Friday, 1 August 2008 (19:42) | 1,976 pembaca | 58 komentar | Print this Article
Suasana heroik itu kembali tercium di sekeliling kita. Sosok pahlawan seperti terpampang jelas dalam layar memori kita. Betapa untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan butuh pengorbanan; air mata dan darah. Sudah tak terhitung roh para pendahulu negeri yang telah bersemayam dalam pundi-pundi sejarah keabadian. Setahun sekali, ya, seolah-olah hanya setahun sekali, roh mereka kembali kita hadirkan, untuk memberikan sugesti dan membangkitkan etos kebangsaan di tengah tumpukan persoalan yang multikompleks dan super-rumit. Padahal, sejatinya pahlawan tak pernah mati. Roh mereka akan selalu hadir di setiap ranah ruang dan waktu.
Terlepas dari kompleks dan rumitnya persoalan-persoalan kebangsaan, agaknya memang kita masih butuh mewujudkan nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme itu secara fisik. Bukankah selama ini memang kita masih lebih suka menilai sesuatu dari tampilan fisik daripada esensi dan substansinya? Bukankah selama ini memang kita cenderung masih “memberhalakan” hal-hal yang bersifat lahiriah ketimbang rohaniah?
Ya, ya, ya! Ketika Agustus hadir, kita memang masih membutuhkan simbol-simbol lahiriah. Kita masih sangat merindukan Sang Saka Merah Putih dan umbul warna-warni semarak berkibar di setiap sudut jalan yang kita lalui. Kita masih butuh upacara-upacara, pawai dan karnawal, malam tasyakuran alias tirakatan, lomba-lomba dan pertandingan, bahkan kita juga masih sangat membutuhkan spanduk, slogan, dan semboyan.
Coba perhatikan slogan dan semboyan berikut ini!
DIRGAHAYU KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA
SELAMAT HUT RI KE-63
DIRGAHAYU HUT RI KE-63
Ya, ya, ya! Ketika Agutus-an tiba, semboyan itu dengan mudah kita temukan dalam spanduk di pinggir-pinggir jalan, gapura masuk kampung, di depan kantor instansi pemerintah, atau organisasi kemasyarakatan lainnya. Sekilas memang tidak ada yang salah dengan semboyan-semboyan heroik itu. Namun, jika kita cermati, sebenarnya ada kerancuan logika.
Kata “dirgahayu”, baik menurut Kamus Besar versi cetak maupun online (KBBI Daring), mengandung arti: “berumur panjang (biasanya ditujukan kepada negara atau organisasi yg sedang memperingati hari jadinya): – Republik Indonesia, panjang umur Republik Indonesia”. Beranjak dari batasan ini, penggunaan semboyan “Dirgahayu kemerdekaan Republik Indonesia” jelas rancu. Telah terjadi kekeliruan bernalar di situ, karena sebenarnya yang ingin kita berikan ucapan “panjang umur” adalah Republik Indonesia, bukan pada kemerdekaannya. Dengan demikian, semboyan yang benar mestinya “DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA” yang mengandung arti “panjang umur Republik Indonesia.
Ucapan “SELAMAT HUT RI KE-63” pun juga mengalami kerancuan yang sama, terutama pada penggunaan kata bilangan tingkat “ke-63” setelah kata “RI”. Republik Indonesia, jelas hanya ada satu. Namun, secara tidak langsung, kita telah membuatnya menjadi RI ke-61, RI ke-62, atau RI ke-63. Ucapan tersebut akan lebih jelas dan bermakna jika diubah menjadi “SELAMAT MERAYAKAN HUT KE-63 RI”.
Jika ingin digabungkan dengan kata “dirgahayu” akan lebih efektif jika diubah menjadi: “SELAMAT MERAYAKAN HUT KE-63: DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA”. Semboyan tersebut lebih efektif daripada “DIRGAHAYU HUT RI KE-63” yang mengandung arti: “panjang umur hari ulang tahun RI ke-63”. Makin rancu, bukan? Penggunaan awalan “ke-“ (diikuti tanda penghubung) pun idealnya mengacu pada Ejaan yang Disempurnakan (EYD). Jika menggunakan angka romawi, awalan “ke-“ tidak diperlukan lagi, sehingga menjadi: “SELAMAT MERAYAKAN HUT LXIII: DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA”.
Merdeka!
Walah, jangan-jangan tulisan ini telah menghilangkan makna “kemerdekaan” dalam berbahasa? Haks ….


















masarif | Friday, 1 August 2008 @ 20:48
Wuih.. kok bisa sejeli itu, pak! Jadi terbuka wawasannya ini
Saya pilih bahasa yang selamat aja, “mat, ultah negeriku”
D
Menjadi tidak selamat lagi kalo dikaji dari segi kebahasaan “mat”
masarifs last blog post..Domain co.cc tidak berpihak pada Blogger
Reply
dana | Friday, 1 August 2008 @ 21:03
Saya sebenarnya pengen nulis tentang kemerdekaan ini pak. Cuma sampai sekarang tidak ada ide yang mampir nih.
danas last blog post..Fundamentalisme dan Globalisasi
Reply
NURHASIM | Friday, 1 August 2008 @ 21:10
Merdeka…. !, Merdeka………! Merdeka…….! “Sekali merdeka ..! tetap merdeka..!” saya rindu kata – kata itu yang dulu selalu dikumandangakan oleh setiap pembaca berita radio dan TVRI jeritan semangan kebangsaan dan nasionalisme yang terlupakan, SELAMAT ULANG TAHUN NEGERIKU, SELAMAT ULTAH BANGSA INDONESIAKU, SEMOGA PANJANG UMUR NUSANTARAKU :293 ..I LOVE YOU
Reply
Epat | Friday, 1 August 2008 @ 21:17
huhehehe belajar bahasa sayah jadinya disini
Reply
Diah | Friday, 1 August 2008 @ 21:47
“Walah, jangan-jangan tulisan ini telah menghilangkan makna “kemerdekaan” dalam berbahasa? Haks …”
Nggak pak, malah sangat bermakna dan bagus banget
Diahs last blog post..Dirgahayu HUT Ke 63 RI – Kampung Mulai Ramai Lagi
Reply
arif | Friday, 1 August 2008 @ 21:57
Setiap tahun ada yang mengingatkan, setiap tahun selalu saja kesalahan diulang. Keledai saja tidak akan kesandung batu yang sama sampai dua kali.
Selamat Hari Ulang Tahun Ke-63, Dirgahayu Republik Indonesia.
arifs last blog post..Kantor Pajak Yang Lambat Dalam Melayani Perlu Diganti Orangnya
Reply
Ronggo | Saturday, 2 August 2008 @ 01:44
waduuuh permainan kata kaya pejabat aja pak, yang jelas jangan lupa tarpada ikut upacaraya
oya klo masalah RI 63 saya ada logo resmi
untuk menyambut “SELAMAT MERAYAKAN HUT KE-63: DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA” kaya pak wali
silahkan sedot pe keluar disini
http://tanpatinta.com/logo-kemerdekaan-ri-63-tahun
Ronggos last blog post..Logo Kemerdekaan RI 63 Tahun
Reply
nenyok | Saturday, 2 August 2008 @ 01:56
salam
Weleh-weleh Pak Dhe, saya malah baru ngeeh nie, tapi klo begitu kenapa ga pada nyadar yak klo itu keliru kecuali Pakdhe tentunya he..he.. *berpikir keras*
nenyoks last blog post..Breaking News from Zimbabwe
Reply
laporan | Saturday, 2 August 2008 @ 07:50
Banner-banner merdeka itu hanya terjadi pada bulan Agustus, merdeka hanya sebulan sekali dalam setahun, yang 11 bulan kita terjajah, huehehehe
Reply
laporan | Saturday, 2 August 2008 @ 07:53
Banner2 merdeka hanya di bulan agustus, selebihnya terjajah selama 11 bulan dan banner2 demonstrasi yang muncul,
Reply
laporan | Saturday, 2 August 2008 @ 07:55
Banner-banner Merdeka hanya pada bulan agustus, selebihnya 11 bulan terjajah dan banner-banner demostrasi yang menghiasi, huehehehe
laporans last blog post..Politik Asmara Mataram
Reply
iis sugianti | Saturday, 2 August 2008 @ 08:44
nah, ini dia pembahasan yang komprehensif dan sarat makna. Tapi bapak perlu ketahui, yang membuat slogan tersebut jelas pakar juga seperti bapak. (kalo orang biasa, mana mungkin dipake, ya Pak?). Mungkin memang saatnya perlu perubahan, bak sisi logo maupun semboyan, sekalian reformasi total..!! :acc :acc :293 :293
iis sugiantis last blog post..Permainan Hari Merdeka!
Reply
Qizink | Saturday, 2 August 2008 @ 09:01
wahh… jkeren nih mas Sawali… inget JS Badudu… kalau bahasa Jaya Suprana itu namanya klirumologi… hehehe
Qizinks last blog post..Hari Kemerdekaan
Reply
Qizink | Saturday, 2 August 2008 @ 09:11
nambah ah.. kekeliruan juga tak hanya terjadi pada slogan dan semboyan menyambut HUT RI. Substansi dari kemerdekaan juga masih disalahpahami. Kita sering menganggap bahwa kita sudah merdeka… padahal kalimatnya di Pembukaan UUD 45 sudah jelas kita hanya baru dihantarkan ke pintu gerbang kemerdekaan. , artinya kita belum merdeka dong! karena baru sampe pintu gerbangnya doang.
Setelah 45, apakah ada teks yang dengan tegas menyatakan kita telah memasuki gerbang kemerdekaan….???
Qizinks last blog post..Hari Kemerdekaan
Reply
aziz | Saturday, 2 August 2008 @ 09:21
merdeka buat Indonesia…. moga gak tergerus oleh kuatnya pengaruh pasar bebas nantinya…..
azizs last blog post..MERDEKA!!!!
Reply
adipati kademangan | Saturday, 2 August 2008 @ 09:32
Sebenernya saya sudah merasakan kejanggalan pada slogan, spanduk, dkk spt itu. Tapi ya gitu deh ndak punya keberanian untuk meluruskan :112
Untuk arti kemerdekaan sendiri, saya malah sudah bertahun – tahun tidak melakukan upacara bendera.
Reply
Achmad Sholeh | Saturday, 2 August 2008 @ 09:43
Tata bahasa memang harus pak, bagi ahli bahasa seperti Bapak, tapi bagi rakyat Indonesia kebanyakan yang perlu diingat adalah esensi dari perayaan hari kemerdekaan itu sendiri….. MERDEKA !!! untuk semua
Reply
wah ternyata mas sawali punya jiwa patriotisme yang tinggi juga kayanya... :) | Saturday, 2 August 2008 @ 10:25
wah ternyata mas sawali punya jiwa patriotisme yang tinggi juga kayanya…
s last blog post..Artis mulai menggeluti dunia pemerintahan
Reply
aRuL | Saturday, 2 August 2008 @ 10:26
“SELAMAT MERAYAKAN HUT KE-63: DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA
yah begitulah pak, banyak orang hanya asal menggunakan tanpa adanya kaidah yg benar…
Reply
Juned | Saturday, 2 August 2008 @ 10:26
wah ternyata mas sawali punya jiwa patriotisme yang tinggi yah..
Juneds last blog post..Artis mulai menggeluti dunia pemerintahan
Reply
Yari NK | Saturday, 2 August 2008 @ 11:44
Wah…. saya juga masih salah2 tuh pak Sawali. Mangkannya daripada salah2 saya pakai Bahasa Inggris saja… huehehehe….
**kaboor ah sebelum diamuk pak Sawali** :411
Yari NKs last blog post..Indonesia Membawa Pulang Dua Medali Emas Olimpiade Fisika
Reply
suhadinet | Saturday, 2 August 2008 @ 13:43
Saya setuju pak, harus dengan bentuk-bentuk begitu simbol atau logo untuk HUT RI, harus ada bendera, atau simbol-simbol kebesaran lainnya, harus menunjukkan kemegahan dan keagungan. Kalau semua ini dianggap remeh, maka semangat nasionalisme kita akan semakin luntur tanpa kita sadari.
suhadinets last blog post..Motivasi Belajar—Penguatan (Reinforcement), Apa Bedanya Dengan Umpan Balik (Feedback)?
Reply
suhadinet | Saturday, 2 August 2008 @ 13:48
Soal bahasa (penggunaan kata), saya ikut ahlinya saja deh. He…he……
suhadinets last blog post..Motivasi Belajar—Penguatan (Reinforcement), Apa Bedanya Dengan Umpan Balik (Feedback)?
Reply
Ria | Saturday, 2 August 2008 @ 14:43
MERDEKA!!!
disini gak ada panjat pinang nih pak…rasanya pengen menulusuri Jakarta tgl 17 Agustus nanti, pasti rame bgt…
Rias last blog post..Setelah 2 tahun
Reply
Max Breaker | Saturday, 2 August 2008 @ 15:24
Merdeka!

wah betul tuh Pak, memang banyak yang sering salah tulis, malah keknya nasib EYD sekarang makin tertindas dengan bahas gaul Pak
BTW kalau berkenan mampirlah ke bog baru saya ya Pak, alamatnya http://www.maxbreaker.co.cc
Reply
achoey sang khilaf | Saturday, 2 August 2008 @ 17:08
Bangkit negeriku
Harapan itu masih ada
achoey sang khilafs last blog post..Kelulusan SNMPTN
Reply
okta sihotang | Saturday, 2 August 2008 @ 19:52
yah…begitulah mas sawali, bahasa indonesia itu udah mulai terkikis tingkatannya, seperti yang pernah saya katakan sblumnya
okta sihotangs last blog post..JOMBLO is OKEEEEEEE
Reply
denny | Saturday, 2 August 2008 @ 22:56
sayang.. rasa heroik ini hanya setahun sekali, hanya seremonial lagi…
dennys last blog post..promosi negeri orang
Reply
kambingkelir | Sunday, 3 August 2008 @ 00:10
kemerdekaan untuk negriku haha ……
begutulah yang benar ya mbah …besok tak rubah ah spanduk di desaku hehehe soalnya suruh jadi sponsorship untuk lomba untung spanduknya belum di pesan
merdeka mbah untuk menulis dan doakan saya bisa meluncurkan domain di 17 agustus 2008 untuk belajar ngeblog heheheh menulis….
kambingkelirs last blog post..Terima Kasih Para Bloger
Reply
Rindu | Sunday, 3 August 2008 @ 01:36
waktunya pasang bendera didepan rumah
tapi bukan bendera merah putih kang, bendera partai kan mau pemilu ….
Rindus last blog post..Berujung mimpi …
Reply
edratna | Sunday, 3 August 2008 @ 07:22
Iya, setiap tahun masih ada yang salah menerapkan , padahal setiap kali diingatkan…
RT saya udah siap-siap merayakan HUT, segala macam perlombaan digelar…dan ini kali pertama ikutan merayakan HUT proklamasi Indonesia di kampung yang baru….
edratnas last blog post..“Award”
Reply
fenny | Sunday, 3 August 2008 @ 11:09
waktu saya kecil dulu, saya merasa bahwa pelajaran bahasa indonesia adalah pelajaran yang paling sulit. saya lebih unggul di pelajaran bahasa inggris dan matematika. entah kenapa, hal itu berlanjut hingga saya SMU. tapi ya kalo disuru ngarang cerita saya bisa… sekolah-sekolah sekarang juga lebih mengutamakan bahasa inggris dan mandarin ketimbang bahasa indonesianya. bener-bener bangsa yang durhaka nih… Eh, OOT ya? hehehe…
fennys last blog post..Finalis Wajah Femina 2008, dukung aku yaaa!
Reply
Daniel Mahendra | Sunday, 3 August 2008 @ 12:15
Sepertinya kita memang masih lagi membutuhkan simbol-simbol semacam itu ya, Pak Sawali. Suatu metafora yang bisa mewakili makna konteks yang ada. Namun semoga tidak kehilangan esensinya. Terkadang gapura-gapura yang didirikan di ujung gang semenjak awal bulan Agustus menjadi rutinitas biasa, yang kalau dipikir betul-betul: apa manfaatnya. Ah ya, semoga kita tidak kehilangan pengejawantahannya. Merdeka! (kayak Unyil! :p)
Reply
zoel | Sunday, 3 August 2008 @ 12:20
semoga indonesia bisa merdeka dari krisis yang berkepanjangan
Reply
Gelandangan | Sunday, 3 August 2008 @ 12:45
“SELAMAT PARA KORUPTOR TELAH MERDEKAKAN INDONESIA DENGAN KEPENTINGAN PRIBADINYA”
sukses mas sawali
*red nama saya : Ahmad maulana Agung mas jangan salah lagi yah mas hihihihi
Reply
kipram | Sunday, 3 August 2008 @ 13:08
Paling rame tuh pas lomba panjat pinang ama lomba makan kerupuk
kiprams last blog post..I Earn more than US$ 100 / day [I Want to Rich from Internet Marketing]
Reply
Ronggo | Sunday, 3 August 2008 @ 14:53
ganti bajuu lagi
Ronggos last blog post..Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan ESQ
Reply
studysafe | Sunday, 3 August 2008 @ 18:48
Merdeka pak sawali !
Reply
studysafe | Sunday, 3 August 2008 @ 18:49
Merdeka pak sawali !
studysafes last blog post..Cari Jurnal (Journal), Resume Penelitian, Data, Makalah?
Reply
Donny Reza | Sunday, 3 August 2008 @ 19:09
Duh, pak Sawali … salam kangen, sudah berkali-kali saya ditolak masuk ke rumah ini
kenapa ya? jadinya gk bisa komentar … itu saja komentar kali ini. MERDEKA!!! Ataoe Mati aja? :p
Reply
zacky | Sunday, 3 August 2008 @ 20:33
Indonesia memang sudah merdeka namun masih banyak anak bangsa yang masih terjajah narkoba. Ayo pak sawali kita merdekakan mereka bersama!
zackys last blog post..SMS (Sangat Menyebalkan Sekali)
Reply
Zulmasri | Sunday, 3 August 2008 @ 21:53
Astaga…! Jadi kita sudah 63 tahun merdeka ya pak? Perasaan kita belum merdeka. PR kita terlalu banyak. Secara ekonomi kita masih dijajah. Lihat, betapa kalang kabutnya pemerintah begitu harga minyak dunia melambung. Blm yg lain.
Jadi 63 thn? Astaga!
Zulmasris last blog post..Kemarau Musim Ini
Reply
Sumintar | Sunday, 3 August 2008 @ 22:44
Kalau suruh merdeka atau mati,
saya pilih merdeka saja pak…..
Maaf baru mampir kemarin ke luar kota bos Guru Sawali
Reply
Riyogarta | Monday, 4 August 2008 @ 00:19
Bener juga ya Pak, pak Sawali teliti euy …
Memang yang umum saya lihat tertulis seperti itu, berarti salah ya, dan yang paling mengerikan sebenarnya kesalahan pada RI ke-xx-nya itu … gawat.
Btw, sudah lama gak blog walking, mampir ke blog ini ternyata punya tampilan baru … keren Pak, lebih elegan terlihatnya
Riyogartas last blog post..Jenglot
Reply
iis sugianti | Monday, 4 August 2008 @ 00:46
Hm, bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang sabagai bahasa pemersatu.Mungkin dulu..dulu, Pak, bahasa Indonesia terbentuk dari acuan-acuan (kaidah) beragam bahasa (daerah) dan campuran melayu yang terus diperbaiki (EYD). Maka tidak salah, jika kaidah berbahasa selalu berubah dan mengalami pembaharuan (update). Alangkah baiknya, jika (memang distujui), slogan ini kita ganti dengan memakai kaidah yang di lontarkan pak Sawali..Mungkin saya akan mulai melalui blog sayah..
Salam.
iis sugiantis last blog post..Tiwul Kemerdekaan!
Reply
iis sugianti | Monday, 4 August 2008 @ 00:49
:acc :acc
iis sugiantis last blog post..Tiwul Kemerdekaan!
Reply
mantan kyai | Monday, 4 August 2008 @ 11:33
mmm…mungkin ada hubungannya sama ungkapan LONG LIFE di belahan dada eh benua eropa sana ya pak. tulisan yang mencerahkan. as usual
Reply
arifrahmanlubis | Tuesday, 5 August 2008 @ 20:55
63 tahun. katanya ini rata-rata umur hidup manusia sekarang.
mudah-mudahan bangsa ini tidak tamat tahun ini.
tapi bangkit benar.
bangkit!
arifrahmanlubiss last blog post..Kritik
Reply
sapimoto | Wednesday, 6 August 2008 @ 10:03
Hanya bisa berdoa dan berharap, semoga dengan bertambahnya umur, bertambah makmur juga negeri ini beserta seluruh penghuninya….
sapimotos last blog post..Perbanyak Backlink, Page Rank Meningkat
Reply
Robert Manurung | Thursday, 7 August 2008 @ 19:19
pagi itu di kaki lima
kami nyanyikan lagu
bebaskan negeri
(penggalan lirik lagu Leo Kristi)
Salam merdeka saudara-saudaraku!
Robert Manurungs last blog post..Walikota Jaktim Harus Pelajari Lagi Pancasila
Reply
fahmie | Sunday, 10 August 2008 @ 12:35
ya semoga saja Indonesia gak kayak ucapan selamat yang rancu
fahmies last blog post..100 tahun Kebangkitan Nasional
Reply
tomy | Sunday, 10 August 2008 @ 19:12
wah bahasa saya di posting terbaru sudah benar dong Pak Guru
tomys last blog post..PUISI CINTA TUK INDONESIA
Reply
sulae | Sunday, 10 August 2008 @ 22:25
Pak saya minta izin minta gambar ulang tahun Indonesia….makasih pak…..
ke
Reply
Om Budi | Monday, 11 August 2008 @ 14:36
Untuk memperingati itu HUT Kemerdekaan Ke-63 RI itu tidak soal, yang menjadi masalah sekarang adalah pemahaman sejarah terhadap generasi muda karena masih banyak generasi muda yang kalau diceritain sejarah, dia menjawab Itu kan dulu.
Iki piye Cak
Reply
Tedy | Monday, 11 August 2008 @ 16:50
wow….
baru sadar saya…
jadi selama ini selalu keliru . . .
jarang info yang kayak gini…
sukses terus ….
Tedys last blog post..Fraksi
Reply
kan | Friday, 15 August 2008 @ 12:13
saya gak begitu ngeh soal tata bahasa, cuman kemaren saya buat DIRGAHAYU INDONESIA!!
gitu aja. bener gak pak?
Reply
Armand | Friday, 15 August 2008 @ 23:00
Apapun itu, pokoknya Dirgahayu Republik Indonesia
Reply
Ringtones. | Saturday, 25 October 2008 @ 14:14
Ringtones….
Free ringtones. Free christmas ringtones. Ctu ringtones. Ringtones. Real ringtones….