<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Membangun Peradaban yang Sensitif terhadap Seni dan Budaya</title>
	<atom:link href="http://sawali.info/2008/07/12/membangun-peradaban-yang-sensitif/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sawali.info/2008/07/12/membangun-peradaban-yang-sensitif/</link>
	<description>Tentang Dunia Pendidikan, Bahasa, dan Sastra</description>
	<lastBuildDate>Sun, 14 Mar 2010 02:36:56 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Melinda Tutas Indini</title>
		<link>http://sawali.info/2008/07/12/membangun-peradaban-yang-sensitif/comment-page-4/#comment-14570</link>
		<dc:creator>Melinda Tutas Indini</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2008 06:14:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=913#comment-14570</guid>
		<description>Dengan hormat,

Setelah sukses menggelar melaksanakan Academic Art Exhibition #1 dengan menampilkan 74 karya dari 72 peserta dan penyerahan anugerah Academic Art Awards kepada 3 orang untuk kategori perupa muda dan 1 orang untuk  kategori perupa professional (laporan pelaksanaan pameran terlampir), kembali Jogja Gallery bekerjasama dengan Jurusan Seni Murni, Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta, yang memperoleh dana Hibah Kompetisi A-2, akan menggelar pameran ACADEMIC ART AWARD #2 dengan tema “Dedication To The Future” yang akan berlangsung di Jogja Gallery pada 17 Desember 2008 hingga 11 Januari 2009 dan Museum Neka Bali, 23 Desember 2008 hingga 7 Januari 2008. Pameran kali ini akan lebih semarak dengan adanya penambahan kategori untuk penyerahan anugerah ACADEMIC ART AWARD. 

Tentang Kegiatan Apresiasi Seni
Berkaitan dengan pameran tersebut di atas, kami bermaksud menawarkan kegiatan “Apresiasi Seni” untuk pelajar, mahasiswa, dan guru selama pameran ini berlangsung. Apresiasi Seni berupa kegiatan mengapresiasi karya-karya yang sedang dipamerkan di Jogja Gallery saat ini dengan didampingi dan dijelaskan konsep karya  langsung oleh kurator dan atau senimannya. 

Silakan mendaftarkan kunjungan Bapak/Ibu untuk kegiatan ini, dengan ketentuan sebagai berikut:
-	Bisa memilih waktu yang tepat untuk anak didik Bapak/Ibu mengikuti kegiatan ini yaitu pada tanggal 18 Desember hingga 11 Januari 2009. Jadwal buka Jogja Gallery adalah setiap hari Selasa s/d Minggu mulai pukul 09.00 – 21.00 WIB. 
-	Diskon tiket masuk, semula Rp.3000,-  menjadi Rp.1500,- / orang.
-	Silakan konfirmasikan jadwal kunjungan Bapak/Ibu kepada koordinator kegiatan ini, contact person: Saudari Melinda Tutas Indini [0818273600 dan/atau [0274] 419999]. 

Demikian surat ini kami sampaikan, besar harapan kami Bapak/Ibu/pelajar/mahasiswa/masyarakat umum bisa berpartisipasi untuk mendukung pameran di Jogja Gallery ini. Atas segala perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,





KRMT. Indro ‘Kimpling’ Suseno	 
Direktur Eksekutif</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dengan hormat,</p>
<p>Setelah sukses menggelar melaksanakan Academic Art Exhibition #1 dengan menampilkan 74 karya dari 72 peserta dan penyerahan anugerah Academic Art Awards kepada 3 orang untuk kategori perupa muda dan 1 orang untuk  kategori perupa professional (laporan pelaksanaan pameran terlampir), kembali Jogja Gallery bekerjasama dengan Jurusan Seni Murni, Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta, yang memperoleh dana Hibah Kompetisi A-2, akan menggelar pameran ACADEMIC ART AWARD #2 dengan tema “Dedication To The Future” yang akan berlangsung di Jogja Gallery pada 17 Desember 2008 hingga 11 Januari 2009 dan Museum Neka Bali, 23 Desember 2008 hingga 7 Januari 2008. Pameran kali ini akan lebih semarak dengan adanya penambahan kategori untuk penyerahan anugerah ACADEMIC ART AWARD. </p>
<p>Tentang Kegiatan Apresiasi Seni<br />
Berkaitan dengan pameran tersebut di atas, kami bermaksud menawarkan kegiatan “Apresiasi Seni” untuk pelajar, mahasiswa, dan guru selama pameran ini berlangsung. Apresiasi Seni berupa kegiatan mengapresiasi karya-karya yang sedang dipamerkan di Jogja Gallery saat ini dengan didampingi dan dijelaskan konsep karya  langsung oleh kurator dan atau senimannya. </p>
<p>Silakan mendaftarkan kunjungan Bapak/Ibu untuk kegiatan ini, dengan ketentuan sebagai berikut:<br />
-	Bisa memilih waktu yang tepat untuk anak didik Bapak/Ibu mengikuti kegiatan ini yaitu pada tanggal 18 Desember hingga 11 Januari 2009. Jadwal buka Jogja Gallery adalah setiap hari Selasa s/d Minggu mulai pukul 09.00 – 21.00 WIB.<br />
-	Diskon tiket masuk, semula Rp.3000,-  menjadi Rp.1500,- / orang.<br />
-	Silakan konfirmasikan jadwal kunjungan Bapak/Ibu kepada koordinator kegiatan ini, contact person: Saudari Melinda Tutas Indini [0818273600 dan/atau [0274] 419999]. </p>
<p>Demikian surat ini kami sampaikan, besar harapan kami Bapak/Ibu/pelajar/mahasiswa/masyarakat umum bisa berpartisipasi untuk mendukung pameran di Jogja Gallery ini. Atas segala perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.</p>
<p>Hormat kami,</p>
<p>KRMT. Indro ‘Kimpling’ Suseno<br />
Direktur Eksekutif</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Gelandangan</title>
		<link>http://sawali.info/2008/07/12/membangun-peradaban-yang-sensitif/comment-page-4/#comment-5919</link>
		<dc:creator>Gelandangan</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 01:41:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=913#comment-5919</guid>
		<description>untuk masalah budaya memang sangat pemperhatinkan sekali mas di kalangan ramaja indonesia sampai2 klo kita menanyakan budaya sendiri hanya sebagain kecil kali dari meraka yang bisa menjelaskannya. menurut mas sendiri langka2 apa yang perlu di berikan kemereka agar mereka sadar betul akan regererasi dari budaya mereka sendiri mas ?

&lt;blockquote&gt;
wah, pertanyaan yang sulit dijawab, mas, di tengah gerusan budaya yang begitu hebat. bagusnya ya dimulai dari diris endiri dulu utk selalu dekat dan peka terhadap budaya sendiri :idea: &lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>untuk masalah budaya memang sangat pemperhatinkan sekali mas di kalangan ramaja indonesia sampai2 klo kita menanyakan budaya sendiri hanya sebagain kecil kali dari meraka yang bisa menjelaskannya. menurut mas sendiri langka2 apa yang perlu di berikan kemereka agar mereka sadar betul akan regererasi dari budaya mereka sendiri mas ?</p>
<blockquote><p>
wah, pertanyaan yang sulit dijawab, mas, di tengah gerusan budaya yang begitu hebat. bagusnya ya dimulai dari diris endiri dulu utk selalu dekat dan peka terhadap budaya sendiri :idea: </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Gelandangan</title>
		<link>http://sawali.info/2008/07/12/membangun-peradaban-yang-sensitif/comment-page-4/#comment-5703</link>
		<dc:creator>Gelandangan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 14:37:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=913#comment-5703</guid>
		<description>mungkin budaya peran yang sangat vital untuk mempersatukan bangsa ini. hampir 75% anak-anak muda masa kini kurang pemahaman mengenai budaya mereka sendiri bagaimana dengan beranekaraga budaya indonesia yah Pak :D

&lt;blockquote&gt;
&gt;&gt;&gt;
itulah kenyataan yang terjadi, mas. makanya perlu ada &quot;kemauan politik&quot; utk menyentuh aspek seni dan budaya dalam membangun peradaban negeri ini. tak melulu berorientasi pada keuntungan finansial dan industri :oke&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mungkin budaya peran yang sangat vital untuk mempersatukan bangsa ini. hampir 75% anak-anak muda masa kini kurang pemahaman mengenai budaya mereka sendiri bagaimana dengan beranekaraga budaya indonesia yah Pak <img src='http://sawali.info/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<blockquote><p>
>>><br />
itulah kenyataan yang terjadi, mas. makanya perlu ada &#8220;kemauan politik&#8221; utk menyentuh aspek seni dan budaya dalam membangun peradaban negeri ini. tak melulu berorientasi pada keuntungan finansial dan industri <img src='http://sawali.info/smilies/yahoo_ooooh.gif' alt='&#58;&#111;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#111;' />ke</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Daniel Mahendra</title>
		<link>http://sawali.info/2008/07/12/membangun-peradaban-yang-sensitif/comment-page-3/#comment-5689</link>
		<dc:creator>Daniel Mahendra</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 03:02:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=913#comment-5689</guid>
		<description>Jadi ingat Soekarno dengan Trisaktinya:

1. Berdikari di bidang ekonomi;
2. Berdaulat di bidang politik; dan
3. Berkepribadian dalam budaya.

Bagaimana budaya yang berkepribadian itu? Bukankah kita yang mesti menjawabnya...

Daniel Mahendras last blog post..&lt;a href=&quot;http://feeds.feedburner.com/~r/PenganyamKata/~3/333543646/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Antara Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Frankfurt&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
&gt;&gt;&gt;
betul seklai, mas daniel, kitalah pemangku budaya itu sehingga kita juga yang mesti menjawab dan memulainya :idea:&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi ingat Soekarno dengan Trisaktinya:</p>
<p>1. Berdikari di bidang ekonomi;<br />
2. Berdaulat di bidang politik; dan<br />
3. Berkepribadian dalam budaya.</p>
<p>Bagaimana budaya yang berkepribadian itu? Bukankah kita yang mesti menjawabnya&#8230;</p>
<p>Daniel Mahendras last blog post..<a href="http://feeds.feedburner.com/~r/PenganyamKata/~3/333543646/" rel="nofollow">Antara Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Frankfurt</a></p>
<blockquote><p>
>>><br />
betul seklai, mas daniel, kitalah pemangku budaya itu sehingga kita juga yang mesti menjawab dan memulainya :idea:</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tomy</title>
		<link>http://sawali.info/2008/07/12/membangun-peradaban-yang-sensitif/comment-page-3/#comment-5684</link>
		<dc:creator>tomy</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 01:02:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=913#comment-5684</guid>
		<description>mari Pak kita membangun &amp; berkarya dalam seni budaya yang berkarakter, mencerdaskan, mencerahkan &amp; memerdekakan.
dalam karya2 para leluhur kita baik sastra maupun seni rupa terlihat begitu dalam penghayatan hidup mereka seperti filosofi arsitektur candi sukuh tentang penciptaan manusia, bangunan kraton dimana sebenarnya kalo kita tahu ada filosofi 21 tataran kasampurnan manusia, juga kidung2 kuno yang memeberi petunjuk keteladanan hidup :mrgreen: 
jangan seperti sekarang seni budaya begitu dikomersialkan seperti, contohnya seni musik yang dg sewenang-wenang dijadikan campursari *tidak ada yang salah sih dg kreatifitas hanya  :devil seringnya malah jadi campursaru*

tomys last blog post..&lt;a href=&quot;http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/07/08/membatu/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;MEMBATU&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
&gt;&gt;&gt;
hehehehe :lol: istilah pak tomy pas banget, &quot;campursaru&quot;, haks. memang begitulah yang sedang terjadi sekarang, pak. nilai2 luhur yang terkemas dalam budaya hakiki seringkali dikalahkan oleh budaya massa yang cenderung &quot;ktich&quot;! :oke&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mari Pak kita membangun &amp; berkarya dalam seni budaya yang berkarakter, mencerdaskan, mencerahkan &amp; memerdekakan.<br />
dalam karya2 para leluhur kita baik sastra maupun seni rupa terlihat begitu dalam penghayatan hidup mereka seperti filosofi arsitektur candi sukuh tentang penciptaan manusia, bangunan kraton dimana sebenarnya kalo kita tahu ada filosofi 21 tataran kasampurnan manusia, juga kidung2 kuno yang memeberi petunjuk keteladanan hidup :mrgreen:<br />
jangan seperti sekarang seni budaya begitu dikomersialkan seperti, contohnya seni musik yang dg sewenang-wenang dijadikan campursari *tidak ada yang salah sih dg kreatifitas hanya  <img src='http://sawali.info/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' />evil seringnya malah jadi campursaru*</p>
<p>tomys last blog post..<a href="http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/07/08/membatu/" rel="nofollow">MEMBATU</a></p>
<blockquote><p>
>>><br />
hehehehe :lol: istilah pak tomy pas banget, &#8220;campursaru&#8221;, haks. memang begitulah yang sedang terjadi sekarang, pak. nilai2 luhur yang terkemas dalam budaya hakiki seringkali dikalahkan oleh budaya massa yang cenderung &#8220;ktich&#8221;! <img src='http://sawali.info/smilies/yahoo_ooooh.gif' alt='&#58;&#111;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#111;' />ke</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kambingkelir</title>
		<link>http://sawali.info/2008/07/12/membangun-peradaban-yang-sensitif/comment-page-3/#comment-5673</link>
		<dc:creator>kambingkelir</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 17:19:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=913#comment-5673</guid>
		<description>pemahaman seni dan budaya sendiri yang banyak ( kebanyakan )terjadi adalah sangat dangkal karena fenomena yang terjadi saat ini adalah ketika peradapan barat masuk kita lantas ramai memuja dang bangga dengan sebutan gaul funky dlsbg yang sedangkan orang yang masih bersih kukuh terhadap budaya malah dianggap katrok .padahal tidak menutup kemungkinan pemahaman sastra yang baik dan pemahaman terhadap budaya yang adiluhung itu bakal membawa kita dalam proses  perubahan profesionalisme yang lebih terkontrol kejadian morat maritnya kenegaraan bisa jadi disebabkan ketidakmengertian memaknai seni budaya kita sendiri (bukankah dalam pewayangan sudah ada gambaranya namun kenapa jadi ratu kok sewenang wenang berarti tak memahami makna pewayangan sebagai seni budaya kita sendiri )
memahami seni dan budaya berarti menjunjung tinggi nilai peradapan dan merupakan kendali dalam menepis dampak yang memungkinkan kita tergelincir menjadi miskin dan tentu pemimpin yang baik tak mungkin semaunya sendiri ( kali ye kikikik )
atau mungkin sampe pada peradapan yang begitu ( lho kok )

kambingkelirs last blog post..&lt;a href=&quot;http://kambingkelir.wordpress.com/2008/07/08/untuk-perjuangan-bp-roch-basuki-dan-bp-sarman-as/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;BATU MARTA&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
&gt;&gt;&gt;
betul sekali, mas totok. akibat rasa inferior yang berlebihan, budayanya sendiri justru tenggelam akibat silau budaya asing. ini perlu didesain ulang dengan membangun peradaban yang sensitif terhadap seni dan budaya, tak hanya berorientasi pada keuntungan finansial melulu, hehehehe :idea:&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pemahaman seni dan budaya sendiri yang banyak ( kebanyakan )terjadi adalah sangat dangkal karena fenomena yang terjadi saat ini adalah ketika peradapan barat masuk kita lantas ramai memuja dang bangga dengan sebutan gaul funky dlsbg yang sedangkan orang yang masih bersih kukuh terhadap budaya malah dianggap katrok .padahal tidak menutup kemungkinan pemahaman sastra yang baik dan pemahaman terhadap budaya yang adiluhung itu bakal membawa kita dalam proses  perubahan profesionalisme yang lebih terkontrol kejadian morat maritnya kenegaraan bisa jadi disebabkan ketidakmengertian memaknai seni budaya kita sendiri (bukankah dalam pewayangan sudah ada gambaranya namun kenapa jadi ratu kok sewenang wenang berarti tak memahami makna pewayangan sebagai seni budaya kita sendiri )<br />
memahami seni dan budaya berarti menjunjung tinggi nilai peradapan dan merupakan kendali dalam menepis dampak yang memungkinkan kita tergelincir menjadi miskin dan tentu pemimpin yang baik tak mungkin semaunya sendiri ( kali ye kikikik )<br />
atau mungkin sampe pada peradapan yang begitu ( lho kok )</p>
<p>kambingkelirs last blog post..<a href="http://kambingkelir.wordpress.com/2008/07/08/untuk-perjuangan-bp-roch-basuki-dan-bp-sarman-as/" rel="nofollow">BATU MARTA</a></p>
<blockquote><p>
>>><br />
betul sekali, mas totok. akibat rasa inferior yang berlebihan, budayanya sendiri justru tenggelam akibat silau budaya asing. ini perlu didesain ulang dengan membangun peradaban yang sensitif terhadap seni dan budaya, tak hanya berorientasi pada keuntungan finansial melulu, hehehehe :idea:</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nenyok</title>
		<link>http://sawali.info/2008/07/12/membangun-peradaban-yang-sensitif/comment-page-3/#comment-5640</link>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2008 20:21:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=913#comment-5640</guid>
		<description>Salam
Seni dan budaya yang mengakar dari tradisi bangsa, kayaknya bagai jauh panggang dari api ya jika dihubungkan dengan generasi kekinian, ah siapa yang bertanggung jawab, akhirnya seni dan budaya lokal ujung2nya jadi industri untuk diperjualbelikan bukan terbit karena kesadaran dan kebutuhan jiwa. sayang memang..*tarik nafas*

nenyoks last blog post..&lt;a href=&quot;http://nenyok.wordpress.com/2008/07/12/home-sweet-home/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Home SweeT Home&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
&gt;&gt;&gt;
hehehehe :lol: makanya perlu ada upaya serius agar generasi masa kini mulai peduli terhadap seni dan budaya bangsanya. seni dan budaya pun mesti tak hanya dikemas utk keperluan industri tapi harus menjadi ikon bangsa yang santun, terhormat, dan bermartabat. salam juga, mbak nenyok. :oke&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam<br />
Seni dan budaya yang mengakar dari tradisi bangsa, kayaknya bagai jauh panggang dari api ya jika dihubungkan dengan generasi kekinian, ah siapa yang bertanggung jawab, akhirnya seni dan budaya lokal ujung2nya jadi industri untuk diperjualbelikan bukan terbit karena kesadaran dan kebutuhan jiwa. sayang memang..*tarik nafas*</p>
<p>nenyoks last blog post..<a href="http://nenyok.wordpress.com/2008/07/12/home-sweet-home/" rel="nofollow">Home SweeT Home</a></p>
<blockquote><p>
>>><br />
hehehehe :lol: makanya perlu ada upaya serius agar generasi masa kini mulai peduli terhadap seni dan budaya bangsanya. seni dan budaya pun mesti tak hanya dikemas utk keperluan industri tapi harus menjadi ikon bangsa yang santun, terhormat, dan bermartabat. salam juga, mbak nenyok. <img src='http://sawali.info/smilies/yahoo_ooooh.gif' alt='&#58;&#111;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#111;' />ke</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Iis sugianti</title>
		<link>http://sawali.info/2008/07/12/membangun-peradaban-yang-sensitif/comment-page-3/#comment-5638</link>
		<dc:creator>Iis sugianti</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2008 20:09:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=913#comment-5638</guid>
		<description>Hmm, peradaban yang bagaimana menurut bapak sesuai dengan kondisi bangsa saat ini? Atau kehidupan berpolitik seperti apa yang seharusnya kita terapkan untuk menjadikan negeri ini kembali ke jalan yang benar?

Iis sugiantis last blog post..&lt;a href=&quot;http://if-i.net/index.php/dialog-warisan-sawah-temin/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Dialog Warisan Sawah Temin!&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
&gt;&gt;&gt;
waduh, pertanyaan yang tak mudah dijawab, mbak is. kalau menurut pemikiran awamku sih peradaban yang berbasis pada nilai2 kearifan lokal. itu bisa dilakukan dengan mendesain peradaban yang sensitif terhadap seni dan budaya. jadi, tak hanya perhitungan2 ekonomis dan keuntungan materi melulu, hehehe :lol: :idea:&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hmm, peradaban yang bagaimana menurut bapak sesuai dengan kondisi bangsa saat ini? Atau kehidupan berpolitik seperti apa yang seharusnya kita terapkan untuk menjadikan negeri ini kembali ke jalan yang benar?</p>
<p>Iis sugiantis last blog post..<a href="http://if-i.net/index.php/dialog-warisan-sawah-temin/" rel="nofollow">Dialog Warisan Sawah Temin!</a></p>
<blockquote><p>
>>><br />
waduh, pertanyaan yang tak mudah dijawab, mbak is. kalau menurut pemikiran awamku sih peradaban yang berbasis pada nilai2 kearifan lokal. itu bisa dilakukan dengan mendesain peradaban yang sensitif terhadap seni dan budaya. jadi, tak hanya perhitungan2 ekonomis dan keuntungan materi melulu, hehehe :lol: :idea:</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: laporan</title>
		<link>http://sawali.info/2008/07/12/membangun-peradaban-yang-sensitif/comment-page-3/#comment-5636</link>
		<dc:creator>laporan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2008 16:03:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=913#comment-5636</guid>
		<description>&quot;Manusia-manusia berkarakter semacam itu konon akan mudah tergelincir ke dalam kubangan kemanjaan nafsu dan selera hidup yang tega tertawa ngakak di atas derita dan bangkai sesamanya&quot;

Saya tertarik kata2 ini, pak sawali. Apa ini sudah membudaya ya, sangat memprihatinkan.  :?:  :?:  :?:

laporans last blog post..&lt;a href=&quot;http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/10/214/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Kewibawaan Soeprapto&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
&gt;&gt;&gt;
walah, nggak juga kok, pak, itu hanya sekadar ilustrasi kalau seni dan budaya bener2 disingkirkan, hehehehe :smile: :oke&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Manusia-manusia berkarakter semacam itu konon akan mudah tergelincir ke dalam kubangan kemanjaan nafsu dan selera hidup yang tega tertawa ngakak di atas derita dan bangkai sesamanya&#8221;</p>
<p>Saya tertarik kata2 ini, pak sawali. Apa ini sudah membudaya ya, sangat memprihatinkan.  :?:  :?:  :?:</p>
<p>laporans last blog post..<a href="http://laporanpenelitian.wordpress.com/2008/07/10/214/" rel="nofollow">Kewibawaan Soeprapto</a></p>
<blockquote><p>
>>><br />
walah, nggak juga kok, pak, itu hanya sekadar ilustrasi kalau seni dan budaya bener2 disingkirkan, hehehehe :smile: <img src='http://sawali.info/smilies/yahoo_ooooh.gif' alt='&#58;&#111;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#111;' />ke</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dhoni IH</title>
		<link>http://sawali.info/2008/07/12/membangun-peradaban-yang-sensitif/comment-page-3/#comment-5633</link>
		<dc:creator>dhoni IH</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2008 14:48:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=913#comment-5633</guid>
		<description>Pak Guru..ijin ngelink lagi ya..boleh?boleh?  :D

dhoni IHs last blog post..&lt;a href=&quot;http://imperiumhandrawina.info/2008/07/12/mohon-doa-dan-silakan-posting-juga-yak/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Mohon Doa dan Silakan Posting Juga yak..!&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
&gt;&gt;&gt;
silakan saja, mas dhoni. saya juga sangat berterima kasih kalau mas dhoni mau ngelink. nanti kulink balik, mas :roll:&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Guru..ijin ngelink lagi ya..boleh?boleh?  <img src='http://sawali.info/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>dhoni IHs last blog post..<a href="http://imperiumhandrawina.info/2008/07/12/mohon-doa-dan-silakan-posting-juga-yak/" rel="nofollow">Mohon Doa dan Silakan Posting Juga yak..!</a></p>
<blockquote><p>
>>><br />
silakan saja, mas dhoni. saya juga sangat berterima kasih kalau mas dhoni mau ngelink. nanti kulink balik, mas :roll:</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
