Tayangan TV yang Bias Gender
Kategori: Budaya, Opini, Pendidikan, Refleksi
Saya bukanlah pengamat media. Namun, perasaan saya sering kalut ketika menyaksikan tayangan televisi yang makin tidak membumi, bertentangan dengan akal sehat, jauh dari nilai-nilai edukatif, bahkan sangat bias gender. Sesekali, amatilah tayangan hiburan yang demikian marak di layar gelas itu. Sebagian besar tayangan hiburan yang terdedahkan (nyaris) tak lagi mengindahkan nilai-nilai kesantunan dan kelayakan buat publik. Yang lebih mencemaskan, ketika trend dunia sudah mulai mengarah pada upaya pemuliaan harkat dan martabat kaum perempuan, dunia TV kita justru beramai-ramai mengeksploitasinya. Tubuh kaum perempuan yang memang memiliki daya pesona dan daya pikat “dijual” melalui produk-produk iklan untuk kepentingan kaum kapitalis demi menegakkan... (Baca lanjutannya!)
Menguji Validitas Blog Berdasarkan Standar Web
Tertarik oleh tulisan Pak Dani Iswara tentang Sakui Web Validator pengganti Webagogo, saya iseng-iseng mendaftarkan blog saya di Sakui Web, sekitar 3 Agustus yang lalu. Saat itu, blog saya hanya memiliki skor 49% dan berada pada peringkat 50 dari 152 web/blog yang terdaftar. Kemarin, saya kembali iseng melihat peringkat validitas blog di Sakui Web. Saya agak terkejut karena peringkatnya naik drastis ke posisi 16 dengan skor 95%. Dengan gaya narsis, tentu saja kenaikan peringkat ini layak saya syukuri setelah berjuang mengoprek blog habis-habisan, mulai css, html/xhtml, rss/feed, gzip, hingga ATRC berdasarkan standar web yang diberlakukan oleh World Wide Web Consortium (W3C). Jujur saja, saya sangat mengapresiasi dan salut kepada teman-teman... (Baca lanjutannya!)













