Home | Archives for January, 2009

Golput: Antara Pilihan dan Legitimasi Demokrasi

(30 January 2009, 1,325 pembaca, 213 respon)

Golput: Antara Pilihan dan Legitimasi DemokrasiDalam waktu yang hampir bersamaan, MUI mengeluarkan dua fatwa yang sama-sama memiliki derajat resistensi tinggi dari berbagai kalangan, yakni mengharamkan rokok dan Golput. Dari dua fatwa ini, yang paling banyak menyita perhatian publik adalah pengharaman Golput. Hal ini sangat beralasan, sebab persoalan halal-haram merupakan salah satu dimensi moral-spiritual yang tak bisa begitu saja dijadikan sebagai pisau bedah untuk menguliti... 

Pasca-Ziarah Bloger Timur Tengah: Sebuah Apresiasi dan Refleksi

(28 January 2009, 402 pembaca, 129 respon)

Pasca-Ziarah Bloger Timur Tengah: Sebuah Apresiasi dan RefleksiDengan mengusung motto “Datang Tak Diundang, Pulang Tak Diantar”, ziarah bloger Timur Tengah itu akhirnya tergelar juga Jumat Malam hingga Senin Sore (23-26 Januari 2009). Sungguh menyesal saya tidak bisa ikut berkiprah dalam momen penting dan berharga itu. Saya tertarik mengamati aksi ini karena dua hal. Pertama, karena mottonya itu. Dari sisi bahasa, pemilihan motto itu menyiratkan makna keterbukaan, inklusif, dan bebas dari... 

Pertemuan Tak Terduga dengan Sahabat-Sahabat TPC

(28 January 2009, 1 pembaca, 36 respon)

Pertemuan Tak Terduga dengan Sahabat-Sahabat TPCSungguh, saya terharu ketika dikontak Pak Gempur, Minggu sore, 25 Januari yang lalu. Masih berada di wilayah Gunung Kelir dalam rangkaian “Ziarah Wali Bloger Timur-Tengah”, beliau menyampaikan keinginan mengajak teman-teman dari TPC Surabaya untuk bersilaturahmi ke rumah. Wah, tentu saja keinginan teman-teman TPC itu langsung saya sambut dengan senang hati. Saya pun tak sabar menanti kehadiran rombongan sahabat yang selama... 

Merindukan Multiwajah Indonesia yang Ramah

(24 January 2009, 814 pembaca, 156 respon)

Merindukan Multiwajah Indonesia yang RamahKita memang sudah menghirup udara kemerdekaan lebih dari 60 tahun. Jika dianalogikan dengan usia manusia, negeri ini bisa dibilang cukup tua. Wajahnya sudah mulai tampak keriput. Tenaganya seringkali sempoyongan ketika memanggul beban. Namun, dari sisi pengalaman hidup, jelas sudah banyak dinamika kehidupan yang dilaluinya. Dalam kondisi demikian, idealnya negeri ini sudah memiliki kematangan dan kedewasaan sikap dalam menentukan... 

Pengumuman Review Cerpen Terbaik

(20 January 2009, 2,487 pembaca, 181 respon)

Pengumuman Review Cerpen TerbaikSungguh, bukan hal yang mudah bagi saya untuk menentukan tiga review cerpen terbaik dari 22 review yang diikutsertakan dalam kontes. Kendala yang saya hadapi karena dua hal. Pertama, saya telanjur “memproklamirkan” diri sebagai yuri tunggal yang hanya mengandalkan daya intuitif, pertimbangan-pertimbangan subjektif, dan sedikit pengalaman literer saya pribadi; tanpa melibatkan pihak lain. Kedua, review cerpen yang masuk rata-rata... 

Keterkejutan Kopdar di Balik Aktivitas Ngeblog

(19 January 2009, 1 pembaca, 31 respon)

Keterkejutan Kopdar di Balik Aktivitas NgeblogSelalu saja ada keterkejutan Kopdar di balik aktivitas ngeblog. Minggu, 18 Januari 2009, sungguh, saya mendapatkan kehormatan kedatangan dua sahabat bloger yang selama ini baru saya kenal di dunia maya. Keterkejutan itu sudah saya rasakan pada hari Sabtu, 17 Januari 2009. Hp butut saya tiba-tiba berdering. Muncul suara dari seberang. Saya pun bertanya-tanya, siapakah gerangan karena nomor hp yang masuk belum ada ID-nya. Lebih terkejut... 

Review atas Review Cerpen

(18 January 2009, 1,090 pembaca, 90 respon)

Review atas Review CerpenSeperti yang saya tulis di sini, kontes review cerpen sudah saya tutup pada tanggal 16 Januari 2009, tepat pukul 24.00 WIB. Sesungguhnya, kontes review ini, selain sekadar untuk meramaikan setahun usia blog, juga merupakan bagian dari upaya saya pribadi untuk menemukan kritik alternatif terhadap kumcer saya Perempuan Bergaun Putih yang (nyaris) luput dari perhatian para elite kritikus yang selama ini –diakui atau tidak–... 

Anak-anak dan Imajinasi tentang Perang

(15 January 2009, 595 pembaca, 152 respon)

Anak-anak dan Imajinasi tentang PerangPerang-perangan termasuk salah satu mainan favorit anak-anak kampung. Dengan menggunakan senjata mainan dari pelepah daun pisang, anak-anak bisa dengan sangat bangga mencitrakan dirinya sebagai pahlawan. Lewat bunyi onomatope ”dor!” dari mulut kecilnya, anak-anak mendadak berubah seperti seorang ksatria dari negeri Antah-berantah yang sanggup menghabisi musuh-musuhnya. Pada saat yang lain, sang anak berubah jadi seorang pecundang,... 

Perang dan Anak-anak

(11 January 2009, 1 pembaca, 27 respon)

Perang dan Anak-anakWaktu kecil dulu, saya suka banget dengan main perang-perangan. Dengan menggunakan senjata mainan dari pelepah daun pisang, saya bisa sangat bangga ketika musuh mainan saya pura-pura takluk saat senjata itu saya ledakkan melalui bunyi onomatope ”dor!” lewat mulut kecil saya. Pada saat yang lain, gantian saya yang harus takluk. Demikian kuat imjinasi kecil saya tentang perang saat itu sehingga tentara menjadi simbol kebanggaan... 

Ketika Bhisma Diburu Bayangan Dewi Amba

(10 January 2009, 1,059 pembaca, 150 respon)

Ketika Bhisma Diburu Bayangan Dewi AmbaBhisma menelan ludah. Napasnya tiba-tiba terasa sesak. Dadanya yang bidang turun-naik. Berulang-ulang, lelaki berdarah biru yang telah bersumpah untuk tidak mencium bau ketiak perempuan itu mengernyitkan kening. Wajahnya yang tampan seperti diselimuti kabut. Tiba-tiba saja bayangan Amba berkelebat. Ya, ya, ya, perempuan cantik dan sintal dari negeri Kasi itu tak juga sanggup dia lupakan dari dalam layar memorinya. Semakin dilupakan,... 
Catatan Sawali Tuhusetya is proudly powered by WordPress (68 queries: 0.805 seconds)
Valid CSS & XHTML | KBP