<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Gejala Tutur Indon-English dan UU Kebahasaan</title>
	<atom:link href="http://sawali.info/2008/06/28/gejala-tutur-indon-english-dan-uu-kebahasaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sawali.info/2008/06/28/gejala-tutur-indon-english-dan-uu-kebahasaan/</link>
	<description>Tentang Dunia Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Indonesia</description>
	<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 14:34:01 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
		<item>
		<title>By: Catatan Sawali Tuhusetya</title>
		<link>http://sawali.info/2008/06/28/gejala-tutur-indon-english-dan-uu-kebahasaan/#comment-11840</link>
		<dc:creator>Catatan Sawali Tuhusetya</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 16:09:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=902#comment-11840</guid>
		<description>[...] pembusukan akibat merebaknya gejala tuturan Indon-English yang dilakukan, entah dengan sengaja atau tidak, oleh para pejabat “kontemporer” kita yang saat [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] pembusukan akibat merebaknya gejala tuturan Indon-English yang dilakukan, entah dengan sengaja atau tidak, oleh para pejabat “kontemporer” kita yang saat [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nisya</title>
		<link>http://sawali.info/2008/06/28/gejala-tutur-indon-english-dan-uu-kebahasaan/#comment-5394</link>
		<dc:creator>nisya</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 07:19:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=902#comment-5394</guid>
		<description>:idea: sy suka bgt dgn bicara INDLISH_indonesian english (indonesia campur inggris). ud tren dr jaman dulu ...
itung2 smbil mlatih diri beringgris ria..hikz

nisyas last blog post..&lt;a href="http://karun99oni.wordpress.com/2008/07/04/aku-suka-menulis-kenangan-waktu-sma/" rel="nofollow"&gt;Aku Suka Menulis : Kenangan Waktu SMA&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
&gt;&gt;&gt;
kalau dalam pergaulan ggp, bu nisya, hehehe :lol: tapi kalau dalam situasi resmi idealnya memang mengjidari indone-inggris, hehehe :lol:&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>:idea: sy suka bgt dgn bicara INDLISH_indonesian english (indonesia campur inggris). ud tren dr jaman dulu &#8230;<br />
itung2 smbil mlatih diri beringgris ria..hikz</p>
<p>nisyas last blog post..<a href="http://karun99oni.wordpress.com/2008/07/04/aku-suka-menulis-kenangan-waktu-sma/" rel="nofollow">Aku Suka Menulis : Kenangan Waktu SMA</a></p>
<blockquote><p>
>>><br />
kalau dalam pergaulan ggp, bu nisya, hehehe :lol: tapi kalau dalam situasi resmi idealnya memang mengjidari indone-inggris, hehehe :lol:</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Agustina Kustulasari</title>
		<link>http://sawali.info/2008/06/28/gejala-tutur-indon-english-dan-uu-kebahasaan/#comment-5328</link>
		<dc:creator>Agustina Kustulasari</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 02:50:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=902#comment-5328</guid>
		<description>Saya bisa dibilang hampir selalu menggunakan bahasa campuran, speaking in terms of informal conversations. tidak hanya nyampur bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris Pak, sering juga saya nyampurnya sama bahasa Jawa. trus, karena saya juga sedang belajar bahasa Spanyol, kalo saya lagi ngomong sama temen saya yg Spanish speaker, saya suka campur2 bahasa Inggris dan Spanish.

Yg lebih menarik yg saya amati dari kecenderungan saya mencampur bahasa, instead of untuk tujuan biar keren seperti banyak diduga, adalah bahwa dalam berkomunikasi, kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yg sangat dipengaruhi oleh konteks. Saya yakin Pak Sawali paham sekali tentang ini. Contoh, dalam suatu perbincangan dengan seorang teman Indonesia sesama guru bahasa Inggris, biarpun diskusinya lumayan formal, demi tujuan keakuratan, saya memilih menggunakan istilah2 yg familiar, yg mana seringkali istilah2 tersebut adalah dalam bahasa Inggris.

Jadi gimana ya Pak.. seperti yg telah dikemukakan oleh Yari NK, menurut saya asal penggunaannya TEPAT dan bertanggung jawab (baca: tidak cuma asal ngetrend) bilingualism dalam bahasa lisan tampaknya tidak perlu dilarang.

Tetapi saya setuju berbahasa Indonesia yg baik dan benar harus terus diupayakan dan dilestarikan, terutama dalam penulisan karya2 ilmiah dan bentuk2 teks yg dipersiapkan lainnya, seperti penjelasan seorang pejabat dalam suatu jumpa pers. Pejabat kan punya asisten, ya ini tanggung jawab asisten juga untuk memastikan si pejabat berbicara bahasa Indonesia yg baik dan benar.

Oya, guru2 favorit saya dari SD sampai SMA itu pengampu bahasa Indonesia semua..  :-menurut saya, beliau2 itu telah melakukan tugas mereka dengan baik. Hidup guru bahasa Indonesia!!

&lt;blockquote&gt;
&gt;&gt;&gt;
saya setuju de mbak agustina. berbahasa perlu disesuaikan dengan kotenksnya. artinya, kapan, di mana, dengan siapa kita berbicara, bahkan topik apa yang dibicarakan pun perlu diperhatikan agar komunikasi bisa terjalin dengan baik. bahasa campuran, asalkan jelas audience-nya, saya kira masih bisa dimaklumi, mbak. yang tdk jelas itu ketika figuru publik ngomong di depan umum dg bahasa yang ndak jelas arahnya, hehehe :idea:&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bisa dibilang hampir selalu menggunakan bahasa campuran, speaking in terms of informal conversations. tidak hanya nyampur bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris Pak, sering juga saya nyampurnya sama bahasa Jawa. trus, karena saya juga sedang belajar bahasa Spanyol, kalo saya lagi ngomong sama temen saya yg Spanish speaker, saya suka campur2 bahasa Inggris dan Spanish.</p>
<p>Yg lebih menarik yg saya amati dari kecenderungan saya mencampur bahasa, instead of untuk tujuan biar keren seperti banyak diduga, adalah bahwa dalam berkomunikasi, kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yg sangat dipengaruhi oleh konteks. Saya yakin Pak Sawali paham sekali tentang ini. Contoh, dalam suatu perbincangan dengan seorang teman Indonesia sesama guru bahasa Inggris, biarpun diskusinya lumayan formal, demi tujuan keakuratan, saya memilih menggunakan istilah2 yg familiar, yg mana seringkali istilah2 tersebut adalah dalam bahasa Inggris.</p>
<p>Jadi gimana ya Pak.. seperti yg telah dikemukakan oleh Yari NK, menurut saya asal penggunaannya TEPAT dan bertanggung jawab (baca: tidak cuma asal ngetrend) bilingualism dalam bahasa lisan tampaknya tidak perlu dilarang.</p>
<p>Tetapi saya setuju berbahasa Indonesia yg baik dan benar harus terus diupayakan dan dilestarikan, terutama dalam penulisan karya2 ilmiah dan bentuk2 teks yg dipersiapkan lainnya, seperti penjelasan seorang pejabat dalam suatu jumpa pers. Pejabat kan punya asisten, ya ini tanggung jawab asisten juga untuk memastikan si pejabat berbicara bahasa Indonesia yg baik dan benar.</p>
<p>Oya, guru2 favorit saya dari SD sampai SMA itu pengampu bahasa Indonesia semua..  :-menurut saya, beliau2 itu telah melakukan tugas mereka dengan baik. Hidup guru bahasa Indonesia!!</p>
<blockquote><p>
>>><br />
saya setuju de mbak agustina. berbahasa perlu disesuaikan dengan kotenksnya. artinya, kapan, di mana, dengan siapa kita berbicara, bahkan topik apa yang dibicarakan pun perlu diperhatikan agar komunikasi bisa terjalin dengan baik. bahasa campuran, asalkan jelas audience-nya, saya kira masih bisa dimaklumi, mbak. yang tdk jelas itu ketika figuru publik ngomong di depan umum dg bahasa yang ndak jelas arahnya, hehehe :idea:</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: gunawanwe</title>
		<link>http://sawali.info/2008/06/28/gejala-tutur-indon-english-dan-uu-kebahasaan/#comment-5309</link>
		<dc:creator>gunawanwe</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 11:18:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=902#comment-5309</guid>
		<description>jadi malu nih... sepertinya harus mulai mengoreksi penggunaan Bahasa Indonesia saya dalam kehidupan sehari-hari..
Tapi kan akhirnya terkesan formal banget kalau kita harus benar-benar memperhatikan tutur kata Bahasa Indonesia yang resmi/baku serta EYD-nya dalam menulis ataupun obrolan ringan-santai..

gunawanwes last blog post..&lt;a href="http://pathegalan.wordpress.com/2008/07/01/masa-lalu-dulu-dulu-banget-the-story-continued/" rel="nofollow"&gt;Masa Lalu dulu-dulu Banget (The Story Continued..)&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
&gt;&gt;&gt;
berbahasa indonesia yang baik dan benar itu tak harus selalu menggunakan bahasa resmi, mas gun, hehehe :lol: perlu memperhatikan konteksnya. kalau dalam pergaulan, yang lebih tepat mestinya pakai bahasa gaul. sebaliknya, dalam situasi resmi, baru pakai bahasa indonesia resmi :idea:&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jadi malu nih&#8230; sepertinya harus mulai mengoreksi penggunaan Bahasa Indonesia saya dalam kehidupan sehari-hari..<br />
Tapi kan akhirnya terkesan formal banget kalau kita harus benar-benar memperhatikan tutur kata Bahasa Indonesia yang resmi/baku serta EYD-nya dalam menulis ataupun obrolan ringan-santai..</p>
<p>gunawanwes last blog post..<a href="http://pathegalan.wordpress.com/2008/07/01/masa-lalu-dulu-dulu-banget-the-story-continued/" rel="nofollow">Masa Lalu dulu-dulu Banget (The Story Continued..)</a></p>
<blockquote><p>
>>><br />
berbahasa indonesia yang baik dan benar itu tak harus selalu menggunakan bahasa resmi, mas gun, hehehe :lol: perlu memperhatikan konteksnya. kalau dalam pergaulan, yang lebih tepat mestinya pakai bahasa gaul. sebaliknya, dalam situasi resmi, baru pakai bahasa indonesia resmi :idea:</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anggara</title>
		<link>http://sawali.info/2008/06/28/gejala-tutur-indon-english-dan-uu-kebahasaan/#comment-5291</link>
		<dc:creator>Anggara</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 04:30:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=902#comment-5291</guid>
		<description>penting enggak sih UU kebahasaan, atau justru pengajaran kebahasaan yang digiatkan?

Anggaras last blog post..&lt;a href="http://anggara.org/2008/06/30/keresahan-calon-advokat/" rel="nofollow"&gt;Keresahan Calon Advokat&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
&gt;&gt;&gt;
wah, menurut saya sih justru pengajaran bahasa yang lebih diutamakan, pak anggara. UU kebahasaan agaknya malah akan menjadi "pembunuh" kreativitas berbahasa jika tdk diimbangi dng intensifnya sosialisasi kaidah bahasa :idea:&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>penting enggak sih UU kebahasaan, atau justru pengajaran kebahasaan yang digiatkan?</p>
<p>Anggaras last blog post..<a href="http://anggara.org/2008/06/30/keresahan-calon-advokat/" rel="nofollow">Keresahan Calon Advokat</a></p>
<blockquote><p>
>>><br />
wah, menurut saya sih justru pengajaran bahasa yang lebih diutamakan, pak anggara. UU kebahasaan agaknya malah akan menjadi &#8220;pembunuh&#8221; kreativitas berbahasa jika tdk diimbangi dng intensifnya sosialisasi kaidah bahasa :idea:</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hery Azwan</title>
		<link>http://sawali.info/2008/06/28/gejala-tutur-indon-english-dan-uu-kebahasaan/#comment-5290</link>
		<dc:creator>Hery Azwan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 03:56:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=902#comment-5290</guid>
		<description>Apalagi bahasa Indo-English ini dipopulerkan oleh media dan televisi. Meriam Bellina dalam 'Cahaya' dengan gayanya yang terkenal seperti dialog "You nanti jangan macam2 ya...Nanti I bisa marah lho..."
Belum lagi pemakaian kata, let's say, which is, not worth it, over confidence, wah banyak lagi deh.

Intinya sih, kalau mau pake Inggris, ya  Inggris sekalian.
Kalau pake bahasa Indonesia, ya Indonesia aja.
Gitu nggak, Pak?

Hery Azwans last blog post..&lt;a href="http://heryazwan.wordpress.com/2008/06/30/tenabang/" rel="nofollow"&gt;Tenabang&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
&gt;&gt;&gt;
sepakat banget, mas azwan. jadi ndak perlu dicampur-aduklah, hehehehe :idea:&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apalagi bahasa Indo-English ini dipopulerkan oleh media dan televisi. Meriam Bellina dalam &#8216;Cahaya&#8217; dengan gayanya yang terkenal seperti dialog &#8220;You nanti jangan macam2 ya&#8230;Nanti I bisa marah lho&#8230;&#8221;<br />
Belum lagi pemakaian kata, let&#8217;s say, which is, not worth it, over confidence, wah banyak lagi deh.</p>
<p>Intinya sih, kalau mau pake Inggris, ya  Inggris sekalian.<br />
Kalau pake bahasa Indonesia, ya Indonesia aja.<br />
Gitu nggak, Pak?</p>
<p>Hery Azwans last blog post..<a href="http://heryazwan.wordpress.com/2008/06/30/tenabang/" rel="nofollow">Tenabang</a></p>
<blockquote><p>
>>><br />
sepakat banget, mas azwan. jadi ndak perlu dicampur-aduklah, hehehehe :idea:</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Daniel Mahendra</title>
		<link>http://sawali.info/2008/06/28/gejala-tutur-indon-english-dan-uu-kebahasaan/#comment-5284</link>
		<dc:creator>Daniel Mahendra</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 01:57:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=902#comment-5284</guid>
		<description>Bukankah itu yang terjadi pada penggunaan bahasa di ribuan blog yang ada? Tak bisa disalahkan? Bisa jadi. Tapi bukankah itu membetuk budaya pula. Antara bahasa lisan dan bahasa tulisan.

&lt;blockquote&gt;
&gt;&gt;&gt;
wah, sangat sulit, mas daniel, karena blog pribadi sangat ditentukan oleh pola dan gaya pengucapan peniliknya, hehehehe :idea:&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bukankah itu yang terjadi pada penggunaan bahasa di ribuan blog yang ada? Tak bisa disalahkan? Bisa jadi. Tapi bukankah itu membetuk budaya pula. Antara bahasa lisan dan bahasa tulisan.</p>
<blockquote><p>
>>><br />
wah, sangat sulit, mas daniel, karena blog pribadi sangat ditentukan oleh pola dan gaya pengucapan peniliknya, hehehehe :idea:</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: SJ</title>
		<link>http://sawali.info/2008/06/28/gejala-tutur-indon-english-dan-uu-kebahasaan/#comment-5265</link>
		<dc:creator>SJ</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 12:47:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=902#comment-5265</guid>
		<description>bahasa katanya kan menunjukkan karakter bangsa. katanya pula, 9 dari 10 kata indonesia berasal dari kata asing. tidak mengherankan kalo kita disebut bangsa spon aja kali... mudah menyerap (baca:menelan) pengaruh asing tanpa filter apapun  :roll:

SJs last blog post..&lt;a href="http://sitijenang.wordpress.com/2008/02/15/tren-busana-baru-batik-indonesia/" rel="nofollow"&gt;Tren Busana Baru: Batik Indonesia?&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
&gt;&gt;&gt;
semoga saja ndak terus berlanjut, mas sitijenang, hehehe :grin:&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bahasa katanya kan menunjukkan karakter bangsa. katanya pula, 9 dari 10 kata indonesia berasal dari kata asing. tidak mengherankan kalo kita disebut bangsa spon aja kali&#8230; mudah menyerap (baca:menelan) pengaruh asing tanpa filter apapun  :roll:</p>
<p>SJs last blog post..<a href="http://sitijenang.wordpress.com/2008/02/15/tren-busana-baru-batik-indonesia/" rel="nofollow">Tren Busana Baru: Batik Indonesia?</a></p>
<blockquote><p>
>>><br />
semoga saja ndak terus berlanjut, mas sitijenang, hehehe :grin:</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: edratna</title>
		<link>http://sawali.info/2008/06/28/gejala-tutur-indon-english-dan-uu-kebahasaan/#comment-5262</link>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 11:51:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=902#comment-5262</guid>
		<description>Dulu....orang yang bekerja di media (cetak atau elektronik) disyaratkan bisa berbahasa Indonesia secara baik dan benar. Jadi kalau ada pembaca berita, pasti bahasa Indonesia nya bagus, baik tata bahasa maupun intonasi suaranya...belakangan ini kayaknya kok makin lumer, yang penting wajah menarik.

Demikian juga media cetak, Kompaspun sekarang kadang bahasa Indonesianya ada yang kurang pas....

edratnas last blog post..&lt;a href="http://edratna.wordpress.com/2008/06/28/risiko-mungkinkah-ditiadakan/" rel="nofollow"&gt;Risiko, mungkinkah ditiadakan?&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
&gt;&gt;&gt;
agaknya bahasa media pun mengikuti perkembangan zamannya, bu enny, hehehehe :lol:&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu&#8230;.orang yang bekerja di media (cetak atau elektronik) disyaratkan bisa berbahasa Indonesia secara baik dan benar. Jadi kalau ada pembaca berita, pasti bahasa Indonesia nya bagus, baik tata bahasa maupun intonasi suaranya&#8230;belakangan ini kayaknya kok makin lumer, yang penting wajah menarik.</p>
<p>Demikian juga media cetak, Kompaspun sekarang kadang bahasa Indonesianya ada yang kurang pas&#8230;.</p>
<p>edratnas last blog post..<a href="http://edratna.wordpress.com/2008/06/28/risiko-mungkinkah-ditiadakan/" rel="nofollow">Risiko, mungkinkah ditiadakan?</a></p>
<blockquote><p>
>>><br />
agaknya bahasa media pun mengikuti perkembangan zamannya, bu enny, hehehehe :lol:</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Epat</title>
		<link>http://sawali.info/2008/06/28/gejala-tutur-indon-english-dan-uu-kebahasaan/#comment-5255</link>
		<dc:creator>Epat</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 09:16:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=902#comment-5255</guid>
		<description>saya termasuk yang suka mencampur adukan bahasa huehehe ngaku!
 :idea:  ampun...

&lt;blockquote&gt;
&gt;&gt;&gt;
gpp, mas epat. bahasa blog akan selalu berkembang seiring dg perkembangan zamannya :lol:&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya termasuk yang suka mencampur adukan bahasa huehehe ngaku!<br />
 :idea:  ampun&#8230;</p>
<blockquote><p>
>>><br />
gpp, mas epat. bahasa blog akan selalu berkembang seiring dg perkembangan zamannya :lol:</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
