Home | Bahasa, Diksi, Edukasi, Ejaan, Refleksi | Dirgahayu dan HUT Ke-63 RI

Dirgahayu dan HUT Ke-63 RI

Friday, 1 August 2008 (19:42) | 3,801 pembaca | 60 komentar | Print this Article

Suasana heroik itu kembali tercium di sekeliling kita. Sosok pahlawan seperti terpampang jelas dalam layar memori kita. Betapa untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan butuh pengorbanan; air mata dan darah. Sudah tak terhitung roh para pendahulu negeri yang telah bersemayam dalam pundi-pundi sejarah keabadian. Setahun sekali, ya, seolah-olah hanya setahun sekali, roh mereka kembali kita hadirkan, untuk memberikan sugesti dan membangkitkan etos kebangsaan di tengah tumpukan persoalan yang multikompleks dan super-rumit. Padahal, sejatinya pahlawan tak pernah mati. Roh mereka akan selalu hadir di setiap ranah ruang dan waktu.

Terlepas dari kompleks dan rumitnya persoalan-persoalan kebangsaan, agaknya memang kita masih butuh mewujudkan nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme itu secara fisik. Bukankah selama ini memang kita masih lebih suka menilai sesuatu dari tampilan fisik daripada esensi dan substansinya? Bukankah selama ini memang kita cenderung masih “memberhalakan” hal-hal yang bersifat lahiriah ketimbang rohaniah?

Ya, ya, ya! Ketika Agustus hadir, kita memang masih membutuhkan simbol-simbol lahiriah. Kita masih sangat merindukan Sang Saka Merah Putih dan umbul warna-warni semarak berkibar di setiap sudut jalan yang kita lalui. Kita masih butuh upacara-upacara, pawai dan karnawal, malam tasyakuran alias tirakatan, lomba-lomba dan pertandingan, bahkan kita juga masih sangat membutuhkan spanduk, slogan, dan semboyan.

Coba perhatikan slogan dan semboyan berikut ini!

DIRGAHAYU KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA
SELAMAT HUT RI KE-63
DIRGAHAYU HUT RI KE-63

Ya, ya, ya! Ketika Agutus-an tiba, semboyan itu dengan mudah kita temukan dalam spanduk di pinggir-pinggir jalan, gapura masuk kampung, di depan kantor instansi pemerintah, atau organisasi kemasyarakatan lainnya. Sekilas memang tidak ada yang salah dengan semboyan-semboyan heroik itu. Namun, jika kita cermati, sebenarnya ada kerancuan logika.

Kata “dirgahayu”, baik menurut Kamus Besar versi cetak maupun online (KBBI Daring), mengandung arti: “berumur panjang (biasanya ditujukan kepada negara atau organisasi yg sedang memperingati hari jadinya): – Republik Indonesia, panjang umur Republik Indonesia”. Beranjak dari batasan ini, penggunaan semboyan “Dirgahayu kemerdekaan Republik Indonesia” jelas rancu. Telah terjadi kekeliruan bernalar di situ, karena sebenarnya yang ingin kita berikan ucapan “panjang umur” adalah Republik Indonesia, bukan pada kemerdekaannya. Dengan demikian, semboyan yang benar mestinya “DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA” yang mengandung arti “panjang umur Republik Indonesia.

Ucapan “SELAMAT HUT RI KE-63” pun juga mengalami kerancuan yang sama, terutama pada penggunaan kata bilangan tingkat “ke-63” setelah kata “RI”. Republik Indonesia, jelas hanya ada satu. Namun, secara tidak langsung, kita telah membuatnya menjadi RI ke-61, RI ke-62, atau RI ke-63. Ucapan tersebut akan lebih jelas dan bermakna jika diubah menjadi “SELAMAT MERAYAKAN HUT KE-63 RI”.

Jika ingin digabungkan dengan kata “dirgahayu” akan lebih efektif jika diubah menjadi: “SELAMAT MERAYAKAN HUT KE-63: DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA”. Semboyan tersebut lebih efektif daripada “DIRGAHAYU HUT RI KE-63” yang mengandung arti: “panjang umur hari ulang tahun RI ke-63”. Makin rancu, bukan? Penggunaan awalan “ke-“ (diikuti tanda penghubung) pun idealnya mengacu pada Ejaan yang Disempurnakan (EYD). Jika menggunakan angka romawi, awalan “ke-“ tidak diperlukan lagi, sehingga menjadi: “SELAMAT MERAYAKAN HUT LXIII: DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA”.

Merdeka!

Walah, jangan-jangan tulisan ini telah menghilangkan makna “kemerdekaan” dalam berbahasa? Haks ….

Kategori: Bahasa, Diksi, Edukasi, Ejaan, Refleksi | Tags: , ,

Tulisan lain yang berkaitan:

imgTenggelamnya Gebyar Agustus-an di Balik Kesyahduan Ramadhan (Sunday, 15 August 2010, 446 pembaca, 71 respon) Saya merasakan gebyar Agustus-an tahun ini tenggelam di balik kesyahduan Ramadhan. Hampir tak ada grengseng Agustus-an yang meruyak di ruang-ruang publik. Spanduk, slogan, atau papan reklame (nyaris) tak bersentuhan dengan HUT ke-65 kemerdekaan RI itu....
imgRamadhan, Kemerdekaan, dan Kesalehan Sosial (Sunday, 1 August 2010, 1,386 pembaca, 141 respon) Menyaksikan Indonesia tak ubahnya menonton sebuah repertoar tragis di atas panggung teater. Sarat konflik dan (nyaris) tanpa ending. Untuk sebuah lakon teater, pertunjukan seperti itu bisa jadi memiliki “magnet” dan daya tarik yang memikat buat...
imgDirgahayu Negeriku! (Sunday, 16 August 2009, 1 pembaca, 14 respon) Delapan windu sudah negeri ini merdeka. Sebuah angka unik yang menggambarkan sebuah kematangan dan kedewasaan hidup. Tidak salah kalau tema HUT RI tahun ini berbunyi: Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Tingkatkan Kedewasaan Kehidupan...
imgSemangat Pembebasan di Balik Ritual Agustus-an (Saturday, 15 August 2009, 844 pembaca, 119 respon) Gaung Agustus-an kembali menggema di seantero negeri. Kibaran sang saka Merah Putih dan umbul-umbul warna-warni bagaikan menyentuh dinding langit. Sesekali pekik “Merdeka” membahana dari atas podiom atau mimbar pidato; menggetarkan setiap jengkal...
imgYang Tersisa Setelah “Pesta” Karnaval (Tuesday, 19 August 2008, 1,326 pembaca, 57 respon) Sudah jadi “ritual”, 17 Agustus-an tanpa karnaval, agaknya seperti ijab kabul tanpa dilanjutkan makan-makan. Entah sejak kapan bangsa kita memulainya. Yang jelas, karnaval seperti telah menjelma jadi sebuah “pesta”. Rakyat jadi...
Catatan Sawali Tuhusetya
feeds.feedburner.com
Tulisan berjudul "Dirgahayu dan HUT Ke-63 RI" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (Friday, 1 August 2008 (19:42)) pada kategori Bahasa, Diksi, Edukasi, Ejaan, Refleksi. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Ingin berlangganan gratis? Silakan daftarkan alamat email Anda sekarang juga! Terima kasih dan salam budaya!
Anda juga bisa memublikasikan tulisan ini melalui jejaring sosial/web berikut:
FacebookTwitterStumbleDigg itDeliciousGoogle ReaderRedditTechnoratiGoogle BuzzYahoo Buzz
DesignfloatDiigoMixxMeneamedesignbumpFurlMagnoliaBlinklistfurlblogmark

60 Responses to "Dirgahayu dan HUT Ke-63 RI"

  1. edi purwanto says:
    Menggunakan Opera 9.62 Opera 9.62 pada Windows XP Windows XP

    Mohon maaf pak HUT Ke-63 Kemerdekaan RI yang benar mana? HUT ke-65 RI atau HUT ke-65 Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Setahu saya RI baru terbentuk sehari setelah 17 Agustus proklamasi, artinya HUt nya tanggal 18 kalau yang ultah itu RI. terima kasih pak
    Baca juga tulisan terbaru edi purwanto berjudul Cara Maut Memilih Ketua GengMy ComLuv Profile

  2. putri says:
    Menggunakan Firefox 3.0.10 Firefox 3.0.10 pada Windows XP Windows XP

    menrt q hari kemerdekaan ini sangat penting bg untk di pelajari apalagi untk anak2 yg skul kyk aq gn,jd kan kita dapat mengerti perjuangan dari pahlawan2 yang selalu berjuang tanpa menyerah

  3. Armand says:
    Menggunakan Firefox 3.0.1 Firefox 3.0.1 pada Windows XP Windows XP

    Apapun itu, pokoknya Dirgahayu Republik Indonesia :roll:

    Salam merdeka, Mas Arman! :idea:

  4. kan says:
    Menggunakan Firefox 2.0.0.3 Firefox 2.0.0.3 pada Windows XP Windows XP

    saya gak begitu ngeh soal tata bahasa, cuman kemaren saya buat DIRGAHAYU INDONESIA!!
    gitu aja. bener gak pak?

    wah, dah bener banget, mas kan :oke

  5. Tedy says:
    Menggunakan Firefox 3.0.1 Firefox 3.0.1 pada Windows Vista Windows Vista

    wow….
    baru sadar saya…
    jadi selama ini selalu keliru . . .
    jarang info yang kayak gini…
    sukses terus ….

    Tedys last blog post..Fraksi

  6. Om Budi says:
    Menggunakan Internet Explorer 6.0 Internet Explorer 6.0 pada Windows XP Windows XP

    Untuk memperingati itu HUT Kemerdekaan Ke-63 RI itu tidak soal, yang menjadi masalah sekarang adalah pemahaman sejarah terhadap generasi muda karena masih banyak generasi muda yang kalau diceritain sejarah, dia menjawab Itu kan dulu.
    Iki piye Cak :) :) :) :)

  7. sulae says:
    Menggunakan Firefox 2.0.0.16 Firefox 2.0.0.16 pada Windows XP Windows XP

    Pak saya minta izin minta gambar ulang tahun Indonesia….makasih pak….. :oke

    silakan mas sulae :idea:

  8. tomy says:
    Menggunakan Firefox 2.0 Firefox 2.0 pada Windows 2000 Windows 2000

    wah bahasa saya di posting terbaru sudah benar dong Pak Guru :smile:

    tomys last blog post..PUISI CINTA TUK INDONESIA

    wew… saya percaya, pak tomy tidak mau sembarangan bikin postingan, kok, hehehe :lol:

  9. fahmie says:
    Menggunakan Safari 3.0.4 Safari 3.0.4 pada Mac OS X Mac OS X

    ya semoga saja Indonesia gak kayak ucapan selamat yang rancu :roll:

    fahmies last blog post..100 tahun Kebangkitan Nasional

    hehehehe :lol: mudah2an, mas fahmie :oke

Leave a Reply

CommentLuv Enabled
«
»
www.batuzakar.netweb hosting indonesia
Catatan Sawali Tuhusetya is proudly powered by WordPress (134 queries: 0.957 seconds)
Valid CSS & XHTML | KBP