Ketika Blok Indraprasta Terlepas
Sunday, 7 June 2009 (22:16) | 299 pembaca | 94 komentar | Print this Article
Wajah Yudistira memerah seperti kepiting rebus. Sorot kamera para juru foto bagaikan mata kilat yang hendak merobek-robek wajahnya. Pandangan matanya tertunduk. Tak hanya Indraprasta yang kini telah hilang, tetapi juga seluruh prajurit, saudara-saudaranya, dan Drupadi, isteri tercintanya. Perangkap yang dipasang Sengkuni dan Duryudana benar-benar berhasil memperdayai dirinya. Pandawa tak hanya kehilangan harga diri, tetapi juga kedaulatan negara yang selama ini menjadi tempat hidup ratusan juta rakyatnya. Namun, nasi telah menjadi bubur. Dia dan saudara-saudaranya mesti terusir dari negerinya sendiri yang bertahun-tahun lamanya dibangun dan dikembangkan menjadi sebuah pusat peradaban. Dia dibuang ke sebuah negeri yang jauh selama 12 tahun dan selama satu tahun harus melakukan penyamaran. Jika penyamaran mereka gagal, hukuman yang lebih sadis dan tak beradab pun sudah menanti.
“Maaf, Pak Yudis, bisakah Anda ceritakan, kenapa Anda sampai bisa terperangkap dalam permainan pihak Kurawa?” tanya seorang presenter sebuah stasiun TV yang sengaja mengundangnya secara khusus dalam sebuah acara “reality show”. Audiens serentak membelalakkan bola mata. Sudah lama mereka menantikan teka-teki tentang pengusiran mereka dari tanah Indraprasta.
“Barangkali ini sudah menjadi bagian dari takdir yang mesti kami jalani,” sahut Yudistira tanpa ekspresi. Sepasang matanya menerawang jauh entah ke mana.
“Kok Anda begitu yakin kalau ini bagian dari sebuah takdir? Argumen Anda?”
“Sebelum Indraprasta ini jatuh ke tangan negeri Hastina, sesungguhnya kami sudah mengalami peristiwa yang hampir sama. Negeri Hastina yang sejatinya juga milik kami berdua, Pandawa dan Kurawa, akhirnya juga lepas. Jujur saja, kami capek! Kami tak mau berperang, sehingga lebih mengutamakan jalan diplomasi. Demikian juga halnya dengan hilangnya Tanah Indraprasta. Sewaktu diplomasi berlangsung, kami ditawari untuk bermain judi. Kami tak bisa menolak karena sudah disepakati oleh kedua belah pihak. Dalam perjudian itu, kami kalah. Semua kami korbankan sebagai taruhan judi. Bahkan, yang lebih menyedihkan …. “ Yudistira berhenti sejenak. Sepasang matanya terasa nanar. Kedua pelupuk matanya gagal membendung arus air mata yang begitu deras menjebolnya. “Satu-satunya kehormatan dan harta paling berharga bagi kami, Drupadi, …. ikut-ikutan jadi korban keculasan Sangkuni dan Duryudana!”
Suasana stasiun TV tiba-tiba hening. Audiens sama-sama tertunduk seperti ikut merasakan getar penderitaan yang menggumpal di dada Yudistira. Sang presenter pun tak kuasa membendung rasa haru yang sontak menekan dadanya.
“Sungguh keterlaluan Sengkuni dan Duryudana! Mereka telah melakukan pelanggaran berat terhadap HAM. Kejahatan yang dilakukan sudah tak bisa dikategorikan sebagai kejahatan biasa. Mereka telah menghabisi peradaban yang dimiliki sebuah negara yang berdaulat. Terus terang saja, meskipun kami bukan rakyat Indraprasta, kami mengutuk berat tindakan jahat yang dilakukan pihak Hastina. Kami meminta Mahkamah Internasional untuk bertindak adil dan mengusut tindakan brutal negeri Hastina sesuai dengan peraturan yang berlaku!” teriak seorang peserta dari balkon.
“Setuju! Tindakan Hastina harus diusut tuntas. Sebagai sanksinya, semua negara harus memutuskan hubungan diplomatik dengan negeri sombong dan sewenang-wenang itu!” sahut peserta yang lain. Lantas, disambung teriakan-teriakan dan yel-yel pembelaan terhadap Yudistira. Mereka menuntut agar Indraprasta dikembalikan lagi kepada Yudistira.
“Upaya diplomatik yang mereka lakukan hanya akal-akalan dan tipu muslihat agar Indraprasta jatuh ke tangan mereka!” teriak yang lain. Suasana stasiun TV berubah onar. Audiens serempak berdiri dan terus meneriakkan yel-yel gegap-gempita! Karena suasana berubah onar dan tak bisa dikendalikan, acara “reality show” yang super-sentitif itu buru-buru ditutup oleh sang presenter.
***
Ya, ya, ya, peristiwa lepasnya tanah Indraprasta dari tangan Pandawa itu memang sedang menjadi perhatian dunia pewayangan. Hampir semua negara mengutuk tindakan brutal atas invasi terselubung yang telah dilakukan oleh negeri Hastina. Namun, banyak negara yang tak bisa berbuat apa-apa untuk melakukan pembelaan. Apalagi, pihak Pendawa sendiri menganggap bahwa hilangnya bumi Indraprasta sebagai bagian dari takdir yang mesti mereka jalani.
Peritiwa itu bermula ketika kapal perang Hastina selalu mondar-mandir sebagai bagian dari provokasi yang mereka tempuh. Sebagai negeri yang cinta damai, Pendawa menganggap bahwa provokasi itu sebagai hal yang biasa. Namun, para pengamat politik menilai bahwa provokasi itu merupakan bagian dari strategi Hastina yang sudah lama mengincar Indraprasta.
“Hastina itu dikenal sebagai bangsa yang licik. Berkaca pada keberhasilan mereka yang berhasil mencaplok Hastina secara utuh, mereka juga hendak menguasai blok Indraprasta. Mereka tahu, Pendawa itu dikenal sebagai bangsa yang terhormat, tidak suka perang, dan lebih mengutamakan jalur diplomasi. Itulah taktik Hastina. Tapi, saya heran, kenapa pemerintah Indraprasta tak pernah mengambil sikap tegas terhadap provokasi Hastina?” tulis seorang pengamat dalam sebuah opini di surat kabar.
Maka, upaya diplomatik benar-benar dilakukan. Bukan Kurawa kalau tak bertindak licik. Dengan berbagai bujuk rayu dan tipu muslihat, mereka membuat kesepakatan dengan cara mengajak pihak Pendawa untuk berjudi.
“Berjudi sebetulnya tidak baik. Bahkan, menurut para orang bijak, berjudi sebaiknya dihindari karena sering terjadi tipu-menipu sesama lawan,” kata Yudistira di tengah-tengah perundingan.
“Maaf, Bapak Yudistira, saya kira jika Anda berjudi dengan kami, tidak ada jeleknya, sebab kalian masih bangsa serumpun. Apabila Anda yang menang, maka kekayaan Duryudana tidaklah hilang sia-sia. Begitu pula jika Duryudana menang, maka kekayaan Anda tidaklah hilang sia-sia karena masih berada di tangan saudara sendiri. Untuk itu, apa jeleknya jika rencana ini kita jalankan?” bujuk Sengkuni.
Karena tak suka berdebat, Yudistira pun terkena perangkap Sengkuni dan Duryduana. Maka permainan judi pun dimulai. Yudistira heran kepada Duryudana yang diwakilkan oleh Sengkuni, sebab dalam berjudi tidak lazim kalau diwakilkan. Sengkuni yang berlidah tajam, sekali lagi merayu Yudistira. Yudistira pun termakan rayuan Sengkuni.
Mula-mula Yudistira mempertaruhkan harta, tetapi ia kalah. Kemudian ia mempertaruhkan harta lagi, tetapi sekali lagi gagal. Begitu seterusnya sampai hartanya habis dipakai sebagai taruhan. Setelah hartanya habis dipakai taruhan, Yudistira mempertaruhkan prajuritnya, tetapi lagi-lagi gagal. Kemudian, ia mempertaruhkan negerinya, tetapi ia kalah lagi. Setelah tidak memiliki apa-apa lagi untuk dipertaruhkan, Yudistira mempertaruhkan adik-adiknya. Namun, semuanya berakhir dengan kekalahan. Harta, prajurit, saudara, dan negara Indraprasta akhirnya menjadi milik Duryudana.
Yudistira yang tidak memiliki apa-apa lagi, nekat mempertaruhkan dirinya sendiri. Sekali lagi ia kalah sehingga dirinya harus menjadi milik Duryudana. Sangkuni yang berlidah tajam membujuk Yudistira untuk mempertaruhkan Drupadi. Karena termakan rayuan Sangkuni, Yudistira mempertaruhkan isterinya, yaitu Dewi Drupadi. Banyak yang tidak setuju dengan tindakan Yudistira, tetapi mereka tak bisa berbuat apa-apa karena hak semacam itu hanya menjadi milik Yudistira.
Maka, Drupadi pun dijemput paksa. Dursasana, salah seorang petinggi Hastina, bahkan bermaksud menelanjangi perempuan sintal itu di depan umum. Beruntung, tindakan tak senonoh itu gagal terwujud. Sambil menangis terisak-isak, Drupadi berkata, “Sungguh saya tidak mengira kalau di Hastina kini telah kehilangan banyak orang bijak. Buktinya, di antara sekian banyak orang, tidak ada seorang pun yang melarang tindakan Dursasana yang asusila tersebut, ataukah, memang semua orang di Hastina kini telah seperti Dursasana?” ujar Drupadi kepada semua orang yang hadir di balairung. Para orangtua yang mendengar perkataan Drupadi tersebut tersayat hatinya, karena tersinggung dan malu.
Melihat perbuatan Dursasana yang asusila, Bima bersumpah, akan merobek dada Dursasana dan meminum darahnya. Setelah bersumpah, terdengarlah lolongan anjing dan srigala, tanda bahwa malapetaka akan terjadi.
Entah, bagaimana nasib para Pendawa dan ratusan juta rakyat Indraprasta setelah negeri mereka dicaplok Hastina! *** (Tancep kayon)









































ridwanox
Opera 9.63 dan
Windows XP
Sunday, 7 June 2009 @ 22:22
cerita tntng yudhistiranya menarik nih kang….tp agak membingungkan jg nih ato otakku ga beres ya heuehehe :smile:
Baca juga tulisan terbaru ridwanox berjudul Selamatkan Ibu Prita Sebuah Pemikiran Tentang Negeri Ini
Reply
Sawali Tuhusetya (Tuesday, 9 June 2009 @ 19:47)
@ridwanox,
hehehe … hanya sebuah kisah slengekan, kok, mas ridwan.
Reply
esha di birulangit
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Sunday, 7 June 2009 @ 22:42
Yudhistira dan Pandawa itu terlalu berprasangka baik….konon dalam politik terlampau berprasangka baik itu tidak bagus..cenderung dimanfaatkan orang…apalagi skenario judi itu dibuat oleh Batara Durna yang memang guru mereka…..kalo skenariao itu berlanjut maka saya hanya akan menunggu lakon Kresno Gugah untuk menuntut segala kecurangan itu…….
Baca juga tulisan terbaru esha di birulangit berjudul Mbah kakung dan tukang tambal ban….
Reply
Sawali Tuhusetya (Tuesday, 9 June 2009 @ 19:50)
@esha di birulangit,
hmmm …. ternyata selalu berprasangka baik tdk selalu menguntungkan, ya, mas. lakon2 dalam mahabharata maupun ramayana sesungguhnya bisa dijadikan sbg refleksi para elite negeri ini dalam menyelesaikan persoalan yang muncul.
Reply
Dum
Google Chrome 2.0.172.30 dan
Windows XP
Sunday, 7 June 2009 @ 22:48
wah wah wah, kalau sampai “indraprasta kita” juga dicaplok, apa yang bisa kita lakukan?

semoga pencaplok itu bisa segera sadar.
Baca juga tulisan terbaru Dum berjudul Blogging Biasasaja #4; Belajar dan Bersaudara
Reply
Sawali Tuhusetya (Tuesday, 9 June 2009 @ 19:50)
@Dum,
makanya, berusaha semaksimal mungkin agar jangan sampai kecaplok, mas deno, hehe …
Reply
yogi
Firefox 3.0.10 dan
Ubuntu 9.04
Sunday, 7 June 2009 @ 23:04
wa wah wah menark skali ceritanya mas
Baca juga tulisan terbaru yogi berjudul Fundamental Yoga techniques for starters
Reply
Sawali Tuhusetya (Tuesday, 9 June 2009 @ 19:51)
@yogi,
hmmm … biasa saja kok, mas yogi. makasih apresiasinya.
Reply
suryaden
Firefox 3.0.10 dan
Mac OS X
Sunday, 7 June 2009 @ 23:26
salut pak sampeyan menemukannya… horee…
seting yang asik, ditambah siletannya itu loh…, bukankah pundi-pundi itu hanya permainan belaka, apalagi para satpam yang pura-pura menjaga agar kelihatan patriotis, saat ini merekalah yang menjadi para pemain judi, sementara Indraprasta sendiri sedang dalam kungkungan duka yang mendalam karena kekalahan judi yang sudah puluhan tahun,… wahaha…
Baca juga tulisan terbaru suryaden berjudul Katanya Syariah Islam
Reply
Sawali Tuhusetya (Tuesday, 9 June 2009 @ 19:52)
@suryaden,
hmmm…. hanya kebetulan saja kok pingin mosting wayang slengekan saat blok ambalat sedang ramai diperbincangkan, mas surya, hehe …
Reply
Wongbagoes
Firefox 3.5b4 dan
Windows XP
Sunday, 7 June 2009 @ 23:58
Seperti cerita di negeri tetangga…
Baca juga tulisan terbaru Wongbagoes berjudul Manohara, Mengapa Semua Mesti (ikut) Ribut???
Reply
arifudin (Monday, 8 June 2009 @ 00:46)
@Wongbagoes, o…. dasar wongbagoes :lol:
Baca juga tulisan terbaru arifudin berjudul Kemana semangat itu?
Reply
Sawali Tuhusetya (Tuesday, 9 June 2009 @ 19:52)
@Wongbagoes,
negeri tetangga mana itu, wongbagoes?
Reply
kombor
BlackBerry 310 dan
Unknown
Monday, 8 June 2009 @ 01:28
Sengkuni dan Duryudana mengajak berjudi di Mahkamah Internasional.
Reply
Sawali Tuhusetya (Tuesday, 9 June 2009 @ 19:53)
@kombor,
wah, dasar sengkuni dan duryudana. selalu saja ulah mereka bikin panas hati, mas arif, hehe …
Reply
LuxsmAn
Google Chrome 2.0.172.28 dan
Windows XP
Monday, 8 June 2009 @ 05:02
wes suwe ora maca crita Waayang…..
Baca juga tulisan terbaru LuxsmAn berjudul Jepretan Canon Ixus 70 [Alnect Computer]
Reply
Sawali Tuhusetya (Tuesday, 9 June 2009 @ 19:54)
@LuxsmAn,
keasyikan baca monetize blog kali aja, mas lukman, hehe …
Reply
bima
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Monday, 8 June 2009 @ 07:06
Semoga bisa damai yah antara bangsa serumpun…. dan jangan berjudi demi sebuah yang belum tentu adanya di perut bumi T_T…
Artikel yang sungguh berkesan pak guru! i love it
Baca juga tulisan terbaru bima berjudul Sang Pengembara
Reply
Sawali Tuhusetya (Tuesday, 9 June 2009 @ 19:54)
@bima,
amiin, semoga demikian, mas bima. lagian ndak ada untungnya bermain judi, hehe …
Reply
bima
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Monday, 8 June 2009 @ 07:08
lagipula itu sudah menjadi milik kita… harusnya jgn sampai direbut… T_T
Baca juga tulisan terbaru bima berjudul Sang Pengembara
Reply
Sawali Tuhusetya (Tuesday, 9 June 2009 @ 19:54)
@bima,
sepakat 100%, mas bim.
Reply
Cak Win
Firefox 3.0.10 dan
Windows Server 2003
Monday, 8 June 2009 @ 10:03
Kita harus hati – hati, nenk moyang kita sudah mencontohkan dengan sangat pandai.
Baca juga tulisan terbaru Cak Win berjudul Debat atau Musyawarah untuk mencapai Mufakat
Reply
Sawali Tuhusetya (Tuesday, 9 June 2009 @ 19:55)
@Cak Win,
betul banget, cak win. nilai2 filosofis dalam mahabarata dan ramayana sesungguhnya bisa dijadikan sbg bahan refleksi dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul.
Reply
SEPUR
Firefox 2.0.0.13 dan
Windows XP
Monday, 8 June 2009 @ 10:13
wah…..sip dan salut banget cerita wayangnya, mengena sekali pak.
Jangan sampai kejadian yang sama terulang kembali. Pemerintah harus tegas mensikapi hal ini kalau tidak mau lepas lagi pulau – pulau terluar milik kita.
Reply
Sawali Tuhusetya (Tuesday, 9 June 2009 @ 19:56)
@SEPUR,
sepakat, mas pur. seharusnya seperti sikap yang terbaik. jangan sampai sejengkal tanah pun direbut orang. jangan sampai seperti pendawa-lah!
Reply
Ersis Warmansyah Abbas
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Monday, 8 June 2009 @ 10:40
Menikmati suguhan bernas … Pak Guru selalu ‘mendalam’. Great
Baca juga tulisan terbaru Ersis Warmansyah Abbas berjudul Surga Kemujudan Intelektual
Reply
Sawali Tuhusetya (Tuesday, 9 June 2009 @ 19:56)
@Ersis Warmansyah Abbas,
matur nuwun apresiasinya, pak ersis.
Reply
GenerasiPatah Hati
Firefox 2.0 dan
Windows XP
Monday, 8 June 2009 @ 11:45
Wah cerita yang sangat menarik, saya simpan ya pak
Baca juga tulisan terbaru GenerasiPatah Hati berjudul Netbook Advan Vanbook A1N70T-[Alnect Komputer]
Reply
Sawali Tuhusetya (Tuesday, 9 June 2009 @ 19:57)
@GenerasiPatah Hati,
makasih apresiasinyam, mas fadhil, hmmm …. silakan kalau mau disimpan!
Reply
tengkuputeh
Opera 9.64 dan
Windows XP
Monday, 8 June 2009 @ 11:58
Itulah bahaya judi, jangan sampai kita terjerat olehnya….
Bahkan seorang jujur seperti Yudistira, punya kelemahan….
ibarat kisah seorang bijak yang tenggelam karena kebijaksanaannya…
Baca juga tulisan terbaru tengkuputeh berjudul ODE SEEKOR ELANG
Reply
Sawali Tuhusetya (Tuesday, 9 June 2009 @ 19:57)
@tengkuputeh,
betul, mas tengku. apa pun motifnya, judi ndak ada untungnya sama sekali.
Reply
wahyoe
Firefox 3.0.7 dan
Windows XP
Monday, 8 June 2009 @ 12:00
menarik untuk di baca :idea:
Reply
Sawali Tuhusetya (Tuesday, 9 June 2009 @ 19:58)
@wahyoe,
matur nuwun, mas wahyoe.
Reply
casual cutie
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Monday, 8 June 2009 @ 12:25
kalo negara kita di “caplok” negara tetangga, gmn nasib kita selanjutnya ya Pak Sawali??? :sad:
Baca juga tulisan terbaru casual cutie berjudul Shoes Sale on Shopbop.Com. Hurry Up!!!
Reply
Sawali Tuhusetya (Tuesday, 9 June 2009 @ 19:58)
@casual cutie,
walah, lha yang pasti kedaulatan negara kita jadi terancam toh, mbak cutie, hehe …
Reply
achmad sholeh
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Monday, 8 June 2009 @ 13:42
semoga tidak terjadi di negeri kita ini
Baca juga tulisan terbaru achmad sholeh berjudul Yang lain Berlari Ternyata Aku Masih Jalan di Tempat
Reply
Sawali Tuhusetya (Tuesday, 9 June 2009 @ 19:59)
@achmad sholeh,
amiiin, semoga demikian, pak sholeh.
Reply
masher
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Monday, 8 June 2009 @ 13:53
Inikan hanya di jagad pewayangan…
smoga saja di Indonesia tidak terjadi seperti di Indraprasta… :mrgreen:
Baca juga tulisan terbaru masher berjudul Kualitas Anak Didik Menurun
Reply
Sawali Tuhusetya (Tuesday, 9 June 2009 @ 19:59)
@masher,
iya, mas her. kia berharap peristiwa tragis yang terjadi di indraprasta itu tak terjadi di negeri kita.
Reply
f@R#@N
Firefox 3.0.3 dan
Windows XP
Monday, 8 June 2009 @ 15:07
Dalam cerita di atas secara tidak langsung saya menangkap hal bahwa tersisip salah satu cerita tentang negeri kita sendiri. Ya tidak jauh dari berta tentang pencaplokan wilayah yang dilakukan oleh Malaysia terhadap NKRI. :evil:
Terkadang saya sempat berfikir, andai saja petinggi negara kita punya strategi seperti para kurawa tetapi berjiwa pandawa, tentu saja negeri ini akan menjadi lebih terjaga kesatuannya.
Baca juga tulisan terbaru f@R#@N berjudul Sendratari Legenda Babad Kaliwungu
Reply
Sawali Tuhusetya (Wednesday, 10 June 2009 @ 03:20)
@f@R#@N,
hmmm … pendapatmu bagus juga, farhan, strateginya pakai kurawa, tetapi jianya seperti pendawa. hmm … menarik!
Reply
roitsoft
Google Chrome 2.0.172.30 dan
Windows XP
Monday, 8 June 2009 @ 16:10
secara garis besar aku bisa paham ceritanya… yang aku belum ‘ngeh’, si drupadi itu mewakili siapa ya?
Baca juga tulisan terbaru roitsoft berjudul Ini Dia, Panduan Resmi SEO dari Google
Reply
Sawali Tuhusetya (Wednesday, 10 June 2009 @ 03:21)
@roitsoft,
walah, ya mewakili dirinya sendiri, toh, mas, hehe … nanti kalai dikaitkan dg manohara malah ndak pas, hehe …
Reply
wahyu ¢ wasaka
Opera 9.64 dan
Windows XP
Monday, 8 June 2009 @ 16:42
Waduh Dunia wayang yang mengesankan…
Baca juga tulisan terbaru wahyu ¢ wasaka berjudul Lagi : Pelecehan Agama Dengan Komik
Reply
Sawali Tuhusetya (Wednesday, 10 June 2009 @ 03:22)
@wahyu ¢ wasaka,
walah, mas wahyu bisa saja nih, biasa saja kok.
Reply
Rahasia Search Engine
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Monday, 8 June 2009 @ 17:34
salut wat postnya…
sampe2 kebawa kedalam seritanya nih…
saya sependapat sama penilaianmas esha…
kloberpoliik itu jangan terlalu berprasangka baik…
karna bisa membunuh kita sendiri..
karna bisa menjadikan bomerang wat kita…
post yg menarik nih…

saya tunggu post2 yg seperti ini lagi yah
lam kenal jga ya mas
Reply
Sawali Tuhusetya (Wednesday, 10 June 2009 @ 03:22)
@Rahasia Search Engine,
hmmm …. penyataan mas esha bagus juga tuh, mas. kalau terlalu berprasangka baik, seringkali gampang jadi korban, apalagi hidup di tengah peradaban edan seperti sekarang.
Reply
mascayo
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Monday, 8 June 2009 @ 19:01
“disana” ada cerita wayang juga ngga yaa?
kalau ada, cerita ini enak untuk dibaca
Baca juga tulisan terbaru mascayo berjudul ngeblog itu nggak melulu cuma buat cari duit di internet
Reply
Sawali Tuhusetya (Wednesday, 10 June 2009 @ 03:23)
@mascayo,
di sana? hmmm … maksudnya mana, mascayo? hehe …
Reply
Reza Fauzi
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Monday, 8 June 2009 @ 19:31
whwhw.. jadi ini cerita wayang..
Reply
Sawali Tuhusetya (Wednesday, 10 June 2009 @ 03:26)
@Reza Fauzi,
walah, jangan merendah begitu dong, mas reza, hehe …
Reply
marshmallow
Firefox 3.0.10 dan
Windows Vista
Monday, 8 June 2009 @ 20:23
wow! lagi-lagi cerita pewayangan telah menjadi analogi untuk realita yang terjadi di negeri ini. jujur saya yang sangat cetek dalam urusan wayang ini sangat terbantu untuk belajar dari tulisan-tulisan pak satu.
mudah-mudahan menjadi pembelajaran bagi kita semua.
Reply
Sawali Tuhusetya (Wednesday, 10 June 2009 @ 03:27)
@marshmallow,
matur nuwun, terima kasih apresiasinya, mbak yulfi. konon sih wayang memang menggambarkan perilaku manusia di atas pakeliran dunia, mbak, hehe …
Reply
Taktiku
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Monday, 8 June 2009 @ 20:36
wah ceritanya mirip dengan kasus ambalat nih pak
Baca juga tulisan terbaru Taktiku berjudul Britney Spears Tampil Telanjang Dada
Reply
Sawali Tuhusetya (Wednesday, 10 June 2009 @ 03:27)
@Taktiku,
hehehe … mungkin ada benarnya juga, mas dendi, hehe … tapi bisa juga ditasfsirkan lain, kok.
Reply
antown
Opera 9.64 dan
Windows XP
Monday, 8 June 2009 @ 22:18
iya, betul juga. kalo kita bisa memahami cerita wayang maka banyak yang mirip dengan kondisi negeri kita sendiri. sayang saya masih cupu bgt urusan ini.
Baca juga tulisan terbaru antown berjudul Visualisasi Mbok Jamu pada Ganti Baju
Reply
Sawali Tuhusetya (Wednesday, 10 June 2009 @ 03:28)
@antown,
hmmm … kalau dimirip-miripkan memang bisa juga kok, mas anto, hehe … tergantung bagaimana kita memirip-miripkannya, hiks.
Reply
Danta
Flock 2.0.2 dan
Windows Vista
Monday, 8 June 2009 @ 22:22
Hmmm pak sawali.. setelah membaca kenapa yang terpikirkan adalah negara tetangga ya.. hehehehehe
Baca juga tulisan terbaru Danta berjudul Alnect Computer – Kamera Sahitel Sahicam DB705C
Reply
Sawali Tuhusetya (Wednesday, 10 June 2009 @ 03:29)
@Danta,
hmmm … negara tetangga? yang mana, mas danta? kan banyak tuh negara tetangga, hehe ….
Reply
ircham
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Monday, 8 June 2009 @ 23:33
lagi sibuk cari ide cerita drama untuk anak TPA pak…. semoga bisa buat pertimbangan… terima kasih….
Baca juga tulisan terbaru ircham berjudul Setahun Yang Lalu
Reply
Sawali Tuhusetya (Wednesday, 10 June 2009 @ 03:29)
@ircham,
oh, gitu, ya, mas, makasih kalau ada manfaatnya.
Reply
KangBoed
Internet Explorer 6.0 dan
Windows XP
Tuesday, 9 June 2009 @ 00:29
hmm.. persis dengan negara antah berantah yang kaya raya tapi dirundung malang berkepanjangan.. dikuasai punggawa hawa nafsu..
Salam Sayang
Salam Kangen
http://kangboed.wordpress.com/2009/06/01/krisis-multi-dimensi/
Baca juga tulisan terbaru KangBoed berjudul MISTERI ILLAHI
Reply
Sawali Tuhusetya (Wednesday, 10 June 2009 @ 03:30)
@KangBoed,
negeri antah berantah yang mana, kangbied? kayaknya saya juga pernah dengar tuh. negeri kaya raya tapi selalu dirundung malang. hmmm… salam sayang dan kangen juga, yak.
Reply
DV
Internet Explorer 6.0 dan
Windows 2000
Tuesday, 9 June 2009 @ 05:24
Anda memang piawai untuk urusan yang satu ini, Pak Sawali.. Selalu bisa menemukan simpul transformasi antara cerita wayang dengan realita negeri
Reply
Sawali Tuhusetya (Wednesday, 10 June 2009 @ 03:31)
@DV,
walah, biasa saja, mas don, jadi malu saya, hiks. hanya sekadar iseng saja, kok.
Reply
aha
Google Chrome 1.0.154.65 dan
Windows XP
Tuesday, 9 June 2009 @ 08:10
mmm… klo ada cerita wayang berarti ada dalangnya dong om? siapakah dalang nya?……
Baca juga tulisan terbaru aha berjudul Ibu Prita Mulyasari .. “semoga di beri kekuatan”
Reply
Sawali Tuhusetya (Wednesday, 10 June 2009 @ 03:31)
@aha,
ayo, tebak, mas har, siapa dalangnya, wakaka …
Reply
casual cutie
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Tuesday, 9 June 2009 @ 11:15
Pak Sawali memang ahlinya buat tulisan semacam ini. salut deh……judul dan tokoh dan alur ceritanya menggambarkan situasi politik negara kita saat ini.
Baca juga tulisan terbaru casual cutie berjudul Ugg Boots
Reply
Sawali Tuhusetya (Wednesday, 10 June 2009 @ 03:31)
@casual cutie,
widih, mbak cutie kok jadi ikut2an, duh, jadi malu saya, haks.
Reply
tomy
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Tuesday, 9 June 2009 @ 12:03
nasib para Pandawa & rakyatnya ya jadi budak di tanah mereka sendiri
dengan iming2 kekuasaan cita2 luhur pendiri bangsa telah dijadikan taruhan dalam meja perjudian
kini ibu Pertiwi diperkosa sedang anak-anaknya pada sekarat ditembak peluru berbalut madu
…
Brrr…. Ku tahu yang Kumau…
pake ini yang lain semakin ketinggalan…
Hari gini jerawatan…
Baca juga tulisan terbaru tomy berjudul KONJUK NGARSA DALEM PANGERAN SEJATI
Reply
Sawali Tuhusetya (Wednesday, 10 June 2009 @ 03:33)
@tomy,
wah, kata2 pak tomy yang terakhir itu kok seperti bahasa iklan, hehe … begitulah konon kisah yang diangkat oleh resi viyasa itu, pak.
Reply
belajar membuat blog
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Tuesday, 9 June 2009 @ 13:11
andaikan saya bisa berkesempatan menjadi murid bapak, terus di kelas dikasih cerita wayang sensitip begini, alangkah pinternya saya kalo besar nanti PakSawali. Makasih pak…
Kalau mau mencoba, mari kita tanyakan pada para prajurit yang (katanya) patriotis itu “Kenapa Anda menjadi prajurit?” dari pengalaman saya kok banyak yang menjawab “Susah gus nyari kerja, mumpung ada yang nawarin jadi prajurit, ya Alhamdulillah akhirnya jadi seperti ini”…
Trus? apa hubungannya?
Dengan niat/cita-cita awal menjadi prajurit saja sudah seperti itu, mana mungkin bisa diharapkan untuk benar2 membela kedaulatan IndraPrasta? apalagi menjadi PEMIMPIN IndraPrasta? Saya kok berani berjudi (meskipun dibenci rakyat Indraprasta dan dewata) lebih besar patriotisme warga sipil daripada mereka yang berseragam prajurit. pasti bapak masih ingat “Ganyang Malaysia” bukan? meski saya belum lahir ketika itu, saya dapat merasakan betapa besarnya kemauan rakyat yang dipimpin oleh rakyat SIPIL dalam membela kedaulatan dibanding prajurit yang sibuk berebut kekuasaaan di jakarta meski dengan tumpahnya darah sesama prajurit!!!!
Hanya kepada Tuhan Yang Maha Mengatur saja tempat saya berlindung kalau sudah seperti ini……
(weks, kok udah jadi posting gini, maap PakSawali kalau komentar saya kepanjangan)
Baca juga tulisan terbaru belajar membuat blog berjudul belajar membuat blog
Reply
Sawali Tuhusetya (Wednesday, 10 June 2009 @ 03:34)
@belajar membuat blog,
hemmm … terima kasih komentarnya, mas naim. makin menambah waasanb menarik bagaimana seharusnya kita membangun nilai2 nasionalisme. hmm … ternyata sipil pun tak kalah heoriknya dibandingkan dg militer, yak?
Reply
AeArc
Google Chrome 1.0.154.36 dan
Windows XP
Tuesday, 9 June 2009 @ 14:47
wah.. paaaannjaanng banget ceritane.. he..
Baca juga tulisan terbaru AeArc berjudul Beli domain di murahostdotkom
Reply
Sawali Tuhusetya (Wednesday, 10 June 2009 @ 03:35)
@AeArc,
hehehe … memang panjang, mas. mestinya ini bisa lebih panjang lagi, hehe … sayang, jari2nya sudah gempor, hiks.
Reply
Novianto
Opera 9.51 dan
Windows XP
Tuesday, 9 June 2009 @ 19:26
Cerita yang mantab dan top pak… alurnya bener juga kok kayak mirip2 yang amat mirip sama di negara yang gemah ripah loh jinawi itu pak
Baca juga tulisan terbaru Novianto berjudul Yang Nanggung dan Yang Jawab
Reply
Sawali Tuhusetya (Wednesday, 10 June 2009 @ 03:36)
@Novianto,
walah, mas nopy bisa saja nih, biasa saja kok, tulisan iseng dan slengekan.
Reply
pututik
Flock 2.0.3 dan
Windows XP
Tuesday, 9 June 2009 @ 19:48
Saya menikmati ceritanya aja suhu sawali, dan bisa dijadikan cerita bobo buat anak
Baca juga tulisan terbaru pututik berjudul Vanbook A1N70T dari Alnect Komputer
Reply
Sawali Tuhusetya (Wednesday, 10 June 2009 @ 03:37)
@pututik,
matur nuwun, mas putut, hehe … mudah2an putranya cepet bobok ya, hehe …
Reply
ucu atan
Google Chrome 2.0.172.30 dan
Windows XP
Tuesday, 9 June 2009 @ 20:07
mas, ini alegori tentang Indonesia ya
walaupun bagaimanapun, mari selamatkan Indonesia
Baca juga tulisan terbaru ucu atan berjudul Umpan Daun Yong Dollah
Reply
Sawali Tuhusetya (Wednesday, 10 June 2009 @ 03:37)
@ucu atan,
hehe … mas ucu yang layak utk menafsirkannya, hehe …
Reply
attayaya
Google Chrome 2.0.172.30 dan
Windows XP
Tuesday, 9 June 2009 @ 21:15
abis muter2, eh balik ke mari lagi bang
Baca juga tulisan terbaru attayaya berjudul Asas dan Tujuan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik
Reply
Sawali Tuhusetya (Wednesday, 10 June 2009 @ 03:38)
@attayaya,
loh, kok bisa muter2 terus, bang atta, mudah2an ndak sampai tersesat, hehe …
Reply
Rian
Opera 9.51 dan
Windows XP
Tuesday, 9 June 2009 @ 22:03
Kenapa tidak diganyang aja negeri Hastina itu :smile:
Reply
Sawali Tuhusetya (Wednesday, 10 June 2009 @ 03:39)
@Rian,
kalau dalam pewayangan, konon memang ada perang besar nantinya, mas rian. tapi, perang itu pun konon juga sudah ditakdirkan.
Reply
abee
Firefox 3.0.10 dan
Ubuntu 9.04
Tuesday, 9 June 2009 @ 23:17
kayak semacam macan ompong
Baca juga tulisan terbaru abee berjudul homo dan lesbi pilihan?
Reply
Sawali Tuhusetya (Wednesday, 10 June 2009 @ 03:39)
@abee,
sapa, mas abee yang kayak macan ompong, hiks.
Reply
Daniel Mahendra
Firefox 3.0.10 dan
Windows Vista
Wednesday, 10 June 2009 @ 03:00
Kasihan betul negeri pewayangan tersebut. Ia selalu dijadikan tumbal untuk menggambarkan secara metafora negeri mimpi yang dimaksud. Rasanya negeri wayang ini lebih nyata ketimbang negeri mimpi yang dikisahkan olehnya… Hihihi :mrgreen:
Baca juga tulisan terbaru Daniel Mahendra berjudul Bagaimana Merangsang Impian?
Reply
Sawali Tuhusetya (Wednesday, 10 June 2009 @ 03:40)
@Daniel Mahendra,
hmmm … ada benarnya juga dikasihani, mas daniel, hehe … negeri mimpi yang selalu gagal utk mewujudkan impiannya kali ajang, mas dan, hehe …
Reply
marsudiyanto
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Thursday, 11 June 2009 @ 07:15
Yudhistira terusir terus nggawe percetakan Pak…
Baca juga tulisan terbaru marsudiyanto berjudul \"\"Kalau Tidak Masuk, Akan Dikeluarkan !
Reply
marsudiyanto
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Thursday, 11 June 2009 @ 07:19
Njajal ntranslate sithik Pak:
Because no controversialist, Yudistira also affected Sengkuni trap and Duryduana. Maka permainan judi pun dimulai. But gambling is a game starts. Yudistira Duryudana to wonder who was represented by Sengkuni, because in the game, if not commonly represented. Sengkuni the sharp-tongued, once again seduce Yudistira. Yudistira any petition Sengkuni eaten accidentally.
Baca juga tulisan terbaru marsudiyanto berjudul \"\"Kalau Tidak Masuk, Akan Dikeluarkan !
Reply
edratna
SeaMonkey 1.1.8 dan
Windows XP
Thursday, 11 June 2009 @ 09:42
Seperti biasa, cerita pak Sawali menggelitik…negeri pewayangan nya mirip dengan negeri tetangganya dari dunia nyata itu ya?
Atau lebih dekat ke negeri dunia mimpi?
Baca juga tulisan terbaru edratna berjudul \"\"Hubungan orangtua dan anak yang terkadang “sangat sulit”
Reply
itempoeti
Firefox 3.0.10 dan
Windows XP
Thursday, 11 June 2009 @ 13:15
Malaysia vs Indonesia
Kurawa vs Pandawa
sebuah analogi yang tepat…
Baca juga tulisan terbaru itempoeti berjudul \"\"Khoe Seng Seng dan Prita Mulyasari; Gagalnya Sebuah Negara
Reply
sutradalang
Firefox 3.0.4 dan
Windows XP
Thursday, 11 June 2009 @ 13:28
Luar biasa seperti habis nonton wayangyang lakonnya.. muanteb :mrgreen:
Baca juga tulisan terbaru sutradalang berjudul \"\"Ramalan Togel – Toto Singapore or Toto Hongkong 4D-2D
Reply