21Jun 2009 68 Comments
Agupena Jawa Tengah: Tak Ingin Jadi Asosiasi Guru Eksklusif
Jika tak ada aral melintang, Kamis, 25 Juni 2009, Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Provinsi Jawa Tengah akan menggelar agenda Seminar Nasional bertajuk “Membudayakan Aktivitas Menulis di Kalangan Guru”. Novelis Ahmad Tohari dan Dr. Mulyadi, Ketua Asosiasi Widyaiswara Indonesia dan Tim Penilai Karya Ilmiah, telah berkenan untuk hadir sebagai narasumber. Dua sosok yang sudah sangat akrab dengan dunia kepenulisan ini diharapkan bisa menyebarkan “virus” menulis di kalangan guru, baik dalam genre fiksi maupun nonfiksi.
Bersamaan dengan itu juga digelar Lomba Menulis Artikel untuk Guru TK/SD/SMP/SMA/SMK se-Jawa Tengah. Alhamdulillah, berdasarkan checking terakhir dari panitia, peserta seminar dan lomba sudah memenuhi target yang diharapkan. Ada sekitar 300-an peserta seminar yang telah terdaftar dan 100-an naskah lomba yang siap dikompetisikan.
“Alhamdulillah, kita pantas bersyukur, sebab ini merupakan agenda yang pertama kali kita gelar,” kata Pak Zainal Abidin, Ketua Panitia.
“Kita juga akan melakukan pelantikan pengurus Agupena Kabupaten/Kota yang telah terbentuk. Ini sebuah momen yang tepat bagi Agupena untuk membangun semangat berbagi itu,” sambung Ketua Umum Agupena Jawa Tengah, Pak Deni Kurniawan As’ari.
Sebagai bagian dari keluarga besar Agupena, saya ikut merasa senang dan bangga menyaksikan antusiasme rekan-rekan sejawat dalam mengembangkan sayap organisasi. Di bawah komando Pak Deni Kurniawan As’ari, Agupena Jawa Tengah diharapkan bisa ikut berkiprah dalam mengakrabkan guru pada dunia kepenulisan yang selama ini dinilai belum terbangun secara optimal. Melalui motto “Membangun Semangat Berbagi”, Agupena Jawa Tengah tak ingin terjebak menjadi asosiasi guru eksklusif yang sekadar “ingin tampil beda”.
Sepanjang pengamatan awam saya, Agupena juga tak didesain untuk menjadi institusi yang memosisikan diri sebagai organisasi oposisi sebagai bentuk perlawanan terhadap organisasi keguruan yang dianggap telah gagal memperjuangkan aspirasi guru. Kelahiran Agupena bukan dilandasi semangat resistensi terhadap carut-marut dunia keguruan, melainkan lebih dilandasi oleh semangat untuk melakukan perubahan melalui aksi-aksi konkret yang bersentuhan langsung dengan dunia kepenulisan. Senjata Agupena adalah pena sebagai alat bedah untuk menyalurkan pemikiran-pemikiran kreatif yang diharapkan mampu membangun nilai-nilai kesejawatan antarguru, sehingga sosok pendidik di negeri ini memiliki posisi tawar yang lebih terhormat dan bermartabat, tidak lagi terpinggirkan akibat ketidakberdayaan guru dalam menghadapi berbagai persoalan rumit yang menelikungnya. Melalui sebuah komunitas, suara guru yang tersalurkan melalui tulisan akan lebih bergaung sehingga harapan untuk melakukan sebuah perubahan itu dapat terwujud.
Agupena juga tak tertarik untuk memasuki wilayah ideologis yang seringkali dapat memicu sentimen primordial dan kesukuan. Ia lintasbudaya, lintasagama, dan tidak berafiliasi ke dalam partai politik apa pun. Kalau toh ada sebutan wilayah teritorial, semacam nama provinsi atau kabupaten/kota, semata-mata itu sekadar penanda untuk memudahkan manajemen organisasi yang memang didesain secara berjenjang sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati. “Roh” Agupena bisa tumbuh dan hidup kapan dan di mana saja, tanpa belenggu ranah ruang dan waktu. Agupena bisa ada di mana-mana dengan beragam karakter pengurus dan anggotanya, tetapi visi dan misinya tetap mengacu pada nilai-nilai universalitas untuk membangun jejaring sosial yang mampu memberdayakan guru dalam mengembangkan talenta kepenulisannya.
Selain berupaya mengembangkan sikap kolegial dan kolektivitas, Agupena juga berupaya menghindari budaya antikritik yang selama ini dianggap masih menjadi penyakit akut yang mengakar dalam berbagai komunitas. Kritik justru dipahami sebagai nutrisi rohaniah yang akan meningkatkan gizi batin keorganisasian sehingga bisa terhindar dari sikap eksklusif dan keangkuhan. Dengan kata lain, Agupena merupakan salah satu organisasi guru yang berupaya menjaga dan memelihara kemerdekaan anggota-anggotanya dalam berpendapat dan berekspresi –meminjam istilah dalam pragmatik– berdasarkan prinsip kerjasama dan kesantunan.
Seminar nasional, lomba menulis artikel, dan pelantikan pengurus kabupaten/kota, baru sebatas langkah awal Agupena Jawa Tengah dalam membangun semangat berbagi dan menumbuhkembangkan nilai-nilai kesejawatan antarguru dalam bidang kepenulisan. Agupena Jawa Tengah juga terus membuka ruang bagi rekan-rekan sejawat untuk membentuk kepengurusan di daerah masing-masing guna memperkuat jejaring sosial yang akan memberikan manfaat besar bagi dunia pendidikan dalam membangun peradaban yang bermartabat dan berbudaya. Yang tak kalah penting untuk diingat, Agupena bukanlah tujuan, melainkan sebagai wadah untuk menampung insan pendidik yang memiliki keinginan besar untuk melakukan sebuah perubahan melalui aksi pemikiran-pemikiran kritis, kreatif, dan inovatif dalam bentuk tulisan.
Alangkah majunya dunia pendidikan di negeri ini kalau wilayah kinerja dan profesionalisme guru tak hanya dibatasi oleh empat dinding ruang kelas, tetapi juga dibarengi dengan kemampuan unjuk kinerja melalui aktivitas menulis yang mencerahkan, yang bisa menginspirasi sekaligus menggerakkan banyak orang untuk melakukan sebuah perubahan besar. Nah, bagaimana? ***
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Agupena Jawa Tengah: Tak Ingin Jadi Asosiasi Guru Eksklusif" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (21 June 2009 @ 22:47) pada kategori Budaya, Edukasi, Opini, Refleksi dan telah dikunjungi oleh . Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:













Jun 26, 2009 @ 16:43:25
maaf pak laporan blog asosiasinya gak bisa di buka… ini pesannya
Internal Server Error
The server encountered an internal error or misconfiguration and was unable to complete your request.
Please contact the server administrator, webmaster@agupenajateng.net and inform them of the time the error occurred, and anything you might have done that may have caused the error.
More information about this error may be available in the server error log.
Additionally, a 500 Internal Server Error error was encountered while trying to use an ErrorDocument to handle the request.
sekian laporan selesai
.-= Baca juga tulisan terbaru hmcahyo berjudul Lavender – Marillion =-.
Jun 28, 2009 @ 02:42:21
hmmm … terima kasih laporannya, mas heri. alhamdulillah, sekarang sdh stabil.
Jun 26, 2009 @ 16:41:24
wah di jatim ada nggak ya ?
saya setuju banget kalo gak jadi ekslusif
.-= Baca juga tulisan terbaru hmcahyo berjudul Lavender – Marillion =-.
Jun 28, 2009 @ 02:43:02
insyaallah ada, mas heri, karena agupena memang terbentuk dari atas hingga ke daerah2, termasuk jatim.
Jun 23, 2009 @ 22:57:45
blog yang menarik pak kapan saya bisa punya blog yang seperti ini ya, salam kenal ya pak sukses
Jun 26, 2009 @ 10:23:10
salam kenal juga, terima kasih kunjungan dan komentarnya. widih, blog biasa saja kok jadi malu saya, hehe …
Jun 23, 2009 @ 22:53:35
sukses ya buat acara agupenanya pak..
.-= Baca juga tulisan terbaru emfajar berjudul Belajar Dari Seekor Kucing =-.
Jun 26, 2009 @ 10:22:13
amiiin, terima kasih doa dan apresiasinya, mas fajar.
Jun 23, 2009 @ 12:28:37
Artikelnya bagus sekali, terimakasih.
From:
Agung Nugroho (celunk)
Owner http://icakicik.com
Jun 23, 2009 @ 19:26:34
@owner http://www.icakicik.com,
amiiin, terima kasih kunjungan dan aspresiasinya, mas agung.
Jun 23, 2009 @ 11:03:40
sukses buat agupena deh
salam kenal
Jun 23, 2009 @ 19:26:09
@sewa mobil murah,
salam kenal juga, mas terima kasih support dan apresiasinya.
Jun 23, 2009 @ 10:53:51
kadang permasalahan ekonomi dan profesionalitas sangat terkait, apalagi ketika harus bersentuhan dengan kebutuhan menulis, yang terus terang saja masih terasa sangat mewah…
.-= Baca juga tulisan terbaru suryaden berjudul Install atau Upgrade ke Ubuntu Studio 9.04 Jaunty Jackalope =-.
Jun 23, 2009 @ 19:25:48
@suryaden,
hmmm … mudah2an saja agupena, meski hanya berupa langkah kecil, bisa memberikan kesan bahwa menulis itu bukan lagi sesuatu yang meah buat guru, mas surya.
Jun 23, 2009 @ 10:00:58
semoga sukses buwat acaranya pak sawali dan agupenanya!!!
Jun 23, 2009 @ 19:25:01
@mantan kyai,
amiiin, terima kasih support dan aspresiasinya, mas ardy.
Jun 23, 2009 @ 06:45:19
wah, jangan sampai menjadi eksklusif dong Pak. yang saat ini eksklusif biarlah elit-elit politik itu.
.-= Baca juga tulisan terbaru Dum berjudul Dukungan Kyai Jatim pada JK-Wiranto =-.
Jun 23, 2009 @ 19:24:49
@Dum,
iya nih, mas deno. makanya, kami berusaha menghindarinya, hehe …
Jun 23, 2009 @ 03:18:47
semoga sukses selalu dan semakin memajukan dunia pendidikan kita
Jun 23, 2009 @ 19:24:24
@genthokelir,
amiiin, terima kasih support dan aspresiasinya, mas totok.
Jun 23, 2009 @ 01:50:38
Sebelumnya … Saya Ingin Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Untuk Bapak Sawali ..
Untuk Agupena dan Proyek Seminar Bapak, semoga Berjalan lancar dan Sukses …
.-= Baca juga tulisan terbaru masDan berjudul Penyesalan Indonesia Open Super Series 2009 =-.
Jun 23, 2009 @ 19:24:14
@masDan,
amiiin, terima kasih ucapan selamat dan doanya, mas dan. terima kasih juga support dan aspresiasinya buat agupena.
Jun 23, 2009 @ 00:33:26
maju terus untuk agupena…
sekali layar terkembang, pantang kita bersurut…
.-= Baca juga tulisan terbaru itempoeti berjudul Imperialisme Budaya =-.
Jun 23, 2009 @ 19:23:42
@itempoeti,
amiiin, terima kasih support dan aspresiasinya, mas itempoeti.
Jun 22, 2009 @ 17:57:14
.-= Baca juga tulisan terbaru katakataku berjudul an introduction to CommentWalking Award =-.
Jun 23, 2009 @ 19:23:29
@katakataku,
amiiin, terima kasih support dan aspresiasinya, mas katakataku.
Jun 22, 2009 @ 16:38:25
Good luck buat event nya da pak
Jun 23, 2009 @ 19:23:14
@NoRLaNd,
amiiin, terima kasih support dan aspresiasinya, mas norland.
Jun 22, 2009 @ 16:19:21
tambah umur tambah hebat ae sampean pak
Jun 23, 2009 @ 19:23:02
@suwung,
widih, mas suwung bisa saja nih. ini mas suwung asli apa plasu? hehe …
Jun 22, 2009 @ 16:08:04
setuju banget pak…sukses buat acaranya
.-= Baca juga tulisan terbaru ndru berjudul No Dreaming No Action =-.
Jun 23, 2009 @ 19:22:38
@ndru,
amiiin, terima kasih support dan aspresiasinya, mas ndru.
Jun 22, 2009 @ 15:34:16
Smoga lancar ya pak dan saya yakin kinerja guru Indonesia akan selalu meningkat..
Amin..
Jun 23, 2009 @ 19:22:24
@the fachia,
amiiin, terima kasih support dan aspresiasinya, mas fatchia.
Jun 22, 2009 @ 15:31:44
Sukses ya pak… trus maju….
.-= Baca juga tulisan terbaru Novianto berjudul Jalani dengan semangat =-.
Jun 23, 2009 @ 19:22:11
@Novianto,
amiiin, terima kasih support dan aspresiasinya, mas novi.
Jun 22, 2009 @ 15:24:49
Subhanallaaaaaaah.. maju teruuuuus.. pantang mundur.. mencipta dan berkarya..
Salam Sayang
.-= Baca juga tulisan terbaru KangBoed berjudul SUARA HATI =-.
Jun 23, 2009 @ 19:22:00
@KangBoed,
salam sayang juga, kangboed. terima kasih support dan aspresiasinya.
Jun 22, 2009 @ 13:34:18
tetap semangat dan semakin sukses untuk agupena jawa tengah dan sekitarnya, saia hanya mampu mendukung dan mendoakan saja..
.-= Baca juga tulisan terbaru gajah_pesing berjudul Ketahanan Nasional vs Pemuda =-.
Jun 23, 2009 @ 19:21:31
@gajah_pesing,
amiiin, terima kasih support dan aspresiasinya, mas fay. soa mas fay sudah cukup membuat kami tambah bersemangat. trims.
Jun 22, 2009 @ 12:43:20
Smoga aacarnya sukses Pa’…
Pengin ikutan jadinya, tapi jauh….
.-= Baca juga tulisan terbaru masher berjudul Pintar dan Cakap =-.
Jun 23, 2009 @ 19:21:03
@masher,
amiiin, terima kasih support dan aspresiasinya, masher. doa masher sudah lebih dari cukup kok buat kami, trims banget.
Jun 22, 2009 @ 11:54:18
Tetep semangat ya pak dan semoga sukses
.-= Baca juga tulisan terbaru ajengkol berjudul In this life I was loved by you =-.
Jun 23, 2009 @ 19:20:35
@ajengkol,
iya, amiiin, terima kasih support dan aspresiasinya, mbak ajeng.
Jun 22, 2009 @ 10:30:33
wah semangat pak! semoga seminarny lancar. Jadi inget lomba menulis para guru yang pernah diluncurkan milis Rezaervani, sangat bermanfaat untuk menyuarakan jiwa-jiwa penulis dari para guru
.-= Baca juga tulisan terbaru sinta berjudul Bersahabat Buku Memeluk Ilmu =-.
Jun 23, 2009 @ 19:20:19
@sinta,
amiiin, terima kasih support dan aspresiasinya, mbak sinta.
Jun 22, 2009 @ 09:26:51
sukses jateng! tetanggane jawa timur!hee
gurune hebat hebat!
Jun 23, 2009 @ 19:19:54
@jidat,
amiiin, terima kasih support dan aspresiasinya, mas jidat.
Jun 22, 2009 @ 09:06:58
ini bagus banget dimana kreatifitas guru dalam menulis bisa disalurkan agar sang guru tidak stagnan dalam rutinitas yang itu itu saja dari hari ke hari
Jun 23, 2009 @ 19:19:41
@boyin,
amiin, insyaallah, mas boyin, kami berharap semoga langkah kecil ini ada manfaatnya buat rekan2 sejawat.
Jun 22, 2009 @ 08:33:28
Lanjutkan pak. Semg sukses
Jun 23, 2009 @ 19:19:01
@Pencerah,
amiiin, terima kasih support dan aspresiasinya, mas pencerah. tapi ini bukan ungkapan iklan kamapnye pilpres, kan? hehe ….
Jun 22, 2009 @ 08:19:10
semoga sukses ya pak
Jun 23, 2009 @ 19:18:33
@latree,
amiiin, terima kasih support dan aspresiasinya, mbak latree.
Jun 22, 2009 @ 06:44:53
Semoga kegiatannya lancar ya pak. Semoga Guru Jawa Tengah semakin berprestasi. Menjadi panutan propinsi lain. Jangan lupa oleh2nya di email saja…
Jun 23, 2009 @ 19:18:21
@f@R#@N,
amiiin, terima kasih support dan aspresiasinya, farhan.
Jun 22, 2009 @ 06:21:01
wah ini merupakan akar dari sebuah kemajuan di dunia pendidikan pak, semoga dapat terwujud! (semoga mewabah virusnya hahaha)
Pendapat pribadi saya sih sangat2lah penting bagi guru untuk menulis! kenapa???? guru adalah sosok panutan yang dapat dipercaya memiliki wawasan dan ilmu, tugas guru tentu saja mengajar, tapi essensi dari mengajar itu sendiri adalah menyebarkan ilmu…. dan ilmu itu jelas didapat dari BUKU!!
Kenapa menulis? karena menulis ini menurut saya sebuah upaya melawan keterbatasan waktu, Ya! keterbatasan waktu… karena jika seorang guru hanya mengajar saja… tentu tidak akan cukup waktunya untuk mengajar (menyebar wawasan dan ilmu) pada seluruh umat manusia… dan dengan buku…. ilmu yang dimiliki akan tetap tersimpan berabad-abad lamanya….
contohnya… Da Vinci membuat sebuah catatan mengenai otot dan tubuh manusia…. siapa yang tahu bahwa ternyata Itu merupakan ilmu yang akan merubah Ilmu kedokteran beberapa ratus tahun berikutnya
KEEP FIGHTING FOR EDUCATION PAKK!!! Good luck ^_^ maaf kepanjangan commentnya…
Jun 23, 2009 @ 19:18:10
@Bima,
terima kasih tambahan infonya, mas bim. saya sepaka banget dg pernaytaan mas bima. ketika peradaban semakin maju, guru yang berada di garda depan dalam dunia pendidikan juga perlu meng-upgrade diri, salah satunya melalui aktivitas menulis, sehingga pemeikiran2 kreatif mereka bisa diketahui publik dalam lingkup yang lebih luas.
Jun 22, 2009 @ 06:08:39
Sukses selalu Pak.
Saya kok waktu mbaca artikel ini jadi kepikiran, kayaknya keren kalau Agupena mbikin buku kumpulan cerpen, Pak
.-= Baca juga tulisan terbaru DV berjudul Mary MacKillop Place =-.
Jun 23, 2009 @ 19:16:45
@DV,
amiiin, terima kasih support dan aspresiasinya, mas don. btw, kalau bisa sih bukan hanya kumpulan cerpen, mas don, tapi juga bisa menerbitkan buku2 nonfiksi, hehe …
Jun 22, 2009 @ 05:59:39
semoga agupena jateng semakin sukses pak..
Jun 23, 2009 @ 19:16:07
@deteksi,
amiiin, terima kasih support dan aspresiasinya, mas dion.
Jun 22, 2009 @ 03:01:20
Wah keren tuh Pak seminarnya mendatangkan Ahmad Tohari
Ah, tapi kayaknya organisasi keguruan yang telah lama ada juga memang kurang bisa memperjuangkan aspirasi guru ya Pak?
Semoga sukses ya Pak lomba dan seminarnya. Semoga sukses untuk Agupena
Jun 23, 2009 @ 19:15:56
@Generasi Patah Hati,
amiiin, terima kasih support dan aspresiasinya, mas fadhiel.
Jun 21, 2009 @ 23:59:30
waqh bagus sekali nih budaya menulis di kalangan guru, saya sangat setuju kemampuan para guru kita harus di upgrade salah satunya dengan budaya menulis dan membaca, menurut sya mohon maap para guru terutama yg sudah sepuh cenderung malas utk belajar lagi, tapi harusnya berpikir bahwa belajar utk org lain bukan utk diri sendiri…semoga para guru rajin2 utk ngeblog
Jun 23, 2009 @ 19:15:33
@m4stono,
bener banget, mas tono. apa yang kami lakukan hanya sebuah langkah kecil utk bisa ikut berkiprah dalam mengakrabkan rekan2 guru pada dunia menulis.semoga ada manfaatnya.
Jun 21, 2009 @ 23:59:08
semoga seminarnya lancar dan sukses pak
.-= Baca juga tulisan terbaru arifudin berjudul LDR =-.
Jun 23, 2009 @ 19:14:45
@arifudin,
amiiin, terima kasih support dan aspresiasinya, mas arif.