Gaya Selebritis Para Wakil Rakyat
Wednesday, 24 December 2008 (11:51) | 802 pembaca | 57 komentar | Print this Article
Belakangan ini baliho politik bertaburan (hampir) di sepanjang jalan raya. Dengan tampilan foto keren dipadu slogan-slogan politik yang membius, para calon wakil rakyat berusaha menarik simpati publik. Tak jauh berbeda dengan lomba baliho. Semuanya berupaya memberikan citra diri sebagai putra bangsa terbaik. Sungguh konyol kalau ada baliho politik yang mengimajinasikan diri sebagai calon wakil rakyat yang cenderung korup dan antiperubahan. Semangat yang mereka bangun jelas berbasis kerakyatan. Maju bersama rakyat membangun bangsa.
Persoalannya, apakah baliho-baliho politik yang dengan masif mengusung semangat perubahan, antikorupsi, dan berbasiskan kerakyatan semacam itu masih akan mereka ingat dan dijadikan sebagai platform perjuangan politik setelah mereka sukses menduduki kursi bergengsi sebagai wakil rakyat?
Kalau mau jujur, komunikasi yang mereka bangun selama masa-masa kampanye hanyalah komunikasi semu. “Rakyat dirangkul dan dijadikan sebagai subjek perubahan” hanyalah sebuah eufemisme, bahkan cenderung ke gaya pleonastis. Tak banyak wakil rakyat kita yang benar-benar sanggup bersikap istiqomah dan tetap berada dalam bingkai dan platform perjuangan yang pernah gencar mereka gembar-gemborkan. Bahkan, tak sedikit juga wakil rakyat kita yang gagal menahan godaan untuk bertindak korup sebagaimana yang pernah dikemukakan dengan nada pedih oleh Lord Acton. Ya, ya, ya, agaknya benar kalau kekuasaan itu cenderung korup.
Perhatikan saja berita-berita yang tersebar di berbagai media, baik cetak maupun elektronik! Hampir tak pernah sepi dari pemberitaan negatif tentang ulah wakil rakyat kita yang tersandung korupsi. Situasi anomali politik semacam itu jelas makin menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja para wakil rakyat yang terhormat. Persoalan kian rumit dan kompleks ketika mereka dengan sangat vulgar berkongkalingkong dan membangun jaringan-jaringan politik yang abai terhadap nasib rakyat.
Menjadi wakil rakyat sejatinya bukanlah pekerjaan mudah. Mereka menjadi representasi rakyat yang diwakilinya. Mereka harus bicara dan berjuang atas nama rakyat. Amanah yang berat tentu saja. Namun, akibat anomali politik yang demikian lama terbangun melalui proses demokrasi yang sarat “pembusukan”, menjadi wakil rakyat akhirnya jadi sebuah pertaruhan ambisi dan gengsi. Menjadi wakil rakyat bukanlah “kemauan politik” untuk mewujudkan sebuah perubahan, melainkan semata-mata untuk menjadi “selebritis”; penuh glamor dan hedonis. Tak jauh berbeda seperti repertoar “Petruk Dadi Ratu” dalam jagad pewayangan. Mereka bisa dengan mudah mendapatkan fasilitas-fasilitas serba wah. Mereka pun jadi begitu akrab dengan dunia malam yang memabukkan.
Meski demikian, saya juga percaya, masih ada wakil rakyat kita yang demikian total dan serius mengemban amanat rakyat. Tenaga, pikiran, dan komitmennya untuk membangun bangsa masih sangat diperhitungkan. Sayangnya, jumlah mereka tidak begitu banyak.
Kita sangat merindukan wakil rakyat yang tetap tampil bersahaja dan sanggup menghindar dari godaan untuk bergaya selebritis yang sarat keglamoran dan hedonis. Mereka juga bisa menjadi kekuatan kontrol terhadap ambisi-ambisi yang berkembang di tengah atmosfer politik yang busuk dan sarat anomali. Kalau saja para calon wakil rakyat kita kelak sanggup tampil seperti itu, sungguh, baliho politik yang demikian masif mereka taburkan di sepanjang jalan bukanlah media komunikasi semu. ***









































kang adek
Firefox 3.0.5 dan
Windows XP
Wednesday, 24 December 2008 @ 13:14
Setuju mas!!
Wakil rakyat memang norak!!
Bisanya cuma ngumbar janji palsu
Psang foto narsis
ma bikin baliho
DASAR!!
Berita? Tips? Unik?
http://kang-adek.blogspot.com
Baca juga tulisan terbaru kang adek berjudul Mematikan Suara Sistem Windows
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 26 December 2008 @ 10:39)
itulah kenyataan yang sering kita lihat, kang adek. m,ereka gencar berpromosi dan berkampanye dg bahasa yang berbusa-busa, hiks, tapi apakah kelak akan terbukti melalui kinerjanya yang peduli pada rakyat?
Reply
ILYAS ASIA
Firefox 2.0.0.14 dan
Windows XP
Wednesday, 24 December 2008 @ 13:32
SEMOGA SAJA
yang memasang baliho besar nanti
bisa amanat
..
bukannya korupsinya yang paling besar
…
semoga
Baca juga tulisan terbaru ILYAS ASIA berjudul 4 kesalahan Eksekutif
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 27 December 2008 @ 10:25)
amiiiin, semoga saja mereka bisa istikomah dalam menjalankan amanah, mas ilyas.
Reply
mantan kyai
Firefox 3.0.5 dan
Windows XP
Wednesday, 24 December 2008 @ 13:35
nyindir saya pak sawali?? contreng jenggotna
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 27 December 2008 @ 10:36)
walah, kok tersindir, toh, mas ardy. memang mau nyaleg jugakah? hehehe …..
Reply
faizal (Monday, 29 December 2008 @ 00:09)
tulisan membangun koq disebut nyindir :?:
:roll:
Reply
Syamsuddin Ideris
Opera 9.62 dan
Windows XP
Wednesday, 24 December 2008 @ 16:51
Saya rasa menjadi wakil rakyat dianggap sebuah profesi untuk mencari uang. Kekuasaan besar dan gaji besar karena mereka dapat membuat peraturan-peraturan untuk menambah penghasilan gaji sendiri dengan nama lain “tunjangan”, “insentif”, dan lain-lain.
Demikian pula selebritis yang jadi wakil rakyat. Ada Dede Yusuf, Marissa Haque, Angelina Sondakh, Adjie Masaid dll. Sampai saat ini saya belum mendengar sepak terjang dan kegiatan mereka yang pro rakyat. Entah karena terlalu sibuk dengan urusan di parlemen atau memang sebenarnya tidak memiliki kemampuan menjadi wakil rakyat.
Baca juga tulisan terbaru Syamsuddin Ideris berjudul HSS Go Online!!!
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 27 December 2008 @ 18:12)
itulah kenyataan yang sering kita lihat, pak syam. repotnya, para wakil rakyat justru malah bergaya hidup nyeleb, sementara seleb yang jadi wakil rakyat juga belum banyak melakukan aksi2 yang bermanfaat buat rakyat.
Reply
SJ
Firefox 3.0.5 dan
Windows XP
Wednesday, 24 December 2008 @ 18:03
nggilani…
ditemukan di: http://artindonesia.org/pawartos_jawi_rembugkithapraja_kejemuanitumenular.htm
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 27 December 2008 @ 18:12)
wah, makasih banget tambahan infonya, mas jenang.
Reply
genthokelir
Firefox 3.0.5 dan
Windows XP
Wednesday, 24 December 2008 @ 19:25
yah harus dua kali deh
dalam urusan politik yang INI saya memang nggak terlalu respon biarlah karena semua menawarkan janji perubahan ke baikan
tapi nyatanya nggak realistis sama sekali
saya cuman membayangkan jika biaya kampanye dan membuat baliho itu menelan banyak uang trus kalo jadi podo nggolek pulihan
kan gitu kali ya pak
terima saja lah kekalahan kita sebagai rakyat kaliiiii
dan pilihan saya sementara tidak memilih dulu karena memang belum saatnya hahaha
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 27 December 2008 @ 18:13)
hehehe …. memang kenyataannya seperti itu, mas totok, hiks. wah, rupanya mas totok golput juga, hiks. duh, dua hari belakangan ini blog lagi error, mas. belum sempat jalan2, hiks.
Reply
genthokelir (Friday, 2 January 2009 @ 21:56)
saya nggak golput pak karena saat ini memang belum saatnya memilih maka saya belum memilih atau tidak memilih lebih dahulu
hahaha saya jadi ingat gara gara pernyataan ini pas jadi moderator langsung saya di seret ke polres ketika selesai dan harus memberikan penjelasan ” ngakak ”
Baca juga tulisan terbaru genthokelir berjudul Selamat Datang 2009 di Gunung Kelir
Reply
endar
Firefox 3.0.4 dan
Ubuntu 8.10
Thursday, 25 December 2008 @ 02:30
lho komentar saya tadi kok tidak masuk.
Reply
endar (Thursday, 25 December 2008 @ 02:33)
saya mau berkomentar
calon wakil rakyat gampang ditemui kalau sedang kampanye malah berusaha menemui kita, kalau sudah jadi boro-boro mau bertemu kita.
saya tersinggung karena mereka bergaya seperti saya.
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 27 December 2008 @ 18:14)
kekeke … maksudnya mas endar bergaya nyeleb juga, gitu, hehe …
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 27 December 2008 @ 18:14)
memang sedang ada masalah, mas endar, mohon maaf, hiks.
Reply
emfajar
Firefox 3.0 dan
Windows XP
Thursday, 25 December 2008 @ 06:33
semoga aja mereka tidak hanya baek waktu kampanye..
ntar klo udah dapet kursi lupa segalanya
Baca juga tulisan terbaru emfajar berjudul Telat
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 27 December 2008 @ 18:15)
mudah2an begitu, mas fajar. kalau dah jadi wakil rakyat luma sama yang milih, duh, mudah2an kalau nyalon ndak kepilih lagi.
Reply
zoel
Firefox 2.0.0.14 dan
Windows XP
Thursday, 25 December 2008 @ 09:36
namanya juga usaha pak heheheh
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 27 December 2008 @ 18:15)
iya, bener juga, mas zoel, tapi nanti ditagih rakyat, loh.
Reply
gajah_pesing
Firefox 3.0.5 dan
Windows XP
Thursday, 25 December 2008 @ 16:40
ganti template nie?
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 27 December 2008 @ 18:16)
sedang error, mas vay, hehehe ….
Reply
dapurhosting.com
Internet Explorer 7.0 dan
Windows Vista
Friday, 26 December 2008 @ 01:16
dapurhosting.com dapurhosting.com
Reply
ciwir
Firefox 2.0.0.17 dan
Windows XP
Friday, 26 December 2008 @ 10:29
memang… sekarang pada pengen jadi selebriti semua…
pengen terkenal sampe2 narsis pada masang poster dimana2..
padahal berapa efektif sih pemasangan poster dengan perolehan suara belum ada ukurn pastinya.
Baca juga tulisan terbaru ciwir berjudul Forsilatnas PATTIRO Raya
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 27 December 2008 @ 18:16)
hehehe … itulah kenyataan yang sering kita lihat, mas santri. mungkin bisa efektif kalau janji2 mereka bisa terwujud.
Reply
Ananto
Firefox 3.0 dan
Windows XP
Friday, 26 December 2008 @ 13:02
emg gitu tuh…kacang lupa kulitnya..tpi emg biasany byk godaan tuh klo dah ngejabat..
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 27 December 2008 @ 17:55)
itulah kenyataan yang sering kita lihat, mas ananto, hiks. kalau dah dapat kursi, ndak mau turun.
Reply
annosmile
Opera 9.62 dan
Windows XP
Saturday, 27 December 2008 @ 17:22
ganti template ya bang
kok kembali ke default???
Reply
Sawali Tuhusetya (Saturday, 27 December 2008 @ 17:52)
duh. lagi error, mas anno, hiks.
Reply
ariss_
Firefox 3.0 dan
Windows XP
Sunday, 28 December 2008 @ 01:45
:neutral:
flash back :
soekarno > soeharto > habibie > megawati > gusdur > SBY > :?:
Baca juga tulisan terbaru ariss_ berjudul Blogger dan Ejaan yang Bermasalah
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 28 December 2008 @ 23:14)
maksudnya apaan, mas aris? apa mereka bergaya seleb juga? hehe …
Reply
marsudiyanto
Google Chrome 1.0.154.36 dan
Windows XP
Sunday, 28 December 2008 @ 10:31
Selibritis dudu, Wakil rakyat yo dudu. Tapi ono uwong sing gayane koyo dua profesi itu. Yang jelas bukan saya…
Kalau toch saya, ya ndak apa2…
Baca juga tulisan terbaru marsudiyanto berjudul Rumah Tangga Adalah Blog Raksasa
Reply
Sawali Tuhusetya (Sunday, 28 December 2008 @ 23:15)
hehehe … komentar pak mar selalu saja bikin saya tertawa ngakak, kekeke … pak mar jujur banget, hehehe ….
Reply
faizal
Firefox 3.0.5 dan
Windows XP
Monday, 29 December 2008 @ 00:22
Baligho kampanye sudah menjadi polusi mata ….
1. Marilah kita mulai komentari(bukan ngajak beranten yah :wink: ) kerabat kita yang duduk di PNS karena mereka bagian dari sistem seutuhnya.
2. Dan jangan coblos calon dewan/calon presiden yang melakukan kelicikan2 selama kampanye. Belum jadi pejabat ajah dan licik apalagi klo udah jadi pejabat yang banyak akses
Reply
Sawali Tuhusetya (Friday, 2 January 2009 @ 22:01)
betul banget, mas faizal. kalau baliho yang mereka taburkan diimbangi dg kinerja yang bagus dan berpihak pada rakyat, rasanya masih bisa ditolerir, hiks. tapi umumnya setelah dapat kursi, jadi lupa deh sama rakyat yang telah memilihnya.
Reply
Donny Verdian
Safari 3.1.2 dan
Mac OS X 10.4.11
Monday, 29 December 2008 @ 08:35
Jadi pengen nyanyi lagunya Iwan Fals, Wakil Rakyat.
Posting yang bagus, Pak Sawali..
Saya nantikan tulisan-tulisan seperti ini terlebih menjelang PEMILU 2009 nanti.
Selamat menantikan Tahun Baru!
Reply
Sawali Tuhusetya (Tuesday, 30 December 2008 @ 16:25)
walah, biasa saja kok, mas donny, hehehe …. selamat tahun baru juga, mas donny, semoga makin sukses di tahun depan.
Reply
roni
Safari 413 dan
SymbianOS 9.2
Monday, 29 December 2008 @ 16:24
fatwa politik: 1. Banyak partai beranggotakan politisi busuk. Semakin busuk jadinya bila mereka berkuasa. Bila anda percaya ini haram hukumnya memilih. 2. Banyak politisi mengumbar ayat suci saat kampanye pdhal stlh berkuasa sama busuknya dg politisi pertama. Jika anda percaya haram hukumnya memilih 3. Banyak politisi beridealisme tinggi tapi dikhawatirkan mengalami pembusukan pula saat berkuasa. Bila anda percaya makruh hukumnya memilih. Fatwa ini murni kreatif saya bandingkan dg fatwa MUI. Hiks . .
Reply
Sawali Tuhusetya (Tuesday, 30 December 2008 @ 16:26)
hehehe … kalau gitu, golput aja, mas roni, hiks. politisi kita kayaknya jarang yang tersentuh nilai2 kearifan.
Reply
Mami Vaya
Firefox 3.0.3 dan
Windows XP
Tuesday, 30 December 2008 @ 08:11
Kalo semua caleg pada pasang baliho besar, habislah jalan-2 raya dipenuhi tampang2 narsis mereka. Kalo saya pasti malu, blm lg kepilih tp sdh pamer sana sini…. keluar uang utk kampanye tdk sedikit, wajar saja klo kepilih lalu korupsi..
Baca juga tulisan terbaru Mami Vaya berjudul 9 bulan, natal, & gulingan berujung jeduk!!
Reply
Sawali Tuhusetya (Tuesday, 30 December 2008 @ 16:37)
nah, itu dia persoalannya. berapa saja cost yang keluar utk pasang baliho di mana2, belum lagi nanti buat kampanye. bisa jadi tradisi seperti ini yang membikin para politisi jadi tergiur dg dhuwit, hiks.
Reply
Indra Kurniadi
Firefox 3.0 dan
Windows XP
Tuesday, 30 December 2008 @ 08:29
Mudah2an dengan adanya fatwa MK tentang suara terbanyak yang akan jadi anggota legislatif, setidaknya kita semua bisa ikut mengcontrol perilaku para caleg itu dan kita semua yang menentukan siapa yang paling layak pergi ke senayan. Kalo memang perilakunya masih seperti itu ya jangan dipilih lagi
Baca juga tulisan terbaru Indra Kurniadi berjudul Berlibur ketika mayoritas orang sedang bekerja
Reply
Sawali Tuhusetya (Tuesday, 30 December 2008 @ 16:39)
yaps, perubahan peraturan ttg pemilu itu layak disambut gembira, mas indra. ndak hanya mereka saja yang kebetulan dapat nomor peci. dg aturan baru, caleg yang berada di nomor sepatu pun bisa jadi kalau memang dapat dukungan suara yang signifikan.
Reply
tomy
Firefox 2.0.0.20 dan
Windows XP
Tuesday, 30 December 2008 @ 09:26
kita tak pernah tahu kontribusi mereka selama ini hanya sekedar wajah yang terpampang dalam poster :neutral:
Baca juga tulisan terbaru tomy berjudul TRISULAWEDHA
Reply
Sawali Tuhusetya (Tuesday, 30 December 2008 @ 16:40)
betul, pak tomy, seperti nonton pajangan barang dalam sebuah etalase toko, hik. hanya yang bagus2 saja yang dipertontonkan, hehehe ….
Reply
suwung
Internet Explorer 6.0 dan
Windows XP
Tuesday, 30 December 2008 @ 12:33
lha setelah kepilih kok malah mencereng mencereng nyalahin rakyat?
ini salah itu salah… yang salah selalu yang kecil utawa rakyat
Baca juga tulisan terbaru suwung berjudul Ngelmu Soewoeng: Tehnik Merayu
Reply
Sawali Tuhusetya (Tuesday, 30 December 2008 @ 16:41)
hehehe … betul banget, mas suwung, kapan ya negera kita bisa memperlakukan rakyat sbg subjek?
Reply
lovepassword
Firefox 3.0.1 dan
Windows XP
Tuesday, 30 December 2008 @ 17:29
Hi Hi Hi, iya nih. Sekarang saatnya wakil rakyat adol bagus. Pasang spanduk besar – berbulan-bulan mringis juga tetep betah. Lha wong mringisnya cuma di spanduk.
ops: :shock:
Baca juga tulisan terbaru lovepassword berjudul Solidaritas untuk Palestina
Reply
Sawali Tuhusetya (Tuesday, 30 December 2008 @ 22:54)
hiks, saya ndak bisa membayangkan kalau itu bukan spanduk, mas love. sanggupkah mereka tabur pesona di sepanjang jalan? kekeke …..
Reply
faizal
Firefox 3.0.5 dan
Windows XP
Friday, 2 January 2009 @ 22:47
bukan sebagai subjek mas sawali…tapi sebagai konsumen, biar rakyat dilayani sebagai raja (konsumen adalah raja) klo sebagai subjek sih sekarang juga lagi…….subjek penderitaan :mrgreen:
Reply
Chan'D
Internet Explorer 6.0 dan
Windows XP
Tuesday, 6 January 2009 @ 16:16
yaaaach… begitulah potret wakil kita..!! kalua ada maunya baru mendekat, tapi waktu dah jadi mereka tidur! seolah buta..seolah tuli..nasib rakyat mana pernah dinomor 1 kan.. yang paling penting bagi mereka adalah duduk nyaman menikmati kemenangan. membuat produk hukum yang menikam rakyat. produk hukum yang dibvuat dipoles seolah-olah berpihak padahal berpihaknya pada penguasa yang notabene adalah penganut faham kapitalisme..duni perpolitkan kita memang mengalami FATAMORGANA. dari jauh keliatan, setelah didekati malah gak ada.
Buat para calon.. gambar-gambar yang terpampang dijalan-jalan pada dasarnya tidak memiliki efek terhadap para pemilih. yang paling mengefek itu adalah kinerja ataupun pola interaksi kita di masyarakat.
SALAM PEMBEBASAN UNTUK SEMUA…..!!!
Reply
Sawali Tuhusetya (Thursday, 8 January 2009 @ 01:35)
salam pembebasan juga, mas chan’d. iya nih, mas, baliho2 semacam itu agaknya tak akan berpengaruh terhadap pilihan rakyat. rakyat juga makin cerdas dan kritis, kok.
Reply
Serba Salah [sebuah epigram] « Esensi
WordPress MU
Wednesday, 4 March 2009 @ 08:36
[...] Tak Butuh Pemimpin Paripurna“. 2. Pak Sawali Tuhusetya, atas tulisannya yang berjudul “Gaya Selebritis Para Wakil Rakyat“. 3. Nenda Fadhilah, atas postingannya yang berjudul “Quasi Hereditary Monarchy“. [...]
Sexy Celebrity Wallpapers
Firefox 2.0.0.6 dan
Windows XP
Friday, 5 March 2010 @ 11:34
sekarang lagi pada ngetrend ya seleb jadi wakil rakyat. gpp yang penting kerja nya bener aja deh
Baca juga tulisan terbaru Sexy Celebrity Wallpapers berjudul "Megan Fox Wallpaper #1 | Megan Fox Beautiful Smile"
Reply
ZTE MF627
Firefox 3.5.8 dan
Windows XP
Friday, 5 March 2010 @ 12:30
Emang selebriti indo sekarang uda menjelma jadi wakil rakyat dan sebaliknya para wakil rakyat juga menjelma jadi selebriti…
tanya kenapa?? kayak di iklan ya
Baca juga tulisan terbaru ZTE MF627 berjudul "Modem ZTE MF627"
Reply