Slank, Wakil Rakyat, dan Budaya Antikritik
Heboh lirik “Gosip Jalanan” yang diluncurkan Slank agaknya mulai mereda setelah Badan Kehormatan (BK) DPR yang semula kebakaran jenggot telah “tiarap” dan menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk menyikapinya. Jadi geli. Bisa jadi benar apa yang pernah disinyalir oleh Gus Dur ketika masih duduk di atas tahta RI 1 bahwa pola pikir para penghuni senayan yang terhormat itu selevel dengan anak-anak TK. Emosi gampang terpancing dan tidak konsisten. Sebagai produk budaya, lirik Slank seharusnya perlu diapresiasi sebagai karya anak bangsa yang tidak melulu menghamba pada budaya pop yang marak seperti belakangan ini. Dalam pemahaman awam saya, “Gosip Jalanan” merupakan ekspresi kekecewaan sekelompok musisi... (Baca lanjutannya!)













