gendong wis hehehe, mampir ke blogku mas…..
translate
Aug 13, 2009 @ 00:56:41
terima kasih supportnya, mas.
Aug 11, 2009 @ 15:59:04
oh… begitu ya pak?
Aug 13, 2009 @ 00:53:23
hehe … mbak vicky bisa saja nih, haks.
Aug 11, 2009 @ 14:14:22
widiw, ikut lomba toh mas, tak doain menang deh…
.-= Baca juga tulisan terbaru okta sihotang berjudul Mengapa menilai seseorang dari penampilan ? =-.
Aug 13, 2009 @ 00:50:55
hehe … iya,m mas okta, tapi semata-mata tertarik pada temanya kok, kalau kontes seo-nya, duh tiarap aja deh!
Aug 11, 2009 @ 08:02:48
tulisan yg bener2 bagus, bung sawali…
aq setuju ama poin ke-3 dr pendapat bung sawali yaitu kita kehilangan tokoh yg sopan dlm berbicara dan santun dlm bertindak, dan jg penegakan hukum yg lemah
tanpa faktor2 tsb, alamat bangsa ini malah menuju kehancuran…
.-= Baca juga tulisan terbaru toim berjudul Kecanduan Kola =-.
Aug 13, 2009 @ 00:21:34
terima kasih apresiasinya, bang toim.
Aug 10, 2009 @ 23:03:38
Tak nambah pak ben menang, salam kenyal buat Yu Jinah. Yu, aku pesen jamu karo sing nggendhong sisan :d
.-= Baca juga tulisan terbaru Wandi thok berjudul Konsistensi Ngeblog =-.
Aug 11, 2009 @ 14:06:38
@Wandi thok,
Ojo kesusu @Mbah Wandi… hehehe
.-= Baca juga tulisan terbaru haniifa berjudul Konsep bilangan biner berawal dari Al Qur’an =-.
Aug 13, 2009 @ 00:07:20
walah, pak wandi bisa saja nih. terima kasih supportnya, pak, meski harapan jadi pemenang itu amat tipis, karena saya ikutan semata2 tertarik karena temanya, kok, hehe ….
Aug 09, 2009 @ 22:30:25
Mas Sawali…
Waah….tulisannya hebat…tak doakan menang..
Moga moga banyak dibaca sehingga yu Jinah ,yu jinah yang lain juga boleh bermimpi…bahwa kedepan akan ada perubahan.
btw…Bunda mampir nih,sering baca komen panjenengan di blog teman teman…
Aug 12, 2009 @ 20:44:26
wah, terima kasih apresiasi dan supportnya, bu dyah.
Aug 09, 2009 @ 13:25:07
@Mas Sawali.
Subhanallah
Saya kira impian Yu Jinah sedikit demi sedikit akan menjadi kenyataan, bukan sulap dan bukan sihir dengan adanya media ini… semakin nyata ketidak berdayaan wong cilik atas ketidak adilan setidaknya bisa diakomodir bahkan tidak sedikit ditindak lanjuti oleh yang lebih berkompeten…
Salam hangat selalu @mas.
#Haniifa
.-= Baca juga tulisan terbaru haniifa berjudul Ka Wan Ka Wawan Ahlul Omdo =-.
Aug 12, 2009 @ 18:50:23
begitulah kenyataan sosial yang masih sering terjadi di negeri pini, mas hanif. persoalan moral dan nilai2 kejujuran nyaris sulit mendapatkan tempoat sehingga melahirkan barman2 tompel yang luar biasa banyaknya.
Aug 09, 2009 @ 08:41:13
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat terchayank
I Love U Fuuuuullllllllll
Aug 12, 2009 @ 02:59:20
salam cinta damai dan kasih sayang juga, kangboed, saudaraku yang baik.
Aug 08, 2009 @ 14:18:16
hehe….banyak makna yang terkandung di tulisan ini….
>-
makasih Pa’ sungguh pengalaman yang berharga setiap membaca postingan Pa’ sawali…
Aug 12, 2009 @ 02:52:54
terima kasih atas apresiasinya, masher.
Aug 08, 2009 @ 10:22:23
kayak nama band aja
.-= Baca juga tulisan terbaru kyra.curapix berjudul Percaya Kalau Manusia Biru Itu Ada??? =-.
Aug 12, 2009 @ 02:52:32
band apaan tuh, mas rezky?
Aug 08, 2009 @ 08:30:21
MARI KITA MULAI DARI MEMBENTUK DIRI KITA MASING MASING AGAR MENJADI MANUSIA SEUTUHNYA DAN MULAI BERBAGI DENGAN SESAMA
SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG ‘TUK SAHABATKU TERSAYANG
I LOVE YOU PHUUUUUUULLLLLL
.-= Baca juga tulisan terbaru KangBoed berjudul Mengembalikan Jati Diri Bangsa =-.
Aug 12, 2009 @ 02:52:01
sepakat, kangboed, sepakat. suer! hehe …
Aug 08, 2009 @ 07:46:01
SULIT SUNGGUH SANGAT SULIT
(
LEBIH BAIK KITA BENAHI DIRI MASING MASING MENEMUKAN JATI DIRI MANUSIA SEUTUHNYA HAYUUUUUUUUUUUUUUUUUU
SALAM SAYANG
I LOVE YOU PHUUUUUUUULLLLLLL
Aug 12, 2009 @ 02:49:52
sepakat, kangboed. untuk membangun kesadaran kolektif memang diperlukan kesadaran dari masing2 individu dulu.
Aug 08, 2009 @ 04:26:32
Ijin memberikan tambahan Pak Sawali, untuk langkah mengembalikan Jati Diri bangsa, adalah meminimalisir atau kalo perlu menghentikan masuknya racun-racun hedonisme ke hati para anak muda kita termasuk kita, yang masuk lewat tontotan yang setiap hari hadir di dalam ruang keluarga kita di acara televisi.
Prihatin dengan sajian tontonan televisi (baca: sinetron)yang sebagian besar merupakan “racun terselubung” bagi masyarakat Indonesia, yang tidak jarang akan membentuk Barman Tompel Barman Tompel baru di masyarakat.
Salam
(Semoga Menang Kontes)
.-= Baca juga tulisan terbaru sakurata berjudul Masih Tentang Perjodohan =-.
Aug 12, 2009 @ 02:44:42
wah, terima kasih banget tambahannya, mas sakurata, saya setuju banget. racun2 hedonisme itu yang sebagian besar telah ikut andil meruyaknya gaya hidup di luar batas kewajaran.
Aug 07, 2009 @ 21:04:26
salam sukses selalu pak…siiip
.-= Baca juga tulisan terbaru buwel berjudul Alifiani =-.
Aug 13, 2009 @ 04:12:23
@buwel,
terima kasih atas apresiasinya, mas buwel.
Aug 07, 2009 @ 16:18:08
Selamat mengikuti kontes SEO ini pak, semoga sukses
.-= Baca juga tulisan terbaru achmad sholeh berjudul Renungan Menjelang Ramadhan =-.
Aug 08, 2009 @ 03:33:45
hehe … saya kebih tertarik temanya ketimbang kontes seo-nya, pak, hehe …
Aug 07, 2009 @ 14:38:31
Kalau bukan SEO-nya yang jadi “juri” melainkan bobotnya. Tulisan ini yang paling aku jagokan.
Mudah2an sukses Pak
Aug 08, 2009 @ 03:31:46
walah,m mas qisthon? terima kasih apresiasinya.
Aug 07, 2009 @ 10:06:47
diantara seluruh artikel mengembalikan jatidiri bangsa bangsa artikel ini paling bagus pak..
semoga menang..
Aug 08, 2009 @ 03:24:36
walah, mas azaxs bisa saja nih. keikutsertaan saya semata2 tertarik karena temanya, mas azaxs. kalau soal seo saya mesti tiarap, haks.
Aug 06, 2009 @ 19:17:50
semoga jati diri bangsa yang sedang di bangun ini tetap tidak tercerabut dari akarnya,…
jan-jane lak mboten kagungan jati diri bangsa to nggih pak
.-= Baca juga tulisan terbaru suryaden berjudul Double Sunrise di Gunung Sikunir =-.
Aug 08, 2009 @ 03:08:07
wah, repot juga ini, mas surya, hehe …. tapi sejatinya bangsa kita memiliki kekayaan nilai kearifan lokal yang bisa menjadi bagian dari jati diri bangsa. sayangnya, banyak pihak yang belum peduli utk merevitalisasinya.
Aug 06, 2009 @ 01:47:49
wow…. semangat pak, optimis bapak pasti bisa he..he..
>-
.-= Baca juga tulisan terbaru arifudin berjudul Ambal warsa KotaReyog.Com =-.
Aug 08, 2009 @ 02:53:22
terima kasih supportnya, mas arif.
Aug 05, 2009 @ 18:23:06
Masih ingat saat olah raga bulu tangkis negara kita sedang jaya2 nya….tidak peduli pemain kita memiliki agama/ras apapun.,segenap lapisan masyarakat kita mendoakannya, mendukungnya dan mengelu elu kannya, semangat kebersamaan, persatuan dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia sangat terasa….
Olah raga merupakan salah satu alat pemersatu…
Aug 08, 2009 @ 02:53:03
bener banget, mas srex. sayangnya, olahraga bulu tangkis sekarang ini agaknya telah menjadi bagian dari industri, sehingga gagal mempertahankan idealisme.
Aug 05, 2009 @ 16:45:32
mengembalikkan jati diri bangsa di mulai dari diri sendiri
>-
Aug 08, 2009 @ 02:51:50
sepakat banget, mas calengklik. jika semua memulainya, pasti akan menjadi kesadaran kolektif hingga akhirnya jati diri yang hilang itu bisa dirajut dan dibangun kembali.
Aug 05, 2009 @ 14:26:34
jatidiri bangsa ini adalah sebagaimana yang telah dirintis oleh para leluhur kita.
kejayaan majapahit, sriwijaya, dan mataram adalah bukti dari kejayaan bangsa ini yang berjatidiri….
.-= Baca juga tulisan terbaru ciwir berjudul Tulisan Ke-100 =-.
Aug 05, 2009 @ 16:39:05
@ciwir,
Pancasila
bener nggak ?
Aug 08, 2009 @ 02:50:34
hehe … sebagai ideologi bangs, pancasila memang telah menjadi bagian dari jati diri bangsa, mas galih.
Aug 08, 2009 @ 02:49:42
wah, terima kasih banget tambahan infonya, mas santri, sepakat banget nih, saya, hehe …
Aug 05, 2009 @ 12:05:31
Yang menyedihkan, semakin banyak orangtua yang tak mengenali anaknya dengan baik. Dan kaget saat si anak kena narkoba, ugal2an dijalanan, menjadi perampok, teroris dll.
Padahal tugas orangtua tak pernah berhenti, bahkan sampai si anak dewasa dan berkeluarga. Nilai-nilai jati diri bangsa, harus juga diterapkan dalam nilai-nilai keluarga, yang akhirnya melekat pada diri anak, sehingga kalau mau melanggar, si anak akan merasa bersalah sendiri, walau orangtua tak mampu.
Tak ada alasan orangtua sibuk, saya banyak melihat kesibukan tak menghilangkan kesempatan orangtua untuk dekat dengan anaknya.
.-= Baca juga tulisan terbaru edratna berjudul Nonton ” Blind Pig Who Wants To Fly” di Teater Terbuka Salihara =-.
Aug 08, 2009 @ 02:49:02
terima kasih ltambahan infonya, bu. orang tua memang memiliki peran yang sangat penting dalam membangun karakter, kepribadian dan jati diri anak.
Aug 05, 2009 @ 11:02:05
panjang juga ya tulisannya
seperti biasa pak. fast reading aja
cm baca judulnya dan sedikit paragraf pertama
klo masalah jati diri, seperti yang dikatakan para ulama ‘tegakkan islam dalam hatimu, niscaya ia akan tegak di negerimu’
salam semangat!!!
.-= Baca juga tulisan terbaru Rigih berjudul The Legend : Unicorn =-.
Aug 08, 2009 @ 02:47:27
hehe … fast reading pun ndak masalah, mas bayu, hehe …. terima kasih tambahan infonya.
Aug 05, 2009 @ 07:59:24
mungkin karena pengaruh budaya luar via tv ya pak?
Aug 08, 2009 @ 02:46:31
ada benarnya juga, mas. tv agaknya telah mampu menyihir banyak orang hingga akhirnya banyak yang melupakan jati dirinya.
Aug 05, 2009 @ 00:42:25
Jati diri bangsa ini telah digerogoti dengan khayalan dan kerusakan yang diciptakan oleh tayangan televisi maupun media lain. Dan kini yang baik malah jadi musuh, perjuangan bukanlah impian namun tindakan nyata dan keadilan bukanlah bualan namun kejujuran.
Aug 08, 2009 @ 02:43:12
bisa jadi benar, mas putut. media memang besar pengaruhnya terhadap jati diri dan kepribadian bangsa. makanya komisi penyiaran harus lebih kerja keras dalam memantau siaran2 publik lewat tv.
Aug 04, 2009 @ 22:30:24
sudah susah mengembalikan jati bangsa pak.
kita capek2 bertahan tapi sana negara di’jual’ terus…
.-= Baca juga tulisan terbaru novi berjudul Hari Anak Nasional =-.
Aug 08, 2009 @ 02:41:34
itulah yang kita khawatirkan, mas novi, jadi makin repot kalau perjuangan memburu jati diri malah terhambat oleh ambisi segelintir orang yang ingin menggadaikan dan menjual negara, doh.
Aug 04, 2009 @ 21:36:34
:d/ halo..pak guruuu, pakde datang berkunjung lagi nih….
Membaca analisanya sangat luar biasa mas. two thumbs for you!!
Ini pencerahan, penyegaran. Smoga bukan hanya sebatas tulisan. kita yang mebaca tergerak untuk menemukan sebuah progres.two thumbs
.-= Baca juga tulisan terbaru pakde berjudul Rumah Inspirasi pakde =-.
Aug 08, 2009 @ 02:40:09
walah, pakdhe, terima kasih apresiasinya. saya sepakat, semoga ini bukan hanya sekadar wacana tulisan dalam blog, melainkan juga akan menjai sebuah realitas kehidupan di negeri ini.
Aug 04, 2009 @ 20:44:20
Maju dan semangat terus serukan kebangkitan Jati diri Bangsa
Aug 08, 2009 @ 02:38:40
sepakat, kangbioed, ayo semangat!
Aug 04, 2009 @ 20:38:24
Wadooooooh salute dukung dah sama saya yaaaaaaaa..
Aug 08, 2009 @ 02:38:19
terima kasih, kangboed.
Aug 04, 2009 @ 20:06:21
Semoga sumbangan tulisan para kontestan kontes seo mengembalikan jatidiri bangsa dapat mennyebarkan energi positif yang mampu mendorong para pembacanya untuk berlaku positif dan menyebarkan gagasan-gagasan untuk mengembalikan jatidiri bangsa itu lebih luas lagi. Dengan demikian, saya kira usaha untuk mengembalikan jatidiri bangsa itu bukanlah sebuah utopia melainkan sebuah usaha yang akan dapat diwujudkan.
.-= Baca juga tulisan terbaru kombor berjudul Mari Dukung Bu Prita Lagi Dengan Mendukung Petisi Keadilan Untuk Prita Adalah Keadilan Untuk Semua =-.
Aug 08, 2009 @ 02:37:54
amiiin, mudah2an demikian, mas arif. itulah salah satu motivasi saya utk ikutan kontes ini, bukan kontes seo-nya, melainkan lantaran temanya yang memang menarik utk diikuti.
Aug 04, 2009 @ 19:59:03
Selain yang sudah dibahas diatas, jati diri bangsa sebenarnya sudah melekat pada dasar negara kita yaitu Pancasila.Sayangnya,sekarang ini orang Indonesia seolah tabu membicarakan Pancasila, tidak seperti jaman orde baru.
Pancasila adalah way of live bangsa Indonesia yang nilai-nilainya tak lekang oleh panas dan tak lapouk oleh hujan.
Salam hangat dari pakde di Surabaya mas.
Aug 08, 2009 @ 02:36:52
salam hangat juga, pakde, dari kendal. saya sepakat banget, pakdhe, sbg ideologi bangsa, pancasila memang perlu terus digali dan direvitalisasi agar benar2 menjadi bagian dari jati diri bangsa yang selama ini dinilai sudah mulai luntur.
Aug 04, 2009 @ 18:33:03
Kisah Barman Tompel emang banyak terjadi di sekitar kita pak.. bisa saja dia seperti itu karena pengaruh lingkungan.. mengembalikan jati diri bangsa ya mulai aja dengan memperbaiki lingkungan keluarga.. masyarakat dan bernegara!! klau smua dh baik jati diri bangsa insyaallah akan kembali.
.-= Baca juga tulisan terbaru zoel berjudul Mereka ada dimana mana =-.
Aug 07, 2009 @ 23:29:46
itulah kenyataan yang terjadi di negeri ini, bang zoel. saya sepakat kalau utk memngembalikan jati diri bangsa perlu dimulai dari diri sendiri.
Aug 04, 2009 @ 17:06:15
sukses wae ya pak
Aug 07, 2009 @ 23:28:54
terima kasih supportnya, mas noer.
Aug 04, 2009 @ 14:09:07
Apakah ini jua berarti ikutan kontes pak..hehhh..
Tp kalo kontes mengembalikan jati diri itu apa yah he..
*binun..*
Aug 07, 2009 @ 23:28:11
sekadar meramaikan kontes, sangbayang, hehe … saya tertarik karena temanya, kalau seo, doh, tiarap aja deh, hehe ….
Aug 04, 2009 @ 11:51:17
Selamat siang mas . .
Aug 07, 2009 @ 21:49:54
selamat malam juga, mas dika, hehe …
Aug 04, 2009 @ 11:42:06
revitalisasi nilai-nilai budaya bangsa untuk membangkitkan kembali kearifan lokal…
>-
ini yang oleh Presiden pertama RI Ir. Soekarno disebut sebagai Berkepribadian di bidang budaya.
Aug 07, 2009 @ 21:49:31
wah, ajaran bung karno itu hingga sekarang ternyata masih sangat relevan dan inspiratif.
Aug 04, 2009 @ 11:37:31
revitalisasi nilai-nilai budaya bangsa untuk membangkitkan kembali kearifan lokal…
>-
Aug 07, 2009 @ 21:48:52
sepakat banget, mas mahendra.
Aug 04, 2009 @ 11:22:01
juragane turun gunung melu kontes SEO… tambah ramai dunia persilatan… hehehehehehe… :d/
kalau kata kuncinya, “menggali dan merevitalisasi nilai-nilai keramahan dan kearifan lokal”; saya dukung 100% !!!
.-= Baca juga tulisan terbaru itempoeti berjudul Intelijen, Polisi dan Terorisme =-.
Aug 07, 2009 @ 21:48:28
keikutsertaan saya dalam kontes ini semata2 tertarik karena temanya, mas itempooeti, hehehe … dalam soal seo, saya harus tiarap, haks.
Aug 04, 2009 @ 09:42:49
Memang sudah akut masalah di bangsa ini, entahlah satu sama lain saling berkorelasi memperumit masalah. Ah tapi tulisan ini sepertinya mengajak saia untuk tetap optimis memandang Indonesia.. yang tetap ramah dan bersahaja :d
.-= Baca juga tulisan terbaru dhodie berjudul Suci Lestarini, Penggagas Ladangbuku.com =-.
Aug 07, 2009 @ 21:46:48
itulah kenyaaan sosial-budaya yang terjadi di negeri ini, mas dhodie, rumitnya persoalan yang dihadapi bangsa ini agaknya sangat besar penaruhnya terhadap jati diri bangsa jyang dinilai mulai luntur itu,
Aug 04, 2009 @ 08:50:08
Michael, a very interesting post thanks for writing it!
Aug 07, 2009 @ 21:45:35
thanks.
Aug 04, 2009 @ 08:28:16
Mas Sawali,
Ini kontes ya. Pertama saya dukung ya mas, semoga menang. Tulisan mas sawali memang top, bahasanya mantap sekali. Tidak mudah ditiru karena ini lahir dari pemikiran & matangnya pengalaman.
Saya paling setuju dengan yang kedua mas, fungsi pendidikan nasional. Itu adalah pondasi terpenting buat negeri ini, selain elemen2 lainnya tentu ya mas.
.-= Baca juga tulisan terbaru zee berjudul wiken kebanyakan makan =-.
Aug 07, 2009 @ 21:35:52
walah, makasihj banget supportnya, mbak zee. kweikutsertaan saya dalam kontes ini sesungguhnya karena temanya, kalau soal seo, doh, saya mesti tiarap, mbak zee, hehe …
Aug 04, 2009 @ 05:47:06
Baca artikel ini, jadi mrasa malu karena rasanya belum ada sumbagsih yang saya berikan ke negeri ini.
Artikel yang sangat menarik Om, semoga kontesnya menang ya
.-= Baca juga tulisan terbaru sakurata berjudul Mampetnya Kran Ide =-.
Aug 07, 2009 @ 21:34:03
terima kasih supportnya, keikutsertaan saya dalam kontres ini sematamata tetarik karena temanya, kalau soal seo, saya harus tiarap, mas, hehe ….
Aug 04, 2009 @ 03:19:44
kunjungan perdana nih….
jadi semangat tuk perbaiki diri… mengembalikan fitrah diri…
akhir2 via bw ini banyak baca posting keren yg memotivasi diri nih…
_salam anget_
Aug 07, 2009 @ 21:32:56
salam hangat jugha, mas acha. makasih kunjungan dan komentarnya.
Aug 04, 2009 @ 02:04:03
muantab mas artikelnya….saluuutttt
.-= Baca juga tulisan terbaru buwel berjudul Rindu amarah =-.
Aug 07, 2009 @ 20:54:28
terima kasih apresiasinya, mas buwel.
Aug 03, 2009 @ 23:16:53
wah panjang bgt….
klo menurut saya harus dimulai dari diri sendiri dulu….indo ini memang aneh…lha wong maen bola kalah aja rusuh…apalagi pemilu kalah….wkwkwk
.-= Baca juga tulisan terbaru m4stono berjudul Belajar di Angkringan =-.
Aug 07, 2009 @ 20:38:11
betul sekali, mas tono. utk mengembalikan jati diri bangsa memang perlu dimulai dari diri sendiri hingga akhirnyua menjadi kesadaran kolektif.
Aug 03, 2009 @ 22:13:38
mari pak guru, kita ramaikan kontes seo ini. Good Luck pak
.-= Baca juga tulisan terbaru khairuddin syach berjudul Jualan Link Bermodalkan Blogspot =-.
Aug 07, 2009 @ 19:57:13
iya, mas khai, saya tertarik dengan temanya, kalau soal seo, saya menyerah saja sama mas khai, semoga sukses kontesnya, mas.
Aug 03, 2009 @ 20:45:44
Selamat mengikuti lomba Pak … saya dukung
.-= Baca juga tulisan terbaru istiyanto berjudul Pak Guru Si Kutu Buku =-.
Aug 07, 2009 @ 19:55:16
terima kasih aporesiasi dan dukungannya, pak is.
Aug 03, 2009 @ 20:19:10
Wah keren kupasannya hehehe semangat ya pak sukses selalu untuk pak sawali
.-= Baca juga tulisan terbaru ajengkol berjudul Wedding Party : Matius Suwandi dengan Mei Dwi Wahyuni =-.
Aug 07, 2009 @ 19:54:51
terima kasih supportnya, mbak ajeng.
Aug 03, 2009 @ 19:32:07
Ini tulisan yang bermutu. Jarang-jarang ada tulisan entri kompetisi yang ditulis secara serius dan memiliki konten yang sesungguhnya. Terima kasih telah membuat dunia blog Indo tetap sarat isi.
Btw, tentang jati diri bangsa, Indonesia tidak punya jati diri. Percuma dikembalikan ataupun digali. Kita harusnya lebih pusing untuk menciptakannya… karena sudah sangat terlambat sekali.
Salam revolusi romansa,
Lex dePraxis
Unlocked!
.-= Baca juga tulisan terbaru Lex dePraxis berjudul Langkah Instan Atasi Emosi Akibat Konflik =-.
Aug 07, 2009 @ 19:53:59
wah, terima kasih tambahan info dan apresiasinya, mas.
Aug 03, 2009 @ 18:49:34
Sebelum mengembalikan jati diri bangsa, alangkah baiknya jika para pemimpin dan diri kita sendiri memperbaiki jati diri pribadi masing-masing..
Aug 07, 2009 @ 19:53:23
setuju banget, farhan, idealnya memang demikian.
Aug 03, 2009 @ 18:48:08
saya siap mendukung tulisan ini pada kontes SEO ini…
budhal gawe tulisan…
.-= Baca juga tulisan terbaru ciwir berjudul Otonomi Desa =-.
Aug 07, 2009 @ 19:52:59
terima kasih dukungannya, mas santri.
Aug 03, 2009 @ 18:09:51
:d/ tetap semangat mengembalikan jati diri bangsa
Aug 07, 2009 @ 19:52:33
iya, mas, terima kasih supportnya.
Aug 03, 2009 @ 18:01:31
Wahhh tulisan nya bagus bgt pak…menohok…langsung ke hulu hati…itulah realitas kekinian kita…
.-= Baca juga tulisan terbaru imoe berjudul …perihal adopsi… =-.
Aug 07, 2009 @ 19:52:12
terima kasih apresiasinya, mas imoe.
Aug 03, 2009 @ 17:11:40
Jangan-jangan kita ini tidak punya jatidiri? Lho ?
:d
.-= Baca juga tulisan terbaru lovepassword berjudul Bushro Blogspot antara Pengumuman Nurdin , Orang Cari Sensasi, Atau Perang SEO =-.
Aug 07, 2009 @ 19:51:34
wah, kalau sudah tak punya jati diri, doh makin repot nih pastinya, mas love.
Aug 03, 2009 @ 16:48:23
Aug 07, 2009 @ 19:50:35
terima kasih apresiasinya, mas bambosi.
Aug 03, 2009 @ 16:12:57
mengembalikan jati diri bangsa kalau saya artikan berarti kembali ke fitrah, kembali ke awalnya, bagaimana dulu bangsa kita terkenal dengan keramahannya, terkenal dengan kegotong royongan antar warga, saling hormat menghormati antar agama, antar suku dan berbagai jenis ras dan golongan yang ada,,,
mari kita benahi diri kita untuk selalu maju dan berkembang ke arah positif, ke arah yang lebih baik….
jaya terus Indonesia kita, jaya terus….
.-= Baca juga tulisan terbaru alfaroby berjudul kembali ke batik alami =-.
Aug 07, 2009 @ 19:50:08
sepakat banget, mas faroby. idealnya memang mesti begitu.
Aug 03, 2009 @ 12:50:24
wah2 semangat yah pak ^^
.-= Baca juga tulisan terbaru Business knowledge (dofollow) berjudul How to Make Service Process Blueprint =-.
Aug 07, 2009 @ 19:49:28
terima kasih suppoirtnya.
Aug 03, 2009 @ 12:05:51
sepertinya yang paling berperan besar adalah faktor lingkungan & pendidikan
.-= Baca juga tulisan terbaru casual cutie berjudul Lancome Oscillation Powerbooster =-.
Aug 07, 2009 @ 19:48:11
betul sekali, mbakl cutie, faktor lingkungan dan pendidikan memamng cukup besar dalam upaya mengembalikan jati diri bangsa yang hilang itu.
Aug 03, 2009 @ 11:45:42
ada satu lagi dalam pemikiran saya Pak Sawali, yaitu peran media terutama televisi dan teknologi IT. Perlu juga adanya itikad yang luhur dari para penyelenggara media agar memiliki program yang memberikan sumbangsih bagi terjaganya jati diri bangsa. begitu
.-= Baca juga tulisan terbaru mascayo berjudul Belajar ikhlas agar hidup lebih bergairah =-.
Aug 07, 2009 @ 19:47:11
sepakat banget, mascayo. peran media memang sangat besar dalam upaya mengembalikan jati diri bangsa kita.
Aug 03, 2009 @ 10:48:00
wahh jan pak artikel ini keren banget… aku ikut mendukung pak.. kembalikan jati diri bangsaa… semoga menang seo pakk
.-= Baca juga tulisan terbaru jidat berjudul ANTI OSIS GOLPUT | PECINTA ALAM PONOROGO =-.
Aug 07, 2009 @ 19:46:16
terima kasih supportnya, mas jidat.
Aug 03, 2009 @ 07:36:42
Semoga saja jati diri bangsa yang baik kembali
Aug 07, 2009 @ 19:45:39
amiiin, bgitulah ysang kits harapkan, mas ari.
Aug 03, 2009 @ 07:29:27
Here a ton of information here. Thanks! I’ll be back for more
Aug 07, 2009 @ 19:43:50
thanks for your attention!
Aug 07, 2009 @ 19:44:54
thanks!
Aug 03, 2009 @ 06:36:30
Sepertinya saya harus banting stir, mengalihkan dukungan “mengembalikan jati diri bangsa” ke tulisan pak sawali ini…
Jujur saja pak! Saya belum menemukan tulisan “mengembalikan jati diri” yang sebernas ini… (soal ini saya setuju sama mas Dony Verdian)
*siap2 kasih backlink*
.-= Baca juga tulisan terbaru Andy MSE berjudul Wisata Blogger 2009: Appendix-1 | Wawancara Blogger Nasional tentang Batik Wonosobo =-.
Aug 07, 2009 @ 19:43:21
wah, terima kasih banget dukungannya, mas andy.
Aug 03, 2009 @ 06:19:21
Menang ndak menang lomba itu, menurutku artikel ini sudah cukup ‘memenangkan’ hati yang nggak ‘tenang’ melihat arus maju bangsa kita, Pak
.-= Baca juga tulisan terbaru DV berjudul Tentang Mood Foto =-.
Aug 07, 2009 @ 19:42:54
walah, terima kasih apresiasinya, mas don.
Aug 03, 2009 @ 03:09:16
ikut menyemangati aja, om sawali.
sayangnya ini lomba seo. kalo lomba kualitas artikel, diriku mantabs sekali kalo ini salah satu artikel jajaran atas di antara sekian artikel pengikut kontes ini.
salam
.-= Baca juga tulisan terbaru ~noe~ berjudul Seleksi Delenger =-.
Aug 07, 2009 @ 19:42:00
terima kasih supportnya, mas noe.
Aug 03, 2009 @ 01:37:56
Bahasanya sungguh tinggi sekali pak Wali, aku ora tekan mikire.
.-= Baca juga tulisan terbaru Wandi thok berjudul Road to 200 post =-.
Aug 07, 2009 @ 18:47:54
walah, ndak juga, kok, pak wandi. ini di kosan atau di rumah? hehe ….
Aug 07, 2009 @ 19:52:23
Selamat mengikuti kontes pak, semuga menang, sekarang sih aku di kos, kalo ngeblognya dari rumah walah, nggak uman wektu pak.
Aug 02, 2009 @ 23:26:44
Jati diri bangsa? Gimana Pak, kalo dulu Ken Arok bersedia membunuh pembuat kerisnya, masuk jati diri bangsa juga bukan ya? Terus legenda Tangkuban Perahu dan Prambanan, kerja sedikit hasil banyak, jati diri bangsa bukan? Jangan-jangan, memang begitu itu jati diri bangsa Indonesia Pak.
.-= Baca juga tulisan terbaru Iwan Awaludin berjudul Excel Ganti Matlab =-.
Aug 07, 2009 @ 18:47:16
hmmm … rumit juga sejarah negeri ini, ya, pak iwan? agaknya tidak semua karakter harus menjadi jati diri bangsa. karakter2 yang mampu membuat peradaban menjadi lebih terhormat dan bermartabat yang perlu direvitalisasi, sedangkan kasus2 kekerasan dan tidak rasional tak perlu lagi direvitalisasi.
Aug 02, 2009 @ 23:25:39
* “The strength of a nation is derived from the integrity of its homes” by: Confucius.
* Maka, kekuatan bangsa, jati diri bangsa ini harus dibangun dari individu-individu yang sadar betapa bangsa kita adalah rumah yang terhormat. Bukan orang seperti Barman Tompel.
* Selamat berkompetisi pak. Semoga menang…:)>-
Aug 07, 2009 @ 18:45:20
terima kasih tambahan info dan supportnya, mas teguh.
Aug 02, 2009 @ 22:29:54
Lanjutkan pak, semoga sukses
Aug 07, 2009 @ 18:44:37
wah, slogan itu ternyata masih kontekstual juga, ya, mas pencerah? siap!
Aug 02, 2009 @ 22:05:13
Kembalikan Kayu Jati Bangsa…
.-= Baca juga tulisan terbaru marsudiyanto berjudul Duaan =-.
Aug 07, 2009 @ 18:44:00
hehehe …. cocok banget kalau yang bverteriak hilangnya kayu jati bangsa itu pak mar, hehe ….
Aug 02, 2009 @ 21:15:22
Wuih..kontes seo lagi? good luck aja pak, semoga berhasil..
Aug 07, 2009 @ 18:42:55
terima kasih supportnya, mas juns.
Aug 02, 2009 @ 20:58:31
selamat mengikuti kontes SEO dan mudah mudahan tulisanya juga tetap selalu bermanfaat
salam kangen
.-= Baca juga tulisan terbaru genthokelir berjudul Kerinduan =-.
Aug 07, 2009 @ 18:42:32
salam kangen juga, mas totok, wah, mesti sedang banyak kerjaan yang menumpuk, nih, ok, mas totok, semoga tugasnya cepet kelar, yak?
Aug 15, 2009 @ 11:26:09
@Sawali Tuhusetya, Semoga sukses Pak, Kunjungan balik neh, senang bisa berkenalan, semoga bisa menjadi tali silahturahmi.
:d/
.-= Baca juga tulisan terbaru ansav berjudul Ansav 2.0.42 Update 02 Aug 2009 =-.
Aug 16, 2009 @ 15:42:46
terima kasih, mas.
Aug 27, 2009 @ 08:45:17
aji berusaha untuk menjadi yang terbaik bagi negara dan bangsa ini…..
.-= Baca juga tulisan terbaru aji berjudul buka puasa di mesjid =-.
Aug 29, 2009 @ 17:02:32
saya doakan, semoga keinginan aji bisa terwujud, yak?
beritajitu.com
Aug 02, 2009 @ 20:38:06
Mengembalikan Jati Diri Bangsa: Haruskah Menjadi Sebuah Utopia?…
Langkah yang dilakukan oleh portal BeritaJitu.com yang menggelar Kontes Seo bertema Mengembalikan Jati Diri Bangsa layak diapresiasi. Dari event ini akan menggema suara para bloger, bagaimana seharusnya bersikap dalam menghadapi makin rumit dan komplek…