<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Lanjutan Ending Cerpen dan Hadiah Kumcer</title>
	<atom:link href="http://sawali.info/2008/09/04/lanjutan-cerpen-dan-hadiah-kumcer-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sawali.info/2008/09/04/lanjutan-cerpen-dan-hadiah-kumcer-2/</link>
	<description>Tentang Dunia Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Indonesia</description>
	<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 17:32:11 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: sawali tuhusetya</title>
		<link>http://sawali.info/2008/09/04/lanjutan-cerpen-dan-hadiah-kumcer-2/comment-page-2/#comment-12313</link>
		<dc:creator>sawali tuhusetya</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 05:02:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=1186#comment-12313</guid>
		<description>hah? adegannya bikin dada byur2an, haks.

&lt;abbr&gt;&lt;em&gt;Baca juga tulisan terbaru sawali tuhusetya berjudul &lt;a href="http://sawali.info/2008/10/10/goyang-poco-poco-dan-kesetaraan/"&gt;Goyang Poco-poco dan Kesetaraan Gender&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/abbr&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hah? adegannya bikin dada byur2an, haks.</p>
<p><abbr><em>Baca juga tulisan terbaru sawali tuhusetya berjudul <a href="http://sawali.info/2008/10/10/goyang-poco-poco-dan-kesetaraan/">Goyang Poco-poco dan Kesetaraan Gender</a></em></abbr></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jorokkeh</title>
		<link>http://sawali.info/2008/09/04/lanjutan-cerpen-dan-hadiah-kumcer-2/comment-page-2/#comment-12302</link>
		<dc:creator>jorokkeh</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 03:20:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=1186#comment-12302</guid>
		<description>Nih tambah lagi endingnya, Lalu tiba-tiba ada sepasang kekasih yang bercinta terlihat disemak-semak. Dan terjadilah perngentottan yang dahsyat sampai mereka terkapar disana.. aaaaauuuuuu..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nih tambah lagi endingnya, Lalu tiba-tiba ada sepasang kekasih yang bercinta terlihat disemak-semak. Dan terjadilah perngentottan yang dahsyat sampai mereka terkapar disana.. aaaaauuuuuu..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sawali Tuhusetya</title>
		<link>http://sawali.info/2008/09/04/lanjutan-cerpen-dan-hadiah-kumcer-2/comment-page-2/#comment-12244</link>
		<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 11:12:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=1186#comment-12244</guid>
		<description>sebuah ending cerita yang menarik dan bagus banget, mbak nita. ternyata perempuan bergaunm putih itu kembali muncul. wah, saya malah jadi penasaran nih, mbak, kira2 ada hubungan apa yak, antara seorang kana-kanak dan perempuan bergaun putih itu? wah, sungguh menarik, imajinasinya semakin liar dan memesona. salut deh. =d&gt;=d&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebuah ending cerita yang menarik dan bagus banget, mbak nita. ternyata perempuan bergaunm putih itu kembali muncul. wah, saya malah jadi penasaran nih, mbak, kira2 ada hubungan apa yak, antara seorang kana-kanak dan perempuan bergaun putih itu? wah, sungguh menarik, imajinasinya semakin liar dan memesona. salut deh. =d>=d></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nita</title>
		<link>http://sawali.info/2008/09/04/lanjutan-cerpen-dan-hadiah-kumcer-2/comment-page-2/#comment-12240</link>
		<dc:creator>nita</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 09:08:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=1186#comment-12240</guid>
		<description>ditengah-tengah perjalanan keluar dari desa itu, seorang kanak-kanak berhenti dan melihat kebelakang. kanak-kanak itu masih berumur 5 tahun. ia tidak mengerti dengan burung gagak yang begitu banyak yang tetap bertahan di desa itu. ia menatap ibunya dan bertanya
"ibu haruskah kita pergi?" tanyanya dengan polos namun ibunya tak kuasa menjawab tapi airmatanya mengalir dipipinya yang kusam.ia hanya memeluk anak yang dikasihinya itu dengan perasaan gundah setengah berharap anaknya tidak akan bertanya lagi. namun kanak-kanak itu tak paham hanya dengan sebuah pelukan. ia menatap sekeliling menatap kearah batu hitam besar. samar ia melihat seorang wanita bergaun putih diatasnya. ia menatap kanak-kanak itu dan tersenyum sebuah senyum yang menentramkan hati lebih dari ibunya yang kini sedang diliputi kecemasan. wanita bergaun putih itu meletakkan telunjuk dibibirnya yang merah marun seolah meinta agar kanak-kanak itu merahasiakannya. wanita itu menunjuk ke arah desanya. kanak-kanak itu menurut dan melihat cahaya yang samar di langit-langit desanya.
"ibu kita akan pulang suatu saat nanti" ucap anak itu dan ibunya menatap dengan heran karena keyakinan anak-anak itu menghapuskan kegalauan hatinya.
"seperti matahari punya waktu terbit dan tenggelam, burung gagak punya waktu untuk pergi saat itulah waktu kita kembali" ucap anak itu riang. ibunya kini memeluknya lebih erat dan percaya. suatu saat nanti pasti mereka akan pulang. ia mau percaya dengan harapan kecil yang ada.
anak-anak itu kembali menatap wanita bergaun putih yang kini bersayap. sayapnya yang panjang menjutai ketanah dan wanita itu tersenyum dan terbang ke langit. samar ia membisaikkan suatu kata ke telinga anak itu sebelum pergi ke langit.
"aku akan mengusirnya, mungkin lama tapi tak begitu lama" ucap wanita itu tanpa dilihat si ibu.
dan anak itu dengan seulas senyum menarik tangan ibunya menyusul yang lain. saat pengasingan mereka tak akan lama. yakin anak itu dalam hati.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ditengah-tengah perjalanan keluar dari desa itu, seorang kanak-kanak berhenti dan melihat kebelakang. kanak-kanak itu masih berumur 5 tahun. ia tidak mengerti dengan burung gagak yang begitu banyak yang tetap bertahan di desa itu. ia menatap ibunya dan bertanya<br />
&#8220;ibu haruskah kita pergi?&#8221; tanyanya dengan polos namun ibunya tak kuasa menjawab tapi airmatanya mengalir dipipinya yang kusam.ia hanya memeluk anak yang dikasihinya itu dengan perasaan gundah setengah berharap anaknya tidak akan bertanya lagi. namun kanak-kanak itu tak paham hanya dengan sebuah pelukan. ia menatap sekeliling menatap kearah batu hitam besar. samar ia melihat seorang wanita bergaun putih diatasnya. ia menatap kanak-kanak itu dan tersenyum sebuah senyum yang menentramkan hati lebih dari ibunya yang kini sedang diliputi kecemasan. wanita bergaun putih itu meletakkan telunjuk dibibirnya yang merah marun seolah meinta agar kanak-kanak itu merahasiakannya. wanita itu menunjuk ke arah desanya. kanak-kanak itu menurut dan melihat cahaya yang samar di langit-langit desanya.<br />
&#8220;ibu kita akan pulang suatu saat nanti&#8221; ucap anak itu dan ibunya menatap dengan heran karena keyakinan anak-anak itu menghapuskan kegalauan hatinya.<br />
&#8220;seperti matahari punya waktu terbit dan tenggelam, burung gagak punya waktu untuk pergi saat itulah waktu kita kembali&#8221; ucap anak itu riang. ibunya kini memeluknya lebih erat dan percaya. suatu saat nanti pasti mereka akan pulang. ia mau percaya dengan harapan kecil yang ada.<br />
anak-anak itu kembali menatap wanita bergaun putih yang kini bersayap. sayapnya yang panjang menjutai ketanah dan wanita itu tersenyum dan terbang ke langit. samar ia membisaikkan suatu kata ke telinga anak itu sebelum pergi ke langit.<br />
&#8220;aku akan mengusirnya, mungkin lama tapi tak begitu lama&#8221; ucap wanita itu tanpa dilihat si ibu.<br />
dan anak itu dengan seulas senyum menarik tangan ibunya menyusul yang lain. saat pengasingan mereka tak akan lama. yakin anak itu dalam hati.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nita</title>
		<link>http://sawali.info/2008/09/04/lanjutan-cerpen-dan-hadiah-kumcer-2/comment-page-2/#comment-12238</link>
		<dc:creator>nita</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 08:48:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=1186#comment-12238</guid>
		<description>walau sepenggal tetaplah c erita yang unik. boleh saya coba melanjutkannya? tapi maaf kalau jelek.:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>walau sepenggal tetaplah c erita yang unik. boleh saya coba melanjutkannya? tapi maaf kalau jelek.:)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Awal Harapan ( salute for Mr Sawali )</title>
		<link>http://sawali.info/2008/09/04/lanjutan-cerpen-dan-hadiah-kumcer-2/comment-page-2/#comment-10829</link>
		<dc:creator>Awal Harapan ( salute for Mr Sawali )</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 16:29:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=1186#comment-10829</guid>
		<description>[...] Kerja ) berikut Tanda terima Down Payment sedang kan yang amplop satunya berisi buku Kumcer “ Perempuan Bergaun Putih “ Karya penulis yang selama ini saya kagumi yaitu Pak Sawali [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Kerja ) berikut Tanda terima Down Payment sedang kan yang amplop satunya berisi buku Kumcer “ Perempuan Bergaun Putih “ Karya penulis yang selama ini saya kagumi yaitu Pak Sawali [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: gus</title>
		<link>http://sawali.info/2008/09/04/lanjutan-cerpen-dan-hadiah-kumcer-2/comment-page-2/#comment-10806</link>
		<dc:creator>gus</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 22:08:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=1186#comment-10806</guid>
		<description>bolehkan berkomentar tanpa berharap "perempuan bergaum putih"?  tapi berharap perempuan bergaun pengantin misalnya? hehehe

guss last blog post..&lt;a href="http://semarangreview.blogspot.com/2008/09/blogging-review-memperbincangkan-si.html"&gt;Blogging Review: Mereview Si sexy Chrome, Mesin Browsing baru kelahiran Rumah Bersalin Google Inc.&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
wakakakaka .... kenapa ndak boleh, mas, haks. berharap perempuan "tanpa gaun" pun, boleh kok, hiks.&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bolehkan berkomentar tanpa berharap &#8220;perempuan bergaum putih&#8221;?  tapi berharap perempuan bergaun pengantin misalnya? hehehe</p>
<p>guss last blog post..<a href="http://semarangreview.blogspot.com/2008/09/blogging-review-memperbincangkan-si.html">Blogging Review: Mereview Si sexy Chrome, Mesin Browsing baru kelahiran Rumah Bersalin Google Inc.</a></p>
<blockquote><p>
wakakakaka &#8230;. kenapa ndak boleh, mas, haks. berharap perempuan &#8220;tanpa gaun&#8221; pun, boleh kok, hiks.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Perempuan Bergaun Putih &#171; Gunung kelir&#8217;s Weblog</title>
		<link>http://sawali.info/2008/09/04/lanjutan-cerpen-dan-hadiah-kumcer-2/comment-page-2/#comment-10726</link>
		<dc:creator>Perempuan Bergaun Putih &#171; Gunung kelir&#8217;s Weblog</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 14:02:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=1186#comment-10726</guid>
		<description>[...] Kamu Harus pulang &#8230;ke gubuk mu dan tunggulah akan datang kepadamu perempuan bergaun putih !&#8221;kata guru itu penuh bijaksana “perempuan bergaun putih….? Kenapa….?”gentho bertanya [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Kamu Harus pulang &#8230;ke gubuk mu dan tunggulah akan datang kepadamu perempuan bergaun putih !&#8221;kata guru itu penuh bijaksana “perempuan bergaun putih….? Kenapa….?”gentho bertanya [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Perempuan Bergaun Putih</title>
		<link>http://sawali.info/2008/09/04/lanjutan-cerpen-dan-hadiah-kumcer-2/comment-page-2/#comment-10722</link>
		<dc:creator>Perempuan Bergaun Putih</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 12:29:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=1186#comment-10722</guid>
		<description>[...] Kamu Harus pulang &#8230;ke gubuk mu dan tunggulah akan datang kepadamu perempuan bergaun putih !&#8221;kata guru itu penuh bijaksana “perempuan bergaun putih….? Kenapa….?”gentho bertanya [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Kamu Harus pulang &#8230;ke gubuk mu dan tunggulah akan datang kepadamu perempuan bergaun putih !&#8221;kata guru itu penuh bijaksana “perempuan bergaun putih….? Kenapa….?”gentho bertanya [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: suhadinet</title>
		<link>http://sawali.info/2008/09/04/lanjutan-cerpen-dan-hadiah-kumcer-2/comment-page-2/#comment-10636</link>
		<dc:creator>suhadinet</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 03:43:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=1186#comment-10636</guid>
		<description>Saya dah terima kiriman kumcernya Pak. Okeh punyah!

&lt;blockquote&gt;
syukurlah kalau dah sampai, pak suhadi. semoga ada manfaatnya :arrow:&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya dah terima kiriman kumcernya Pak. Okeh punyah!</p>
<blockquote><p>
syukurlah kalau dah sampai, pak suhadi. semoga ada manfaatnya <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_arrow.gif' alt=':arrow:' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
