Home » Blog » Spam Karma Memang Sadis!

Spam Karma Memang Sadis!

Ketika memutuskan untuk “merumahkan” Akismet yang saya anggap sudah terlalu tua sehingga tak sanggup lagi menghadapi serangan komentar SPAM bertubi-tubi, saya berharap Spam Karma 2 mampu menggantikan tugas itu dengan baik. Setidaknya, gubug ini bisa nyaman dan terbebas dari “teriakan-teriakan” tamu tak diundang yang tak jelas maksud dan tujuannya. Pada awal-awal menjalankan tugas, si Spam Karma 2 memang mengundang decak kagum. Saya tidak rugi merekrutnya sebagai Satpam penjaga gubug. Dengan sigap, si Spam Karma 2 langsung menyikat habis beberapa komentar yang dicurigai akan membuat keonaran seisi gubug. Hasilnya pun luar biasa. Sudah tak terdengar lagi teriakan bocah-bocah “begajulan” itu. Bahkan, sekadar untuk memberikan trackback saja sudah tak punya nyali. Agaknya, para “begajulan” yang biasa bertingkah liar dan tak kenal tata krama itu telah dibuat tak berkutik.

menangkal komentar spamNamun, saya agak kecewa ketika Spam Karma 2 kelewat sadis. Fisiknya yang masih kuat dan bertenaga, agaknya tak cukup hanya disalurkan untuk menangkapi komentar bocah-bocah “begajulan”, tetapi juga untuk meng-karantina komentar sahabat-sahabat saya yang kebetulan mampir ke gubug ini. Pada tulisan ini, misalnya, setidaknya ada 9 komentar yang dikarantina. Bahkan, Pak Ahmad Sholeh dan Mbak Iis Sugianti mesti berkali-kali menulis ulang komentar yang sama. Untung saja saya membuka dasbor sehingga sebelum kedaluwarsa, komentar-komentar itu bisa terselamatkan. Agaknya bukan hanya sesekali saja si Spam Karma berulah, tetapi hampir pada setiap postingan, Spam Karma selalu melakukan tindakan konyol yang seharusnya tidak perlu dilakukan. Mohon maaf kepada para sahabat atas ketidaknyamanan ini. Agaknya benar-benar terbukti komentar Mas Nazieb di sini bahwa karena masih muda mungkin, Spam Karma 2 jadi terlalu agresif. Banyak komen normal yang bukan spam ikut dihajar. Mas Epat pun terpaksa juga melepasnya dan kembali menggunakan Akismet.

Saya sendiri merasa kurang nyaman dan tak enak hati kepada sahabat-sahabat yang telah meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dan meninggalkan jejak komentar, tetapi harus ditangkap dan dikarantina. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk “memensiunkan” si Spam Karma 2 yang terlalu sadis itu. Sebagai penggantinya, saya memilih Math Comment Spam Protection untuk mem-filter komentar-komentar yang masuk ke gubug ini. Saya memang belum paham benar track-record Satpam yang satu ini. Namun, melihat kinerjanya seharian kemarin, agaknya cukup selektif. Sekaligus, ini mengingatkan kita waktu belajar Matematika di SD dulu, hehehe 😆 Sebelum berkomentar, mesti main hitung-hitungan dulu, haks. Juga mengingatkan saya pada sosok bloger senior, Pak Marsudiyanto, yang guru Matematika itu.

Memang masih ada beberapa komentar Spam yang berhasil lolos, tetapi tak sanggup menerobos ke ruang tamu. Bocah-bocah nakal itu hanya berputar-putar dalam kamar dasbor. Yang gagal ditangkap oleh proteksi spam Matematika ini adalah trackback. Seharian kemarin, blog ini mendapatkan beberapa trackback yang tak jelas kaitan dan tautannya. Agar tak mengganggu kenyamanan pengunjung, daftar trackback yang biasanya saya pasang di bar samping terpaksa saya copot.

Penggunaan proteksi Spam Matematika ini mungkin sedikit mengganggu kenyamanan dalam berkomentar karena harus mengisi satu kotak lagi dengan sejumlah angka tertentu. Apalagi, bagi sahabat-sahabat bloger yang aktivitas blogwalking-nya cukup tinggi. Namun, hal ini terpaksa saya lakukan agar blog abal-abal ini tidak terus-terusan jadi sasaran bocah-bocah “begajulan” itu. Mohon maaf apabila kurang berkenan. Nah, mungkin sahabat-sahabat bloger punya pengalaman yang berbeda? ***

tentang blog iniTulisan berjudul "Spam Karma Memang Sadis!" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (13 Agustus 2008 @ 01:07) pada kategori Blog. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0, memberikan respon, atau melakukan trackback dari blog Anda. Terima kasih atas kunjungan, silaturahmi, saran, dan kritik Anda selama ini. Salam budaya!

Ada 61 komentar dalam “Spam Karma Memang Sadis!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *