Keberingasan Pelajar, Tanggung Jawab Siapa?
Wednesday, 25 June 2008 | 853 pembaca | 57 komentar
Dunia pendidikan kembali tercoreng. Entah, sudah berapa kali kasus kekerasan yang melibatkan kaum pelajar kita itu terungkap. Aksi mereka, konon tak melulu sebatas kenakalan remaja yang wajar, tetapi sudah memasuki stadium kriminal yang perlu diwaspadai secara serius. Maka, terhenyaklah kita ketika sekelompok pelajar putri yang menamakan diri sebagai Geng Nero (Neka-neka Langsung Keroyok) berulah. Mereka tak segan-segan melakukan praktik kekerasan jika ada anggota gengnya yang tersakiti. Kasus yang kini telah ditangani aparat keamanan setempat itu tak urung mencuatkan sejumlah pertanyaan dalam benak kita. Sudah demikian parahkah moralitas kaum pelajar kita sehingga begitu mudah melampiaskan naluri agresivitasnya? Sudah demikian mandulkah peran... (Silakan baca lanjutannya!)
Sihir Euro 2008 dan Budaya Massa
Monday, 23 June 2008 | 298 pembaca | 24 komentar
Perhelatan sepak bola yang menyita perhatian jutaan pasang mata itu hampir mendekati masa-masa puncak. Sudah dipastikan, empat kesebelasan yang bakal tampil di semifinal, yakni Jerman-Turki, dan Rusia-Spanyol. Banyak hasil terawangan dan prediksi para pemerhati dan pengamat bola yang meleset. Siapa menduga Tim Oranye Belanda yang tampil perkasa, ternyata harus babak-belur dihajar Tim Rusia dengan skor 1-3 di perempat final. Siapa juga yang menduga kalau Tim Turki yang tak diperhitungkan justru melenggang ke semifinal setelah menghancurkan impian Croatia. Begitulah sepakbola. Lapangan hijau telah menjadi tumpahan emosi, semangat, romantisme, bahkan juga nasionalisme. Namun, atribut-atribut semacam itu, mau atau tidak, harus mengikuti “takdir”... (Silakan baca lanjutannya!)
Refleksi Pasca-Ujian Nasional
Sunday, 22 June 2008 | 403 pembaca | 23 komentar
Ujian Nasional (UN) untuk siswa SMP, SMA/SMK, dan MA tahun pelajaran 2007/2008 usai sudah. Hasilnya pun sudah diketahui publik. Muncul banyak ekspresi wajah di sana. Ada yang senang, ada juga yang sedih. Atmosfer yang selalu hadir dalam sebuah ritus tahunan di berbagai lembaga pendidikan. Persoalannya sekarang, benarkah UN yang selama ini rutin digelar tiap tahun sanggup memotret kompetensi siswa secara utuh dan komprehensif, sekaligus bisa menjadi tolok ukur peningkatan mutu pendidikan? Negeri kita sudah kenyang pengalaman menyelenggarakan Ujian Nasional (UN). Bertubi-tubi pula masukan dan kritik dari banyak kalangan dilontarkan. Banyak kalangan menilai, UN selama ini hanya menjadi ritual tahunan yang menjenuhkan; boros beaya, bikin guru stres,... (Silakan baca lanjutannya!)

















