<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Mampukah Cerita Rekaan Memperkaya Batin Pembaca?</title>
	<atom:link href="http://sawali.info/2008/04/19/mampukah-cerita-rekaan-memperkaya-batin-pembaca/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sawali.info/2008/04/19/mampukah-cerita-rekaan-memperkaya-batin-pembaca/</link>
	<description>Tentang Dunia Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Indonesia</description>
	<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 05:23:39 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: nindityo</title>
		<link>http://sawali.info/2008/04/19/mampukah-cerita-rekaan-memperkaya-batin-pembaca/comment-page-1/#comment-3727</link>
		<dc:creator>nindityo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 23:01:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=784#comment-3727</guid>
		<description>mas, pernah gak nyeritain cerita lucu ke orang dan orang itu baru paham dan ketawa besoknya (ato ketawanya setelah dijelasin).. aku sering  :eek: tadinya aku pikir aku kurang "jago" bercerita .. meski ada benernya :-D .. tapi ternyata lebih ke level fantasy pendengar cerita tadi.

sebuah cerita rekaan hanya berhasil jika pembaca (ato pendengar) nya punya cukup fantasy untuk mengembangkan maksud cerita itu.

kalo pas lagi oon (ato emang tertutup) jangankan cerita rekaan.. cerita tauladan juga lewat-lewat saja dan gak ada yang bisa didapat untuk memperkaya batin.

nindityos last blog post..&lt;a href="http://nindityo.wordpress.com/2008/04/28/cewek-untouchable-vs-cowok-bego/" rel="nofollow"&gt;Cewek Untouchable vs Cowok Bego&lt;/a&gt;

ooo
sering juga, mas, hehehehe :lol: bisa jadi karena leluconnya sulit dipahami atau memang pendengarnya yang rada2 "telmi", hiks. yups, bener juga, mas, jadi tergantung juga pada kemampuan pembaca dalam mengembangkan fantasinya. :roll: </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas, pernah gak nyeritain cerita lucu ke orang dan orang itu baru paham dan ketawa besoknya (ato ketawanya setelah dijelasin).. aku sering  <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_surprised.gif' alt=':eek:' class='wp-smiley' /> tadinya aku pikir aku kurang &#8220;jago&#8221; bercerita .. meski ada benernya <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> .. tapi ternyata lebih ke level fantasy pendengar cerita tadi.</p>
<p>sebuah cerita rekaan hanya berhasil jika pembaca (ato pendengar) nya punya cukup fantasy untuk mengembangkan maksud cerita itu.</p>
<p>kalo pas lagi oon (ato emang tertutup) jangankan cerita rekaan.. cerita tauladan juga lewat-lewat saja dan gak ada yang bisa didapat untuk memperkaya batin.</p>
<p>nindityos last blog post..<a href="http://nindityo.wordpress.com/2008/04/28/cewek-untouchable-vs-cowok-bego/" rel="nofollow">Cewek Untouchable vs Cowok Bego</a></p>
<p>ooo<br />
sering juga, mas, hehehehe <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> bisa jadi karena leluconnya sulit dipahami atau memang pendengarnya yang rada2 &#8220;telmi&#8221;, hiks. yups, bener juga, mas, jadi tergantung juga pada kemampuan pembaca dalam mengembangkan fantasinya. <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ragheb Alama</title>
		<link>http://sawali.info/2008/04/19/mampukah-cerita-rekaan-memperkaya-batin-pembaca/comment-page-1/#comment-3726</link>
		<dc:creator>Ragheb Alama</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 18:10:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=784#comment-3726</guid>
		<description>&lt;strong&gt;iqbal's...&lt;/strong&gt;

Interesting post. I came across this blog by accident, but it was a good accident. I have now bookmarked your blog for future use. Best wishes. Ragheb Alama Website Team....

ooo
thanks for your attention! :roll: </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>iqbal&#8217;s&#8230;</strong></p>
<p>Interesting post. I came across this blog by accident, but it was a good accident. I have now bookmarked your blog for future use. Best wishes. Ragheb Alama Website Team&#8230;.</p>
<p>ooo<br />
thanks for your attention! <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sawali tuhusetya</title>
		<link>http://sawali.info/2008/04/19/mampukah-cerita-rekaan-memperkaya-batin-pembaca/comment-page-1/#comment-3688</link>
		<dc:creator>sawali tuhusetya</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 02:05:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=784#comment-3688</guid>
		<description>@  Ardian Perdana Putra:
yups, makasih mas ardian. btw, tulisan ini sebagian juga terinspirasi dari tulisan2 fiktif saya sendiri, mas, hehehehehe  :idea:

sawali tuhusetyas last blog post..&lt;a href="http://sawali.info/2008/04/25/masih-adakah-semar-dalam-lingkaran-elite-kekuasaan/" rel="nofollow"&gt;Masih Adakah “Semar” dalam Lingkaran Elite Kekuasaan?&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@  Ardian Perdana Putra:<br />
yups, makasih mas ardian. btw, tulisan ini sebagian juga terinspirasi dari tulisan2 fiktif saya sendiri, mas, hehehehehe  <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_idea.gif' alt=':idea:' class='wp-smiley' /><br />
sawali tuhusetyas last blog post..<a href="http://sawali.info/2008/04/25/masih-adakah-semar-dalam-lingkaran-elite-kekuasaan/" rel="nofollow">Masih Adakah “Semar” dalam Lingkaran Elite Kekuasaan?</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ardian Perdana Putra</title>
		<link>http://sawali.info/2008/04/19/mampukah-cerita-rekaan-memperkaya-batin-pembaca/comment-page-1/#comment-3687</link>
		<dc:creator>Ardian Perdana Putra</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 01:48:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=784#comment-3687</guid>
		<description>Hampir sepenuhnya saya sepakat, cerita rekaan memang bisa menggugah dan menginspirasi banyak orang jika dikemas secara tepat dan (hmmm... apa bahasa yang pasnya ya?) elegan. Namun lebih inspiratif lagi jika tulisan itu merupakan kisah nyata yang memang dialami oleh si penulisnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hampir sepenuhnya saya sepakat, cerita rekaan memang bisa menggugah dan menginspirasi banyak orang jika dikemas secara tepat dan (hmmm&#8230; apa bahasa yang pasnya ya?) elegan. Namun lebih inspiratif lagi jika tulisan itu merupakan kisah nyata yang memang dialami oleh si penulisnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tottz</title>
		<link>http://sawali.info/2008/04/19/mampukah-cerita-rekaan-memperkaya-batin-pembaca/comment-page-1/#comment-3586</link>
		<dc:creator>Tottz</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 01:52:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=784#comment-3586</guid>
		<description>Salam kenal Dari Tottz, yang sedang menghimpun data tentang Metode mutakhir pembelajaran Sastra.. :411  anda emang  :roll:

Tottzs last blog post..&lt;a href="http://tottz.co.cc/uncategorized/tn-basket-dan-kerusuhan/" rel="nofollow"&gt;TN, Basket, dan Kerusuhan&lt;/a&gt;

ooo
salam kenal juga mas Tottz. btw, ndak usah berlebihan mas. saya hanya orang biasa kok.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal Dari Tottz, yang sedang menghimpun data tentang Metode mutakhir pembelajaran Sastra.. :411  anda emang  <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' /><br />
Tottzs last blog post..<a href="http://tottz.co.cc/uncategorized/tn-basket-dan-kerusuhan/" rel="nofollow">TN, Basket, dan Kerusuhan</a></p>
<p>ooo<br />
salam kenal juga mas Tottz. btw, ndak usah berlebihan mas. saya hanya orang biasa kok.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yari NK</title>
		<link>http://sawali.info/2008/04/19/mampukah-cerita-rekaan-memperkaya-batin-pembaca/comment-page-1/#comment-3565</link>
		<dc:creator>Yari NK</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 22:51:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=784#comment-3565</guid>
		<description>Menurut saya sangat bisa sekali....!! Jangankan yang bernilai sastra, yang kurang atau tidak bernilai sastrapun dapat saja memperkaya batin. Soalnya menurut saya juga memperkaya batin itu tergantung dari berbagai macam faktor di antaranya adalah: apa yang disampaikan si penulis, bagaimana penyampaiannya oleh si penulis dan bagaimana harapan atau apresiasi pembacanya sendiri terhadap karya penulis tersebut.

Walaupun isinya bukan rekaan dan penuh dengan pengayaan batin tapi jikalau disampaikan dengan gaya yang bertele2 dan 'sok' menasehati maka mungkin pesan batin yang akan disampaikan kepada para pembacanya akan "gagal" karena pembaca mungkin banyak yang tidak mengapresiasikannya dan juga bisa jadi kebosanan pembaca dapat menyamarkan pesan batin yang ada di dalam karya tersebut.

Mirip seperti sinetron2 Indonesia yang maksud hati ingin memperkaya batin penontonnya (termasuk sinetron2 religi), tapi yang didapat hanya cemoohan oleh penontonnya (terutama yang berpendidikan) karena cara penyajiannya sangat mengecewakan!

Yari NKs last blog post..&lt;a href="http://spektrumku.wordpress.com/2008/04/20/saya-kita-ini-mirip-kera/" rel="nofollow"&gt;Saya Kita Ini Mirip Kera!&lt;/a&gt;

ooo
bener juga tuh, bung, asalkan kita selektif membaca buku, pasti akan banyak manfaatnya dan mampu memperkaya batin kita. ttg sinteron, saya pun sering kecewa ketika menyaksikan tayangan yang hanya sekadar memburu rating iklan saja tanpa membawa pesan2 edukatif.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut saya sangat bisa sekali&#8230;.!! Jangankan yang bernilai sastra, yang kurang atau tidak bernilai sastrapun dapat saja memperkaya batin. Soalnya menurut saya juga memperkaya batin itu tergantung dari berbagai macam faktor di antaranya adalah: apa yang disampaikan si penulis, bagaimana penyampaiannya oleh si penulis dan bagaimana harapan atau apresiasi pembacanya sendiri terhadap karya penulis tersebut.</p>
<p>Walaupun isinya bukan rekaan dan penuh dengan pengayaan batin tapi jikalau disampaikan dengan gaya yang bertele2 dan &#8217;sok&#8217; menasehati maka mungkin pesan batin yang akan disampaikan kepada para pembacanya akan &#8220;gagal&#8221; karena pembaca mungkin banyak yang tidak mengapresiasikannya dan juga bisa jadi kebosanan pembaca dapat menyamarkan pesan batin yang ada di dalam karya tersebut.</p>
<p>Mirip seperti sinetron2 Indonesia yang maksud hati ingin memperkaya batin penontonnya (termasuk sinetron2 religi), tapi yang didapat hanya cemoohan oleh penontonnya (terutama yang berpendidikan) karena cara penyajiannya sangat mengecewakan!</p>
<p>Yari NKs last blog post..<a href="http://spektrumku.wordpress.com/2008/04/20/saya-kita-ini-mirip-kera/" rel="nofollow">Saya Kita Ini Mirip Kera!</a></p>
<p>ooo<br />
bener juga tuh, bung, asalkan kita selektif membaca buku, pasti akan banyak manfaatnya dan mampu memperkaya batin kita. ttg sinteron, saya pun sering kecewa ketika menyaksikan tayangan yang hanya sekadar memburu rating iklan saja tanpa membawa pesan2 edukatif.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hanggadamai</title>
		<link>http://sawali.info/2008/04/19/mampukah-cerita-rekaan-memperkaya-batin-pembaca/comment-page-1/#comment-3560</link>
		<dc:creator>hanggadamai</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 16:03:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=784#comment-3560</guid>
		<description>diriku sih blom pernah membuat cerita rekaan
cuma yg jelas itu smua tergantung semangat sang penulis

hanggadamais last blog post..&lt;a href="http://hanggadamai.wordpress.com/2008/04/20/kata-kata-mutiara-penyejuk-hati/" rel="nofollow"&gt;Kata-Kata Mutiara Penyejuk Hati&lt;/a&gt;

ooo
ya dicoba mashangga. siapa tahu dirimu menjadi seorang penulis hebat. :top:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>diriku sih blom pernah membuat cerita rekaan<br />
cuma yg jelas itu smua tergantung semangat sang penulis</p>
<p>hanggadamais last blog post..<a href="http://hanggadamai.wordpress.com/2008/04/20/kata-kata-mutiara-penyejuk-hati/" rel="nofollow">Kata-Kata Mutiara Penyejuk Hati</a></p>
<p>ooo<br />
ya dicoba mashangga. siapa tahu dirimu menjadi seorang penulis hebat. :top:</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: asep nurjamin</title>
		<link>http://sawali.info/2008/04/19/mampukah-cerita-rekaan-memperkaya-batin-pembaca/comment-page-1/#comment-3547</link>
		<dc:creator>asep nurjamin</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 04:34:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=784#comment-3547</guid>
		<description>Pengalaman adalah guru. Istilah "pengalaman" tak selamanya merujuk pada apa yang dialami oleh diri sendiri tetapi merujuk pula pada "apa yang dialami oleh orang lain". 

Bagi saya, sastra adalah pengalaman pengarangnya. Dalam hal ini, "pengalaman" tak sekadar merujuk pada apa yang dialami secara fisik, melainkan merujuk pula pada apa yang dialami secara batin, secara imajinatif. Dengan demikian, sastra dapat dipandang sebagai dedahan pengalaman pengarangnya.


Walhasil, membaca karya sastra itu sama artinya dengan mendengarkan tuturan pengalaman batin pengarangnya. Pengalaman yang disampaikannya itu ada yang lewat begitu saja tanpa meninggalkan kesan tetapi ada pula yang bertahan dan meninggalkan kesan. Karya yang meninggalkan kesan inilah yang selanjutnya diolah, disimpan, dan dimaknai, serta dijadikan cermin kehidupan untuk selanjutnya menjadi pemerkaya cara memandang, cara merasakan, cara merespon, cara menilai, hingga cara melakukan. 

Keluasan wawasan serta kedalaman penghayatan akan hidup dan kehidupan senantiasa akan diperoleh sosok-sosok yang mampu memaknai setiap pengalaman, termasuk pengalamannya berdialog dengan pengalaman-pengalaman yang didedahkan dalam karya sastra.


Salam buat Mas Sawali

ooo
wah, pak asep? sebuah kehormatan nih dapat kunjungan dari bapak. berapa lama kita tdk bertemu, pak. bapak masih di UPI Bandung, kan? :oke saya juga sepakat banget dg apa yang disampaikan pak asep ttg pengalaman pengarang dalam cerita rekaan. saya sepakat banget, pak. salam juga buat pak asep dan keluarga. makasih pak telah berkenan mampir, hehehehe :roll:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pengalaman adalah guru. Istilah &#8220;pengalaman&#8221; tak selamanya merujuk pada apa yang dialami oleh diri sendiri tetapi merujuk pula pada &#8220;apa yang dialami oleh orang lain&#8221;. </p>
<p>Bagi saya, sastra adalah pengalaman pengarangnya. Dalam hal ini, &#8220;pengalaman&#8221; tak sekadar merujuk pada apa yang dialami secara fisik, melainkan merujuk pula pada apa yang dialami secara batin, secara imajinatif. Dengan demikian, sastra dapat dipandang sebagai dedahan pengalaman pengarangnya.</p>
<p>Walhasil, membaca karya sastra itu sama artinya dengan mendengarkan tuturan pengalaman batin pengarangnya. Pengalaman yang disampaikannya itu ada yang lewat begitu saja tanpa meninggalkan kesan tetapi ada pula yang bertahan dan meninggalkan kesan. Karya yang meninggalkan kesan inilah yang selanjutnya diolah, disimpan, dan dimaknai, serta dijadikan cermin kehidupan untuk selanjutnya menjadi pemerkaya cara memandang, cara merasakan, cara merespon, cara menilai, hingga cara melakukan. </p>
<p>Keluasan wawasan serta kedalaman penghayatan akan hidup dan kehidupan senantiasa akan diperoleh sosok-sosok yang mampu memaknai setiap pengalaman, termasuk pengalamannya berdialog dengan pengalaman-pengalaman yang didedahkan dalam karya sastra.</p>
<p>Salam buat Mas Sawali</p>
<p>ooo<br />
wah, pak asep? sebuah kehormatan nih dapat kunjungan dari bapak. berapa lama kita tdk bertemu, pak. bapak masih di UPI Bandung, kan? :oke saya juga sepakat banget dg apa yang disampaikan pak asep ttg pengalaman pengarang dalam cerita rekaan. saya sepakat banget, pak. salam juga buat pak asep dan keluarga. makasih pak telah berkenan mampir, hehehehe <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: iman brotoseno</title>
		<link>http://sawali.info/2008/04/19/mampukah-cerita-rekaan-memperkaya-batin-pembaca/comment-page-1/#comment-3546</link>
		<dc:creator>iman brotoseno</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 04:01:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=784#comment-3546</guid>
		<description>Tentu saja, bagaimana seorang Mohtar Lubis misalnya bisa menggambarkan keserakahan manusia dan pesan moral dalam ceritanya, Senja Di Jakarta, Peluru dan Mesiu..
Juga bathin kita yang menolak ketidakadilan yang menimpa Srintil sang ronggeng dalam Triloginya Ahmad Tohari.Atau pergolakan batin tentang nilai nilai Ketuhanan yang  tergambar dalam Novel Achdiat K Hadimaja, " Atheis ". Masih banyak lagi, yang membuat saya begitu mendapat pencerahan dengan membaca karya karya sastra. Bukan memang seharusnya begitu ? sebuah karya sastra harus bisa memberikan sketsa dan ( mungkin ) sekaligus jawaban nilai kehidudan dan ruang batin kita.
Karena itu yang membedakan karya sastra dengan novel novel kontemporer romans picisannya Eddy D Iskandar.

iman brotosenos last blog post..&lt;a href="http://blog.imanbrotoseno.com/?p=217" rel="nofollow"&gt;Momen yang hilang&lt;/a&gt;

ooo
yaps, beitulah, mas iman. saya malah terkesan dg novelnya Pak mochtar lubis yang "harimau2" itu mas; memasukan persoalan mistis dengan berbagai rahasio kehidupan dan persoalan hidup manusia yang begitu kompleks. wew... edy d iskandar memang dikenal sbg penulis novel2 pop. tapi kayaknya kok malah lebih laku di pasaran ya mas iman? :mrgreen:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tentu saja, bagaimana seorang Mohtar Lubis misalnya bisa menggambarkan keserakahan manusia dan pesan moral dalam ceritanya, Senja Di Jakarta, Peluru dan Mesiu..<br />
Juga bathin kita yang menolak ketidakadilan yang menimpa Srintil sang ronggeng dalam Triloginya Ahmad Tohari.Atau pergolakan batin tentang nilai nilai Ketuhanan yang  tergambar dalam Novel Achdiat K Hadimaja, &#8221; Atheis &#8220;. Masih banyak lagi, yang membuat saya begitu mendapat pencerahan dengan membaca karya karya sastra. Bukan memang seharusnya begitu ? sebuah karya sastra harus bisa memberikan sketsa dan ( mungkin ) sekaligus jawaban nilai kehidudan dan ruang batin kita.<br />
Karena itu yang membedakan karya sastra dengan novel novel kontemporer romans picisannya Eddy D Iskandar.</p>
<p>iman brotosenos last blog post..<a href="http://blog.imanbrotoseno.com/?p=217" rel="nofollow">Momen yang hilang</a></p>
<p>ooo<br />
yaps, beitulah, mas iman. saya malah terkesan dg novelnya Pak mochtar lubis yang &#8220;harimau2&#8243; itu mas; memasukan persoalan mistis dengan berbagai rahasio kehidupan dan persoalan hidup manusia yang begitu kompleks. wew&#8230; edy d iskandar memang dikenal sbg penulis novel2 pop. tapi kayaknya kok malah lebih laku di pasaran ya mas iman? <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Riyogarta</title>
		<link>http://sawali.info/2008/04/19/mampukah-cerita-rekaan-memperkaya-batin-pembaca/comment-page-1/#comment-3545</link>
		<dc:creator>Riyogarta</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 03:44:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=784#comment-3545</guid>
		<description>Cerita rekaan --menurut saya-- umumnya datang dari:


1. Secuil pengalaman penulis atau orang-orang disekitarnya yang kemudian di tambahkan sedikit atau banyak bumbu di sana sini.


2. Obsesi penulis atau keinginan penulis akan munculnya seseorang yang dia terjemahkan dengan menciptakan seorang tokoh.


3. Cerita-cerita tokoh masa lalu yang kemudian diceritakan ulang dari sudut pandang yang berbeda dari yang telah didapatkan dalam buku sejarah.


4. Cerita-cerita di masa lalu seringkali juga mendatangkan ilham untuk menciptakan tokoh serupa namun berbeda waktu dan tempat.


Wah, saya punya beberapa novel yang belum sempat dibaca, jadi ingat untuk membacanya gara-gara mampir di blog p'Sawali ;)

Riyogartas last blog post..&lt;a href="http://riyogarta.com/2008/04/19/pilihan-saya-ubuntu/" rel="nofollow"&gt;Pilihan Saya: Ubuntu&lt;/a&gt;

ooo
sepakat banget, mas riyo. sebagian besar cerita rekaan juga diciptakan berdasarkan apa yang disampaikan mas riyo itu. btw, mas riyo hobi baca novel juga rupanya, yak? salut! :roll:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita rekaan &#8211;menurut saya&#8211; umumnya datang dari:</p>
<p>1. Secuil pengalaman penulis atau orang-orang disekitarnya yang kemudian di tambahkan sedikit atau banyak bumbu di sana sini.</p>
<p>2. Obsesi penulis atau keinginan penulis akan munculnya seseorang yang dia terjemahkan dengan menciptakan seorang tokoh.</p>
<p>3. Cerita-cerita tokoh masa lalu yang kemudian diceritakan ulang dari sudut pandang yang berbeda dari yang telah didapatkan dalam buku sejarah.</p>
<p>4. Cerita-cerita di masa lalu seringkali juga mendatangkan ilham untuk menciptakan tokoh serupa namun berbeda waktu dan tempat.</p>
<p>Wah, saya punya beberapa novel yang belum sempat dibaca, jadi ingat untuk membacanya gara-gara mampir di blog p&#8217;Sawali <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /><br />
Riyogartas last blog post..<a href="http://riyogarta.com/2008/04/19/pilihan-saya-ubuntu/" rel="nofollow">Pilihan Saya: Ubuntu</a></p>
<p>ooo<br />
sepakat banget, mas riyo. sebagian besar cerita rekaan juga diciptakan berdasarkan apa yang disampaikan mas riyo itu. btw, mas riyo hobi baca novel juga rupanya, yak? salut! <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
