Home | Archives for April, 2009
Mengorbankan Idealisme
(29 April 2009, 1 pembaca, 10 respon)
Memang bukan hal yang mudah untuk mempertahankan idealisme. Selalu saja muncul godaan yang bisa membuat naluri penghambaan kepada kebajikan hidup jadi terkontaminasi. Banyak orang yang kehilangan fatsun dan kearifan ketika dihadapkan pada pilihan-pilihan. Repotnya, pilihan itu sama-sama mengandung risiko. Lihat saja panggung politik pasca-Pileg. Tak sedikit elite politik yang rela menggadaikan idealisme dan gengsi demi bisa ikut... Dari S.N. Ratmana hingga Obrolan tentang Penulisan Teks Cerpen
(28 April 2009, 607 pembaca, 102 respon)
Minggu, 26 April 2009, saya didaulat untuk berbagi pengalaman seputar penulisan teks sastra, khususnya cerpen, di SMA 1 Slawi, Kab. Tegal, Jawa Tengah. Oleh Bu Sunarni, guru Bahasa Indonesia, acara hari itu agaknya memang di-setting khusus untuk mendekatkan dan sekaligus mengakrabkan siswa didiknya pada dunia penulisan.
“Acaranya bedah buku dan berbagi pengalaman menulis. Bapak nanti kebagian jatah untuk berbagi pengalaman tentang... Ujian Nasional: Mengapa Harus selalu Jadi Momok?
(26 April 2009, 1,502 pembaca, 111 respon)
Ujian Nasional (UN) untuk siswa SMA/MA telah berakhir 24 April 2009 yang lalu. Dari berbagai berita yang tersebar di media massa dilaporkan masih saja terjadi kecurangan dan berbagai bentuk pelanggaran lainnya. Bahkan, ada sejumlah kepala sekolah di daerah tertentu –di bawah pengawasan Kadinas Pendidikan setempat– ditengarai berupaya memberikan bocoran soal kepada siswa didiknya sebelum akhirnya berhasil diamankan aparat yang... Mengapresiasi Sang Pecundang
(24 April 2009, 1 pembaca, 18 respon)
Jujur saja, saya sungguh risau terhadap blow-up berlebihan dari pers terhadap Caleg yang gagal alias sang pecundang –kalau boleh menyebutnya demikian—dalam meraih kursi sebagai wakil rakyat pada Pemilu 2009 ini. Muncul pencitraan baru, seolah-olah sang pecundang benar-benar berada dalam kondisi “drop” sehingga perlu di-RSJ”-kan. Sebuah stasiun TV pun merasa perlu menghadirkan beberapa caleg gagal untuk menaikkan rating... Ragam Bahasa Media dalam Perspektif Pembelajaran Bahasa (Bagian II-Habis)
(22 April 2009, 3,190 pembaca, 87 respon)
Sosok Kartini dan Terbebasnya Mitos Kaum Perempuan
(21 April 2009, 1,388 pembaca, 119 respon)
Sosok Kartini sebagai pejuang emansipasi perempuan memang sempat menimbulkan kontroversi. Berdasarkan catatan Wikipedia, ada kalangan yang meragukan kebenaran surat-surat Kartini. Ada dugaan J.H. Abendanon, Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan saat itu, merekayasa surat-surat Kartini. Kecurigaan ini timbul karena memang buku Kartini terbit saat pemerintahan kolonial Belanda menjalankan politik etis di Hindia Belanda, dan Abendanon... Tags: emansipasi, kesetaraan gender
Menjelang UN: Anak-anak Butuh Sentuhan Kelembutan dan Kasih Sayang
(19 April 2009, 1 pembaca, 10 respon)
Jumat malam, 17 April 2009, yang lalu, sekolah saya mengundang Tim Esam (Emotional and Spiritual Achievement Motivation) Training. Tujuannya adalah untuk membangkitkan motivasi anak-anak agar siap secara emosional dan spiritual dalam meraih prestasi setelah teman-teman guru sudah merasa cukup menyiapkan mereka melalui ikhtiar lahiriah. Pelatihan tersebut baru pertama kalinya digelar. Ide awal bermula ketika bos Esam Tranining,... Premanisme Merajalela di Negeri Kelelawar (8)
(18 April 2009, 323 pembaca, 90 respon)
Kisah ini merupakan bagian ke-8 dari serial “Negeri Kelelawar”. Yang belum sempat membaca, silakan nikmati dulu kisah Menagih Janji Politisi di Negeri Kelelawar (1), Ontran-ontran di Negeri Kelelawar (2), Situasi Chaos di Negeri Kelelawar Makin Parah (3), Angin Reformasi Berhembus Juga di Negeri Kelelawar (4), Menyiasati Kecamuk Separatisme di Negeri Kelelawar (5), Kekuasaan Negeri Kelelawar dalam Kepungan Ambisi Petualang... Blog Khusus Bahasa dan Sastra
(15 April 2009, 607 pembaca, 126 respon)
Sebenarnya sudah lama sekali saya berkeinginan untuk membuat blog yang khusus berisi postingan tentang pernak-pernik dunia kebahasaan dan kesastraan. Keinginan itu juga pernah saya sampaikan kepada Mas Daniel Mahendra alias Mas Penganyam Kata yang piawai merawi kisah dengan diksi yang menghanyutkan itu saat bersilaturahmi ke rumah beberapa waktu yang silam.
Blog sastra, misalnya, ingin saya manfaatkan untuk menampung berbagai tulisan... Televisi dan Pesta Demokrasi
(12 April 2009, 1 pembaca, 22 respon)
Pesta demokrasi untuk memilih calon wakil rakyat memang telah usai 9 April 2009 yang lalu. Namun, gaungnya masih sangat terasa menggetarkan. Bahkan, tensinya makin meninggi, terutama bagi caleg yang sudah jauh-jauh hari mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, bahkan menguras kocek. Masih mending bagi caleg yang mengeluarkan modal dari kantong sendiri. Namun, bagaimana halnya dengan mereka yang sudah jelas-jelas gagal mengais suara... Tags: sensasi politik, wakil rakyat











