Home | Archives for July, 2008
Refleksi Menjelang Agustus-an
(31 July 2008, 913 pembaca, 47 respon)
Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Lanjutkan Pembangunan Ekonomi Menuju Peningkatan Kesejahteraan Rakyat, serta Kita Perkuat Ketahanan Nasional Menghadapi Tantangan Global.
Itulah tema yang diusung panitia peringatan HUT ke-63 RI. Ada dua entry-point yang ditekankan dalam tema itu, yakni pembangunan ekonomi dan ketahanan nasional. Tentu saja, ada misi dan tujuan tertentu, mengapa dua variabel itu diangkat sebagai... Pembacaan Cerpen dan Diskusi Kumcer “Di Kereta Kita Selingkuh”
(27 July 2008, 1,120 pembaca, 51 respon)
Minggu, 27 Juli 2008 (pukul 09.00-13.30 WIB), aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kendal-Jateng, menjadi saksi sebuah perhelatan sastra. Agenda bertajuk ”Diskusi Sastra: Pembacaan Cerpen-cerpen Karya Budi Maryono” yang digelar oleh Teater Semut itu menghadirkan pembacaan cerpen ”Lelaki Terakhir” secara teatrikal. Adegan kekerasan melalui kebuasan keris “kutukan” Empu Gandring yang bertubi-tubi... Sastra Kita Miskin Pemberontakan?
(27 July 2008, 743 pembaca, 35 respon)
Sekitar tahun 1983, Budi Darma pernah menyatakan, jika Anda belum dikenal sebagai sastrawan, cobalah memberontak. Katakan sastra hasil karya para sastrawan kita belum berbobot. Atau, tulislah sebuah puisi yang nyentrik. Paling tidak, ada dua kandungan tafsir yang tersirat di balik pernyataan pengarang novel Olenka itu.
Pertama, sebagai ”pasemon” terhadap ”tradisi” pengarang yang suka bikin sensasi lewat eksperimentasi penciptaan... Dihajar Komentar SPAM
(25 July 2008, 288 pembaca, 50 respon)
Sungguh tidak nyaman kedatangan tamu ”begajulan”. Sudah datang tanpa permisi, teriak-teriak lagi. Apalagi, kalau tamu ”begajulan” itu sama sekali tak kita kenal jatidirinya. Argh! Ingin rasanya membungkam teriakan mereka yang sangat mengganggu ketenangan tamu-tamu lain yang santun itu. Itulah yang terjadi di gubug abal-abal ini. Berkali-kali dihajar oleh komentar-komentar SPAM yang tak jelas maksud dan tujuannya. Padahal,... Nasib Penerbit dan Penulis Buku Teks Pasca-BSE
(23 July 2008, 1,351 pembaca, 62 respon)
“Buku murah untuk rakyat!” Bisa jadi, itulah visi yang dicanangkan Mendiknas, Bambang Sudibyo. Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang telah diluncurkan beberapa waktu yang lalu, agaknya akan menjadi “ikon” untuk semakin mendekatkan rakyat terhadap dunia pendidikan yang selama ini terkesan elitis. BSE diharapkan bisa mengurai kegelisahan yang mencekik leher rakyat akibat mahalnya harga buku teks. Dari sisi ini, BSE jelas bisa... Sepasang Tanduk Bertengger di Kepalaku
(21 July 2008, 496 pembaca, 48 respon)
Tubuhnya gempal. Kekar. Sorot matanya tajam. Mirip mata serigala yang liar dan buas.
“Benda gaib itu sulit,” katanya. Orang-orang yang hadir di situ terhenyak. Tapi tak ada yang memberikan reaksi, kecuali bisikan-bisikan riuh yang tidak jelas dan tanpa makna. “Batu rubah ini bisa memberikan daya linuwih bagi mereka yang membawanya,” sambungnya sambil menimang-nimang sepasang batu kecil mengkilat. Orang-orang yang berkerumun... Tags: Sastra
Menjadikan Sekolah sebagai Basis Pengembangan Bahasa Indonesia (2-Habis)
(18 July 2008, 3,572 pembaca, 49 respon)
Diakui atau tidak, kesan bahwa sekolah baru sebatas menjalankan fungsinya sebagai tempat mentrasfer ilmu secara kognitif masih kuat melekat dalam imaji publik. Fungsinya sebagai pusat pembentukan nilai yang mengacu pada perubahan mendasar dalam sikap, perilaku, dan keterampilan siswa, belum dapat dilaksanakan secara optimal. Apalagi, di tengah pelaksanaan desentralisasi pendidikan yang belum sepenuhnya menemukan ”bentuk” ideal,... Sampeyan Percaya Pemilu 2009 Akan Menghasilkan Perubahan?
(17 July 2008, 699 pembaca, 64 respon)
Memberhalakan Ijazah
(14 July 2008, 1,127 pembaca, 85 respon)
Ijazah di negeri ini agaknya telah menjadi ”berhala” yang dipuja dan diburu banyak orang. Tak melulu dalam dunia kerja. Hampir semua ceruk kehidupan selalu bersentuhan dengan selembar kertas itu. Bahkan, pernikahan yang disakralkan dan disucikan pun secara tak langsung telah menjadikan ijasah sebagai penentu kualitas prosesi. Sebelum ijab kabul berlangsung, calon mertua tak jarang menanyakan kualifikasi ijasah calon menantunya.... Menjadikan Sekolah sebagai Basis Pembinaan Bahasa Indonesia (1)
(13 July 2008, 3,664 pembaca, 51 respon)
Seperti sudah banyak diungkap oleh para pemerhati dan pengamat bahasa Indonesia bahwa rendahnya mutu penggunaan bahasa Indonesia tak hanya berlangsung di kalangan siswa, tetapi juga telah jauh meluas di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Bahkan, para pejabat yang secara sosial seharusnya menjadi anutan pun tak jarang masih ”belepotan” dalam menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar.
Mewabahnya penggunaan bahasa Indonesia... 










