Home | Politik, Refleksi | Gaya Selebritis Para Wakil Rakyat

Gaya Selebritis Para Wakil Rakyat

Wednesday, 24 December 2008 (11:51) | 843 pembaca | 57 komentar | Print this Article

petruk dadi ratuBelakangan ini baliho politik bertaburan (hampir) di sepanjang jalan raya. Dengan tampilan foto keren dipadu slogan-slogan politik yang membius, para calon wakil rakyat berusaha menarik simpati publik. Tak jauh berbeda dengan lomba baliho. Semuanya berupaya memberikan citra diri sebagai putra bangsa terbaik. Sungguh konyol kalau ada baliho politik yang mengimajinasikan diri sebagai calon wakil rakyat yang cenderung korup dan antiperubahan. Semangat yang mereka bangun jelas berbasis kerakyatan. Maju bersama rakyat membangun bangsa.

Persoalannya, apakah baliho-baliho politik yang dengan masif mengusung semangat perubahan, antikorupsi, dan berbasiskan kerakyatan semacam itu masih akan mereka ingat dan dijadikan sebagai platform perjuangan politik setelah mereka sukses menduduki kursi bergengsi sebagai wakil rakyat?

Kalau mau jujur, komunikasi yang mereka bangun selama masa-masa kampanye hanyalah komunikasi semu. “Rakyat dirangkul dan dijadikan sebagai subjek perubahan” hanyalah sebuah eufemisme, bahkan cenderung ke gaya pleonastis. Tak banyak wakil rakyat kita yang benar-benar sanggup bersikap istiqomah dan tetap berada dalam bingkai dan platform perjuangan yang pernah gencar mereka gembar-gemborkan. Bahkan, tak sedikit juga wakil rakyat kita yang gagal menahan godaan untuk bertindak korup sebagaimana yang pernah dikemukakan dengan nada pedih oleh Lord Acton. Ya, ya, ya, agaknya benar kalau kekuasaan itu cenderung korup.

Perhatikan saja berita-berita yang tersebar di berbagai media, baik cetak maupun elektronik! Hampir tak pernah sepi dari pemberitaan negatif tentang ulah wakil rakyat kita yang tersandung korupsi. Situasi anomali politik semacam itu jelas makin menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja para wakil rakyat yang terhormat. Persoalan kian rumit dan kompleks ketika mereka dengan sangat vulgar berkongkalingkong dan membangun jaringan-jaringan politik yang abai terhadap nasib rakyat.

Menjadi wakil rakyat sejatinya bukanlah pekerjaan mudah. Mereka menjadi representasi rakyat yang diwakilinya. Mereka harus bicara dan berjuang atas nama rakyat. Amanah yang berat tentu saja. Namun, akibat anomali politik yang demikian lama terbangun melalui proses demokrasi yang sarat “pembusukan”, menjadi wakil rakyat akhirnya jadi sebuah pertaruhan ambisi dan gengsi. Menjadi wakil rakyat bukanlah “kemauan politik” untuk mewujudkan sebuah perubahan, melainkan semata-mata untuk menjadi “selebritis”; penuh glamor dan hedonis. Tak jauh berbeda seperti repertoar “Petruk Dadi Ratu” dalam jagad pewayangan. Mereka bisa dengan mudah mendapatkan fasilitas-fasilitas serba wah. Mereka pun jadi begitu akrab dengan dunia malam yang memabukkan.

Meski demikian, saya juga percaya, masih ada wakil rakyat kita yang demikian total dan serius mengemban amanat rakyat. Tenaga, pikiran, dan komitmennya untuk membangun bangsa masih sangat diperhitungkan. Sayangnya, jumlah mereka tidak begitu banyak.

Kita sangat merindukan wakil rakyat yang tetap tampil bersahaja dan sanggup menghindar dari godaan untuk bergaya selebritis yang sarat keglamoran dan hedonis. Mereka juga bisa menjadi kekuatan kontrol terhadap ambisi-ambisi yang berkembang di tengah atmosfer politik yang busuk dan sarat anomali. Kalau saja para calon wakil rakyat kita kelak sanggup tampil seperti itu, sungguh, baliho politik yang demikian masif mereka taburkan di sepanjang jalan bukanlah media komunikasi semu. ***

Kategori: Politik, Refleksi | Tags: , ,

Tulisan lain yang berkaitan:

imgSayembara Berdarah demi Membangun Kejayaan Pancala (Monday, 26 July 2010, 522 pembaca, 65 respon) Dalang: Ki Sawali Tuhusetya Gandamana tercenung di sudut kamar. Berkali-kali, putra mahkota negeri Pancala yang rela melepaskan tahta demi berguru kepada penguasa Hastina, Pandu Dewanata, ini memukul-mukul jidatnya. Dia tak paham juga dengan kekerasan...
imgSenjakala di Negeri Kelelawar (Thursday, 22 April 2010, 420 pembaca, 53 respon) (Kisah ini merupakan bagian ke-13 dari serial “Negeri Kelelawar”. Yang belum sempat membaca, silakan nikmati dulu kisah Menagih Janji Politisi di Negeri Kelelawar (1), Ontran-ontran di Negeri Kelelawar (2), Situasi Chaos di Negeri Kelelawar Makin...
imgBank Century, Unjuk Rasa, dan Pemakzulan (Saturday, 30 January 2010, 613 pembaca, 125 respon) Istilah “pemakzulan” belakangan ini tiba-tiba menyeruak di tengah hiruk-pikuk kerja Pansus Bank Century. Banyak kalangan menilai, istilah tersebut merupakan manifestasi sikap paranoid dan kekhawatiran yang berlebihan dari penguasa. Kalau Pansus...
imgAntara Facebooker dan Wakil Rakyat (Monday, 9 November 2009, 347 pembaca, 213 respon) Siapa bilang Facebooker itu seorang netter yang hanya bisa meng-update status di dinding, tanpa pernah berbuat apa-apa? Siapa pula bilang kalau Facebooker itu hanya berdiri di puncak menara gading dunia maya hingga tercerabut dari akar sosial-budaya dan...
imgGerakan Apolitis Kaum Muda Negeri Kelelawar (Friday, 30 October 2009, 330 pembaca, 142 respon) (Kisah ini merupakan bagian ke-11 dari serial “Negeri Kelelawar”. Yang belum sempat membaca, silakan nikmati dulu kisah Menagih Janji Politisi di Negeri Kelelawar (1), Ontran-ontran di Negeri Kelelawar (2), Situasi Chaos di Negeri Kelelawar Makin...
Catatan Sawali Tuhusetya
feeds.feedburner.com
Tulisan berjudul "Gaya Selebritis Para Wakil Rakyat" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (Wednesday, 24 December 2008 (11:51)) pada kategori Politik, Refleksi. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Ingin berlangganan gratis? Silakan daftarkan alamat email Anda sekarang juga! Terima kasih dan salam budaya!
Anda juga bisa memublikasikan tulisan ini melalui jejaring sosial/web berikut:
FacebookTwitterStumbleDigg itDeliciousGoogle ReaderRedditTechnoratiGoogle BuzzYahoo Buzz
DesignfloatDiigoMixxMeneamedesignbumpFurlMagnoliaBlinklistfurlblogmark

57 Responses to "Gaya Selebritis Para Wakil Rakyat"

  1. ZTE MF627 says:
    Menggunakan Firefox 3.5.8 Firefox 3.5.8 pada Windows XP Windows XP

    Emang selebriti indo sekarang uda menjelma jadi wakil rakyat dan sebaliknya para wakil rakyat juga menjelma jadi selebriti… :-? tanya kenapa?? kayak di iklan ya
    Baca juga tulisan terbaru ZTE MF627 berjudul "Modem ZTE MF627" My ComLuv Profile

  2. Menggunakan Firefox 2.0.0.6 Firefox 2.0.0.6 pada Windows XP Windows XP

    sekarang lagi pada ngetrend ya seleb jadi wakil rakyat. gpp yang penting kerja nya bener aja deh
    Baca juga tulisan terbaru Sexy Celebrity Wallpapers berjudul "Megan Fox Wallpaper #1 | Megan Fox Beautiful Smile" My ComLuv Profile

  3. WordPress MU WordPress MU

    [...] Tak Butuh Pemimpin Paripurna“. 2. Pak Sawali Tuhusetya, atas tulisannya yang berjudul “Gaya Selebritis Para Wakil Rakyat“. 3. Nenda Fadhilah, atas postingannya yang berjudul “Quasi Hereditary Monarchy“. [...]

  4. Chan'D says:
    Menggunakan Internet Explorer 6.0 Internet Explorer 6.0 pada Windows XP Windows XP

    yaaaach… begitulah potret wakil kita..!! kalua ada maunya baru mendekat, tapi waktu dah jadi mereka tidur! seolah buta..seolah tuli..nasib rakyat mana pernah dinomor 1 kan.. yang paling penting bagi mereka adalah duduk nyaman menikmati kemenangan. membuat produk hukum yang menikam rakyat. produk hukum yang dibvuat dipoles seolah-olah berpihak padahal berpihaknya pada penguasa yang notabene adalah penganut faham kapitalisme..duni perpolitkan kita memang mengalami FATAMORGANA. dari jauh keliatan, setelah didekati malah gak ada.
    Buat para calon.. gambar-gambar yang terpampang dijalan-jalan pada dasarnya tidak memiliki efek terhadap para pemilih. yang paling mengefek itu adalah kinerja ataupun pola interaksi kita di masyarakat.
    SALAM PEMBEBASAN UNTUK SEMUA…..!!!

  5. faizal says:
    Menggunakan Firefox 3.0.5 Firefox 3.0.5 pada Windows XP Windows XP

    bukan sebagai subjek mas sawali…tapi sebagai konsumen, biar rakyat dilayani sebagai raja (konsumen adalah raja) klo sebagai subjek sih sekarang juga lagi…….subjek penderitaan :mrgreen:

  6. Menggunakan Firefox 3.0.5 Firefox 3.0.5 pada Windows XP Windows XP

    betul banget, mas faizal. kalau baliho yang mereka taburkan diimbangi dg kinerja yang bagus dan berpihak pada rakyat, rasanya masih bisa ditolerir, hiks. tapi umumnya setelah dapat kursi, jadi lupa deh sama rakyat yang telah memilihnya.

Leave a Reply

CommentLuv Enabled
«
»
www.batuzakar.netweb hosting indonesia
Catatan Sawali Tuhusetya is proudly powered by WordPress (132 queries: 0.964 seconds)
Valid CSS & XHTML | KBP