Tragedi Mei 1998 dan Runtuhnya Basis Kemanusiawian Kita
“Sekitar jam 11.30, saya melihat beberapa orang di antara massa mencegat sebuah mobil dan memaksa penumpang turun, kemudian menarik dua orang gadis keluar. Mereka mulai melucuti pakaian kedua gadis itu dan memperkosanya beramai-ramai. Kedua gadis itu coba melawan sambil menjerit ketakutan, namun sia-sia,” tutur seorang saksi mata di Muara Angke, Jakarta pada tanggal 14 Mei 1998. “Hati saya masih sangat perih. Hidup saya tak berarti, hampa. Sampai kapan pun saya tidak akan bisa melupakan peristiwa biadab yang merengut nyawa anak saya dalam Tragedi Mei 1998. Dia dituduh penjarah, padahal ia korban. Saya hendak mencari keadilan, tapi kepada siapa? Mengapa ini harus terjadi?” tutur seorang ibu korban tragedi kemanusiaan Mei 1998. (Dikutip... (Baca lanjutannya!)
Diskusi Buku dan Peluncuran Kumcer
Kategori: Budaya, Cerpen, Opini, Refleksi, Sastra, Tradisi
Sebagaimana yang dipublikasikan oleh Kang Kombor, jika tidak ada aral melintang, Jumat, 16 Mei 2008, pukul 13.30-18.00 WIB, di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Jalan Cikini Raya 73, Jakarta Pusat, buku kumpulan cerpen saya Perempuan Bergaun Putih akan diluncurkan sekaligus didiskusikan. Jujur saja, saya tak menduga kalau kumcer saya itu akan diluncurkan dan didiskusikan di sebuah tempat yang selama ini dinilai menjadi tempat bergengsi bagi pentas dan diskusi sastra. *narsis* Sudah lama sebenarnya saya bermimpi untuk memiliki kumpulan cerpen. Ada sekitar 40-an cerpen yang sudah dimuat di koran sejak 1988. Namun, mencari penerbit ternyata bukan persoalan gampang. Apalagi, cerpen dan buku-buku sastra... (Baca lanjutannya!)













