Top

Ritual Tapa Nyusup ala Salyapati

Tuesday, 17 June 2008 | 253 pembaca | 40 komentar
Kategori: Budaya, Kearifan Lokal, Pendidikan, Politik, Refleksi, Tradisi

Dalang: Ki Sawali Tuhusetya Di ruang pribadinya yang sejuk ber-ac di lantai V, Prabu Salyapati merasa gerah. Gumpalan-gumpalan peluh dingin sebesar jagung menjebol pori-porinya. Penguasa bercambang lebat itu menahan napas, tak kuasa membendung kegelisahan yang merajam rongga dadanya. Sesekali berjalan mondar-mandir dari satu sudut ruang ke sudut yang lain. Ketika wajahnya nongol di balik jendela, bola matanya menatap ribuan rakyat menyemut di halaman istana. “Demi kelangsungan hidup negeri Mandaraka, Sang Prabu harus kawin lagi! Tiga putri belum cukup menjadi pilar untuk menjaga keutuhan negeri. Dus, Sang Prabu harus punya putra mahkota. Dan itu bisa terwujud jika Sang Prabu melakukan poligami!” teriak seorang pendemo dengan wajah berkilat-kilat... (Baca lanjutannya!)