Home » Opini » Melly Kiong dan Bukunya » 34629 views

Melly Kiong dan Bukunya

Kategori Opini Oleh

Pernah mendengar nama Melly Kiong? Yups, di kompleks blogosphere, namanya memang kurang nyaring terdengar. Maklum, dia tergolong perempuan yang supersibuk. Selain sebagai perempuan yang dengan amat sadar memilih karier sebagai media perwujudan ”fitrah” keperempuanannya, dia juga sangat peduli pada harmoni kehidupan rumah tangga sebagai perwujudan ”kodrat” keperempuanannya. Bisa dimaklumi kalau dia jarang blogwalking. Blognya yang di WP pun sudah lama tidak di-update.

Lantas, mengapa saya tiba-tiba saja tertarik untuk membuat postingan khusus tentang Melly Kiong? Secara pribadi, saya memang belum bertemu secara langsung dengan Mbak Melly –demikian saya biasa menyapanya. Komunikasi hanya sebatas kami lakukan via chatting, SMS, atau telepon. Meski demikian, setidaknya saya bisa mengenal ide-ide dan pemikiran-pemikirannya. Di mata saya, Mbak Melly tergolong perempuan yang memiliki idealisme untuk kemajuan bangsa. Lewat program dan slogannya ”Peduli Anak Bangsa”, betapa sosok Mbak Melly demikian concern dan peduli terhadap dunia pendidikan, meski pekerjaannya tidak terkait langsung dengan masalah pendidikan. Tempaan pengalaman hidupnya yang pahit, sosok ibunya yang smart dan tangguh, serta atmosfer lingkungan rumah tangga yang kondusif, agaknya telah memengaruhi sikap hidup Mbak Melly untuk peduli terhadap dunia pendidikan.

Pengaruh sosok ibunya dan atmosfer lingkungan keluarga semacam itulah yang telah mengilhami perempuan kelahiran Singkawang, Kalimantan Barat, 1969 itu, untuk meluncurkan buku perdananya, Siapa Bilang Ibu Bekerja Tidak Bisa Mendidik Anak dengan Baik? yang diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo, Jakarta. Buku setebal 127 halaman itu memaparkan dan sekaligus juga untuk membuktikan bahwa perempuan karier ternyata bisa juga mendidik anak dengan baik.

Ada sejumlah tokoh yang memberikan endorsement untuk buku ini, seperti Seto Mulyadi (pemerhati anak), Lenny Wongso (pengusaha dan penulis buku), Alexandra Dewi (perempuan karier), atau Santi Bonis (penyiar radio Cosmopolitan FM). Buku ini juga dilengkapi pujian dan apresiasi dari berbagai kalangan, seperti Nining W. Permana (Managing Director Tupperware Indonesia), Sayekti Sulisdiarto (Production Director PT Phapros Tbk), Eni Kusuma (Motivator, mantan TKW di Hongkong, dan penulis buku best seller ”Anda Luar Biasa”), Hanna Fransisca (Ibu rumah tangga, pengusaha, dan bloger), dan masih banyak lagi. Saya juga kena sentil untuk ikut-ikutan memberikan apresiasi terhadap buku ini, hehehehe … :292

Apa sesungguhnya yang menarik dari buku perdana Mbak Melly ini? Kalau boleh menilai, buku ini memiliki kelebihan dalam muatan isi dan style pengungkapan. Buku ini mendedahkan pengalaman langsung Mbak Melly bagaimana di tengah kesibukan yang menumpuk, dia masih memiliki kesempatan untuk membimbing secara kreatif terhadap kedua anaknya, Julian (10 tahun) dan Matthew Liem (6 tahun). Diramu dengan beberapa kiat yang pernah dibaca lewat berbagai sumber, Mbak Melly berkesimpulan bahwa perempuan karier bisa juga menjadi sosok ibu yang sukses dalam mendidik anak-anaknya di rumah. Julian dan Matthew telah merasakan imbas terhadap kiat-kiat praktis yang diterapkan Mbak Melly. Kedua anak ini tumbuh dan berkembang dengan baik, bahkan merasa nyaman meskipun sering ditinggal oleh sang ibu. Hal itu bisa dibaca melalui berbagai lampiran sebagai dokumen portofolio untuk melihat bagaimana Julian dan Matthew menikmati dunianya sehari-hari di lingkungan keluarga dan di sekolah.

Yang menarik, pengalaman-pengalaman praktis Mbak Melly dalam mendidik anak dikemukakan lewat racikan bahasa yang sederhana, jernih, dan mengalir. Tak banyak rujukan teoretis seperti kebanyakan buku ”How To…” yang lain. Dengan style khasnya. Mbak Melly mampu menyuguhkan sesuatu yang abstrak menjadi lebih konkret sehingga gampang dicerna pembaca. Yang jelas, buku ini layak dibaca dan dimiliki oleh ibu-ibu yang kebetulan sibuk di ranah publik, tetapi masih memiliki kepedulian untuk sukses dalam mendidik anak-anaknya di rumah. Sayangnya, buku ini tidak dilengkapi dengan ilustrasi pada halaman-halaman tertentu untuk memberikan space bagi pembaca dalam mencerna isi buku dan sekaligus memberikan kesempatan kepada pembaca untuk mengembangkan imaji-imaji tertentu berdasarkan pengalaman Mbak Melly itu. Kalau toh ada, ilustrasi tersebut ditempatkan pada lampiran khusus sehingga terkesan lepas dari konteks pengalaman nyata yang disuguhkan Mbak Melly. (Mohon maaf Mbak Melly kalau saya terpaksa membidik titik ini sebagai kelemahannya, hehehehe …. 💡 )

Meski demikian, secara keseluruhan buku ini menampakkan adanya sebuah totalitas pemikiran dan pengalaman yang jitu dari istri Tatang Wijaya ini ke dalam sebuah buku ”How To …” yang cerdas dan mencerahkan. Bukan hanya layak dibaca oleh kaum perempuan karier. Bapak-bapak pun layak membacanya agar tidak canggung lagi beristrikan seorang perempuan karier. 🙄

Agaknya, buku ini juga menjadi bagian dari mimpi dan obsesi Mbak Melly dalam ikut serta membagun dunia pendidikan berbasis ”Program Peduli Anak bangsa” yang sudah lama mengendap dalam layar memorinya. Untuk itulah, belakangan ini dia juga sibuk menggelar berbagai seminar untuk memperkenalkan dan menyosialisasikan program-programnya itu.

Oke, Mbak Melly. Selamat atas peluncuran buku perdananya. Semoga sukses dan bermanfaat untuk kepentingan membangun karakter bangsa melalui sosok generasi masa depan yang disiplin, sikap moral yang baik, serta mentalitas unggul dengan daya juang tinggi. Kami tunggu buku edisi berikutnya. Semoga mimpi dan obsesi Mbak Melly untuk ikut berkiprah membangun karakter anak-anak bangsa berbasiskan motto: “Menjadi sebuah lilin yang mampu menyalakan seribu lilin lainnya” bisa segera terwujud. Salut banget! 💡 Namun, hati-hati loh, Mbak Melly, jangan sampai terjebak seperti sebuah lilin yang mampu menerangi kegelapan, tetapi dirinya meleleh dan hancur, hehehehe :292

Yang ingin kontak via email ke Mbak Melly silakan hubungi: melly_kiong@yahoo.com atau kunjungi blognya di sini.

***

Seorang guru, penggemar wayang kulit, dan penikmat sastra. Dalam dunia fiksi lebih dikenal dengan nama Sawali Tuhusetya. Buku kumpulan cerpennya Perempuan Bergaun Putih diterbitkan oleh Bukupop dan Maharini Press (2008) dan diluncurkan di Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada hari Jumat, 16 Mei 2008 bersama kumpulan puisi Kembali dari Dalam Diri karya Ibrahim Ghaffar (sastrawan Malaysia).

45 Comments

  1. […] Rekor Indonesia (MURI) untuk Ibu Rumah Tangga Penulis Buku Pedoman Parenting. Buku pertamanya “Siapa Bilang Ibu Bekerja Tidak Bisa Mendidik Anak dengan Baik?” yang diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo, Jakarta, bisa dibilang sukses membuka ruang […]

  2. Benar Pak Sawali, dunia pendidikan, khususnya pendidikan kepada anak-anak menjadi perhatian khusus dari mbak Melly. sebagai orang tua kadang kita tidak pernah tau cara yang baik bagaimana memberikan pendidikan kepada anak-anak kita. banyak diantara orang tua yang merasa telah memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya jika dapat menyekolahkan anak2 mereka pada sekolah2 yang bonafit dan berlabel internasional. padahal ada hal lain yang tidak kalah penting, bahkan menurut saya sangat penting adalah cara pendidikan yang tidak melulu bersifat formal, tapi pendidikan yang menyentuh masalah tanggungjawab, bagaimana berinteraksi dan memberikan perhatian kepada orang lain & lingkungannya, dll.
    saya sangat percaya dengan filosofi ” ADA PENDIDIKAN, TIDAK ADA PERBEDAAN “

  3. selamat buat kawanku yang satu ini…. MELLY KIONG,
    kebetulan aku salah satu orang yang beruntung sempat kenal dan suka diskusi dengan sdri Melly ini.
    Dengan kesederhanaannya dan keuletannya, dan yang terpenting rasa keinginannya yang besar untuk dapat berbagi kepada siapa saja, khususnya para ibu rumah tangga (perempuan) yang bekerja agar dapat menjadi seorang Perempuan Karier yang sukses dan tetap menjadi Ibu Rumah Tangga yang memperhatikan perkembangan anak2nya dan menjadi istri yang baik untuk suaminya.
    ada satu kata yang selalu diungkapkan bila ada orang menyampaikan rasa terima kasihnya atas apa yang telah diterima dari MELLY, yaitu “BUKAN ANDA YANG HARUS BERTERIMA KASIH…, TAPI SAYA (MELLY) YANG HARUS BERTERIMA KASIH & BERSYUKUR KARENA DIBERIKAN KESEMPATAN UNTUK BERBUAT DARMA ”
    Semoga dengan semakin banyak orang yang merasa terbantu dengan terbitnya buku yang ditulisnya, akan semakin banyak kesempatan kepada MELLY untuk menyampaikan darma.
    SALUT UNTUK SAHABATKU MELLY KIONG.
    Salam, Dede Hasan Senjaya.

    • sepakat, pak dede. saya juga memiliki kesan demikian terhadap mbak melly. saya memang barus sebatas kontak via HP atau chatting. namun, dari pernyataan2 mbak melly, beliau memang punya perhatian besar terhadap dunia pendidikan.

  4. Waduh Pak Sawali, terima kasih banyak atas partisipasi Bapak dalam semangat Peduli Aanak Bangsa, dan terima kasih atas semua komentar komentar dalam Blog Pak Sawali yang luar biasa ini. Dan berkat dukungan doa dari semua teman teman akhirnya buku saya sudah mau memasuki cetakan yang ke dua dalam waktu setengah bulan. Semoga buku ini menjadi buku inspirasi bagi banyak orang
    Salam Peduli Aanak Bangsa
    Melly kiong

    ooo
    wah, makasih juga mbak melly telah ikutan repot memberikan respon terhadap komentar teman2 di blog ecek2 ini, hehehehe 💡

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Tulisan terbaru tentang Opini

Go to Top