<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Refleksi Pasca-Ujian Nasional</title>
	<atom:link href="http://sawali.info/2008/06/22/refleksi-pasca-ujian-nasional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sawali.info/2008/06/22/refleksi-pasca-ujian-nasional/</link>
	<description>Tentang Dunia Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 19:56:29 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>By: Agustina Kustulasari</title>
		<link>http://sawali.info/2008/06/22/refleksi-pasca-ujian-nasional/comment-page-5/#comment-5277</link>
		<dc:creator>Agustina Kustulasari</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 20:31:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=894#comment-5277</guid>
		<description>Saya kalo baca tentang UN selalu jadi deg2an Pak.
Perasaan campur aduk antara prihatin, gemes, penasaran, kuatir.. tp juga masih terus berharap akan adanya pencerahan.

Evaluasi, menurut teorinya, adalah alat untuk &#039;mengukur&#039; keberhasilan suatu program. Dalam diskusi ini, Ujian Nasional adalah alat evaluasi Kurikulum Nasional, which means untuk ngukur kurikulum nasional yg sedang digunakan saat ini itu sudah berhasil dilaksanakan belum. sementara kriteria &quot;berhasil&quot;, seperti yg telah dibahas oleh Pak Sawali, adalah yg tercantum dalam UU tentang pendidikan nasional. nah.. ada yg tahu ga ya, pendapat pemerintah? kalo dari observasi temen2 guru sendiri, sudah berhasil belum ini pendidikan kita?  :razz: 

Mengenai validitas UN, saya setuju sekali Pak. semoga rekan2 peneliti membaca tulisan bapak ini dan lalu membuat proposal untuk mengukur validity and reliability of the testing instrument.

Tapi sebenernya concern saya yg utama lebih mengenai hubungan UN dan KTSP, sebagai kurikulum yg berlaku nasional untuk saat ini.
KTSP itu, mengutip Puskur adalah salah satu usaha desentralisasi pendidikan. Kalimat ini selanjutnya diuraikan lewat aturan contoh  silabus yg seyogyanya memasukkan unsur budaya lokal.
Kalo dari &quot;idealnya&quot; sebenernya saya suka KTSP ini. Menurut saya, KTSP cocok untuk Indonesia yg sarat ragam budaya, plus mengingat laju perkembangan dari satu daerah dengan daerah lain di Indonesia itu berbeda.
Cuma pertanyaannya sekarang adalah: kalo kurikulumnya desentralisasi (baca: lokal) kenapa ujian atau evaluasinya sentralisasi (baca: nasional)??
Yg diajarkan sama yg diujikan rak ya beda? yg diajar juga beda..
Implikasi dari perbedaan ini tak lain dan tak bukan adalah tekanan pada guru dan siswa diluar Jawa (saya dengan ceroboh berasumsi bahwa pemerintah menggunakan observasi sekolah di Jawa sebagai tolok ukur). 

Saya sepenuhnya paham, bahwa negara sebagai sebuah organisasi perlu untuk melakukan evaluasi2 demi melindungi aset negara. Jadi, iya.. betul ujian itu perlu. Tp apakah memang yg kita perlukan untuk Indonesia saat ini adalah ujian nasional??
Hey, there might be a better way.. don&#039;t you think so?  8-O 

Oh, sedikit berkomentar tentang komentar salah satu pengujung di blog pak sawali (maaf, saya koq lupa di posting mana saya bacanya ya..) mungkin ini saatnya juga bagi kita untuk mengkaji ulang definisi “kualitas pendidikan yg merata”. Apakah kualitas = hasil? Apakah rata = seragam?



========================
Ag Kustulasari
Edu. Policy &amp; Leadership
OSU</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya kalo baca tentang UN selalu jadi deg2an Pak.<br />
Perasaan campur aduk antara prihatin, gemes, penasaran, kuatir.. tp juga masih terus berharap akan adanya pencerahan.</p>
<p><a title="Evaluasi" href="http://sawali.info/tag/evaluasi/">Evaluasi</a>, menurut teorinya, adalah alat untuk &#8216;mengukur&#8217; keberhasilan suatu program. Dalam <a title="diskusi" href="http://sawali.info/tag/diskusi/">diskusi</a> ini, <a title="Ujian Nasional" href="http://sawali.info/tag/ujian-nasional/">Ujian Nasional</a> adalah alat <a title="evaluasi" href="http://sawali.info/tag/evaluasi/">evaluasi</a> <a title="Kurikulum" href="http://sawali.info/tag/kurikulum/">Kurikulum</a> Nasional, which means untuk ngukur <a title="kurikulum" href="http://sawali.info/tag/kurikulum/">kurikulum</a> nasional yg sedang digunakan saat ini itu sudah berhasil dilaksanakan belum. sementara kriteria &#8220;berhasil&#8221;, seperti yg telah dibahas oleh Pak Sawali, adalah yg tercantum dalam UU tentang <a title="pendidikan nasional" href="http://sawali.info/tag/pendidikan-nasional/">pendidikan nasional</a>. nah.. ada yg tahu ga ya, pendapat pemerintah? kalo dari observasi temen2 <a title="guru" href="http://sawali.info/tag/guru/">guru</a> sendiri, sudah berhasil belum ini pendidikan kita?  <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':razz:' class='wp-smiley' />  </p>
<p>Mengenai validitas UN, saya setuju sekali Pak. semoga rekan2 peneliti membaca tulisan bapak ini dan lalu membuat proposal untuk mengukur validity and reliability of the testing instrument.</p>
<p>Tapi sebenernya concern saya yg utama lebih mengenai hubungan UN dan <a title="KTSP" href="http://sawali.info/tag/ktsp/">KTSP</a>, sebagai <a title="kurikulum" href="http://sawali.info/tag/kurikulum/">kurikulum</a> yg berlaku nasional untuk saat ini.<br />
<a title="KTSP" href="http://sawali.info/tag/ktsp/">KTSP</a> itu, mengutip Puskur adalah salah satu usaha desentralisasi pendidikan. Kalimat ini selanjutnya diuraikan lewat aturan contoh  silabus yg seyogyanya memasukkan unsur <a title="budaya" href="http://sawali.info/category/budaya/">budaya</a> lokal.<br />
Kalo dari &#8220;idealnya&#8221; sebenernya saya suka <a title="KTSP" href="http://sawali.info/tag/ktsp/">KTSP</a> ini. Menurut saya, <a title="KTSP" href="http://sawali.info/tag/ktsp/">KTSP</a> cocok untuk Indonesia yg sarat ragam <a title="budaya" href="http://sawali.info/category/budaya/">budaya</a>, plus mengingat laju perkembangan dari satu daerah dengan daerah lain di Indonesia itu berbeda.<br />
Cuma pertanyaannya sekarang adalah: kalo kurikulumnya desentralisasi (baca: lokal) kenapa ujian atau evaluasinya sentralisasi (baca: nasional)??<br />
Yg diajarkan sama yg diujikan rak ya beda? yg diajar juga beda..<br />
Implikasi dari perbedaan ini tak lain dan tak bukan adalah tekanan pada <a title="guru" href="http://sawali.info/tag/guru/">guru</a> dan <a title="siswa" href="http://sawali.info/tag/siswa/">siswa</a> diluar Jawa (saya dengan ceroboh berasumsi bahwa pemerintah menggunakan observasi <a title="sekolah" href="http://sawali.info/tag/sekolah/">sekolah</a> di Jawa sebagai tolok ukur). </p>
<p>Saya sepenuhnya paham, bahwa negara sebagai sebuah <a title="organisasi" href="http://sawali.info/tag/organisasi/">organisasi</a> perlu untuk melakukan evaluasi2 demi melindungi aset negara. Jadi, iya.. betul ujian itu perlu. Tp apakah memang yg kita perlukan untuk Indonesia saat ini adalah <a title="ujian nasional" href="http://sawali.info/tag/ujian-nasional/">ujian nasional</a>??<br />
Hey, there might be a better way.. don&#8217;t you think so?  <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_eek.gif' alt='8-O' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Oh, sedikit berkomentar tentang <a title="komentar" href="http://sawali.info/tag/komentar/">komentar</a> salah satu pengujung di <a title="blog" href="http://sawali.info/category/tentang-blog/">blog</a> pak sawali (maaf, saya koq lupa di posting mana saya bacanya ya..) mungkin ini saatnya juga bagi kita untuk mengkaji ulang definisi “kualitas pendidikan yg merata”. Apakah kualitas = hasil? Apakah rata = seragam?</p>
<p>========================<br />
Ag Kustulasari<br />
Edu. Policy &amp; Leadership<br />
OSU</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: marsudiyanto</title>
		<link>http://sawali.info/2008/06/22/refleksi-pasca-ujian-nasional/comment-page-5/#comment-5174</link>
		<dc:creator>marsudiyanto</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 14:35:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=894#comment-5174</guid>
		<description>Hanya satu yang tersisa pasca U.N di benak saya, apakah di negara lain Ujian Nasionalnya pakai paket A-B dengan aturan kiri-kanan, depan-belakang soalnya beda ya. Kalau iya, buat apa ada 2 pengawas dan tim independen?. Sudah sedemikian tidak bisa dipercayakah anak didik kita termasuk pengawas ujiannya?.  :DD

marsudiyantos last blog post..&lt;a href=&quot;http://marsudiyanto.blogspot.com/2008/06/pernyataan-resmi.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
&gt;&gt;&gt;
walah nggak tahu juga tuh, pak mar, kenapa juga dibikin beda? tujuannya katanya menghindarkan peserta ujian utk tdk saling bekerja sama. tapi mana bisa lha wong soal cuma dibolak-balik urutannya, kok, haks  :x&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hanya satu yang tersisa pasca U.N di benak saya, apakah di negara lain Ujian Nasionalnya pakai paket A-B dengan aturan kiri-kanan, depan-belakang soalnya beda ya. Kalau iya, buat apa ada 2 pengawas dan tim independen?. Sudah sedemikian tidak bisa dipercayakah anak didik kita termasuk pengawas ujiannya?.  <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> D</p>
<p>marsudiyantos last <a target="_blank" title="blog" href="http://sawali.info/category/tentang-blog/">blog</a> post..<a href="http://marsudiyanto.blogspot.com/2008/06/pernyataan-resmi.html" rel="nofollow"></a></p>
<blockquote><p>
>>><br />
walah nggak tahu juga tuh, pak mar, kenapa juga dibikin beda? tujuannya katanya menghindarkan peserta ujian utk tdk saling bekerja sama. tapi mana bisa lha wong soal cuma dibolak-balik urutannya, kok, haks  <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_mad.gif' alt=':x' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: suhadinet</title>
		<link>http://sawali.info/2008/06/22/refleksi-pasca-ujian-nasional/comment-page-5/#comment-5070</link>
		<dc:creator>suhadinet</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 15:22:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=894#comment-5070</guid>
		<description>(Nangis...)
Siswa saya cuma lulus 50% Pak Sawali.
Eee... dua yang paling pintar lulus, tapi gak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi...
(Nangis...)

suhadinets last blog post..&lt;a href=&quot;http://suhadinet.wordpress.com/2008/06/24/dongeng-tentang-wanita-tukang-tenung-part-1/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Dongeng Tentang Wanita Tukang Tenung (Part 1)&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
&gt;&gt;&gt;
waduh, hanya 50%, Pak Suhadi? Itulah repotnya kalau pakai kriteria nilai minimal pada mapel yang diujikan. banyak anak yang harus jadi korban. tapi, nggak apa2, pak, kan masih ada harapan utk ikut ujian penyetaraan paket b, hehehe :lol:&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>(Nangis&#8230;)<br />
<a title="Siswa" href="http://sawali.info/tag/siswa/">Siswa</a> saya cuma lulus 50% Pak Sawali.<br />
Eee&#8230; dua yang paling pintar lulus, tapi gak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi&#8230;<br />
(Nangis&#8230;)</p>
<p>suhadinets last <a target="_blank" title="blog" href="http://sawali.info/category/tentang-blog/">blog</a> post..<a href="http://suhadinet.wordpress.com/2008/06/24/dongeng-tentang-wanita-tukang-tenung-part-1/" rel="nofollow">Dongeng Tentang Wanita Tukang Tenung (Part 1)</a></p>
<blockquote><p>
>>><br />
waduh, hanya 50%, Pak Suhadi? Itulah repotnya kalau pakai kriteria nilai minimal pada mapel yang diujikan. banyak anak yang harus jadi korban. tapi, nggak apa2, pak, kan masih ada harapan utk ikut ujian penyetaraan paket b, hehehe <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arifrahmanlubis</title>
		<link>http://sawali.info/2008/06/22/refleksi-pasca-ujian-nasional/comment-page-4/#comment-5069</link>
		<dc:creator>arifrahmanlubis</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 14:56:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=894#comment-5069</guid>
		<description>kemaren di sebuah diskusi di kalibata, saya diperlihatkan kliping koran ttg perayaan pasca UAN anak SMU di Banyuwangi , beramai-ramai mengarak seorang &quot;jagoan&quot; yang hanya memakai celana dalam. dimana-mana pun kita lihat eforia kebebasan begitu besarnya.

ada yang salah disini pak. siswa merasa mereka bebas dari jeratan sekolah dan ujian. sekolah sudah seperti penjara.

sosok guru penuh idealisme, cia-cita esar dan integritas diri sangat dibutuhkan. agar transfernya bukan hanya wawasan pengetahuan dan kebisaan menghadapi soal ujian. tapi juga kepribadian, berpikir besar, moral dan kemampuan menyelesaikan masalah lingkungan.

salam hormat dari saya untuk bapak dan para guru Indonesia. semoga selalu dijaga Allah.

arifrahmanlubiss last blog post..&lt;a href=&quot;http://arifrahmanlubis.wordpress.com/2008/06/24/kepemimpinan-untuk-pak-taufikurahman/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Kepemimpinan Untuk Pak Taufikurahman&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
&gt;&gt;&gt;
wah, makasih benget, mas arif salam dan supportnya. bisa jadi benar, mas, selama ini pendekatan pembelajaran yang digunakan di sekolah kurang menarik, apalagi kalau sdh mendekati ujian. mereka di-drill, sehingga konsep2 keilmuan dan moral ditinggalkan, hiks  :181&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kemaren di sebuah <a title="diskusi" href="http://sawali.info/tag/diskusi/">diskusi</a> di kalibata, saya diperlihatkan kliping koran ttg perayaan pasca UAN anak SMU di Banyuwangi , beramai-ramai mengarak seorang &#8220;jagoan&#8221; yang hanya memakai celana dalam. dimana-mana pun kita lihat eforia kebebasan begitu besarnya.</p>
<p>ada yang salah disini pak. <a title="siswa" href="http://sawali.info/tag/siswa/">siswa</a> merasa mereka bebas dari jeratan <a title="sekolah" href="http://sawali.info/tag/sekolah/">sekolah</a> dan ujian. <a title="sekolah" href="http://sawali.info/tag/sekolah/">sekolah</a> sudah seperti <a title="penjara" href="http://sawali.info/2007/12/16/penjara/">penjara</a>.</p>
<p>sosok <a title="guru" href="http://sawali.info/tag/guru/">guru</a> penuh <a title="idealisme" href="http://sawali.info/tag/idealisme/">idealisme</a>, cia-cita esar dan integritas diri sangat dibutuhkan. agar transfernya bukan hanya wawasan pengetahuan dan kebisaan menghadapi soal ujian. tapi juga <a title="kepribadian" href="http://sawali.info/tag/kepribadian/">kepribadian</a>, berpikir besar, <a title="moral" href="http://sawali.info/tag/moral/">moral</a> dan kemampuan menyelesaikan masalah lingkungan.</p>
<p>salam hormat dari saya untuk bapak dan para <a title="guru" href="http://sawali.info/tag/guru/">guru</a> Indonesia. semoga selalu dijaga Allah.</p>
<p>arifrahmanlubiss last <a target="_blank" title="blog" href="http://sawali.info/category/tentang-blog/">blog</a> post..<a href="http://arifrahmanlubis.wordpress.com/2008/06/24/kepemimpinan-untuk-pak-taufikurahman/" rel="nofollow">Kepemimpinan Untuk Pak Taufikurahman</a></p>
<blockquote><p>
>>><br />
wah, makasih benget, mas arif salam dan supportnya. bisa jadi benar, mas, selama ini pendekatan <a title="pembelajaran" href="http://sawali.info/tag/pembelajaran/">pembelajaran</a> yang digunakan di <a title="sekolah" href="http://sawali.info/tag/sekolah/">sekolah</a> kurang menarik, apalagi kalau sdh mendekati ujian. mereka di-drill, sehingga konsep2 keilmuan dan <a title="moral" href="http://sawali.info/tag/moral/">moral</a> ditinggalkan, hiks  :181</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Donny Verdian</title>
		<link>http://sawali.info/2008/06/22/refleksi-pasca-ujian-nasional/comment-page-4/#comment-5067</link>
		<dc:creator>Donny Verdian</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 07:39:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=894#comment-5067</guid>
		<description>Tulisan yang tajam, Pak Guru.
Ah saya kok rindu EBTANAS ya ketimbang UN :)

Donny Verdians last blog post..&lt;a href=&quot;http://www.donnyverdian.net&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Klepon&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
&gt;&gt;&gt;
walah, biasa ajak kok mas donny, hehehe :lol: UN memang beda banget dengan ebtanas, mas. mudah2an ada kemauan politik para pengambil kebijakan utk memformat ulang pelaksanaan UN :oke&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan yang tajam, Pak <a title="Guru" href="http://sawali.info/tag/guru/">Guru</a>.<br />
Ah saya kok rindu EBTANAS ya ketimbang UN <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Donny Verdians last <a target="_blank" title="blog" href="http://sawali.info/category/tentang-blog/">blog</a> post..<a href="http://www.donnyverdian.net" rel="nofollow">Klepon</a></p>
<blockquote><p>
>>><br />
walah, biasa ajak kok mas donny, hehehe <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  UN memang beda banget dengan ebtanas, mas. mudah2an ada kemauan <a title="politik" href="http://sawali.info/category/refleksi/politik/">politik</a> para pengambil kebijakan utk memformat ulang pelaksanaan UN <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_surprised.gif' alt=':o' class='wp-smiley' /> ke</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sigid</title>
		<link>http://sawali.info/2008/06/22/refleksi-pasca-ujian-nasional/comment-page-4/#comment-5064</link>
		<dc:creator>sigid</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 06:31:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=894#comment-5064</guid>
		<description>Mungkin hal seperti itu pula yang membuat siswa menjadi &#039;kurang&#039; mampu berpikir komprehensif.
Saya jadi ingat jaman SMA, ujian akhir dan UMPTN sepertinya menjadi satu-satunya hal yang ada di kepala kami.
Semua tampak berlomba-lomba mengikuti bimbingan tes yang mengajarkan &#039;rumus praktis&#039;, cara menghafal yang efektif dan hal semacamnya. Pokoknya bisa mengerjakan soal sebanyak mungkin dengan benar.  :sad:

sigids last blog post..&lt;a href=&quot;http://manusia.wordpress.com/2008/06/09/kenalan-dengan-gutsy-gibbon/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Kenalan dengan Gutsy Gibbon&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
&gt;&gt;&gt;
bener sekali, pak sigid. dengan model soal PG, anak2 akan terbiasa menjadi penghafal, bukan memahami dan mendalami. bisa jadi itulah yang menyebabkan bangsa kita ndak cerdas-cerdas, hehehehe :lol:&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin hal seperti itu pula yang membuat <a title="siswa" href="http://sawali.info/tag/siswa/">siswa</a> menjadi &#8216;kurang&#8217; mampu berpikir komprehensif.<br />
Saya jadi ingat jaman SMA, ujian akhir dan UMPTN sepertinya menjadi satu-satunya hal yang ada di kepala kami.<br />
Semua tampak berlomba-<a title="lomba" href="http://sawali.info/tag/lomba/">lomba</a> mengikuti bimbingan tes yang mengajarkan &#8216;rumus praktis&#8217;, cara menghafal yang efektif dan hal semacamnya. Pokoknya bisa mengerjakan soal sebanyak mungkin dengan benar.  <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':sad:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>sigids last <a target="_blank" title="blog" href="http://sawali.info/category/tentang-blog/">blog</a> post..<a href="http://manusia.wordpress.com/2008/06/09/kenalan-dengan-gutsy-gibbon/" rel="nofollow">Kenalan dengan Gutsy Gibbon</a></p>
<blockquote><p>
>>><br />
bener sekali, pak sigid. dengan model soal PG, anak2 akan terbiasa menjadi penghafal, bukan memahami dan mendalami. bisa jadi itulah yang menyebabkan bangsa kita ndak cerdas-cerdas, hehehehe <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: imsuryawan</title>
		<link>http://sawali.info/2008/06/22/refleksi-pasca-ujian-nasional/comment-page-4/#comment-5061</link>
		<dc:creator>imsuryawan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 05:37:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=894#comment-5061</guid>
		<description>Benar2 tajam ulasannya pak! Kritik UN ditulis seorang guru! Benar2 mantaps! Saya juga nulis UN lho pak! :D meskipun ga setajem ini tulisannya! Hehehe...

imsuryawans last blog post..&lt;a href=&quot;http://imsuryawan.net/blog/?p=135&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Lagi Seneng Dengerin Album Nyanyian Dharma 2&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
&gt;&gt;&gt;
walh, biasa aja kok, pak suryawan, hehehe :lol: makasih apresiasinya, pak. :idea:&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Benar2 tajam ulasannya pak! <a title="Kritik" href="http://sawali.info/review-cerpen/">Kritik</a> UN ditulis seorang <a title="guru" href="http://sawali.info/tag/guru/">guru</a>! Benar2 mantaps! Saya juga nulis UN lho pak! <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  meskipun ga setajem ini tulisannya! Hehehe&#8230;</p>
<p>imsuryawans last <a target="_blank" title="blog" href="http://sawali.info/category/tentang-blog/">blog</a> post..<a href="http://imsuryawan.net/blog/?p=135" rel="nofollow">Lagi Seneng Dengerin Album Nyanyian Dharma 2</a></p>
<blockquote><p>
>>><br />
walh, biasa aja kok, pak suryawan, hehehe <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  makasih apresiasinya, pak. <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_idea.gif' alt=':idea:' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: oeddin</title>
		<link>http://sawali.info/2008/06/22/refleksi-pasca-ujian-nasional/comment-page-4/#comment-5059</link>
		<dc:creator>oeddin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 04:33:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=894#comment-5059</guid>
		<description>Atau sisi lain dari UAN coba lihat di www.cikgu-oeddin.blogspot.com

oeddins last blog post..&lt;a href=&quot;http://cikgu-oeddin.blogspot.com/2008/06/yang-tersisa-dari-pengumuman-uan-2008.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Yang tersisa dari Pengumuman UAN 2008&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
&gt;&gt;&gt;
Oke, pak oeddin, makasih tambahan infonya :idea:&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Atau sisi lain dari UAN coba lihat di <a target="_blank" href="http://www.cikgu-oeddin.blogspot.com" rel="nofollow">http://www.cikgu-oeddin.blogspot.com</a></p>
<p>oeddins last <a target="_blank" title="blog" href="http://sawali.info/category/tentang-blog/">blog</a> post..<a href="http://cikgu-oeddin.blogspot.com/2008/06/yang-tersisa-dari-pengumuman-uan-2008.html" rel="nofollow">Yang tersisa dari Pengumuman UAN 2008</a></p>
<blockquote><p>
>>><br />
Oke, pak oeddin, makasih tambahan infonya <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_idea.gif' alt=':idea:' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dela luthu</title>
		<link>http://sawali.info/2008/06/22/refleksi-pasca-ujian-nasional/comment-page-3/#comment-5058</link>
		<dc:creator>Dela luthu</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 02:38:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=894#comment-5058</guid>
		<description>Saya pernah dengar mengenai sekolah multiple intelegence, ada gak ya cara supaya UN debagi menurut kecerdasan si anak?

&lt;blockquote&gt;
&gt;&gt;&gt;
betul sekali, kalai ndak salah itu menurut howard gardner. ide yang bagus juga itu kalau soal ujian akhir dikelompokkan berdasarkan tipe kecerdasan anak. tapi kira2 bisa nggak, yak, saya sendiri maslah belum dengar tuh wacananya. Ok, gagsan yang bagus.  :roll:&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pernah dengar mengenai <a title="sekolah" href="http://sawali.info/tag/sekolah/">sekolah</a> multiple intelegence, ada gak ya cara supaya UN debagi menurut <a title="kecerdasan" href="http://sawali.info/tag/kecerdasan/">kecerdasan</a> si anak?</p>
<blockquote><p>
>>><br />
betul sekali, kalai ndak salah itu menurut howard gardner. ide yang bagus juga itu kalau soal ujian akhir dikelompokkan berdasarkan tipe <a title="kecerdasan" href="http://sawali.info/tag/kecerdasan/">kecerdasan</a> anak. tapi kira2 bisa nggak, yak, saya sendiri maslah belum dengar tuh wacananya. Ok, gagsan yang bagus.  <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fauzansigma</title>
		<link>http://sawali.info/2008/06/22/refleksi-pasca-ujian-nasional/comment-page-3/#comment-5047</link>
		<dc:creator>fauzansigma</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2008 20:07:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=894#comment-5047</guid>
		<description>kalo saya pandang hal ini menjadi ironis, ketika seorang siswa SMU/SMP yang lulus lalu kemudian mereka mencelebrate kelulusan mereka dengan coratcoret baju lalu konvoi ke penjuru kota memperlihatkan bahwa mereka lulus...

sepertinya mereke sedang mengungkapkan kebebasan dari sesuatu yang selama ini mengucilkan mereka dari dunia luar., betapa mengerikanya sekolah sampai2 kok ketiak mereka lulus harus seperti itu.

UN... lagi..lagi masih dijadikan satu2nya tolak ukur?? relevankah?

fauzansigmas last blog post..&lt;a href=&quot;http://lebihbaik.wordpress.com/2008/06/20/bantuan-khusus-mahasiswa-kebijakan-busuk/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Bantuan Khusus Mahasiswa, Kebijakan Busuk!&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
&gt;&gt;&gt;
nah itu dia yang juga jadi persoalan juga, mas sigma. mereka berkonvoi seolah2 seperti terbebas dari sebuah ruang penjara. apa sekolah selama ini memang spt penjara, yak, hehehehe :grin: kalau jadi penentu kelulusan, agaknya UN sdh nggak relevan lagi kalau model dan sistemnya seperti itu, mas sigma :oke&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo saya pandang hal ini menjadi ironis, ketika seorang <a title="siswa" href="http://sawali.info/tag/siswa/">siswa</a> SMU/SMP yang lulus lalu kemudian mereka mencelebrate <a title="kelulusan" href="http://sawali.info/tag/kelulusan/">kelulusan</a> mereka dengan coratcoret baju lalu konvoi ke penjuru kota memperlihatkan bahwa mereka lulus&#8230;</p>
<p>sepertinya mereke sedang mengungkapkan kebebasan dari sesuatu yang selama ini mengucilkan mereka dari dunia luar., betapa mengerikanya <a title="sekolah" href="http://sawali.info/tag/sekolah/">sekolah</a> sampai2 kok ketiak mereka lulus harus seperti itu.</p>
<p>UN&#8230; lagi..lagi masih dijadikan satu2nya tolak ukur?? relevankah?</p>
<p>fauzansigmas last <a target="_blank" title="blog" href="http://sawali.info/category/tentang-blog/">blog</a> post..<a href="http://lebihbaik.wordpress.com/2008/06/20/bantuan-khusus-mahasiswa-kebijakan-busuk/" rel="nofollow">Bantuan Khusus Mahasiswa, Kebijakan Busuk!</a></p>
<blockquote><p>
>>><br />
nah itu dia yang juga jadi persoalan juga, mas sigma. mereka berkonvoi seolah2 seperti terbebas dari sebuah ruang <a title="penjara" href="http://sawali.info/2007/12/16/penjara/">penjara</a>. apa <a title="sekolah" href="http://sawali.info/tag/sekolah/">sekolah</a> selama ini memang spt <a title="penjara" href="http://sawali.info/2007/12/16/penjara/">penjara</a>, yak, hehehehe <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':grin:' class='wp-smiley' />  kalau jadi penentu <a title="kelulusan" href="http://sawali.info/tag/kelulusan/">kelulusan</a>, agaknya UN sdh nggak relevan lagi kalau model dan sistemnya seperti itu, mas sigma <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_surprised.gif' alt=':o' class='wp-smiley' /> ke</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

