Friday, 25 July 2008 (21:56) | 288 pembaca | 50 komentar | Print this Article
Sungguh tidak nyaman kedatangan tamu ”begajulan”. Sudah datang tanpa permisi, teriak-teriak lagi. Apalagi, kalau tamu ”begajulan” itu sama sekali tak kita kenal jatidirinya. Argh! Ingin rasanya membungkam teriakan mereka yang sangat mengganggu ketenangan tamu-tamu lain yang santun itu. Itulah yang terjadi di gubug abal-abal ini. Berkali-kali dihajar oleh komentar-komentar SPAM yang tak jelas maksud dan tujuannya. Padahal, sejak gubug ini berdiri 5 Januari 2008 yang lalu, saya sudah minta bantuan seorang Satpam untuk berjaga-jaga, yakni si Akismet. Ada memang yang berhasil ditangkap dan dimasukkan ke ruang karantina. Sekitar 6.000-an ”begajulan”.
Namun, agaknya sang Satpam sudah terlalu tua. Tenaganya seperti sudah tak sanggup lagi melawan para ”begajulan” yang terus berdatangan setiap hari. Selalu ada yang sukses menerobos –entah lewat pintu mana– masuk ke ruang tamu sembari berteriak-teriak sembarangan. Sebagai tuan rumah, saya merasa tidak enak dengan tamu-tamu yang lain.
Tanpa bermaksud mengurangi rasa hormat saya terhadap Mr. Matt yang telah memperkenalkan dan mempertemukan saya dengan Aki Ismet, agaknya saya harus mencari pengganti Satpam yang lebih muda dan selalu sigap berada di gardu Satpam. Setelah tanya sama Om Google dan cari info sana-sini, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba menggunakan jasa Mr. Spam Karma 2. Konon, dia lebih muda, bermata jeli, dan bertenaga kuat. Sosok seperti itulah yang saya harapkan bisa membantu saya dalam mengatasi para ”begajulan” yang sering datang secara mendadak dan tiba-tiba.
Sehari setelah melakukan uji coba terhadap kejelian dan kekuatan Mr. Spam Karma 2, saya merasa sedikit lega. Para ”begajulan” hampir tak ada yang berhasil menyusup ke dalam gubug ini. Para tamu yang terindikasi bakal mengeluarkan teriakan-teriakan tak sopan, langsung diseret di ruang karantina. Berikut ini skrinsyut komentar SPAM yang berhasil dikarantina oleh Mr. Spam Karma 2. (klik gambar untuk memperbesar ukuran!)
Mungkin saya agak terlambat memanfaatkan jasa Mr. Spam Karma 2. Selama ini saya sudah telanjur akrab, bahkan telah menganggap Aki Ismet seperti saudara, haks! Namun, demi menghormati tamu-tamu yang lain, agaknya untuk sementara Aki Ismet harus saya rumahkan. Terima kasih Aki, yang telah bekerja keras tanpa kenal lelah dalam menangkap para ”begajulan” yang suka iseng dan latah. Mohon maaf kalau saya tidak bisa memberikan uang pesangon, hehehe :lol:
Saya ucapkan selamat bekerja Mr. Spam Karma 2! Semoga makin sigap dalam menangkap para ”begajulan” untuk selanjutnya melaporkan secara tertulis jumlah tangkapan setiap hari di ruang belakang gubug ini. Terima kasih. ***





































[...] maaf kepada para sahabat atas ketidaknyamanan ini. Agaknya benar-benar terbukti komentar Mas Nazieb di sini bahwa karena masih muda mungkin, Spam Karma 2 jadi terlalu agresif. Banyak komen normal yang bukan [...]
makin pinter aja sampean cak….???
wong@manglis last blog post..HARI PENDIDIKAN (menyambut bulan mei)
wah selamat ya uda punya satpam baru… .
ma6mas last blog post..APA YANG SALAH?
kapan2 di-review jg ya pak..gemana mnrt pak guru kinerja spam karma..nambah testimoni baik atau buruk utk karyawan baru ini.. :)
danis last blog post..Elearning Indonesia melalui Inisiatif Edufiesta
Kayaknya semakin banyak pengunjung, Spam nya juga makin banyak pak….
edratnas last blog post..Hari-hari itu semakin dekat
Saya sepertinya juga tertarik dengan satpam barunya Pak Sawali, tapi masih nyarikan uang pesangon buat Aki Memet… :)
saya ngga termasuk spam kan pak..?
Belum ada yang nyepam di blog saya… moga-moga saja nggak ada
“SPAM” di salah satu blog saya terkadang wujudnya lain, Pak. Kata-katanya berbahasa Indonesia. Isinya caci-maki terhadap diri saya. Tentu saja, “spam” model gini tak mungkin tertangkap Akismet. Lihat http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/17/jajak-pendapat-perlukah-sensor/
Ada saran dari Pak Sawali?
M Shodiq Mustikas last blog post..Ketika setiap orang membanggakan pemikirannya
wah tampil wajah baru mbah , aku masih di pedalaman jadi ketinggal dikit bacaan nih
salam kangen
meski menggunakan indosat gprs tetep mengejar tulisan mbah sawali hwhwhheeeee
kambingkelirs last blog post..Sudah Beratikah Kita ?