<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Mewaspadai Komersialisasi Pendidikan</title>
	<atom:link href="http://sawali.info/2008/04/09/mewaspadai-komersialisasi-pendidikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sawali.info/2008/04/09/mewaspadai-komersialisasi-pendidikan/</link>
	<description>Tentang Dunia Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Indonesia</description>
	<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 21:13:02 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: achoey sang khilaf</title>
		<link>http://sawali.info/2008/04/09/mewaspadai-komersialisasi-pendidikan/comment-page-1/#comment-3404</link>
		<dc:creator>achoey sang khilaf</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 12:46:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=769#comment-3404</guid>
		<description>alangkah sedihnya jika pendidikan dikomersialkan
dan kulihat Ibu Pertiwi kan menangis lagi

&lt;em&gt;achoey sang khilaf's last blog post..&lt;a href='http://achoey.wordpress.com/2008/04/11/ketika-kita-butuh-dianggap-baik/' rel="nofollow"&gt;Ketika Kita Butuh Dianggap Baik&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;

ooo
bener, mas. entah sampai kapan ibu pertiwi bisa berhenti menangis :cry:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>alangkah sedihnya jika pendidikan dikomersialkan<br />
dan kulihat Ibu Pertiwi kan menangis lagi</p>
<p><em>achoey sang khilaf&#8217;s last blog post..<a href='http://achoey.wordpress.com/2008/04/11/ketika-kita-butuh-dianggap-baik/' rel="nofollow">Ketika Kita Butuh Dianggap Baik</a></em></p>
<p>ooo<br />
bener, mas. entah sampai kapan ibu pertiwi bisa berhenti menangis <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_cry.gif' alt=':cry:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Singal Sihombing</title>
		<link>http://sawali.info/2008/04/09/mewaspadai-komersialisasi-pendidikan/comment-page-1/#comment-3382</link>
		<dc:creator>Singal Sihombing</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 13:02:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=769#comment-3382</guid>
		<description>Negeri tercinta ini, seharusnya lebih fokus pada pendidikan, semua anak punya hak untuk sekolah. Sekolah harus gratis dari TK sampai SLTA. Gaji guru harus besar. Otonomi sekolah yang berakibat pada komersialisasi adalah pembusukan ilmu dan kompetensi. Anak orang yang tidak mampu dari sisi keuangan, padahal pintar dan baik, makin terjepit dan tidak bisa melanjutkan pendidikannya. Akibatnya?! negeri ini suatu saat akan dipimpin oleh....pada dasarnya bodoh. kasihan negeriku.

&lt;em&gt;Singal Sihombing's last blog post..&lt;a href='http://singal.wordpress.com/2008/04/10/derap-langkah-dan-demokrasi/' rel="nofollow"&gt;Derap Langkah Dan Demokrasi&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;

ooo
yaps, sepakat banget pak sihombing. seharusnya dunia pendidikan di negeri ini hsrus memberikan kesempatan dan perluasan akses kepada anak2 bangsa utk menikmati pendidikan. kalau dihantui komersialisasi, wah, kasih juga anak2 cerdas yang tak dapat tempat. dampaknya jelas akan berpengaruh terhadap masa depan negeri ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Negeri tercinta ini, seharusnya lebih fokus pada pendidikan, semua anak punya hak untuk sekolah. Sekolah harus gratis dari TK sampai SLTA. Gaji guru harus besar. Otonomi sekolah yang berakibat pada komersialisasi adalah pembusukan ilmu dan kompetensi. Anak orang yang tidak mampu dari sisi keuangan, padahal pintar dan baik, makin terjepit dan tidak bisa melanjutkan pendidikannya. Akibatnya?! negeri ini suatu saat akan dipimpin oleh&#8230;.pada dasarnya bodoh. kasihan negeriku.</p>
<p><em>Singal Sihombing&#8217;s last blog post..<a href='http://singal.wordpress.com/2008/04/10/derap-langkah-dan-demokrasi/' rel="nofollow">Derap Langkah Dan Demokrasi</a></em></p>
<p>ooo<br />
yaps, sepakat banget pak sihombing. seharusnya dunia pendidikan di negeri ini hsrus memberikan kesempatan dan perluasan akses kepada anak2 bangsa utk menikmati pendidikan. kalau dihantui komersialisasi, wah, kasih juga anak2 cerdas yang tak dapat tempat. dampaknya jelas akan berpengaruh terhadap masa depan negeri ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yari NK</title>
		<link>http://sawali.info/2008/04/09/mewaspadai-komersialisasi-pendidikan/comment-page-1/#comment-3371</link>
		<dc:creator>Yari NK</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 06:37:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=769#comment-3371</guid>
		<description>Yah... agak sulitlah sekolah berperan untuk menjadi "agen perubahan" agar kelak negeri ini tidak dihuni oleh kaum2 yang korup. Wong kesuksesan di negeri ini masih semata2 diukur dengan uang bukan prestasi kok. Yang ada difikirannya adalah "bagaimana caranya agar cepat menjadi kaya" tanpa harus bersusah payah dan tanpa harus berprestasi! Seharusnya yang dibanggakan prestasi dulu, nah kalau sudah baru merembet pada uang! Kalau tidak, ya tidak heran negeri ini hanya dipenuhi makhluk2 yang korup! :(

&lt;em&gt;Yari NK's last blog post..&lt;a href='http://spektrumku.wordpress.com/2008/04/11/gunakan-sistem-pengukuran-metrik-buang-jauh-sistem-pengukuran-inggris/' rel="nofollow"&gt;Gunakan Sistem Pengukuran Metrik, Buang Jauh Sistem Pengukuran Inggris!&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;

ooosepakat dengan pendapat bung yari. mestinya mendahulukan prestasi ketimbang uang itu dijadikan sebagai sebuah budaya. tapi *halah pesimis lagi* itulah kenyataan yang terjadi di negeri ini, bung. semuanya diukur dg duit mlulu. pendidikan pun terindikasi mengarah mke situ, bener2 repot bung. :cry:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yah&#8230; agak sulitlah sekolah berperan untuk menjadi &#8220;agen perubahan&#8221; agar kelak negeri ini tidak dihuni oleh kaum2 yang korup. Wong kesuksesan di negeri ini masih semata2 diukur dengan uang bukan prestasi kok. Yang ada difikirannya adalah &#8220;bagaimana caranya agar cepat menjadi kaya&#8221; tanpa harus bersusah payah dan tanpa harus berprestasi! Seharusnya yang dibanggakan prestasi dulu, nah kalau sudah baru merembet pada uang! Kalau tidak, ya tidak heran negeri ini hanya dipenuhi makhluk2 yang korup! <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /><br />
<em>Yari NK&#8217;s last blog post..<a href='http://spektrumku.wordpress.com/2008/04/11/gunakan-sistem-pengukuran-metrik-buang-jauh-sistem-pengukuran-inggris/' rel="nofollow">Gunakan Sistem Pengukuran Metrik, Buang Jauh Sistem Pengukuran Inggris!</a></em></p>
<p>ooosepakat dengan pendapat bung yari. mestinya mendahulukan prestasi ketimbang uang itu dijadikan sebagai sebuah budaya. tapi *halah pesimis lagi* itulah kenyataan yang terjadi di negeri ini, bung. semuanya diukur dg duit mlulu. pendidikan pun terindikasi mengarah mke situ, bener2 repot bung. <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_cry.gif' alt=':cry:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Robert  Manurung</title>
		<link>http://sawali.info/2008/04/09/mewaspadai-komersialisasi-pendidikan/comment-page-1/#comment-3367</link>
		<dc:creator>Robert  Manurung</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 05:04:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=769#comment-3367</guid>
		<description>Sayangnya apa yang Pak Sawali cemaskan bukan lagi akan terjadi, tapi sudah terjadi. Secara formal mungkin belum, tapi dari segi paradigma sudah tidak ada masalah, dan sebagian sudah dipraktekkan.Masyarakat luas sudah menyerah, paling-paling menggerutu. 

Pendidikan adalah bagian dari keadaan makro di negeri ini. Dan keadaan makro itu adalah menjadikan segala sesuatu menjadi proyek, profit oriented dan sapih perah; termasuk rumah sakit, jawatan kereta api dan taman pemakaman umum.

Pokoknya sejak lahir, sekolah, pacaran, melamar kerja, promosi jabatan, menikah,sampai akhirnya mati : HARUS MEMBAYAR MAHAL + biaya tidak resmi.Diam-diam kita suda menerima itu sebagai keniscayaan. Pertanyannya cuma satu : bagaimana caranya supaya aku kebagian dan ikut foya-foya ?  

Maaf Pak Sawali kalau komentar ini malah membuat lebih pesimis. Maunya sih menawarkan optimisme; tapi...

&lt;em&gt;Robert  Manurung's last blog post..&lt;a href='http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/04/11/3000-karyawan-adam-air-belum-gajian/' rel="nofollow"&gt;3.000 Karyawan Adam Air Belum Gajian&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;

ooo
hahahaha :lol: sikap pesimisme itu memang kadang2 diperlukan, bung robert agar kita bisa mengambil langkah dan solusi terbaik. bung robert bener. masyarakay kita di berbagai lapis dan lini kehidupan sdh demikian jauh terjerat dalam rantai korupsi. utk memutus mata rantai itu *saya juga pesimis nih bung* agaknya masih dibutuhkan beberapa generasi lagi.  </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sayangnya apa yang Pak Sawali cemaskan bukan lagi akan terjadi, tapi sudah terjadi. Secara formal mungkin belum, tapi dari segi paradigma sudah tidak ada masalah, dan sebagian sudah dipraktekkan.Masyarakat luas sudah menyerah, paling-paling menggerutu. </p>
<p>Pendidikan adalah bagian dari keadaan makro di negeri ini. Dan keadaan makro itu adalah menjadikan segala sesuatu menjadi proyek, profit oriented dan sapih perah; termasuk rumah sakit, jawatan kereta api dan taman pemakaman umum.</p>
<p>Pokoknya sejak lahir, sekolah, pacaran, melamar kerja, promosi jabatan, menikah,sampai akhirnya mati : HARUS MEMBAYAR MAHAL + biaya tidak resmi.Diam-diam kita suda menerima itu sebagai keniscayaan. Pertanyannya cuma satu : bagaimana caranya supaya aku kebagian dan ikut foya-foya ?  </p>
<p>Maaf Pak Sawali kalau komentar ini malah membuat lebih pesimis. Maunya sih menawarkan optimisme; tapi&#8230;</p>
<p><em>Robert  Manurung&#8217;s last blog post..<a href='http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/04/11/3000-karyawan-adam-air-belum-gajian/' rel="nofollow">3.000 Karyawan Adam Air Belum Gajian</a></em></p>
<p>ooo<br />
hahahaha <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> sikap pesimisme itu memang kadang2 diperlukan, bung robert agar kita bisa mengambil langkah dan solusi terbaik. bung robert bener. masyarakay kita di berbagai lapis dan lini kehidupan sdh demikian jauh terjerat dalam rantai korupsi. utk memutus mata rantai itu *saya juga pesimis nih bung* agaknya masih dibutuhkan beberapa generasi lagi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: istiyanto</title>
		<link>http://sawali.info/2008/04/09/mewaspadai-komersialisasi-pendidikan/comment-page-1/#comment-3366</link>
		<dc:creator>istiyanto</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 04:54:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=769#comment-3366</guid>
		<description>Pak Sawali, link blog Anda saya masukkan dalam kumpulan link blog guru, untuk menambah daftar guru guru yang punya blog dan masih update, saya diberitahu oleh Pak Moh. Arif Widarto, kunjungi blog saya jika ingin melihat blog-blog guru yang lain. Tks

&lt;em&gt;istiyanto's last blog post..&lt;a href='http://feeds.feedburner.com/~r/istiyanto/~3/266263963/' rel="nofollow"&gt;Aplikasi Matematika (Persamaan Kuadrat) dan Flash&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;

ooo
yups, makasih banget pak is kalau sdh mau menaut blog saya, hehehehe :smile:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Sawali, link blog Anda saya masukkan dalam kumpulan link blog guru, untuk menambah daftar guru guru yang punya blog dan masih update, saya diberitahu oleh Pak Moh. Arif Widarto, kunjungi blog saya jika ingin melihat blog-blog guru yang lain. Tks</p>
<p><em>istiyanto&#8217;s last blog post..<a href='http://feeds.feedburner.com/~r/istiyanto/~3/266263963/' rel="nofollow">Aplikasi Matematika (Persamaan Kuadrat) dan Flash</a></em></p>
<p>ooo<br />
yups, makasih banget pak is kalau sdh mau menaut blog saya, hehehehe <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':smile:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hanggadamai</title>
		<link>http://sawali.info/2008/04/09/mewaspadai-komersialisasi-pendidikan/comment-page-1/#comment-3365</link>
		<dc:creator>hanggadamai</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 17:21:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=769#comment-3365</guid>
		<description>setelah tak baca sekali lagi...
diriku setuju sekali dengan merebaknya budaya instant di negri ini..
banyak sekali orang2 yg inginnya memotong jalan tanpa susah-susah karena sudah terbiasa dengan yg instant. Padahal yg paling penting adalah proses bukan hasil yang paling penting

ooo
yups, budaya instan dan potong kompas itulah yang sering membikin korupsi jadi marak, mas hangga. *sok tahu* inginnya mereka ingin cepet2 sukses dg cara yang cepet, tanpa melalui proses :cry:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setelah tak baca sekali lagi&#8230;<br />
diriku setuju sekali dengan merebaknya budaya instant di negri ini..<br />
banyak sekali orang2 yg inginnya memotong jalan tanpa susah-susah karena sudah terbiasa dengan yg instant. Padahal yg paling penting adalah proses bukan hasil yang paling penting</p>
<p>ooo<br />
yups, budaya instan dan potong kompas itulah yang sering membikin korupsi jadi marak, mas hangga. *sok tahu* inginnya mereka ingin cepet2 sukses dg cara yang cepet, tanpa melalui proses <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_cry.gif' alt=':cry:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ram-Ram Muhammad</title>
		<link>http://sawali.info/2008/04/09/mewaspadai-komersialisasi-pendidikan/comment-page-1/#comment-3364</link>
		<dc:creator>Ram-Ram Muhammad</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 17:10:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=769#comment-3364</guid>
		<description>Assalaamu 'alaikum prof...
Saya juga merasakan hal yang sama, was-was dan gelisah dengan "isu" dan "kecenderungan" komersialisasi pendidikan. Saya pernah menyaksikan langsung tidak sedikit wajah-wajah lesu dan nyaris putus asa dari adik-adik yang kebetulan lulus SPMB di salahsatu PTN di kota Bandung. 

Kenapa malah murung...? padahal mereka dinyatakan lulus. Ya... mereka murung karena ternyata setelah dinyatakan lulus mereka dihadapkan dengan kenyataan bahwa biaya yang harus disediakan untuk melanjutkan studi di PTN tersebut sangat besar... :cry:

Oh iya... ide tentang "sekolah bebas korupsi" sangat menarik. Karena ternyata praktek KKN juga ternyata masih subur di lembaga-lembaga pendidikan ang konon katanya mengemban tugas sebagai agen perubahan... Sepertinya, layak untuk dikampanyekan prof...! :D

&lt;em&gt;Ram-Ram Muhammad's last blog post..&lt;a href='http://aulahikmah.wordpress.com/2008/04/10/catatan-perjalanan-1-membunuh-yang-penting-gue/' rel="nofollow"&gt;Catatan Perjalanan 1: Membunuh ?Yang Penting Gue!?&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;

ooo
waalikum salam bung ram-ram. waduh, repot juga kalo dah diterima di PTN lantas bingung lantaran persoalan biaya. Nah, agaknya subsidi silang di PTN pun perlu juga dihidupkan barangkali, bung. Yang mampu memberikan subsidi kepada yang kurang mampu. Tapi bisa terwujud, tidak ya, bung. ttg. sekolah bebas korupsi seharusnya sudah menjadi kultur, bung, karena dari institusi pendidikan inilah anak2 bisa belajar bagaimana mereka meraih sukses dg cara yang jujur.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu &#8216;alaikum prof&#8230;<br />
Saya juga merasakan hal yang sama, was-was dan gelisah dengan &#8220;isu&#8221; dan &#8220;kecenderungan&#8221; komersialisasi pendidikan. Saya pernah menyaksikan langsung tidak sedikit wajah-wajah lesu dan nyaris putus asa dari adik-adik yang kebetulan lulus SPMB di salahsatu PTN di kota Bandung. </p>
<p>Kenapa malah murung&#8230;? padahal mereka dinyatakan lulus. Ya&#8230; mereka murung karena ternyata setelah dinyatakan lulus mereka dihadapkan dengan kenyataan bahwa biaya yang harus disediakan untuk melanjutkan studi di PTN tersebut sangat besar&#8230; <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_cry.gif' alt=':cry:' class='wp-smiley' /><br />
Oh iya&#8230; ide tentang &#8220;sekolah bebas korupsi&#8221; sangat menarik. Karena ternyata praktek KKN juga ternyata masih subur di lembaga-lembaga pendidikan ang konon katanya mengemban tugas sebagai agen perubahan&#8230; Sepertinya, layak untuk dikampanyekan prof&#8230;! <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
<em>Ram-Ram Muhammad&#8217;s last blog post..<a href='http://aulahikmah.wordpress.com/2008/04/10/catatan-perjalanan-1-membunuh-yang-penting-gue/' rel="nofollow">Catatan Perjalanan 1: Membunuh ?Yang Penting Gue!?</a></em></p>
<p>ooo<br />
waalikum salam bung ram-ram. waduh, repot juga kalo dah diterima di PTN lantas bingung lantaran persoalan biaya. Nah, agaknya subsidi silang di PTN pun perlu juga dihidupkan barangkali, bung. Yang mampu memberikan subsidi kepada yang kurang mampu. Tapi bisa terwujud, tidak ya, bung. ttg. sekolah bebas korupsi seharusnya sudah menjadi kultur, bung, karena dari institusi pendidikan inilah anak2 bisa belajar bagaimana mereka meraih sukses dg cara yang jujur.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: peyek</title>
		<link>http://sawali.info/2008/04/09/mewaspadai-komersialisasi-pendidikan/comment-page-1/#comment-3363</link>
		<dc:creator>peyek</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 14:25:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=769#comment-3363</guid>
		<description>setuju dengan paragraf terakhir, kalo memang arahnya adalah untuk mencerdaskan, maka perlu dipikirkan juga dengan sanksi yang cukup membuat kapok jika hal tersebut dilanggar!

&lt;em&gt;peyek's last blog post..&lt;a href='http://gresik.wordpress.com/2008/04/10/perseteruan/' rel="nofollow"&gt;Perseteruan&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;

ooo
yaps, setuju banget, mas peyek. agaknya memang bangsa ini perlu belajar bersikap tegas. sekolah yang terindikasi terlibat korupsi ya jangan sungkan2 utk dihentikan kegiatan operasionalnya :idea:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju dengan paragraf terakhir, kalo memang arahnya adalah untuk mencerdaskan, maka perlu dipikirkan juga dengan sanksi yang cukup membuat kapok jika hal tersebut dilanggar!</p>
<p><em>peyek&#8217;s last blog post..<a href='http://gresik.wordpress.com/2008/04/10/perseteruan/' rel="nofollow">Perseteruan</a></em></p>
<p>ooo<br />
yaps, setuju banget, mas peyek. agaknya memang bangsa ini perlu belajar bersikap tegas. sekolah yang terindikasi terlibat korupsi ya jangan sungkan2 utk dihentikan kegiatan operasionalnya <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_idea.gif' alt=':idea:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nazieb</title>
		<link>http://sawali.info/2008/04/09/mewaspadai-komersialisasi-pendidikan/comment-page-1/#comment-3362</link>
		<dc:creator>Nazieb</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 09:42:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=769#comment-3362</guid>
		<description>Ya, itu kan dalam rangka menaikkan posisi negeri kita di daftar negara terkorup, Pak. Jadi ya mohon bantuannya biar kita bisa juara..

ooo
wew... kok malah mau ikutan kontes korupsi, yak? kekekekeke :mrgreen: mas nazieb bisa aja nih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya, itu kan dalam rangka menaikkan posisi negeri kita di daftar negara terkorup, Pak. Jadi ya mohon bantuannya biar kita bisa juara..</p>
<p>ooo<br />
wew&#8230; kok malah mau ikutan kontes korupsi, yak? kekekekeke <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> mas nazieb bisa aja nih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Santri Gundhul</title>
		<link>http://sawali.info/2008/04/09/mewaspadai-komersialisasi-pendidikan/comment-page-1/#comment-3361</link>
		<dc:creator>Santri Gundhul</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 09:37:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=769#comment-3361</guid>
		<description>Halah..halah....
Ini yang namanya " MAJU KEPENTHUNG, MUNDUR KEBENTUR " P. Guru
...heks..heks..
dunia pendidikan akan sama dan SEJAJAR dengan kebiasaan kita mengurus SIMPOL kayaknya. Di satu sisi Konsumen menginginkan mengenyam Pendidikan ( KULIAH ) dengan jalan PINTAS mengikuti program KEMITRAAN yang nota bene harus mengeluarkan dan MENGURAS HABIS isi kantong. Disisi lain klu gak NGEROGOH kantong hanya mengandalkan KELULUSAN MURNI " biyuh...biyuh...seperti kami-kami yang berada di Luar Jawa SULIT SEKALI loh Pak menerobos BARICAGE yang telah tersusun rapi tersebut.

lah..kepiye iki...??. saya kira para Guru pendidik sudah AHLI dalam AJAR dan MENGAJAR, hanya saja SISTEM telah mengharuskan seperti itu, yang pada gilirannya Guru akan kena IMBAS NEGATIFNYA..Pedahal...?? Gak ikutan merasakan NIKMAT Duitnya kan..??.
Yah..yah...Pendidikan telah merubah WAJAHNYA menjadi BISNIS ORIENTED STRATEGIS....PROFIT...PROFIT...
Itukah yang menjadi TUJUANNYA.....??

OOOAAAAALLLAAAA...AAHHHH...Umar BAKRI...??.
gak melu mangan Nongkone...melu JIBRAT keno PULUTE....
naziiiibb..naziiiiib...!!.

&lt;em&gt;Santri Gundhul's last blog post..&lt;a href='http://kariyan.wordpress.com/2008/04/10/ngracut-busananing-manungso/' rel="nofollow"&gt;NGRACUT BUSANANING MANUNGSO&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;

ooo
begitulah, mas santri, nasib para guru di negeri ini. mereka sudah banyak melahirkan orang2 top, tapi nasib mereka sering terkebiri dan termarginalkan akibat kebijakan penguasa yang belum berpihak sepenuhnya kepada para guru. *hanya bisa berharap dan bermimpi, mas santri*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halah..halah&#8230;.<br />
Ini yang namanya &#8221; MAJU KEPENTHUNG, MUNDUR KEBENTUR &#8221; P. Guru<br />
&#8230;heks..heks..<br />
dunia pendidikan akan sama dan SEJAJAR dengan kebiasaan kita mengurus SIMPOL kayaknya. Di satu sisi Konsumen menginginkan mengenyam Pendidikan ( KULIAH ) dengan jalan PINTAS mengikuti program KEMITRAAN yang nota bene harus mengeluarkan dan MENGURAS HABIS isi kantong. Disisi lain klu gak NGEROGOH kantong hanya mengandalkan KELULUSAN MURNI &#8221; biyuh&#8230;biyuh&#8230;seperti kami-kami yang berada di Luar Jawa SULIT SEKALI loh Pak menerobos BARICAGE yang telah tersusun rapi tersebut.</p>
<p>lah..kepiye iki&#8230;??. saya kira para Guru pendidik sudah AHLI dalam AJAR dan MENGAJAR, hanya saja SISTEM telah mengharuskan seperti itu, yang pada gilirannya Guru akan kena IMBAS NEGATIFNYA..Pedahal&#8230;?? Gak ikutan merasakan NIKMAT Duitnya kan..??.<br />
Yah..yah&#8230;Pendidikan telah merubah WAJAHNYA menjadi BISNIS ORIENTED STRATEGIS&#8230;.PROFIT&#8230;PROFIT&#8230;<br />
Itukah yang menjadi TUJUANNYA&#8230;..??</p>
<p>OOOAAAAALLLAAAA&#8230;AAHHHH&#8230;Umar BAKRI&#8230;??.<br />
gak melu mangan Nongkone&#8230;melu JIBRAT keno PULUTE&#8230;.<br />
naziiiibb..naziiiiib&#8230;!!.</p>
<p><em>Santri Gundhul&#8217;s last blog post..<a href='http://kariyan.wordpress.com/2008/04/10/ngracut-busananing-manungso/' rel="nofollow">NGRACUT BUSANANING MANUNGSO</a></em></p>
<p>ooo<br />
begitulah, mas santri, nasib para guru di negeri ini. mereka sudah banyak melahirkan orang2 top, tapi nasib mereka sering terkebiri dan termarginalkan akibat kebijakan penguasa yang belum berpihak sepenuhnya kepada para guru. *hanya bisa berharap dan bermimpi, mas santri*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
