18Jul 2009 84 Comments
Teror Bom dan Kebangkrutan Nurani
Jakarta kembali berdarah-darah. Untuk ke sekian kalinya, ibukota negara yang menjadi magnet segala geliat dan dinamika kehidupan itu diguncang teror bom. Jumat pagi, 17 Juli 2009, sekitar pukul 07.45 dan 07.48 WIB, dua bom meledak di dua tempat yang berbeda pada saat yang hampir bersamaan, yaitu Hotel JW Marriott di kawasan Mega Kuningan dan Hotel Ritz Carlton di kawasan SBCD. Akibatnya jatuh puluhan korban luka dan beberapa korban tewas, sebagiannya adalah warga asing.
Sungguh, ini sebuah tragedi kemanusiaan yang layak dikutuk oleh para pendamba kedamaian hidup. Apa pun motif dan dalihnya, cara-cara keji semacam ini jelas tak bisa diterima. Kita tak bisa membayangkan duka mendalam dari keluarga korban. Tak hanya lepasnya nyawa dari raga, tetapi juga potongan tubuh tanpa kepala, sepasang kaki yang tak jelas lagi di mana rimbanya, atau bahkan mungkin juga identitas korban yang tak lagi bisa dikenali. Korban luka-luka juga tak hanya menderita secara fisik, tetapi secara psikis juga bisa mengalami trauma berkepanjangan.
Dalam pandangan awam saya, pelaku teror bom ini tak ubahnya sosok manusia yang telah mengalami kebangkrutan nurani sehingga tega berbuat biadab dan menjadi predator bagi sesamanya. Mereka telah kehilangan akal sehat dan tak tahu harus berbuat apa dalam memanjakan naluri agresivitasnya, kecuali dengan berbuat keonaran dan menciptakan situasi publik yang tak menentu.
Disadari atau tidak, meruyaknya kembali teror bom di negeri ini bisa menghancurkan citra dan mitos lama sebagai bangsa yang santun dan beradab. Terlepas siapa pun pelakunya, Indonesia dengan mudah akan mendapatkan stigma sebagai sarang teroris. Kelambanan kolektif bangsa kita dalam menyiasati situasi agaknya dengan mudah dimanfaatkan oleh para teroris untuk membuat situasi chaos dan menciptakan metamorfosis kecemasan.
Jika situasi chaos dan sarat kecemasan semacam ini tidak bisa segera teratasi bukan tidak mungkin bangsa kita akan makin tenggelam dalam kubangan krisis multidemensi. Dampak yang sudah pasti akan muncul adalah makin berkurangnya devisa negara dari sektor pariwisata akibat kebijakan “travel warning” yang diserukan oleh negara-negara asing. Para investor juga merasa tidak nyaman menggelontorkan sejumlah dana ke negeri kita, sehingga akan berdampak sangat buruk terhadap lalu lintas perekonomian. Belum lagi dampak merosotnya tingkat kepercayaan dunia luar terhadap keamanan dan kenyamanan berada di Indonesia.
Kita sangat berharap, naluri aparat keamanan dalam mencium bau teror bom makin peka, sehingga bisa melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan terjadinya aksi-aksi biadab semacam itu. Kita juga perlu terus memberikan dorongan dan semangat kepada aparat keamanan untuk memburu para pelaku teror bom agar mempertanggungjawabkan semua aksi kejinya itu.
Namun, agaknya tidak cukup menyerahkan semua persoalan yang rumit dan kompleks ini kepada aparat keamanan semata. Dibutuhkan kesadaran kolektif semua komponen dan elemen masyarakat untuk menjadikan gerakan teror bom dan sejenisnya sebagai “musuh bersama”. Dengan cara semacam ini, ruang gerak kaum teroris kian menyempit hingga akhirnya mereka tak punya kekuatan untuk menjalankan skenario dan aksi-aksi brutalnya.
Semoga aksi teror bom ini tak ada kaitannya dengan persoalan politik pasca-pilpres seperti yang santer berhembus di media itu. ***
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Teror Bom dan Kebangkrutan Nurani" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (18 July 2009 @ 02:33) pada kategori Opini, Refleksi dan telah dikunjungi oleh . Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:













Jul 30, 2009 @ 15:09:07
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk sahabatku yang terchayaaaank
Jul 31, 2009 @ 02:50:41
salam sayang juga, kangbied. makasih.
Jul 23, 2009 @ 12:41:05
Menyapa sahabatku yang baik.. semoga selalu dalam berkah dan lindungan Gusti ALLAH..
Salam Sayang Selalu
.-= Baca juga tulisan terbaru KangBoed berjudul Iman dan Cinta =-.
Jul 22, 2009 @ 10:07:42
TANGISKU DUKAKU
..aku mencintaimu ayah..
..namun kaki ini sudah tak mampu lagi melangkah..
Untukmu Ayah Bapa Segala Bangsa
Bapa Semua Orang Beriman
Bila tembok Berlin yang memisahkan
Jerman Barat dan Jerman Timur
telah dapat diruntuhkan
…
Lalu .. bilamanakah
tembok Jordan
yang angkuh
terbuat dari baja kebengisan nafsu manusia
yang telah memisahkan anak-anak Ibrahim
dapat diruntuhkan?
sungguh aku berduka untukmu
wahai Ayahku
di hari tuamu
waktu istirahatmu dalam keabadian
yang seharusnya terengkuh dalam kedamaian..
anak-anakmu saling berbunuhan
seharusnyalah bagi seorang putra
mempersembahkan doa dan air pelepas dahaga
bukan mempersembahkan api, darah dan air mata
di haribaan ayahanda tercinta
hanya demi pengakuan palsu
pewaris berkah cinta ayahanda
sungguh aku berduka untukmu
wahai Ayahku
tangis dan airmata
mengeringkan kedua mata
rintih kelu menyayat kalbu
hanya itu..
aku sudah tak mampu
hanya itu..
persembahan tanda cintaku
maafkan aku Ayah..
maafkan aku..
Jul 24, 2009 @ 01:30:23
terima kasih puisiinya, pak tomy. sungguh, lirik yang menyentuh.
Jul 22, 2009 @ 01:43:51
Moga gak ngikut tren sinetron (berseri-seri) meski kebetulan dah sampai seri II (Bom Bali II, kini Bom Marriot II).
.-= Baca juga tulisan terbaru BahtiarBaihaqi berjudul Kita Semua (Mbah Surip, MU-Mania, dll) Terguncang Bom Jakarta =-.
Jul 24, 2009 @ 01:24:08
wah, kalau harus terus berseri, kapan endingnya, ya, mas? hehe …
Jul 21, 2009 @ 18:25:36
no place 4 terorism. Lawan..!
Jul 24, 2009 @ 01:08:12
sepakat, mas teguh. mari, kita lawan! hehe … merdeka!
Jul 21, 2009 @ 15:40:16
Insya Allah tidak akan korban dan semoga tidak ada lagi deskriminasi
.-= Baca juga tulisan terbaru ajengkol berjudul Love Surabaya and You =-.
Jul 24, 2009 @ 00:54:26
amiiin, semoga demikian, mbak.
Jul 21, 2009 @ 15:36:51
Stop calling Islam terorist hehehe jadi ingat slogan ini ketika BOM JW MArriot yang dulu
Jul 24, 2009 @ 00:54:02
bener banget, mbak ajeng, kalau toh ada, mestinya bukan islamnya yang dituding, melainkan orangnya. bukankah begitu, mbak?
Jul 21, 2009 @ 13:20:57
Hehehe.. lanjutkaaaaan.. kebangkitan hati nurani
SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG
Jul 24, 2009 @ 00:40:10
salam cinta damai juga, kangboed.
Jul 21, 2009 @ 04:39:07
Saya sedih mendengarnya…herannya kedua hotel itu pengamanannya kuat.
Mungkin teroris nya telah mempelajari lama, dimana letak celahnya, serta menunggu penjaga lengah.
Menyeramkan..menyedihkan, kok ada salah satu dari bangsa kita mau diajak untuk merusak negara dan bangsanya sendiri.
Jul 21, 2009 @ 04:21:22
Nice post, very funny
I am a Dallas Realtor and I have been really stressed, so when I read your post and it made me laugh, I felt so much better, thanks again!
.-= Baca juga tulisan terbaru Sarah berjudul FHA Extends Credit to Purchase =-.
Jul 20, 2009 @ 23:04:38
saya cuman heran dengan para pengebom itu…
bunuh diri itu jelas dosa dan divonis neraka, kok malah bangga dan dianggap jihad? (doh)
dan saya juga heran dengan para pengamat, politisi, dan negarawan yang seolah2 ini berkaitan dengan politik…
saya pun penasaran dengan polisi dan inteligen, kenapa kok malah seolah2 ini jadi “mainan”
dan saya lebih heran dengann petugas keamanan hotel, kenapa kok bom bisa masuk kesana? emange tidak dicek apa isi tasnya?
.-= Baca juga tulisan terbaru ciwir berjudul Stop Dreaming Start Action =-.
Jul 20, 2009 @ 20:23:48
Sayang, peradaban manusia sudah telanjur mengenal bom yang dari hari ke hari semakin bagus daya ledak dan daya rusaknya. Apabila dulu butuh berton-ton bom untuk meluluhlantakkan sebuah kota, sejak dikenalnya bom atom, kita tidak butuh ton-tonan lagi.
Baik digunakan oleh militer atau pun pihak tidak jelas, bom tetaplah merupakan teror dan pembangkrut nurani.
Jul 20, 2009 @ 17:50:57
bukan hanya kebangkrutan nurani. saya pikir mereka sudah tak pantas lagi disebut manusia, pak. begitu banyak orang yang sengsara dan mengutuk tindakan keji ini, namun mereka tetap merasa benar dengan aksinya, padahal tidak ada satu pun agama yang membenarkan hal demikian. saya pikir mereka pastilah psikopat.
Jul 20, 2009 @ 17:33:03
saya masih bingung dengan pelaku karena sampai saat ini tidak terdengar pesan yang disampaikan terkait aksi peledakan. jadi kita dibuat bingung akan maksudnya. iya kalau soal sentimen amerika, bagaimana kalau karena kecewa hasil pilpres.
atau bagaimana kalau ternyata pelaku orang yang kecewa karena tak kebagian tiket MU …
.-= Baca juga tulisan terbaru novi berjudul Kundarti Gagal Balas Dendam ke TPC =-.
Jul 20, 2009 @ 07:19:45
saya tercengang dengan pernyataan kapolri bahwa Bom Kuningan identik dengan Bom Cilacap, padahal saya baru “membela diri” lewat jalan kaligawe bahwa Cilacap bukan Sarang teroris… maaf yaah buatsemuanya
.-= Baca juga tulisan terbaru munawar am berjudul Mengembalikan Jati Diri Bangsa =-.
Jul 20, 2009 @ 06:44:43
Masalahnya, yang amat disayangkan adalah, presiden kita yang juga adalah capres terpilih, malah berpidato yang isinya terkesan memperburuk keadaan mentalitas kita dengan berkata bahwa bom ini adalah terkait dengan pilpres lalu…
Opo tumon, Pak Guru…
.-= Baca juga tulisan terbaru DV berjudul Ini dia, List 149 Laporan Jakarta Bombs via Facebook =-.
Jul 20, 2009 @ 00:01:36
Nice Post !
Please Visit My Blog
New Release hot Entertainment & movie story !!!
Thank !
Jul 19, 2009 @ 23:55:12
Pemboman harus dihapuskan dari muka bumi karena tidak sesuai dengan peri kemanusian dan perikeadilan. Dan perjuangan pergerakan penumpasan pelaku bom bunuh diri telah sampailah kepada saat yang berbahagia……
.-= Baca juga tulisan terbaru alamendah berjudul Malam Satu Sura Di Puncak Abiyoso =-.
Jul 20, 2009 @ 00:28:57
@alamendah,
wew … lka kok malah seperti bunyi pembukaan UUD’45, mas alamendah, hehe .. bisa saja nih!
Jul 19, 2009 @ 23:28:27
bom maneh bom maneh.. emang gimana sih pemikiran para teroris ituh? bukankah ini hanya merusak citra indonesia?
wah
.-= Baca juga tulisan terbaru jidat berjudul PANTAI PRIGI & PASIR PUTIH =-.
Jul 20, 2009 @ 00:28:01
@jidat,
kalau orang yang berpikiran sehat dan waras pasri ndak pernah akan tega membuat sesamanya sengsara dan menderita, mas jidat. bisa saja si pelaku sedang ndak waras, haks.
Jul 19, 2009 @ 20:52:12
Semoga segera terungkap siapa pelakunya,,,
Jul 19, 2009 @ 19:24:26
boom kemarin deket ama kantor pujaan hati saya loh…uhh… bahaya…
yang menyedihkan ko teroris make2 nama agama buat kedok? lahhh.. agamanya kenapa tuh dia?
.-= Baca juga tulisan terbaru ceznez berjudul Bug di query design form blog ini =-.
Jul 20, 2009 @ 00:26:51
@ceznez,
wah, tapi pujaan hati mas cez ndak kenapa2, kan? nah itu dia, mas cez, kenapa agama dikaitkan dg aksi brutal seperti itu, bukankah agama apa pun selalu mengajarkan nilai kasih sayang?
Jul 19, 2009 @ 15:19:39
Benar benar indonesia, isinya teror bom saja. Yang baru ini malah membuat club sepakbola manchaster united yang akan singgah ke indonesia mengurungkan niatnya. Saya jadi merasa kasian sama pendukung mu di indondsia, pasti kecewa idolanya tidak jadi datang. Semoga hal hal seperti ini tidak terjadi lagi di indonesia, amiin….!
Jul 19, 2009 @ 19:48:52
@riffrizz,
itulah yang terjadi mas frizz. kalau tak ada upaya serius utk menanggulanginya, teror2 semacam ini bisa menjadi bahaya laten yang bisa meledak setiap saat. perlu ada upaya serius utk mendeteksi dini sehingga kasus seperti ini tak lagi terjadi.
Jul 19, 2009 @ 14:02:00
nuraniku kecewa, Negeri tercinta yang sudah mulai merintis kemajuan harus meniti kembali kepercayaan luar yang sudah mulai berkurang hanya karena kejadian yang kurang bertanggung jawab.
.-= Baca juga tulisan terbaru MukhtarBelajar berjudul Dua Bom Meledak Di Indonesia =-.
Jul 19, 2009 @ 19:47:27
@MukhtarBelajar,
itulah yang menyedeihkan, mas mukhtar. kita sedih, tapi kita tetep berharap, kemajuan yang sudah dirintis itu bisa kembali bangkit utk menumbuhkan ekspektasi rakyat yang selama ini sudah banyak menelan kekecewaan.
Jul 19, 2009 @ 13:23:05
ada bom lagi….

lagi-lagi ada bom
ada terror lagi….
lagi-lagi ada terror
ada korban lagi…
lagi-lagi ada korban
tapi….
jangan…
jangan ada kambing hitam lagi
jangan sudutkan Islam lagi
Islam mengajarkan kedamaian
Islam Rahmatan Lil ‘Alamiinn
Salaaaammmmmm
.-= Baca juga tulisan terbaru abifasya berjudul Jangan “Kambing Hitamkan” Islam =-.
Jul 19, 2009 @ 18:09:59
salam juga, mas farhan. saya sepakat banget dg pernyataan panjenengan. sungguh kebloger kalau agama dijadikan kedok utk melakukan teror dan kekerasan.
Jul 19, 2009 @ 10:31:06
saya ikut dengan semua orang yang mengutuk aksi ini… benar-benar keji! apapun alasannya, aksi ini tidak pernah bisa dibenarkan. akibatnya sangat panjang…
nabi berpesan:
Barangsiapa yang meninggalkan amalan baik, dia akan beroleh pahala dan pahala orang-orang yang mengikutinya. Dan barangsiapa yang meninggalkan perbuatan buruk, baginyalah dosa dan dosa orang-orang yang mengikutinya
bila motifnya adalah agama, sangatlah salah. hadis Nabi ini sudah memberikan peringatan akan itu…
Jul 19, 2009 @ 18:09:08
terima kasih banget apresiasi dan pencerahannya, bang vizon. sungguh keblinger kalau sampai aksi teror bom mengatasnamakan agama yang selalu menamburkan kasih sayang terhadap sesama.
Jul 19, 2009 @ 04:25:37
Satu kata yang sangat mungkin membuat telinga banyak orang panas dan hati jengah : intelligence. Satu sisi, ketika masyarakat memiliki sense of intelligence tinggi, terbentuklah intelligence society yang mantap. Mudah2an kejadian2 seperti ini meningkatkan kepekaan masyarakat sekaligus pemerintah dalam melakukan pembinaan intelligence society bagi masyarakat luas. Semua itu demi kepentingan yang lebih besar, Indonesia Raya.
.-= Baca juga tulisan terbaru dhoni berjudul Ritz Carlton and JW Marriot Blast : Two Perspectives to The Mice of The Blasts =-.
Jul 19, 2009 @ 19:46:05
@dhoni,
amiin, semoag saja demikian, mas dhoni. kecerdasan intelektual tanpa diimbangi dg kecerdasan emosi, sosial, dan spiritual hanya akan melahirkan manusia2 mekanis yang kehilangan kepekaan dan hati nurani.
Jul 20, 2009 @ 07:44:29
@Sawali Tuhusetya,
setuju, Pak Sawali..inih semua memang kerja keras paralel. Dan hakikatnya kita semua, segenap komponen lah subject-nya.
.-= Baca juga tulisan terbaru dhoni berjudul If I Was The Main Actor on Ritz Carlton and JW Marriot’s Blast (Bombing?) Lately (Bomb Jakarta) =-.
Jul 19, 2009 @ 01:03:24
kita buat teror bom menjadi common enemy bagi rakyat…
tapi sayangnya untuk elit politik, teror bom jadi common friend…
terus piye Kang?
.-= Baca juga tulisan terbaru itempoeti berjudul Analisis Dibalik Teror Bom di JW Marriot dan Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta =-.
Jul 19, 2009 @ 18:05:10
wah, para elite politik menjadikan teror bom sbg common friendly? doh, kalau memang benar, sungguh lebih terkutuk itu, mas itempoeti. mereka yang seharusnya bisa memiliki wisdom dan kearifan dalam berpolitik, tapi malah terjebak ke dalam cara2 licik dan sekaligus juga biadab. caranya? doh, saya ndak punya resep apa pun utk mengerem ambisi para politisi yang memiliki cara2 ala machiavelli semacam itu, mas.
Jul 18, 2009 @ 21:13:52
@Mas Sawali
Ini sungguh sangat memprihatikan kita semua, bagaimana dengan jargon Gemah ripah loh jinawi bergeser menjadi “subur dan makmur kaum hamba nafsu”
.-= Baca juga tulisan terbaru haniifa berjudul Imam Mahdi adalah Nabi Muhammad s.a.w (tamat) =-.
Jul 19, 2009 @ 18:02:44
doh, makin repot kalau ungkapan yang penuh harapan seperti berubah menjadi setragis itu, mas hanif.
Jul 18, 2009 @ 19:40:16
setuju pak.. kita bikin ini menjadi musuh bersama. shg tdk ada lagi tempat bagi penebar teror yaitu org yg kata bpk mengalami kebangkrutan nurani..
Jul 19, 2009 @ 18:00:41
sepakat banget, mas dewanto. mudah2an dg cara seperti ini ruang gerak para teroris makin sempit.
Jul 18, 2009 @ 18:13:50
Kita semua harus bersatu untuk menghadapi setiap teror…jangan lemah dan jangan lengah…
.-= Baca juga tulisan terbaru imoe berjudul …1 lawan 255… =-.
Jul 19, 2009 @ 17:50:02
sepakat, mas imoe, semua elemen masyarakay perlu menjadikan teror bom sebagai “public enemy”.
Jul 18, 2009 @ 18:06:40
Jakarta di goyang teroris, Indonesia menangis, meratapi nasib bangsa yang tragis, batin pilu mengisak teriris
(akibat keseringan di goyang erotis&striptis)…
Bangkit Indonesiaku…
Jul 19, 2009 @ 17:49:31
doh, semoga saja kasus tragis seperti ini ndak terulang lagi, ya, farhan.
Jul 18, 2009 @ 18:03:37
terorisme ibarat laut, ada pasang ada surut, tapi gak pernah kering…
Jul 19, 2009 @ 17:48:57
doh, makin repot kalau mesti ada masa2 pasang juga, mas srex. makin repot!
Jul 18, 2009 @ 17:40:36
Selama masih waras, rasa-rasanya akan tak bisa menerima dan mendukung kejadian ini dari sudut pandang apapun. kecuali memang ada yang mungkin ‘diskonek’.
Salah satu bentuk dukungan dan bantuan masyarakat mungkin adalah dengan kian waspada di masing-masing lingkungan, terutama terhadap pendatang baru dan cenderung bersikap tertutup. Bukan diartikan buruk sangka, waspada saja.
Pada sisi lain, masyarakat juga harus sadar, tidak selamanya penangkapan yang dilakukan aparat terkait tindak terorisme ini dapat diungkap kepada publik, karena ada hal-hal tertentu yang harus ditindaklanjuti tanpa publisitas.
.-= Baca juga tulisan terbaru pakacil berjudul Akun Facebook Saya Jebol =-.
Jul 19, 2009 @ 17:48:22
sepakat, pakacil. waspada dini itu lebih baik ketimbang menunggu sampai kejadian tragis itu terjadi. semoga saja aparat keamanan segera bisa mengusut kasus ini sampai tuntas hingga akhirkan ada efek jera permanen bagi para pelakunya.
Jul 18, 2009 @ 16:47:10
masya alloh…semoga baoklah ini negeri
.-= Baca juga tulisan terbaru buwel berjudul Untuk Yang Mulia =-.
Jul 19, 2009 @ 17:46:50
iya, kita berharap semoga kasus tragis ini utk yang terkahir kalinya terjadi di negeri ini, mas buwel.
Jul 18, 2009 @ 15:29:50
yang masih di dalam pikiran saya
hotel bintang 5 yang keamanannya ketat kok masih bisa kecolongan yah pak….
.-= Baca juga tulisan terbaru galuharya berjudul 1000 celoteh =-.
Jul 19, 2009 @ 17:46:20
itu dia yang menjadi pertanyaan banyak pihak, mas galuh. kenapa bisa segampang itu disusupi teroris?
Jul 18, 2009 @ 14:28:52
.-= Baca juga tulisan terbaru rifone berjudul Jakarta Bomb Explosion VS Manchester United =-.
Jul 19, 2009 @ 17:45:45
betul banget, mas rifone. sungguh tak masuk akal kalau aksi mereka atas nama agama tertentu, karena agama apa pun pasti akan mengajarkan akhlak yang baik.
Jul 18, 2009 @ 13:12:13
Untung saja kejadiannya pas MU belum nginep disitu. Kalau kejadiannya pas Mu ada disitu, trus salah satu korbannya pemain MU. Indonesia bisa jadi tambah hancur. Semoga hal-hal sepeerti ini gak terjadi lagi. Amin
Jul 19, 2009 @ 17:44:43
dan akhirnya pertandingan yang tak ada manfaatnya buat peningkatan mutu sepak bola di ranah air pun gagal digelar, mas muji, hehe …
Jul 18, 2009 @ 12:29:16
Pesan terakhir Rosulullaaah..
umatku.. umatku.. umatku..
kehancuran umatkah ?????
Salam Sayang
.-= Baca juga tulisan terbaru KangBoed berjudul Hilangnya Jati Diri Manusia =-.
Jul 19, 2009 @ 17:44:03
wah, iya, kangboed, sebuah warning yang seharusnya perlu dijadikan sbg refleksi semua umat Rasulullah.
Jul 18, 2009 @ 12:28:20
Yayaya.. semakin memperlihatkan telah terjadinya krisis nurani.. darah seolah dijadikan halal oleh golongan tertentu
Salam Sayang
.-= Baca juga tulisan terbaru KangBoed berjudul Hilangnya Jati Diri Manusia =-.
Jul 19, 2009 @ 17:43:26
doh, kalau sudah berkaitan dg “menghalalkan darah sesama” akan jadi apa peradaban negeri ini, kangboed?
Jul 18, 2009 @ 12:24:01
Mengagetkan pak…..saat tiba di kantor ..orang ngobrolin itu semua….semoga pelakunya cepet tertangkap ya pak….
.-= Baca juga tulisan terbaru esha di birulangit berjudul Bom kesiangan….. =-.
Jul 19, 2009 @ 17:42:38
bener banget, mas esha, bener2 mengejutkan. saya pun terlambat mengetahuinya. saya tahu malah dari postingan teman2 di blog, hehe …
Jul 18, 2009 @ 11:51:57
Hanya orang2 biadab dan tidak berhati nurani yang akan melakukan perbuatan2 seperti itu
.-= Baca juga tulisan terbaru istiyanto berjudul Eksternal Hardisk 500 GB, Siapa Mau ? Kunjungilah Alnect Computer !!! =-.
Jul 19, 2009 @ 17:41:36
mungkin benar, pak is. kalau mereka masih punya nurani, saya yakin kok ndak akan tega menyaksikan sesamanya sengsara dan menderita.
Jul 18, 2009 @ 11:06:37
kebangkrutan nurani.. istilah baru pak..
pantas kiranya bangsa indonesia mengutuk aksi seperti ini.
semoga kasus ini bisa segera di selesaikan.
.-= Baca juga tulisan terbaru azaxs berjudul One Day in Your Life =-.
Jul 19, 2009 @ 17:39:46
sebenarnya ini bukan istilah baru, mas azaxs. nue cholish madjid malah sudah emmperkenalkan istilah ini sekitar tahun 80-an.
Jul 18, 2009 @ 09:32:43
Parah parah dan parah, disisi lain setiap orang mengharuskan kita untuk bangga sebagai warga negara Indonesia, di sisi lain ada sesuatu yang justru membuat kita malu
Jul 19, 2009 @ 17:38:55
hmm … mungkin tak salah kalau taufiq ismail pernah membuat puisi berjudul: “aku malu jadi orang indonesia”!
Jul 18, 2009 @ 08:04:25
Memang kejadian ini memprihatinkan kita semua
.-= Baca juga tulisan terbaru lovepassword berjudul Bom JW Marriot dan Ritz Carlton : BOM Lagi – Duh Bom Lagi =-.
Jul 19, 2009 @ 17:38:13
iya ih, mas love, tak hanya mereka yang jadi korban, orang lain pun bisa dilanda kecemasan dan keresahan.
Jul 18, 2009 @ 07:56:18
apapun motifnya, terkait dengan pascapilpres atau agama, akibat yang ditimbulkan sangat menjauhi nilai-nilai kemanusiaan. sangat sulit untuk memberantas aksi bom bunuh diri ini jika dilandasi dengan doktrin agama di tengah ketidakadilan ekonomi dan sosial yang masih terjadi di negeri ini.
.-= Baca juga tulisan terbaru ~noe~ berjudul Chef Delenger =-.
Jul 19, 2009 @ 17:37:31
duh, sesungguhnya tak ada satu agama pun yang memberikan toleransi terhadap kekerasan, mas noe, termasuk teror bom. kalau pelaku mengatasnamakan agama tertentu, sudah pasti doktrin semacam ini yang layak dipertanyakan kredibiltasnya.
Jul 18, 2009 @ 05:49:56
Edan..!!!
*
Budayakan kinerja yg tidak musiman dan demenyar (senangnya kalo maseh baru).
Agar perhatian pada bahaya teroris dan yg lainya dpt di antisipasi..
*halah..omong opo..
.-= Baca juga tulisan terbaru SanG BaYAnG berjudul Posting Ngedan. =-.
Jul 19, 2009 @ 17:35:21
sepakat, sang bayang. semoga aparat bisa melakukan deteksi dini sehingga ndak perlu harus nunggu sampai ada korban.
Jul 18, 2009 @ 05:26:53
Wew, bener-bener bangkrut pelakune pak, kalo di tempatku:

1. Pelakunya Gila
2. Kejadiannya kok pk. 07.40 (tipi), ato 07.45 (Elsinta) pak
Rapopo beda sithik.
Pokoke semoga muga-muga wae yo pak…
Tidak ada kejadian lagi, pelaku segera tertangkap
Korban dan keluarga diberikan ketabahan.
Wong Indon segera mau bertobat massal
.-= Baca juga tulisan terbaru Wandi thok berjudul Bom gila =-.
Jul 19, 2009 @ 17:34:22
sepertinya begitu, pak wandi. kalau masih waras, saya kira ndak akan tega melihat sesamanya sengsara. semoga saja pelakunya segera tertangkap dan bisa diadili. jadi ikut geram juga.