<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Peradaban Horor dan Sang Predator</title>
	<atom:link href="http://sawali.info/2009/07/04/peradaban-horor-dan-sang-predator/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sawali.info/2009/07/04/peradaban-horor-dan-sang-predator/</link>
	<description>Tentang Dunia Pendidikan, Bahasa, dan Sastra</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Sep 2010 13:53:38 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Sawali Tuhusetya</title>
		<link>http://sawali.info/2009/07/04/peradaban-horor-dan-sang-predator/#comment-37302</link>
		<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2009 09:11:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.us/?p=307#comment-37302</guid>
		<description>terima kasih pencerahannya, pakacil. itulah yang terjadi, pak. kejujuran agaknya masih tergolong mahal di negeri ini. kekerasan demi kekerasan terus datang silih berganti. namun, ketika persoalan ini mau dibongkar secara jujur, selalu saja ada hambatannya. hmmm .... makin rumit juga nih!</description>
		<content:encoded><![CDATA[Menggunakan <img src='http://sawali.info/wp-content/plugins/wp-useragent/img/16/net/null.png' title='Unknown' class='' alt='Unknown' /> <a href='#' title='Unknown' rel='nofollow'>Unknown</a> pada <img src='http://sawali.info/wp-content/plugins/wp-useragent/img/16/os/null.png' title='Unknown' class='' alt='Unknown' /> <a href='#' title='Unknown' rel='nofollow'>Unknown</a><p>terima kasih pencerahannya, pakacil. itulah yang terjadi, pak. kejujuran agaknya masih tergolong mahal di negeri ini. kekerasan demi kekerasan terus datang silih berganti. namun, ketika persoalan ini mau dibongkar secara jujur, selalu saja ada hambatannya. hmmm &#8230;. makin rumit juga nih!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pakacil</title>
		<link>http://sawali.info/2009/07/04/peradaban-horor-dan-sang-predator/#comment-37301</link>
		<dc:creator>pakacil</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 15:55:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.us/?p=307#comment-37301</guid>
		<description>Satu yang saya rasakan sekali soal kekerasan Pak, yakni kita tidak jujur mengatasi dalam persoalan, terutama dalam persoalan-persoalan kekerasan dalam skala massif.

Pernah pada suatu waktu, disebuah forum, saya katakan, bahwa kita memang telah menjadi sebuah negara, namun kita perlu bertanya pada diri masing-masing, apakah kita telah menjadi sebuah bangsa yang utuh? Namun saya langsung dipotong, agar tidak bicara sembarangan. Bagi saya, ya sudah, kalau ajakan kontemplatif dianggap sembarangan, maka tidak perlu saya mengharapkan kejujuran akan lahir.

Sebab lain yang paling berbahaya adalah tidak adanya penuntasan permasalahan kekerasan, hal ini secara perlahan membuat banyak pihak akan kian permisif terhadap kekerasan dengan beragam bentuk.

Mengutip dari:
Andre Gide, &quot;saya merasa maka saya ada&quot;
Descartes, &quot;saya berpikir maka saya ada&quot;
Albert Camus, &quot;saya memberontak (bertindak) maka saya ada&quot;
Bagi saya, ketiga hal diatas tidak berdiri sendiri, melainkan sebuah rangakaian yang saling melengkapi sehingga menjadi paripurna. Sehingga, kekerasan bisa jadi merupakan sebuah pertunjukan eksistensi dalam bentuk yang amat sangat tak lengkap.

panjang ya... ya sudah deh. itu dulu...
 ;-)
.-= pakacil&#180;s last blog ..&lt;a href=&quot;http://pakacil.com/sudut-lain/2009/silakan-pilih-cinta-atau-mati/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Silakan Pilih: Cinta atau Mati !&lt;/a&gt; =-.</description>
		<content:encoded><![CDATA[Menggunakan <img src='http://sawali.info/wp-content/plugins/wp-useragent/img/16/net/null.png' title='Unknown' class='' alt='Unknown' /> <a href='#' title='Unknown' rel='nofollow'>Unknown</a> pada <img src='http://sawali.info/wp-content/plugins/wp-useragent/img/16/os/null.png' title='Unknown' class='' alt='Unknown' /> <a href='#' title='Unknown' rel='nofollow'>Unknown</a><p>Satu yang saya rasakan sekali soal kekerasan Pak, yakni kita tidak jujur mengatasi dalam persoalan, terutama dalam persoalan-persoalan kekerasan dalam skala massif.</p>
<p>Pernah pada suatu waktu, disebuah forum, saya katakan, bahwa kita memang telah menjadi sebuah negara, namun kita perlu bertanya pada diri masing-masing, apakah kita telah menjadi sebuah bangsa yang utuh? Namun saya langsung dipotong, agar tidak bicara sembarangan. Bagi saya, ya sudah, kalau ajakan kontemplatif dianggap sembarangan, maka tidak perlu saya mengharapkan kejujuran akan lahir.</p>
<p>Sebab lain yang paling berbahaya adalah tidak adanya penuntasan permasalahan kekerasan, hal ini secara perlahan membuat banyak pihak akan kian permisif terhadap kekerasan dengan beragam bentuk.</p>
<p>Mengutip dari:<br />
Andre Gide, &#8220;saya merasa maka saya ada&#8221;<br />
Descartes, &#8220;saya berpikir maka saya ada&#8221;<br />
Albert Camus, &#8220;saya memberontak (bertindak) maka saya ada&#8221;<br />
Bagi saya, ketiga hal diatas tidak berdiri sendiri, melainkan sebuah rangakaian yang saling melengkapi sehingga menjadi paripurna. Sehingga, kekerasan bisa jadi merupakan sebuah pertunjukan eksistensi dalam bentuk yang amat sangat tak lengkap.</p>
<p>panjang ya&#8230; ya sudah deh. itu dulu&#8230;<br />
 <img src='http://sawali.info/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> <span class="cluv"> pakacil&#180;s last blog ..<a href="http://pakacil.com/sudut-lain/2009/silakan-pilih-cinta-atau-mati/" rel="nofollow">Silakan Pilih: Cinta atau Mati !</a> <span class="heart_tip_box"><img class="heart_tip" alt="My ComLuv Profile" border="0" width="16" height="14" src="http://sawali.info/wp-content/plugins/commentluv/images/littleheart.gif"/></span></span></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
