Home | Archives for May, 2009
Reformasi Kultural
(31 May 2009, 1 pembaca, 4 respon)
Sang Togog yang Terkebiri dan Terpinggirkan
(30 May 2009, 735 pembaca, 69 respon)
Dalam jagad pakeliran wayang purwa, nama Togog sudah cukup dikenal. Dia digambarkan sebagai sosok bermata juling, hidung pesek, mulut lebar dan ndower, tak bergigi, kepala botak, rambut hanya sedikit di tengkuk, bergelang, berkeris, bersuara bass. Pada setiap lakon, dia “ditakdirkan” untuk mendampingi majikan berhati congkak, keras kepala, mau menang sendiri, hipokrit, otoriter, dan antidemokrasi. Suara-suara bijak dan pesan-pesan... Membangun Citra Diri
(27 May 2009, 1,505 pembaca, 151 respon)
Mari kita sejenak rileks. Perhatikan karikatur menggelitik itu. Ada tiga capres, SBY, Megawati, dan JK, yang diilustrasikan tengah berada di sebuah pasar tradisional sambil menenteng megaphone. Sementara itu, beberapa orang pasar tampak tersentak melihat kehadiran mereka. Orang-orang pasar tradisional yang selama ini nyaris terlupakan, tiba-tiba saja merasa mendapatkan kehormatan. Wajah-wajah yang selama ini hanya bisa disaksikan... Isu Perselingkuhan dan Jejaring Sosial Dunia Virtual
(24 May 2009, 623 pembaca, 137 respon)
Sampeyan punya akun jejaring sosial di Facebook? Ya, ya, ya, situs inilah yang kini sedang cemerlang pamornya. Menurut CEO Facebook, Mark Zuckerberg, sebagaimana dilansir detikinet, jumlah pengguna jejaring sosial ini hingga kini telah mencapai angka fantastis. Dalam kurun waktu sekitar 5 tahun, penggunanya mencapai lebih dari 200 juta. Prestasi ini jelas melampaui popularitas jejaring sosial yang lain, semacam Myspace, Hi5, Twitter,... Ulah Satpol PP dan Potret Buram Angkatan Gagap
(22 May 2009, 961 pembaca, 131 respon)
Entah sudah berapa kali Satpol PP berulah. Kalau kita memasukkan kata kunci “ulah satpol PP” di search engine, dengan mudah kita dapat menyelusuri jejak-jejak Satuan Polisi Pamong Praja yang seharusnya sanggup memelihara dan menyelenggarakan ketentraman dan ketertiban umum itu. Namun, pada praktiknya justru menjadi satuan “predator” yang menghancurkan masyarakat ekonomi lemah. Dengan dalih penertiban, mereka menaburkan... Orang Samin dan Pandangan Hidupnya
(22 May 2009, 1 pembaca, 4 respon)
Oleh: Sutamat Arybowo
(Peneliti LIPI dan Anggota Asosiasi Tradisi Lisan)
Pada suatu hari di rumah elite desa sedang berduka karena putra tertuanya mengalami kecelakaan lalu lintas hingga meninggal dunia. Warga desa kumpul melayat dan mempersiapkan upacara pemakaman jenazah. Beberapa warga desa hilir-mudik dan sebagian duduk berjejer di tempat yang sudah disediakan di halaman rumah. Dalam keadaan mulai sunyi, di tengah kerumunan... Tentang Masyarakat Samin
(22 May 2009, 1 pembaca, 2 respon)
Ajaran Samin (Saminisme) yang disebarkan oleh Samin Surosentiko (1859-1914), adalah sebuah konsep penolakan terhadap budaya kolonial Belanda dan penolakan terhadap kapitalisme yang muncul pada masa penjajahan Belanda abad ke-19 di Indonesia. Sebagai gerakan yang cukup besar Saminisme tumbuh sebagai perjuangan melawan kesewenangan Belanda yang merampas tanah-tanah dan digunakan untuk perluasan hutan jati.
Asal ajaran Saminisme
Ajaran... Berganti Judul dan Deskripsi Blog
(20 May 2009, 1 pembaca, 8 respon)
Bertepatan dengan momentum Kebangkitan Nasional 2009, domain sawali.us akhirnya saya ubah judul dan deskripsinya. Jujur saja, saya masih kurang sreg dengan titel “Meniti Pelangi” dan deskripsi “Menatap Matahari” yang sebelumnya saya gunakan. Saya sendiri tak paham benar, mengapa saya menggunakan judul dan tagline semacam itu sejak domain ini saya luncurkan. Ada kesan, antara judul dan tagline-nya tidak nyambung, bahkan... Kita Hidup di Tengah Peradaban Horor?
(19 May 2009, 660 pembaca, 100 respon)
(Refleksi Hari Kebangkitan Nasional)
Benarkah kita hidup di tengah peradaban horor? Bagaimana kita mesti memaknai meruyaknya berbagai bentuk kekerasan, korupsi, manipulasi, atau kejahatan yang tampil begitu telanjang dan vulgar di depan mata kita? Haruskah kita terus tenggelam dalam kubangan budaya “horor” yang nyata-nyata telah menanggalkan hakikat kemanusiaan kita yang tanpa disadari telah menjadikan kita sebagai sosok-sosok... Sekolah, Paulo Freire, dan Pendidikan Alternatif
(17 May 2009, 1,620 pembaca, 112 respon)
Sudah lama dunia pendidikan formal (sekolah) kita dikritik sebagai tempat yang kurang nyaman bagi siswa didik dalam mengeksplorasi dan menumbuhkembangkan jatidiri. Sekolah tak ubahnya kerangkeng penjara yang menindas para murid. Mereka harus menjadi sosok yang serba penurut, patuh, dan taat pada komando. Imbasnya, mereka menjadi sosok mekanis yang kehilangan sikap kreatif dan mandiri. Mereka belum terbebas sepenuhnya dari suasana... 










