Top

Kehidupan “Wong Cilik” dalam Teks Cerpen

Friday, 22 February 2008 | 417 pembaca | 34 komentar
Kategori: Bahasa, Budaya, Cerpen, Opini, Refleksi, Sastra, Tradisi

Cerpen, bagi saya, adalah upaya penulis untuk mengabadikan berbagai peristiwa kemanusiaan, untuk selanjutnya diwartakan kepada publik dengan menggunakan media bahasa. Dalam konteks demikian, terasa naif apabila cerpen hanya memuja keindahan. Percuma saja apabila cerpen diekspresikan melalui idiom-idiom bahasa yang terlalu njlimet, bahkan bombastis. Sebab, cerpen-cerpen semacam itu tidak akan pernah masuk dalam khazanah pemikiran publik. Ini tidak lantas berarti bahwa cerpen jadi “alergi” dan anti-keindahan. Sebagai teks sastra, dengan sendirinya cerpen jelas mustahil terlahirkan dari rahim sang penulis tanpa medium bahasa. Meski demikian, ada persoalan yang lebih urgen ketimbang itu. Banyak fenomena kemanusiaan yang menarik untuk direnungkan,... (Baca lanjutannya!)

Guru Menulis BTP: Kenapa Tidak?

Friday, 22 February 2008 | 228 pembaca | 20 komentar
Kategori: Opini

Kamis, 21 Februari 2008 yang lalu, Pusat Perbukuan, Depdiknas, menggelar sosialisasi Instrumen dan Deskripsi Penilaian Buku Teks Pelajaran (BTP) SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Semarang, Jawa Tengah. Acara tersebut dihadiri kurang lebih 150 peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa, dosen, widyaiswara, wartawan, penerbit, dan guru. Menurut Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo, M.Pd., Kons., anggota BSNP, sosialisasi tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memenuhi ketersediaan buku teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan. Oleh karena itu, tegasnya, BSNP dan Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional dalam tahun anggaran 2008 akan menyelenggarakan Penilaian Buku Teks Pelajaran... (Baca lanjutannya!)