<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Revitalisasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah</title>
	<atom:link href="http://sawali.info/2008/04/15/revitalisasi-pembelajaran-bahasa-indonesia-di-sekolah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sawali.info/2008/04/15/revitalisasi-pembelajaran-bahasa-indonesia-di-sekolah/</link>
	<description>Tentang Dunia Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Indonesia</description>
	<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 22:57:40 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
		<item>
		<title>By: resi bismo</title>
		<link>http://sawali.info/2008/04/15/revitalisasi-pembelajaran-bahasa-indonesia-di-sekolah/#comment-3520</link>
		<dc:creator>resi bismo</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 09:39:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=780#comment-3520</guid>
		<description>Bahasa indonesia sudah pasti sangat penting untuk berlangsungnya kehidupan berbangsa dan bernegara, tanpa bahasa tidak mungkin adanya indonesia, sebab hal tersebut merupakan tiang pancang berdirinya negara dan identitas bangsa.

satu, peran pemimpin yang sangat punya andil besar dalam rangka menumbuh kembangkan penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar, dengan mencontohkan berbahasa yang baik dan benar secara langsung publik bisa mencontoh bagaimana sejatinya manusia indonesia itu.

kedua, guru sangat berperan dalam membentuk karakter berbahasa anak didik, jika guru dapat menjadi contoh yang baik maka dimungkinkan "tertular" kepada anak didiknya.

Ketiga, banyaknya kurikulum dan kurangnya jam pelajaran untuk bahasa indonesia menambah derita cita2 menjadikan bahasa indonesia tuanrumah di negeri sendiri, mengapa? saya seumur hidup belum pernah masuk  yang namanya laboratorium bahasa indonesia, atau kursus bahasa indonesia  :P  sehingga wajar kalau kualiatas pengajaran dan hasil yang didapatkan sangat tidak memuaskan.

resi bismos last blog post..&lt;a href="http://resibismo.wordpress.com/2008/04/17/bangga-berbahasa/" rel="nofollow"&gt;bangga berbahasa&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
ooo
yups, terima kasih masukannya, mas ario. begitulah fakta yang terjadi, mas. kaum elite dan tokoh2 masayarakat yang seharusnya menjadi anutan saja banyak yang tdk taat asas terhadap kaidah berbahasa yang baik dan benar. sementara itu, di sekolah, banyak juga yang masih sangat minim fasilitasnya sehingga pembelajaran bahasa indonesia tdk bisa berlangsung secara optimal. :idea:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bahasa indonesia sudah pasti sangat penting untuk berlangsungnya kehidupan berbangsa dan bernegara, tanpa bahasa tidak mungkin adanya indonesia, sebab hal tersebut merupakan tiang pancang berdirinya negara dan identitas bangsa.</p>
<p>satu, peran pemimpin yang sangat punya andil besar dalam rangka menumbuh kembangkan penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar, dengan mencontohkan berbahasa yang baik dan benar secara langsung publik bisa mencontoh bagaimana sejatinya manusia indonesia itu.</p>
<p>kedua, guru sangat berperan dalam membentuk karakter berbahasa anak didik, jika guru dapat menjadi contoh yang baik maka dimungkinkan &#8220;tertular&#8221; kepada anak didiknya.</p>
<p>Ketiga, banyaknya kurikulum dan kurangnya jam pelajaran untuk bahasa indonesia menambah derita cita2 menjadikan bahasa indonesia tuanrumah di negeri sendiri, mengapa? saya seumur hidup belum pernah masuk  yang namanya laboratorium bahasa indonesia, atau kursus bahasa indonesia  <img src='http://sawali.info/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#80;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#80;' />  sehingga wajar kalau kualiatas pengajaran dan hasil yang didapatkan sangat tidak memuaskan.</p>
<p>resi bismos last blog post..<a href="http://resibismo.wordpress.com/2008/04/17/bangga-berbahasa/" rel="nofollow">bangga berbahasa</a><br />
<br />
ooo<br />
yups, terima kasih masukannya, mas ario. begitulah fakta yang terjadi, mas. kaum elite dan tokoh2 masayarakat yang seharusnya menjadi anutan saja banyak yang tdk taat asas terhadap kaidah berbahasa yang baik dan benar. sementara itu, di sekolah, banyak juga yang masih sangat minim fasilitasnya sehingga pembelajaran bahasa indonesia tdk bisa berlangsung secara optimal. :idea:</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: trihayat</title>
		<link>http://sawali.info/2008/04/15/revitalisasi-pembelajaran-bahasa-indonesia-di-sekolah/#comment-3497</link>
		<dc:creator>trihayat</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 15:38:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=780#comment-3497</guid>
		<description>Hallo Pak Sawali saya pengunjung baru blog Bapak, tolong bimbing ya

oooo
halo juga pak tri, makasih kunjungannya. btw, saya juga sedang belajar ngeblog, pak, hehehe  :oke kita sharing aja, yak!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hallo Pak Sawali saya pengunjung baru blog Bapak, tolong bimbing ya</p>
<p>oooo<br />
halo juga pak tri, makasih kunjungannya. btw, saya juga sedang belajar ngeblog, pak, hehehe  <img src='http://sawali.info/smilies/yahoo_ooooh.gif' alt='&#58;&#111;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#111;' />ke kita sharing aja, yak!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: syahbal</title>
		<link>http://sawali.info/2008/04/15/revitalisasi-pembelajaran-bahasa-indonesia-di-sekolah/#comment-3489</link>
		<dc:creator>syahbal</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 07:38:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=780#comment-3489</guid>
		<description>assalamualaikum..
saya bingung pak..
di satu pihak bahasa indonesia sangat penting..
tapi dilain pihak kita dipaksa untk bisa bahasa asing dinegeri sendiri.. banyak universitas yg mewajibkan dalam kuliahnya 50:50.. 50 indonesia.. 50 inggris.. dan ajaibnya.. bahasa indonesia yg digunakan itu bahasa gaul.. bukan bahasa yg baik..
lalu saat wawancara kerjapun begitu.. kita diajak berbahasa asing.. padahal untk posisi yg tidak bersosialisasi dgn orng asing.. bahkan di perusahaannya itu sendiri tidak ada orng asingnya..
sbenernya yg merusak bahasa itu kita sendiri.. yaitu sifat gengsian.. bnul..
wah bener kata saya.. bapak harus jadi menteri pendidikan nasional.. kapan pak?wehehe..

&lt;em&gt;syahbal's last blog post..&lt;a href='http://camelisonta.wordpress.com/2008/04/12/my-grandma/' rel="nofollow"&gt;My Grandma?&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;

ooo
walaikum salam. hehehehe :smile: sebenarnya tdk perlu bingung, mas. idealnya bahasa indonesia juga harus terbuka dan luwes terhadap pengaruh asing, apalagi kalau memang ada keinginan utk menjadi bahasa ilmu pengetahuan. hanya saja, modernisasi bhs indonesia jangan sampai menjadikannya lupa terhadap jatidir bangsa yang sdh lama teruji oleh sejarah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum..<br />
saya bingung pak..<br />
di satu pihak bahasa indonesia sangat penting..<br />
tapi dilain pihak kita dipaksa untk bisa bahasa asing dinegeri sendiri.. banyak universitas yg mewajibkan dalam kuliahnya 50:50.. 50 indonesia.. 50 inggris.. dan ajaibnya.. bahasa indonesia yg digunakan itu bahasa gaul.. bukan bahasa yg baik..<br />
lalu saat wawancara kerjapun begitu.. kita diajak berbahasa asing.. padahal untk posisi yg tidak bersosialisasi dgn orng asing.. bahkan di perusahaannya itu sendiri tidak ada orng asingnya..<br />
sbenernya yg merusak bahasa itu kita sendiri.. yaitu sifat gengsian.. bnul..<br />
wah bener kata saya.. bapak harus jadi menteri pendidikan nasional.. kapan pak?wehehe..</p>
<p><em>syahbal&#8217;s last blog post..<a href='http://camelisonta.wordpress.com/2008/04/12/my-grandma/' rel="nofollow">My Grandma?</a></em></p>
<p>ooo<br />
walaikum salam. hehehehe :smile: sebenarnya tdk perlu bingung, mas. idealnya bahasa indonesia juga harus terbuka dan luwes terhadap pengaruh asing, apalagi kalau memang ada keinginan utk menjadi bahasa ilmu pengetahuan. hanya saja, modernisasi bhs indonesia jangan sampai menjadikannya lupa terhadap jatidir bangsa yang sdh lama teruji oleh sejarah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: edratna</title>
		<link>http://sawali.info/2008/04/15/revitalisasi-pembelajaran-bahasa-indonesia-di-sekolah/#comment-3488</link>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 06:57:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=780#comment-3488</guid>
		<description>Hmm iya, kenapa ya? Tapi kalau dilihat perkembangan sejak dulu, sebetulnya bahasa Indonesia adalah bahasa yang luwes, yang setiap kali menerima bahasa lain menjadi istilah dalam bahasa Indonesia.

Saya termasuk orang yang mungkin kalau ditest tata bahasa Indonesia (semacam TOEFL atau TOEIC) mungkin nggak lulus. Padahal ayah saya guru bahasa Indonesia.

&lt;em&gt;edratna's last blog post..&lt;a href='http://edratna.wordpress.com/2008/04/16/early-warning-signals/' rel="nofollow"&gt;Early warning signals&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;

ooo
yups, bener banget, bu enny. idealnya memang begitu, bu. penggunaan padanan pun perlu benar2 selektif; tdk harus semua istilah asing mesti dicarikan padanannya kalau pada kenyataannya justru malah lebih asing daripada istilah asing itu sendiri. btw, kenapa juga bu enny merasa kura pede *halah* kalau harus mengikuti ujian tata bahasa? tapi, sepertinya ujian seperti itu tdk ada, bu, hehehehe :idea:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hmm iya, kenapa ya? Tapi kalau dilihat perkembangan sejak dulu, sebetulnya bahasa Indonesia adalah bahasa yang luwes, yang setiap kali menerima bahasa lain menjadi istilah dalam bahasa Indonesia.</p>
<p>Saya termasuk orang yang mungkin kalau ditest tata bahasa Indonesia (semacam TOEFL atau TOEIC) mungkin nggak lulus. Padahal ayah saya guru bahasa Indonesia.</p>
<p><em>edratna&#8217;s last blog post..<a href='http://edratna.wordpress.com/2008/04/16/early-warning-signals/' rel="nofollow">Early warning signals</a></em></p>
<p>ooo<br />
yups, bener banget, bu enny. idealnya memang begitu, bu. penggunaan padanan pun perlu benar2 selektif; tdk harus semua istilah asing mesti dicarikan padanannya kalau pada kenyataannya justru malah lebih asing daripada istilah asing itu sendiri. btw, kenapa juga bu enny merasa kura pede *halah* kalau harus mengikuti ujian tata bahasa? tapi, sepertinya ujian seperti itu tdk ada, bu, hehehehe :idea:</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tomy</title>
		<link>http://sawali.info/2008/04/15/revitalisasi-pembelajaran-bahasa-indonesia-di-sekolah/#comment-3487</link>
		<dc:creator>tomy</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 04:47:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=780#comment-3487</guid>
		<description>maaf cuma bisa berpuisi  :oops: 
tapi memang benar kenyataannya bahwa kita sering merasa rendah diri

&lt;em&gt;tomy's last blog post..&lt;a href='http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/04/14/pembacaan-dalam-seonggok-tai/' rel="nofollow"&gt;PEMBACAAN DALAM SEONGGOK TAI&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;

ooo
terima kasih pak tomy. pusinya yang indah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>maaf cuma bisa berpuisi  <img src='http://sawali.info/smilies/yahoo_ooooh.gif' alt='&#58;&#111;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#111;' />ops:<br />
tapi memang benar kenyataannya bahwa kita sering merasa rendah diri</p>
<p><em>tomy&#8217;s last blog post..<a href='http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/04/14/pembacaan-dalam-seonggok-tai/' rel="nofollow">PEMBACAAN DALAM SEONGGOK TAI</a></em></p>
<p>ooo<br />
terima kasih pak tomy. pusinya yang indah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tomy</title>
		<link>http://sawali.info/2008/04/15/revitalisasi-pembelajaran-bahasa-indonesia-di-sekolah/#comment-3486</link>
		<dc:creator>tomy</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 04:44:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=780#comment-3486</guid>
		<description>Bahasa yang indah adalah bahasa Tuan
Bahasa kami gonggongan anjing liar
Pikiran yang mulia adalah pikiran Tuan
Pikiran kami pikiran otak udang

Kami bangsa taklukan
Diperbudak di tanah moyang
Para perempuannya pemuas zakar
Lelakinya penjilat pantat
Kaum muda layu tunas tidak berakar
Kaum tua lapuk kayu dimakan ngengat

Jangan minta kami berjuang
Kemerdekaan cuma bidaah besar
Upah kami surga di tangan
Kau bilang fatamorgana ?

Enyah kau setan !!!
Lolonganmu tak kami butuhkan
Kami dilahirkan dari kebohongan
Kami dihidupi oleh kebohongan
Jangan pernah kau ambil dari kami
Karena hanya itu ...
Sisa-sisa hajat untuk kami makan

&lt;em&gt;tomy's last blog post..&lt;a href='http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/04/14/pembacaan-dalam-seonggok-tai/' rel="nofollow"&gt;PEMBACAAN DALAM SEONGGOK TAI&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;

ooo
puisinya indah pak tomy, tapi isinya bener2 sarkastis, hehehehe :lol: mencerminkan kondisi bangsa kita yang memang sulit melakukan sebuah perubahan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bahasa yang indah adalah bahasa Tuan<br />
Bahasa kami gonggongan anjing liar<br />
Pikiran yang mulia adalah pikiran Tuan<br />
Pikiran kami pikiran otak udang</p>
<p>Kami bangsa taklukan<br />
Diperbudak di tanah moyang<br />
Para perempuannya pemuas zakar<br />
Lelakinya penjilat pantat<br />
Kaum muda layu tunas tidak berakar<br />
Kaum tua lapuk kayu dimakan ngengat</p>
<p>Jangan minta kami berjuang<br />
Kemerdekaan cuma bidaah besar<br />
Upah kami surga di tangan<br />
Kau bilang fatamorgana ?</p>
<p>Enyah kau setan !!!<br />
Lolonganmu tak kami butuhkan<br />
Kami dilahirkan dari kebohongan<br />
Kami dihidupi oleh kebohongan<br />
Jangan pernah kau ambil dari kami<br />
Karena hanya itu &#8230;<br />
Sisa-sisa hajat untuk kami makan</p>
<p><em>tomy&#8217;s last blog post..<a href='http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/04/14/pembacaan-dalam-seonggok-tai/' rel="nofollow">PEMBACAAN DALAM SEONGGOK TAI</a></em></p>
<p>ooo<br />
puisinya indah pak tomy, tapi isinya bener2 sarkastis, hehehehe :lol: mencerminkan kondisi bangsa kita yang memang sulit melakukan sebuah perubahan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Robert Manurung</title>
		<link>http://sawali.info/2008/04/15/revitalisasi-pembelajaran-bahasa-indonesia-di-sekolah/#comment-3484</link>
		<dc:creator>Robert Manurung</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 04:28:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=780#comment-3484</guid>
		<description>:grin: bahasa indoesia sudah mulai "impoten" Pak Guru. Cobalah carikan padanan kata "gadget", "blog", "blogging", "blogger", "template", dan banyak lagi istilah dari bahasa inggris yang kita pakai sehari-hari di dunia maya. Itu baru secuil contoh dari dunia internet; lebih banyak lagi di dunia kedokteran, teknik, teknologi tinggi, dll.

Maksudku, usulan Pak Sawali untuk revitalisasi bahasa Indonesia itu memang perlu, tapi bukan dalam lingkup sekolah saja. 

Di semua bidang kehidupan, profesi dan strata sosial; bahasa Indonesia sudah sangat mendesak untuk direvitalisasi. Jika tidak, cucu Pak sawali yang lahir dan besar di Indonesia nantinya akan lebih lancar berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan "Grandpa" Sawali daripada pakai bahasa Indonesia.

&lt;em&gt;Robert Manurung's last blog post..&lt;a href='http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/04/15/dari-medan-sampai-milan-money-politics/' rel="nofollow"&gt;Dari Medan Sampai Milan : Money Politics ?&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;

ooo
wah, istilahnya serem, bung robert, hehehehe :mrgreen: agaknya memang sdh sangat mendesak utk dilakukan revitalisasi BI, bung. meski demikian, revitalisasi ini perlu proses secara bertahap. dunia pendidikan perlu memulainya, kemudian juga tokoh2 masyarakat dan kaum elite yang seharusnya menjadi anutan. mereka harus bisa menjadi teladan bagaimana cara berbahasa yang baik dan benar. </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>:grin: bahasa indoesia sudah mulai &#8220;impoten&#8221; Pak Guru. Cobalah carikan padanan kata &#8220;gadget&#8221;, &#8220;blog&#8221;, &#8220;blogging&#8221;, &#8220;blogger&#8221;, &#8220;template&#8221;, dan banyak lagi istilah dari bahasa inggris yang kita pakai sehari-hari di dunia maya. Itu baru secuil contoh dari dunia internet; lebih banyak lagi di dunia kedokteran, teknik, teknologi tinggi, dll.</p>
<p>Maksudku, usulan Pak Sawali untuk revitalisasi bahasa Indonesia itu memang perlu, tapi bukan dalam lingkup sekolah saja. </p>
<p>Di semua bidang kehidupan, profesi dan strata sosial; bahasa Indonesia sudah sangat mendesak untuk direvitalisasi. Jika tidak, cucu Pak sawali yang lahir dan besar di Indonesia nantinya akan lebih lancar berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan &#8220;Grandpa&#8221; Sawali daripada pakai bahasa Indonesia.</p>
<p><em>Robert Manurung&#8217;s last blog post..<a href='http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/04/15/dari-medan-sampai-milan-money-politics/' rel="nofollow">Dari Medan Sampai Milan : Money Politics ?</a></em></p>
<p>ooo<br />
wah, istilahnya serem, bung robert, hehehehe :mrgreen: agaknya memang sdh sangat mendesak utk dilakukan revitalisasi BI, bung. meski demikian, revitalisasi ini perlu proses secara bertahap. dunia pendidikan perlu memulainya, kemudian juga tokoh2 masyarakat dan kaum elite yang seharusnya menjadi anutan. mereka harus bisa menjadi teladan bagaimana cara berbahasa yang baik dan benar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: adikhresna</title>
		<link>http://sawali.info/2008/04/15/revitalisasi-pembelajaran-bahasa-indonesia-di-sekolah/#comment-3482</link>
		<dc:creator>adikhresna</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 02:56:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=780#comment-3482</guid>
		<description>Assalamu'alaikum
Komentar-komentar (tuh kan nulis komentar aja kudu pake dua kali, kenapa nggak komentars saja  :mrgreen: ) di atas semuanya sudah bagus. Kenapa saya anggap bagus semua? Karena informasi yang masuk ke memori saya, nampaknya baru dari komentars tersebut. :-( 

Ana cuma dapat komentar begini saja Mas Sawali; (penggunaan tanda titik koma saja sepertinya belum umum digunakan, setahu saya sih) keberadaan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (P3B) saat ini seberapa efektif dalam merevitalisasi bahasa Indonesia? Kenapa namanya kok bukan Pusat Pengkajian dan Pengembangan Bahasa Indonesia (PPPBI)? Pengkajian ini dimaksudkan agar proses penyerapan dan pemadanan dari bahasa asing ke bahasa Indonesia menjadi lebih cepat. Ini usulan iseng barangkali Mas ya?

Satu lagi Mas; secara jujur saya akui bahwa bahasa Indonesia itu tidak efisien! Misalnya, komentar-komentar dan sejumlah contoh lainnya (perlu dua kali saya menulisnya). Memang benar sih, saya dapat saja menuliskannya menjadi komentar2; tapi kan tidak baku? 

Wassalamu'alaikum

ooo
waalaikum salam, mas adi. sepanjang pengetahuan awam saya, antara lafal dan ejaan dalam bahasa indonesia mesti sinkron, mas. kalau komentar diakhir dg s sbg penanda bentuk jamak, nanti lafalnya jadi /komentars/ hehehehe :lol: ttg penggunaan nama pengkajian utk pusat bahasa, waduh, saya juga tidak tahu tuh, mas. penekanan kata "pembinaan" di situ agaknya dimaksudkan bahwa tugas dan tanggung jawab pusat bahasa tdak melulu melakukan kajian dan pengembangan, tetapi sekaligus juga melakukan pembinaan bahasa kepada publik melalui berbagai media, baik cetak maupun eletronik. *halah sok tahu*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum<br />
Komentar-komentar (tuh kan nulis komentar aja kudu pake dua kali, kenapa nggak komentars saja  :mrgreen: ) di atas semuanya sudah bagus. Kenapa saya anggap bagus semua? Karena informasi yang masuk ke memori saya, nampaknya baru dari komentars tersebut. <img src='http://sawali.info/smilies/yahoo_sad.gif' alt='&#58;&#45;&#40;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#40;' /> </p>
<p>Ana cuma dapat komentar begini saja Mas Sawali; (penggunaan tanda titik koma saja sepertinya belum umum digunakan, setahu saya sih) keberadaan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (P3B) saat ini seberapa efektif dalam merevitalisasi bahasa Indonesia? Kenapa namanya kok bukan Pusat Pengkajian dan Pengembangan Bahasa Indonesia (PPPBI)? Pengkajian ini dimaksudkan agar proses penyerapan dan pemadanan dari bahasa asing ke bahasa Indonesia menjadi lebih cepat. Ini usulan iseng barangkali Mas ya?</p>
<p>Satu lagi Mas; secara jujur saya akui bahwa bahasa Indonesia itu tidak efisien! Misalnya, komentar-komentar dan sejumlah contoh lainnya (perlu dua kali saya menulisnya). Memang benar sih, saya dapat saja menuliskannya menjadi komentar2; tapi kan tidak baku? </p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum</p>
<p>ooo<br />
waalaikum salam, mas adi. sepanjang pengetahuan awam saya, antara lafal dan ejaan dalam bahasa indonesia mesti sinkron, mas. kalau komentar diakhir dg s sbg penanda bentuk jamak, nanti lafalnya jadi /komentars/ hehehehe :lol: ttg penggunaan nama pengkajian utk pusat bahasa, waduh, saya juga tidak tahu tuh, mas. penekanan kata &#8220;pembinaan&#8221; di situ agaknya dimaksudkan bahwa tugas dan tanggung jawab pusat bahasa tdak melulu melakukan kajian dan pengembangan, tetapi sekaligus juga melakukan pembinaan bahasa kepada publik melalui berbagai media, baik cetak maupun eletronik. *halah sok tahu*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: erander</title>
		<link>http://sawali.info/2008/04/15/revitalisasi-pembelajaran-bahasa-indonesia-di-sekolah/#comment-3480</link>
		<dc:creator>erander</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 01:46:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=780#comment-3480</guid>
		<description>&lt;blockquote&gt;Mampukah bahasa Indonesia menjadi bahasa budaya dan bahasa Iptek yang berwibawa dan punya prestise tersendiri di tengah-tengah dahsyatnya arus globalisasi?&lt;/blockquote&gt;

Semua tergantung pada bangsa ini. Kita tidak bisa meminta negara lain atau bangsa lain untuk mengakui bahasa kita. Jadi saya setuju sekali dengan pak Sawali untuk melakukan revitalisasi bahasa Indonesia.

Setelah kamus besar bahasa Indonesia memiliki situs, sekarang setiap mencari pengertian kata, saya selalu merujuk pada KBBI dari pada ke wikipedia. Mudah2an ada upaya-upaya bangsa ini membuat KKBI semudah wikipedia.

Saya juga sudah mulai membiasakan menggunakan kata unduh dari pada donlot. Rekam jejak dari pada track record. Anjungan tunai mandiri dari pada automatic teller machine dlsbnya.

Saya berharap akan ada kata pengganti SMS dan HP hehehe juga kata-kata ganti lainnya yang lebih Indonesia. Memang ini tantangan yang menyenangkan .. apalagi tahun ini adalah moment yang tepat untuk itu.

&lt;em&gt;erander's last blog post..&lt;a href='http://erander.wordpress.com/2008/03/24/usai-liburan-panjang/' rel="nofollow"&gt;Usai liburan panjang&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;

yups, mudah2an saja harapan pak eby dan kita semuanya bisa terwujud, pak. bagaimanapun juga bahasa indonesia yang memiliki sejarah panjang dalam peradaban bangsa kita perlu terus dikembangkan sebagai salah satu jatidiri bangsa. meski demikian, pencarian padanan utk istilah2 asing juga perlu dilakukan secara selektif, sebab ada kalanya padanan kata indonesia seringkali terasa lebih asing daripada istilah asing itu sendiri, hehehehe :mrgreen: saya juga sering menggunakan KBBI daring sebagai rujukan, pak, meskipun masih sangat sederhana isinya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Mampukah bahasa Indonesia menjadi bahasa budaya dan bahasa Iptek yang berwibawa dan punya prestise tersendiri di tengah-tengah dahsyatnya arus globalisasi?</p></blockquote>
<p>Semua tergantung pada bangsa ini. Kita tidak bisa meminta negara lain atau bangsa lain untuk mengakui bahasa kita. Jadi saya setuju sekali dengan pak Sawali untuk melakukan revitalisasi bahasa Indonesia.</p>
<p>Setelah kamus besar bahasa Indonesia memiliki situs, sekarang setiap mencari pengertian kata, saya selalu merujuk pada KBBI dari pada ke wikipedia. Mudah2an ada upaya-upaya bangsa ini membuat KKBI semudah wikipedia.</p>
<p>Saya juga sudah mulai membiasakan menggunakan kata unduh dari pada donlot. Rekam jejak dari pada track record. Anjungan tunai mandiri dari pada automatic teller machine dlsbnya.</p>
<p>Saya berharap akan ada kata pengganti SMS dan HP hehehe juga kata-kata ganti lainnya yang lebih Indonesia. Memang ini tantangan yang menyenangkan .. apalagi tahun ini adalah moment yang tepat untuk itu.</p>
<p><em>erander&#8217;s last blog post..<a href='http://erander.wordpress.com/2008/03/24/usai-liburan-panjang/' rel="nofollow">Usai liburan panjang</a></em></p>
<p>yups, mudah2an saja harapan pak eby dan kita semuanya bisa terwujud, pak. bagaimanapun juga bahasa indonesia yang memiliki sejarah panjang dalam peradaban bangsa kita perlu terus dikembangkan sebagai salah satu jatidiri bangsa. meski demikian, pencarian padanan utk istilah2 asing juga perlu dilakukan secara selektif, sebab ada kalanya padanan kata indonesia seringkali terasa lebih asing daripada istilah asing itu sendiri, hehehehe :mrgreen: saya juga sering menggunakan KBBI daring sebagai rujukan, pak, meskipun masih sangat sederhana isinya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: herianto</title>
		<link>http://sawali.info/2008/04/15/revitalisasi-pembelajaran-bahasa-indonesia-di-sekolah/#comment-3479</link>
		<dc:creator>herianto</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 23:44:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=780#comment-3479</guid>
		<description>Benar pak, saya juga bangga kalo di tulisan saya ada ng-english nya dikit..., agak keren gitu lho ...  :mrgreen:

&lt;em&gt;herianto's last blog post..&lt;a href='http://herianto.unsada.ac.id/?p=54' rel="nofollow"&gt;Test Youtube player&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;

ooo
walah, pak heri memang suka menumpuk2 istilah asing dalam tulisan? wakakakaka :lol: memang keren juga, pak, tapi seringkali juga menimbulkan amsalah bagi pembaca kalau kurang akrab dg bhs linggis. :smile:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Benar pak, saya juga bangga kalo di tulisan saya ada ng-english nya dikit&#8230;, agak keren gitu lho &#8230;  :mrgreen:</p>
<p><em>herianto&#8217;s last blog post..<a href='http://herianto.unsada.ac.id/?p=54' rel="nofollow">Test Youtube player</a></em></p>
<p>ooo<br />
walah, pak heri memang suka menumpuk2 istilah asing dalam tulisan? wakakakaka :lol: memang keren juga, pak, tapi seringkali juga menimbulkan amsalah bagi pembaca kalau kurang akrab dg bhs linggis. :smile:</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
