Domain Baru dengan Hosting Gratis

Kategori Blog Oleh

hostguruKetika jalan-jalan ke rumah Mas Anangku, tiba-tiba saja saya tertarik untuk mengklik banner iklan yang dipasang di bar samping. Banner warna coklat tua itu bertuliskan: “Hosting Gratis 200 Mega untukmu Guru”. Wow … langsung saja saya menuju ke TKP. Aha, ternyata benar. Di TKP saya membaca sebuah postingan: “Hosting gratis untuk ‘pahlawan tanpa tanda jasa’”. Lewat kolom komentar, langsung saja saya menyatakan keinginan untuk bisa memanfaatkan fasilitas hosting gratis yang disediakan deteksi. info. Meski demikian, saya masih ragu juga untuk membeli domain, karena hosting gratis dengan kapasitas 200 mega tersebut hanya disediakan untuk 20 orang.

Saya pun jadi rajin berkunjung ke blog yang dikelola oleh Mas Budiono tersebut. Setelah mendapatkan jawaban bahwa hosting gratis tersebut masih tersedia, keesokan harinya saya langsung mencari domain. Sebenarnya saya ingin mencari domain berekstensi .net atau .com. Namun, agaknya domain tersebut sudah dipakai orang. Akhirnya, saya memutuskan membeli domain berekstensi .us, lengkapnya sawali.us seharga Rp80.000,00. Harga yang tidak terlalu mahal, meski buat seorang guru katrok seperti saya, hehehe …. Setelah melakukan konfirmasi transfer pembelian domain, saya segera kontak Mas Budiono via SMS dan email. Mungkin lantaran berekstensi .us, proses registrasinya membutuhkan waktu selama sehari.

Alhamdulillah, pada hari Jumat, 7 November 2008, ketika membuka email sepulang dari sekolah, ada informasi dari Mas Budiono bahwa domain sudah aktif, dilengkapi dengan username dan password cpanel-nya. Usai shalat Jumat, saya pun segera tenggelam dalam keasyikan menginstal engine wordpress. Maklum, ingin menggunakan drupal atau joomla, tetapi sama sekali masih sangat gaptek. Walhasil, dengan meng-klik fantastico, hanya dalam hitungan tak lebih dari dua menit, engine wordpress sudah terinstal.

Meski sudah mengelola domain sendiri, jujur saja saya belum pernah punya pengalaman membangun blog dari nol. Blog sawali.info pun lahir karena bantuan dari CS dapurhosting. Tak heran jika berkali-kali saya harus melakukan trial and error ketika meng-instal theme. Keasyikan mengoprek theme di blog baru membuat saya lupa menjenguk blog sawali.info. Mohon maaf jika belum sempat merespon komentar teman-teman atau melakukan blogwalking. Setelah berkali-kali mengoprek theme, akhirnya muncul tampilan blog sawali.us seperti berikut ini skrinsyutnya.

sawalius

Jika ada waktu, silakan berkunjung, teman-teman, hehehe … Mohon masukannya, baik dari sisi tampilan maupun isinya. Jujur saja, saya belum tahu, content apa yang tepat untuk dijejalkan pada blog berhosting 200 mega gratis 100% tersebut. Menentukan judulnya pun masih terkesan bombastis: “Mendaki Pelangi: Menatap Matahari”; terkesan kurang membumi, haks. Saya baru sebatas memanfaatkan peluang dan kesempatan. Meng-update blog satu saja masih keteteran, hiks.

Semoga layanan hosting gratis tersebut bisa menjadi pemicu semangat rekan-rekan sejawat untuk melakukan aktivitas ngeblog. Dunia pendidikan jelas makin dinamis dan berkembang dengan baik jika banyak guru yang mau memanfaatkan media maya ini untuk membangun semangat berbagi dan bersilaturahmi. Terima kasih atas layanan hosting gratisnya, Mas Budiono. Nah, rekan-rekan sejawat yang mau mendapatkan layanan hosting gratis, cepat-cepat mendaftar, mudah-mudahan masih ada. Keterangan selengkapnya, silakan baca di sini! ***

Seorang guru, penggemar wayang kulit, dan penikmat sastra. Dalam dunia fiksi lebih dikenal dengan nama Sawali Tuhusetya. Buku kumpulan cerpennya Perempuan Bergaun Putih diterbitkan oleh Bukupop dan Maharini Press (2008) dan diluncurkan di Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada hari Jumat, 16 Mei 2008 bersama kumpulan puisi Kembali dari Dalam Diri karya Ibrahim Ghaffar (sastrawan Malaysia).

178 Comments

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan terbaru tentang Blog

Setelah 9 Tahun Ngeblog

Juli 2007 merupakan saat pertama saya belajar ngeblog (=mengeblog). Sering berganti-ganti engine,

Enam Purnama Tanpa Jejak

Sudah enam purnama, saya tidak meninggalkan jejak di blog ini. Sejatinya, enam
Go to Top