24Jun 2009 154 Comments
Apologi Berlebihan Tim Sukses Capres
Satu lagi tontonan publik menjelang Pilpres 2009 yang tak kalah seru adalah debat antartim sukses Capres-Cawapres. Setelah dikritik banyak kalangan lantaran sepi dialog dan tanya-jawab yang cerdas dan kritis dari para capres, giliran tim suksesnya yang melakukan aksi orasi sampai berbusa-busa. Mereka cenderung melakukan apologi berlebihan terhadap Capres dukungannya. Hantam sana-hantam sini, berkelit menghindar, lantas mengeluarkan jurus pamungkas yang bisa mematikan lawan merupakan siasat yang ditempuh tim sukses dalam upaya menggaet simpati publik. Entah, berapa hari dan berapa malam mereka belajar dan mengumpulkan berbagai bahan yang dianggap mampu membuat citra lawan jatuh. Strategi yang mereka tempuh tak hanya sekadar bagaimana mesti bersikap defensif dalam menerima serangan lawan, melainkan juga bagaimana melumpuhkan rival-rivalnya hingga benar-benar tak berkutik.
Yang menarik, para tim sukses itu memiliki basis akademik yang cukup lumayan. Selama ini, mereka dikenal sebagai intelektual muda yang kritis dan cerdas. Analisis politiknya sering ditunggu dan dinantikan publik. Namun, godaan kekuasaan agaknya telah meninabobokan mereka hingga benar-benar kehilangan derajat profetik yang seharusnya mereka perjuangkan. Meminjam istilah Julian Benda, mereka telah melakukan ”Pengkhianatan Intelektual” sebagaimana yang dilakukan oleh para intelektual Eropa yang ”tiarap” di depan tangan-besi-tiranik Hitler. Kaum intelektual yang seharusnya bisa menjaga jarak dengan kekuasaan telah tereduksi oleh persoalan-persoalan pragmatis dan politis sehingga kebenaran-kebenaran yang mereka agungkan telah terkontaminasi kepentingan-kepentingan sempit dan sesaat.
Salahkah apa yang mereka lakukan? Hmmm … dalam kacamata politik, konon benar-salah itu hanya beda-beda tipis. Substansinya bukan semata-mata benar-salah secara stereotipe, melainkan bagaimana mereka mampu berargumen hingga yang salah bisa tampak benar dan yang salah bisa jadi benar. Dalam kondisi demikian, para tim sukses, pasti juga sudah banyak belajar tentang psikologi massa, sehingga mereka bisa tetap tampil percaya diri di tengah-tengah publik, meski dalam keadaan terdesak sekalipun. Jangan sampai mereka “kehilangan muka” yang bisa membuat capres kehilangan simpati. Lihat saja wajah-wajah mereka yang tampak tegang dan nervous, tapi tetap berusaha tersenyum untuk memberikan kesan sebagai sosok yang tengah teraniaya. Situasi seperti ini justru bisa mendatangkan “blessing in disguise”. Semakin banyak diserang justru akan semakin diuntungkan.
Budaya “iba” yang selama ini telah mengakar dalam strata masyarakat kita, agaknya telah melahirkan sikap simpati kepada sosok yang dianggap terzalimi dan teraniaya. Karena telah belajar psikologi massa, siasat semacam ini bisa jadi masih akan terus ditempuh oleh tim sukses untuk membangun opini dan citra baru sebagai sosok yang terkalahkan itu. “Wani ngalah luhur wekasane” (berani mengalah akan berakhir dengan kemenangan), begitulah idiom yang sudah lama diwariskan oleh orang-orang tua Jawa pada zaman dulu. Nah! ***
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Apologi Berlebihan Tim Sukses Capres" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (24 June 2009 @ 02:55) pada kategori Opini, Politik, Refleksi dan telah dikunjungi oleh . Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:













Aug 10, 2009 @ 15:56:33
Semoga capres cawapres kita yang tidak sakit hati,dan mau berjabat tangan supaya negara kjta damai sejahtera
Aug 12, 2009 @ 21:02:21
amiiin, mudah2an demikian, mas.
Jul 05, 2009 @ 00:57:42
namanya aja timses pak, mereka kan butuh makan juga, malah para timses ini debatnya lebih heboh dari para capres yg mereka bela
.-= Baca juga tulisan terbaru m4stono berjudul Makna Dibalik Slogan Para Capres =-.
Jul 06, 2009 @ 04:14:20
betul sekali, justru yang sering berdebat dalam arti yang sesungguhnya malah anggota tim sukses.
Pemilih.com
Jul 04, 2009 @ 10:14:04
Sawali: Apologi Berlebihan Tim Sukses Capres…
Yang menarik, para tim sukses itu memiliki basis akademik yang cukup lumayan. Selama ini, mereka dikenal sebagai intelektual muda yang kritis dan cerdas. Analisis politiknya sering ditunggu dan dinantikan publik. Namun, godaan kekuasaan agaknya telah …
Jul 03, 2009 @ 16:14:46
apapun kondisi calon pemimpin kita, memang itulah yang baru bisa kita pilih saat ini. Jangan golput ya di pilpres ini, siapapun pemimpin kita nanti, mdh2an itu yang terbaik untuk bangsa ini…
.-= Baca juga tulisan terbaru lina gustina berjudul After Giving Birth the Baby : How to Overcome Your Depression Syndrome =-.
Jul 04, 2009 @ 01:40:46
sepakat, mbak lina, dan utk pilpres kali ini insyaallah saya ndak aakn golput, mbak, hehe ….
Jul 01, 2009 @ 13:52:52
numpang beken ya mas, kasi bocoran dunk tentang tips sebeken ini
Jul 01, 2009 @ 12:34:43
klo berbicara masalah per-pulitikan di indonesia memang membuat geleng2 kepala..
sesuatu itu akan di bilang aneh kalo gak aneh..
yah,
semoga indonesia dapat terus berbenah diri ke arah yang lebih baik..
semoga..
.-= Baca juga tulisan terbaru oRiDo™ berjudul [DKMB] dOwnlOad gRatis aplikasi (JAVA) islami untuk HP =-.
Jul 02, 2009 @ 17:34:30
begitulah realitas politik yang terjadi di negeri ini, mas.
Jul 01, 2009 @ 04:30:56
Justru itulah pak, saya juga heran kenapa mereka2 yg berpendidikan tinggi kok gaya orasinya seperti preman tanah abang – mohon maaf jangan tersinggung ya kalau ada preman disini
….
Tapi juga maklum dunia politik itu kotor jadi segala cara pasti di lakukan untuk menjatuhkan lawan politiknya.
.-= Baca juga tulisan terbaru Finance Articles berjudul 3 of the top 9 reasons that the real estate bubble is bursting =-.
Jul 02, 2009 @ 17:32:31
begitulah yang terjadi, mas. antartim sukses justru malah pada berantem, haks.
Jun 29, 2009 @ 19:11:01
Mungkin sistem pilpres yang baik : Capres tidak berpasangan dg Wapres. Tapi calonya adlh perorangan. yang memperoleh suara terbanyak mereka jadi Presiden, runer up nya jd Wapres, pemenang ke tiga jd menlu atau menteri lainya.
kalau kaya gini maka kemungkinanya gak ada istilah Kampanye Hitam, karena bisa jadi kalau tidak memperoleh suara terbanyak jd wakil yang tadinya merupakan rival capresnya saat kampanye. demikian juga dg Timsesnya mungkin akan berhitung dua kali kalau mau serang menyerang.
Jul 02, 2009 @ 17:18:04
hmmm … model pemilihan capres-cawapres yang bagus nih, mbak lina. semoga menjadi bahan pertimbangan KPU!
Jun 29, 2009 @ 10:47:57
haha! mulanya saya berpikir bahwa kemampuan para tim sukses itu sepertimirip dengan lawyer, benar atau salah adalah tergantung bagaimana memanipulasi persepsi juri (masyarakat), bukan substansinya. kalau perlu kesalahan bisa diplintir sedemikian rupa sehingga menjadi benar.
tapi saat membaca dua paragraf terakhir mengenai manajemen “iba”, saya ngakak! dan merasa iba kepada bangsa ini yang begitu mudah jatuh hati pada drama! pantes aja, tontonannya sinetron sih, ya? d’oh!
Jul 02, 2009 @ 13:53:50
hehehe … mungkin ini salah satu kelebihan dan sekaligus kelemahan mendasar bangsa ini, mbak yulfi, hehe … iba pun bisa menjadi sumber malapetaka, haks.
Jun 28, 2009 @ 12:24:33
Jadi, intinya ngedukung siapa nih, pak?
.-= Baca juga tulisan terbaru mathematicse berjudul JK Bicara Matematika =-.
Jun 29, 2009 @ 03:00:21
doh, hingga sekarang belum punya pilihan yang mantab, pak jupri, hehehe …
Jun 28, 2009 @ 07:51:49
nglurug tanpa bala,
menang tanpa ngasorake…. catatan sang pamomong;
ning yo tetep ae wong jenenge tim sukses musti grudag-grudug slusap-slusup
.-= Baca juga tulisan terbaru munawar am berjudul Dari Blog Ke Media Massa =-.
Jun 29, 2009 @ 02:58:34
hmmm …. konon kalau ndak begitu ndak bakalan direkrut jadi tim sukses, mas, wakaka ….
Jun 27, 2009 @ 20:02:15
“Pengkhianatan Kaum Intelektual”
jadi teringat lagi bukunya Julian Benda yang sudah lupa naruhnya dimana.. (doh)
baca juga pak bukunya Ali Syariati, “Tugas Cendikiawan Muslim”
hehehehe…
.-= Baca juga tulisan terbaru itempoeti berjudul Prita Mulyasari Bebas, Setelah Itu??? =-.
Jun 28, 2009 @ 02:36:46
hmmm …. terima kasih info bukunya, mas itempoeti.
Jun 27, 2009 @ 15:48:10
semoga yang terpilih adalah yang terbaik untuk semua
.-= Baca juga tulisan terbaru meylya berjudul Belom ada Yang baru lagi =-.
Jun 28, 2009 @ 02:30:18
amiiin, semoga harapan itu bisa terwujud, mbak lyla.
Jun 27, 2009 @ 10:52:06
he he he…biasalah Mas…. Lidah tidak bertulang. Politik oh politik..!!
Anyway…kalo ada wkt ‘mampir’ ya. Tak tunggu comment na
Slm kreativitas..!!
Jun 28, 2009 @ 02:25:01
politik memang mudah sekali berubah, tergantung kepentingannya, hehe ..
Jun 26, 2009 @ 22:24:08
benar-benar asal beda saa antara satu dengan lainnya, tapi lucunya nggak mau bikin perubahan yang berarti…
.-= Baca juga tulisan terbaru suryaden berjudul Please Start to Stop Dreaming about Action =-.
Jun 27, 2009 @ 00:59:33
@suryaden,
apa yang tim sukses pertontonkan selama ini kayaknya hanya sebatas retorika utk mendulang suara, mas surya. kalau pilpres dah selesai, selesai pula tugas mereka. janji tinggal janji….
Jun 26, 2009 @ 21:05:08
para calon podho rikuh wuh pekewuh, jadi yang rame biar tim suksesnya saja, hehehe
.-= Baca juga tulisan terbaru Andy MSE berjudul Cara Gampang Cek Remote Control =-.
Jun 27, 2009 @ 00:58:29
@Andy MSE,
hehehe … bisa jadi bener, mas andy. yang agresif justru malah tim suksesnya. khawatir dapat nilai merah apabila ndak ngotot dan ambisius mungkin, mas.
Jun 26, 2009 @ 20:37:48
Analis politik sebaiknya memang di luar Tim Sukses, Pak. Apabila ia sudah masuk ke dalam Tim Sukses, walaupun hanya jadi “konsultan politik”, kecenderungan untuk melakukan pengkhiatan intelektual atau pelacuran profesi memang bisa terjadi.
.-= Baca juga tulisan terbaru kombor berjudul Gerakan Pilpres Satu Putaran Menegaskan Neoliberalisme =-.
Jun 27, 2009 @ 00:57:16
@kombor,
betul banget, mas arif, itulah yang sesungguhnya kita khawatirkan. kalau semua intelektual bersikap seperti itu, lantas siapa yang akan mengawal dinamika demokrasi di negeri ini?
Jun 28, 2009 @ 02:46:39
bener banget, mas arif. sayangnya, sekarang ini para cendekiawan politik lebih suka berpihak pada tokoh capres-cawapres tertentu hingga akhirnya mereka jadi kehilangan fatsun dan kearifan politik.
Jun 26, 2009 @ 20:01:45
Entah mengapa politik sepertinya memang sarat dengan yang namanya “big talk” para penguasa dan orang2 disekitarnya. terlepas apakah mereka hanya janji2 kosong ataw emang ada sebagian yang komit mewujudkannya… kita sebagai rakyat harus bersikap cerdas dalam situasi begini… jangan mudah tertipu…!!
Jun 27, 2009 @ 00:56:22
@azarre,
betul banget, mas azarre, jangan sampai rakyat ikut2an bingung karena ulah tim sukses yang menghalalkan segala cara dalam mengegolkan ambisi sang calon.
Jun 26, 2009 @ 19:49:13
kalo masalah politik saya no comment dech
Jun 27, 2009 @ 00:55:23
@kuliah gratis,
hmm … pernyataan yang layak utk diapresiasi juga nih, mas.
Jun 26, 2009 @ 19:20:06
dan pemilihan presiden kali ini aku juga harus GOLPUT
Jun 27, 2009 @ 00:55:00
@okta sihotang,
hmm … sudah mantab utk tetep golputkah, mas okta?
Jun 26, 2009 @ 18:25:58
Mungkin memang belum bisa mencerminkan visi dan misi mereka tapi paling tidak rakyat lebih tahu mana yang menguasai dan tidak … salut buat yang tampil unpredictable (saya ndak mau nyebut namanya karena nggak lagi kampanye hehehe)
.-= Baca juga tulisan terbaru ajengkol berjudul Hiatus Plurk =-.
Jun 27, 2009 @ 00:54:39
@ajengkol,
hmmm … mudah2an rakyat ndak makin bingung setelah melihat ulah tim sukses capres yang makin ndak karu2an seperti itu, mbak ajeng.
Jun 26, 2009 @ 14:52:10
SIAPAPUN PRESIDENNYA YANG PENTING BISA MEMAKMURKAN RAKYAT. aku suka karunnya pak.. aku minta pak.. tak dunlud
Jun 27, 2009 @ 00:53:39
@jidat,
amiiin, mudah2an demikian, mas jidat. walah, ttg kartun itu, mas jidat bisa langsung ke inilah.com kok.
Jun 26, 2009 @ 14:09:13
namanya team sukses…. apapun dilakukan biar sukses klo ga sukses bukan team sukses namanya…:D . tapi kok saling sikut2 an ya apa yg dilakukan bikin masyarakat bingung pilih yg mana… bisa2 mereka malah mls milih krng bingung…
Jun 27, 2009 @ 00:53:03
@yunus,
bener banget, mas yunus, saya tdk mempersoalkan kehadiran tim sukses. yang saya sayangkan, kenapa kaum intelektual yang seharusnya bisa menjaga jarak dg kepentingan politik dan kekuasaan ternyata terinfeksi juga, hiks.
Jun 26, 2009 @ 10:40:51
bagi saya, siapapun yg jadi presiden dan wakilnya, mesti bisa benar2 bisa membuat perubahan yg signifikan dari segala lini dan sisi.
jangan yang salah dibenarkan tapi justru yg benar disalahkan.
pokok’e yg terbaik deh buat semua warga bangsa indonesia..
soal acara debat capres dan cawapres???
menurut saya yg awam ini, acara itu bukanlah acara debat. melainkan cuma tanya jawab yg sepertinya bisa saja direkayasa. terbukti dari raut2/mimik wajah mereka, terlihat tegang dan seperti terkesan ingin diberikan simpati. halah, bener juga mungkin supaya dikasihani:D
kecuali pak sby yg memang terlihat wibawa dan powernya. (sosok seperti ini yg paling ideal utk memimpin)
Jun 26, 2009 @ 11:36:56
@Mike,
hmmm … suara rakyat adalah suara tuhan. itulah idiom yang sering digunakan dalam proses demokrasi, mas mike. semoga rakyat bisa memilih pemimpin yang benar2 bisa membuat negeri ini adil, makmur, damai, dan sejahtera, amiin.
Jun 26, 2009 @ 07:39:32
Betul sekali pak, segala cara memang mrk lakukan untuk menarik simpati. Shg yg terjadi bisa2 presiden yg terpilih adalah karena “iba” bukan krn program2 yg jelas..
Jun 26, 2009 @ 11:35:25
@waw,
hmm … mudah2an saja rakyat bisa memilih yang terbaik di antara mereka, mas dewanto.
Jun 26, 2009 @ 02:59:57
Meskipun ada yang belum bener dengan capres dukunangnya, tapi tetap dibener-benerin. tapi ya kalau tetap ngeyel, saya rasa jadi terkesan jadi terlalu berlebhkan bahkan terkesan men-dewakan. yah itulah namanya tim sukses
Jun 26, 2009 @ 11:34:42
@arifudin,
hmmm … mungkin itu kerjaan tim sukses dari sononya, mas arif, hehe …
Jun 26, 2009 @ 02:22:10
aku gak pernah merhatiin politik karena emang gak suka
Jun 26, 2009 @ 11:33:34
@maxall,
ada bagusnya juga tuh, mas maxall, ketimbang bikin kepala pening, hiks.
Jun 26, 2009 @ 01:35:02
Sudah lama saya tidak berkunjung pak sawali.. blog saya baru pindah hosting lagi, masih ada beberapa yang error2..
Saya sudah bosen iklan2 capres di tv pak.. mereka saling menjatuhkan dan saling mengklaim keberhasilan selama kepemimpinan mereka. Alangkah baiknya mereka menyebutkan program yang bener2 kongkret untuk kebaikan rakyat
Jun 26, 2009 @ 11:33:01
@Danta,
hmmm … iya nih, berkali-kali berkunjung ke blog mas danta, error terus, malah ndak ada postingannya sama sekali, hehe … mudah2an lekas teratasi. iya, nih, mas, kita tunggu saja, apakah janji2 mereka akan terbukti.
Jun 26, 2009 @ 00:54:30
hehehe.. selamat malam pak Sawali yang baik.. Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang Selalu..
.-= Baca juga tulisan terbaru KangBoed berjudul Kekasihku (1) =-.
Jun 26, 2009 @ 11:31:57
@KangBoed,
salam damai dan sayang selalu, kangboed.
Jun 26, 2009 @ 00:37:43
Debat Capres, cawapres dan tim suksesnya memang perlu disimak secara cermat. Mungkin bagi khalayak hal ini sangat diperlukan. Karena tentunya hal ini digunakan sebagai ajang unjuk visi dan misi serta ajang pengenalan diri bagi masyarakat.
Namun yang perlu disayangkan, adanya persaingan yang kurang sehat di antara para kandidat negeri ini. Beliau-beliau seakan-akan saling serang. bukan hanya argumen, tetapi juga saling menonjolkan kesalahan/kekurangan lawan politiknya tersebut.
Siapapun nantinya yang terpilih, saya kok ndak yakin akan janji-janji yang diumbar tersebut. Perubahan mungkin saja terjadi, karena itulah yang kita minta. Namun adat kebiasaan orang Indonesia. apabila sudah duduk di kursi tertinggi di negeri ini, seakan-akan kok lupa (sengaja atau tidak) dengan apa yang sudah dijanjikan dulu. Indonesia ini memang butuh perubahan, tetapi alangkah baiknya sebelum berani bicara ingin merubah negeri ini (menjadi lebih baik) tentunya mereka harus merubah kepribadian yang hanya bisa menyalahkan dan menyerang yang disalahkan
Jun 26, 2009 @ 11:31:42
@farhan,
hmm … mari kita tunggu janji2 yang mereka gelontorkan di atas mimbar kampanye atau di layar TV, farhan, hehe …
Jun 26, 2009 @ 00:19:55
Memang keserakahan manusia kan dua hal tidak akan pernah sirna, selagi atma ada dalam raga. Setiap manusia mengingikan umur panjang dan dunia ini.Padahal Allah telah memperhinakan manusia dengan kefanaan yang wajib bagi setiap makhluk.
Peace Be Unto YOu! God Luck!
Jun 26, 2009 @ 11:30:55
@sonni herawan,
hmmm … pernyataan yang bagus dan mencerahkan, mas sonni. saya setuju banget ini.
Jun 25, 2009 @ 15:15:34
Debat capres dan cawapres bagus juga lho setidaknya kita tau kalau mereka bisa bicara tinggal kita buktikan katanya bila sudah terpilih nanti.
Jun 26, 2009 @ 11:30:13
@villas in bali,
saya kira tdk salah, mas, asalkan cara2 yang mereka gunakan fair dan jujur.
Jun 25, 2009 @ 15:10:25
wah semua bersaing tuk jadi yang terbaik.
Jun 26, 2009 @ 11:29:20
@dian,
bener, mbak –eho maaf kalau salah sapa, hehe — dian. sayangya utk mencapai yang trbaik sering menggunakan cara2 yang tdk fair.
Jun 25, 2009 @ 14:33:59
manuver tim sukses mereka membingungkan pak..tidak sehat…
.-= Baca juga tulisan terbaru imoe berjudul …luka dagu dan cici paramida… =-.
Jun 26, 2009 @ 11:28:29
@imoe,
bener banget, mas imoe, rakyat malah makin bingung dan tdk mendapatkan pencerahan.
Jun 25, 2009 @ 14:21:35
Siapapun yang terpilih … wajib memajukan pendidikan Indonesia
.-= Baca juga tulisan terbaru istiyanto berjudul Stop Dreaming Start Action, Wujudkan Impian Anda ! =-.
Jun 26, 2009 @ 11:28:01
@istiyanto,
sepakat, pak is, hukumnya “wajib” itu, hehe …
Jun 25, 2009 @ 13:04:07
pembelajaran yang tidak cerdas sebenarnya, dimana para elit politik kita saling kritik, saling sindir yang tidak membangun.
satu kesimpulan saya pak, bahwa para capres-cawapres sekarang harus punya keahlian baru,, yaitu ahli sindir.
Jun 26, 2009 @ 11:27:25
@coey_paringin,
ahli sindir? hmmm … sayangnya ilmu ini ndak diajarkan di bangku pendidikan, mas, hehe …
Jun 25, 2009 @ 11:40:42
Salam kenal
Jun 26, 2009 @ 11:26:32
@David,
salam kenal juga!
Jun 25, 2009 @ 11:40:32
Hehehe.. belum dewasa secara mental spiritual.. sayang yaaa.. secara lahirian dah pada tua.. secara bathiniaaaah entahlaaaah..
Salam Sayang
.-= Baca juga tulisan terbaru KangBoed berjudul Kekasihku (1) =-.
Jun 26, 2009 @ 11:26:19
@KangBoed,
hmm … mungkin secara rohaniah malah lebih2 kanak2, kangboed, haks.
Jun 25, 2009 @ 10:12:20
begitulah pak perkembangan politik kita yang belum dewasa yang klo kampanye bener2 keterlaluan ngejelekinnya tp saat dipertemukan jadi diem ga berani ngomong takut image rusak, padahal itu dibiayai APBN jadi terkesan mubazir dan jadi kampanye sendiri buat para capres
Jun 26, 2009 @ 11:25:51
@Catur Ariadie,
wah, bener banget, mas catur. konon, pemilu di negeri kita termasuk berbiaya tinggi. sungguh disayangkan kalau ndak memberikan perubahan yang bagus buat rakyat.
Jun 25, 2009 @ 10:03:02
wahahaha saya hanya senyum kecut ketika menyaksikan tanyangan tersebut om, wah jan ndak onok etikane blas! asal kawan didukung asal lawan ditentang!
Jun 26, 2009 @ 11:24:59
@deteksi,
itulah yang terjadi, mas dion. etika sudah ndak diperhatikan lagi!
Jun 25, 2009 @ 08:40:55
yah sayang saya gak bisa nonton dari sini..tapi memang dialog debat capres cawapres masih disesuaikan dengan budaya kita kayaknya pak
.-= Baca juga tulisan terbaru boyin berjudul Lepas dari kemelekatan =-.
Jun 26, 2009 @ 11:24:29
@boyin,
hmm … TV indonesia ndak bisa diakseskah di vietnam, mas boyin?
Jun 25, 2009 @ 08:35:50
apapun alasannya yang penting INDONESIA Harus MeRdeKa !!!!!!
dan kita tidak boleh, hanya mengkritik saja, tp harus memberikan inisiatif untuk memajukan Tanah air Ter,,,, ini.
Jun 26, 2009 @ 11:23:44
@aqin,
amiiin, repotnya, solusi yang kita tawarkan ndak pernah dianggep.
Jun 25, 2009 @ 07:49:27
bar goro-goro kan metu dagelan pak…
.-= Baca juga tulisan terbaru grubik berjudul kaTa bu guru itu =-.
Jun 26, 2009 @ 11:23:02
@grubik,
hmmm …. bener juga tuh, mas grubik. dagelane luwih lucu, haks.
Jun 25, 2009 @ 01:53:43
Saya suka kata2 penutup Pak Komarudin Hidayat.
“Lanjutkan lebih baik demi masyarakat kecil”
.-= Baca juga tulisan terbaru azaxs berjudul My Beautiful Bathrooms =-.
Jun 26, 2009 @ 11:22:33
@azaxs,
hmmm … itu penutup yang berbau kampanye apa ndak, mas azaxs?
Jun 25, 2009 @ 00:17:00
saya malah jengkel tu ama salah satu tim sukses.. ada yang sara segala.. pengen jitak kepalanya aja….
.-= Baca juga tulisan terbaru zoel berjudul Cinta, Begitu sulit dimengerti =-.
Jun 26, 2009 @ 11:22:00
@zoel,
ayo, jitak aja kepalanya, mas zoel, hehe …
Jun 24, 2009 @ 20:16:26
Tulisan yang menggelitik pak..
Kalau kata suami, bukan debat, tapi cangkriman…..
Jun 26, 2009 @ 11:21:37
@edratna,
hehehe … cangkriman? walah, agaknya bapak ndak salah ngendika seperti itu, bu.
Jun 24, 2009 @ 19:34:08
hmm semuanya gua liat masih dalam bahasa normatif dan tidak keliatan aplikasinya salam kenal ya Pak
Jun 26, 2009 @ 11:21:03
@Juliawan,
salam kenal, juga, mas. kesannya juga begitu, ndak ada ide2 brilian dan kreatif dari mereka!
Jun 24, 2009 @ 18:50:35
Hahahaha… TS itu memang kerjaannya begitu, termasuk TS dr kalangan akademisi dan intelektual muda
Jun 26, 2009 @ 11:20:33
@Stop Dreaming,
sungguh disayangkan sih sebenarnya kalau sosok intelektual justru malah “berselingkuh” dg politisi.
Jun 24, 2009 @ 18:08:21
ralat :
maksudnya : sayang kita tidak mempunyai…
Jun 24, 2009 @ 18:07:44
saya kita tidak mempunyai banyak informasi apa yang terjadi di belakang layar. jika tahu kondisinya, mungkin kita bisa lebih maklum dengan apa yang tertampil pada setiap debat tim sukses. tentang apa yang membuat mereka menjadi militan bahkan mengarah ke kultus individu yang dibelanya. sesuatu hal yang secara norma sangat tidak bagus untuk dipertontonkan ke khalayak.
Jun 26, 2009 @ 11:19:54
@~noe~,
memang benar sih, mas noe, yang bisa kita lihat kan out-put-nya. rakyat kecil, termasuk saya, kan ndak bisa kita mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi, hehe …
Jun 24, 2009 @ 16:48:58
Kalo saya sih, ‘dikampanyei’ apa saja nggak begitu ngaruh, wong sudah menetapkan pilihan lebih awal, dan saya termasuk yang nggak rasional kali ya?
Jun 26, 2009 @ 11:17:52
@isnuansa,
hmmm … kalau mbak is saya sangat percaya. sudah mantab dg satu pilihan, hehe …
Jun 24, 2009 @ 16:18:33
saya walaupun gak ngeh ma politik tapi semoga saja bangsa Indonesia kembali menemui jati dirinya…
sehingga bisa kembali maju dan tak lupa leluhur…
Jun 26, 2009 @ 11:17:13
@arikaka,
amiiin, semoga harapan itu bisa terwujud, mas kaka.
Jun 24, 2009 @ 15:55:21
asal jangan pilih yang ini nihh…
atau
Jun 26, 2009 @ 11:16:43
@javanese,
gambar yang mana itu, mas? hehe …
Jun 24, 2009 @ 15:53:41
.-= Baca juga tulisan terbaru komuter berjudul IBSN : antusiasme komentator konsep sang pengendara =-.
Jun 26, 2009 @ 11:16:24
@komuter,
kita tinggal menunggu buktinya, mas pengendara, hehe …
Jun 24, 2009 @ 15:42:40
saat menang-kalah mulai terpatri di kepala, pembunuhan atas benar-salah perlahan dimulai
aaarrrgggg…kalo lagi musim gini ini rasanya pengen banget punya tv, rasanya ketinggalan banget “aksi” para calon penghisap darah rakyat
.-= Baca juga tulisan terbaru sinta berjudul Bersahabat Buku Memeluk Ilmu =-.
Jun 26, 2009 @ 11:16:01
@sinta,
calon penghisap darah rakyat? doh, istilah mbak sinta ternyata tepat sekali, haks.
Jun 24, 2009 @ 15:16:20
Sepertinya kalau nggak ada yang padu2an gitu nggak seru Pak, paling kalau hajatnya sudah kelar semua dan sudah dapat jatah masing2 lalu berkumpul dibelakang layar ngopi bareng, hehehe…..kayak aktor panggung aja.
Jun 26, 2009 @ 11:15:24
@mas8nur,
bener, masnur. selingan dan pemanasan menghadapi hari H pemilu, hehe …
Jun 24, 2009 @ 14:41:47
memang benar sih, kalau udah masalah politik, terkadang orang lalai dan moral di nomer duakan, yang nomer satu adalah kekuasaan dan uang.
tapi yang lebih penting dari itu semua adalah, mari kita mulai dari diri kita masing masing untuk ikut mengsukseskan pesta demokrasi besok pada tanggal 8 Juli….
.-= Baca juga tulisan terbaru alfaroby berjudul Esensi Kuliah menurut Keluarga Mahasiswa Mojokerto (KMM)di Yogyakarta =-.
Jun 26, 2009 @ 11:14:52
@alfaroby,
insyaallah saya juga akan menggunakan hak pilih saya tanggal 8 juli nanti, mas. mudah2an saya tak salah pilih, haks.
Jun 24, 2009 @ 13:55:13
klo menurut saya pribadi seh..
sebenarnya dia tidak menunjukkan wajah teraniaya,cm emank mukanya yg udh begetomao diapakan..hehehehehe….
sapa pun pilihan nya menurut ane seh gk akan ada perubahan yg drastis yg bisa bikin ane lebih makmur..
Jun 26, 2009 @ 11:12:01
@se7en_pearl,
sungguh dilematis juga, yah, kalau dah banyak menyedot banyak anggaran negara, tapi perubahan tak terjadi.
Jun 24, 2009 @ 13:15:24
Saya melihatnya juga seperti itu pak para intelelektual kita rasanya telah melacurkan dirinya sendiri untuk kepentingan sesaat dengan yang namanya politik
Jun 26, 2009 @ 11:11:02
@achmad sholeh,
seperti itulah kenyataan yang terjadi, pak sholeh. repot bener!
Jun 24, 2009 @ 12:13:17
gak ada salahnya juga sih, tapi kesalahanya hanya pada yang munafik… cuma janji janji palsu! sing penting wani tampil neng mimbar, ora grogi karo blekak blekuk
Jun 26, 2009 @ 11:10:40
@jidat,
doh, bersikap munafik itu kan malah lebih berbahaya, toh, mas jidat, hehe … kayaknya seperti lomba debat, tanpa menyentuh substansinya.
Jun 24, 2009 @ 12:02:49
makanya benar kata Nabi bahwa kehidupan itu dimulai setelah pernikahan.. banyak rekan mahasiswa dulu yang menggaung gaungkan segala macam begitu masuk dalam pekerjaan dan pemerintahan apalagi politik mulai meninggalkan semangatnya.. yang penting kepentingan perut dan bawahnya.. eee.. salah hihihi..
Salam Sayang
Salam Hormat
.-= Baca juga tulisan terbaru KangBoed berjudul Kekasihku (1) =-.
Jun 26, 2009 @ 11:05:55
@KangBoed,
hmmm … kepentingan perut dan bawahnya? kok jadi miris banget nih, kangboed, hehe …
Jun 24, 2009 @ 11:53:50
sok sok-an aja kali ya?
yang penting berani tampil ke publik
biar tidak dibilang pecundang
.-= Baca juga tulisan terbaru IHSAN berjudul 2 Award =-.
Jun 26, 2009 @ 11:05:17
@IHSAN,
bisa jadi benar, mas ihsan. repot juga ya?
Jun 24, 2009 @ 11:24:57
saya melihat sekelumit acara debat yang kedua. tampaknya koq seperti cerdas cermat ya..
apalagi saya baca di salah satu media. para peserta debat tampak membuka catatan terlebih dahulu. Benar2 mirip belajar ujian.
Jadi iba
.-= Baca juga tulisan terbaru novi berjudul Madura Tak Butuh Jembatan =-.
Jun 24, 2009 @ 15:43:40
@novi, membahas debat itu mah sepertinya malah membingungkan para rakyat untuk memilih. jawaban yang hampir sama dan jawaban yang sepertinya hanya janji-janji belaka yang belum melahirkan suatu kejujuran yang murni dari dalam hati para capres
Jun 26, 2009 @ 11:04:55
@dafhy,
agaknya bener, mas dafhy. bukannya memberikan pendidikan politik yang bagus buat rakyat, tapi malah mempertontonkan kezaliman, hehe …
Jun 26, 2009 @ 11:04:14
@novi,
hmm … mungkin mereka belajar seharian suntuk menjelang debat, mas novie utk mematikan manuver lawan, haks.
Jun 24, 2009 @ 11:13:36
aduhhh…bikin bingung aja mau pilih siapa???!!!!????
Jun 26, 2009 @ 11:03:27
@casual cutie,
hmmm … mantabkan mana yang menurut mbak cutie paling layak.
Jun 24, 2009 @ 10:16:42
Hahahaha..emang lagi musim nglawak to iki Pak. Wis ben urip mereka..
Jun 26, 2009 @ 11:03:04
@Dexter,
hehe … ternyata mereka malah lebih lucu ketimbang lawak yang sesungguhnya, mas kika, haks.
Jun 24, 2009 @ 10:12:04
semoga yg terbaiklah yg terpilih nanti…
.-= Baca juga tulisan terbaru rizoa berjudul Does Google hate me? =-.
Jun 26, 2009 @ 11:02:24
@rizoa,
amiiin, semoga demikian, mas zoa.
Jun 24, 2009 @ 10:04:21
lima tahun lalu, dia menang karena mendapatkan rasa iba dari rakyat. sekarang, dengan penuh percaya diri dan kepercayaan rakyat, akankah dia menang lagi?
.-= Baca juga tulisan terbaru Dum berjudul Dukungan Kyai Jatim pada JK-Wiranto =-.
Jun 26, 2009 @ 11:02:10
@Dum,
dia itu siapa, mas deno? hehe … semoga saja hanya yang terbaik yang akan terpilih.
Jun 24, 2009 @ 09:47:13
ngalah gimana pak… wong saling serang gitu… gak ada yg mau kalah… malah ada yg mau satu putaran?
Jun 24, 2009 @ 12:39:19
@S™J, hidup satu putaran™
Jun 24, 2009 @ 13:39:58
@ariss_, hidup terus berputar..
Jun 26, 2009 @ 11:01:36
@S™J,
tapi jangan sampai seperti gangsingan loh, hehe …
Jun 26, 2009 @ 11:01:11
@ariss_,
loh itu kan iklannya salah satu pasangan capres-cawapres, mas ariss, hehe …
Jun 26, 2009 @ 11:00:34
@S™J,
hmmm … sikap ngalah itu terlihat setelah mereka ndak bisa berargumen, mas jenang, lantas menunjukkan kesan sbg sosok yang teraniaya karena serangan lawan, hiks.
Jun 24, 2009 @ 09:31:29
Wah, kalau saya terus terang ndak tertarik sama debat-debat itu pak …


Wong orang yang pinter berargumen itu bukan jaminan kalau memang yang terbaik kok
Pinter ngomong belum tentu pinter kerja
Tadi malam sembari menunggu iklan juga sempat liat debat tim sukses itu, aneh banget ya pak, kaya orang “udur” bahkan ndak saling mau mendengarkan pendapat yang lain.
Satu pihak ngomong belum selelsai udah diserang, ndak ada yang mau diam dulu, mendengarkan terus memberi jawaban
.-= Baca juga tulisan terbaru sigid berjudul Memaksimalkan Fasilitas “Pemalas” di Browser =-.
Jun 26, 2009 @ 10:47:55
hmm … saya juga hanya sekadar selingan sbg pengganti tontoan dagelan, pak sigid, hehe …. iulah yang terlihat, mereka merasa paling benar dan akan merasa puas kalau lawan politiknya mati kutu, haks.
Jun 24, 2009 @ 08:29:20
Itu mah pelacur2 intelektual
Jun 26, 2009 @ 10:36:47
wah, kalau semua intelektual bersikap seperti itu, apa yang terjadi dg negeri ini ya, mas pencerah?
Jun 24, 2009 @ 06:47:04
Memang intelektual semprul
gundul gundul pacul
Jun 26, 2009 @ 10:36:18
hmm …. sabar, mas love, sabar, hehe ….
Jun 24, 2009 @ 06:17:09
Hehehe, sembilan tahun yang lampau, salah satu rekan saya pernah menulis di media kira-kira begini petikannya “di negara kita, kalau mau jadi pihak yang menang harus menjadi yang kalah atau dikalahkan terlebih dahulu” dan saya ingat betul dalam analogi lalu lintas, teman saya itu bilang “lebih baik jadi tukang becak ketimbang penumpang mercy karena kalau tukang becak ditabrak, kita digebukin, tapi kalau penumpang mercy ketabrak malah dimintain uang”
Saya menganggap apa yang terjadi terkait dengan “iba” itu adalah satu dari pelajaran politik Pak, semoga Indonesia cepat lulus
.-= Baca juga tulisan terbaru DV berjudul Idola Masa Lalu dan Idola Masa yang Akan Berlalu =-.
Jun 26, 2009 @ 10:35:52
hmmm … sikap teraniaya dan terzalimi yang direkayasa ternyata malah bisa menjadi blunder, ya, mas don. nah, saya juga sering bertanya-tanya juga tuh, mas, negeri ini sejak dulu kok belajar demokrasi terus, kapan lulusnya, yak?
Jun 24, 2009 @ 06:12:19
Hitler pernah berkata bahwa kebohongan dikali seribu sama dengan kebenaran..mudah2an para tim sukses tidak sering membohongi rakyat sehingga seolah-olah menjadi sebuah kebenaran..
salam
.-= Baca juga tulisan terbaru pensiun kaya berjudul Cermati Saham JPRS! =-.
Jun 26, 2009 @ 10:33:50
wah, kalau kebohongan jadi senjata utk melumpuhkan lawan, doh, sungguh besar risikonya, mas amsi, hehe …. mudah2an rakyat ndak sampai salah pilih.
Jun 24, 2009 @ 04:19:57
Itulah pak yang membuat orang kampung pada bingung umtuk memilih calon pemimpin,masak podo demen padu seh..tim suksesnya,tu orang selalu menyuguhi tontonan padudon terus emange..wkxkxkxkkxkxkx..
Tapi salut buat calon yang sudi beramis-amis ria,semoga untuk seterusnya begitu..,capa tau laen kale mau berkubang lumpur ama ane di sawah yah pak..wkxkxkxkxkxk
.-= Baca juga tulisan terbaru SanG BaYAnG berjudul Imaji Kandas =-.
Jun 26, 2009 @ 10:32:31
itu dia yang jadi persoalan, sangbayang. debat capres dan ulah tim suksesnya bukan memberikan pendidikan politik yang bagus buat rakyat, tapi malah membingungkan, hehe …
Jun 24, 2009 @ 03:44:13
Kalau menurut saya sih manusiawi Pak, kaum intelek itu kan ujung2nya butuh duit buat makan, jadi mumpung ada even kayak gini ya mereka ngobyek jadi tim sukses. Hahaha.
Saya juga muak Pak lihat yang dikasih image terdzalimi, dikroyok, dll yang jaim dan ingin selalu terlihat santun. Makanya saya emoh lanjutkan, hahahaha
Jun 26, 2009 @ 10:26:15
hmmm …. memang benar mas fadhil, kaum intelektual yang “berselingkuh” dg politisi memang manusiawi dan itu menjaid hak pribadi mereka. hanya saja, dari sisi idealisme, rasanya kok ndak etis seperti yang pernah diungkap oleh julian benda itu.