Dirgahayu Negeriku!

Dirgahayu Bangsaku!

63 tahun sudah masa-masa heroik itu berlalu. Meski kini tampak sempoyongan menanggung beban, kau masih kokoh dan perkasa. Kini, musuh yang tampak di depan mata adalah kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan. Presiden boleh berganti, para menteri boleh datang dan pergi menduduki kursi, para anggota dewan boleh terus berkoar di atas mimbar kampanye mengobral janji-janji, para koruptor boleh bersilat lidah dan menyembunyikan bukti-bukti, tetapi aku yakin, warna merah darah dan putih tulangmu akan terus menjadi saksi peradaban dari generasi ke generasi.

Seiring semburat warna keemasan dari ufuk Timur, kautaburkan semerbak aroma cendana ke segala penjuru. Sayang, tidak semua orang punya kekuatan untuk memburunya. Bau wangi cendana telah masuk ke dalam pundi-pundi segelintir orang dan kroni-kroninya, lantas menguncinya rapat-rapat. Kini, aroma wangi cendana telah berubah menjadi bau busuk di kantor-kantor instansi dan gedung tempat para anggota dewan membangun kongsi dan negosiasi.

Meski demikian, kalau masih boleh diperkenankan, izinkan aku mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-63. Dirgahayu Negeriku! Semoga kau tak lupa tersenyum kepada rakyat kecil yang dulu sama-sama pernah mengangkat senjata dan bambu runcing untuk melepaskanmu dari jeratan “kaum borjuis” yang lalim dan serakah. Jangan biarkan rakyat yang berada di bawah naungan payung kebesaranmu terperangkap dalam kubangan lumpur kemelaratan, kebodohan, dan keterbelakangan. Juga kalau masih berkenan, terimalah salam dan pekik “merdeka” dari rakyat jelata yang sedang gamang mencari jati diri. Merdeka!

***

tentang blog iniTulisan berjudul "Dirgahayu Negeriku!" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (16 Agustus 2008 @ 13:39) pada kategori Pendidikan. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0, memberikan respon, atau melakukan trackback dari blog Anda. Terima kasih atas kunjungan, silaturahmi, saran, dan kritik Anda selama ini. Salam budaya!

Tulisan lain yang berkaitan:

Kemerdekaan, Ramadhan, dan Bangsa yang BerdaulatKemerdekaan, Ramadhan, dan Bangsa yang Berdaulat (9 Agustus 2011, 35329 pembaca, 31 respon): Bulan Agustus tahun-tahun sebelumnya, saya masih bisa merasakan geliat kampung kami menyongsong dan...
Tenggelamnya Gebyar Agustus-an di Balik Kesyahduan RamadhanTenggelamnya Gebyar Agustus-an di Balik Kesyahduan Ramadhan (15 Agustus 2010, 36800 pembaca, 75 respon): Saya merasakan gebyar Agustus-an tahun ini tenggelam di balik kesyahduan Ramadhan. Hampir tak ada...
Ramadhan, Kemerdekaan, dan Kesalehan SosialRamadhan, Kemerdekaan, dan Kesalehan Sosial (1 Agustus 2010, 44669 pembaca, 144 respon): Menyaksikan Indonesia tak ubahnya menonton sebuah repertoar tragis di atas panggung teater. Sarat...
Dirgahayu Negeriku!Dirgahayu Negeriku! (16 Agustus 2009, 27900 pembaca, 10 respon): Delapan windu sudah negeri ini merdeka. Sebuah angka unik yang menggambarkan sebuah kematangan dan...
Semangat Pembebasan di Balik Ritual Agustus-anSemangat Pembebasan di Balik Ritual Agustus-an (15 Agustus 2009, 30927 pembaca, 121 respon): Gaung Agustus-an kembali menggema di seantero negeri. Kibaran sang saka Merah Putih dan umbul-umbul...

Ada 55 komentar dalam “Dirgahayu Negeriku!

  1. “kautaburkan semerbak aroma cendana ke segala penjuru”

    Dari dulu sampe sekarang di segala penjuru ada ‘aroma cendana’ ya mas??
    Hiks… Cendana ternyata belum tumbang!

    hehehehe :lol: sekarang akarnya malah menjalar ke mana2, mas qizink, haks :sad:

  2. salam
    Indonesia Masih bisa..Oh ya hari kemerdekaan saya di rumah aja..nntn upacara di TV setelah itu nonton abdel temon deh..udah aja :mrgreen:

    asyik juga liburan 17-an di rumah, mbak. bisa me-refresh pikiran, hehehe :roll:

  3. Salam
    Musuh yang kita hadapin sekarang lebih ganas dari musuh semacam nica, kompeni atau tentara jepang dan yang lainnya, tul ga Pak De :)

    nenyoks last blog post..ReBoUnD on ReBorN

    yaps, bener juga, mbak nenyok, karena yang dihadapi sering tidak menampakkan diri, haks :sad:

  4. Pingback: LPLPX.COM » » What’s your Independence Day?

  5. Merdeka!

    (adakah keceriaan Hari Kemerdekaan singgah di hati saudara-saudara kita : para pengungsi Timtim, konflik Maluku, Sambas, Ambon, korban tsunami Aceh, korban semburan lumpur panas Sidoarjo ?) :DD

    mudah2an saudara2 kita itu masih sanggup utk memaknai kata merdeka yang sesungguhnya, bung robert :roll:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>