Saturday, 8 November 2008 (19:43) | 1 pembaca | 23 komentar | Print this Article
Bisa jadi terkesan bombastis kalau blog ini menggunakan judul: “Mendaki Pelangi” dengan tag: “Menatap Matahari”. Tidak membumi, jadinya, hehehe … Haks, benar juga, karena pelangi sendiri jarang bersentuhan dengan bumi. Dia hanya muncul ketika hujan atau gerimis terkuak dari pintu langit, lantas dalam waktu yang bersamaan, matahari muncul. Sinarnya menerpa guyuran hujan hingga berimbas pada munculnya spektrum warna-warni. Meski beraneka warna, warna-warna pelangi memberikan sentuhan keindahan yang memesona dan eksotis. Pelangi bisa melambungkan khayal seorang pengarang hingga ke titik batas imajinasi yang paling limit. Demikianlah idealnya perbedaan itu. Bisa menumbuhkan dinamika. Tidak menang-menangan; tidak menganggap orang yang tidak sependapat sebagai sosok yang mesti dimusuhi.
Mengapa mesti mendaki? Kalau sejenak kita melakukan refleksi, sebuah institusi bernama negara-bangsa (nyaris) tak pernah selesai. Negara dan bangsa dibangun lintasgenerasi yang memiliki kesinambungan sejarah. Negara-bangsa juga tidak mewujud begitu saja dalam tataran praksis kehidupan. Negara dan bangsa mana pun akan terus berproses untuk menemukan mimpi-mimpinya.
Mungkin terlalu berlebihan kalau mengaitkan kehadiran blog ini dengan “warna-warni pelangi” dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, sebagai rakyat jelata yang selalu risau oleh berbagai praktik kekerasan yang marak terjadi akibat perbedaan pendapat berbasiskan sentimen kesukuan, agama, ras, atau antarkelompok, rasanya tidak salah kalau saya sekadar ikut memberikan “saksi” melalui tulisan-tulisan yang berawal dari pemikiran-pemikiran naif saya.
Semoga kehadiran blog ini bisa ikut memberikan seberkas warna dalam spektrum warna-warni kehidupan bermasyarakat yang lebih luas. Tak lupa, saya mengucapkan terima kasih kepada Mas Budiono yang telah berkiprah ikut andil memajukan pendidikan di negeri ini dengan memberikan layanan hosting gratis 100% kepada 20 orang guru. Semoga upaya mulia ini mendapatkan sambutan hangat dari rekan-rekan sejawat.
Kepada sahabat-sahabat bloger saya ucapkan selamat datang di gubug saya yang baru, semoga bisa makin memperat jalinan silaturahmi dan semangat untuk berbagi. Demikian juga kepada para pengunjung, saya ucapkan sugeng rawuh, semoga jalinan silaturahmi secara maya ini bisa menjadi media untuk saling bercanda dan berdiskusi. Yaps, selamat mendaki pelangi dan menatap matahari!
Salam kreatif,
Sawali





































pelangi memeluk bumi….
Baca juga tulisan terbaru raden berjudul Tab Hunter – Young Love Dot Records 45-15533
pas banget di sini lg ujan panas mas..dq khan kluar rumah disaat stelah baca postingan ini..mana tau ada matahari, mana tau ada pelangi??? he..he
Baca juga tulisan terbaru Nyante Aza Lae berjudul Ban Bocor !
walah, mas kurnia kok pingin banget melihat pelangi, hiks. mudah2an kesampaian.