<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Sastra Kita Miskin Pemberontakan?</title>
	<atom:link href="http://sawali.info/2008/07/27/sastra-kita-miskin-pemberontakan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sawali.info/2008/07/27/sastra-kita-miskin-pemberontakan/</link>
	<description>Tentang Dunia Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Indonesia</description>
	<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 19:11:27 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: qanaahsholihah</title>
		<link>http://sawali.info/2008/07/27/sastra-kita-miskin-pemberontakan/comment-page-1/#comment-8363</link>
		<dc:creator>qanaahsholihah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 03:28:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=976#comment-8363</guid>
		<description>Maju terus sastra Indonesia! Eh, benarkah? ataukah...apakah saat ini mlah sdang "bermimpi indah"?

qanaahsholihahs last blog post..&lt;a href="http://qanaahsholihah.wordpress.com/2008/07/30/jaga-ketahanan-iklim-kita/" rel="nofollow"&gt;Jaga Ketahanan Iklim kita!&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
makasih support dan apresiasinya, mbak qanaah :oke&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maju terus sastra Indonesia! Eh, benarkah? ataukah&#8230;apakah saat ini mlah sdang &#8220;bermimpi indah&#8221;?</p>
<p>qanaahsholihahs last blog post..<a href="http://qanaahsholihah.wordpress.com/2008/07/30/jaga-ketahanan-iklim-kita/" rel="nofollow">Jaga Ketahanan Iklim kita!</a></p>
<blockquote><p>
makasih support dan apresiasinya, mbak qanaah :oke</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jiwakelana</title>
		<link>http://sawali.info/2008/07/27/sastra-kita-miskin-pemberontakan/comment-page-1/#comment-8113</link>
		<dc:creator>jiwakelana</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2008 07:38:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=976#comment-8113</guid>
		<description>sejatinya sastra kita bertemakan kemanusiaan dan pembangunan, dan ini mungkin agak sejalan dengan para pujangga sebelumnya baik pujangga lama maupun pujangga baru yang lebih mengarah kepada gelora perjuangan karena memang zaman itu adalah zaman penjajahan. dizaman kemerdekaan sekarang kita tidak hanya sekedar tinggal mengisinya doang tapi harus tetap merangsang perjuangan terutama pada ketidak adilan terhadap rakyat. Sastra adalah salah satu sarana bagi kita untuk memotivasinya,bahasanya indah penuh cinta tapi mengigit dan terkadang membuat para penguasa merinding. hayo budayakan sastra Indonesia......!

jiwakelanas last blog post..&lt;a href="http://jiwakelana.wordpress.com/2008/07/30/belajar-berdoa-dari-para-nabi/" rel="nofollow"&gt;BELAJAR BERDOA DARI PARA NABI&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
makasih banget info dan apresiasinya, mas jiwakelana :roll: &lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sejatinya sastra kita bertemakan kemanusiaan dan pembangunan, dan ini mungkin agak sejalan dengan para pujangga sebelumnya baik pujangga lama maupun pujangga baru yang lebih mengarah kepada gelora perjuangan karena memang zaman itu adalah zaman penjajahan. dizaman kemerdekaan sekarang kita tidak hanya sekedar tinggal mengisinya doang tapi harus tetap merangsang perjuangan terutama pada ketidak adilan terhadap rakyat. Sastra adalah salah satu sarana bagi kita untuk memotivasinya,bahasanya indah penuh cinta tapi mengigit dan terkadang membuat para penguasa merinding. hayo budayakan sastra Indonesia&#8230;&#8230;!</p>
<p>jiwakelanas last blog post..<a href="http://jiwakelana.wordpress.com/2008/07/30/belajar-berdoa-dari-para-nabi/" rel="nofollow">BELAJAR BERDOA DARI PARA NABI</a></p>
<blockquote><p>
makasih banget info dan apresiasinya, mas jiwakelana <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nindityo</title>
		<link>http://sawali.info/2008/07/27/sastra-kita-miskin-pemberontakan/comment-page-1/#comment-8107</link>
		<dc:creator>nindityo</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2008 07:14:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=976#comment-8107</guid>
		<description>bukannya Komunitas Utan Kayu dengan "Satra Kelamin" nya juga termasuk pemberontakan pak ?
(ah maap pak masih kebawa aura negatif jurnal Boemipoetera dari Komunitas Seni Indonesia nih )  :DD 

btw, kriteria tidak memberontak dan memberontak itu apa sih pak ?  :acc

&lt;blockquote&gt;
hehehe :lol: bisa juga, mas nin, tuk dikatakan sebagai sebuah "pemberontakan". tapi makna pemberontakan itu sendiri menimbulkan banyak penafsiran, sangat tergantung dari aliran sastra yang dianutnya. :oke&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bukannya Komunitas Utan Kayu dengan &#8220;Satra Kelamin&#8221; nya juga termasuk pemberontakan pak ?<br />
(ah maap pak masih kebawa aura negatif jurnal Boemipoetera dari Komunitas Seni Indonesia nih )  :DD </p>
<p>btw, kriteria tidak memberontak dan memberontak itu apa sih pak ?  :acc</p>
<blockquote><p>
hehehe <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> bisa juga, mas nin, tuk dikatakan sebagai sebuah &#8220;pemberontakan&#8221;. tapi makna pemberontakan itu sendiri menimbulkan banyak penafsiran, sangat tergantung dari aliran sastra yang dianutnya. :oke</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Donny Verdian</title>
		<link>http://sawali.info/2008/07/27/sastra-kita-miskin-pemberontakan/comment-page-1/#comment-7859</link>
		<dc:creator>Donny Verdian</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 16:37:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=976#comment-7859</guid>
		<description>Jadi rindu era Pramoedya, Pak...

Donny Verdians last blog post..&lt;a href="http://www.donnyverdian.net/194-Membunuh-Tikus-dengan-Bazooka.html" rel="nofollow"&gt;Membunuh Tikus dengan Bazooka&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
wah, mas dony akrab juga dg karya2 almarhum pram rupanya, salut :roll: &lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi rindu era Pramoedya, Pak&#8230;</p>
<p>Donny Verdians last blog post..<a href="http://www.donnyverdian.net/194-Membunuh-Tikus-dengan-Bazooka.html" rel="nofollow">Membunuh Tikus dengan Bazooka</a></p>
<blockquote><p>
wah, mas dony akrab juga dg karya2 almarhum pram rupanya, salut <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hery Azwan</title>
		<link>http://sawali.info/2008/07/27/sastra-kita-miskin-pemberontakan/comment-page-1/#comment-7693</link>
		<dc:creator>Hery Azwan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 06:15:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=976#comment-7693</guid>
		<description>Hukum besi berlaku di sini ya Pak. Latar belakang sosial atau kondisi suatu negara yang penuh dengan tekanan membuat karya sastra lebih "berbunyi". Setelah runtuhnya Orde Baru yang membuka keran kebebasan seluas-luasnya, tampaknya kurang bisa diharapkan karya sastra yang luar biasa. Tapi masa sih? Bukannya di negara maju seperti USA dan negara2 Eropa, sastranya tetap berkembang? Mohon pencerahan, Pak.

Hery Azwans last blog post..&lt;a href="http://heryazwan.wordpress.com/2008/07/26/kun-fayakun-3/" rel="nofollow"&gt;Kun Fayakun 3&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
situasi represif memang seringkali justru memicu sastrawan menjadi lebih kreatif. karya2 besar seringkali lahir dalam situasi seperti itu. waduh, mohon pencerahan? nah, itu yang aku nggak bisa mas azwan, hehehe :oke&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hukum besi berlaku di sini ya Pak. Latar belakang sosial atau kondisi suatu negara yang penuh dengan tekanan membuat karya sastra lebih &#8220;berbunyi&#8221;. Setelah runtuhnya Orde Baru yang membuka keran kebebasan seluas-luasnya, tampaknya kurang bisa diharapkan karya sastra yang luar biasa. Tapi masa sih? Bukannya di negara maju seperti USA dan negara2 Eropa, sastranya tetap berkembang? Mohon pencerahan, Pak.</p>
<p>Hery Azwans last blog post..<a href="http://heryazwan.wordpress.com/2008/07/26/kun-fayakun-3/" rel="nofollow">Kun Fayakun 3</a></p>
<blockquote><p>
situasi represif memang seringkali justru memicu sastrawan menjadi lebih kreatif. karya2 besar seringkali lahir dalam situasi seperti itu. waduh, mohon pencerahan? nah, itu yang aku nggak bisa mas azwan, hehehe :oke</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: edratna</title>
		<link>http://sawali.info/2008/07/27/sastra-kita-miskin-pemberontakan/comment-page-1/#comment-7586</link>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 23:11:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=976#comment-7586</guid>
		<description>Benar pak Sawali, karya sastra yang terlihat di toko buku, pengarangnya masih itu-itu saja...banyak sih pengarang baru, tapi kebanyakan beraliran "pop". Benarkah istilah saya ini?
Yang kata anak bungsuku bacanya ringan banget.....dan begitu selesai tak membekas....

edratnas last blog post..&lt;a href="http://edratna.wordpress.com/2008/07/28/hari-hari-itu-semakin-dekat/" rel="nofollow"&gt;Hari-hari itu semakin dekat&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
hehehe :lol: wah, saya kira tidak salah, bu. banyak juga buku2 fiksi yang bergaya ngepop. tapi justru buku2 semacam itu yang lari di pasaran :idea: 
&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Benar pak Sawali, karya sastra yang terlihat di toko buku, pengarangnya masih itu-itu saja&#8230;banyak sih pengarang baru, tapi kebanyakan beraliran &#8220;pop&#8221;. Benarkah istilah saya ini?<br />
Yang kata anak bungsuku bacanya ringan banget&#8230;..dan begitu selesai tak membekas&#8230;.</p>
<p>edratnas last blog post..<a href="http://edratna.wordpress.com/2008/07/28/hari-hari-itu-semakin-dekat/" rel="nofollow">Hari-hari itu semakin dekat</a></p>
<blockquote><p>
hehehe <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> wah, saya kira tidak salah, bu. banyak juga buku2 fiksi yang bergaya ngepop. tapi justru buku2 semacam itu yang lari di pasaran <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_idea.gif' alt=':idea:' class='wp-smiley' />
</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Moh Arif Widarto</title>
		<link>http://sawali.info/2008/07/27/sastra-kita-miskin-pemberontakan/comment-page-1/#comment-7462</link>
		<dc:creator>Moh Arif Widarto</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 12:17:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=976#comment-7462</guid>
		<description>Maaf Pak Sawali, saya rada oon dikit. Kalau pemberontakan sastra itu pakai acara berdarah-darah nggak?

Maaf, Pak. Kali ini nanya dulu ya... :idea:

Moh Arif Widartos last blog post..&lt;a href="http://moharifwidarto.com/2008/07/bloger-benteng-goes-to-citra-raya/" rel="nofollow"&gt;Bloger Benteng Goes To Citra Raya&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
kekekeke :lol: walah, kalau harus berdarah2, merapa nyawa yang mesti melayang jadi korban, mas arif? haks :sad&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf Pak Sawali, saya rada oon dikit. Kalau pemberontakan sastra itu pakai acara berdarah-darah nggak?</p>
<p>Maaf, Pak. Kali ini nanya dulu ya&#8230; <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_idea.gif' alt=':idea:' class='wp-smiley' /><br />
Moh Arif Widartos last blog post..<a href="http://moharifwidarto.com/2008/07/bloger-benteng-goes-to-citra-raya/" rel="nofollow">Bloger Benteng Goes To Citra Raya</a></p>
<blockquote><p>
kekekeke <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> walah, kalau harus berdarah2, merapa nyawa yang mesti melayang jadi korban, mas arif? haks :sad</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Robert Manurung</title>
		<link>http://sawali.info/2008/07/27/sastra-kita-miskin-pemberontakan/comment-page-1/#comment-7457</link>
		<dc:creator>Robert Manurung</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 11:59:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=976#comment-7457</guid>
		<description>@ gelandangan

Aku senang sekali karena Bung ikut nimbrung di sini. Terima kasih telah mengingatkan mengenai epos La Galigo. Salam.

@ ario

Benarkah ketika zaman represif (orba, orla) dunia sastra kita begitu menggeliat ?

Menurut pendapatku, dalam kurun itu dunia sastra kita hanya melahirkan karya-karya bersifat reaktif; itupun kebanyakan  terlalu simbolik atau malahan absurd. 

Coba bandingkan karya-karya sastrawan masa itu dengan Max Havelaar-nya Multatuli atau Bumi Manusia-nya Pramudya.Jauh! 

Salam Merdeka!

Robert Manurungs last blog post..&lt;a href="http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/07/28/laris-manis-pengantin-pesanan-dari-singkawang/" rel="nofollow"&gt;Laris Manis “Pengantin Pesanan” dari Singkawang&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
wah, makasih bung robert yang telah ikut memperjelas berbagai respon terhadap postingan ini :roll: &lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ gelandangan</p>
<p>Aku senang sekali karena Bung ikut nimbrung di sini. Terima kasih telah mengingatkan mengenai epos La Galigo. Salam.</p>
<p>@ ario</p>
<p>Benarkah ketika zaman represif (orba, orla) dunia sastra kita begitu menggeliat ?</p>
<p>Menurut pendapatku, dalam kurun itu dunia sastra kita hanya melahirkan karya-karya bersifat reaktif; itupun kebanyakan  terlalu simbolik atau malahan absurd. </p>
<p>Coba bandingkan karya-karya sastrawan masa itu dengan Max Havelaar-nya Multatuli atau Bumi Manusia-nya Pramudya.Jauh! </p>
<p>Salam Merdeka!</p>
<p>Robert Manurungs last blog post..<a href="http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/07/28/laris-manis-pengantin-pesanan-dari-singkawang/" rel="nofollow">Laris Manis “Pengantin Pesanan” dari Singkawang</a></p>
<blockquote><p>
wah, makasih bung robert yang telah ikut memperjelas berbagai respon terhadap postingan ini <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Siallagan</title>
		<link>http://sawali.info/2008/07/27/sastra-kita-miskin-pemberontakan/comment-page-1/#comment-7446</link>
		<dc:creator>Siallagan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 10:57:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=976#comment-7446</guid>
		<description>aku cuma mau tanya, apa sesungguhnya pemberontakan itu? pemberontakan dalam sastra itu apa? kepada pihak mana pemberontakan itu harus ditujukan? benarkah sastra membutuhkan pemberontakan?

Siallagans last blog post..&lt;a href="http://sungai.wordpress.com/2008/07/20/mimpi-indah/" rel="nofollow"&gt;Mimpi Indah&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
hehehehe :lol: menurut bung panda sendiri gimana? pemberontakan dalam konteks ini jelas berkaitan dg dunia penciptaan yang berkaitan dg daya jelajah kreativitas. keberanian utk mengeksplorasi, baik dari sisi muatan isi maupun penyajian, akan menjadi warna "pemberontakan" dalam sastra utk "melawan" stagnasi sastra. tapi itu menurut saya, loh, hehehe :lol: saya yakin bung panda memiliki sudut pandang yang lain. sah2 saja kok! dunia sastra merupakan dunia yang merdeka dan siapa pun berhak untuk menyatakan pendapatnya :oke&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku cuma mau tanya, apa sesungguhnya pemberontakan itu? pemberontakan dalam sastra itu apa? kepada pihak mana pemberontakan itu harus ditujukan? benarkah sastra membutuhkan pemberontakan?</p>
<p>Siallagans last blog post..<a href="http://sungai.wordpress.com/2008/07/20/mimpi-indah/" rel="nofollow">Mimpi Indah</a></p>
<blockquote><p>
hehehehe <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> menurut bung panda sendiri gimana? pemberontakan dalam konteks ini jelas berkaitan dg dunia penciptaan yang berkaitan dg daya jelajah kreativitas. keberanian utk mengeksplorasi, baik dari sisi muatan isi maupun penyajian, akan menjadi warna &#8220;pemberontakan&#8221; dalam sastra utk &#8220;melawan&#8221; stagnasi sastra. tapi itu menurut saya, loh, hehehe <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> saya yakin bung panda memiliki sudut pandang yang lain. sah2 saja kok! dunia sastra merupakan dunia yang merdeka dan siapa pun berhak untuk menyatakan pendapatnya :oke</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Achmad Sholeh</title>
		<link>http://sawali.info/2008/07/27/sastra-kita-miskin-pemberontakan/comment-page-1/#comment-7444</link>
		<dc:creator>Achmad Sholeh</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 10:29:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=976#comment-7444</guid>
		<description>kini saat nya generasi muda kita yang mempunyai kepedulian terhadap sastra menunjukkan eksistensinya dan telah dimulai dari blog ini

Achmad Sholehs last blog post..&lt;a href="http://ekspresihati.blogspot.com/2008/07/mengapa-siswa-dan-orang-tua-sekarang.html" rel="nofollow"&gt;MENGAPA SISWA DAN ORANG TUA SEKARANG SULIT MENDAPATKAN BUKU PELAJARAN BAGI ANAKNYA ?&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
wew.... makasih apresiasi dan supportnya, pak sholeh :idea: &lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kini saat nya generasi muda kita yang mempunyai kepedulian terhadap sastra menunjukkan eksistensinya dan telah dimulai dari blog ini</p>
<p>Achmad Sholehs last blog post..<a href="http://ekspresihati.blogspot.com/2008/07/mengapa-siswa-dan-orang-tua-sekarang.html" rel="nofollow">MENGAPA SISWA DAN ORANG TUA SEKARANG SULIT MENDAPATKAN BUKU PELAJARAN BAGI ANAKNYA ?</a></p>
<blockquote><p>
wew&#8230;. makasih apresiasi dan supportnya, pak sholeh <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_idea.gif' alt=':idea:' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
