23Mar 2008 34 Comments
Gatutkaca Memburu Teroris
Dalang: Ki Sawali Tuhusetya
Suasana sidang kabinet di Balai Paseban Negeri Hastina terasa tegang dan panas. Berkali-kali Prabu Duryudana menggebrak meja. Sorot matanya liar.
“Bagaimana tanggung jawab Sampeyan, Mahapatih Sengkuni? Masak ngurus pekerjaan sepele saja nggak becus!” cerocos Suryudana dengan nada tinggi.
“Maaf, Nanda Prabu, jangan cepat main tuduh di tengah sidang yang mulia ini. Tanya juga Penasihat Durna yang menolak operasi militer di Plongkowati. Coba kalau siasat saya tidak dijegal, Wahyu Cakraningrat pasti sudah ada di tangan kita! Nah, itu artinya, Penasihat Durna juga punya andil besar di balik kegagalan misi ini!” sahut Sengkuni membela diri.
“Betul, Kanda Prabu! Bapa Durna tak ubahnya musuh dalam selimut! Secara lahiriah berada di pihak kita, tapi hati dan jiwanya ada di pihak Pendawa!” sergah Dursasana disahut dengan anggukan dan bisik-bisik riuh para petinggi Kurawa yang lain. Suasana sidang pun berubah gaduh.
“Betulkah begitu, Bapa Durna?”
“Hem, begini, bukannya saya melarang para prajurit Kurawa melakukan aksi militer, tapi mbok lihat-lihat dulu masalahnya. Wahyu Cakraningrat kan sudah diputuskan pihak Kadewatan untuk Abimanyu. Dus, bukan pihak Plongkowati yang harus dimusuhi, tapi pihak Kadewatan yang telah berbuat tidak adil. Nah, kenapa tidak kita labrak saja para dewa di Kahyangan?”
“Eh, wakne gondhel, itu sama saja bunuh diri. Usul mbok yang wajar dan rasional. Jangan-jangan itu hanya kedok Sampeyan agar keturunan Pendawa terlindungi?” sahut Sengkuni tenang.
“Hei, Sengkuni, jangan asal ngomong, Sampeyan! Sebagai guru, saya memang harus berbuat adil. Tapi sebagai orang yang hidup dan menikmati kemewahan di Astina, pantang bagi saya untuk tidak memihak Kurawa. Apa belum jelas terlihat, betapa saya harus melawan nurani sebagai guru ketika merekayasa kematian Werkudara dengan menjebaknya ke tengah samudra untuk mencari gung susuhing angin. Apa itu belum cukup jadi bukti bahwa hidup saya benar-benar saya abdikan untuk membantu masa depan Hastina? Buka mata batinmu lebar-lebar, Sengkuni!” sahut Durna menahan amarah.
“Tapi faktanya? Werkudara masih segar-bugar, bahkan kesaktiannya makin berlipat-lipat. Ah, Sampeyan hanya pura-pura saja memihak Kurawa. Sejak dulu belum terlihat jasa Sampeyan membesarkan Nanda Prabu! Huh, loyalitas setengah hati!” sergah Sengkuni mengejek. Durna gelagapan.
“Ah, sudah! Seperti arena debat para politikus saja! Menang-menangan! Yang penting segera kita pikirkan adalah bagaimana caranya agar Wahyu Cakraningrat bisa jatuh ke tangan anakku, Lesmana Mandrakumara!” potong Duryudana. Durna pun tidak sempat membalas kata-kata Sengkuni yang menyakitkan telinganya.
“Betul, saya setuju! Wahyu Cakraningrat harus kita rebut dengan berbagai cara. Kalau perlu, kita bikin teror dan kerusuhan di Plongkowati. Saat Abimanyu lengah, kita harus cepat-cepat bergerak merebutnya!” Jenderal Basukarna yang sedari tadi membisu akhirnya bula mulut.
Prabu Duryudana dan sebagian besar peserta sidang langsung setuju, kecuali Durna yang masih terlihat masygul. Dia benar-benar prihatin dengan cara berpikir para petinggi Kurawa yang belum paham benar tentang hakikat kewahyuan. Hanya wayang bermoral rendah yang ingin mendapatkan wahyu dengan cara-cara kekerasan , tanpa kesucian hati, olah batin, dan laku spiritual. Tapi apa boleh buat, keputusan telah diambil. Dengan gaya arogan, Duryudana telah memerintah antek-anteknya untuk merebut Wahyu Cakraningrat yang telah menyatu dalam jiwa Abimanyu.
***
Akhirnya, teror dan kerusuhan benar-benar menggila di Plongkowati. Tempat-tempat umum dan fasilitas publik jadi sasaran. Bom meledak di sana-sini. Korban-korban tak berdosa terus berjatuhan (hampir) setiap hari. Rakyat Plongkowati benar-benar dicekam waswas. Bau kematian menyebar di setiap ruang dan waktu. Sudah hampir sebulan situasi chaos itu mengharu-biru penduduk Plongkowati. Namun, aparat keamanan dan pihak intelijen Pendawa belum juga berhasil mengungkap siapa dalang kerusuhan itu.
Para petinggi Pendawa pusing berat. Para teroris seolah-olah bergerak seperti siluman; terlatih, rapi, dan profesional, sehingga sulit dicium jejaknya.
“Mereka jelas bukan teroris kacangan! Saya yakin, mereka digerakkan oleh sebuah kekuatan yang punya jaringan kuat. Dan ini tidak main-main. Kita harus menyatakan perang terhadap teroris!” kata Kresna, politikus sekaligus futurolog ulung berkulit gelap yang diundang Puntadewa untuk mengurangi keruwetan yang tengah melanda Plongkowati.
“Lantas, kita mesti bagaimana, Kanda Prabu?” tanya Puntadewa didampingi Werkudoro, Arjuna, Nakula, Sadewa, dan para petinggi Pendawa yang lain.
“Perkuat penjagaan di setiap sudut kampung dan kota, sebarkan sketsa para teroris di media massa, bentuk tim investigasi, dan libatkan semua penduduk untuk melawan teroris!” jawab Kresna dengan jidat berkerut.
Kresna dan para petinggi Pendawa terus berdiskusi; memasang strategi untuk menjerat para teroris. Perpu antiterorisme diluncurkan meskipun ditentang oleh sejumlah tokoh LSM lantaran dinilai sangat rentan terhadap pelanggaran hak asasi pewayangan. Namun, mereka cuek. Sekali meluncur, pantang ditarik kembali. Seluruh aparat keamanan dikerahkan. Tim investigasi terus bergerak.
Meskipun tidak dilibatkan sebagai anggota tim investigasi, Gatutkaca geram juga terhadap ulah para teroris yang telah menelan korban ratusan nyawa tak berdosa. Tanpa bermaksud sok pahlawan, naluri intelijennya segera bergerak. Secara diam-diam, dia terbang melintasi kawasan Plongkowati.
Gatutkaca tersentak ketika melihat sosok wayang tengah berkelebat mencurigakan di sudut sebuah hotel berbintang lima. Dia segera meluncur ke bawah dan dengan sigap berhasil melumpuhkan wayang-wayang yang mencurigakan itu. Namun, belum sempat menginterogasi lebih lanjut, tiba-tiba terdengar letusan senapan. Gatutkaca kaget ketika melihat wayang-wayang yang telah diringkusnya terkapar mencium tanah. Mati. Dia pun meluncur ke udara, memburu wayang yang diduga telah menghabisi nyawa tawanannya.
Dari udara, Gatutkaca dengan jelas melihat rombongan pasukan Kurawa yang bergerak menuju ibukota Plongkowati. Dia yakin, merekalah para pembantai itu. Sambil menahan geram, dia segera meluncur, menghadang rombongan pasukan Kurawa yang dipimpin Sengkuni dan Jenderal Basukarna.
“Hei, pasti kalian yang menjadi biang kerok kerusuhan di Plongkowati!” tegur Gatutkaca. Tak ada jawaban. Yang terdengar justru desingan puluhan timah panas yang merajam tubuhnya. Beruntung dia mengenakan rompi Antakusuma yang antipeluru, sehingga kulitnya tak terluka sedikit pun.
Perang tak bisa dihindari. Dengan tangkas, Gatutkaca bergerak menghadapi kepungan pasukan Kurawa. Luar biasa! Dalam sekejap, pasukan Kurawa kocar-kacir. Beberapa di antaranya menggelepar meregang nyawa.
Tak lama kemudian, muncul Kresna dan para petinggi Pendawa. Melihat situasi makin gawat, Sengkuni, Basukarna, dan beberapa prajurit yang masih tersisa lari ngacir.
“Dugaanku tidak meleset! Merekalah dalangnya!” kata Kresna tanpa memedulikan Gatutkaca yang masih ngos-ngosan. Puntadewa dan para petinggi Pendawa saling berpandangan. “Mereka bisa berlaku biadab hanya untuk merebut Wahyu Cakraningrat, huh!” lanjut Kresna sambil melintasi puluhan prajurit Kurawa yang telah menjadi tumbal kekuatan Gatutkaca. Para petinggi Pendawa tak bisa membayangkan kebiadaban yang telah dilakukan para Kurawa hanya untuk memenuhi ambisi serendah itu. (Tancep kayon) ***
Keterangan: Gambar diambil dari sini.
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Gatutkaca Memburu Teroris" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (23 March 2008 @ 03:35) pada kategori Sastra, Wayang dan telah dikunjungi oleh . Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:













May 04, 2011 @ 11:57:28
hahahahahah….
mungkin yang nembak kepala si osama pun itu gatot koco…
artikel yang lucu dan menarik
Sep 16, 2008 @ 23:24:40
fenomental
cerita tersebut adalah pewayangan yang terjadi Pak
tak banyak orang memaknai filosofi yang terkandung dalam pewayangan tapi salut lah saya akan terus belajar
makasih kidalang
Apr 04, 2008 @ 20:03:44
Seru…Alhamdulillah, kerinduanku pada wayang terobati. Walaupun orang jawa, aku lebih seneng wayang golek (Kang Asep S dan Kang Cecep S). Hatur nuhun yeuh, ti urang Sukabumi. Wassalam
ooo
wow… mas hresna hobi nonton wayang juga? salut nih. kang asp sunarya dan kang cecep juga dalang wayang golek idolaku, hehehehe
Mar 29, 2008 @ 21:17:16
pak saya gak ngerti wayang2an. mungkin saya yang disebut wong jowo gak ngerti jowone.hehehe… .
MAGMA’s last blog post..NEGERI YANG (KATANYA) KAYA
ooo
wew… mas magma kok suka menghakimi diri sendiri, yak?
Mar 28, 2008 @ 09:02:31
Pak Guru.. besok ndalang Narasoma ya.. huehue.. saya lagi kedanan wayang tenan… di tanah rantau tidak bisa melihat wayang sama sekali.. kecuali di You Tobe
ooo
mudah2an segera dapat bahannya.
narasoma? wah, mesti harus cari lakon ceritanya tuhm mbak toeti, hehehehe
Mar 26, 2008 @ 08:44:41
Kemaren aku mihak Pandawa lima, tapi kalo Pandawa = Amrik-RI
, Kurawa = teroris
—> aku milih parteyna Duryudana , coz Duryudana = Osama B Laden
. Lalu nomor berapa di aku di Kurawa ?
ooo
jrek nonk betul nih, kalau sudah ada pengelompokan semavam itu, hehehehe
wakakakakaka
Mar 25, 2008 @ 21:30:31
Andai saja si Gatotkaca bisa benar-benar ada di dunia nyata mungkin penjara-penjara di Indonesia akan penuh kali ya… Dan mungkin sampai tak muat-muat…
*Membayangkan lagi* Bisa menggantikan Superman tidak ya???
Arif Budiman’s last blog post..Shocktherapy Buat Masyarakat Indonesia
ooo
bisa jadi, mas arid, sebab dia bisa dg mudah menangkap para penjahat.
hehehehehe
Mar 25, 2008 @ 16:06:19
inget kata pak maman pak sawali! jangan berdarah-darah terus ceritanya.. hehehehehe…. sekali-sekali saya pengen cerpen cinta adonan pak sawali, boleh khan?! hehehehehe…
penyebar teror memang layak dibasmi, pertanyaannya, siapakah teroris terbesar di dunia nyata? sepertinya jawaban itu kita simpan dalam2… dalam hati? pikiran?
ah, teroris!
ooo
yang paling sulit itu melawan teroris yang muncul dari dalam diri kita sendiri, pak gempur, hiks.
wakakakakaka
Mar 25, 2008 @ 16:04:43
Candrane Raden Gathotkoco…. otot kawat balung wesi rai gedheg….
kanthi pangagem kotang antrakesuma,
yen udan ra kepanasan, yen panas nora kudanan….
hoooong… dorodoggdoggdogg…..
“versi swargi ki hadi sugito saking toyan wates kulon progo”
***nuwun sewu ki sawal, kulo sakmeniko saweg midhangetaken giyaran ringgit purwo kanthi lampahan semar mbangun kayangan, anggitanipun suwargi ki hadi sugito, asilipun ngunduh saking mas kandar (bornjavanese.blogspot.com)***
Dee’s last blog post..Hello world!
ooo
wew… ki hadi sugito termasuk dalang favorit saya juga, mas nudee, sansaya ndalu araras abyor kang lintang gumedhap, ooooooooooo….ong!
Mar 25, 2008 @ 12:54:54
wah, semakin serius di jalur dalang nih, Pak?
suandana’s last blog post..To : You
ooo
walah, hanya sekadar selingan, pak, hehehehe
Mar 25, 2008 @ 09:18:08
Ha ha … luar biasa Pak Sawali … aku kepincut baca tulisan Pak Guru. Luar biasa …
Ersis Warmansayah Abbas’s last blog post..Menulis Itu Belajar (Praktik)
ooo
yups, makasih apresiasinya, pak.
walah, biasa aja pak ersis, hehehehe
Mar 25, 2008 @ 07:36:54
Huehehe…. tapi kok (maaf ni ya, sedikit kritik ngawur!
) buat saya pribadi akhirnya kurang enak ya. Sebab Gatutkaca seperti
biasanya dengan mudah melawan pasukan2 Kurawa walaupun si Gatutkaca agak terengah2 nafasnya hehehe…. Rupanya si Gatutkaca ini walaupun sudah dimodifikasi ceritanya tetap sakti mandraguna hehehe…. Aturan biar agak seru Gatutkacanya agak luka2 dulu baru kemudian menang lawan pasuka Kurawa **halaah** biar agak dramatis begitu!! (emangnya film action kaleee!!) Huehehehe……Yari NK’s last blog post..Es Cendol dan Batik dari Malaysia?? Enak Aja!!
ooo
kan banyak juga yang jadi fans beratnya gatutkaca, bung. nanti kalau dalangnya membikinnya babak belur, bisa2 dalangnya ditimpukin para fansnya itu, hehehehe
wew… bosa juga begitu, bung yari, hehehehe
Mar 25, 2008 @ 01:42:56
kalo den bagus bush tahu, pasti gatotkaca bakal diboyong ke amrik.
:d
kapan tanggapan pak?
sluman slumun slamet’s last blog post..Bacalah?.
ooo
apa hubungannya deng mr bush, pak slamet? emang bush kenal gatutkaca?
Mar 24, 2008 @ 23:35:11
pak, tempat-tempat publik yang kena sasaran itu termasuk mall dan diskotek gak?
ridu’s last blog post..Multiple Page
ooo
kalo menurut ridu, termasuk, ndak? hehehehe
Mar 24, 2008 @ 22:18:30
memang untuk membaca komic PERANG BARATHAYUDA asyik bangettt,,,, memang jarang2 serkang sichh,,,,
rudal apa itu rekkk
kuta beach bali’s last blog post..Maulid Nabi Besar Muhammad SAW
ooo
namanya aja wayang kontemporer, hiks.
rudal? itu hanya utk asesoris cerita, mas, hehehehe
Mar 24, 2008 @ 15:22:10
HUweh… keren… lumayan ngobati saya yang lagi gerah kedanan wayang, pengen sinau wayang pak Guru
ooo
wew… makasih mbak toeti. saya juga sedang belajar kok, hehehehehe
Mar 24, 2008 @ 12:33:16
Durna sebenarnya berada di antara 2 pihak yang sama. Hatinya memihak Pandawa tapi raganya memihak Kurawa.
Edi Psw’s last blog post..Prihatin Calon Generasi Muda Sekarang
ooo
yups, betul sekali pak edy. itulah ada sebagian penonton yang tidak suka pada perangainya ketika dinilai telah memihak kurawa.
Mar 24, 2008 @ 11:46:34
Aslkm…pak Sawali, Alhamdulillah kami sekeluarga sehat2 pak, bapak gimana? sehat2?
oiya maaf pak, alamatnya udah sy perbaiki.
ternyata teroris ada juga di dunia pewayangan ya pak?
olangbiaca’s last blog post..Kabar Gembira
ooo
alhamdulillah, syukurlah bung abdillah. kami sekelurga juga sehat. teroris mah sudah ada sejak jadul bung, hehehehe
Mar 24, 2008 @ 09:14:38
jd inget waktu kecil waktu diriku di kampung ibuku
selalu diajak klo ada wayang
hanggadamai’s last blog post..Doakan Diriku Ya!!
ooo
sekarang gimana, mashangga? masih seringkah nonton wayang?
Mar 24, 2008 @ 08:13:44
*gelar tikar .. nonton wayang*
Pak guru .. kalo sudah ada rudal atau bom .. berarti sudah ada HP dong
kan untuk mengaktifkan bom mesti pake HP. Btw .. sudah ada bangunan bertingkat juga pak, biar nanti ada yang diserang buat dirubuhkan.
*halah* asli ngaco !!! baru pulang liburan.
erander’s last blog post..Usai liburan panjang
ooo
hehehe, namanya aja wayang kontemporer, pak eby, hiks.
Mar 24, 2008 @ 04:21:52
Weh, sudah lama saya tidak mendengarkan cerita pewayangan.
Riyogarta’s last blog post..Ada Smiley punya YM, Ada Blacy dan Ada Si Kucing
ooo
menarik juga loh mas riyo kalo sering dengar siaran wayang, hehehe
Mar 23, 2008 @ 22:52:16
cerita pewayangan memang banyak menggambarkan sifat dan watak manusia, terlepas dari bagaiman endingnya, dan manusia sekarang hanyalah mengulang watak yang telah diceritakan dalam tokoh pewayangan, seperti keserakahan, hasutan, menikam dari belakang dan banyak watak negatif yang telah diceritakan, lucunya manusia modern sekarang melakoni kembali semua cerita itu.
Hm.. jadi ingat ketika Bapak saya memberikan tebakan, begini katanya “wayang apa yang namanya berakhiran mingkem!”, ternyata jawabannya adalah “sekutrem” satu-satunya tokoh wayang yang namanya berakhiran mingkem, berakhiran huruf “M”, apa ada yang lain ya?
peyek’s last blog post..Kemana Mesti Mengadu
ooo
kalao gitu mungkin ada juga yak tokoh sengkunem, durmagatem, atau bethara gurem, hehehehe
sekutrem, hiks, perasaan kok baru denger nama tokoh wayang sekutrem mas peyek, hehehehe
Mar 23, 2008 @ 20:13:23
“Nah, kenapa kita tidak kita labrak saja para dewa di Kahyangan?”
Tapi, kenapa ya tidak ada sejarah pemberontakan di Jawa ? Kenapa yang ada hanya sebuah legenda (Jaka Tingkir) ?
Robert Manurung’s last blog post..12 Juta Anak Indonesia Putus Sekolah
ooo
sebenarnya kalo kita baca sejarah, jawa justru sarat dengan pemberontakan, bung. lihat saja kerajaan singosari dan majapahit.
Mar 23, 2008 @ 20:11:01
masmoemet’s last blog post..tanpa judul
ooo
loh, menurut masmoemet siapa, hayo, hehehehehe
Mar 23, 2008 @ 16:20:56
hohohohoh…
saya jadi inget tiap malem dengerin wayang di radio….
sama bapak saya….
moerz’s last blog post..Udang Mabuk
ooo
wew, ternyata orang tua mas moerz suka juga mendengarkan siaran radio, yak? mas moers sendiri gimana? suka ndak?
Mar 23, 2008 @ 16:07:44
Wah…wah…mo daftar jadi penabuh Gong, ada lowongan gak Pak
Nggelesod….menyimak tulisan dan kisah dibalik LAKON yg dibawakan ki Dalang Sawali
ooo
mau?
wew… masih ada untuk penabuh gendang, mas santrigundul, hehehehehe
Mar 23, 2008 @ 15:13:08
Wah, pasukan kurawa salah strategi…harusnya untuk melawan Gatotkaca, bawa MAGNET yang gedeeeee…supaya Gatotkaca nempel di MAgnet tersebut…kekekeke
Donny Reza’s last blog post..Ruang Kosong
ooo
wew… kalau punya magnet raksasa, apa bisa dijamin gatutkaca bisa nempel terus kayak perangko, mas donny, hehehehehe
Mar 23, 2008 @ 11:57:30
aih, teori konspirasi juga sudah ada waktu itu ya pak
Goop’s last blog post..Maaf
ooo
agaknya teori konspirasi dan kongkalingkong itu sudah ada sejak jadul, mas goop. hehehehehe
Mar 23, 2008 @ 11:27:40
Mantap banget ceritanya, Pak. Kurang sindennya saja mungkin.
Hanna Fransisca’s last blog post..Bening Sungaiku
ooo
sinden? wew… kalau bisa menghadirkan sinden dalam episode ini pastinya bakal ramai nih, mbak. sayangnya, sindennya banyak yang ngumpet, hiks.
Mar 23, 2008 @ 10:21:40
Mantabs Pak Guru….
Jadi inget ama Ki Narto Sabdo, Anom Suroto, Manteb Sudarsono, Sujiwo Tejo, Warsito Slank n the genk….
Sindene Sunyahni yaa Pak….??!!
(*nunggu Goro-goro….*)
ooo
wew… agaknya bung serdadu suka juga mendengarkan tayangan wayang kulit, yak? wah, salut banget nih.
Mar 23, 2008 @ 09:41:54
Teroris memang bukan sembarangan teroris, sehingga gatotkaca harus turun tangan.
danalingga’s last blog post..Sebuah Opini Tentang Kitab Suci
ooo
bener banget mas dana.
hehehehe
Mar 23, 2008 @ 06:44:24
Cerita wayang sebetulnya menggambarkan kehidupan manusia dengan berbagai perangai, namun ending nya adalah bahwa kebaikan selalu menang terhadap kejahatan.
Namun semua pasti ada harganya, walaupun menang, kerusakan telah terjadi….
edratna’s last blog post..Liburan yang melelahkan
ooo
bener sekali, bu enny. ada ungkapan jawa: suradirajayangingrat lebur dening pangastuti *halah sok tahu nih, bu* yang berarti kejahatan pasti akan berhasil dikalahkan oleh kebaikan, meski pada kenyataannya harus memakan banyak korban.
Mar 23, 2008 @ 06:43:14
wah udah ada produksi rudal ternyata
ooo
wew… namanya aja wayang kontemporer, mas, hehehehe
Mar 23, 2008 @ 03:52:06
Untung saat itu Karna belum memiliki rudal antigatutkaca alias senjata konta. Kalau sudah punya, kutang Gatutkaca tidak akan mampu membendung konta karena warangka rudal itu ada di dada Gatutkaca.
Moh Arif Widarto’s last blog post..Banner Antikelaparan dan Gizi Buruk
ooo
senjata kuntawijayandanu milik karna memang dahsyat, mas arif, hehehehe