20Jul 2009 93 Comments2,112 pembaca
Membaca Cepat di Tengah Tantangan Gelombang Informasi
Pada era global, dunia ditandai dengan ledakan informasi yang menyergap di segenap lini dan lapis kehidupan. Hampir setiap hari, informasi dari berbagai belahan dunia mengalir deras melalui lorong-lorong media, baik cetak maupun elektronik. Koran, tabloid, majalah, radio, televisi, atau internet banyak diburu orang. Tidak berlebihan jika banyak kalangan menyebut saat ini dunia benar-benar sudah berada di abad gelombang informasi. Mereka yang mampu menguasai informasi, demikian ungkapan yang sering kita dengar, dunia berada dalam genggamannya.
Sejarah telah membuktikan, penguasaan informasi menjadi “kata kunci” untuk membangun sebuah peradaban. Theodore Roosevelt, John F. Kennedy, Jimmy Carter atau Indira Gandhi adalah beberapa tokoh dunia yang mampu membuat sejarah. Pengaruhnya sering mengguncangkan orang sejagat pada zamannya. Berbagai penelitian menunjukkan, mereka adalah tokoh-tokoh dunia yang “keranjingan” membaca. Konon, kemampuan membaca mereka mencapai 1.000 kpm (kata per menit). Luar biasa! Karena kemampuan membacanya yang luar biasa itulah mereka mampu mengambil keputusan secara cerdas, cepat, dan brilian. Hal- hal penting yang mereka putuskan sering kali dipengaruhi oleh buku- buku yang mereka baca. Ini artinya, kemampuan membaca memiliki korelasi yang cukup signifikan terhadap penguasaan informasi. Dengan kata lain, kemampuan membaca cepat merupakan hal yang niscaya untuk dikuasai jika ingin mendapatkan informasi secara cepat dan akurat.
Membaca cepat merupakan aktivitas yang melibatkan kerja otak dan gerak mata. Oleh sebab itu, kemampuan membaca cepat setiap orang berbeda. Hal itu sangat dipengaruhi oleh kemampuan melakukan gerak mata dan mengoptimalkan kerja otak secara efektif. Meskipun demikian, kemampuan membaca cepat dapat dikuasai siapa pun yang mau belajar dan berlatih intensif.
Kesalahan umum yang sering dilakukan oleh seseorang dalam membaca adalah terlalu menekuni detail sehingga kehilangan ide sentralnya. Menemukan ide pokok paragraf atau bacaan adalah kunci untuk memahami apa yang kita baca. Jika ide pokok telah kita kuasai, detailnya akan menjadi lebih mudah kita kenali. Pendek kata, dalam membaca teks, kita harus cepat menemukan ide pokoknya; jangan membuang waktu untuk menekuni detail.
Membaca merupakan aktivitas yang kompleks dengan mengerahkan sejumlah tindakan yang terpisah- pisah. Kita tidak dapat membaca tanpa menggerakkan mata atau tanpa menggunakan pikiran. Akibat kebiasaan yang terbawa sejak kecil, sering kali kita tidak mampu membaca sebuah teks secara cepat dan efektif. Paling tidak ada enam hambatan yang dapat mengganggu kecepatan membaca, yaitu vokalisasi, menggerakkan bibir, menggerakkan kepala dari kiri ke kanan, menunjuk kata demi kata dengan jari, melakukan regresi (selalu kembali ke belakang), dan subvokalisasi (melafalkan kata-kata yang dibaca dalam batin/ pikiran).
Vokalisasi atau membaca dengan bersuara sangat memperlambat membaca, karena kita harus mengucapkan kata demi kata secara lengkap. Menggumam, meskipun dengan mulut terkatup dan suara tidak terdengar, termasuk membaca bersuara. Untuk menghilangkan kebiasan tersebut, posisikan bibir seperti bersiul ketika membaca dan letakkan tangan di leher (jangan sampai terasa getarannya).
Menggerakkan bibir atau komat- kamit ketika membaca sama lambatnya dengan membaca bersuara. Dengan menggerakkan bibir, kita lebih sering regresi (kembali ke belakang), sebab ketika mata dengan cepat bergerak maju, suara kita masih di belakang. Untuk menghilangkan kebiasaan tersebut, kita bisa merapatkan bibir kuat- kuat, mengunyah permen karet, kedua bibir (bukan gigi) menjepit pensil atau benda lain yang ringan, memosisikan bibir seperti orang bersiul (tanpa suara).
Cara membaca dengan menggerakkan kepala akan menjadi hambatan dalam membaca cepat karena menggerakkan mata itu lebih cepat dan lebih mudah dilakukan daripada menggerakkan kepala. Untuk menghilangkan kebiasaan tersebut, kita bisa meletakkan telunjuk jari ke pipi dan sandarkan siku tangan ke meja ketika selama membaca. Jika tangan terdesak oleh gerakan kepala, sadarlah dan hentikan gerakan itu. Cara yang lain di antaranya tangan memegang dagu seperti memegang- megang jenggot atau meletakkan ujung telunjuk jari di hidung. Jika kepala bergerak, sadarlah dan hentikan gerakan itu.
Cara membaca dengan menunjuk dengan jari atau benda lain sangat menghambat kecepatan membaca karena gerakan tangan lebih lambat daripada gerakan mata. Kebiasaan tersebut dapat dihilangkan dengan cara kedua tangan memegang buku yang dibaca atau memasukkan tangan ke saku selama membaca
Kebiasaan selalu kembali ke belakang (regresi) untuk melihat kata atau beberapa kata yang dibaca bisa menjadi hambatan serius dalam membaca cepat. Kebiasaan melakukan regresi bisa disebabkan oleh kurangnya rasa percaya diri, merasa kurang tepat memahami arti kata/ istilah, merasa kehilangan sesuatu, salah baca terhadap sebuah kata atau kebiasaan melamun. Untuk mengurangi regresi, kita harus menanamkan rasa percaya diri (terus saja membaca, jangan ikuti godaan untuk kembali ke belakang), hadapi bacaan atau terus saja membaca sampai kalimat selesai. Apa yang kita kira tertinggal, nanti akan kita temukan lagi. Ingat bahwa kemampuan mata dan otak kita jauh melebihi perkiraan kita.
Subvokalisasi atau melafalkan dalam batin kata- kata yang dibaca juga menghambat kecepatan membaca karena kita lebih memperhatikan bagaimana melafalkan kata- kata secara benar daripada berusaha memahami ide yang terkandung dalam kata- kata yang kita baca. Kebiasaan tersebut bisa dihilangkan dengan cara melebarkan jangkauan mata sehingga satu fiksasi (pandangan mata) dapat menangkap beberapa kata sekaligus dan langsung menyerap idenya daripada melafalkannya.
Kini, dunia telah melahirkan banyak tantangan. Membaca cepat termasuk salah satu tantangan yang akan mampu menumbuhkan perubahan dalam sikap dan gaya hidup, bahkan juga kecerdasan. Nah, mengapa tantangan semacam ini mesti disia-siakan? ***
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Membaca Cepat di Tengah Tantangan Gelombang Informasi" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (20 July 2009 @ 01:37) pada kategori Bahasa, Budaya, Edukasi, Opini dan telah dikunjungi oleh 2,112 pembaca. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:













Jun 16, 2010 @ 17:19:49
Membaca, sebuah hal yang sederhana namun nyata hasilnya.
Jan 03, 2010 @ 11:30:12
Benar sekali Pak Sawali, salah satu tantangan besar kita adalah bagaimana bisa membaca lebih cepat, lebih cerdas, dengan pemahaman yang lebih baik.
Buat pembaca yang berminat bisa mendownload ebook Speed Reading for Beginners secara gratis di blog saya di http://www.membacacepat.com
Selamat menjadi pembaca cepat dan cerdas
Jan 04, 2010 @ 01:51:36
wah, terima kasih infonya, mas. saya perlu banyak dan sering berkunjung ke blog mas noer nih.
Jul 26, 2009 @ 19:45:16
Scanning and Skimming strategi mengerjakan soal2 ujian. ada banyak bacaan, sementara waktu terbatas. pada ranah media informasi, media sekarang tampaknya cenderung bermain-main pada yang permukaan. orang makin sibuk. informasi2 berkelebatan namun tak tuntas. gosip-gosip simpang siur. orang mengupdate tiap hari. saya lebih suka membaca satu majalah, misalnya, dalam akhir pekan, seharian penuh.
Jul 27, 2009 @ 00:12:08
betul banget, nih, mas, tdk semua teks bisa diselesaikan dg teknik membaca cepat. ada banyak teks yang membutuhkan teknik membaca intensif. salut banget, nih, bisa tuntas membaca satu majalah di akhir pekan.
Jul 24, 2009 @ 06:30:06
pak sawali.. tips ringkas yang bermanfaat, ditengah membanjirnya informasi sepertinya dibutuhkan teknik yang tepat untuk bisa menjaringnya.
.-= Baca juga tulisan terbaru muntaha berjudul Kisah Sedih Desa Morosari Demak: Rumah Terendam, Kuburan Hanyut =-.
Jul 25, 2009 @ 02:36:04
@muntaha,
terima kasih apresiasinya, mas muntaha, hehe …
Jul 23, 2009 @ 13:14:00
Hehehehe.. cepetaaaaaaaaaaaaaaan maaaaaaaas
.-= Baca juga tulisan terbaru KangBoed berjudul Iman dan Cinta =-.
Jul 25, 2009 @ 02:35:31
@KangBoed,
walah! kangboed?
Jul 23, 2009 @ 12:28:53
Hari gini kalau ga membaca cepat rugi..
.-= Baca juga tulisan terbaru Dhimas berjudul Ganti Gaya, Ganti Penampilan! =-.
Jul 25, 2009 @ 02:35:08
@Dhimas, .
bener banget, dhimas, hehe … karena banyaknya info yang mesti diketahui.
Jul 22, 2009 @ 13:30:51
benar Pak, harus belajar bagaimana membaca cepat, kemampuan itu sangat penting untuk dapat lebih banyak menyerap pengetahuan dan ilmu.
apa sudah diterapkan di sekolah, hal ini tentu sangat berguna bila sudah diajarkan pada sekolah dasar. Pernah dengar, katanya tingkat perguruan tinggi saja belum semua mengajarkan hal ini, hanya beberapa saja yang menjadikan mata kuliah, mungkin namanya Metode Belajar?
.-= Baca juga tulisan terbaru HE. Benyamine berjudul PUISI (13): MENCARI AKU =-.
Jul 24, 2009 @ 01:38:29
agaknya membaca memang termasuk salah satu cara yang tepat utk membangun nilai2 kecerdasan, pak be. sungguh disayangkan kalau di PT sama sekali abai terhadap persoalan ini.
Jul 21, 2009 @ 18:20:11
setuju pak. Membaca cepat adalah sebuah tantangan besar yang, menurut saya, memang harus ditaklukkan. Arus informasi demikian cepatnya berputar, tanpa pengimbangan, jelas ini satu nilai minus. seorang rekan kerja pernah bilang: terkutuklah yang tak mau baca dan tak mau menulis Nah…?
Jul 24, 2009 @ 01:07:45
bener banget, mas teguh. di tengah gelombang informasi seperti sekarang, membaca cepat agaknya sudah hrs dijadikan sbg kebutuhan. hehe …
Jul 21, 2009 @ 17:17:23
Kalo di sini gak mungkin aku bisa fast reading pak. Coba kalo dikasih cipok-cipoknya dengan urutan angka, pasti lebih cepat
.-= Baca juga tulisan terbaru Wandi thok berjudul Blogger=JI? =-.
Jul 24, 2009 @ 01:05:31
alah, istilahe pak andi kok ana2 ae, hehe … ana sitilah sipok2 barang, haks.
Jul 26, 2009 @ 20:58:13
Cipok pak, kunci pokok. Kalo dalam satu alenia panjang tulisane biasane pada fast reading. Misal di kasih warna/style yg lain nyang memudahken mata membaca
^O^
Jul 27, 2009 @ 00:13:44
walah, saya pikir sing ngeres2, hehe ….
Jul 21, 2009 @ 16:16:56
Membaca cepat juga penting pak untuk blogwalking. Kadang kita tdk byk waktu. Shg membaca cepat sangat membantu..
Tks infonya pak.
.-= Baca juga tulisan terbaru waw berjudul Pernyataan Presiden Yang Tidak Bijak =-.
Jul 24, 2009 @ 01:04:54
bener banget, mas dewanto, apalagi kalau banyak blog teman yang akan kita sambangi. fast-reading pun bisa diterapkan, asalkan substansi postingannya tetep kena.
Jul 21, 2009 @ 15:58:17
Mungkin tergantung tulisannya juga ya. Adakalanya dibutuhkan kecepatan membaca yang lebih dari biasanya, namun kadang lebih enak lambat agar lebih dihayati, seperti tulisan Pak Sawali kalau terlalu cepat sayang juga, pasalna setiap paragraf penuh makna
.-= Baca juga tulisan terbaru indra kh berjudul Piknik, Aktivitas yang Selalu Dinanti =-.
Jul 24, 2009 @ 00:57:11
walah, mas indra, bisa saja nih., jangan berlebihan dong, hehe … terima kasih apresiasinya. membaca cepat memang ndak harus diterapkan utk setiap teks. membaca jenis ini akan lebih tepat jika digunakan utk mencari informasi sebanyak-banyaknya dalam waktu yang singkat.
Jul 21, 2009 @ 15:47:58
Sampai ketemu di Wonosobo atau kita main ke Kendal yah
.-= Baca juga tulisan terbaru ajengkol berjudul Love Surabaya and You =-.
Jul 24, 2009 @ 00:55:48
sungguh senang kalau mbak ajeng dan mas fay berkenan main ke kendal. kami tungguh, yah?
Jul 21, 2009 @ 15:45:24
Kebiasaan ngoreksi naksah atau paper mahasiswa menjadikan terbiasa membaca cepat juga neh … nice posting pak … pengen ketemu sama pak Sawali hadirkah ke Wonosobo ?
Jul 24, 2009 @ 00:55:18
doh, masf banget, mbak ajeng. kayaknya saya ndak bisa hadir. sekolah sedang banyak kegiatan nih. smg mbak ajeng dan mas fay berkenan mampir ke kendal.
Jul 21, 2009 @ 14:33:09
berkunjung……
membaca cepat, komen cepat…..
Jul 24, 2009 @ 00:41:17
wah, bener banget tuh, mbak, hehe …
Jul 21, 2009 @ 14:24:32
diriku kok langsung praktik saat membaca postingan ini
ternyata mengasyikkan juga membaca dengan cepat.
hanya kadang2 kita harus berkorban untuk terlewatkan kata-kata sakti yang terselip dalam paragraf.
salam…
.-= Baca juga tulisan terbaru ~noe~ berjudul Jihad Delenger =-.
Jul 24, 2009 @ 00:40:53
walah, kok ada istilah “kata2 sakti” segala, toh, mas noe, hehe … kata2 seperti apa itu?
Jul 21, 2009 @ 13:19:58
hehehe.. kaya promosi LEBIH CEPAT LEBIH BAIK.. hehehe.. yayaya.. segalanya sekarang kayanya harus cepat yaaa pak..
Salam Sayang
Jul 24, 2009 @ 00:39:48
walah, kan dah berlalu pilpres, kangboed? hehe ….
Jul 21, 2009 @ 11:40:57
kalau buat saya pribadi membaca cepat masih kalah penting dibandingkan dengan memahami dengan cepat
terkadang terlalu cepat membaca membuat saya susah memahami tulisan tersebut
.-= Baca juga tulisan terbaru galuharya berjudul 1000 celoteh =-.
Jul 24, 2009 @ 00:39:11
memahami kan dilakukan lewat membaca juga, mas galuh, hehe ….
Jul 21, 2009 @ 08:44:13
betul pak..membaca cepat menggerakkan intuisi dalam berpikir
Jul 24, 2009 @ 00:38:28
iya, mas boyin, terutama jika banyak informasi yang ingin didapatkan. membaca cepat secara efektif jadi sangat dibutuhkan.
Jul 21, 2009 @ 06:50:07
membaca adalah Kunci Jendela Dunia
.-= Baca juga tulisan terbaru Sakurata berjudul Ini sebuah Kisah.. =-.
Jul 21, 2009 @ 08:40:10
@Sakurata,
sepakat banget, mas!
Jul 21, 2009 @ 04:47:17
membaca cepat mungkin hanya cocok untuk menyerap info2 kategori berita, bilamana diterapkan dalam ranah susastra maka akan terasa kering…
Jul 21, 2009 @ 08:39:47
@Srex,
iya, betul sekali, mas. utk membaca teks sastra justu diperlukan konsentrasi dg melibatkan perasaan, selain juga menggunakan kekuatan pikiran.
Jul 21, 2009 @ 04:43:30
Kadang membaca cepat melatih keahlian kita dalam menganalisa
Jul 21, 2009 @ 08:38:41
@Bisnis Online,
bisa jadi, mas bambosi, meski tdk berlaku utk semua hal yang berkaitan dg aktivitas membaca.
Jul 21, 2009 @ 03:42:28
yupz, ketika kita sudah bisa menangkap inti dari apa yang di maksud/ dari catatan yang sedang kita baca itu maka keseluruhan dari isi catatan itu bisa kita pahami dengan mudah dan tentunya ecpt pula. seperti saat ini, disini, saya pun cukup memahaminya dari paragraf ke 4 saja dan akhirnya bisa menyimpulkannya melalui komentar ini (gym)
Jul 21, 2009 @ 08:37:27
@katakataku,
hehehe … wah, kalau ini benar2 membaca supercepat, mas, hiks.
Jul 21, 2009 @ 02:02:06
Wah..membaca itu mood2an…kalo lagi demen pasti banyak yang dibaca, tapi kalo gak mood..waduh..baca sebaris aja udah ngantuk..
Jul 21, 2009 @ 08:36:31
@Andre,
walah, bisa juga nih, mas. tapi kayaknya ini ndak sama pada setiap orang.
Jul 21, 2009 @ 00:56:41
Pa Sawali,
akhir akhir ini malahan saya jadi malas baca, bawaanya suntuk terus
Jul 21, 2009 @ 08:35:51
@andif,
kenapa memangnya, mas felani? karena sibuk dan jenuhkah?
Jul 21, 2009 @ 08:43:53
@Sawali Tuhusetya, mungkin juga Pa, mudah2an jenuhnya cepat berlalu
.-= Baca juga tulisan terbaru andif berjudul Anugrah Hujan =-.
Jul 20, 2009 @ 23:03:03
Hehe, saya jadi teringat mata kuliah saya dulu Pak. “Biarkan dalam hati saja.”
.-= Baca juga tulisan terbaru Uchan berjudul Install Google Earth on Ubuntu 9.04 (Jaunty) =-.
Jul 21, 2009 @ 08:35:23
@Uchan,
mata kuliah apa itu, mas?
Jul 25, 2009 @ 23:20:36
@Sawali Tuhusetya,
DK/PK Membaca
Jul 20, 2009 @ 22:55:49
membaca cepat saya pun bisa : CEPAT
tapi kalo membaca secaara cepat bagu saya agak sulit untuk memahami makna dan maksud sebuah tulisan.
namun, ditengah gencarnya arus informasi sekarang ini, dimana setiap detik informasi berubah cepat maka membaca secara cepat harus dilakukan….
.-= Baca juga tulisan terbaru ciwir berjudul Monumen Pers Nasional =-.
Jul 21, 2009 @ 08:34:52
@ciwir,
betul banget, mas santri. teknik membaca tertentu perlu disesuaikan dg maksud dan tujuan membaca itu sendiri.
Jul 20, 2009 @ 21:21:15
Sebuah trik untuk membaca cepat yang sangat bagur pak ! Dan patut untuk dipraktekkan ! Saya sendiri juga masih belum terlalu cepat dalam hal membaca. Semoga trik ini dapat bermanfaat bagi saya khususnya.
Jul 21, 2009 @ 08:33:58
@riffrizz,
konon membaca cepat bisa dilatih dan dibiasakan, kok, mas frizz. tergantung kemauan kita sendiri.
Jul 20, 2009 @ 21:08:00
Mbaca cepat kalau malah nggak ada yang dipahami, jadinya ya cuman menang cepat dowang Pak…
Meh podo karo kontes SEO.
Ning Google peringkat atas tapi tulisane kosong melompong tanpa makna kecuali sekedar mbedhili keyword
Jul 20, 2009 @ 22:53:29
@marsudiyanto, jiakakakakkakkk…..
.-= Baca juga tulisan terbaru ciwir berjudul Monumen Pers Nasional =-.
Jul 21, 2009 @ 08:33:15
@ciwir,
haks, haks….
Jul 21, 2009 @ 08:32:50
@marsudiyanto,
hehe … pak mar? tentu saja tak sekadar membaca cepat, pak, tapi juga kemampuan memahami idenya.
Jul 20, 2009 @ 20:16:58
Saya diperkenalkan dengan cara membaca cepat ini saat SMA. Kurun waktu 1990 – 1993. Yang diperkenalkan mula-mula skimming.
Sayangnya, saat kuliah membaca lambat saja harus bolak-balik buka kamus, apalagi kalau membaca cepat, hehehe.
Akhirnya, saya putuskan saja baca secepatnya dan tanpa buka kamus. Lama-lama apabila kata yang belum dimengerti itu muncul terus, saya akan jadi tahu sendiri konteksnya.
Sekarang, internet membuat saya keluberan informasi. Informasi sangat banyak sehingga saya malah pusing sendiri tanpa dapat mengambil manfaat dari informasi yang bejibun itu.
Sayang ya, Pak.
Jul 21, 2009 @ 08:32:10
@kombor,
hehe .. kenapoa mesti buka kamus, mas arif. utk teks2 berita ringan, sekali baca, dg cepat kita bisa menangkap gagasan utamanya. kecuali kalau ingin mendapatkan detail informasi dan akurasi data.
Jul 20, 2009 @ 18:48:37
wah, baru tau saya ada tips dan teorinya buat membaca cepat.
sewaktu kecil saya terbiasa membaca cepat, terutama untuk novel-novel. mungkin termotivasi ketidaksabaran menuntaskan misteri cerita. tapi alasan utamanya adalah karena dulu buku modal minjem, pak, gak boleh lama-lama. hehe. tapi bacaan-bacaan sekarang, membuat saya merasa rugi bila harus membaca cepat-cepat. sebabnya adalah detil yang terlalu indah untuk dilewatkan tanpa dinikmati sepuasnya.
sebaliknya teknik membaca super cepat bisa saya lakukan untuk jurnal akademik dan esai yang membosankan. ini sih lebih karena malas ya, pak? langsung tangkap intinya, detil tidak jadi hitungan kecuali diperlukan untuk parafrase ke dalam tulisan.
lain lagi kalau membaca jurnal mahasiswa. super lambat karena harus sekalian mengoreksi EYD dan tanda bacanya. hihi… *ketauan dosen galak*
Jul 21, 2009 @ 08:30:52
@marshmallow,
hehe … membaca ekstensif (cepat) atau intensif, konon memang punya tujuan yang berbeda-beda, mbak yulfi. kalau utk teks yang membutuhkan kecermatan tersendiri tentu dibutuhkan teknik membaca intensif utk mencapatkan informasi secara jelas dan akurat.
Jul 20, 2009 @ 18:23:41
Tapi setahu saya, membaca cepat atau lambat tergantung bahan bacaanya. Jika bahan bacaan relatif berat (buku filsafat,misalnya), maka membaca cepat malahan membuat kita kehilangan makna bacaan. Tapi kalau buku komik, enaknya memang dibaca cepat Pak.
.-= Baca juga tulisan terbaru Rafki RS berjudul Membaca Cepat di Tengah Tantangan Gelombang Informasi =-.
Jul 21, 2009 @ 08:28:17
@Rafki RS,
sepakat, pak rafky. membaca cepat ini akan efektif jika diterapkan utk memahami isi berita dengan tujuan utk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya, tanpa berkeinginan utk mengetahui informasi secara detail dan rinci.
Jul 20, 2009 @ 18:05:13
kalo saya tergantung keadaan pak, kalo baca cepat belum paham ya saya ulangi lagi… hahha…
tapi pengin juga sih baca cepat tapi bisa langsung menyerap isinya tanpa kena bias apapun, memang metodenya pun banyak seperti yang sampeyan tulis itu juga…
Jul 21, 2009 @ 08:26:45
@suryaden,
memang benar, mas surya. tergantung konteks bacaannya juga. membaca cepat akan efektif jika digunakan utk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya dalam waktu yang singkat.
Jul 20, 2009 @ 17:20:22
Salam kenal….
Mas.. Saya ini bisa membaca dengan cepat.. (alhamdulillah..)
saya bisa menceritakan isi bacaan dengan baik.. (setelah membaca cepat)
Tapi..
ketika ditanyakan detailnya….
huuu huuu… gak nyambung…
Jadi teori baca cepatku hanya untuk bacaan yang tak banyak hitungan atau detail penyampaian… seperti buku-buku exact…
Memperbaikinya???
.-= Baca juga tulisan terbaru yanti berjudul Autism =-.
Jul 21, 2009 @ 08:25:29
@yanti,
salam kendal juga, mbak. hehe … kalau itu hanya sekadar membaca cepat, mbak yanti. pdahal, dalam konteks ini membaca cepat secara efektif sehingga tetap mampu menyerap informasi yang dibaca.
Jul 20, 2009 @ 16:52:03
kalo emang itu baek…mengapa tidak?
Jul 21, 2009 @ 08:24:10
@buwel,
setuju banget, mas buwel.
Jul 20, 2009 @ 13:04:01
budi main di malaysia
.-= Baca juga tulisan terbaru rivanlee berjudul Menghayal =-.
Jul 21, 2009 @ 08:23:36
@rivanlee,
iki hubungane apa, mas?
Jul 20, 2009 @ 12:24:44
saya juga suka membaca Pak:
Ini Budi
Budi tidak jadi bermain bola
Jul 21, 2009 @ 08:23:05
@Pencerah,
walah, saya pernah itu waktu SD, mas pencerah, keke ….
Jul 20, 2009 @ 10:25:16
membaca cepat kadang bagus, tapi kadang juga merugikan, kadang ada ide yang terlewatkan pada saat membaca dengan cepat, tapi dengan membaca cept kita bisa juga dapat menangkap informasi dengan cepat.. dulu awal2 ngeblog bacanya masih lambat, tapi skr hmmmm ilmu membaca cepat harus diterapkan terus nih hiihhiih
Jul 21, 2009 @ 08:22:36
@almascatie,
hehe .. itu karena mas almas suka blogwalking di banyak blog teman, kan, hehe … fast-resding pun ndak nmasalah sepanjang isnti tulisan bisa kita serap dg baik.
Jul 20, 2009 @ 10:13:43
iya pak, kalau bagi saya membaca dalam hati, tak perlu komet-kamit lebih hemat energi.
tapi yang penting bisa masuk dalam pikiran kita/ dapat dicerna dengan cepat
.-= Baca juga tulisan terbaru arifudin berjudul Perjalananku dengan KotaReyog.Com =-.
Jul 21, 2009 @ 08:21:26
@arifudin,
mestinya begitu, mas arif, gerakan bibir justru akan menghambat kemampuan otak dalam mencerna informasi yang dibaca.
Jul 20, 2009 @ 09:23:04
kendala itu benar² riil pak
Saya tak tau bagaimana caranya menjelaskan, tapi sederhananya begini, selalu mencoba langsung potong kompas, dari mata ke kepala, apa yang terlihat dimasukkan ke kepala.
Walau memang yang paling berat untuk diatasi itu adalah subvokalisasi
.-= Baca juga tulisan terbaru pakacil berjudul Toilet Vision =-.
Jul 21, 2009 @ 08:20:33
@pakacil,
hehe … konon perilaku membnaca itu sangat erat kaitannya dg kebiasaan, pakacil, hiks.
Jul 20, 2009 @ 08:05:43
Btw, teknik2 ituh logis juga, Pak. Secara, selama inih malah masik suka sambil ndengerin lagu, kalo pas mood malah nyanyi. Payahnya, lebih sering mood nyanyinya. Sepertinya lagu2nya yang harus saya ganti ke yang indak bikin mood.
.-= Baca juga tulisan terbaru dhoni berjudul If I Was The Main Actor on Ritz Carlton and JW Marriot’s Blast (Bombing?) Lately (Bomb Jakarta) =-.
Jul 21, 2009 @ 08:19:15
@dhoni,
walah, kalau menikmati novel tentu beda konteksnya dg membaca utk mendapatkan informasi, seperti koran atau berita yang lain, mas doni. saya juga suka mengulang teks2 novel yang memang menarik utk terus dibaca dan dinikmati.
Jul 20, 2009 @ 07:08:03
Quantum Learning karya Bobby de Porter / bukan Harry Potter/ banyak mengupas tentang “membaca cepat”. saya pernah mengutipnya dan menuliskannya, dulu sekali pak, pernah dimuat di harian Jalan Kaligawe itu…..
Kalau disimak dari beberapa cara membaca yang sering dipakai masyarakat kita; ada yang bibirnya ndremimil sampai berbusa-busa sehingga harus menyiapkan sapu tangan…. ini termasuk tehnik membaca yang tidak saya sukai
.-= Baca juga tulisan terbaru munawar am berjudul Mengembalikan Jati Diri Bangsa =-.
Jul 21, 2009 @ 08:18:03
@munawar am,
hehe .. yang ndremimil itulah yang konon menjadi hamabatan membaca cepat secara efektif, mas nawar. konon gerakan yang btak perlu justru akan menggangu konsentrasi dan kemampuan otak menyerap informasi.
Jul 20, 2009 @ 06:43:00
Pak Sawali, saya sepertinya sedang kembali ke tahap membaca pelan, sambil mengeja kata per kata di dalam hati.
Memang agak sedikit lebih lambat tapi mau bagaimana lagi hanya itu cara saya untuk mengerti apa yang tertulis dalam bahasa baru saya, Bahasa Inggris
Tulisan ini menarik sekali, semoga menjadi penggugah di tengah buruknya minat baca masyarakat, Pak.
.-= Baca juga tulisan terbaru DV berjudul Ini dia, List 149 Laporan Jakarta Bombs via Facebook =-.
Jul 21, 2009 @ 08:16:32
@DV,
walah, apalagi saya, mas don, hehe … kalau dalam bahasa inggris karena memang konteksnya berbeda, tentu tak bisa fast-reading, kecuali orang inggris atau setidaknya mereka yang sudah fasih bahasa inggrusnya.
Jul 20, 2009 @ 05:53:14
betul pak sawali, speedreading kalo ndak salah memang ada tekniknya secara teori..
cuman saya biasanya membaca blok paragraf secara langsung, baru kalo ada yang menarik dibaca per blok baris..
.-= Baca juga tulisan terbaru det berjudul Tangga Lagu Indonesia Juli 2009 =-.
Jul 21, 2009 @ 08:14:02
@det,
memang ada teorinya, mas dion. tapi justru yang ebih penting adalah kebiasaan. membaca cepat bukan hanya sekadar cepatnya membaca, melainkan juga kemampuan memahami isinya.
Jul 20, 2009 @ 03:09:07
Alhamdulillah, pertamaX
.-= Baca juga tulisan terbaru Deni berjudul Pak Achjar Chalil Yang Kukenal =-.
Jul 21, 2009 @ 08:12:46
@Deni,
hehehe … komennya mana, pak?