10Jan 2009 152 Comments
Ketika Bhisma Diburu Bayangan Dewi Amba
Bhisma menelan ludah. Napasnya tiba-tiba terasa sesak. Dadanya yang bidang turun-naik. Berulang-ulang, lelaki berdarah biru yang telah bersumpah untuk tidak mencium bau ketiak perempuan itu mengernyitkan kening. Wajahnya yang tampan seperti diselimuti kabut. Tiba-tiba saja bayangan Amba berkelebat. Ya, ya, ya, perempuan cantik dan sintal dari negeri Kasi itu tak juga sanggup dia lupakan dari dalam layar memorinya. Semakin dilupakan, bayangan Amba justru kian dahsyat membadai dalam kubangan ingatannya.
“Kanda telah berbuat kejam! Kelak, aku akan balas dendam! Tunggu sampai peperangan besar itu terjadi, Kanda! Kanda akan mati di tanganku!” ancam Putri Amba sebelum menghembuskan napasnya yang terakhir.
Bhisma benar-benar menyesal. Bukan semata-mata ancaman Putri Amba yang berniat membalas dendam, melainkan tangannya yang telah belepotan darah perempuan yang amat mencintainya itu. Bhisma masih bisa memutar kembali kepingan peristiwa tragis itu dengan jelas ketika dia hendak bertemu gurunya, Ramaparasu. Ketika tiba di sebuah tikungan, Bhisma mendadak mendengar suara pekik perempuan. Bhisma tersentak ketika menyaksikan tubuh Putri Amba jatuh terguling-guling. Lantas, dengan segala macam cara, perempuan berwajah putih dengan dagu menggantung indah itu, merajuk dan menghiba agar diberi kesempatan untuk melayani dan mengikuti ke mana pun Bhisma pergi.
“Kanda, mencintai tidak harus menjadi istri, kok! Aku rela meskipun tidak harus menjadi istri Kanda Bhisma, asalkan aku diberi kesempatan untuk melayani dan mengikuti ke mana pun Kanda Bhisma berada. Itu saja!” seloroh Putri Amba dengan suara tertahan di dada.
Bhisma benar-benar kehabisan akal untuk memberikan pengertian-pengertian kepada Putri Amba. Sumpahnya untuk menjalankan dharma sebagai seorang ksatria yang bertekad menjaga jarak dari kepungan harta, tahta, dan wanita pun tak sanggup memengaruhi Dewi Amba. Perempuan itu terus membuntutinya hingga akhirnya terjadilah tragedi itu. Seperti dituntun oleh sesuatu yang gaib, Bhisma melolos pistol, lantas dengan cekatan melepaskan beberapa timah panas ke tubuh Dewi Amba. Tak ayal lagi, tubuh perempuan itu pun tersungkur mencium bumi.
”Aku benar-benar telah menjadi seorang pembunuh!” gumam Bhisma sembari menatap rembulan sepotong yang menggantung di bawah langit yang kelam.
***
Bayangan Dewi Amba baru hilang dari bilik ingatan Bhisma ketika situasi Hastina mulai berkecamuk.
Citranggada, sulung (almarhum) Santanu dan Dewi Satyawati, agaknya memiliki darah ekspansionis. Dia suka berperang. Angkatan bersenjata Hastina yang cukup tangguh didukung pasokan senjata supercanggih dari negeri tetangga, dimanfaatkan Citranggada untuk mengumbar nafsu kanibalnya. Kamus hidupnya hanya dipenuhi kosakata ”perang” dan ”perang”; tak peduli lagi berapa ribu anak atau perempuan yang terpaksa harus jadi yatim dan janda. Kecaman dunia dan berbagai macam resolusi untuk menghentikan kejahatan perangnya tak pernah sanggup dia gubris. Citranggada justru bisa menikmati betul ketika menyaksikan daerah taklukan yang porak-poranda, penuh ceceran darah segar, dan puing-puing bangunan.
Bhisma dan Satyawati pun gagal membujuk Citranggada untuk ikut menciptakan tatanan dunia yang bebas dari perang dan kekerasan. Maka, terjadilah malapetaka itu. Di tengah alun-alun yang biasa digunakan untuk arena week-end para remaja tanggung yang sedang jatuh cinta itu, tiba-tiba hadir sosok Citranggada kembar. Lantas, terjadilah campuh dahsyat hingga salah satu Citranggada terkapar mencium tanah. Negeri Hastina pun bergetar. Ternyata, Citranggada, pemimpin merekalah yang justru telah tamat riwayatnya. Citranggada palsu berubah menjadi monster mengerikan dan lenyap seketika seperti ditelan perut bumi.
Sepeninggal Citranggada, adiknya, Wicitrawirya, yang menduduki tahta Hastina. Perangainya yang tenang, lembut, dan teduh membuat suasana Hastina jadi tenteram. Negeri-negeri taklukan diberikan otonomi penuh untuk mengatur rumah tangganya sendiri. Tatanan dunia jadi lebih damai, santun, beradab, dan berbudaya. Berbagai macam resolusi untuk menghentikan kecamuk perang menggema dan bergetar di seantero jagad. Namun, masa pemerintahan Wicitrawirya tak berumur panjang. Wicitrawirya meninggal akibat tak sanggup menahan ganasnya virus mematikan yang tak henti-hentinya menggerogoti kekebalan tubuhnya.
Maka, tipislah harapan Satyawati agar keturunannya mampu menjadi pewaris Hastina. Kedua anaknya meninggal sebelum berhasil memberinya seorang cucu. Kini, impian satu-satunya hanya terletak pada Abiyasa. Namun, Satyawati ragu, apakah Abiyasa yang bukan keturunan langsung Prabu Santanu berhak menjadi pemimpin bangsa Kuru? Apa kata dunia kalau dia memaksakan kehendak dan keinginannya agar Abiyasa diberikan kesempatan untuk menduduki tahta Hastina? Bisakah Bhisma yang seharusnya menjadi pewaris sah tahta bangsa Kuru menerima kehadiran Abiyasa?
”Ibu tak usah khawatir! Meskipun Abiyasa bukan keturunan langsung almarhum ayah, dia kan juga keluarga besar bangsa Kuru? Dus, nggak ada salahnya kok kalau dia kita angkat sebagai pemimpin bangsa Kuru?” tegas Bhisma dalam sebuah perbincangan dengan Satyawati di pendapa istana Hastina yang sejuk.
”Benarkah demikian Bhisma?” tanya Satyawati seolah tak percaya.
”Walah, apa saya punya potongan untuk menjadi seorang pembohong? Ibulah yang justru berhak untuk menentukan siapa yang layak untuk memimpin Hastina! Bukan saya?”
”Wew …. tidak bisa begitu, Bhisma! Engkaulah yang sangat disegani dan dihormati seluruh rakyat negeri Hastina! Sungguh berdosa kalau saya lancang tanpa membicarakan hal ini dengan Engkau!”
”Sudahlah, Bu! Saya sudah bertekad untuk menjalankan dharma! Ibu masih ingat, kan? Meski dunia kiamat, saya tak akan terusik untuk berurusan dengan masalah tahta, harta, dan wanita!”
Perbincangan itu berakhir dengan ending yang manis buat Satyawati. Wajah perempuan yang dulu pernah mengidap virus ”bau amis” itu berbinar-binar. Terbayang sosok anaknya, Abiyasa, buah pernikahannya dengan Prof. Parasara itu, bertahta di atas singgasana Hastina dengan aura kewibawaan yang terus memancar dari balik penampilannya yang jujur dan sederhana.
Usai perbicangan dengan ibu tirinya, Bhisma kembali ke bilik abadinya. Di kamar yang sejuk ber-AC itulah Bhisma biasa melakukan kontemplasi untuk menggapai kesejatian diri; membenamkan segenap perasaan dan emosinya untuk mendapatkan katharsis dharma kehidupannya. Namun, lagi-lagi bayangan Dewi Amba kembali mengusik ketenangan batinnya. Entah, tiba-tiba saja, sosok perempuan berwajah putih dengan dagu menggantung indah itu, hadir silih berganti di dinding kamarnya. Sesekali, Dewi Amba tersenyum menggoda. Namun, pada saat yang lain, wajah perempuan bertubuh sintal itu mendadak belepotan darah dan berteriak-teriak histeris sambil menunjuk-nunjuk wajah Bhisma dengan penuh kebencian. ***
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Ketika Bhisma Diburu Bayangan Dewi Amba" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (10 January 2009 @ 21:55) pada kategori Sastra, Wayang dan telah dikunjungi oleh . Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:













Sep 16, 2011 @ 09:28:14
buat judulnya kurang tepat pak…
May 20, 2011 @ 13:38:49
paling suka saya cerita MAHABARATA
Jan 18, 2009 @ 16:06:44
Dan ending yang mencekam, Pak Sawali…
Baca juga tulisan terbaru Daniel Mahendra berjudul Bagaimana Kalian Bertahan Hidup?
Jan 19, 2009 @ 19:48:05
@Daniel Mahendra,
walah, mas daniel bisa ajah. sepertinya bhisma akan terus dihantui bayangan dewi amba sampai terjadi perang bharatayudha, hiks.
Jan 18, 2009 @ 02:46:02
salut, bersedia mengingatkan budaya negeri ini
salam kenal Pak
Jan 18, 2009 @ 04:07:11
@arhan,
salam kenal juga, mas arhan, makasih kunjungan dan apresiasinya.
Jan 17, 2009 @ 20:13:44
wah kalo ini namanya wayang milenium. Soalnya dah ada Pistol. trus ruang bertapa Bhisma dah pake AC.
Dewi Amba itu mirip Dewi persik gak ya??
Baca juga tulisan terbaru wahyu berjudul Jambret..
Jan 18, 2009 @ 04:06:41
@wahyu,
kekeke …. namanya aja wayang slengekan, mas wahyu, hiks. walah, bisa juga tuh, mas, dewi amba mirip dg selebritis masa kini, keke ….
Jan 16, 2009 @ 18:28:44
duh, kalau soal wayang, keok saya, pak. rasanya kekayaan budaya indonesia yang satu ini pelan-pelan mulai mengusik saya.
tapi tak urung cerita ini mengingatkan saya akan pementasan teater yang baru saya nikmati. wayang dibalut dengan setting modern agaknya bisa membantu belajar seni budaya tradisional ini dengan lebih baik.
Jan 18, 2009 @ 04:05:26
@marshmallow,
hehehe … mbak yulfi sukanya kok merendah begitu, hiks. ini juga sekadar kisah slengekan, kok, mbak. wah, ternyata mbak yulfi suka nonton teater juga. salut nih, mbak.
Jan 18, 2009 @ 16:06:16
@marshmallow,
Nonton teater di mana ya…
Baca juga tulisan terbaru Daniel Mahendra berjudul Bagaimana Kalian Bertahan Hidup?
Jan 20, 2009 @ 18:23:59
@Daniel Mahendra,
ah, serius mas DM nggak tau?
Baca juga tulisan terbaru marshmallow berjudul Monday Is Not A Good Day to Travel
Jan 15, 2009 @ 16:37:54
kearifan lokal nusantara kita yang sangat terkenal mas yakni wayang…………..
semoga setiap anak bangsa akan tetap menjaga kelestariannya mas sawali
sukses selalu mas
Baca juga tulisan terbaru Gelandangan berjudul Kepercayaan 3 Kehidupan Masyarakat Bugis : Buri Liu Atau Kerajaan Bawah Air
Jan 18, 2009 @ 04:04:00
@Gelandangan,
amiiin, semoga demikian, seperti halnya mas maulana yang selalu mengangkat budaya bugis. salam budaya!
Jan 15, 2009 @ 11:57:35
1000 kisah cinta hanya satu yang sejati
wayang go spirit
Baca juga tulisan terbaru purwaka berjudul BBM Turun Lagi Bro……..
Jan 18, 2009 @ 04:03:11
@purwaka,
walah ternyata cinta sejati memang bukan hal yang mudah utk ditemukan, ya, mas pur? hehehe ….
Jan 15, 2009 @ 11:14:17
begitulah cinta, deritanya tiada akhir……:cry:
versi Pak Sawali lebih nyangkut di hati…
Baca juga tulisan terbaru onabunga berjudul Dua Sopir, Dua Gaya Menyetir
Jan 18, 2009 @ 04:02:21
@onabunga,
wah, ungkapan mbak lintang kok jadi tragis banget, hiks, sepertinya memang begitu, mbak.
Jan 15, 2009 @ 09:20:05
Walah, kok mirip kisah Israel yah. Dan ada harapan pak penulis juga akan sebuah negara:mrgreen:
Atau memang kisahnya seperti itu?
Baca juga tulisan terbaru Adi berjudul My Chemical Romance – Bury Me In Black
Jan 18, 2009 @ 04:01:33
@Adi,
yang pasti ndak ada hubungannnya kisah slengekan ini dg israel, mas adi, hehehe ….
Jan 14, 2009 @ 23:28:11
wah, ceritanya mengharukan pak, ituh tragis banget, kisah percintaannya ?
Baca juga tulisan terbaru hendra berjudul Kembali ke Sederhanaan
Jan 15, 2009 @ 03:05:46
@hendra,
hiks, bener juga tuh, mas hendra, hehehe … seneng nonton wayang juga, kan, mas hendra?
Jan 14, 2009 @ 22:27:31
cerita-cerita perwayangan memang selalu bisa menjadi bahan referensi untuk menjalani hidup agar lebih arif. bukan begitu pak?
Jan 15, 2009 @ 03:05:13
@Epat,
bener sekali, mas epat. begitulah kira2.
Jan 14, 2009 @ 21:05:20
Saya dapat pelajaran Bahasa Jawa (Daerah) sekitar 9,5 th. tapi kok tidak mudeng2 cerita yang demikian, apa mungkin harus 12 th ya sekalian Wajar 12th
Baca juga tulisan terbaru wahyubmw berjudul IKLAN LAYANAN MASYARAKAT
Jan 15, 2009 @ 03:04:34
@wahyubmw,
hehehe … kok langsung dikaitkan dg wajar 12 tahun, toh, pak wahyu. bahasa pedalangan memang beda kok pak dg bahasa jawa gaul, hiks.
Jan 14, 2009 @ 20:24:33
Semoga cinta saya tidak seperti Bhisma
maturnuwun pak masang banner saya..
Baca juga tulisan terbaru azaxs berjudul STOP WAR!!
Jan 15, 2009 @ 03:03:41
@azaxs,
hehehe … iya, mas azaxs, mudah2an gak menimbulkan sakit hati, hiks. btw, bannernya saya taruh di halaman depan sekarang, mas.
Jan 14, 2009 @ 18:45:33
cerita nya tragis mas,
bisa kalah nih film bollywood.
selalu salut buat mas sawali
Baca juga tulisan terbaru budi tarihoran berjudul FruityLoops atau FL Studio
Jan 15, 2009 @ 03:02:32
@budi tarihoran,
kisah serial mahabarata memang keren, mas budi. dibaca berulang-ulang ndak bosen juga.
Jan 14, 2009 @ 17:30:15
mas sawali ternyata suka wayang
saya juga suka mas..
ikut melestarikan budaya
Jan 15, 2009 @ 03:01:42
@annosmile,
iya, suka banget, mas anno. kisah2nya menarik dan menyentuh.
Jan 14, 2009 @ 16:03:36
“Kanda, mencintai tidak harus menjadi istri, kok! Aku rela meskipun tidak harus menjadi istri Kanda Bhisma, asalkan aku diberi kesempatan untuk melayani dan mengikuti ke mana pun Kanda Bhisma berada. Itu saja!”
—-
Putri Amba, malang nian nasib cintamu. Seperti tak ada laki-laki lain saja. Banyak yang lebih segalanya darinya.
Bhisma ancaman putri Amba jangan kau acuhkan. Perempuan penuh misteri.
Jan 15, 2009 @ 03:01:01
@Oby,
hehehe … namanya juga dinamika, hidup, mbak oby, hiks. mungkin yang merancang kisah mahabharata tahu betul dalam memainkan perasaan penikmatnya.
Jan 14, 2009 @ 10:56:44
wah……, bener juga, ya, lok cinta itu gak harus memiliki,………
Jan 15, 2009 @ 02:55:57
@alief,
begitulah, mas alief, meski seringkali erasa berat utk dilakukan.
Jan 14, 2009 @ 10:30:26
hehehhe..segar sekali cerita ini pak…sesegar ac ruangan kontemplasi bhisma
setahu saya, dewi amba sebenarnya tidak mencintai bhisma, namun karena ia yang memenangkan sayembara dan berhak memboyong dewi amba, maka dengan serangkaian pergulatan dewi amba pun akhirnya berserah pada bhisma meski hatinya sebenarnya diletakkan pada salwa. eh kok malah bhisma malah menolak demi sumpahnya…lalu kutukan itu pun terucap, bhisma akan gugur oleh tangan reinkarnasinya yaitu srikandi dalam baratayudha…begitu kan ya pak?
Baca juga tulisan terbaru icha berjudul Lomba Blog “Aku untuk Negeriku”
Jan 15, 2009 @ 02:55:24
@icha,
wah, sepertinya banyak versi ttg sosok bhisma ini, mbak, demikian juga dg amba. saking banyaknya versi seringkali kisah aslinya jadi maki kabur. makasih mbak icha tambahan infonya.
Jan 14, 2009 @ 10:24:43
wah..emang dirimulah inspiratorku mas sawali..
tulisan2mu sangat bermakna bgt..
*btw, bgimana buat anti spammu itu mas (yg pakai itung2an) itu plugin yaks ??
Baca juga tulisan terbaru okta sihotang berjudul Hujan dan Angka Keberuntungan
Jan 14, 2009 @ 21:20:40
@okta sihotang, walah, jadi malu sama mas, okta, hiks. utk antispam math, silakan unduh aja di http://sw-guide.de/wordpress/plugins/math-comment-spam-protection/
habis itu pasang kodenya di comment.php semoga cocok dipakai, mas.
Jan 14, 2009 @ 10:21:04
Ketika cinta tak menyapa di akhir cerita
Biarkan berlalu toh mungkin itu dah semestinya
Pak, aku sang pengagum dirimu
Jan 14, 2009 @ 10:10:18
Wah ternyata udah dari doeloe yach cewek ngejar2 cowok
Baca juga tulisan terbaru Bawor berjudul (Wacana) Membentuk Partai Blogger Gemblung mBanyumas
Jan 14, 2009 @ 07:50:54
Wayang… semoga masih ada di hati generasi muda..
Baca juga tulisan terbaru waw berjudul Hilangnya 11 Stasiun TV Di Malang
Jan 13, 2009 @ 22:47:04
Membunuh cinta adl hal yg sulit, krn ia tumbuh bagai rumput liar….
Salut atas cerita pewayangan yng penuh refleksi…
Baca juga tulisan terbaru tengkuputeh berjudul TUHAN IZINKAN HAMBA UNTUK TIDAK JATUH CINTA
Jan 13, 2009 @ 22:38:22
“Kanda, mencintai tidak harus menjadi istri, kok! Aku rela meskipun tidak harus menjadi istri Kanda Bhisma, asalkan aku diberi kesempatan untuk melayani dan mengikuti ke mana pun Kanda Bhisma berada. Itu saja!”
—-
semoga kekasih2 gelapku membaca blog ini dan terinspirasi akan kutipan tsb. Biar gak pada nuntut minta kawin. :’
Baca juga tulisan terbaru novi berjudul Palestina koq Dibantu
Jan 13, 2009 @ 21:30:43
ga mudeng saya pak ama wayang,silaturahmi aja deh.
Baca juga tulisan terbaru soerdjak berjudul Denda 25 Juta Bagi Pemegang KTP Ganda
Jan 13, 2009 @ 22:36:25
@soerdjak,
hehehe … makaasih, mas soerdjak. ini juga sekadar kisah slengekan, kok, hiks.
Jan 13, 2009 @ 19:42:57
hehehe… komentku pas ke-50
Baca juga tulisan terbaru My Journey berjudul Beautifying Your Appearance
Jan 13, 2009 @ 22:34:35
@My Journey,
oh, ya?
Jan 13, 2009 @ 19:42:17
waduh… udah byk nih yang komentar mau koment apa ya???
Jan 13, 2009 @ 22:34:20
@Lyla,
hehehe… komen di blog ini ndak ada tuntutan dan syarat, kok, mbak lyla, silakan komen apa saja, hehehe …
Jan 13, 2009 @ 19:35:03
Saya juga suka wayang Pak, tapi hanya beberapa cerita saja yang saya paham dan tidak sampai mengenal karakter masing2 personil seperti Pak Sawali.
Atau mungkin saya yang masih belum bisa mengambil makna terkandung dari cerita pewayangan ya.
Luar biasa Pak Sawali.
Baca juga tulisan terbaru Seno berjudul eh mampir lg penasaran dgn caranya …hehehe kabur…
Jan 13, 2009 @ 22:33:30
@Seno,
wah, konon sih, wayang mengandung banyak nilai moral yang mencerminkan bayangan hidup yang sesungguhnya, mas seno, hehe …
Jan 13, 2009 @ 17:56:14
saya suka nonton wayang pak walau gk 100% bahasanya saya bisa mengerti, cmn sering gk tahan bgadangnya tuh. Paling demen kl sdh mulai musik2nya tuh ..wah tmbh ‘gayeng’. Sambil ngopi + rokok … mantep
Baca juga tulisan terbaru Norjik berjudul Israel bukan negara manusia
Jan 13, 2009 @ 22:32:24
@Norjik,
hehehe … memang enaknya nonton wayang itu sambil santai, mas norjik, hehehe … apalagi kalau ditemani kopi dan rokok. kalau saya bisa klar sampai pertunjukan selesai, hehehe …
Jan 13, 2009 @ 17:27:27
dewi amba modern juga bergetayangan dimana-mana, mereka siap meruntuhkan tirakat, kesusilaan, dan kehormatan laki-laki…
Baca juga tulisan terbaru alifahru berjudul Ngendong ke Rumah Tetangga
Jan 13, 2009 @ 22:31:18
@alifahru,
hehehe …. tinggal kaum lelakinya, mas fahru. bisa seteguh bhisma ndak? kekeke …
Jan 13, 2009 @ 17:18:34
SubhanAllah… sudah saatnya generasi muda harus ada yang meneruskan cerita cerita yang menjadi legenda dan adat istiadat saat ini…
jujur saja pak… saya mau kok meneruskan menjadi generasi muda tersebut…
Baca juga tulisan terbaru alfaroby berjudul sistem hukum
Jan 13, 2009 @ 22:30:35
@alfaroby,
semoga demikian, mas faroby. salut juga dg mas faroby yang peduli pada budaya bangsa yang adiluhung itu.
Jan 13, 2009 @ 17:18:04
Makasih sudah nglirik blog saya. Lagi coba-coba nih. Mohon support-nya aja agar awet.
Baca juga tulisan terbaru Wong Samin berjudul 1001 Siasat Hadapi Ujian
Jan 13, 2009 @ 22:29:48
@Wong Samin,
hehehe … ok, pak santo, semoga bisa rutin ngupdatenya, hehehe …
Jan 13, 2009 @ 16:09:55
itulah cinta, kalo jalan ceritanya mulus bahagia, tapi kalo jalan ceritanya buruk, banyak ungkapan lara menusuk kalbu
Baca juga tulisan terbaru Tony berjudul Mengintip Hasil Transaksi Digital Point Forum
Jan 13, 2009 @ 22:29:16
@Tony,
betul banget, mas tony, bisa bikin bahagia, tapi bisa juga memunculkan dendam dan kebencian.
Jan 13, 2009 @ 15:40:16
Bang, ke blog saya sebentar bang, banyak temen2 disana, untuk sassie
Saya tunggu yah !!
Baca juga tulisan terbaru Rindu berjudul IBSN: Terima Kasih Luka …
Jan 13, 2009 @ 22:28:25
@Rindu,
ok, makasih, mbak rindu, langsung mlunucr, yak.
Jan 13, 2009 @ 13:48:29
Kalau membaca cerita ini, orang2 sekarang pasti akan terbawa akan cerita rama dan sintha.
Tapi dari semua cerita tersebut endingnya semua masalah cinta.
betul nggak ya pak ?
Baca juga tulisan terbaru dikma berjudul Test DNS
Jan 18, 2009 @ 04:09:20
@dikma,
hehehe … cinta memang universal, mas rudi, hehehe … selalu ada kisah cinta pada setiap zaman dan peradaban.
Jan 13, 2009 @ 13:17:30
Cinta kadang membuat kita jadi bukan kita sebenarnya….
Tapi Cinta bisa buat kita jadi penuh pesona tiada tara
cinta pula kadang membawa nestapa…
Memang Cinta itu maut dan dahsyat.
Cinta pula kita akan mendapat sesal dan bahagia….
Baca juga tulisan terbaru Jahid Klw berjudul RENUNGAN SALING CINTA
Jan 13, 2009 @ 22:27:47
@Jahid Klw,
konon begitulah, om jay, cinta itu. bisa jadi syurga, tapi juga bisa jadi neraka kalau tdk bisa menyiasatinya. hehehe ….
Jan 13, 2009 @ 12:46:57
pembunuh
Baca juga tulisan terbaru komuter berjudul modul
Jan 13, 2009 @ 22:26:55
@komuter,
hehehe … sang bhisma? kirain saya? hiks.
Jan 13, 2009 @ 12:30:18
hidup tidak soliter tapi solider apalagi buat perempuan secantik Amba
hmmm…….
Baca juga tulisan terbaru tomy berjudul SOSIALISME KERAJAAN ALLAH
Jan 13, 2009 @ 22:26:21
@tomy,
hemmmm … mungkin benar demikian, pak tomy, hidup butuh orang lain.
Jan 13, 2009 @ 08:37:30
Salam …walah cerita jaman saya masih umur belasan ,singkat cerita Cinta tidak harus memiliki karena Cinta tertanam di dalam Hati ,tidak seorangpun yang tahu kalau dia tidak mengungkapkannya sendiri
kita mencari Cinta dan cita- cita pastilah banyak rintangannya …makasih
Jan 13, 2009 @ 22:25:46
@doelsoehono,
betul banget, mas doel. konon begitulah dinamika cinta, termasuk yang dialami sang bhisma.
Jan 13, 2009 @ 07:51:36
perasaan kemaren theme nya bukan ini dech..???? apa salah liat ya pak
Baca juga tulisan terbaru zoel berjudul Cristiano Ronaldo Pemain terbaik dunia 2008
Jan 13, 2009 @ 22:24:57
@zoel,
memang ganti theme kok, mas zoel, hehehe … sambil belajar ngoprek.
Jan 13, 2009 @ 00:48:44
Duh perumpamaannya susah dibayangkan:”tampan berselimut kabut”?, kemaring aku pulang dari rumah Lus, sepanjang jalan penuh dengan kabut…sampai-sampai aku tak bisa melihat jalan loh!
Heheheh…ceritanya sangat menarik!
Baca juga tulisan terbaru Juliach berjudul Temanku: Lus
Jan 13, 2009 @ 22:24:23
@Juliach,
wew… kok langsung dikaitkan dg pak lus yang baik itu, hehe … memang perancis selalu berkabut, ya, mbak?
Jan 13, 2009 @ 00:21:38
Semakin asyik
Baca juga tulisan terbaru Ersis Warmansyah Abbas berjudul Membaca untuk Menulis
Jan 13, 2009 @ 22:23:35
@Ersis Warmansyah Abbas,
walah, hanya sekadar cerita slengekan kok, pak ersis, hehehe ….
Jan 12, 2009 @ 23:18:30
yang diriku kagumi dari bisma mau merelakan kerajaanya demi
eh demi apa ya pak guru?
hanya mau jadi guru bangsa…….
dan kematian yang menjemputnya adalah pertemuan yang indah dengan dewi amba….
romantis abissssssssssssss
Baca juga tulisan terbaru suwung berjudul 0oo ooo Soewoeng Ketahuan
Jan 13, 2009 @ 22:21:54
@suwung,
iya, sosok bhisma memang tokoh yang bikin kagum, mas suwung, hehehe … yaps, begitulah ceritanya setelah ajal menjemput sang bhisma dalam perang bharatayudha yang tragis itu.
Jan 12, 2009 @ 22:52:22
o iya sorry jarang mampir ke sini, byk pr soalnya
thank’s
Jan 13, 2009 @ 22:20:38
@Ochim,
wew…. salut juga kalau mas ochim pernah baca buku ttg perang bharatayudha, asyik banget memang, mas. walah, gpp, mas ochim, blog ini b isa dikunjungi kapan saja, kok.
Jan 12, 2009 @ 21:52:26
dulu waktu masih kecil sering nonton wayang, kalau ada tetangga yang mampu dan punya hajat biasanya nanggap wayang. yang paling saya senangi adalah adegan ngopyok dadu di tempat gelap, nonton doang nggak ikut judi. hehehe..
makanya sampai sekarang nggak pernah ngerti cerita wayang
Baca juga tulisan terbaru endar berjudul Kopdar pertama saya
Jan 13, 2009 @ 22:19:38
@endar,
walah, ada wayang malah nonton dadu kopyok. tapi kayaknya judi macam begitu sudah hilang sekarang, mas endar, hehehe … entah kalau di banyumas.
Jan 12, 2009 @ 19:38:54
menghidupkankembali cerita wayang,
=
menghidupkankembali budaya
Baca juga tulisan terbaru ILYAS ASIA berjudul januari 12
Jan 13, 2009 @ 10:26:53
@ILYAS ASIA,
hehehe … sekadar cerita slengekan, mas ilyas. makasih apresiasinya.
Jan 12, 2009 @ 17:55:55
Mungkinkah Bangsa Israel itu Titisan dari Citraganda pak ?
Baca juga tulisan terbaru Achmad Sholeh berjudul Hati-Hati Aroma Syirik Menyelimuti Kehidupan Kita
Jan 13, 2009 @ 10:26:30
@Achmad Sholeh,
walah, ndak tahu juga, tuh, pak, kekekeke … kayaknya kok ndak ada hubungannya, hiks.
Jan 12, 2009 @ 17:08:04
Begitulah cinta. Selalu bermata 2: kadang membahagia, kadang melukai. Kadang memuliakan, kadang membunuh
Jan 13, 2009 @ 09:52:44
@ch susanto,
wew… bener sebuah kontradiksi, pak santo, hiks. memuliakan sekaligus bisa membunuh. ungkapan yang menarik.
Jan 12, 2009 @ 14:38:37
wah jangan” kenangan nya mas sawali nih, tapi dituliskan dengan perumpaan
Jan 13, 2009 @ 09:51:40
@harianku,
widih, nggak juga, kok, mbak. mana bisa aku seperti sang bhisma seperti itu, kekeke ….
Jan 12, 2009 @ 11:16:19
dendam karena penolakan cinta memang mbebayani tenan nggih pak?
padahal cinta kan mestinya mendamaikan dan menentramkan to?
Baca juga tulisan terbaru Ndoro Seten berjudul FAJAR DI MAGELANG
Jan 13, 2009 @ 09:50:46
@Ndoro Seten,
wah, konon ada yang bilang, cinta itu bisa menjadi syurga, tapi juga sekaligus bisa jadi neraka *halah* kalau tak pandai2 menyikapinya.
Jan 12, 2009 @ 09:48:31
Kanda, mencintai tidak harus menjadi istri, kok! Aku rela meskipun tidak harus menjadi istri Kanda Bhisma, asalkan aku diberi kesempatan untuk melayani …
*asyiikkk…*
Baca juga tulisan terbaru Rindu berjudul Riak Riak Kampus …
Jan 13, 2009 @ 09:49:47
@Rindu,
wew…. memang asyik, kok, mbak rindu, hehehe ….
Jan 12, 2009 @ 09:37:46
Pak Sawali yang semakin asoy
Postingan ini membuat saya kembali ingin belajar tentang wayang…
Saya dulu pernah ingin belajar tapi ya dari dulu sampai sekarang masih sekadar ingin, ingin dan ingin….
Inginnya belajar lagi.. ya ingin
Baca juga tulisan terbaru Donny Verdian berjudul Menikmati U23D
Jan 13, 2009 @ 09:48:59
@Donny Verdian,
nah, bagusnya memang keinginan itu diubah jadi kenyataan, mas dony, hehehe …. konon kalau di luar negeri malah bisa lebih intens kalau hendak mempelajari budaya negeri sendiri.
Jan 12, 2009 @ 08:37:46
mana tuh yg bodynya sintal…PR yah mas..tuk postingan brikutnya…hua..ha..ha
Baca juga tulisan terbaru Nyante Aza Lae berjudul (Hanya) Kontrak
Jan 13, 2009 @ 09:47:56
@Nyante Aza Lae,
loh, kan ada dalam tubug dewi amba toh, mas kurnia? hiks ….
Jan 12, 2009 @ 06:44:03
wah-wah sebuah rekontruksi yang halus…., inilah bagian dari proses pengenalan dan mewariskan budaya yang mulai ditinggalkan. lepas dari isi ceritanya. he he maju terus Kang
Jan 13, 2009 @ 09:47:20
@aakdidik,
walah, hanay asekadar cerita slengekan kok, pak didik, hehe ….
Jan 12, 2009 @ 04:31:40
Usai perbicangan dengan ibu tirinya, Bhisma kembali ke bilik abadinya. Di kamar yang sejuk ber-AC itulah Bhisma biasa melakukan kontemplasi untuk menggapai kesejatian diri; membenamkan segenap perasaan dan emosinya untuk mendapatkan katharsis dharma kehidupannya. Namun, lagi-lagi bayangan Dewi Amba kembali mengusik ketenangan batinnya. Entah, tiba-tiba saja, sosok perempuan berwajah putih dengan dagu menggantung indah itu, hadir silih berganti di dinding kamarnya. Sesekali, Dewi Amba tersenyum menggoda. Namun, pada saat yang lain, wajah perempuan bertubuh sintal itu mendadak belepotan darah dan berteriak-teriak histeris sambil menunjuk-nunjuk wajah Bhisma dengan penuh kebencian.
bayangan ini akan selalu menghantui bisma, yang terlalu idealis dalam memegang prinsip… tidak mau mendengar melihat dan mengakui bahwa kadang air sungai itu berbelok untuk mencari tempat yang lebih rendah dan baru mengalir kembali ketika sudah memenuhi tempat yang longgar….
Baca juga tulisan terbaru suryaden berjudul PRaWARd dari Indonesia Crying
Jan 13, 2009 @ 03:36:45
@suryaden,
bener juga, mas suryaden. demi memenuhi dharmanya, bhisma harus rela kehilangan semua yang sah menjadi miliknya. ternyata ada ruginya juga yang terlalu idealis seperti bhisma?
Jan 12, 2009 @ 04:03:51
Nampaknya urusan cinta dari jaman Bhisma sampai kemari benar-benar membuat dunia berputar semakin kencang ya..
Baca juga tulisan terbaru domba garut! berjudul Tenang tetapi profesional dalam menjalankan tugas [9]
Jan 13, 2009 @ 03:16:57
@domba garut!,
hehehe …. bener juga, mas, cinta membuat hidup jadi lebih dinamis meski kadang membuat hidup seperti di neraka, hiks.
Jan 12, 2009 @ 01:18:43
salah ketik
“Ribuan Srikandi ” –> harusnya “Ribuan panah Srikandi”
mohon maaf pak Sawali
Baca juga tulisan terbaru lelouch berjudul Review : “Bung Hatta – Pribadinya Dalam Kenangan” (1)
Jan 13, 2009 @ 03:11:01
@lelouch,
walah, gpp, mas dadan. tapi salut juga nih, menunjukkan kalau mas dadan cukup cermat dalam berkomentar!
Jan 12, 2009 @ 01:17:45
Kisah ini pertamakali saya baca dalam bentuk komiknya RA Kosasih.
Eh kalo gak salah, Dewi Amba akan menitis pada Srikandi ?
Ribuan Srikandi yang menghujam tubuh Bhisma, membuat Bhisma terbaring menatap langit, dan dikala perlawan raganya kian memudar, sukma Dewi Amba memeluknya dengan penuh cinta… mengajaknya melayang menuju nirwana, swargamaniloka
Sebuah akhir yang mengawali kisah abadi keduanya
Entah kenapa, saya berpikir mahapatih gajahmada terilhami kisah bhisma.
dan sedihnya, seorang dyah pitaloka harus gugur karenanya ..
Baca juga tulisan terbaru lelouch berjudul Review : “Bung Hatta – Pribadinya Dalam Kenangan” (1)
Jan 13, 2009 @ 03:05:56
@lelouch,
wew… mas dadan ternyata seneng wayang juga. komik juga bagus, kok. wah, tentang kisah gajahmada kok saya malah belum melihat kaitannya, ya, mas?
Jan 15, 2009 @ 06:08:38
@Sawali Tuhusetya, bhisma dengan tragedi demi amba dan gajahmada dengan tragedi pitaloka. personal point of view aja pak sawali
Baca juga tulisan terbaru lelouch berjudul Review : “Bung Hatta – Pribadinya Dalam Kenangan” (2)
Jan 12, 2009 @ 00:16:16
Kisah Bisma adalah salah satu sesi favorit saya di antara cerita2 di Bharatayudha… Awalnya karena saya mengidolakan Srikandhi, hehehe… menelusur ke belakang ternyata Bisma ada di sana…
*Baru kali ini saya menikmati sajian Wayang Mbeling dari pak Sawali*… cool!!!…
Baca juga tulisan terbaru Andy MSE berjudul Tenda Biru
Jan 12, 2009 @ 01:20:56
@Andy MSE,
sama dong mas andy dg saya. dalam kisah banjaran bisma tergambar perpaduan antara cinta, kemanusiaan, bahkan juga ketuhanan. bener2 komplit.
Jan 12, 2009 @ 00:15:34
@Sawali Tuhusetya, Ibu Dyah adalah kader Posyandu di Solo yang merupakan dampingan Pattiro Surakarta, jadi, saya memang sering ketemu, hehehe
Jan 12, 2009 @ 01:20:05
@Andy MSE,
wow … begitu toh ceritanya. wah, kader pattiro ternyata hebat2. rata2 sdh pada punya blog, mas andy. bener2 bikin salut!
Jan 11, 2009 @ 20:12:58
malam pak sawali salam kenal dari saya..
kemarin saya dapat oleh2 dari mas andi buku perempuan bergaun putih
karya jenengan.terimakasih sekali saya di beri kesempatan tuk mengenal jenengan
klo ada waktu silakan mampir..ethok2e saya belajar nulis sajak..masih ajaran
sugeng dalu…
Baca juga tulisan terbaru dyahayu berjudul Selamat Datang..
Jan 11, 2009 @ 22:09:58
@dyahayu,
malam juga, mbak dyah, salam kenal juga, mbak. makasih kunjungan dan komentarnya, yak. loh, buku kumcer dari mas andy? memang mbak dyah sering ketemu sama mas andy?
Jan 11, 2009 @ 18:58:34
pengen punya kecintaan total terhadap negara, memuliakan bangsa, tapi sisi kemanusiaannya berbisik… dewi amba… hmmm… barangkali emang tidak selayaknya bisma mungkur kadonyan sebelum menjalani peran sebagai lelaki normal
Baca juga tulisan terbaru SJ berjudul Rasa Adalah Kesadaran Manusia?
Jan 11, 2009 @ 22:11:12
@SJ,
hmmmm … sungguh layak dikagumi kesetiaan sang bhisma dalam menjalankan dharma-nya, mas jenang. sungguh bukan hal yang mudah utk menghindari dari godaan harta, tahta, dan wanita.
Jan 11, 2009 @ 17:38:01
Waduh, jadi elegi dua hati saya membacanya pak…hiks
Baca juga tulisan terbaru Perspektif Senja berjudul Blank
Jan 11, 2009 @ 22:12:30
@Perspektif Senja,
wew… memangnya kenapa, mas rizky? meamng pernah merasakan hal yang sama seperti sang bhisma? kekeke ….
Jan 11, 2009 @ 15:01:25
hiks…masih belum ngerti arti tulisan ini…
Jan 11, 2009 @ 22:13:04
@gajah_pesing,
walah, sukanya kok merendah toh, mas vay. jawa timur kan juga gudangnya wayang toh, hehehe ….
Jan 11, 2009 @ 12:35:23
duh, susahnya hidup kayak bhisma
Jan 11, 2009 @ 22:14:07
@toim,
bener banget, mas toim. tapi karena seorang ksatria *halah* mau atau tidak, bhisma mesti konsisten dg dharma-nya.
Jan 11, 2009 @ 11:36:31
Saya membayangkan betapa bergolaknya hati Bisma. Di satu sisi sumpah setia ke Hastinaputa membelenggunya….serba salah…
Baca juga tulisan terbaru edratna berjudul Apa sebaiknya pindah ke pra bayar ?
Jan 11, 2009 @ 22:15:37
@edratna,
hiks, begitulah, bu enny. kesetiaannya kepada hastina telah membuat bhisma rela utk tdk lagi berurusan dg masalah keduniaan, termasuk mewarisi tahta hastina.
Jan 11, 2009 @ 10:42:32
saya paling seneng cerita yang beginian, usia SD saya sudah diperkenalkan rama-shinta dan mahabrata…memang cerita yang selalu ingin dibaca..apalagi kalo terdapat versi2 yang berlainan..
Baca juga tulisan terbaru boyin berjudul System apa yang Tuhan Jalankan kali ini?
Jan 11, 2009 @ 22:16:34
@boyin,
wew… salut banget, ternyata mas boyin malah sdh kenal kisah pewayangan sejak SD. kalau yang ini hanya kisah wayang slengekan, kok, mas, hehehe ….
Jan 11, 2009 @ 09:53:20
Saya membaca wayang nih, ya, Pak? Maklum blm ngrti masalah perwayangan…
Baca juga tulisan terbaru mathematicse berjudul Apa Kabar *****?
Jan 11, 2009 @ 22:04:06
@mathematicse,
hiks, memangnya kisah apaan, pak jupri, di jawa barat kan ada wayang golek juga. kisahnya juga ndak beda2 amat, hehe …
Jan 11, 2009 @ 06:12:09
Jujur nih, Pak Sawali, saya pribadi awalnya nggak suka cerita wayang. Tapi setelah membaca cerita perwayangan ala Pak Sawali yang ada kemiripan dengan kejadian zaman ini, ternyata wayang enak juga sebagai media bercerita dan menyampaikan gagasan.
Baca juga tulisan terbaru Syamsuddin Ideris berjudul AYO BOIKOT PRODUK ISRAEL CS !!!
Jan 11, 2009 @ 22:03:02
@Syamsuddin Ideris,
wah, makasih, pak syam, hehehe … apalgi sekarang wayang kan dah go-nasional, bahkan go-dunia. jadi tak lagi identik dg jawa.
Jan 11, 2009 @ 04:33:47
Saya orang jawa tapi nggak faham tentang cerita pewayangan ! katrok ya
Baca juga tulisan terbaru masciput berjudul Bonbin bukan bonbinhood
Jan 11, 2009 @ 22:01:55
@masciput,
hiks, kok sukanya merendah, toh, masciput, hiks. wayang tuh sebenarnya asyik loh utk dibikmati, apalagi kalau dalangnya sedikit ngedan seperti ki manteb, joko edan, atau ke enthus.
Jan 11, 2009 @ 03:27:42
wah ijin save as pak saya suka cerita wayang tapi anehnya ga suka menonton wayang kulit
Baca juga tulisan terbaru albri berjudul Tutorial HTML lengkap 7
Jan 11, 2009 @ 22:00:39
@albri,
wah, silakan, mas albri, hehehe … hanya sekadar kisah wayang slengekan, kok. hehehe … wajar juga, mas albri, karena durasi pergelaran wayang biasanya semam suntuk. seringkali kita ndak sanggup utk menontonnya sampai tuntas.
Jan 11, 2009 @ 03:16:10
yg khas dr pak sawali: “ketiak perempuan”
Jan 11, 2009 @ 22:04:56
@mantan kyai,
widih, kok yang diinget mas ardy yang serba berbau “ketiak perempuan”, hiks.
Jan 11, 2009 @ 01:17:43
wah memang tragis juga ya mas ceritanya…
seandainya saja semua dapat berjalan dengan baik namun bila terbentur masalah cinta kadang bisa membuat kita gelap mata…
Baca juga tulisan terbaru hanhan berjudul Cerita perjalanan ke Ujung Kulon
Jan 11, 2009 @ 21:59:03
@hanhan,
konon ada yang bilang, cinta itu bisa bikin syurga, tapi juga bisa bikin neraka, mas hanhan, hehehe … agaknya, cinta juga yang telah membuat dewi amba mabuk berat sama sang bhisma.
Jan 11, 2009 @ 00:32:18
cinta memang tak harus memiliki…
Baca juga tulisan terbaru ciwir berjudul Rafting habis Meeting
Jan 11, 2009 @ 21:56:22
@ciwir,
begitulah kata2 yang tersirat dari dewi amba ketika cintanya ditolak sang bhisma yang telah bertekad utk tdk bersitri.
Jan 11, 2009 @ 00:10:19
hehehe saya g’ ngerti yg beginian pak..
Baca juga tulisan terbaru zoel berjudul Bukittinggi undercover
Jan 11, 2009 @ 21:55:36
@zoel,
widih, sukanya mas zole kok merendah. wayang kan sudah go-nasional, mas.
Jan 10, 2009 @ 22:13:55
Kalau menurut wayang versi India – Dewi Amba itu nantinya menitis ke Srikandi ya? Bisma pun bertemu pujaan hatinya dalam perang Baratayudha.
Baca juga tulisan terbaru lovepassword berjudul SELAMAT Tahun BARU : Wow PR lagi ???
Jan 11, 2009 @ 21:55:01
@lovepassword,
hehehe … kayaknya sama tuh, mas love, dengan versi jawa.
Jan 10, 2009 @ 22:11:04
Tumben bisa pertamax ya? Lanjutin ngintip
Baca juga tulisan terbaru lovepassword berjudul SELAMAT Tahun BARU : Wow PR lagi ???
Jan 11, 2009 @ 21:51:42
@lovepassword,
kok tumben, toh, mas love, hiks, ndak susah kok komen vertamax di blog ini, hehehe ….
Baca juga tulisan terbaru Sawali Tuhusetya berjudul Ketika Bhisma Diburu Bayangan Dewi Amba