Home » Sastra » Puisi Perjuangan D. Zawawi Imron

Puisi Perjuangan D. Zawawi Imron

KUPERAM SUKMAKU

Oleh : D. Zawawi Imron

kuperam sukmaku di ketiak karang
kusemai benihmu dalam lambai dan salam
cambuk ombak melecut hari.
lahirlah sapi yang menanduk kebosanan

kutemukan keloneng benang
dalam sunyiku

menganga liang : ombak panas
arusmu terbakar di lautan jingga

kujilat nanah di luka korban
kauletakkan krakatau ke dalam diriku
Ialu kubuat peta bumi yang baru
dengan pisaumu

Memahami Puisi, 1995
Mursal Esten

——————

TEMBANG DAHAGA

Oleh : D. Zawawi Imron

airmata langit yang menetes perlahan
menghindar dari mulut bunga
dengan setia dijatuhinya sebongkah batu
hingga tertulis prasasti
sejak kapan dimulai gelisah

lantaran apa bunga mengidap rasa dahaga
sedang cuaca tak pemah dusta ?
bunga meludah dan terus meludah
sampai langit sempurna merahnya

bulan terlentang kematian warna
tak kuat lagi memukul dahaga
ia menolak tetek cucunya

Memahami Puisi, 1995
Mursal Esten

tentang blog iniTulisan berjudul "Puisi Perjuangan D. Zawawi Imron" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (27 April 2009 @ 05:41) pada kategori Sastra. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0, memberikan respon, atau melakukan trackback dari blog Anda. Terima kasih atas kunjungan, silaturahmi, saran, dan kritik Anda selama ini. Salam budaya!

Ada 2 komentar dalam “Puisi Perjuangan D. Zawawi Imron

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *